Category: Pendidikan

Estafet Tunas Kelapa Sebagai Ciri Khas Kegiatan Kwartir Daerah Jawa Tengah

Pemberangkatan Estafet Tunas Kelapa Kwarcab Karanganyar, Jumat (24/8)

Karanganyar, 24 Agustus 2018

Pemberangkatan Estafet Tunas Kelapa kwarcab Karanganyar berlangsung di Tawangmangu, Jumat (24/8). ETK ini di gelar dalam rangka Hari Pramuka ke-57 dan Hari Kemerdekaan RI ke-73.

ETK ini untuk bertujuan menanamkan jiwa patriot, sikap sukarela, bersahaja dan bertanggungjawab kepada negara bagi generasi muda Indonesia.

Dalam sambutan Gubernur yang di bacakan Sekda Kabupaten Karanganyar, Gubernur Jawa Tengah menegaskan Estafet Tunas Kelapa merupakan ciri khas gerakan pramuka kwartir Jawa Tengah maka dari itu harus tetap dijaga dan dilestarikan. Hal itu perlu agar filosofi dan nilai – nilai yang terkandung di dalamnya mampu memperkuat semangat Kebangsaan dan kemajuan pembangunan di Jawa Tengah.

Gubernur juga berpesan kepada seluruh anggota Pramuka di Jawa Tengah agar selalu menggelorakan semangat anti narkoba. Selain itu Gubernur juga berpesan untuk selalu memperkokoh semangat cinta Bangsa dan Tanah Air, agar Bangsa Indonesia bisa menjadi hebat dan berdikari.

Estafet Tunas Kelapa merupakan agenda Tahunan kwartir daerah Jawa Tengah. ETK 2018 diagendakan dengan start dari 14 titik Kwartir Cabang Kabupaten/Kota, yang selanjutnya menuju satu titik di Kabupaten Tegal sebagai pusat Peringatan 57 Tahun Gerakan Pramuka Tingkat Jawa Tengah.

Sedangkan titik start Kwarcab Karanganyar diberangkatkan dari Tawangmangu melalui kecamatan Karangpandan dan pada sorenya akan disemayamkan di Pendhopo Rumah Dinas Bupati. Demikian DISKOMINFO (yg/ina)

Read More
DSC_0093

STIKes Mitra Husada Karanganyar Adakan Stadium General

Diskominfo

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi menyampaikan materi pada acara Stadium General STIKes Mitra Husada di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (24/8)

Karanganyar, Jumat 24 Agustus 2018

STIKes Mitra Husada Karanganyar mengadakan Stadium General di pendopo rumah dinas bupati, Jumat (24/08). Acara tersebut bertujuan  memberikan pemahaman pada mahasiswa baru  tentang pendidikan tinggi, kemahasiswaan, lingkungan, serta pendidikan. Sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan perannya sebagai tenaga kesehatan dimasyarakat nantinya.

Acara  diawali dengan laporan ketua panitia  Rohmadi, M.Kom beliau menyampaikan bahwa acara Stadium General ini diikuti oleh 28 mahasiswa baru D3 Kebidanan, 131 mahasiswa baru D3 Rekam medis managemen informasi kesehatan, 24 mahasiswa baru D4 Managemen informasi Kesehatan dan D4 Keperawatan, disampaikan pula bahwa jumlah tersebut merupakan sebuah prestasi bagi STIKes Mitra Husada Karanganyar karena ditahun ini jumlah mahasiswa tetap stabil dan cenderung meningkat.

Ditempat yang sama Fitria Hayu Palupi, SST, M.Kes selaku ketua STIKes Mitra Husada dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal diantaranya beliau berharap agar mahasiswa baru punya karakter jujur, disiplin dan peduli karena jika sudah menerapkan tiga karakter tersebut maka diyakini para mahasiswa baru tersebut bisa menjadi pribadi yang siap kerja dan memiliki kompetensi,pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik sehingga bisa bersaing dengan masyarakat ekonomi ASEAN. Beliau juga berharap agar ke-342 mahasiswa baru bisa lulus tepat waktu  serta menjaga nama baik STIKes Mitra Husada Karanganyar.

