Category: Berita

Dinas Sosial Siap Sweeping Perusahaan Nakal

Kendati Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar masih di bawah Kehidupan Hidup Layak (KHL), Namun Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) berjanji siap menindak tegas perusahaan nakal yang tidak memberikan gaji karyawannya sesuai UMK yang telah ditetapkan.
“Kalau memang masih ada yang mbandel dan ngeyel tidak mau memberikan gaji karyawan di bawah UMK, nanti akan kita berikan sanksi tegas,” ujar Sumarno, Kepala Dinsonakertrans Karanganyar, Jumat (2/12). Menurutnya, UMK 2012 yang sudah ditetapkan tersebut kenyataannya sudah merupakan kesepakatan antara Apindo, serikat pekerja dan Dewan Pengupahan. Jadi siapa pun yang melanggar berarti patut diberi sanksi tegas.
“Karena itu, jika ada yang tidak mampu memberikan gaji kepada karyawan sesuai UMK, silahkan mengajukan penangguhan kepada Gubernur Jateng melalui kami.
Pengajuan permohonan tersebut, sambung Sumarno sudah harus diajukan oleh perusahaan yang bersangkutan minimal 10 hari sebelum tutup tahun 2011 besok. Jika hingga akhir tahun 2011 tidak ada satu pun Perusahaan di Karanganyar yang mengajukan permohonan tersebut berarti semua Perusahaan yang berada di Kabupaten Karanganyar dianggap sudah mampu membayar gaji karyawan sesuai UMK yakni Rp 846.000 “Jika ada perusahaan yang bandel, teknisnya akan kita berikan peringatan hingga tiga kali, sesudah itu kita panggil dan kita berikan sanksi lanjutan. Mengenai bentuknya ini baru dibahas,” tambahnya.
Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi UMK 2012 yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo kepada 426 Perusahaan di Karanganyar Minggu (27/9). “Bagi yang berhalangan pun sudah kita beritahukan melalui surat edaran. Jadi tidak mungkin ada yang kelewatan,” ungkap Sumarno.
Sebelumnya, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSPKEP) Karanganyar, Eko Supriyanto meminta agar nilai UMK sebanding dengan KHL. “Kalau begini caranya, terus UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tersebut untuk apa, kalau terus dilanggar,” jelas dia.

Read More

300-an Koperasi di Karanganyar mati suri

Hampir 30% atau sedikitnya 300 unit koperasi di Kabupaten Karanganyar diketahui mati suri.

Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Karanganyar Titis S Jawoto ketika dijumpai menyebutkan dari 1.030 unit koperasi yang terdaftar, hampir 30 persen atau sekitar 300 unit mati suri.

Sebab, selama bertahun-tahun tidak ada perkembangan sama sekali.  mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk menangani kasus mati surinya koperasi itu.

Selama ini petugas sedikit kesulitan karena alamat koperasi yang bersangkutan saat disurvei hanya menyisakan papan nama. Sedangkan, para pengurusnya sama sekali tidak dapat diketahui keberadaannya.

“Kami mendata, sekitar 300 koperasi memang tidak sehat. Bahkan, kami sudah tidak bisa membina lagi,” jelasnya.

Read More

Ngringo terima bantuan

Warga Gunungsari RW XXIV Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar menerima bantuan seperangkat alat kesehatan untuk menumbuhkan, memberdayakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan.

Bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan itu alat rekam jantung, alat cek gula darah, asam urat, pengukur tensi darah, kolestrol dan lain sebagainya.

Ketua RW XXIV Tuhana mengatakan membentuk kelompok masyarakat melalui forum Pos Pembinaan terpadu (Posbindu).

Mereka bertugas untuk mengelola dan mengurus kegiatan pelayanan pencegahan penyakit khususnya pembuluh darah dan jantung. Tujuan kegiatan Posbindu adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesehatan yang berkaitan dengan pembuluh darah dan jantung melalui pemberdayaan masyarakat.

Read More

Musim Hujan, Petani Durian Untung Besar

Kendati intensitas hujan semakin meninggi, namun justru membuat petani durian di Kecamatan Jumantono Karanganyar untung besar. Pasalnya musim penghujan yang datang terlambat di tahun 2011 membuat bunga buah durian berkembang dengan pesat tanpa dirusak oleh curah hujan.
Akibatnya panen buah durian kali ini terbilang berlimpah. Dengan kualitas bagus harga jual per buahnya bisa mencapai Rp 60.000 sementara standar harga durian berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 40.000.
Salah satu penjual durian di Dukuh Tugu Desa Genengan Kecamatan Jumantono, Rahino (43) mengaku dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dalam setiap musim durian. Selain sudah mendapatkan pelanggan dirinya pun mengaku tidak terpengaruh dengan datangnya musim penghujan. “Sama saja mas, kalau hujan biasanya pembeli langsung mampir ke rumah dan bisa langsung memetik di kebun,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Senin (28/11).
Hal senada juga dikatakan oleh Larmi Sugeng (35) semenjak datangnya musim penghujan ini, dirinya mengaku di warung duriannya yang berada di jalan Desa Genengan tersebut tak pernah sepi dari pembeli. Setiap harinya dia mampu menjual buah durian sekitar dua puluhan buah. “Kalau hujan deras, memang sepi. Tapi setelahnya pasti ada saja yang datang dan mencari durian,” jelasnya saat ditemui di warungnya, Senin (28/11).
Sementara itu, salah satu pembeli Andreas Sunanto (65) mengatakan durian lokal Karanganyar mempunyai ciri khas tersendiri. Selain rasanya yang manis dan legit, daging durian lokal Karanganyar menurutnya lebih tebal dibandingkan dari daerah lain.

