Category: Berita

Jelang Idul Adha, lalu lintas hewan diawasi

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar akan menerjunkan tim untuk memantau lalu lintas hewan ternak kurban menjelang Idul Adha. Tim tersebut antara lain bertugas untuk memeriksa kesehatan ternak yang biasa dijual di pinggir-pinggir jalan. Pemantauan itu bertujuan untuk memastikan hewan ternak dalam kondisi sehat dan tidak cacat, sebelum berada di tangan pembeli.

Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta mengatakan, pemantauan antara lain digelar selama enam hari berturut-turut sejak Rabu (26/10)-Kamis (3/11). Beberapa wilayah yang akan disisir yakni sejumlah titik di Kecamatan Colomadu, Jaten, Tasikmadu, Kebakkramat dan Gondangrejo.

“Jangan sampai masuk ternak yang tidak sehat dan terkandung penyakit menular. Yang lebih penting lagi kita waspadai penyakit antraks yang disebabkan karena zoonosis,” ujar Hatta saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/10) siang.

Pemantauan juga dilakukan di pasar hewan yang berada di Pasar Karangpandan setiap Wage dan Pasar Tegalgede setiap Pahing. Saat ini, kata Hatta, sudah ada peningkatan jumlah ternak di Karanganyar. Karena itu, tugas dari tim yakni memastikan kondisi hewan kurban itu sehat, sebelum dikonsumsi. “Satu tim terdapat satu dokter hewan,” katanya.

Read More

Wacana Perda Pelestarian Hutan

Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk membuat peraturan daerah (Perda) tentang pelestarian hutan lindung di Karanganyar, mendapatkan sambutan positif dari anggota DPRD Karanganyar.

PERLINDUNGAN HUTAN Petugas dan relawan berupaya memadamkan kebakaran hutan di Cemoro Kandang, lereng Gunung Lawu, beberapa waktu lalu. Adanya Perda perlindungan hutan diharapkan membuat upaya perlindungan dan pelestarian alam menjadi lebih baik.
Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, Perda tersebut perlu diadakan sebab hampir setiap tahun terjadi kebakaran hutan di Karanganyar. Mayoritas kebakaran hutan itu, salah satunya dipicu oleh kesalahan manusia atau human error. “Setiap kali musim kemarau, ada saja kebakaran hutan. Agar tidak terulang lagi pada tahun-tahun berikutnya, setidaknya Perda ini bisa menjadi alat perlindungan hukum untuk melindungi hutan di Karanganyar, terutama di lereng Gunung Lawu,” ujar Juliyatmono belum lama ini.

Meskipun saat ini sudah ada payung hukum dari pemerintah pusat yang mengatur tentang perlindungan hutan, imbuh dia, namun tidak ada salahnya bila Pemkab mengajukan rancangan Perda itu. Namun sifat Perda itu hanya sebagai alat untuk melestarikan alam dan penertiban.

Sebelumnya, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR mengusulkan untuk membuat Perda perlindungan hutan. Nantinya, Perda tersebut antara lain berisi tentang sanksi yang akan dijatuhkan bila ada oknum yang secara sengaja maupun tidak, terbukti terlibat dalam peristiwa yang bisa menyebabkan kebakaran hutan.

Kurun waktu selama dua bulan sebelum pergantian tahun, kata Juliyatmono, dirasa sangat cukup bagi Pemka untuk membuat rancangan Perda itu. Dalam proses pembuatan rancangan, Pemkab bisa mengacu pada Perda serupa yang sudah diterapkan di daerah lain. Jika memang di daerah lain belum pernah ada yang membuat Perda tentang Perlindungan Hutan, tidak ada salahnya bila Karanganyar mengawalinya.

“Justru ketika sebelumnya tidak ada daerah lain yang membuat Perda tersebut, Karanganyar bisa mengawali untuk membuatnya, sehingga malah dipakai sebagai contoh bagi daerah lain,” ungkap politisi dari Partai Golkar ini.