Turut hadir pula pembicara pada kesempatan tersebut, Bambang Eka Purnama. M. Kom dari Dinas Komunikasi dan Informatika Solo yang memberikan materi bertema “ Prototype Smart City For Health Information” .

Drs. Samsi, MM  dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar menyampaikan tiga kiat sukses bagi Mahasiswa baru STIKes Mitra Husada Kararanganyar , yaitu harus berani bermimpi, harus berani berkata dan berani melangkah.

Diakhir acara dilakukan penyerahan kenang-kenangan dari STIKes  Mitra Husada Karanganyar kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar.

 

Demikian Diskominfo (f3a/an)

 

 

 

 

 

Read More
DSC_0008

Ribuan Mahasiswa Ditarik dari Lokasi KKN

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat meninjau stan mahasiswa KKN dari ketiga kampus, Kamis (23/8).

Karanganyar, Kamis 23 Agustus 2018

Seribu tiga ratus delapan puluh mahasiswa dari tiga universitas di Surakarta ditarik dari sejumlah lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Karanganyar. Diharapkan pengalaman dan keterampilan selama di lokasi KKN menjadi bekal untuk masa depan para mahasiswa.

Penarikan ribuan mahasiswa dari beberapa kecamatan di Kabupaten Karanganyar digelar Gedung Wanita Karanganyar, Kamis (23/8). Ketiga Kampus tersebut yakni UNISRI, STIE AUB dan UNS Surakarta.

Rektor Unisri, Prof. Ir. DR. Rahayu Sukamto yang mewakili tiga Kampus dalam sambutannya mengatakan para mahasiswa dari Unisri, AUB, UNS telah melakukan Kuliah Kerja Nyata mulai 16 Juni sampai dengan 23 Agustus . Kegiatan KKN ini untuk melatih komunikasi mahasiswa dengan masyarakat setempat.

“Pengalaman di masyarakat bekal sebelum mahasiswa lulus. Sehingga kemampuan dan keterampilan yang ada akan semakin terasah,”katanya.

Sementara itu sambutan Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKN. Bgaimanapuan juga keberadaan mahasiswa KKN sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Turut bangga mahasiswa KKN kedepannya menjadi orang-orang sukses. Karena yang bisa merubah masa depan kita semua adalah pendidikan. Karena Itu pendidikan merupakan utama dalam membangun peradaban baru,”terang Juliyatmono.

Ditambahkan Bupati, periode-periode berikutnya Kabupaten Karanganyar diharapkan tetap menjadi lokasi dilaksanakannya Kuliah Kerja Nyata.

“Untuk menjadi sukses perlu berfikir positif, kerja keras dan berdo’a,”pesannya.

Demikian Diskominfo (ind/ina)

Read More

Akper 17 Melatih Ikhlas dan Berkorban Melalui Moment Idul Adha

Sambutan Asisten Perekonomian Siti Maesyaroh pada acara perayaan Idul Adha Keluarga Besar AKPER 17, Kamis(23/8).

Karanganyar,  23 Agustus 2018

Keluarga besar Akademi Keperawatan 17 Karanganyar (AKPER 17) mengadakan perayaan Idul Adha 1439H. Acara ini di adakan di aula Kampus AKPER 17 Karanganyar, Kamis (23/8).

Acara ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar Ir.Siti Maesyaroh, M.Si.Dalam sambutannya Asiten Perekonomian Siti Maesaroh yang dalam kesempatan ini mewakili Bupati menyampaikan, Pemerintah siap mendukung AKPER 17 bila akan mengembangkan Kampusnya. Dia juga menjelaskan betapa kerasnya perjuangan pendiri AKPER 17 dulu sehingga perkembangannya bisa sangat pesat, dan sebentar lagi akan menjadi STIKES.

