Category: Pemerintahan

DSC_1995

725 KETUA RT, RW SE KECAMATAN KARANGANYAR TERIMA REWARD DAN OPERASIONAL

DISKOMINFO

Kepala Dispermades Utomo Sidi Hidayat menyampaikan sambutan Pjs Bupati pada penyerahan bantuan keuangan di Aula Kelurahan Bejen, Kamis (31/5).

 Karanganyar, Kamis 31 Mei 2018

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan insentif kepada 563 Ketua RT dan 162 Ketua RW se Kecamatan Karanganyar.

Camat Karanganyar Agung Respati menyampaikan bahwa reward/bantuan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan Pemerintah Karanganyar kepada segenap Ketua RT/RW atas pengabdian dan dedikasinya dalam menggerakkan warga untuk tetep menjaga keamanan lingkungan, kerukunan, guyup rukun di wilayah Karanganyar.

Penyerahan reward dan bantuan operasional dilakukan di Aula Kelurahan Bejen Karanganyar, Kamis (31/5/2018). Bantuan kepada Ketua RT dan RW masing-masing mendapatkan Rp. 1.500.000,- dan untuk operasional RT dan RW masing-masing mendapat Rp. 500.000,- tanpa potongan. Dengan ketentuan Reward/ bantuan dengan tanda penerimaan dan operasional dengan SPJ (ATK dll) keperluan masing-masing RT/RW,”terangnya. Saya berharap agar dalam proses tranfer dari dana ke atm  dari BPD ke tranfer ke rekening masing-masing sejumlah 725 orang ini tidak boleh ada satupun yang tertinggal, sehingga ketika ada satu orang terjadi permasalahan rekening, maka tranferannya akan diundur sampai satu orang ini selesai. Mudah-mudahan silaturahmi pertemuan ini diberkahi, dirahmati Alloh dengan rejeki dan surganya Alloh untuk kita semua.

Dalam arahannya Kepala Dispermades Utomo Sidi Hidayat menghimbau kepada ketua RT RW supaya mengajak warganya untuk tetap menjaga kerukunan, ciptakan rasa aman agar semua dapat bergerak dengan baik. Dan kami mohon Bapak Kepala di Kelurahan untuk selalu melayani RT RW karena merupakan ujung tombak yang ada dibawah masyarakat, Kabupaten Karanganyar sudah termasuk Kabupaten yang cukup maju, ini baru saja kita mendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang ke 4 kalinya. Ini kalau tidak didukung pak RT RWnya yang baik itu tidak akan mendapat WTP yang ke 4 kalinya.

Lanjutnya Ini merupakan salah satu bantuan panjenengan semuanya sehingga Karanganyar terlihat bersih. Insya Alloh nanti balai Desa ini akan di tempati oleh kantor Kecamatan. Kecamatan nanti dipindah karena memang sudah tidak memenuhi persyaratan. Nanti pak lurah dicarikan tempat lagi yang lebih bagus untuk perkembangan ke masa yang akan datang. Dan atas nama Pemerintah kami mengucapkan karena pak Pjs tidak bisa hadir pada saat ini titip pesan pada pak RT RW dalam membina kerukunan baik rukun tangga atau rukun warga yang telah terbina selama ini, insya Alloh kita semua dalam kondisi yang kondusif maju dan sejahtera.

Selamat berkarya selamat mengabdi dan insya Alloh pengabdian Bapak/Ibu akan menjadi amal jariyah yang nanti meringankan kita pulang kerumah asli kita yaitu menghadap Alloh SWT.

 

Demikian Dishubkominfo (ft/dn)

 

 

Read More
DSC_0057

Jaga Iklim Kondusivitas, Pemkab dan TNI/Polri Gelar Apel 3 Pilar

KOMINFO

Kapolres Karanganyar, AKBP. Henik Maryanto bertindak sebagai Inspektur saat menyampaikan amanatnya pada Apel 3 Pilar di Halaman Kantor Bupati Karanganyar, Senin (28/5).

Karanganyar, Senin 28 Mei 2018

Dalam rangka menjaga ketertiban umum di wilayah  Propinsi Jawa Tengah sekaligus menolak faham radikalisme terorisme, Polres Karanganyar bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar Apel 3 Pilar, Senin (28/5).