Read More

Anggota Dewan Kerinci Kunjungi Karanganyar

Untuk peningkatan dan kemajuan pembangunan daerah, sekitar 17 peserta dari Komisi I DPRD dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kerinci, Provinsi Jambi mengunjungi Kabupaten Karanganyar, Kamis 20 oktober 2011.
Ketua DPRD Kerinci, Liberti mengungkapkan bahwa pemilihan Kabupaten Karanganyar sebagai studi banding tersebut didasarkan pada beberapa aspek yang tidak bisa didapatkan di beberapa daerah lain. “Nantinya hasil studi banding ini akan kita coba terapkan di Kerinci,” katanya saat ditemui wartawan di Ruang Podang, Setda Karanganyar.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Kesra Setda Karanganyar, Achmad Sapari menjelaskan bahwa Kinerja Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang masuk dalam sepuluh besar penyelenggara kinerja pemerintahan ini bukan merupakan hasil kinerja Bupati tetapi merupakan hasil kerja Badan, Dinas, Instansi terkait.
“Semua yang telah berhasil dijalankan ini merupakan kinerja dari semua pihak yang terkait, kalau bekerja sendiri pasti tidak akan bisa,” katanya saat membacakan sambutan Bupati Karanganyar di hadapan anggota dewan DPRD Kerinci.
Lebih jauh Sapari mengatakan Karanganyar juga telah berhasil mencanangkan program pelayanan publik untuk menghemat waktu masyarakat. Misalnya pelayanan secara keliling untuk pembuatan sertifikat tanah, pelayanan pembuatan KTP dan KK, pelayanan Air bersih serta Pajak Bumi dan Bangunan. “Semuanya dapat dilayani dengan cepat dengan menggunakan mobil keliling, sehingga masyarakat tidak usah repot-repot datang ke Kantor Instansi,” jelas dia.

Read More

Tujuh Kecamatan Dihantui Longsor

Hujan yang sudah mulai mengguyur Karanganyar mengingatkan seluruh warga Karanganyar untuk kembali waspada terhadap kemungkinan bencana alam khususnya tanah longsor. Satu pekan lalu sebuah rumah di Kecamatan Ngargoyoso terkena longsoran tanah di belakang rumahnya.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto Wilayah Karanganyar musim penghujan akan dimulai bulan Oktober. “Itu berdasarkan Informasi yang saya peroleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Jawa Tengah,” tuturnya.
Heru mengatakan dari 17 Kecamatan di Wilayah Karanganyar setidaknya ada sekitar tujuh kecamatan dan sembilan desa yang masuk zona merah dan perlu diwaspadai terhadap kemungkinan terjadi longsor saat hujan tiba. “Tujuh Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Kerjo, Jenawi, Ngargoyoso, Karagpandan, Matesih, Tawangmangu dan Jatiyoso,” Tandasnya.
Jika diperinci, lanjut Heru di Kecamatan Kerjo ada dua desa yakni Desa Plosorerejo dan Gempolan. Untuk Kecamatan Jenawi meliputi Desa Anggrasmanis, Trengguli, dan Gumeng. Sementara di Kecamatan Ngargoyoso, selain Desa Ngargoyoso daerah rawan longsor lainnya yakni Desa Girimulyo, Berjo, dan Dukuh. Untuk Kecamatan Karangpandan yakni Desa Karangpandan, Gerdu, dan Karang.
Sementara Kecamatan Matesih dengan daerah rawan longsornya adalah Girilayu, Koripan, sebagian Karangbangun. Selain itu, daerah rawan longsor juga tersebar di Kecamatan Tawangmangu, mulai dari Desa Gondosuli, Kelurahan Blumbang, Kelurahan Tawangmangu, Desa Plumbon, dan Desa Tengklik.
Dan khusus untuk Kecamatan Jatiyoso, daerah yang perlu diwaspadai yakni Desa Wonokeling, Wonorejo, Karangsari, dan Beruk. Terakhir, dirinya menegaskan kalau ada gejala atau kejadian bencana apapun masyarakat di Karanganyar dapat menghubungi BPBD karanganyar ke saluran hotline Heru menyampaikan, kalau ada gejala atau kejadian 0271 495997, 0271 3120005 dan 085229614151. “24 jam, pasti selalu ada petugas yang berjaga nonstop,” imbuh dia.

