Category: Berita

Raskin Ke-13 Siap Digelontorkan

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyatakan telah menyiapkan 905.235 kilogram beras untuk rakyat miskin (Raskin) untuk 60.349 KK. Raskin ke-13 tersebut rencananya akan disalurkan pada Rabu-Sabtu (21-24/12) kepada seluruh Rumah Tangga Sasaran (RTS).
Kepala Bagian Perekonomian, Setda Karanganyar, Ambang Wibowo menegaskan, Raskin tersebut mengacu pada Surat Gubernur Jawa Tengah No 511/22174 tangal 14 Desember 2011. Selain menggunakan dasar surat itu, pihaknya juga berpedoman kepada pelaksanaan program Raskin Provinsi Jawa Tengah. Di mana setiap RTS yang tersebar di 17 Kecamatan tersebut akan mendapatkan alokasi Raskin sebanyak 15 kilogram dengan harga Rp 1.600 per kilogram.
“Sebagai persiapan pembagian dan antisipasi penanganan kita telah melakukan sosialisasi kepada Satgas Raskin di seluruh kecamatan,” ucapnya.
Ambang menambahkan Raskin tersebut merupakan tambahan alokasi Raskin dalam satu tahun. Raskin ini ditujukan guna membantu RTS guna menjelang tutup tahun.
“Raskin reguler tersebut disalurkan kepada tiap Kepala Keluarga (KK) dengan berat 15 kilogram per RTS. Namun, pada bulan puasa dan menjelang Lebaran, Pemkab  menyalurkan Raskin dua kali dalam satu bulan, dengan cara memajukan Raskin alokasi Desember mendekati Lebaran, “ jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan jika Raskin ke – 13 tersebut awalnya sedikit terganjal karena belum ada izin atau persetujuan dari Gubernur Jawa Tengah hingga awal Desember lalu. “Setelah ada surat Gubernur ini, makanya Raskin akan kita bagikan mulai Rabu besok,” tuturnya.

Read More

Januari Puncak Musim Durian

Kendati kerap ditemui, namun puncak musim panen durian di Karanganyar diprediksi akan terjadi pada Januari mendatang. Pasalnya masih banyak pohon durian yang belum berbuah selama ini.
Siti Maesyaroh, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbuthut) Karanganyar, menjelaskan, dari 17 kecamatan yang ada di Karanganyar sekitar enam kecamatan merupakan sentra produksi durian dari berbagai varietas mulai durian Petruk, Sunan hingga durian Montong. Keenam daerah tersebut, Kecamatan Jumantono, Jumapolo, Mojogedang, Jatiyoso, Karangpandan dan Matesih. “Meski keenam daerah tersebut merupakan area produksi durian, tetapi  fokus budi daya durian, lebih dipusatkan di Kecamatan Mojogedang. Untuk musim durian, masih bulan Januari,” kata Siti Maesyaroh kepada Joglosemar kemarin (19/12).
Diakui Siti, tak hanya duriannya saja diminati, tetapi juga pembibitannya. Bahkan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah juga ikut mengambil bibit durian dari salah satu petani di Kecamatan Matesih untuk dibuat menjadi induk buah durian sehingga bisa dikembangbiakkan.

Read More

Penetapan Raperda RTRW Dipastikan Molor

Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sedianya selesai sebelum tutup tahun 2011 dipastikan molor. Pasalnya, Panitia Khusus (pansus) DPRD Karanganyar belum dapat menemukan rumusan tepat guna penataan dan pengelolaan kawasan industri di Bumi Intanpari.

Wakil Ketua Pansus I DPRD Karanganyar, Leo Edi Kusumo mengatakan sebenarnya keberadaan Perda RTRW tersebut mempunyai keterkaitan dengan sejumlah faktor penting di masyarakat. Namun dirinya mengaku melakukan penataan kawasan industri sangat berkaitan dengan masalah kompleks. “Karena itu, hingga saat ini belum selesai diparipurnakan di tahun 2011,” ujarnya, kemarin (18/12).

Paling cepat, lanjut dia, pembahasan Raperda RTRW bakal diagendakan awal tahun 2012. Kompleksnya permasalahan, membuat Pansus harus memperimbangkan banyak hal dalam menyusun Raperda RTRW.

Dia juga menambahkan, nantinya produk Perda akan berlaku untuk jangka panjang, sekitar 20 tahun. Karena itu dibutuhkan kecermatan dalam penyusunannya. Jika salah, selain berimbas kepada masyarakat, dampak investasinya tentunya juga akan berimbas di tahun mendatang. “Kalau tidak tepat, selama 20 tahun ke depan siapa yang akan berinvestasi jika salah sasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo, menjelaskan untuk penetapan Raperda RTRW memang tidak diharuskan bisa terselesaikan di akhir tahun 2011. Sebab, sejauh ini Penetapan APBD 2012 masih jadi prioritas pembahasan. “Kita sadar, dibutuhkan kecermatan dalam membuat sebuah Perda, Makanya RTRW bisa dilanjutkan di tahun mendatang jika memang belum selesai,” imbuh dia.

