Category: Pemerintahan

DSC_8000

Menjing Maju Lomba Desa Tingkat Kabupaten

kominfo

Suasana Penyambutan Tim Evaluasi Lomba Desa Kabupaten Karanganyar di Desa Menjing Kecamatan Jenawi, Kamis Siang (12/04)

Karanganyar – Desa Menjing memiliki penduduk sebanyak 2.470 jiwa dan luas wilayah 378.250 Ha terletak di Kecamatan Jenawi dan terbagi atas 3 Dusun dengan 23 RT dan 9 RW. Desa yang sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan berdagang memiliki kelompok usaha dan Kelompok Petani (Gapoktan) di tiap Dusun.

Selain itu, karena letaknya berada di lereng Gunung Lawu, Desa Menjing yang dikaruniai alam yang luar biasa sehingga memiliki potensi wisata yang luar biasa seperti Grojogan Grenjengan dan kolam renang alam yang akan dikembangkan oleh Desa.

Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Sutarno mewakili Pjs Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengatakan Lomba Desa dan Kalurahan yang dilaksanakan saat ini oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu bentuk kompetisi persaingan pembangunan yang dilaksanakan partisipatif dan obyektif oleh masyarakat, sehingga peran aktif masyarakat dalam upaya membangun desanya masing-masing diperlukan kebersamaan dan kegotongroyongan warga.

“Kepada Kepala Desa dan Perangkatnya, tolong berikan data dukung serta informasi terkait indikator penilaian yang dibutuhkan oleh tim evaluasi Kabupaten dengan sejujur-jujurnya”, harap Sutarno saat membacakan Sambutan Pjs Bupati Karanganyar dalam acara Kunjungan Tim Evaluasi Kabupaten Karanganyar di Aula Desa Menjing, Kamis Siang (12/04)

Lebih lanjut Sutarno menambahkan supaya lomba ini memberikan manfaat bagi desa dan diperoleh juara yang terbaik serta mampu memberikan yang terbaik juga untuk mewakili Kabupaten Karanganyar mengikuti lomba yang sama di tingkat Propinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Utomo Sidi Kepala Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Desa dalam laporannya mengatakan penilaian lomba desa di tingkat Kabupaten ada beberapa aspek penilaian seperti : evaluasi bidang Pemerintahan, evaluasi bidang kewilayahan dan evaluasi bidang kemasyarakatan (Pendidikan, Kesehatan, Keamanan dan Ketertiban, serta Ekonomi).

“Pemilihan Desa Menjing dan peserta lomba Desa telah melalui seleksi yang ketat di Kecamatan dan Kabupaten”, Kata Utomo Sidi

Demikian Diskominfo (ad/adt)

Read More
WEB

DesaTerbaik Wakili Karanganyar

Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Karanganyar mendatangi langsung Balai Desa Bolon untuk menilai secara langsung

Karanganyar, Rabu (11/04/2018)

Salah satu dari tiga desa terbaik di Kabupaten Karanganyar akan menjadi wakil untuk maju di tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam Lomba Desa Tahun 2018.

Seleksi awal tengah dilakukan, dan ada tiga desa yakni Bolon, Kecamatan Colomadu, Menjing, Kecamatan Jenawi, dan Beruk, Kecamatan Jatiyoso menjalani seleksi.

Sasaran Tim Penilai dari Kabupaten Karanganyar mendatangi wilayah Desa Bolon untuk melihat langsung kondisi lokasi dan mencocokan dengan data yang diberikan oleh tim penilai, Rabu (11/04) pagi.

Titik Setiati, Kepala Bidang Pembinaan Administrasi dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karanganyar, mengatakan ada pemeringkatan kategori desa, yakni Kurang Berkembang, Berkembang dan Cepat Berkembang.

“Untuk dapat ikut lomba yakni Berkembang dan Cepat Berkembang. Dengan tujuan mendorong pembangunan yang dilakukan masyarakat,” kata Titik Setiati.

Tak hanya itu saja, Titik juga menjelaskan, lomba desa dapat mengetahui program pembangunan masyarakat dan desa dalam kurun waktu satu tahun, bulan Januari sampai Desember tahun 2017.