“Dulu AKPER 17 itu bertempat di depan Gedung DPRD, saya tau perjuangan pendiri Kampus ini sangat gigih karena tempat tinggal saya dekat situ,” tuturnya.

Selain itu Siti Maesyaroh juga berpesan kepada para siswa calon perawat di AKPER 17 agar saat lulus dan jadi perawat nanti harus iklas, sabar, dan murah senyum. Sebagai perawat harus selalu tersenyum agar pasien merasa nyaman dan senang.

“Kalo kalian nanti sudah menjadi perawat modal utama itu ikhlas, sabar, dan senyum, kalo pasien datang di sambut dengan senyum pasti sudah sembuh dulu,” tandasnya.Senada dengan itu Ketua Yayasan AKPER 17 Tatik Surya, menyampaikan Akper 17 didirikan oleh para pejuang 45, sehingga diharapkan para siswa dapat melanjutkan perjuangan para pendiri. Selain itu dia juga mengharapkan agar para siswa terus berjuang mengejar cita-cita. DEMIKIAN DISKOMINFO(yg/dn)

Read More
DSC_0754

Kwartir Cabang Pramuka Karanganyar Gelar Renungan Suci Dan Sarasehan

 

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karanganyar menggelar renungan suci di halaman SDN 01 Cangakan. Upacara ulang janji dipimpin Ketua Kwartir Cabang Karanganyar, Kakak Samsi

 

KARANGANYAR – 13 Agustus 2018

Memperingati HUT pramuka ke 57, Kwartir Cabang Kabupaten Karanganyar menggelar sarasehan dan ulang janji di SDN 01 Cangakan. Saresahan tersebut dilakukan untuk evaluasi diri dan menata ke depan program yang akan dilaksanakan. Termasuk melakukan renungan suci dan ulang janji dasa darma pramuka.

“Pramuka dimanapun bisa membuat senang dan pandai membaca situasi. Pada saat haji, tidak ada jemuran maka waktu itu saya membuat. Ini contoh kecilnya, pramuka bisa bertahan dalam keadaan apapun,” papar Ketua Kwartir Cabang Karanganyar, Samsi saat sarasehaan dengan anggota pramuka, Senin (13/08).

Dia menambahkan tema memperingati hari jadi ke 57 ini adalah pramuka merajut NKRI. Pihaknya terus berupaya untuk menamankan rasa cinta tanah air kepada anggota pramuka di wilayah Karanganyar. Sebab kecintaan itu adalah modal untuk membangun bangsa dan negera. Pada kesempatan itu, Samsi juga mengingatkan pengiriman degelaasi untuk kegiatan pramuka hendaknya diganti-ganti. Supaya pengalaman dan ilmu hadir pada orang lain. “Yang ikut pelatihan, diminta menularkan ilmu kepada yang lain. Sehingga ilmu itu akan terus bergerak dan bukan mandek,” tambahnya.

Sementara sekitar pukul 21.15 digelar renungan suci di halaman SD sebelah utara Kantor Kelurahaan Cangakan tersebut. Renungan suci dipimpin oleh pembina upacara Samsi. Sedangkan peserta yang lain berkeliling membentuk lingkuran dengan ditengahnya terdapat lilin. Secara bergantian mereka mengucaopkan dasa darma Pramuka dan berdoa. (hr)

Read More
DSC_6837

Pemimpin itu Intinya Koordinasi

Sekda Kabupaten Karanganyar saat memberikan sambutan dalam acara sertijab Kepala MAN 1 Karanganyar

KARANGANYAR- 8 Agustus 2018

Seorang pemimpin itu intinya koordinasi, baik ke atasan dan ke samping atau teman-teman sejawat. Jika sudah terkoordinasi dengan baik maka bekerjanya akan mudah dan lancar. Tentu semua akan mendukung untuk keberhasilan tujuan yang telah ditetapkan.