Apel Tiga Pilar yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Karanganyar diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karanganyar, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Karanganyar serta Lurah/Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Karanganyar.

Bertindak sebagai Inspektur , Kapolres Karanganyar, AKBP. Henik Maryanto. Dalam amanatnya disampaikan, pelaksanaaan Apel 3 Pilar ini sebagai momentum menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam menjaga ketertiban sosial di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Ia menekankan upaya memelihara keamanan dan ketertiban di Kabupaten Karanganyar bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri semata, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama. Oleh karenanya kita sebagai Apratur Pemerintah harus mampu menjadi motor penggerak sebagai representasi kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat, baik dalam kegiatan preemtif, preventif maupun penegakan hukum mulai dari tingkat Rt/Rw, Desa/ Kalurahan, Kecamatan sampai dengan Kabupaten.

“Dalam membangun kemitraan yang kuat perlu adanya kesamaan gerak dan langkah serta komitmen bersama dari seluruh Instansi Pemerintah dan elemen masyarakat, agar kemajemukan dan kebhinekaan suku, agama, ras, antar golongan menjadi suatu kekuatan yang dibangun melalui semangat gotong royong,”tuturnya dihadapan para peserta Apel 3 Pilar.

Lebih lanjut terkait aksi terorisme yang terjadi di beberapa wilayah di tanah air, Kapolres menghimbau seluruh pihak baik aparat pemerintahan desa, babinsa , bhabinkamtibmas bersama masyarakat untuk meningkatkan sinergitas dalam upaya menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban di wilayahnya masing-masing.

“Ajak masyarakat untuk lebih selektif terkait faham ideologi/agama yang menyimpang dan berfikir positif sert tidak mudah menerima ajakan yang melanggar norma-norma yang berlaku di negara kita,”pesannya.

Di akhir amanatnya, Kapolres mengajak khususnya unsur 3 pilar ditingkat Kecamatan maupun desa dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat melalui berbagai kegiatan meliputi : mendata kembali penghuni/kos-kosan dengan melibatkan perangkat desa/kelurahan/Rw/Rt, kegiatan pertemuan komunikasi dua arah secara rutin dengan warga sehingga tercipta komunikasi yang harmonis dan sehat, memberikan pembinaan dan penyuluhan secara rutin kepada ormas-ormas, LSM, Pondok Pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dengan melibatkan unsur pemerintah terkait.

Demikian Diskominfo (ind/an)

 

 

Read More
DSC_0035

Bupati Karanganyar : Indonesia Kaya Karena Keanekaragaman dan Kearifan Lokal

kominfo

Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo serahkan bantuan saat Taraweh Keliling di Masjid Bazis, Balong, Jenawi, Selasa Malam (22/05)

Karanganyar – Pjs Bupati Karanganyar bersama rekan-rekan Forkompinda dan jajaran pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten Karanganyar laksanakan Sholat Taraweh Bersama warga Desa Balong Kecamatan Jenawi, Selasa Malam (22/05). Bertindak sebagai Imam Sholat Taraweh KH. Badaruddin Ketua FKUB Kabupaten Karanganyar. Rombongan bertolak dari Rumah Dinas Bupati Karanganyar pukul 16.30 WIB secara beringinan dan dikawal oleh voorider Polres Karanganyar.

Kegiatan Taraweh semacam ini menjadi agenda rutin Pemkab Karanganyar tiap tahunnya saat bulan Ramadhan, dimana Bupati Karanganyar dan jajarannya akan mendatangi 17 kecamatan yang ada di wilayah Bumi Intanpari untuk melaksanakan Sholat Taraweh bersama warga sekaligus sebagai forum silaturahmi serta penyampaian bantuan dari Pemkab dan Baznas Karanganyar.

Dalam sambutannya selesai laksanakan Sholat Taraweh tadi malam di Masjid Bazis Kecamatan Jenawi, Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahadjo bangga akan keanekaragaman yang dimiliki Bangsa Indonesia dan kearifan lokal yang ada di Karanganyar. Ciri khas muatan lokal yang ada di setiap daerah akan membuat Bangsa Indonesia, sehingga akan memunculkan rasa saling memiliki.

