Category: Berita

Ratusan warga Jaten ikuti gerak jalan santai

Ratusan warga RW XIV Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar mengikuti gerak jalan santai dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke 66, Minggu (11/9/2011).

Mereka mulai berdatangan dan memadati lapangan Perumahan RC sejak pukul 06.00 WIB. Pagi  tadi dengan menggunakan seragam olahraga baik anak-anak maupun orang dewasa terlihat sangat antusias mengikuti gerak jalan sehat.

Mereka memperebutkan door price yang disediakan pihak panitia setempat. Ketua RW XIV  Kuswadi mengatakan kegiatan gerak jalan digelar untuk memperingati HUT Kemerdekaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Read More

Dinkes Karanganyar nyatakan cacar air sebagai KLB

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar menyatakan penyakit cacar air yang telah menjalar ke ratusan warga Kecamatan Matesih, sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Pasalnya, baru kali ini ada penyakit cacar air yang memakan korban hingga ratusan orang.

Kepala Dinkes Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo mengatakan, pihaknya menyatakan penyakit tersebut sebagai KLB lantaran yang terkena penyakit varisela atau cacar air itu jumlahnya sangat banyak.

Dari investigasi yang dilakukan petugas Puskesmas Matesih ke empat lokasi, beberapa waktu lalu di Banjarsari, Gunungwijil dan Kayulemah, Krajan dan Bolotan, serta Koripan dan Mendalan, petugas mendapati sebanyak 116 orang positif terkena cacar air.

Jumlah itu sudah termasuk anak-anak dan orang dewasa. Sementara data warga yang sudah sembuh sebanyak 26 orang. “Yang belum sembuh sekitar 90 orang,” ujar Cucuk, Jumat (9/9/2011) siang.

Setelah investigasi dan pengobatan, imbuh Cucuk, pihaknya akan memantau kondisi kesehatan masyarakat dengan mengandalkan penyuluh maupun pembina kesehatan di desa-desa.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PPPL), Fatkul Munir. Mewabahnya cacar air itu bisa dikategorikan KLB lantaran menyerang warga dari berbagai kalangan, dalam waktu yang bersamaan serta berada pada radius wilayah yang tidak jauh.

Kesimpulan sementara, penyebab cepatnya virus cacar air itu menyebar lantaran kondisi lingkungan dan cuaca yang panas. Pasalnya, cuaca panas dapat menurunkan stamina seseorang, terutama anak-anak, sehingga mereka mudah terkena penyakit.

Read More

Pemkab harus buat program kemasyarakatan

Menanggapi moratorium yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Karanganyar diminta untuk membuat program yang lebih peduli kepada masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono menilai, selama ini program yang diajukan oleh Pemkab masih belum menyentuh kalangan akar rumput.

“Itu bisa dimulai dari semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang harus membuat program yang benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” jelas Juliyatmono kepada wartawan, Jumat (9/9/2011).

Prioritas yang paling tinggi untuk memenuhi kebutuhan itu, yakni pembangunan inftrastruktur jalan raya. Sebab dengan memperbaiki jalan, maka bisa membuka keran perekonomian warga.

Agar berbagia kegiatan bisa berpihak pada rakyat, maka dibutuhkan uji kelayakan untuk menyaring mana program yang benar-benar untuk masyarakat dan mana yang bukan. Selain itu, imbuh politisi Partai Golkar ini, Pemkab juga harus berhemat anggaran.

Moratorium, kata dia, hanya salah satu langkah untuk menunda pengadaan pegawai negeri sipil (PNS). Selain itu juga untuk memberikan kesempatan kepada Pemkab untuk menghitung ulang PNS. Tujuannya, kata Juli, agar PNS bisa dirahkan dan diprioritaskan kegiatan masing-masing.

