Category: Berita

DPRD Karanganyar minta pasar wisata Tawangmangu dioptimalkan

DPRD Karanganyar meminta Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) segera mengoptimalkan pasar wisata Tawangmangu yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009 silam

Read More

Wisatawan serbu kawasan wisata Tawangmangu

Wisatawan luar daerah mulai membanjiri objek wisata alam di Karanganyar. Bahkan pengunjung lokasi wisata Grojogan Sewu, Tawangmangu membeludak pada musim liburan sekolah ini.

PADAT PENGUNJUNG : Pengunjung terlihat memadati jalan menuju Air Terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Minggu 26 juni 2011. Selama musim liburan panjang sekolah ini pengunjung di berbagai objek wisata di Karanganyar meningkat pesat. Berdasarkan pantauan Espos di lapangan, Minggu   26 juni 2011, sejumlah objek wisata alam yang berada di kaki Gunung Lawu seperti air terjun Jumog, Candi Cetho dan Sukuh serta Grojogan Sewu dibanjiri pengunjung pada musim liburan sekolah ini. Rata-rata pengunjung yang datang berasal dari luar daerah Karanganyar dan sengaja datang untuk menikmati keindahan panorama alam.

Seperti halnya disampaikan M Naufal 17, warga Cimahi, Jawa Barat yang ditemui di objek wisata air terjun Jumog mengaku bersama keluarganya datang berlibur di Karanganyar. “Kami menginap di Tawangmangu untuk liburan di Karanganyar, melihat wisata alam pegunungan di sini.

Senada disampaikan pengunjung wisata alam Grojogan Sewu Widyawati 15. Warga Pati yang bersama teman-teman sekolahnya piknik mengisi liburan sekolah ke Grojogan Sewu, Tawangmangu. Widyawati mengaku belum pernah melihat wisata alam yang ada di Tawangmangu, terutama air terjun Grojogan Sewu. “Hanya dengar dari teman-teman katanya bagus ada moyet-moyetnya juga. Ternyata benar setelah ke sini moyetnya banyak sekali.

Direktur PT Duta Indonesia Jaya, Sukirdi mengatakan jumlah pengunjung wisata alam Grojogan Sewu memang mengalami kenaikan sangat signifikan pada libur sekolah ini. Kenaikan jumlah pengunjung sudah mulai terasa sejak 19 Juni lalu. Menurut Sukirdi, diperkirakan jumlah pengunjung akan terus membeludak hingga tanggal 10 Juli mendatang atau tepatnya sebelum liburan sekolah usai.

Mayoritas pengunjung adalah wisatawan domestik yang berasal dari berbagai daerah. Ada yang datang dari Jakarta, Bandung dan Jatim. Sedangkan para turis lokal dan mancanegara, masih minim. “Kebanyakan memang anak-anak sekolah yang datang ke sini. Dan rata-rata mereka dari luar Karanganyar”.

Salah satu karyawan PT Duta Indonesia Jaya, Widodo menyebutkan jumlah pengujung selama dua pekan terakhir terus mengalami kenaikan. Dia mengatakan selama sepekan, dari 19-25 Juni mencapai 9.851 pengunjung atau mengalami kenaikan jika dibanding periode sama dari tanggal 12-18 Juni yang mencapai 7.631 orang. “Puncak ramainya pengunjung biasanya pada hari Sabtu dan Minggu. Jumlah pengunjung yang datang bisa naik hingga 200% lebih”.

Dia menuturkan biasanya pada hari-hari biasa baik bukan long weekend maupun libur sekolah, jumlah pengunjung Grojogan Sewu tidak lebih dari 200 orang per hari. Namun pada hari-hari libur sekolah dan long weekend jumlah pengunjung mencapai 600 hingga 1.000 orang. “Tapi kalau Minggu pada libur sekolah seperti sekarang jumlah pengunjungnya bisa sampai Rp 2.000 oarng lebih”.