Sedangkan materi penilaian yakni Pemerintahan Desa, Kewilayahan, Kemasyarakatan yang dinilai oleh tim penilai Kabupaten Karanganyar.  Untuk pemenang akan mendapat hadiah, Juara Satu mendapat Rp. 30 juta, juara 2, Rp. 20 Juta, juara 3 mendapat Rp. 15 juta.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, mengatakan untuk desa diambil tiga desa dari 162 desa, Kelurahan dari 15 Kelurahan yang ikut seleksi yakni  Blumbang, Kecamatan Tawangmangu dan Lalung, Kecamatan Karanganyar yang akan diseleksi oleh tim penilai.

“Dengan adanya lomba ini maka desa-desa jadi tumbuh, berkompetisi dan jika juara akan menjadi kunjungan studi banding dari daerah lain. Seperti Juara 2 tingkat Nasional, Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu,” katanya.

Samsi juga mengharapkan peran serta aktif masyarakat dalam upaya meningkatkan semangat dan tekad, serta tanggung jawab memupuk jiwa gotong royong dan kebersamaan dalam melaksanakan serta memelihara hasil pembangunan desa.(pd/im/kr)

Read More
DSC_0008

RAT KPRI “BERINGIN MAS” Setda Karanganyar

penyerahan secara simbolis iuran KPRI “Beringin Mas” Setda Karanganyar kepada Dikopinda Kabupaten Karanganyar ,Kamis(29/03)

Karanganyar, 29 Maret 2018

Koperasi Pegawai  Negeri Republik Indonesia  (KPRI)  “Beringin Mas” Setda Kabupaten Karanganyar untuk tutup buku Tahun 2017 adakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam rangka melaporkan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas KPRI yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Kamis (29/3). Koperasi KPRI Beringin Mas memiliki visi yakni Koperasi Lebih Baik dan Lebih Baik Berkoperasi.

Selaku ketua KPRI “Beringin Mas” Setda Karanganyar, Ali Ghufron mengatakan RAT dapat dilaksanakan paling sedikit 50 anggota dan yang telah hadir lebih dari 150 anggota KPRI Beringin Mas.

Muksan, selaku ketua Pengawasa Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kabupaten Karanganyar mengapresiasi terlaksananya RAT KPRI “Beringin Mas” pertanggungjawaban tahun I periode 2017-2019 yang mana menunjukkan perkembangannya sehingga dapat mensejahterakan anggota.

“Koperasi tidak akan terwujud bila tidak ada komitmen bersama dari anggota,” Ujarnya.

Sementara itu, Pjs Bupati Karanganyar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi, menyambut baik RAT KPRI “Beringin Mas” sehingga merefleksi kegiatan selama setahun kepemimpinan. Samsi mengatakan dalam laporan yang dipaparkan terdapat laba yang berkembang.

“Pemerintah telah berkoordinasi dengan tingkat provinsi mau memberikan bunga nol koma untuk memberi kredit dengan baik sepanjang itu dapat disalurkan.”  tuturnya

Lebih lanjut ia berharap KPRI “Beringin Mas” harus selalu tetap eksis.

Kemudian sebelum memasuki acara pokok dalam RAT KPRI “Beringin Mas” Setda Karanganyar terlebih dahulu menyerahkan secara simbolis iuran KPRI kepada Dikopinda Kabupaten Karanganyar.

Demikian Diskominfo (ad/karina)

Read More
DSC_3538

Sekda : Yang Punya NIP Tidak Boleh Kampanye

Dharma Wanita outbound di tubing Kali Puncung Ngargoyoso (23/03).

 

KARANGANYAR – 23 Maret 2018

Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Samsi, M.Si mewanti wanti PNS atau yang mempunyai NIP tidak boleh kampanye. Hal itu diutarakan dihadapan puluhan ibu-ibu darma wanita di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. Sebab saat ini sudah ada 2 PNS, 1 perangkat desa dan 1 THL dilaporkan karena terindikasi berkampanye.

