Category: Berita

Arus Lebaran, angka kecelakaan capai 42 kasus

yar mencatat angka kecelakaan lalu lintas selama arus Lebaran tahun 2011 mencapai 42 kasus.

Angka kecelakaan tersebut nihil korban meninggal dunia (MD). Kanitlaka Polres Karanganyar Ipda Yulianto mewakili Kasatlantas AKP A Aidil Fitri Syah ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/9/2011) mengatakan hingga H+5 Lebaran, angka kasus kecelakaan lalu lintas mencapai 42 kasus.

Dengan rincian, korban mengalami luka berat empat orang dan luka ringan 53 orang. “Rata-rata kecelakaan lalu lintas didominasi kendaraan roda dua. Tidak ada kecelakaan menonjol dan nol MD,” terangnya.

Yulianto mengatakan kecelakaan lalu lintas terjadi hampir di seluruh titik di Karanganyar. Hanya untuk kasus kecelakaan jalur mudik, Yulianto menambahkan tercatat ada sebanyak lima kasus. Rinciannya, dua kasus kecelakaan terjadi di Colomadu, satu kecelakaan di Sroyo, Jaten dan dua kasus kecelakaan di Gondangrejo.

Dari total 42 kasus hingga H+5 Lebaran ini, kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan paling banyak adalah kecelakaan karambol di Gondangrejo, Minggu (4/9/2011) kemarin.
“Itu kasus (kecelakaan karambol) yang paling banyak melibatkan jumlah kendaraan. Lainnya hanya motor dengan motor dan sampai detik ini belum ada korban MD,” jelasnya. Yulianto mengatakan kecelakaan lalu lintas rata-rata lantaran human error. Selain itu faktor perilaku pengendara dalam berkendara

Read More

Pengunjung Grojogan Sewu membeludak

Pengunjung lokasi wisata alam Grojogan Sewu, Tawangmangu membludak pada H+1 Lebaran.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Kamis (1/9/2011), Grojogan Sewu dibanjiri pengunjung pada musim liburan Lebaran ini. Rata-rata pengunjung yang datang pemudik luar daerah Karanganyar untuk menikmati keindahan panorama alam selama mudik Lebaran.

Seperti halnya disampaikan M Naufal, 17, warga Cimahi, Jawa Barat yang ditemui Solopos.com mengaku bersama keluarganya yang tengah mudik ke Sragen datang berlibur di Karanganyar. “Kami datang di Tawangmangu untuk isi waktu mudik melihat wisata alam pegunungan di sini,” ujarnya.

Read More

Petani Karanganyar mulai kesulitan air

Kekeringan mulai mengancam para petani di Karanganyar. Banyak para petani yang kekurangan air untuk mengairi lahan sawahnya. Mereka kini tidak bisa lagi mengandalkan air sungai, apalagi hujan. Agar padi yang mereka tanam tetap berkembang, petani terpaksa menggunakan air sumur untuk mengaliri sawahnya.

MENGAIRI SAWAH — Seorang petani di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, menggunakan pompa air bermesin disel untuk mengairi sawahnya,

Untuk mengambil air bawah tanah, mereka antara lain memakai mesin diesel untuk menyedotnya. Salah satu petani di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Sutrisno, 32, mengatakan, sudah beberapa bulan ini ia mengambil air dari sumur yang terletak di tengah sawah. “Kalau tidak menyedot, dapat air dari mana? Sungai yang mengalir di seberang sawah juga kecil dan tidak bisa mengalir ke sawah,” ujar Sutrisno saat ditemui  di sawahnya, Jumat (2/9/2011). Karena itu, ia menempatkan penyedot air di sawahnya.

Selama kemarau, ungkap Sutrisno, sehari dua kali ia mengairi lahan sawah. Selain di petak sawahnya sendiri, air tersebut juga dialirkan ke beberapa petak sawah milik petani lain yang masih satu kawasan. Ia mengaku tidak masalah bila harus berbagi air dengan petani lain. “Timbal baliknya apa, terserah dari orang-orang,” katanya. Mesin diesel milik Sutrisno tersebut antara lain digunakan untuk mengairi sekitar empat hektare sawah.

Sementara itu, petani di daerah lain, Sukirman, mengungkapkan, karena kekeringan, sebagian petadi ada yang membiarkan lahannya kosong dan tidak ditanami padi. Menurut Sukirman, sawah di sana merupakan sawah tadah hujan. Jadi bila tidak turun hujan, maka pasokan airnya menurun.

Untuk urusan operasional, lanjutnya, biayanya juga cukup besar. Setidaknya, untuk mengairi sawah membutuhkan biaya Rp 100.000 untuk membeli solar guna menghidupkan mesin diesel. “Untung saja bisa bergotong-royong. Kalau tidak, bisa tekor,” ungkapnya. Ia pun berharap agar pemerintah bisa membantu meringankan beban petani. Terutama untuk menghadapi musim kekeringan seperti sekarang ini.