“Kebersamaan malam ini membuktikan Karanganyar indah dan tentram serta sejahtera”, Kata Prijo Anggoro

Ditambahkan lebih lanjut, Prijo Anggoro berharap warga Karanganyar harus mampu menjaga kearifan lokal tersebut seperti gotong royong, keramahtamahan, etika sopan santun, menjaga lingkungan sekitar supaya tidak luntur.

Sementara itu dalam khotbah nya yang dibawakan oleh Lukman Sutarmo dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar mengajak warga Karanganyar pada umumnya dan warga Desa Balong pada khususnya untuk senantiasa Jamu (Jagalah Mulutmu), Jati (Jagalah Hatimu) dan Kendi (Kendalikan Diri).

Dalam giat Taraweh Keliling di Kecamatan Jenawi diserahkan penyaluran dana Baznas sebesar Rp. 65.500.000,- untuk sarana ibadah, bantuan sarana peribadatan, sarana Pendidikan, dan bantuan kegiatan keagamaan. Selain itu juga diserahkan bantuan sembako sebanyak 40 paket kepada warga Desa Balong. Demikian Diskominfo (ad)

Read More
web

Pjs Bupati Sampaikan Pengantar Laporan Pertanggungajwaban APBD Tahun 2017

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo menyampaikan Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2017 dalam Sidang Paripurna DPRD Karanganyar, Selasa (22/05) siang.(foto:adit)

Karanganyar, Rabu (23/05/2018)

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo menyampaikan Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2017 dalam Sidang Paripurna DPRD Karanganyar, Selasa (22/05) siang.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto beserta pimpinan lainnya. Selain itu juga Forkompimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Karanganyar.

Dihadapan anggota DPRD, Pjs Bupati mengatakan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2017 secara keseluruhan sejumlah Rp. 2,088 triliun lebih dengan realisasi Rp. 2,043 triliun lebih, atau 97,83 persen.

Dalam penyampaian, Pjs Bupati Karanganyar mengatakan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggarkan sejumlah Rp. 381, 5 miliar lebih, dengan realisasi sejumlah Rp. 415, 1 miliar lebih, atau 108,80 persen.

“PAD tersebut bersumber dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan, dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah,” kata Prijo Anggoro Budi Rahardjo.

Selain itu, Pjs Bupati Karanganyar juga menjelaskan untuk belanja daerah tahun anggaran 2017 sejumlah Rp.2,2 triliun lebih dengan realisasi sejumlah Rp. 2,06 triliun lebih atau 89,90 persen.

Setelah rapat tersebut, akan diadakan paripurna DPRD tentang penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017.(pd/&i/adt)

Read More
DSC_0311

Tarling Perdana, Pjs. Bupati Karanganyar : Pemimpin Harus Responsif Terhadap Permasalahan Warga

DISKOMINFO

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo menyerahkan bantuan kepada salah satu warga yang terkena bencana, Senin (21/05).

Karanganyar, Selasa 22 Mei 2018

Seorang pemimpin harus cepat dalam merespon permasalahan dimasyarakat. Pemimpin diharapkan selalu siap hadir ditengah masyarakat memberikan pelayanan.

Hal tersebut diungkapkan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo ketika menghadiri Tarawih Keliling (Tarling) perdana di Masjid Jami’ Muslim Desa Tohudan Kecamatan Colomadu, Senin (21/5) malam. Menurutnya pemimpin harus menjadi tauladan atau contoh bagi masyarakat yang dipimpinnya. Harus tanggap terhadap permasalahan yang ada ditengah masyarakat.

“Meski jauh dari sempurna sebagai pemimpin kita harus siap melayani dan hadir dimasyarakat,”tegasnya.

Sebagai contoh masalah yang rusak. Keluhan masyarakat akan kondisi jalan yang rusak harus segera ditindaklanjuti.