            “Saya berharap yang hadir hari ini tidak usah ikut berkampanye. Saya tekankan bagi mereka yang mempunyai NIP atau ASN,” papar Samsi dalam pertemuan Darma Wanita Sekda Kabupaten Karanganyar di resto Kemuning, Ngargoyoso, (23/03)

            Menurut Sekda permasalahan PNS itu ada dua. Satu dicari debt colletor karena mempunyai utang yang belum terselesaikan dan kedua di cari Wanita bagi pria atau sebaliknya. Dua hal ini membuat PNS sering ilang atau tidak berada di kantor. Jika berturut-turut selama 35 hari maka NIP bisa hilang.  “Sukses untuk Dharma Wanita ini dan semoga terus berjalan,” imbuhnya.

Acara Dharma Wanita  dilanjutkan dengan outbound di tubing Kali Puncung dekat dengan lokasi Pertemuan. Demikian  Diskominfo (karina/imas)

Read More
DSC_0004

Ketua DPRD Karanganyar Lantik PAW

diskominfo

Ketua DPRD Karanganyar Sumanto saat melantik Anggota DPRD PAW Sri Darwati saat Rapat Paripurna Istimewa, Selasa Siang (27/03)

Karanganyar – DPRD Karanganyar, Senin Siang (26/03) adakan Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda Peresmian Pemberhentian dan Peresmian Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar Masa Keanggotaan 2014-2019 di Gedung Paripurna DPRD Karanganyar.

Robert Christanto yang maju menjadi calon Wakil Bupati Karanganyar pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Karanganyar resmi diberhentikan sebagai anggota DPRD Karanganyar periode 2014-2019 dan digantikan Sri Darwati yang merupakan kader dari fraksi PDIP. Peresmian pengangkatan diawali dengan ucap sumpah janji dan kemudian disematkan lencana Dewan oleh Ketua DPRD Karanganyar Sumanto.

Sementara itu Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, yang hadir di dalam Rapat Paripurna Istimewa didampingi Kepala Perangkat Daerah di Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengucapkan selamat kepada Sri Darwati anggota Dewan yang baru saja dilantik, semoga amanah yang diemban menjadi ladang ibadah dan mengucapkan terimakasih kepada Robert Christanto atas peran dan jasa selama mengabdi sebagai wakil rakyat.

“Karanganyar membutuhkan hal yang lebih positif, terlebih Karanganyar yang indah jangan sampai tergoyah oleh kepentingan-kepentingan yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan kepada seluruh masyarakat agar mencintai Kabupaten Karanganyar tanpa rasa malu dan bangga dengan apa yang dimiliki di Kabupaten Karanganyar. Demikian Diskominfo (ad/karin/imas)

Read More
P_20180322_202649

Ciptakan Pilkada Damai

Sambung rasa di Radio Swiba dengan topik “Kita Wujudkan Pilkada Damai di Kabupaten Karanganyar” dihadiri sejumlah pihak.

Karanganyar, Jumat (23/03/2018)

Kabupaten Karanganyar di tahun 2018 menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah Bupati-Wakil Bupati Karanganyar dan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah. Agar sukes berlangsungnya pesta demokrasi itu, maka semua pihak dan warga turut menciptakan suasana pilkada damai dan tidak ada gejolak.

Hal tersebut menjadi topik pembahasan dalam acara Sambung Rasa di halaman Radio Swiba Karanganyar, Kamis (22/03) malam, yang diselingi musik keroncong.

Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi, mengatakan terkait dengan Pilkada pihaknya meminta ASN, Kades dan jajaran perangkat desa, dan BUMD benar-benar bersikap netral.

“Tidak boleh mendukung salah satu pasangan calon dengan simbol gerakan, ucapan, tulisan, tindakan. Hati-hati menggunakan media sosial. Diharapkan pelaksanaannya bisa aman, lancar dan terkendali,” kata Samsi.

Samsi juga meminta agar jajaran perangkat daerah mentaati sesuai peraturan yang ada. Fokus kepada pelayanan masyarakat, tidak boleh ikut ke ritme politik.

Ditempat yang sama, Kasi Penindakan Satpol PP Karanganyar, Joko Purwanto, mengatakan beberapa waktu lalu tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP), Satpol PP, Panwaslu, dan KPU Karanganyar melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) dan Alat Peraga Sosialisasi (APS) Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018.