Read More

Pasar tradisional di Karanganyar akan dipercantik

Pasar-pasar tradisional di Karanganyar siap dipercantik tahun 2012 mendatang.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berencana melakukan revitalisasi serta renovasi pasar tradisional.

PASAR TEGAL GEDE–Penjual daging di Pasar Tegalgede, Karanganyar tengah melayani pembeli.

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Karanganyar  Sundoro kepada Espos, Minggu (27/11/2011) mengatakan telah menyusun rencana revitalisasi maupun renovasi sejumlah pasar tradisional.

Sesuai rencana, dia mengatakan revitalisasi dan renovasi tersebut akan diajukan pada anggaran 2012 mendatang. “Kami sedang susun rencana tahun depan ada sejumlah pasar yang akan di renovasi. Bahkan ada yang akan direvitalisasi,” ujar Sundoro.

Menurutnya, saat ini sangat diperlukan penataan pasar yang baik, terutama pasar tradisional di lingkungan perkotaan, seperti Pasar Palur, Tegalgede serta Pasar Karangpandan.

Hal ini, menurutnya, mengingat semakin menjamurnya keberadaan pasar modern dengan menawarkan kebersihan dan kenyamanan kepada pembeli.  “Kalau pasar tradisional tidak segera ditata nanti bakal kalah dengan pasar modern. Jadi perlu penataan menyeluruh di pasar-pasar tradisional,” tuturnya.

Sundoro mencontohkan pasar tradisional yang mendesak untuk dilakukan revitalisasi seperti halnya Pasar Karangpandan. Hal ini lantaran keberadaan Pasar Karangpandan sering menjadi jujukan para wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar.

Sementara untuk renovasi atau perbaikan pasar akan dilakukan pada Pasar Palur serta Pasar Tegalgede. Kedua pasar tersebut dinilai perlu dilakukan perbaikan lantaran berada di lingkungan perkotaan yang tidak jauh dari keberadaan pasar modern.

Ditanya mengenai berapa anggaran yang bakal dibutuhkan, Sundoro mengaku masih dalam perhitungan. “Ini masih wacana. Kami baru rencana akan diajukan dalam APBD tahun 2012 nanti. Syukur-syukur Dewan menyetujui,” harapnya.

Read More

Peserta Diklat DIY adakan observasi di Karanganyar

Sebanyak 40 peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) bendahara keuangan daerah Pemprov DIY mengadakan observasi lapangan (OL) di Kabupaten Karanganyar, Senin (28/11/2011).

Rombongan dari Badan Diklat DIY dipimpin Kepala Bidang Diklat Teknis Fungsional, Herwanto Hartono dan diterima Asisten Administrasi Sudjadi di dampingi kepala Badan Kepegawaian Daera (BKD) Suwarno.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar, Rina Iriani yang dibacakan Sudjadi mengatakan Pemkab Karanganyar membuat ide inovatif yang efisien, efektif terus menerus.

Karanganyar juga memiliki program unggulan berupa pelayanan masyarakat seperti Layanan Masyarakat untuk Sertifikat Tanah (Larasita), Layanan untuk pembuatan KTP, KK, Akta kelahiran dengan proses lima menit jadi (Ratna), Layanan Air Bersih (Parsih), Layanan Pajak Bumi dan Bangunan (Paryati).

Herwanto Hartono mengatakan tujuan kunjungan ke Karanganyar adalah untuk memperluas pengetahuan peserta Diklat keuangan daerah dan mengetahui kompetensi peserta yang efektif dan efisien.

Read More

Karanganyar Harus Segera Operasi Bibir Sumbing

Gubernur Jawa Tengah, Rutriningsih berharap Kabupaten Karanganyar mempercepat program bebas bibir sumbing yang ditargetkan rampung pada tahun 2013 depan.