Kenaikan pengunjung tersebut  lanjut Widodo, lantaran berbarengan dengan liburan sekolah. Karena itu, dari sekian banyak wisatawan, 70 % adalah remaja dan anak-anak. Sedangkan sisanya yakni dari kalangan keluarga. Widodo mengaku tak menambah personel saat musim liburan.

Read More

SOTK Karanganyar masih terlalu gemuk

Susunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dinilai masih gemuk. Akibatnya beban anggaran yang harus ditanggung APBD Kabupaten Karanganyar terlalu tinggi.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kastono DS, mestinya masih perlu dilakukan perampingan kembali pada SOTK yang ada. Di sisi lain Pemkab Karanganyar belum lama ini baru melakukan perombakan satu SOTK, yakni pemecahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang semula masuk dalam Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas).

“Belum ada wacana lagi untuk perombakan SOTK. Meski memang SOTK di Karanganyar masih sedikit gemuk,” tuturnya. Kastono mengatakan dengan SOTK yang masih terlalu gemuk ini secara tidak langsung berimbas pada beban operasional dan biaya tinggi. Mestinya, diperlukan perampingan kembali pada SOTK yang ada. Namun kebijakan perombakan baik perampingan maupun penggemukan SOTK ada di tangan Bupati Rina Iriani.
“Kalau menurut saya memang masih perlu perampingan agar lebih efisiensi anggaran. Tapi kebijakan tetap ada di bupati”

Sementara Wakil Ketua DPRD Juliyatmono menilai idealnya SOTK selalu dievaluasi secara rutin. Utamanya, Juliyatmono menambahkan evaluasi terhadap beban kerja masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar lebih efektif. Apakah dengan beban kerja terlalu besar dan sedikit personil atau sebaliknya beban kerja terlalu sedikit tapi jumlah personil besar.

“Kalau saya bukan memfokuskan SOTK itu terlalu gemuk atau ramping, tapi yang penting efektivitas dan langkah-langkah supaya pelayanan maksimal,” ujarnya. Dia mengatakan persolan membagi beban kerja secara merata sangatlah penting. Sehingga bukan pada pendekatan beban anggaran namun pendekatan semua fungsi diakomidasi dan harus maksimal. “Jangan sampai ada SOTK yang tidak dimaksimalkan

Read More

Hitung potensi daging, ternak disensus

Guna mengetahui potensi daging di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar menggelar sensus pendataan sapi potong, sapi perah dan kerbau (PSSP) di seluruh wilayah Karanganyar, 1-30 Juni. Sasaran sensus tersebut yakni para pemelihara dan pedagang ketiga ternak tersebut.

“Indonesia ini sebenarnya bisa swasembada daging dari ketiga jenis ternak itu atau tidak, karena ketiga jenis ternak itu dianggap penyuplai daging. Untuk potensi kepemilikan daging, itu bisa dihitung. Tapi untuk stok daging tidak bisa dihitung dengan sensus ini,” ujar Kasi Produksi BPS Karanganyar, Purnomo Aji, saat ditemui wartawan di kantor BPS.
BPS sendiri, lanjut Purnomo, menghitung data populasi hewan ternak pada kondisi per 1 Juni. Sedangkan pada tanggal 2 Juni baru dilakukan sensus hewan ke beberapa desa di Karanganyar.

Kendala yang dihadapi petugas pencacah lapangan (PCL), yakni kadang ada pemelihara ternak baru yang belum dimasukkan ke data. Padahal menurut peraturan, data pemelihara maupun pedagang ternak sudah masuk pada 1 Juni.

Lebih lanjut Purnomo mengatakan, metode sensus hewan ternak ini sama dengan sensus penduduk. Yang membedakan hanya sasaran datanya, yakni jumlah ternak. Dalam sensus itu juga melibatkan RT, RW atau kelompok ternak di suatu desa tertentu. “Petugas sensus adalah aparat desa setempat yang sudah kita latih, petugas nanti tinggal meng-update ternak di suatu daerah, kepada RT, RW atau kelompok ternak.