“Saya pidato bu lanjar utami sebagai kapsek MAN 1 Karanganyar yang baru sudah baik. Beliau menyebut atasannya, menyebut komite sekolah, menyebut teman-teman sejawat. Saya yakin Bu Lanjar bisa memimpin sekolah ini dengan hebat dan sukses,” papar Sekda Samsi saat mewakili bupati Karanganyar, dalam serah terima Kepala Sekolah MAN 1 Karanganyar dari Nuri Nurmanto kepada Lanjar Utami, Rabu (08/08) di aula sekolah favorit tersebut.

Lebih jauh, Samsi mengatakan bekerja sesuai aturan itu mudah. Yang sulit itu bekerja tapi tidak ada aturannya. Meski demikian, Sekda sangat yakin jika Bu lanjar bisa mengatasi hal itu. Pihaknya meminta Lanjar untuk tetap mendukung gerakan pramuka. “Bagiamana dengan pembangunan masjid MAN. Sudah selesai belum. Jika belum selesai bisa minta bantuan Baznas,” imbuhnya,

Sementara Kepala Kantor Departeman (Depag) Karanganyar Musta’in Ahmad mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama Nuri Nurmanto karena telah menjadi kapsek satu bulan ini. Sekaligus, menguncapkan terima kasih kepada para hadirin karena telah menjadi bagian dari sejarah kemajuan MAN 1 Karanganyar. Dalam kesempatan itu, Musta’in Ahmad mengingatkan pentingnya NKRI. “Klau NKRI adalah harga mati jelas. Ini NKRI dari kepanjangan Niat, Kebersamaan, Responsif dan Ikhlas,” papar Musta’in.

Lebih jauh, Musta’in menjelaskan Niat itu berarti segala sesuatunya harus diniatkan hanya mencari ridho Allah. Jika sudah menancapkan niat tersebut, maka jika prestasi berbuah kepada pahala dan jika kesulitan atau hambatan maka berarti berkurangnya dosa. Kedua adalah Kebersamaan, yang berarti semua pekerjaan itu harus dilakukan secara bersama-sama. Sebab tidak ada superman di dunia nyata sehingga pekerjaan akan mudah jika satu sama lain saling mendukung. Ketiga adalah Responsif, adalah kemampuan untuk merencanakan masa depan dengan baik. Terakhir Ikhlas, semua pekerjaan haruslah ihlas sesuai slogan departemen agama ihklas beramal. “Bagi sekolah yang belum menyelenggarakan upacara bendera saya berharap dilaksanakan upacara bendera. Jika tidak muat, bisa dilakukan secara bergantian,” imbuhnya,

Terakhir, Musta’in mengatakan pengangkatan Lanjar Utami sudah tidak ada permasalahan. Sesuai dengan peraturan menteri agama nomor 58 tahun 2013 tidak ada keraguan untuk mengangkat bu lanjar. Yang terpenting, Bu lanjar harus melakukan inovasi. (Adt/Ind)

Read More
DSC_0133

1380 Mahasiswa IAIN Surakarta ditarik dari 7 Lokasi Kecamatan di Kabupaten Karanganyar

Kominfo

Kreatif dan Inovatif : Salah satu Mahasiswa IAIN yang berhasil menerapkan ilmunya selama melaksanakan KKN, salah satunya berupa gerobak motor Wedhang Ronde , Senin(06/08).

Karanganyar, Senin 6 Agustus 2018

Penarikan ribuan mahasiswa  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta ditarik dari 7 (tujuh) lokasi KKN digelar di Gedung Wanita, Senin (6/8). Tujuh lokasi yang telah menjadi tujuan mahasiswa KKN yakni Jenawi, Jatiyoso, Jatipuro, Jumapolo, Ngargoyoso, Tawangmangu dan Karanganyar.

Samsul Bahri perwakilan dari IAIN Surakarta menuturkan kegiatan KKN bukan hanya merupakan ceremony saja. Diharapkan para mahasiswa dapat menerapkan ilmunya untuk mengembangkan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi KKN.