“Jangan tunggu ada korban baru jalan diperbaiki. Ada laporan jalan rusak segera koordinasi dan tindaklanjuti dengan perbaikan,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut Pjs. Bupati Karanganyar juga menyinggung masalah sampah dikawasan Colomadu. Ia berharap pihak terkait dapat duduk bersama dengan Pemkot surakarta dalam mengatasi permasalahan dalam mengatasi permasalahan sampah.

“Solo dan Colomadu merupakan bagian dari Jawa Tengah, Jawa Tengah merupakan bagian dari NKRI. Ajak duduk bersama untuk dirembug bareng dalam mengatasi masalah sampah,”tuturnya.

Prijo juga menambahkan pada hakekatnya sebagai manusia wajib menjalin silaturahmi selain berpahala dan memperpanjang umur juga mempererat persaudaraan serta dapat mengatasi masalah bersama.

Sementara itu Camat Colomadu, Yopi Eko Jati Wibowo mengatakan secara umum untyuk wilayah Colomadu kondusif.

Pada kegiatan tarling tersebut diserahkan sejumlah bantuan kepada para takmir masjid, lansia, warga yang terkena bencana dan paket sembako kepada fakir miskin.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

Read More
DSC_1120

Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital

Suasana Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di Kabupaten Karanganyar, Senin (21/05).

Karanganyar, 21 Mei 2018

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 melaksanakan Upacara Bendera di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar, Senin pagi (21/05). Upacara yang berlangsung secara khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkompinda, Pimpinan OPD, Kodim 0727 Karanganyar, TNI Angkatan Udara Karanganyar, Polres Karanganyar, Organisasi Wanita, banser dari ormas serta Pelajar di sekitar wilayah Karanganyar.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, menyampaikan bahwa pendirian organisasi harus dilandasi dengan komitmen untuk mencapai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia dalam beberapa tahun kedepan bisa menjadi negara yang lebih maju dan lebih besar, sejajar dengan negara maju lainnya, hal ini dibuktikan dengan kondisi Bangsa Indonesia saat ini dimana perekonomian, kesehatan, pendidikan dan sektor-sektor lainnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus dalam rangka pemerataan pembangunan serta meningkatkan akses perekonomian antar wilayah di Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau.

Memasuki era digital dimana kemajuan tehnologi semakin maju, tidak ada lagi kendala komunikasi, akses pengetahuan dan informasi, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri.

Tahun 2020, Indonesia akan memasuki era keemasan dalam konsep kependudukan yakni bonus demografi yang menguntungkan bagi bangsa karena usia produktif lebih tinggi dibanding usia non produktif. Maka dari itu, bersama-sama untuk menjauhi pemecah belah dan komplain negatif agar anak-anak bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat.

“Mari maknai peringatan tahun ini dilingkungan masing-masing untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda yang membawa kejayaan bangsa ditahun yang akan datang,” harapnya.

Demikian Diskominfo (ad/karina/imas)

Read More
DSC_0202

Wujudkan Pelayanan Efisien Dan Berkelanjutan, Pemkab Gelar Sosialisasi E-Government

 

Sambutan Pjs Bupati Karanganyar sekaligus membuka kegiatan sosialisasi E-Government, Rabu (16/05).

Karanganyar, 16 Mei 2018

     Dalam upaya memberikan pelayanan yang efektif dan efisien berkelanjutan sekaligus mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan, Pemkab Karanganyar menyelenggarakan sosialisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau E-Government , Rabu pagi (16/05).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dihadiri seluruh Asisten Setda Karanganyar, Inspektur Pembantu, Jajaran OPD serta Camat se-Kabupaten Karanganyar.

Sambutan Pjs Bupati Karanganyar sekaligus membuka kegiatan, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, menekankan pentingnya mengikuti dan memahami isi dari kegiatan ini. Pada hakekatnya manusia itu ingin maju apabila diberi kepercayaan harus bisa dilaksanakan dengan baik. Sama halnya seperti saat mengikuti kegiatan sosialisasi E-Government jika didukung  fasilitas dan SDM yang berbobot pastinya mendapatkan hasil yang maksimal dan adanya keterbukaan, transparasi serta akuntabel untuk menghindari korupsi sehingga publik dapat mencermati.

