Category: Berita

Stok langka, harga cabai merah capai Rp 30.000/kg

Harga jual cabai merah di tingkat pasaran di Kabupaten Karanganyar kian “pedas” mencapai Rp 30.000 atau naik hampir Rp 10.000 per kilogramnya. Kenaikan dipicu lantaran terjadi kelangkaan stok cabai merah di pasaran.

Pedagang cabai di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar yang ditemui, Kamis (8/12/2011) mengatakan kenaikan harga cabai terjadi sejak tiga hari terakhir. Semula harga cabai merah keriting dijual dengan harga Rp 20.000 naik menjadi Rp 27.000 per kilogram. Begitu juga dengan cabai merah besar yang pekan sebelumnya dijual dengan harga Rp 20.500 menjadi Rp 30.000 per kg. Sedangkan cabai rawit merah yang pekan lalu dijual dengan harga Rp 20.000 naik tipis menjadi Rp 25.000 per kilogramnya. Kemudian cabai rawit hijau maupun cabai hijau tidak mengalami kenaikan, yakni cabai rawit hijau Rp 8.000-Rp 10.000 per kg dan cabai hijau besar Rp 7.000 per kg.

“Kenaikan terjadi sekitar tiga hari lalu,” ujar pedagang cabai di Pasar Jungke, Sutarni, 48. Naiknya harga cabai merah ini, kata dia, disebabkan kelangkaan cabai merah di berbagai daerah penghasil seperti Tawangmangu, Magelang dan juga Pamekasan, Jawa Timur. Menurutnya, tidak sedikit petani yang gagal panen lantaran banyaknya cabai merah yang diserang hama sejak musim penghujan ini. Dia memprediksi kenaikan harga cabai akan terus berlangsung karena hujan masih melanda daerah itu. “Hingga saat ini belum ada cabai impor yang masuk. Biasanya masuk, kalau cabai lokal kosong,” imbuhnya.

Senada diungkapkan pedagang lain, Sayem, 50. Dia menuturkan kenaikan harga cabai terjadi setiap hari rata-rata berkisar Rp 1.000-Rp 3.000 per kilogram. Dia mengaku kesulitan mencari cabai merah yang menyebabkan harga cabai terus merangkak naik. Kenaikan harga cabai ini bahkan dikeluhkan masyarakat yang berbelanja.

“Tentunya menyulitkan kami. Wong masih banyak yang beli cabai Rp 500 thok. Sampai saya bilang sekarang tidak boleh Rp 500, minimal Rp 1.000. Itu pun hanya dapat tiga-empat cabai,” tuturnya.

Selain harga cabai yang melejit, dia menambahkan komoditas sayuran lain yang juga mengalami kenaikan adalah tomat. Tomat biasanya Rp 10.000 per kg, kini naik Rp 2.000 menjadi Rp 12.000 per kg. Sedangkan bawang putih maupun bawang merah relatif stabil, yakni bawang putih Rp 9.000 per kg dan bawang merah Rp 9.000 per kg.

isw

Read More

Ratusan warga Kemuning berebut bibit pohon

Warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, membawa puluhan bibit pohon yang disediakan oleh Pemkab Karanganyar di Lapangan Desa Kemuning, Rabu (7/12/2011) pagi. Pembagian bibit pohon tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Penanaman Pohon.

Ratusan warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, berebut bibit pohon yang dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar di Lapangan Kemuning, Rabu (7/12/2011).

Bibit-bibit pohon tersebut oleh sebagian warga akan ditanam di pekarangan rumah dan tegalan. Salah satu warga Dusun Jlono, Desa Kemuning, Toyong, 51, mengaku selama ini kekurangan bibit pohon untuk ditanam di pekarangan rumahnya.

“Di tegalan juga masih banyak lahan yang kosong. Rencananya sana akan saya tanami bibit pohon mahoni dan jati,” ujar Toyong saat ditemui di Lapangan Desa Kemuning sembari membawa puluhan bibit pohon.

Pembagian bibit pohon itu digelar dalam rangka Hari Menanam Pohon Nasional. Pemkab Karanganyar menerima ribuan bibit pohon aneka jenis dari seorang pengusaha yang tidak mau disebut namanya.  Kepala KPH Surakarta, Iwan Setiawan Wisnutomo mengatakan penanaman pohon tersebut bukan sekadar untuk melestarikan hutan lindung namun juga untuk mencegah terjadinya longsor.

“Menurut peraturan, setidaknya 30 persen dari kawasan hutan lindung itu ditanami. Tapi di Karanganyar ini baru 19 persen, sehingga masih banyak lahan yang harus digarap,” ungkap Iwan. Dengan memberikan bibit pohon itu kepada masyarakat, setidaknya bisa meminimalisasi masyarakat untuk menebangi pohon di hutan lindung.