Hasilnya, ditemukan sejumlah APK maupun APS dari pasangan calon Pilkada Karanganyar dan Jawa Tengah, baik berupa baliho dan spanduk berbagai ukuran di ambil oleh petugas gabungan.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Maksum, menjelaskan progres saat ini setelah coklit, telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS), hasilnya ternyata masih ada warga yang belum terdaftar, katakanlah meninggal dunia, atau sesuatu hal yang tidak memenuhi syarat.

“Tanggal 27 Maret 2018 akan dilakukan uji publik, akan disajikan disetiap desa dalam satuan TPS. Warga kabupaten karanganyar bisa melihat daftar tersebut, apakah sudah terdaftar atau belum,” kata Maksum.

Dia juga meminta pihak RT bisa mencocokan warganya, atau apabila penduduk yang diterima sebagai anggota TNI, Polri, maka tidak bisa memenuhi syarat sebagai pemilih bisa melaporkan ke KPU Karanganyar, sehingga nantinya Daftar Pemilih Tetap (DPT) valid.(pd)

Read More
DSC_6609

Jadilah ASN Yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo memberikan pembinaan pada saat penutupan peserta prajabatan Golongan II dan III tenaga honorer melalui pengangkatan khusus di BLK Karanganyar

 

KARANGANYAR 22 Maret 2018

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo meminta 129 peserta Prajabatan Golongan II dan III Tenaga Honorer melalui pengangkatan khusus untuk bisa membawa manfaat masyarakat. Bagi bidan berikan pelayanan bidang kesehatan secara maksimal. Sementara bagi bidang Penyuluh Pertanian diharapkan dapat memberikan trobosan-trobosan baru dibidang pertanian.

“Pejabat birokrasi jangan merasa hebat dan sombong. Justru hakekatnya, ASN adalah melayani masyarakat dan jadikan diri anda bermanfaat bagi masyarakat,” papar Prijo saat memberikan pengarahan dalam penutupan prajabtan Golongan II dan III tenaga honorer melalui pengangkatan khusus di Gedung BLK, Karangpandan. (22/03)

Lebih jauh, Prijo mengatakan untuk Penyuluh Pertanian pada hakekatnya menyampaikan sesuatu yang bersifat edukasi. Para petani jangan digurui karena mereka semua sudah pintar pada bidangnya. Cuma, kabarkan kepada petani bahwa tanah di Karanganyar sangat subur sehingga tidak perlu impor dari luar. “Termasuk kartu tani, jika ada ketidakberesan dalam penyaluran atau distribusi segera cek. Penyuluh pertanian harus segera melaporkan dan memberikan solusi yang baik,” tambah assisten ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jawa Tengah tersebut.

Selain itu, menurut Prijo untuk bidan ini adalah tugas sangat mulia. Sebab membantu proses melahirkan dan penyuluhan KB. Pihaknya berharap para bidan dapat membantu mengurangi angka kematian ibu melahirkan. Tugas seorang bidan adalah sangat mulia karena membantu proses persalinan. “Intinya setiap kerjaan ASN untuk kepentingan rakyat adalah sesuatu ibadah. Maka berbuat terbaiklah untuk masyarakat,” imbuhnya.

Lebih jauh, Prijo mengatakan carilah ‘jeneng’  (nama) bukan jenang (cari hidup). Sebab jika jeneng yang dicari maka jenang akan mengikuti. Contonya bupati, dapat fasilitas mo

Pjs Bupati memberikan selamat kepada peserta prajabatan yang baru saja melahirkan

bil, sopir dan lain sebagainya. Sementara jika mencari jeneng maka hal itu tidak akan baik pola kepimpinannya.

Prajabatan di BLK Karangpandan tersebut diikuti sebanyak 129 peserta yang terdiri dari Bidan PTT sebanyak 117 peserta dan penyuluh pertanian sebanyak 12 peserta..

Lebih lanjut Prijo juga menjelaskan tentang etika birokrasi dilihat dari sikap perilaku dan karakter ASN harus mengayomi masyarakat dengan pelayanan yang bagus. (hr/Karin/Imas)

Read More
DSC_4389

Aplikasi Sipades Pantau Penggunaan Dana Desa

Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarif menyerahkan Alokasi Dana Desa secara simbolis kepada Kepala Desa. (foto yoga)

Karanganyar, Kamis (15/03/2018)

Aplikasi Sistem Pendampingan Dana Desa (Sipades) dapat memantau penggunaan dana desa agar tepat sasaran. Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Karangayar AKBP. Henik Maryanto, saat Sosialisasi Sipades, Kamis (15/03) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Setelah di launching nantinya oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Jawa Tengah, seluruh Kabupaten Karanganyar dapat terakses dengan Sipades, yang akan dikonekken Siskudes.