Read More

Dewan Desak Bupati Isi Kekosongan Sekda

Pimpinan DPRD Karanganyar mendesak Bupati, Rina Iriani untuk segera mengisi kekosongan jabatan Sekda Karanganyar dengan pejabat sementara (Plt-red). Belum adanya Plt, dikhawatirkan justru akan menimbulkan spekulasi negatif di lingkungan birokrasi.
“Sabtu pekan ini Plt Sekda harus ada, ini agar seluruh pelayanan administrasi dapat lancar,” desak Wakil Pimpinan DPRD Karanganyar, Juliyatmono. Politisi dari Golkar tersebut juga menyayangkan sikap Bupati yang terkesan lamban dalam menunjuk Plt Sekda. Karena, menurut Juliyatmono, penunjukkan Plt tidak perlu sampai ke Gubernur. Melainkan, dapat langsung dilakukan oleh Bupati.
“Penunjukan pejabat sebagai Plt itu merupakan kewenangan Bupati, jadi tidak perlu sampai minta izin ke Gubernur. Karena secara otonomi pemilihan ini bukanlah kewenangan dari Gubernur, karena Gubernur hanya sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat,” terang Juli. Dan, sambungnya, persoalan yang menyangkut penataan birokrasi daerah adalah kewenangan Bupati.
Selain tidak perlu izin dari Gubernur, Juli menilai kalau Plt tidak sesulit seperti pejabat definitif. Karena Plt hanya penjabat yang menggantikan sementara tugas Sekda, agar seluruh pelayanan administrasi ada yang bertanggung jawab. Untuk menetapkan Plt  Bupati hanya tinggal menunjuk satu pejabat yang layaknya ada di lingkup Sekretariat.
Kondisi ini justru dinilai Juliyatmono menjadi belenggu Bupati dalam menunjuk Plt Sekda. Seperti munculnya keragu-raguan terhadap Plt yang bakal ditunjuk. Hingga munculnya daya dukung internal birokrasi , sekalipun hanya seorang Plt.

Read More

Serangan Cacar Air Meluas

Serangan penyakit cacar air di Desa Koripan, Matesih semakin meluas. Dasi hasil penelitian dan investigasi yang dilakukan oleh petugas dari Puskesmas setempat diketahui serangan yang disebabkan oleh Virus Varicella Zoster (VZV) juga menyerang orang dewasa.
Peningkatan jumlah penderita cacar air seperti terlihat di Wilayah Banjarsari, Koripan. Bahkan dalam satu keluarga terdapat dua penderita cacar air seperti yang menimpa keluarga Gimin warga RT 3 RW VI, Dusun Banjarsari. Dua anaknya yakni Valensia (3) dan Atia (1) terkena cacar air. Meski dianggap penyebarannya sangat cepat, tetapi petugas belum berani menyimpulkan penyebab pasti cacar air itu.
“Untuk penyebab pastinya kami belum bisa menyimpulkannya, tetapi penyebaran penyakit tersebut bisa dari teman sekolah, tetangga atau kerabat lainnya,” jelas Suharto salah satu petugas dari Puskesmas Matesih yang melakukan investigasi, kemarin. Selain menyerang dua anggota keluarga Gimin, cacar air juga menyerang sejumlah tetangga Gimin. Seperti Lidya Pratiwi (14), Restu Hidayanto (11), serta Haryo Adibrata (13).
Investigasi dilakukan dengan cara melakukan pendataan terhadap sejumlah penderita cacar air. Para petugas langsung mendatangi para penderita di rumah masing-masing. Petugas meminta keterangan, terkait gejala yang dialami korban. “Hasil investigasi dan pencatatan data ini nantinya akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk kemudian dilakukan analisis terkait kejadian ini.
Selain di Dusun Banjarsari, investigasi juga dilakukan di Dusun Gunung Wijil, Kayu Lemah, Bolotan, Krajan, Koripan, serta Mendalan. Langkah ini untuk memastikan penyebab dan cara penyebaran virus tersebut. Merebaknya cacar air ini kali pertama menyerang puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Koripan, Matesih, kemarin.
Guna menghindari meluasnya penyakit tersebut, pihak sekolah memulangkan para siswa yang terjangkit cacar air untuk pemulihan di rumah.

Read More

Seusai Lebaran, harga bahan pokok turun

Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Karanganyar berangsur-angsur turun pascalebaran. Harga tersebut kembali normal.Salah satu penjual bahan pokok di Pasar Matesih, Paryati, 45, mengatakan harga turun sejak tiga hari pascalebaran. Telur, sebut dia, sebelum Lebaran Rp 15.000 per kilogram, kini Rp 14.000. Minyak goreng per botol yang Rp 12.000, sekarang Rp 11.500. “Harga gula masih stabil Rp 9.500 per kilogram,” ungkap Paryati.