Read More

Asyik, Pemkab bagi-bagi ayam betina gratis

Ratusan warga Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro, berebut ayam kampung betina yang dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar di Balaidesa Jatiroyo, Rabu (7/12/2011).

Dalam kesempatan itu, ada sekitar 400-500 ayam yang dibagikan ke sejumlah warga yang mayoritas perempuan. Mereka saling mendahului untuk bisa mendapatkan ayam tersebut menggunakan kartu kupon. Pemkab membagikan ayam tersebut untuk menggalakkan peningkatan konsumsi daging.

Salah satu warga desa setempat, Mariyani, 40, mengaku jarang makan daging ayam lantaran beberapa ayam yang dipeliharanya banyak yang mati mendadak. Ia pun tidak mengonsumsi daging ayam lantaran takut bila penyakit yang diderita ayamnya, menular ke manusia. “Entah karena flu burung atau tidak saya tidak tahu. Tapi tiba-tiba saja ayam saya banyak yang mati mendadak,” ujar Mariyani saat ditemui, saat pembagian ayam di Balaidesa Jatiroyo, Rabu siang. Bantuan ayam yang ia dapatkan itu rencananya akan dipelihara.

Data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar menyebutkan tingkat konsumsi daging penduduk Karanganyar berkisar empat gram per kapita/tahun. Sedangkan untuk taraf nasional tingkat konsumsinya mencapai enam gram per kapita/tahun. “Untuk mencapai tingkat nasional itu, Pemkab memberikan bantuan kepada warga berupa ayam betina yang masih hidup agar dipelihara dan berkembang biak,” ujar Kepala Disnakkan Karanganyar, Mohammad Hatta seusai pembagian ayam.

Secara simbolis, pembagian ayam tersebut diberikan oleh Wakil Bupati Karanganyar, Paryono. Dalam kesempatan itu, Paryono berpesan agar ayam yang dibagikan secara cuma-cuma ke warga itu dimanfaatkan dengan baik sehingga gizi masyarakat akan kebutuhan daging bisa tercukupi. “Silakan ayamnya disembelih dan dikonsumsi, tapi jangan sekarang. Tunggu hingga ayamnya sudah beranak dan berkembang banyak,” ujarnya.

(fas)

Read More

70% Pelanggaran lalu lintas didominasi usia remaja

Hampir 70% pelanggaran tertib lalu lintas didominasi usia remaja, terutama pelajar. Kesadaran akan tingkat tertib lalu lintas dinilai masih sangat rendah.

Demikian disampaikan Kasatlantas Polres Karanganyar AKP A Aidil Fitri Syah mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo di sela-sela pembagian leaflet Sadar Lalu Lintas di perempatan Pegadaian Karangan serta Papahan, Rabu (7/12/2011).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Operasi Zebra yang sudah dimulai sejak tanggal 28 November- 11 Desember mendatang. Kasatlantas mengatakan terus melakukan sosialisasi tertib lalu lintas kepada pengguna jalan dengan sasaran menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Selama operasi Zebra tercatat ada 552 pelanggaran lalu lintas. Sekitar 70% pelanggaran didominasi usia pelajar,” ujar Kasatlantas.

Kasatlantas mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tertib lalu lintas dan mematuhi aturan yang berlaku. Terutama, dia menambahkan tidak melanggar traffic light yang berpotensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Mengingat beberapa penyebab kecelakaan di antaranya ketidak disiplinan pengguna jalan, emosional dan tidak sabar, daya konsentrasi kurang, lelah atau ngantuk serta pengaruh obat maupun minuman keras (Miras).

Read More

Pabrik penggilingan kulit mete ludes terbakar

Pabrik penggilingan kulit mete di Dukuh Kedung Gong, Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar ludes terbakar, Selasa (6/12/2011) pagi. Akibat peristiwa tersebut kerugian ditaksir mencapai hingga Rp 20 juta.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan kebakaran bermula sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu pemilik pabrik, Giyarto bersama keluarga tengah berada di dalam rumah yang menjadi satu kompleks bersama pabrik tersebut.

Tiba-tiba muncul kepulan asap tebal  yang membumbung tinggi dari bagian belakang tempat penggilingan kulit mete sebagai bahan baku ampas rem kendaraan. Mengetahui ada kepulan asap, Giyarto dibantu bersama dengan tetangga mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Sementara warga melaporkan kejadian ke Polsek dan ditindak lanjuti ke Pemadam Kebakaran. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Solo dan Karanganyar langsung tiba dilokasi.

Petugas pemadam kebakaran bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar melokalisasi titik api. Tidak butuh waktu lama api bisa dipadamkan. Hingga berita ini diturunkan aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran.