Read More

Rp 2,5 M Dialokasikan untuk e-KTP

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengalokasikan Rp 2,5 miliar untuk program elektronik KTP di wilayah tersebut. Dengan dukungan dana ini diharapkan pelaksanaan e-KTP Karanganyar tak menemu kendala.
“Dengan alokasi APBD 2012 sebesar Rp 2,5 miliar, kita pengen semua nanti berjalan lancar,” ujar Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, Minggu (18/12). Hal ini diamini Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliatmono.
Juliatmono dengan gamblang meminta Pemkab untuk belajar dari pengalaman daerah lain dalam melakukan program e-KTP. Dengan demikian, diharapkan kesalahan atau kendala yang dialami di daerah lain tak terjadi ketika pelaksanaan di Karanganyar.
Dirinya mengaku optimistis pelaksanaan e-KTP di Karanganyar bakalan lancar. Pasalnya, semua persiapan sudah dilaksanakan. “Tinggal menunggu instruksi dan alat dari Pusat saja,” kata dia. Sikap optimis Juli, panggilan akrabnya, didukung dengan sudah dilaksanakannya program pembuatan KTP dengan model elektronik. “Karanganyar kan dalam pembuatan KTP-nya sudah model elektronis, jadi paling tidak sudah tidak gagaplah,” kata Juli.
Terpisah, Kepala Dispendukcapil, Sucahyo beberapa waktu lalu, kepada wartawan menerangkan persiapan untuk pelaksanaan program e-KTP di Karanganyar telah mencapai 90 persen.

Read More

Warga Pertanyakan Jalan Tembus

Sejumlah elemen masyarakat baik secara lembaga maupun organisasi meminta agar jalan tembus Karanganyar-Magetan sepanjang 9, 15 kilometer tersebut segera rampung dan bisa dilewati warga.
Salah seorang warga Tawangmangu, Suwarno (40) mengaku kendati jalan lama masih bisa dilalui tapi kondisi jalan berupa tikungan, tanjakan dan turunan tajam masih mendominasi sehingga sedikit menyulitkan warga dan rawan kecelakaan. “Yang di Magetan sudah jadi, kenapa Karanganyar belum jadi,” protes sopir angkutan wisata Tawangmangu – Magetan.
Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jatiwibowo mengungkapkan bahwa permintaan dan desakan dari warga tersebut telah disampaikan kepada Pemprov Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat secara sinergi sejak lama. Namun, belum juga ada jawaban.
Jauh sebelum anggota dewan mempertanyakan hal tersebut, pihaknya mengaku telah mengirimkan surat kepada Pemkab Karanganyar guna menanyakan perkembangan proyek jalan tembus yang sudah berlangsung sekitar lima tahun tersebut.
Menurutnya, sejumlah lembaga dan organisasi seperti Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tawangmangu, Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) dan berbagai elemen lainnya juga serupa menyuarakan hal yang sama.
Dengan selesainya proyek jalan tembus, Yopi berharap ekonomi warga sekitar dapat terdongkrak. Seiring meningkatnya wisatawan atau pengendara yang melintas. “Otomatis itu kan bisa meningkatkan perekonomian warga karena ada transaksi dagang,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Didik Joko Bakdono menjelaskan bahwa proyek jalan tembus tersebut masih menyisakan sekitar 2, 3 kilometer dan dua unit jembatan. Pihaknya menegaskan telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Jateng dan Kementerian Pekerjaan Umum terkait pelaksanaan proyek itu.
Menurut Didik, pengerjaan jalan terus berlanjut dan tidak berhenti seperti yang dipertanyakan sejumlah pihak. Bahkan di tahun 2012 mendatang, dirinya menambahkan sudah ada dana dari Pusat yang mengalokasikan sebesar Rp 15 Miliar guna merampungkan ruas jalan yang belum selesai.
Perlu diketahui, jika proyek jalan tembus  Tawangmangu – Magetan tersebut selesai

Read More

Dinas Pendidikan Adakan Workshop

Guna peningkatan pengetahuan dan wawasan para orangtua untuk anaknya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sub Gugus Tugas Penanganan Tindak Pidana Perdagangan (PTPPO) mengadakan workshop Pendidikan Kecakapan Orangtua di Hotel Taman Sari, Karanganyar, Selasa (13/12).