Read More

Mahasiswa Jepang Kunjungi Karanganyar

Puluhan mahasiswa Shizouka Jepang kunjungi Karanganyar, Senin (17/10). Direktur Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement (OISCA) Karanganyar, Mulyono Herlambang menjelaskan bahwa selain melakukan penanaman pohon di Desa Segoro Gunung, mahasiswa asal negeri matahari tersebut juga akan belajar menjadi orang pegunungan dengan menginap di rumah-rumah penduduk sekitar.
“Malamnya menginap di rumah warga, paginya  melakukan penanam pohon di sana,” ujarnya di saat mendampingi para mahasiswa tersebut diterima oleh Bupati Karanganyar di Rumah Dinas Bupati. Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyatakan bahwa selama ini Lereng Gunung Lawu tersebut merupakan Genthong air di Bumi Intanpari. Maksudnya lereng Gunung Lawu tersebut merupakan salah satu daerah resapan air di Karanganyar yang salah satunya digunakan untuk irigasi lahan pertanian. “Menanam pohon itu merupakan salah satu cara untuk menjaga ketersediaan air, kami akan dukung gerakan penanam pohon itu,” katanya.
Selain itu, ditambahkan Rina kunjungan mahasiswa tersebut intinya merupakan balasan dari kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu. “Saya berharap, nanti adik-adik sekalian dan pimpinan rombongan agar melaporkan apa adanya kepada Bupati mengenai kondisi Karanganyar, katakan baik jika itu baik atau katakan buruk jika itu memang buruk,” a.
Sebelum diterima oleh Bupati Karanganyar, mahasiswa tersebut didampingi oleh salah satu LSM dari Jepang disuguhi dengan makanan khas dari Karanganyar dan suguhan musik lesung dan tari-tarian hasil kreasi Bupati Karanganyar.

Read More

Karanganyar Layani Pembuatan KTP Malam Hari

Kabupaten Karanganyar luncurkan pelayanan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada malam hari untuk memfasilitasi warga yang kesulitan mengurus KTP pada malam hari. Peluncuran pelayanan pengurusan KTP siang hari ini resmi dibuka mulai Sabtu (15/10).
“Sebelumnya, pelayanan KTP malam hari tersebut juga sudah kita uji cobakan, dan ternyata respons masyarakat juga lumayan besar, karena setiap harinya bisa mencapai antara 75 hingga 90 itu berarti pelayanan KTP malam hari disambut dengan baik oleh masyarakat,” ungkap Bupati Karanganyar, Rina Iriani.
Pembuatan KTP malam hari ini sebagai alternatif untuk memudahkan masyarakat Karanganyar yang tidak memiliki waktu mengurus KTP-nya di siang hari karena berbagai aktivitas yang tidak bisa ditinggalkan.“Kalau buruh dan karyawan, pasti terbatas sekali untuk dapat mengurus KTP di siang hari, kalau malam mungkin banyak yang longgar, makanya kita buka pelayanan KTP malam ini,” jelas dia.
Ia berharap dengan program ini  wajib KTP di Karanganyar bisa terwujud tahun depan. “Karena nantinya KTP ini akan digunakan sebagai database dalam pelaksanaan Pilkada, Pilgub atau Pilpres, sehingga tidak ada lagi KTP ganda,” pungkasnya.
Mengenai armada yang digunakan Rina berjanji akan terus meningkatkan sarana dan prasarana yang ada guna memaksimalkan pelayanan KTP tersebut. “Saat ini memang hanya ada tiga mobil, tahun depan akan kita tambah lagi dengan jenis mobil yang berbeda sehingga kalau hujan pelayanan tetap jalan di dalam mobil,”.
Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar, Sucahyo menyatakan pelayanan pembuatan KTP malam hari tersebut baru dilayani di satu tempat yakni di depan Rumah Dinas Bupati. “Kalau armada sudah bertambah kemungkinan akan kita buka di tempat lain, dan selain KTP juga bisa mengurus akta kelahiran,”.