Read More

Ayam Berkadar Air Tinggi Masih Marak

Praktik perendaman daging ayam masih marak dilakukan oleh pedagang daging di pasar. Kondisi ini diketahui, setelah tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Tradisional Tuban, Gondangrejo, Rabu (24/8) pagi. (more…)

Read More

Diperketat, pengamanan bank dan objek wisata

Sejumlah bank, toko emas dan pusat perbelanjaan akan dijaga oleh petugas dari Polres Karanganyar selama libur Lebaran 2011 ini. Pasalnya, di lokasi-lokasi tersebut rawan terjadi kejahatan kriminal.

Kapolres Karanganyar, AKBP Edi Suroso mengatakan pihaknya memperkirakan menjelang Lebaran ini, sejumlah pusat perbelanjaan dan bank, rawan kejahatan. Karena itu, Polres menempatkan beberapa patugas di lokasi tersebut.

“Untuk bank, pusat perbelanjaan dan toko emas akan mendapat penjagaan dari polisi yang bersenjata lengkap. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah aksi kejahatan,” ungkap Kapolres kepada wartawan, Kamis (25/8/2011) siang.

Selain petugas berseragam dengan senjata lengkap, imbuh Edi, di sana juga akan ada polisi yang berpakaian preman. Petugas itu antara lain akan memantau secara bergiliran di lokasi vital itu. Satuan Reskrim dan intelejen juga akan dilibatkan di beberapa pusat keramaian, seperti pasar maupun pusat perbelanjaan.

Di sisi lain, lanjut Kapolres, petugas juga akan menyisir ke beberapa area perumahan yang ditinggal mudik pemiliknya. Pemantauan dilakukan terutama di kawasan perumahan yang kosong. Sebelum meninggalkan rumah, Edi berpesan agar setiap warga untuk tidak lupa mengamankan rumah dan barang-barang berharga di dalamnya.

“Jangan lupa pintu, jendela dan gerbang rumah untuk dikunci. Kompor di rumah juga dipastikan harus sudah mati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran,” katanya.

Read More

Pedagang Pasar Tuban protes keberadaan TPS

Pedagang Pasar Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar memrotes keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di lokasi pasar.

Alasannya, lokasi pembuangan sampah tersebut menggangu kenyamanan lingkungan dan kerap mengeluarkan bau tidak sedap.

Demikian disampaikan sejumlah pedagang di los daging yang lokasinya mepet dengan TPS, Rabu (24/8/2011). Samini, 47  mengatakan adanya TPS tersebut mengganggu beberapa aktivitas pedagang di sekitarnya. Karena bau dari tumpukan sampah sangat menyengat sehingga membuat pembeli enggan masuk ke los daging.

”Sangat mengganggu  sekali. Tiap hari harus tutup hidung kalau masuk sini,” jelas dia.

Menurutnya, bau tidak sedap bukan hanya saat sampah menumpuk di TPS. Namun muncul ketika sampah diangkut petugas kebersihan dari pemerintah. Bahkan setiap usai hujan deras, air dari sampah kerap meluber ke jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Kami sudah berulang kali meminta TPS dipindah jangan mepet los daging. Kasihan yang mau beli bau sampahnya menyengat,” keluhnya.

Pedagang lain, Limbo mengatakan tidak hanya bau tidak sedap yang ditimbulkan dari TPS tersebut. Namun juga serbuan lalat yang begitu banyak. Pedagang lain, Menik, menambahkan bersama pedagang lainnya telah mengajukan permasalahan  bau sampah kepada pihak Lurah setempat. Namun sampai sekarang belum mendapatkan respon.
Dia mengatakan penumpukan sampah di TPS bukan hanya sekadar menimbulkan bau, timbulnya wabah penyakit pun mulai dikhawatirkan para pedagang. ”Apabila TPS tidak dipindahkan. Kami hanya meminta dibenahi supaya tidak menimbulkan bau sampah,” pintanya.

Lurah Pasar Tuban Joko Purnomo menilai penempatan lokasi TPS sudah berada dalam posisi paling aman. Apalagi keberadaan los daging dengan TPS sudah dibentengi dengan tembok tinggi. “Jadi sebenarnya posisinya sudah paling aman. Kemungkinan dipindah tidak bisa,” tuturnya.

Selama ini, dia mengatakan yang menjadi persoalan adalah banyaknya warga yang tetap nekat membuang sampah di TPS tersebut. Padahal TPS yang ada dikhususkan bagi pedagang di Pasar Tuban. “Kami sudah melarang. Tapi banyak warga yang tetap nekat membuangnya di sini. Mereka berani buang samapi kalau pasar sepi,” katanya.