“Kegiatan seperti ini jangan hanya menjadi ceremony saja, akan tetapi bisa dipahami dan mengedukasi dalam melayani kepentingan masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut ia mengatakan edukasi ini sangat penting karena dapat mengetahui sejauh mana pembangunan infrastruktur berjalan, bisa dilihat langsung melalui sistem elektronik. Selain  itu, diharapkan mendapatkan hasil dari tingkat bawah dalam hal ini Desa sampai tingkat Kabupaten. Maka dari itu ada pengawasan sehingga pelayanan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sementara itu, narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi, Imam Mahdi, menyampaikan tujuan penyelenggaraan SPBE yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, efektif, efisien, akuntabel dan terpercaya serta meningkatkan keterpaduan penyelenggaraan SPBE, yang akan memberikan manfaat meliputi peningkatam efisiensi anggaran untuk pembangunan SPBE, mendukung terwujudnya satu data Indonesia, mendorong penggunaan aplikasi umum, meningkatnya utilisasi infrastruktur TIK yang terintegrasi melalui bagi pakai data antar Instansi Pemerintah dan Pemerintah Daerah serta terwujudnya keamanan informasi pemerintah.

Demikian Diskominfo (ind/&i/karina)

Read More
DSC_0101

Pemkab Penajam Paser Utara ‘Sinau’ Aturan Hukum Forkompinda Karanganyar

Staf Ahli Bupati, Bidang Pemerintahaan, Hukum dan Politik, Didik Bakdono memberikan sambutan mewakili Pjs Bupati Karanganyar saat menerima kunjungan dari Kabupaten Penajam Paser Utara Propinsi Kalimantan Timur

KARANGANYAR – 11 Mei 2018

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Propinsi Kalimantan Timur tampaknya kagum melihat kekompakan  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Karanganyar. Kabupaten yang terbentuk tahun 2002 tersebut, ingin melihat dari dekat aturan hukum tentang Forkompinda. Pasalnya, kebupaten termuda di propinsi Kalimantan Timur tersebut pernah ditegur BPK untuk menyewakan rumah dinas bagi pimpinan-pimpinan instansi vertikal yang ada di Penajam Paser Utara.

“Sebelum tahun 2016 kami menyediakan rumah dinas untuk pejabat instansi vertikal di daerah kami. Namun kami ditegur oleh BPK karena tidak boleh pemkab menyediakan rumah dinas,” papar Kepala Kabag Pemerintahaan Kabupaten Penajam Paser Utara, Sardi di saat menanyakan tersebut kepada pimpinan penerima dari Pemkab Karanganyar di ruang Anthurium Rumah Dinas BUpati (11/5)

Dalam kunjungan Pemerintahaan Kabupaten Penajam Paser Utara dipimpin oleh Asissten Pemerintahaan Alimudin dan dari Karanganyar diterima oleh Staf Ahli bidang pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir Didik Bakdono.

Sardi yang asli kelahiran Sukoharjo tersebut, menambahkan pada tahun 2017 tetap dianggarkan untuk sewa rumah akan tetapi tidak direalisasikan. Akibatnya hubungan antara lembaga kurang harmonis. Pihaknya juga ber

Asisten Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, ALimudin bertukar cendermata dengan Pemkab Karanganyar

koordinasi dengan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur namun di propinsi tersebut juga terkendala aturan. “Setelah kami mempelajari, ternyata Karanganyar hubungan antar lembaga sangat harmonis. Aturan seperti apa yang membuat Karanganyar berjalan dengan baik dan Forkomindanya tetap berjalan,” imbunya,

Lebih jauh, Sardi mengatakan pihaknya ingin menananyakan bagaimana Kabupaten Karanganyar membuat aturan sehingga tidak disemprit BPK. Teknisnya bagaimana dan pembiayaanya untuk forum itu bagaimana.

Sementara Kabag Pemerintahaan Pemkab Karanganyar, Ali Gufron mengatakan terkait rumah dinas masing-masing instansi vertikal sudah mempunyai sendiri-sendiri. Sepenuhnya biaya operasional rumah dan perjalanan dinas ditanggung masing-masing instansi.  Pihaknya hanya memberikan pinjam pakai mobil dinas untuk masing-masing instansi seperti Kapolres, Dandim, Kejari, Ketua PN, Ketua PA, Kepala Kemenang. Namun demikian, mobil tersebut tetap harus plat merah.