Selain itu, BPS juga bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) sebagai pengawas. Di Karanganyar, ada 77 petugas operasional ( PO ) dari Disnakkan dan 363 orang PCL. Data yang didapat antara lain berupa jumlah, umur, jenis, asal dan mutasi hewan ternak. Sedangkan untuk kesehatan hewan, imbuh Purnomo, tidak dimasukkan dalam sensus tersebut. Pasalnya, data kualitatif tidak dimasukkan dalam sensus karena BPS sudah menerima hal apa saja yang ditanyakan, sesuai dari kebutuhan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional. “ Ada data tentang inseminasi buatan (IB) juga dimasukkan karena data itu dibutuhkan oleh Dirjen.

Read More

1.334 Peserta ikuti UNPP di Karanganyar

Sebanyak 1.334 peserta mengikuti Ujian Nasional Program Paket (PNPP) di Karanganyar. Selain diikuti oleh sejumlah peserta yang tidak lulus ujian pada tahun ajaran 2010/ 2011 ini, UNPP juga diikuti oleh para peserta yang gagal dalam ujian nasional beberapa tahun sebelumnya.

(more…)

Read More

5 Kecamatan di Karanganyar rawan krisis air bersih

Memasuki musim kemarau tahun ini, ratusan warga di lima kecamatan di wilayah Bumi Intanpari rawan kekeringan dan kekurangan air bersih. Pemerintah kabupaten (Pemkab) bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mulai menyiapkan pengiriman air bersih.

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Slamet Sanyoto mengatakan siap melakukan pengiriman air bersih. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi ancaman kekeringan dan adanya kesulitan air bersih di daerah rawan kekeringan. Meskipun demikian, hingga kini belum ada warga yang mengajukan bantuan air bersih. “Kami bekerja sama dengan PDAM akan melakukan pengiriman air bersih. Air bersih diberikan gratis,” tegasnya.

Berdasarkan data pengajuan permintaan bantuan air bersih tahun 2009, daerah-daerah rawan kekeringan dan kekurangan air bersih di Karanganyar tersebar di lima kecamatan yakni Matesih, Tasikmadu, Mojogedang, Jatipuro dan Gondangrejo. Wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah langganan kekeringan setiap memasuki musim kemarau karena jauh dari sumber air.

Slamet Sanyoto menambahkan, daerah yang berada di perbukitan selama inimemang sulit air. Permintaan bantuan air biasanya mulai meningkat sekitar bulan Juli-Agustus yang merupakan puncak kekeringan. Kendati demikian, pihaknya tetap waspada terhadap kemungkinan adanya pergeseran masa kekeringan mengingat ada kecenderungan terjadi pergeseran musim dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, krisis air bakal terjadi karena matinya sumber-sumber air yang ada. Tidak hanya karena sumur gali yang kering, sumber air permukaan seperti sendang dan sungai juga kering.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch meminta petani di daerah rawan kekeringan untuk lebih selektif dalam menentukan jenis tanaman. Dia menyebutkan lahan pertanian yang rawan kekeringan tersebar di empat kecamatan, di antaranya Kecamatan Jumapolo, Jumantono, Jatipuro dan Jatiyoso.
“Kalau memang pasokan air sangat terbatas, para petani sebaiknya tidak perlu memaksakan untuk tetap menanam padi, karena bisa-bisa nanti malah tidak bisa memanen,” pintanya.

Sebagai alternatifnya, Siti meminta para petani beralih ke tanaman palawija. Alasannya, tanaman ini tidak membutuhkan air yang terlalu banyak, seperti yang dibutuhkan tanaman padi. Selain itu, penggantian tanaman palawija sekaligus untuk memutus siklus wereng.

Read More

Jabatan Ketua TP PKK empat kecamatan diserahterimakan

Jabatan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) empat kecamatan, yakni Karanganyar, Ngargoyoso, Matesih dan Gondangrejo diserahterimakan di Aula PKK Karanganyar.