Selama musim Lebaran, imbuhnya, hampir semua bahan pokok laku. Ia menaikkan harga sebelum Lebaran karena penyetor juga menaikkan harga. Pedagang lain, katanya, juga melakukan hal sama.

Sementara itu, pedagang beras, Cipto Wiyono, 73, mengaku tidak menaikkan maupun menurunkan harga beras. Pasalnya, Lebaran atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh terhadap penjualan beras. Menurutnya, yang mempengaruhi harga beras bukan permintaan dari pembeli, justru serangan wereng yang membuat petani gagal panen.

“Karena gagal panen, akhirnya beras jadi langka dan harganya naik. Terutama beras yang berkualitas super,” ujar Cipto saat ditemui Espos di kios berasnya di Pasar Matesih, Rabu (7/9).Cipto hanya menjual beras dengan kualitas super sebab harganya stabil sejak dua bulan lalu. Ia menjual beras super jenis IR64 Rp 8.000 per kilogram. Sedangkan kualitas di bawahnya lagi, harganya hanya selisih Rp 500.

Harga daging ayam juga turun setelah Idul Fitri. Salah satu pedagang daging di Pasar Gondangrejo, Yani, 33, mengatakan harga daging baru turun H+7 Lebaran. Saat Lebaran, harga daging ayam Rp 25.000 per kilogram, kini Rp 24.000. Penurunan harga itu, imbuh Yani, dibarengi dengan turunnya permintaan daging. Selama Lebaran, ia menjual lebih dari 30 kilogram daging. Usai Lebaran, penjualan kembali seperti sedia kala, sekitar 20 kilogram.

Read More

Pekerjaan Sekda Diampu Asisten

Sambil menunggu terpilihnya Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda), kinerja Sekda diampu oleh tiga asisten di bawah Sekda. Menurut Bupati Karanganyar Rina Iriani, untuk sementara tidak ada kepentingan yang harus dilakukan langsung oleh Sekda Karanganyar.
“Sebelum adanya Plt, pekerjaan Sekda terkait surat-surat yang datang ke Pemkab Karanganyar ditangani langsung oleh asisten terkait. Kan di bawah Sekda ada tiga asisten, jadi untuk sementara tugas-tugas Sekda diampu langsung oleh mereka,” papar Rina kemarin. Kekosongan jabatan Sekda, sementara ini tidak banyak mempengaruhi laju pemerintahan Pemkab Karanganyar.
Hal ini karena, saat ini belum ada kegiatan yang membutuhkan tanda tangan atau persetujuan langsung oleh Sekda. Sehingga pekerjaan tersebut masih bisa diwakilkan, bahkan bisa diampu oleh Bupati sendiri. Meski demikian, Rina tetap berharap Plt Sekda dapat segera terpilih sehingga dapat membantu dirinya dalam mengatur pemerintahan.
“Untuk saat ini masih bisa dilakukan, tetapi saya berharap Minggu ini  Plt sudah ada,” tandasnya.
Beberapa waktu lalu Bupati sudah mengajukan tiga nama pejabat eselon II sebagai Plt Sekda ke Gubernur Jawa Tengah. Tetapi saat ditanya ketiga nama calon Plt tersebut, Rina memilih bungkam dan tetap merahasiakannya hingga terpilih nanti. “Ya pokoknya pejabat yang kami ajukan ini adalah eselon II semua, nanti lihat saja saat sudah terpilih,” kilah Rina.
Pengajuan ketiga nama ke Gubernur ini, ditujukan Rina untuk tetap menjaga kondusif dalam pemerintahannya. Rina tidak ingin, jika pemilihan Plt nantinya justru menimbulkan permasalahan di lingkup Pemkab Karanganyar. Untuk itu, dirinya pun mengkonsultasikan hal ini kepada Gubernur Jawa Tengah, dengan mangajukan tiga nama pejabat pilihannya.