“Bhabinkamtibmas diberikan tugas untuk pendampingan, progres dana desa, agar tepat sasaran, penggunaan dana.  Agar pengunaan dapat sesuai jalurnya,” kata Kapolres Karanganyar.

AKBP Henik Maryanto juga berharap ada sinergitas Kepala Desa dengan Bhabinkamtibmas sehingga anggaran yang disusun sejak awal mulai dari Musrenbangdes tepat sasaran.

“Mengajak bersama-sama masyarakat untuk mengawasi penggunaan dana desa. Saya juga senang ada Papan informasi tentang penggunaan dana pembangunan desa. Itu menandakan transparansi,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Karanganyar (Dispermasdes), Utomo Sidi Hidayat, mengatakan selain Dana Desa, juga ada Alokasi Dana Desa (ADD), retribusi dan bantuan keuangan provinsi yang akan dimasukkan ke rekening masing-masing desa.

“Mulai hari ini ADD bulan Januari dan Februari dan Dana Desa Tahap I sudah bisa dicairkan, langsung bisa dimasukkan ke aplikasi Siskudes maupun Sipades desa masing-masing,” kata Utomo Sidi Hidayat.

Terkait dengan besaran anggaran, Utomo menjelaskan pagu Dana Desa Kabupaten Karanganyar tapi 2018 sebesar Rp. 138 miliar. Pencairan terbagi dalam tiga tahap 20 persen, 40 persen, 40 persen.

“Sebenarnya Januari sudah bisa dicairkan tapi masih menunggu SPJ dari Kepala Desa. SPJ bulan Maret-April segera dilaksanakan. Jika bulan April sudah terealisasi fisik dan administrasi, sudah bisa mencairkan lagi di bulan Mei sebesar 40 persen,” katanya.

Ditempat yang sama, Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarif, mengatakan perangkat desa di haruskan untuk dapat dan sanggup untuk mengelola dana tersebut dengan transparan dan akuntabel.

“Parangkat desa harus mempelajari cara menyusun agenda pembangunan mulai dari rencana sumber daya yang dibutuhkan, proses pelaksanaan sampai indikator tercapainya agenda tersebut,” kata Bachtiar Syarif.

Tak hanya itu saja, perangkat desa harus mempelajari sistem pembayaran, sistem akuntansi, dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai bentuk akuntablitas kepada publik.(pd)

 

Read More
DSC_6070

BPSDMD Prov. NTT Adakan Kunjungan Lapangan di Kabupaten Karanganyar

Kunjungan Salah Satu Rombongan Peserta Diklat Pim 4 di Dinas Kominfo

Karanganyar – Peserta Benchmarking Diklatpim Tingkat IV Angkatan XXIV BPSDMD Provinsi Nusa Tetanggara Timur (NTT), sebanyak 48 orang yang terdiri dari 39 peserta dan 9 panitia mengadakan kunjungan kelapangan ke Kabupaten Karanganyar dan diterima langsung oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Sutarno di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Karanganyar (BKPSDM). Kamis Pagi (15/03).

Rombongan akan melakukan kunjungan ke beberapa instansi diantaranya RSUD Karanganyar, Diskominfo Karanganyar, ATR/BPN Karanganyar, dan Dinas pertanian dan pangan Karanganyar.
Asisten Administrasi Setda Karanganyar, Sutarno dalam sambutannya membacakan sambutan Pjs Bupati Karanganyar menyampaikan gambaran secara umum tentang Kabupaten Karanganyar. Ia mengatakan Kabupaten Karanganyar terbagi kedalam 17 Kecamatan dengan jumlah penduduk 894.308 orang yang terdiri dari laki-laki 447.156 orang dan perempuan 447.152 orang.