“Di lapangan tentu akan banyak ditemukan dinamika dan potensi di masyarakat. Tentu menjadi tugas dari para mahasiswa untuk membantu mengembangkannya,”katanya.

Dicontohkannya seperti di daerah Tawangmangu yang kaya akan wortel. Nmun belum dapat dikerjakan secara maksimal.

“Kemasan dan pemasaran masih menjadi kendala dalam mengelola produk berbahan baku wortel,”tambahnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar saat menyampaikan sambutannya menyampaikan, KKN sebagai disiplin ilmu yang sesuai dengan program studinya dan hal ini masih belum cukup dengan semakin bertambahnya pengalaman dan bersosialisasi.

“Bertemu dengan siapapun untuk tampil dengan almamatermu secara personal dapat memberikan kesejukan bahwa Islam itu indah, ramah, Agama Rahmatan Lil’alamiin dan menginspirasi menjadi pribadi muslim yng benar-benar semangat dengan jiwa cinta tanah air,”pesannya.

Pada kegiatan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono  berkesempatan untuk meninjau beberapa stand mahasiswa IAIN selama melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tujuh Kecamatan berupa olahan makanan, kerajinan tangan seperti lampu meja dari bathok kelapa, merangkai tanaman artificial dan produk lainnya.

Demikian Diskominfo (ind/an)

 

Read More
DSC_3393

Karanganyar Harus Siap Juara

Diskominfo

Sesi Foto Bersama Sekda Karanganyar dengan para peserta Cakra Adi birawa kontingen dari Kab.Karanganyar usai acara pelepasan kontingen.

Karanganyar, 31 Juli 2018

Pelepasan Kontingen Gladhi Cakra Adi Birawa Th. 2018 dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Karanganyar pada, Selasa(31/07).

Acara yang dilepas langsung oleh Sekda Karanganyar Drs. Samsi, Msi didampingi oleh Kabag Humas, Kepala Disperindagkop, dan Plt Kepala Dinas Kominfo Karanganyar berjalan dengan sangat khidmat.

Harjono selaku ketua rombongan melaporkan, bahwa kontingen Karanganyar mengirimkan rombongan kontingen yang antara lain adalah, 16 peserta  Gladi Widya Tingkat Daerah, 2 pimpinan kontingen , 3 pendamping lolos seleksi dari SMK N Karanganyar yang mana acara akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Karanggeneng pada tanggal 1 hingga 5 Agustus dengan mata lomba LETP, Donor Darah, Seouting Skills, Olah Raga, Ibadah, dan malam Cakra.

Sementara untuk lomba Lintas medan UBALOKA yang juga di gelar di Bumi Perkemahan Karanggeneng, kontingen Karanganyar mengirimkan 6 peserta penegak, dengan mata lomba Water Resque atau olah gerak perahu, dan Evakuasi air juga mountain resque.

Sedangkan lomba Gugus Depan unggul SD tingkat Nasional, untuk kwarda Jawa Tengah diwakili oleh SD Malangjiwan II yang telah lolos untuk maju ke tingkat Nasional di malang pada tanggal 6 hingga 11 Agustus 2018 dengan peserta 8 putra dan 8 putri serta 2 pendamping. Dengan kegiatan lomba pioner, PBB, Sandi, yel-yel, roket air, perkemahan, poster, dan menulis berita. Dan dapat diketahui bahwa semua akomodasi di tanggung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sekda Karanganyar Drs. Samsi,Msi yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar, menyampaikan dalam pidato sambutannya. “ Kontingen karanganyar harus siap membawa nama baik Kabupaten Karanganyar, harus fokus dalam setiap lomba dan harus berjuang untuk jadi juara “. Sekda juga menganjurkan kepada seluruh kontingen untuk tetap menjaga kesehatan masing-masing agar selama kegiatan bisa fikus untuk menang, dan juga jangan lupa untuk berpamitan kepada orang tua untuk mohon restu. “ restu orang tua itu yang paling penting”. Ucap beliau di akhir pidato sambutannya.