Read More

Pemkab Karanganyar bagi paket Sembako

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan membagi sebanyak 1.500 paket Sembako kepada tukang becak dan ojek di Bumi Intanpari, Rabu (24/8) besok.

Kegiatan tersebut digelar di empat kecamatan, yakni Karanganyar, Jaten, Ngargoyoso dan Tasikmadu.

Kabag Perekonomian Setda Karanganyar Ambang Wibowo kepada Espos, Selasa (23/8/2011) mengatakan 1.500 paket Sembako dibagikan dengan rincian, 450 paket dibagikan di Kecamatan karanganyar tepatnya di rumah dinas Bupati Karanganyar Rina Iriani, Tasikmadu sebanyak 300 paket, Kecamatan Jaten sebanyak 300 paket dan Kecamatan Ngargoyoso sebanyak 450 paket.

“Secara simbolis paket sembako di Rumdin, Tasikmadu dan Jaten akan diserahkan Bupati Rina Iriani. Sedangkan yang di Ngargoyoso akan diserahkan Wakil Bupati (Wabup) Paryono.

Ambang mengatakan paket Sembako yang diberikan berisi beras tiga kilogram, gula pasir 1 kilogram, satu bungkus minyak goreng, teh dua bungkus dan uang senilai Rp 20.000. Pembagian paket Sembako ini diharapkan mampu membantu tukang becak dan ojek dalam memenuhi kebutuhan Lebaran.

Read More

Pemkab Karanganyar bagikan 1.500 paket Sembako

Mendekati Lebaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bagikan 1.500 paket Sembako ke sejumlah warga miskin, Rabu (24/8/2011) siang.

Sembako tersebut antara lain dibagikan ke sejumlah warga miskin di Kecamatan Jaten, Tasikmadu, Karanganyar dan Ngargoyoso. Selain itu, para tukang becak dan ojek yang biasa mangkal di dekat Rumah Dinas Bupati, juga mendapatkan paket Sembako itu.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Karanganyar, Ambang Wibowo, mengatakan, masing-masing Sembako itu antara lain terdiri atas beras tiga kilogram, gula satu kilogram, minyak goreng satu bungkus, mi instan, teh dan uang tunai senilai Rp 20.000.
“Bantuan ini untuk memenuhi sebagian kebutuhan Sembako bagi keluarga tidak mampu,” ujar Ambang saat ditemui  di sela-sela pembagian Sembako.

Selain itu, pembagian Sembako juga digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar. Paket tersebut antara lain dibagikan ke 72 pasien RSUD, terutama dari pasien yang tidak mampu.

Paket Sembako di RSUD diberikan langsung oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR.. “Mudah-mudahandengan kita datangi, memberikan doa, saat Lebaran mereka sudah berada di rumah. Harapan kami saat Lebaran tidak ada lagi pasien yang tinggal di rumah sakit,” kata Bupati.

Read More

Disnakkan temukan daging tak layak konsumsi

Tim Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar menemukan daging ayam dan sapi tak layak konsumsi masih dijual di pasaran.

Hal ini diketahui saat tim melakukan inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar di Pasar Tuban, Gondangrejo, Rabu (24/8/2011).

Sebelumnya tim juga menemukan kikil sapi diduga mengandung formalin di Pasar Palur, Jaten belum lama ini.

Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta mengatakan temuan tingginya kadar air dalam daging ayam maupun sapi masih dalam batas toleransi. Hatta mengatakan petugas tidak melakukan penyitaan, hanya memberikan peringatan kepada pedagang untuk menjual daging yang sehat.

Sedangkan terkait temuan daging sapi yang nyaris busuk, Hatta menduga adanya kesalahan saat penyimpanan di lemari pendingin.

“Itu yang kami tidak bisa kontrol kalau sudah masuk freezer karena kadar airnya tinggi. Tapi kami sudah memberi pembinaan dan meminta pedagang menjual daging sehat,” tuturnya.

Read More

Amankan arus Lebaran, 12 sniper disiagakan

Sebanyak 12 penembak jitu atau sniper disiagakan untuk mengamankan arus Lebaran. Sementara sebanyak 605 personil gabungan juga disiapkan selama Lebaran ini.

Kapolres Karanganyar, AKBP Edi Suroso kepada wartawan usai gelar pasukan di Mapolres setempat, Senin (22/8/2011) mengatakan para sniper akan ditempatkan dititik-titik rawan tindak kejahatan. Mereka juga akan mobile mengamankan arus Lebaran.

“Ada 605 personil gabungan TNI/Polri, Pemkab seperti Linmas, Satpol PP, Dishubkominfo dan pramuka untuk pengamanan Lebaran. Kami juga siapkan sniper,” terang  Kapolres.

Read More