Di dalam petunjuk pelaksanaan APBD 2018, anggaran diberbolehkan untuk penunjung penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dengan diterjemahkan Pemkab boleh mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan instansi vertikal terkait untuk keamaanan daerah. Namun anggaran tersebut bukan bernama Forkominda akan tetapi anggaran itu bernama Fasilitasi Kegiatan Otonomi Daerah. “Sifatnya penunjang agar daerah tetap kondusif dan semua instansi vertikal dilibatkan. Melalui SK BUpati tim fasilitasi kegiatan daerah terdiri dari bupati, wakil bupati, sekda, Kapolres, Dandim, Ketua PA, Ketua PN, Kajari, Kepala Kemenag, Ketua DPRD dan wakilnya,” papar Ali Gufron.

Termasuk, tambah Ali Gufron ditingkat kecamatan namanya forkompinda yang bertanggungjawab camat. Dengan SK Bupati tersebut keberadaanya sah dan Forkominda tetap jalan. Hanya namanya Forkiminda namun aturannya Kegiatan Fasilitas kegiatan otonomi daerah. “Dalam laporan keuangan juga sudah dilaporkan dan BPK tidak ada masalah. Anggaran untuk kegiatan fasilitas kegiatan otonomi daerah setahun Rp 715 Juta,” tambahnya. (hr/ana)

Read More

Satyalencana Karya Satya Sebagai Wujud Apresiasi Pemerintah Terhadap Pengabdian

Setda Kabupaten Karanganyar Drs. Samsi,M.Si memberikan sambutan ketika menerima tanda kehormatan Satyalencana Karya SatyaKaranganyar, Selasa 8 Mei 2018

Kabupaten Karanganyar menerima tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya Pembangunan bidang keluarga berencana (KB) tahun 2018 oleh Tim Peninjau Lapangan Jakarta. Acara ini berlangsung di Ruang Anthurium Rumah Dinas Karanganyar, Selasa (08/05).

Sementara Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi, mengatakan komitmen Bupati dari pertama menjabat mengawal kegiatan keluarga berencana dan kesehatan yang menjadi visi misi yakni meningkatkan keimanan dan sosial budaya. “Bahkan ditahun pertama beliau memberikan sejumlah uang untuk siapa saja yang mau untuk vasektomi” kata setda Samsi.

Penerima mandat  kehormatan penghargaan Satyalencana Karya Satya bidang keluarga berencana, Juliyatmono, menyampaikan dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat salah satu caranya yakni melalui pengendalian penduduk. Apabila setiap keluarga terdata dengan baik dan akurat maka bisa dilihat melalui aplikasi yang disiapkan.

“Saya berharap KB menjadi pilihan bukan paksaan dari pemerintah, dianjurkan karena anak bisa tercukupi kebutuhannya dan apabila memilih KB maka kesejahteraan akan meningkat,” harapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan nilai dan kebutuhan khusus di bidang Keluarga Berencana Kabupaten Karanganyar tertinggi dan melampaui target Se-Solo Raya

Sementara itu, ketua tim peninjau lapangan penerima tanda kehormatan, Kolonel Erwan Hartono, mengatakan kedatangannya untuk memberikan tanda kehormatan Satyalencana  Karya Satya yang diatur sesuai dalam undang-undang. Proses verifikasi data administrative sudah dilakukan oleh BKKBN, diharapkan dalam pelaksanaannya lancar,”

“Kami bisa melihat secara langsung dalam visi misi beliau dalam program kependudukan khususnya dalam pelaksanaannya dilapangan, secara pribadi beliau memberikan pemahaman bahwa keluarga adalah nomor satu tidak peduli berapa jumlah anak namun tanggung jawab orang tua yang diberikan kepada anaknya,” ujarnya. Demikian DISKOMINFO(yg/krn)

Read More
DSC_0065

MPR RI Kemas Pagelaran Wayang Kulit sebagai Sarana SosialisasiV

 

Karanganyar, Senin 7 Mei 2018

Indonesia memiliki berbagai macam budaya dari berbagai daerah yang ada. Sebagai sarana untuk mensosialisasikan program-progam pemerintah seringkali dipakai seni dan budaya dari berbagai daerah.