Lebih lanjut, Sutarno menyampaikan Visi dan Misi Kabupaten Karanganyar 2013-2018, yakni Bersama Memanjukan Karanganyar dengan Misi meliputi Pembangunan infrastruktur menyeluruh, Pencapaian 10.000 wirausahawan mandiri, Pendidikan gratis SD/SMP/SMA dan kesehatan gratis, Pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan serta peningkatan kualitas keagamaan dan sosial budaya.

“Semoga betah (nyaman) dan menikmati keindahan Karanganyar, serta kunjungan kali ini bisa membawa kenangan yang baik terlebih untuk diceritakan kepada seluruh masyarakat Propinsi NTT tentang Kabupaten Karanganyar,” harap Sutarno.

Sementara itu, Ketua Rombongan Diklat Pim IV, Sekretaris BPSDMD Propinsi NTT, Nias Stefanus, mengatakan maksud dan tujuan kunjungan ini dalam rangka pembekalan pembalajaran dari Benchmarking ke praktis sebagai agen perubahan guna meningkatkan orientasi bekerja.

“Keunggulan yang ada di Kabupaten Karanganyar akan kita adopsi dan mengadaptasi kemampuan yang unggul guna memberikan manfaat bagi kami yang berada di Propinsi NTT,” tuturnya. Demikian Diskominfo (ad/karin/imas)

Read More
web

Hasil Musrenbangkab Harus Tepat Sasaran

Penjabat Sementara Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo saat memberikan sambutan di Musrenbangkab Karanganyar tahun 2018.

Karanganyar, Rabu (14/03/2018)

Hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbangkab) Kabupaten Karanganyar tahun 2018 harus tepat sasaran dan mengedepankan skala prioritas utama pembangunan.

Hal tersebut terungkap saat acara Musrenbangkab Kabupaten Karanganyar tahun 2018, Rabu (14/03) di Gedung Wanita Karanganyar, yang dihadiri oleh Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, Pimpinan DPRD Karanganyar, Kepala OPD, Camat dan Organisasi Kemasyarakatan.

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, mengatakan usul ini berasal dari tingkat bawah, desa, kecamatan, kabupaten dan sebentar lagi akan dibahas di tingkat provinsi.

“Skala prioritas apa yang paling penting di Karanganyar. Potensi yang ada di Karanganyar mari menjadi destinasi ditingkatkan tanpa meninggalkan lingkungan,” kata Pjs Bupati.

Pjs Bupati juga mengajak semua pihak membanggakan dengan memiliki Kabupaten Karanganyar, jangan hanya seremonial saja namun harus ada bukti nyata untuk pembangunan di masyarakat.

“Saya minta untuk tepat sasaran, daya beli tinggi, nilai ekonomi tinggi, hadir ditengah masyarakat, skala prioritas, otomatis kemiskinan menurun,” katanya.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Karanganyar, Moh Indrayanto, mengatakan Musrenbangkab ini untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Karanganyar dengan arah kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan Pusat dan Provinsi.

“Rekapitulasi Bahan Musrenbang RKPD 2019 terdapat 3.416 usulan kegiatan yang berasal dari 43 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan total dana Rp. 1,432,714,869,320,00.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, mengatakan perencanaan pembangunan Pusat, Provinsi, dan Kabupaten, maka perencanaan pembangunan Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2019 harus disusun dengan memperhatikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional  sebagai langkah harmonisasi arah kebijakan pembangunan Pemerintah Pusat serta memperhatikan pula permasalahan pembangunan dan isu startegis daerah.

“Masyarakat berharap agar aspirasi mereka dapat direalisasikan sehingga, dengan adanya musrenbang ini tentunya kita sangat berharap agar aspirasi atau kebutuhan masyarakat dapat kita prioritaskan,” kata Sumanto.

Untuk mendukung program pembangunan daerah, dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Ditempat itu pula, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar, Sumarno, menjelaskan arah kebijakan umum pengelolaan pendapatan daerah tahun 2019

“Optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah, pengkajian setiap jenis pungutan baru yang akan diterapkan, meningkatkan kontribusi BUMD, optimalisasi pengelolaan dan pendayagunaan aset daerah, optimalisasi penerimaan bagi hasil  pajak / bukan pajak, dan dana transfer daerah,” katanya. (kr/im/pd)

Read More