Read More

Longsor, Satu Rumah Rusak Berat

Rumah Dirjo Sutarmin (44) warga Dusun Karangbangun RT 1 RW X Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso rusak berat setelah dihantam tanah longsor, Rabu petang (12/10). Material tanah dari bukit di belakang rumahnya setinggi empat meter tiba-tiba longsor, tanpa diketahui sebabnya.
Diduga pecahnya pipa saluran air di desa tersebut menjadi pemicu labilnya tanah sehingga menyebabkan longsor. Beruntung seluruh penghuni rumah tak ada di dalam saat kejadian, sehingga tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Dirjo mengatakan longsor ini bukan merupakan kejadian pertama kali, tetapi dari sekian longsor yang menimpa rumahnya ini yang paling parah. “Biasanya hanya satu atau dua meter habis hujan tiba, tapi kali ini cukup parah,”.
Dari longsor tersebut, tembok rumah bagian belakang yang berukuran 3×11 meter tersebut mengalami retak-retak dan terlihat mengkhawatirkan. Sementara guna mengamankan rumah tersebut warga sekitar mengganjalnya dengan pagar yang dibuat dari bambu.
Sementara itu, Ketua RT setempat Paiman menduga kejadian longsor tersebut kemungkinan berasal dari pecahnya pipa yang menyalurkan air bersih dari sumber mata air di pegunungan ke tempat warga. Karena terlalu lama sehingga membasahi tanah yang berada persis di atas rumah Dirjo. “Karena terlalu gembur akhirnya tanahnya longsor menimpa rumah Dirjo,” jelasnya.
Paiman menambahkan bahwa 30 persen dari 65 KK rumah warganya merupakan daerah rawan longsor. Dirinya pun berharap Pemerintah segera dapat memberikan solusi terhadap warganya yang terletak di kawasan rawan longsor tersebut.
Di lokasi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengatakan bahwa Dusun Karangbangun Desa Ngargoyoso masuk salah satu dalam zona merah kawasan rawan longsor di wilayah Karanganyar. “Selain Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Kecamatan Jatiyoso, Kecamatan Ngargoyoso juga masuk dalam zona merah rawan longsor,”.

Read More

Jelang Kurban, Waspadai Antraks

Mendekati Hari Raya Kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar mewanti-wanti peternak untuk menjaga kesehatan hewan ternaknya dari wabah antraks. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta menyatakan bahwa penyakit antraks merupakan penyakit yang paling sering menyerang ternak hewan pemakan tumbuhan terutama sapi, domba dan kambing.
“Kalau sudah terkena antraks, kemungkinan jangka waktu hidup ternak tersebut relatif rendah,” kata dia di sela-sela Selamatan Pembuatan Film di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Antraks merupakan kelompok penyakit yang dapat menular dari hewan atau manusia dan bisa menular langsung dari hewan yang sakit. “Karena dapat menular kepada manusia itu yang perlu diwaspadai dari peternak di Karanganyar,” .
Selain mewaspadai antraks menjelang Lebaran Kurban, pihaknya juga memperketat lalu lintas hewan. Pengetatan aturan tersebut diwujudkan dengan keharusan pedagang hewan yang memasok kambing dan sapi dari luar daerah diharuskan mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). “Walaupun agak sulit, pengawasan lalu lintas hewan kurban khususnya dari luar Karanganyar akan terus kita tingkatkan,”.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa yang harus mengantongi surat keterangan kesehatan tersebut tidak hanya pedagang yang berasal dari luar daerah. Namun peternak di Karanganyar yang akan menjual hewannya ke luar kota juga harus mengantongi surat keterangan tersebut.
Selain pengetatan arus lalu lintas hewan, Pihak Disnakkan juga akan memeriksa hewan kurban yang dijual di pinggir jalan. “Kalau sudah mendekati kurban, baru kelihatan, kalau sejauh ini belum nampak,” tutur dia.

Read More

Tiga titik jalur transportasi di Karanganyar disurvei

Tiga titik jalur transportasi di Kabupaten Karanganyar akan disurvei pada Kamis-Minggu (13-16/10/2011). Ketiga titik itu adalah Pos Kebakkramat, Pos Gondangrejo dan Pos Cemara Sewu.

Ilustrasi
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto SH MM, pada acara Pelatihan Petugas dan Surveyor pada pelaksanaan Survey Asal Tujuan Nasional tahun 2011 Kabupaten Karanganyar, di Aula Dishubkominfo, Jl Nyi Ageng Karang No 1 Karanganyar, Rabu (12/10/2011).

“Untuk transportasi jalan dilakukan pada lokasi survei sisi jalan, jalan tol, terminal bus dan jembatan timbang. Dan di Kabupaten Karanganyar khusus survei yang dilakukan di sisi jalan. Ada tiga titik survei yakni di Pos Kebakkramat, Pos Gondangrejo dan Pos Cemara Sewu,” terang Nunung pada sambutannya.