Demikian halnya yang terjadi pada Sabtu malam, 5 Mei 2018 di Lapangan Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar diselenggarakan pagelaran wayang kulit sebagai sarana sosialisasi program pemerintah 4 (empat) pilar.

Acara diawali dengan suguhan karawitan dari grup karawitan Gito Laras, Pancot Tawangmangu sembari menunggu kehadiran tamu undangan dan warga masyarakat Desa Suruh dan sekitarnya.

Kehadiran rombongan dari Sekretariat Jenderal MPR RI yang terdiri dari Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI), Martri Agoeng (Anggota MPR dari Fraksi PKS), Siti Fauziah (Kepala Biro Humas MPR RI), Andrianto (Kepala Bagian Humas MPR RI) dan beberapa staf dari Setjend MPR RI disambut tarian oleh dua orang pemuda yang berperan sebagai pendekar.

Siti Fauziah, Kepala Biro Humas MPR RI melaporkan bahwa acara pagelaran wayang kulit malam itu diselenggarakan sebagai sarana sosialisasi kepada warga masyarakat tentang 4 (empat) pilar yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sekaligus sebagai alat untuk melestarikan kebudayaan daerah. Siti Fauziah berharap pagelaran wayang kulit ini tidak hanya untuk dinikmati atau hanya menjadi tontonan tetapi juga sebagai  tuntunan.

Acara tersebut bisa terselenggara atas kerja sama antara Setjen MPR RI dan Yayasan Insan Mandiri. Dalam sambutannya Anwar Abdul Gani, Ketua Yayasan Insan Mandiri  menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit malam itu dimaksudkan sebagai sarana memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu dan sekitarnya. Lebih lanjut ditegaskannya bahwa masyarakat Indonesia harus cinta kepada bangsa dan Negara Indonesia, Pancasila, UUD 45 dan NKRI.  “Berbagai macam cara digunakan untuk sosialisasi, yang paling mengena di Jawa adalah dengan pagelaran budaya wayang kulit, sekaligus untuk ‘nguri-uri budaya Jawi,” imbuhnya.

Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI menjelaskan bahwa MPR RI sudah sering menyelenggarakan acara sosialisasi 4 Pilar di berbagai daerah. Seperti yang sudah-sudah, kegiatan sosialisasi dikemas dengan pertunjukan seni budaya di masing-masing daerah. Di Jawa Barat kegiatan sosialisasi disampaikan melalui wayang golek, di Sumatera dengan tari-tarian dan lain-lain. Sarana-sarana ini diharapkan bisa mempermudah untuk mengundang masyarakat supaya tertarik mau hadir.

Ditambahkannya, sesuai UUD 45 pasal 30 (1) tugas Negara adalah memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Wayang kulit merupakan salah satu kebudayaan yang sudah diakui secara nasional bahkan diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

“Berdasarkan hal ini sudah sewajarnya sekarang kita menggunakan kebudayaan yang adiluhung ini (wayang kulit) supaya melalui hal ini dalang bisa menyampaikan prinsip berbangsa, bernegara, prinsip melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum, prinsip menjaga keamanan, kedamaian, guyub rukun, dan lain-lain,”  jelasnya.

“Melalui sosialisasi dengan pagelaran wayang kulit kali ini yang mengambil judul ‘Wahyu Cakraningrat’ diharapkan timbul kesadaran akan keberagaman, kepedulian akan NKRI supaya tetap terjaga, serta menegaskan bahwa kita semua saudara sebangsa, setanah air, sebagaimana dicontohkan oleh para founding fathers, para pendiri negara ini,” imbuhnya.

Pagelaran wayang kulit dimulai dengan penyerahan tokoh wayang oleh Hidayat Nur Wahid kepada dalang, Danang Suseno, yang merupakan putra dari dalang kondang, Ki Manteb Sudarsono dari Karanganyar.

Demikian Diskominfo (krs)

Read More