“Kalau masih ada bibir sumbing, berarti masih ada kasus gizi buruk di Karanganyar, hal ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya seusai memantau pelaksanaan operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis yang diadakan di Rumah Sakit Umum Daerah di Karanganyar, Sabtu kemarin (26/11). Menurutnya, percepatan kasus bibir sumbing tersebut harus dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan diri seseorang. Ia mengatakan kelainan bibir sumbing dan langit-langit terjadi karena beberapa faktor yakni adanya faktor gizi buruk, kekurangan mineral) dan pernikahan sedarah atau incest. “Tapi yang paling dominan yakni karena asupan gizi saat di dalam kandungan masih kurang,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja,dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sumarno menambahkan total di Kabupaten Karanganyar ada sekitar 66 penderita kelainan bibir sumbing dan langit-langit yang tersebar di 17 Kecamatan. “Hingga Minggu (27/11) kita targetkan mengoperasi 28 pasien, lima untuk operasi langit-langit dan 23 lainnya operasi bibir sumbing,” .

Dirinya menegaskan, sesuai program kerja Pemkab Karanganyar tahun 2013 nanti tidak ada lagi warga di Karanganyar yang menderita bibir sumbing. Hal ini tentunya membutuhkan kerja keras karena mereka harus mulai mengajari masyarakat mengenai asupan gizi.

Pelaksaan operasi tersebut terjalin atas kerja sama dari berbagai pihak yakni antar Pemkab Karanganyar, RSUD Karanganyar serta Yayasan Permata Sari dari Semarang.

Read More

Pendaki diminta siapkan fisik & peralatan

Jalur pendakian Gunung Lawu melalui pos Cemoro Kandang, Tawangmangu mulai dipadati pendaki yang akan melakukan pendakian menjelang 1 Syura, Minggu (27/11/2011).

Puncak pendakian diperkirakan pada Sabtu (26/11/2011) ini.

Camat Tawangmangu Yopi Eka Jatiwibowo ketika dihubungi, Jumat (25/11/2011), mengatakan telah berkoordinasi bersama dengan Polres Karanganyar serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengamankan pendakian pada satu Syura. Tidak hanya relawan, tenaga medis dan unsur TNI Polri juga terlibat.

Puskesmas Tawangmangu juga stand by dengan menyiapkan ambulans,” ujarnya.

Read More

Tren Tolak Imunisasi Meningkat

Tren penolakan masyarakat terhadap imunisasi kian meningkat dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini, penolakan telah membuat target program imunisasi polio dan campak Kabupaten Karanganyar tak tercapai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo menyatakan realisasi capaian imunisasi di Karanganyar hanya mencapai sekitar 90 persen, dengan rincian imunisasi polio 98, 5 persen dan campak 98, 3 persen. “Totalnya ada 123. 704 balita yang menjadi sasaran imunisasi, dan belum semuanya diimunisasi,” ujarnya.

Kendala belum terselesaikan program imunisasi untuk polio dan campak, menurut dia karena masih adanya sikap penolakan yang ditunjukkan orangtua balita atau anak yang menjadi sasaran imunisasi. “Kita sudah lakukan pendekatan dengan berbagai cara, namun tampaknya masih banyak orangtua yang menolak,” jelas dia.

Alasan penolakan, sambung Cucuk tidak diketahui alasan detailnya. Hanya saja pada tahun sebelumnya, kasus penolakan juga terjadi dengan alasan tak sejalan dengan keyakinan yang mengharamkan masuknya zat imunisasi.

Tren penolakan melakukan imunisasi tersebut, lanjutnya semakin meningkat seiring dengan berlalunya era reformasi, yakni mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tetapi alasan penolakan di tahun 2011 inilah yang terkesan mengada-ada. Fenomena penolakan pemberian imunisasi, kata Cucuk tidak hanya terjadi di Karanganyar tetapi menyeluruh juga terjadi di berbagai kabupaten lainnya.

Lebih lanjut, guna menggenjot angka imunisasi tersebut, pihaknya telah melakukan beberapa upaya yakni dengan sistem sweeping mendatangi rumah warga yang enggan dilakukan imunisasi. “Kadang saat petugas datang, tuan rumah enggan membukakan pintunya, banyak juga yang bilang bayinya sehat jadi tidak perlu imunisasi,” jelasnya.

Read More

Gedung KJKS BMT Dinar Barokah diresmikan

Gedung Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT Dinar Barokah, Kecamatan Jumapolo, diresmikan, Sabtu (19/11/2011). Sebelumnya, kantor tersebut hanya berlantai satu. Sedangkan saat ini sudah dibangun hingga lantai tiga.

Petugas akunting KJKS BMT Dinar Barokah Jumapolo, Listianto, mengatakan gedung itu dibangun dengan dana sekitar Rp 1 miliar. Karena ruangan lebih luas, kata dia, maka kini karyawan juga ditambah, dari enam menjadi 13.

Sejak berdiri pada Januari 1997 hingga sekarang, ada sekitar Rp 12 miliar aset yang dimiliki oleh BMT.

“Sedangkan omzet rata-rata per bulan mencapai Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar. Diharapkan dengan adanya gedung baru ini, pelayanan bisa lebih baik dan anggota bisa bertambah lagi,” ungkap Listianto saat menghubungi Espos, Selasa (22/11/2011).

Read More