Menurut Nunung, kecelakaan atau musibah terkait transportasi terjadi hampir setiap hari, baik di darat, di laut, dan di udara, pada semua jenis dan moda transportasi. Rentang penyebab kecelakaan begitu kompleks dari kesalahan manajemen, kesalahan regulasi, masalah kelayakan sarana dan prasarana, kondisi alam, cuaca dan iklim, hingga masalah kesalahan manusia. Pendeknya dunia transportasi yang sudah menjadi kebutuhan dasar dari masyarakat sedang mendapat tantangan berat. Maka dari itu, imbuhnya, perbaikan sistem dan manajemen transportasi amat penting dan mendesak karena menyangkut faktor keselamatan manusia.

“Data–data yang akurat dan informasi yang shahih amat penting dalam rangka untuk menjawab persoalan masalah transportasi di masa sekarang maupun untuk proyeksi di masa mendatang. Inilah kiranya relevansi diadakannya Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) 2011 yang praktek operasionalnya adalah memotret pergerakan kendaraan, penumpang, dan barang pada periode waktu tertentu secara serentak di seluruh kabupaten di Indonesia,” .

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Pelatihan Petugas dan Surveyor pada pelaksanaan Survey Asal Tujuan Nasional tahun 2011 Kabupaten Karanganyar, Drs Agam Bintoro menyampaikan peserta pelatihan terdiri dari petugas dari lingkungan Dishubkominfo sebanyak 24 orang dan surveyor sebanyak 48 orang yang direkrut dari Perguruan tinggi dan karangtaruna setempat. Rabu kemarin, ada sekitar 90-an orang yang hadir karena menghadirkan jajaran Polres Karanganyar.

“Dalam pelatihan ini kami juga menghadirkan rekan–rekan jajaran Polres Karanganyar dengan maksud sekaligus memanfaatkan forum ini untuk melaksanakan koordinasi guna kelancaran pelaksanaan survei,” tambah Agam. Dia mengemukakan pada pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari staf Dihubkominfo yang telah dilatih di tingkat Provinsi Jateng yaitu Angga Putra Belawan SsiT dan Ardiansyah Dwianico Nugroho Amd.

Read More

Petani Sayur Rugi Berat Melawan Produk Impor

Setelah anomali cuaca yang tidak menentu, kemudian berlanjut serbuan sayur impor di pasaran, kini giliran sayur dari daerah lain juga mulai memasuki Bumi Intanpari. Hal ini ditengarai membuat daftar penyebab kerugian petani Karanganyar semakin panjang.

Salah satu petani wortel di Dukuh Seledok, Girimulyo Ngargoyoso, Joyo Sukarno menuturkan, Senin 10 oktober  mengaku keuntungan bersih dari panen wortelnya setiap kali panen semakin menurun. Menurutnya selain banyaknya konsumen yang beralih menggunakan sayur impor, Karanganyar saat ini juga diserbu sayuran dari daerah lainnya. “Dari sekilo wortel yang kita panen, paling nanti hanya untung Rp 1.500 per kilonya, padahal sebelumnya bisa mencapai Rp 2.500 per kilo,” kata dia.

Kalau tidak ada pengawasan tegas dari Pemerintah, dirinya merasa dengan persaingan ketat tersebut akan semakin membuat harga sayur di pasaran bergoyang kencang. “Sekarang ini kalah sama penjual wortel dari Dieng yang juga telah masuk pasar sini. Jadi untuk harga itu memang tergantung sama alam pasar mas, tetapi yang pasti sayur dari Dieng harganya lebih murah,” tuturnya.

Sementara, banyak petani sayur di Ngargoyoso, ditambahkan Joyo hanya mempunyai keahlian dari bercocok tanam sayur secara turun temurun dan autodidak, “Kalau terus bertahan dan merugi siapa nanti yang mau menjadi petani sayur,” .

Lebih lanjut, dirinya juga merasa selain banyaknya sayur dari daerah lain yang memasuki Karanganyar, anomali cuaca juga ditengarai membuat daftar panjang kerugian petani sayur di wilayahnya. “Dulu semua bisa diperkirakan setelah memanen wortel bisa dilanjutkan dengan menanam sayur lainnya, kalau sekarang tidak bisa lagi,” kata dia.

Read More