Kabid PAUD dan NAFI, Harjono menjelaskan sasaran kecakapan orangtua ditujukan bagi Pengurus Organisasi Wanita, Pemilik Sekolah Swasta, Pengelola Kelompok Belajar Mengajar dan lainnya. Diharapkan dengan adanya workshop tersebut mereka dapat memahami mengenai kesehatan anak, pencegahan kematian, pencegahan penelataran anak dan lain-lain. “Pada dasarnya kita ingin orangtua di Karanganyar lebih memperhatikan anaknya,” katanya kepada hadirin. Lebih lanjut, dirinya berharap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Karanganyar dapat mengembangkan model percontohan dan mengacu standar PAUD Nasional dan Internasional. “Jadi Karanganyar bisa menjadi percontohan PAUD di Indonesia,” imbuh dia.

Read More

Sambut ASEAN Para Games, Pedagang Pasar Jumat Diminta Libur

Pedagang Pasar Jumat siap-siap gigit jari akibat GOR Nyi Karang digunakan untuk pelaksanaan ASEAN Para Games (APG) VI/2011. Pasalnya di depan arena GOR yang biasanya digunakan ratusan pedagang Pasar Jumat tersebut akan ditutup dan disterilkan dari pedagang.

Panitia Pelaksana (Panpel) APG wilayah Karanganyar, Offi menegaskan khusus cabang olahraga Goal Ball ini dibutuhkan suasana lapangan yang tenang dan jauh dari kebisingan. Pasalnya dalam memainkan cabang olahraga para atlet tunanetra tersebut  membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. “Jadi besok, penonton tidak boleh mengeluarkan suara. Semakin sedikit penonton semakin baik,” ujarnya saat ditemui wartawan di sela-sela pengecekan lokasi pertandingan, Selasa (13/12).

Bahkan untuk menjaga suasana di luar Lapangan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat Kepolisian Polres Karanganyar untuk menutup Jalan Lawu di seputaran GOR selama kurun waktu dua jam. Perkiraan tersebut menurutnya sudah disesuaikan dengan masa waktu pertandingan Goal Ball selama 2 X 12 menit.

Dirinya pun meminta kepada penonton untuk memaklumi kondisi tersebut, karena atlet tunanetra yang akan bertanding baik membutuhkan konsentrasi yang tinggi guna melakukan permainan Goal Ball tersebut. “Karena matanya ditutup semua, jadi butuh konsentrasi tinggi,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani meminta kepada seluruh Pedagang Pasar Jumat untuk libur sementara waktu. Dan dalam sosialisasi sebelumnya sebenarnya diakui dia hanya pedagang yang di depan GOR saja yang diminta libur.“Tapi daripada nanti ada yang cemburu, maka kita liburkan saja semua,” kata dia.

Read More

Berlangsung Turun-temurun Guna Mencegah Pagebluk

Sejak Minggu sore (11/12), ratusan warga dari Dusun Kendal Desa Jatipuro Kecamatan Jatipuro rela berkumpul di Halaman Kepala Desa Jatipuro. Sembari membawa kue apem, para kepala keluarga tersebut berkerumun dan membentuk kalangan yang di tengahnya terdapat areal kosong untuk melempar kue apem tersebut.
Jumlah kue apem itu pun tidak boleh sembarangan, setiap kepala keluarga diharuskan membawa kue apem sejumlah 344, entah mau dipotong kecil – kecil atau utuh yang penting dalam satu wadah yang mereka bawa di dalamnya terdapat 344 apem.
Dengan dipimpin oleh seorang modin, ratusan warga tersebut melemparkan apem yang dibawanya satu per satu ke tengah-tengah tempat kosong tadi sembari mengucapkan wahyu kliyu… wahyu kliyu…. Hingga semua kue apem yang berada di wadah mereka tidak tersisa dan berpindah ke tengah-tengah warga.
Kurang dari sejam tempat kosong tersebut langsung berubah menjadi lautan apem dengan beraneka bentuk dan ragam. Setelah selesai, giliran apem itu ditutup dengan daun pisang didoakan dan dibagi kembali kepada warga secara merata.
Uniknya selain hanya boleh dilakukan oleh kaum pria. Prosesi percampuran antara budaya jawa dengan agama islam ini masih terus dilestarikan hingga kini. Asal Wahyu Kliyu sendiri sebenarnya berasal dari Ya Hayyum Ya Qoyyum yang berarti Yang Maha Hidup dan Yang Maha Memelihara. Mungkin karena susah orang-orang jaman dulu akhirnya terpeleset menjadi Wahyu Kliyu Wahyu Kliyu.
Mengenai jumlah apem sendiri, Kepala Desa Jatipuro, Rukini menjelaskan angka tersebut diperoleh secara turun-temurun yang menegaskan angka baik yang berurutan.
Dari ceritanya, perayaan Wahyu Kliyu yang digelar setiap tanggal 15 sura tersebut berawal dengan datangnya bencana pagebluk di Dusun Kendal. Selain paceklik yang berkepanjangan, banyak warga yang terkena penyakit dan akhirnya meninggal dunia. Kala itu, menurutnya tanah di antara Dusun Kendal Lor dan Kendal Kidul retak hingga menimbulkan lubang yang cukup dalam sehingga memisahkan kedua dusun.