Read More

Pilkada 2013, Pemkab Minta Dana dari Pusat

Guna antisipasi kekurangan dana dari Pemerintah Pusat untuk Pilkada 2013 mendatang, Pemkab Karanganyar mengajukan alokasi dana cadangan sebesar Rp 12, 1 Miliar kepada legislatif.
Dana cadangan tersebut dimasukkan dalam Draf Rancangan Anggaran Belanja Daerah (APBD) 2012 yang dibacakan langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar, Paryono di Gedung DPRD Karanganyar, Senin kemarin (5/12). Dalam pembacaan Nota Keuangan Rancangan APBD 2012 tersebut, Paryono menjelaskan pos pendapatan asli daerah Karanganyar pada tahun 2012 ditaksir mencapai Rp 1,126 Triliun, sementara untuk belanja daerah mencapai Rp 1,151 Triliun sehingga menjadi defisit Rp 25,637 Miliar.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo menegaskan kendati telah mengajukan dana cadangan sebesar Rp 12 M untuk Pilkada 2013, kalangan dewan tidak langsung setuju terhadap gagasan tersebut.  “Sabar dulu, nanti akan kita kaji. Mana yang lebih penting,” ujar dia.
Terpisah, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Karanganyar Kustawa Esye menjelaskan hingga detik ini pihaknya memang belum memberikan gambaran umum Pilkada 2013 kepada pihak eksekutif. Namun dirinya pun berjanji dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memberikan gambaran umum yang mendetail kepada dewan sehingga bisa mencermati paparan tersebut.
Kustawa pun memberikan respon positif mengenai pengajuan dana cadangan Pilkada oleh Pemkab dalam Rencana APBD 2012. Pasalnya menurutnya Pilkada dalam dua putaran saja menghabiskan dana hingga Rp 17 Miliar lebih.

Read More

Pilkada 2013, Pemkab Minta Dana dari Pusat

Guna antisipasi kekurangan dana dari Pemerintah Pusat untuk Pilkada 2013 mendatang, Pemkab Karanganyar mengajukan alokasi dana cadangan sebesar Rp 12, 1 Miliar kepada legislatif.

Dana cadangan tersebut dimasukkan dalam Draf Rancangan Anggaran Belanja Daerah (APBD) 2012 yang dibacakan langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar, Paryono di Gedung DPRD Karanganyar, Senin kemarin (5/12). Dalam pembacaan Nota Keuangan Rancangan APBD 2012 tersebut, Paryono menjelaskan pos pendapatan asli daerah Karanganyar pada tahun 2012 ditaksir mencapai Rp 1,126 Triliun, sementara untuk belanja daerah mencapai Rp 1,151 Triliun sehingga menjadi defisit Rp 25,637 Miliar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo menegaskan kendati telah mengajukan dana cadangan sebesar Rp 12 M untuk Pilkada 2013, kalangan dewan tidak langsung setuju terhadap gagasan tersebut.  “Sabar dulu, nanti akan kita kaji. Mana yang lebih penting,” ujar dia.

Terpisah, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Karanganyar Kustawa Esye menjelaskan hingga detik ini pihaknya memang belum memberikan gambaran umum Pilkada 2013 kepada pihak eksekutif. Namun dirinya pun berjanji dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memberikan gambaran umum yang mendetail kepada dewan sehingga bisa mencermati paparan tersebut.

Kustawa pun memberikan respon positif mengenai pengajuan dana cadangan Pilkada oleh Pemkab dalam Rencana APBD 2012. Pasalnya menurutnya Pilkada dalam dua putaran saja menghabiskan dana hingga Rp 17 Miliar lebih.

Read More

Pemkab diminta beri keringanan pembayaran PBB warga miskin

Kalangan DPRD Karanganyar meminta kepada Pemkab Karanganyar agar warga miskin yang hanya memiliki beberapa bidang tanah, diberikan keringanan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pasalnya bila pembayaran PBB bagi warga miskin disamakan dengan yang lain, maka akan membebani.  DPRD juga mengusulkan supaya diadakan pendataan luasan tanah yang dimiliki warga miskin, sehingga penghitungannya akurat.

Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan lantaran Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dari PBB pun pendataannya tidak akurat, maka masyarakat pun juga berat dan enggan untuk membayarnya.  Apalagi bila kenaikannya tiba-tiba dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya, nilai Juliyatmono, tentu akan sangat membebani masyarakat.

“Dalam kebijakan yang menyangkut warga miskin, setiap pasal dalam Perda tetap ada keringanan. Pembebasan dan penghapusan pun diakomodir di dalam pasal,” ujar Juliyatmono saat ditemui, akhir pekan kemarin.

Masyarakat yang hanya memiliki jumlah bidang tanah dengan batasan tertentu, bisa diakomodasi dan diberikan keringanan atau pembebasan. Menurutnya, tanah yang dimiliki oleh warga miskin itu berkisar antara 50-60 meter persegi.