Demikian Diskominfo (Ina/Ard)

 

Read More
DSCF6703

Workshop Pelatihan Guru Matematika, Bupati : Jadikan Matematika sebagai Mapel Menarik

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan arahan kepada guru-guru gar merangsang anak menjadikan matematika lebih menarik pada Workshop Metodologi penelitian untuk guru Matematika di Kabupaten di Karanganyar aula disdikbud (24/07)

 

Karanganyar, Selasa 24 Juli 2018

Sejumlah guru matematika tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri/Swasta se Kabupaten Karanganyar mengikuti workshop metodologi pelajaran matematika. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadikan mata pelajaran (mapel) matematika menjadi menarik bagi anak didik, Selasa (24/7).

Workshop yang dilaksanakan di aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Karanganyar dibuka langsung Bupati Karanganyar. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan metematika seringkali merupakan momok bagi siswa. Karenanya para guru diminta untuk membuat matematika lebih menarik.

“Metode pembelajaran harus disesuaikan dengan zaman sekarang. Sehingga para guru juga diharapkan merubah dengan cara lebih menarik dalam mengajarkan,”pintanya.

Sementara itu, Dr. Hasih Pratiwi salah satu Tim Prodi Statistika Fakultas MIPA UNS, mengatakan metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu yang membahas tentang cara atau metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian. Teknik penerapan metodologi penelitian bisa disebut sebagai metode istilah yang sama dengan teknik.

“Penelitian adalah upaya mencari kebenaran akan sesuatu. Upaya dalam penelitian berupa kegiatan meneliti,”terangnya.

Demikian Diskominfo (ind)

Read More
DSC_4884

Ratusan Siswa Ikuti Simulasi Bencana

DISKOMINFO

Salah satu korban bencana terkait simulasi di SDN 03 Jaten, Senin (23/7).

Karanganyar, Senin 23 Juli 2018

Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri 3 Jaten mengikuti simulasi tanggap bencana. Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari edukasi bagi para siswa dan melatih kesigapan sekolah ketika terjadi bencana, Senin (23/7).

Kegiatan simulasi bencana di SD Negeri 3 Jaten berawal dari ketika terjadi bencana hingga penanganan paska bencana. Tak hanya siswa, para guru juga mendapat pelatihan bagaimana ketika terjadi bencana hingga merawat ketika ada korban bencana. Pelatihan bencana ini diberikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Djatmiko. Dalam sambutannya ia mangatakan simulasi ini merupakan sosialisasi sejak dini penanggulangan bencana dengan demikian anak mengenali berbagai jenis musibah atau bencana yang sering terjadi di Karanganyar khususnya seperti tanah longsor, banjir di daerah-daerah tertentu, angin puting beliung, gempa. Sehingga anak mengerti harus bertindak apa dan bagaimana.

“Secara teknis kita menyosialisasikan tanggap bencana kepada anak-anak dengan tujuan supaya anak mengenal bencana dan dapat melakukan penyelamatan diri dan menolong jiwa orang lain,”terangnya.

Sementara itu Ariyanto dari pihak PMI Karanganyar selaku staf bidang SD dan Diklat menyampaikan PMI Karanganyar telah beberapa kali mengadakan latihan di beberapa sekolah dasar. Ini dilakukan guna memberikan edukasi tanggap bencana terkait penanganan yang sakit dan untuk evakuasi mandiri yang kesemuanya dilakukan oleh tim tanggap bencana yang meliputi Tim Palang Merah Remaja (PMR), Dokter Kecil.

“Simulasi ini sudah bagus, untuk usia sekolah dasar kita belum bisa menuntut secara profesional yang terpenting sudah bisa melakukan evakuasi mandiri,”jelasnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind/dn)

 

Read More