Read More

Jumlah arus balik lebih besar dibandingkan arus mudik

Jumlah warga Karanganyar yang pergi ke Jakarta dan sekitarnya setelah Lebaran, mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Pasalnya saat mudik, menurut data dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, jumlah pemudik mencapai 3.541 orang. Sedangkan saat arus balik, ada sekitar 3.831 orang.

(more…)

Read More

Puluhan Siswa SDN 1 Koripan Terjangkit Cacar Air

Sebanyak 41 siswa SDN 1 Koripan, Matesih terjangkit cacar air. Untuk mengantisipasi penularan terhadap siswa lainnya, siswa yang terjangkit cacar air dipulangkan untuk beristirahat dan juga sebagai penyembuhan.
Para siswa yang terjangkit cacar air ini menurut Kepala SD Negeri 1 Koripan Sugiarto merata di setiap kelas. Mulai dari kelas I hingga kelas VI. “Setiap kelas pasti ada siswa yang terjangkit cacar air,” papar Sugiarto saat ditemui  di ruang kerjanya, Selasa (6/9).
Siswa yang terkena cacar air antara lain, kelas I sebanyak dua siswa, kelas II sebanyak tiga siswa, kelas III sebanyak tujuh siswa, kelas IV sebanyak 11 siswa kelas V sebanyak 15 siswa kelas VI sebanyak tiga siswa. Menurut Sugiarto, penyakit cacar ini sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Bahkan penyakit yang disebabkan oleh Virus Varicella Zoster (vzv) sempat menyerang 23 dari 43 siswa kelas dua.
“Saat puasa dulu, ada 23 siswa kelas II yang menderita cacar, dan sekarang jumlahnya semakin banyak,” papar Sugiarto. Diduga berkembangnya virus ini terjadi saat Lebaran kemarin. Pasalnya, virus ini diketahui sangat mudah menular melalui media air. Banyaknya siswa yang menderita cacar air, Sugiarto pun melaporkan kejadian ini kepada pihak Puskesmas setempat.
Selanjutnya pihak Puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah siswa yang menderita cacar air. Mengetahui kejadian ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) langsung terjun ke lapangan guna memastikannya. Dari hasil investigasi sementara, DKK memastikan para siswa tersebut positif terjangkit cacar air.
“Untuk pencegahannya, yakni dengan melakukan isolasi terhadap siswa yang menderita, selain itu juga diberikan obat untuk Virus Vericella dan juga obat penguat ketahanan tubuh,” terang Kepala DKK Karanganyar Cucuk Heru Kusumo kemarin. Dari hasil pendataan, para siswa yang terjangkit cacar air terbagi di lima Dusun di dua Desa. Antara lain Dusun Kayu Lemah dan Gunung Wijil (Desa Karangbangung) dan Dusun Banjarsari, Krajan, dan Koripan terletak di Desa Koripan. Meski korban sudah mencapai 40 orang lebih, tetapi DKK belum dapat memasukkan kondisi ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Read More

Arus Balik Berlangsung hingga H+7

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar memprediksi arus balik Lebaran akan terus berlangsung hingga H+7. Dari pantauan arus balik kemarin, jumlah warga yang menggunakan armada untuk arus balik sudah mengalami penurunan. Kabid Perhubungan Joko Maryono mengatakan, puncak arus balik sudah terjadi pada Sabtu (3/9) lalu. Meski begitu, hingga H+7 nanti masih ada yang melakukan perjalanan untuk arus balik “Kalau puncaknya sudah terjadi pada Sabtu (3/9) lalu, tetapi arus balik ini akan terus berlangsung hingga H+7,” papar Joko.
Untuk pemberangkatan arus balik sendiri, Dishubkominfo sudah menyiapkan tiga pos. Masing-masing di Matesih, Tegal Gede dan juga alun-alun Karanganyar (Pemberangkatan massal). Sebelumnya, Dishubkominfo juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah armada bus yang akan dipakai sebagai angkutan arus balik. Pemeriksaan meliputi, surat izin trayek dan juga perlengkapan kendaraan beserta alat keselamatan yang disediakan. Sementara itu, untuk pengamanan selama arus balik Lebaran 2011 jajaran Polres Karanganyar akan melakukan operasi Ketupat hingga Kamis (8/9) mendatang.

Read More