Read More

Balai tanaman obat Tawangmangu akan kembangkan jamu antiobesitas

Gedung BPPTOOT di Tawangmangu, Karanganyar. Di lokasi ini para peneliti telah berhasil mengembangkan aneka obat berbasis jamu untuk masalah-masalah kesehatan serius. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BPPTOOT) Tawangmangu akan mengembangkan obat antiobesitas atau kegemukan dengan bahan tanaman jamu.

BPPTOOT juga akan mengembangkan obat tradisional untuk mengobati penyakit sendi, wasir, pelancar asi dan ramuan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Sebelumnya, BPPTOOT Tawangmangu sudah mengembangkan empat jenis ramuan jamu untuk mengatasi penyakit diabetes melitus, hipertensi, asam urat dan kolesterol. “Jamu-jamu yang diteliti di sini telah tersaintifikasi dan dibuktikan secara ilmiah bisa menyembuhkan penyakit tersebut,” ujar Kepala Balitbangkes Dr dr Trihono MSc, saat ditemui disela-sela Dialog Nasional Kemandirian Bahan Baku Jamu dan Obat, didampingi Kepala BPPTOOT, Indah Yuning Prapti, Jumat (9/12/2011).

Menurut Trihono, kelima ramuan jamu yang akan dikembangkan pada tahun depan itu sudah mendapatkan ijin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Apalagi, sejumlah dokter di Tanah Air juga sudah menggunakan obat-obatan tredisional seperti itu dalam pengobatan modern. Terlebih lagi saat ini Kemenkes sedang gencar-gencarnya mengampanyekan konsumsi jamu di kalangan masyarakat. “Diharapkan jamu ini bisa menjadi brand Indonesia di mata dunia medis internasional,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebetulnya sumber daya alam berupa tanaman obat di Indonesia jumlahnya cukup melimpah. Beberapa ramuan tradisional yang lain juga banyak yang masih bisa dikembangkan. Sayangnya dari berbagai tanaman obat yang ada itu, tidak semuanya bisa tersaintifikasi atau diteliti secara ilmiah. Perlu ada kajian lebih lanjut terkait dengan jenis tanaman, kandungannya hingga daerah perkembangbiakannya.

“Kalau jamu ini sudah menjadi bagian dalam sistem pengobatan di Indonesia, maka bisa menghemat anggaran di bidang kesehatan, terutama dalam hal ini adalah anggaran pemerintah untuk penyediaan obat penyakit,” ungkapnya. Ia menyontohkan, untuk mengobati penyakit hipertensi dengan obat modern, biasanya memakan Rp 300.000 setiap bulan. Tapi bila banyak dari masyarakat yang mengonsumsi jamu, maka biaya tersebut bisa ditekan, sehingga anggaran bisa efisien.

Sementara itu, Indah Yuning Prapti, menjelaskan bahwa di BPPTOOT Tawangmangu ada ribuan tanaman obat . Dalam pertemuan kerja sama antara China dengan negara-negara ASEAN beberapa waktu lalu, disepakati bahwa Indonesia bisa menjadi harapan dan garda terdepan dalam persaingan dunia kesehatan, berhadapan dengan China. “Indonesia harus percaya diri karena sumber daya hayati yang kita miliki ini masih berlimpah,” pungkas Indah.

Read More

Pengamanan Natal, Polres Karanganyar turunkan sniper

Polres Karanganyar menyiagakan penembak jitu alias sniper di sejumlah gereja di Karanganyar saat Hari Natal yang jatuh pada Minggu (25/12/2011).

Sebelumnya juga akan dilakukan penyisiran untuk sterilisasi gereja.  Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya akan menurunkan 529 anggota untuk pengamanan Natal dan tahun baru. Untuk Natal sendiri, para petugas itu akan disebar ke 136 gereja di Karanganyar.

“Kami tidak membedakan dan mengkotak-kotakkan gereja mana saja yang harus mendapatkan prioritas pengamanan secara ketat. Gereja besar atau kecil, sama-sama kita amankan sesuai dengan proporsinya,” ujar Nazirwan saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan olehraga di Mapolres Karanganyar, Jumat (9/12/2011) pagi.

Dalam pengamanan itu, Polres juga bekerjasama dengan Kodim 0727, Satpol PP Karanganyar dan beberapa elemen pemuda di berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar. Menurut Kapolres, pengamanan itu dilakukan pada sebelum, saat maupun sesudah Natal.

Read More