Data warga miskin itu, lanjutnya, tidak mengacu pada data warga miskin yang dimiliki oleh dinas, misalnya data rumah tangga sasaran (RTS) yang menerima beras miskin (Raskin), maupun data warga yang memiliki rumah tak layak huni (RTLH). Tanah milik warga miskin itu nantinya akan diklasifikasi sesuai dengan luasan tanahnya.

Hal senada juga diutarakan Wakil Ketua DPRD yang lain, Rohadi Widodo. Ia mengatakan bahwa pemkab perlu memberikan sosialisasi keringanan bagi warga miskin terkait dengan pembayaran PBB.

Soal penghitungannya langsung dikelola oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) atau instansi terkait lainnya untuk memberikan keringanan tersebut.

Read More

Penginapan Tawangmangu banjir pesanan

Beberapa vila mewah berdiri di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Penginapan di kawasan wisata Tawangmangu banjir pesanan menjelang perayaan Tahun Baru 2012. Bahkan, beberapa penginapan sampai menolak permintaan pemesanan pada 30 Desember-2 Januari mendatang.

Pemilik penginapan Wahyu Sari, Karwadi, dijumpai, Jumat (2/12/2011), menaikkan tarif penginapan hingga dua kali lipat mulai 30 Desember 2011 sampai 2 Januari 2012. Kenaikan tarif disesuaikan dengan tingginya tingkat okupansi menjelang hingga Tahun Baru.

”Sekarang sudah ada yang mulai pesan. Tapi belum banyak. Biasanya mulai tanggal 5 inilah pesanan kamar semakin meningkat,” ujarnya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Karwadi yang memiliki dua hotel ini menuturkan Tawangmangu selalu menjadi jujukan para wisatawan baik warga Soloraya maupun luar yang ingin merayakan malam pergantian tahun di kaki Gunung Lawu.

Bahkan hampir seluruh hunian penginapan di Tawangmangu penuh. Para wisatawan ini akan menikmati malam pergantian tahun dengan menggelar berbagai acara seperti pesta kembang api.

”Jalan-jalan di Tawangmangu pasti penuh. Biasanya ada pesta kembang api,” tuturnya.

Read More

Hujan Lebat, 1 Rumah Ambruk Rata dengan Tanah

Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Karanganyar sehari penuh, Sabtu kemarin (3/12) membuat rumah milik seorang janda tua, Ny Sukini (55) di Dukuh Gadon Rejo RT 2 RW XV Desa Gebyok Kecamatan Mojogedang, Karanganyar ambruk rata dengan tanah.
Rumah semi permanen yang terbuat dari anyaman bambu berukuran 10 kali sembilan meter tersebut diduga roboh pada pukul 17.30 WIB karena tidak kuat menahan lebatnya hujan yang terus mengguyur Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Kerugian akibat robohnya rumah tersebut ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Salah seorang saksi sekaligus tetangga korban, Supar (43) mengungkapkan bahwa hujan lebat tersebut telah turun sejak pagi. “Persisnya saya tidak paham detailnya, pas melihat keluar rumah ternyata rumah Sutini sudah rata dengan tanah,” ungkapnya  di lokasi kejadian, Minggu (4/12).
Dirinya menambahkan saat hujan lebat yang melanda hampir di seluruh Karesidenan Surakarta tersebut, warga lebih memilih tinggal diam di rumah masing – masing karena tidak bisa melanjutkan aktivitas. “Saya rasa, tidak ada yang melihat langsung kejadian ambruknya rumah itu selain empunya rumah,” tandas dia.
Dalam rumah tersebut selain dihuni oleh Ny Sukini juga dihuni oleh ibu kandungnya, Sukiyem (70) serta neneknya Mariyem (95) yang sempat tertimpa kayu atap yang runtuh.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Aji Pratama Heru Kristianto membenarkan kejadian tersebut. Dibantu dengan warga, akhirnya relawan berhasil mengevakuai korban ke tempat yang aman. “Meski rata dengan tanah, tapi semua korban selamat,” kata dia.
Mengenai total kerugian, dirinya menambahkan mencapai sekitar belasan juta rupiah dari taksiran kerusakan seluruh isi bangunan rumah dan perangkat rumah tangga yang turut hancur dalam insiden tersebut.
Dirinya mengimbau kepada warga di Kabupaten Karanganyar untuk senantiasa mewaspadai hujan lebat yang dapat menyebabkan bencana. “Kalau ada gejala atau kejadian bencana, masyarakat bisa melaporkan ke saluran hotline 0271 495997, 0271 3120005 dan 085229614151. 24 jam selalu siaga,” imbuh dia.

Read More