Read More

Jabatan Ketua TP PKK empat kecamatan diserahterimakan

Jabatan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga  (PKK) empat kecamatan, yakni Karanganyar, Ngargoyoso, Matesih dan Gondangrejo diserahterimakan di Aula PKK Karanganyar, Selasa (21/6/2011).

(more…)

Read More

Karanganyar antisipasi antraks, ratusan sapi divaksinasi massal

Guna mencegah penyakit antraks yang telah menyerang sejumlah kecamatan di Kabupaten Sragen, sejumlah petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar memberikan vaksin dan vitamin ke ratusan ternak di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo.

VAKSINASI — Petugas melakukan vaksinasi terhadap ternak di wilayah Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Senin (20/6). Wilayah ini berbatasan dengan wilayah Sragen yang mengalami sejumlah kasus antraks. Desa tersebut merupakan salah satu kawasan yang berbatasan dengan Sragen. Dikhawatirkan jika tidak divaksin, ternak di wilayah tersebut bisa tertular antraks. Menurut data dari Disnakkan Karanganyar, ada sekitar 350 sapi di desa tersebut. Sedangkan yang divaksinasi sekitar 60 persen dari populasi itu. Ada tiga pos pengumpulan ternak yang akan divaksin. “Terutama memang untuk mencegah antraks dan penyakit ternak yang dikeluhkan masyarakat,” ujar Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkan, Rusdjajanto, di pos vaksinasi ternak Dusun Suruhan, Desa Dayu.

Beberapa penyakit yang dikeluhkan masyarakat itu antara lain seperti koreng atau gudig, kekurangan nutrisi (malnutrisi), tidak nafsu makan, cacingan dan permasalahan reproduksi.
Beberapa bulan sebelumnya, sejumlah ternak di Desa Krendowahono, Wanasari, Kragan dan Tuban sudah divaksinasi. Minimal untuk vaksinasi ternak diberikan enam bulan sekali. Selain itu, lanjut Rusdjajanto, pihaknya juga menyemprot disinfektan ke sejumlah kandang hewan ternak ke sejumlah daerah tersebut.

Untuk ternak yang kurang sehat diberi vaksin. Ternak yang hamil hanya diberi vitamin dan ternak yang terkena koreng disemprot antibiotik. “Itu diperlukan agar sakitnya tidak terlalu parah dan mengusir lalat yang hinggap di luka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta, dalam vaksinasi tersebut menekankan agar para peternak selektif memberikan pakan ternaknya. Biasanya, kata dia, peternak memberikan pakan jerami kepada ternak. Namun para peternak banyak yang tidak memperhatikan bahwa jerami tersebut ada yang mengandung insektisida yang diseprotkan petani saat membasmi wereng. “Sapi bisa keracunan insektisida dan bisa mati mendadak.

Salah satu peternak di Dusun Suruhan, Narto, mengaku banyak sapi yang cacingan dan korengan. Bahkan ada juga sapi salah satu warga yang mati karena sebelumnya sakit. “Kalau untuk sapi betina ada juga yang tidak bisa bunting. Padahal sudah saatnya untuk bunting

Read More

Pemkab canangkan gerakan tanam palawija

Pemkab Karanganyar mencanangkan gerakan menanam palawija di Desa Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar Kota.

Program tersebut untuk memutus rantai hama wereng yang menyerang tanaman padi. Apalagi saat ini sudah memasuki musim panas dan sangat cocok untuk menanam palawija.

Sebelumnya, petani di sana banyak yang mengalami puso atau gagal panen. Karena kesal, beberapa pekan lalu petani di sana membakar tanaman padi mereka.

Ketua Kelompok Tani Mahargyo Tani II Desa Jantiharjo, Suwadi, mengakui tidak semua lahan sawah beralih ke palawija sebab mereka banyak yang kesulitan membuang air saat menanam padi lalu.

“Ada sekitar 200 hektar sawah di Jantiharjo. Pada tahap pertama ini yang akan bertanam jagung seluas 15 hektar,

Read More