Category: Berita

Telkom Luncurkan RT/RW On Line

Guna memasyarakatkan internet ke seluruh lapisan masyarakat, PT Telkom Divre Jateng – DIY bekerja sama dengan Pemkab Karanganyar meluncurkan program RT/RW On Line di Ruang Podang, Gedung Sekretariat Daerah, Kamis (26/1)
Kepala PT Telkom Divre Jateng-DIY, Rosyidul Umam Aly mengatakan peluncuran program tersebut merupakan bagian dari program Corporate Sosial Responcibility yang dikenal dengan istilah CSR untuk memasyarakatkan teknologi informasi terutama untuk akses internet. “Program ini nantinya akan diupayakan menjadi sebuah proyek percontohan nasional,” ujarnya setelah melakukan penandatanganan dengan Bupati Karanganyar.
Dia menambahkan RT/RW On Line merupakan sebuah website yang bisa diwujudkan menjadi sebuah media sosial bagi masyarakat dan Pemkab terutama dalam program pembangunan, sehingga jarak antara pejabat dengan masyarakat bisa diperpendek. “Jadi nantinya setiap aktivitas pejabat akan termonitor dalam website dan masyarakat bisa mengaksesnya dengan terlebih dahulu mendaftar atau bergabung di media sosial seperti facebook,” jelasnya.
Ia mengatakan program tersebut masih membutuhkan pelatihan internet terutama untuk pengurus RT dan RW di Karanganyar. Karena ujung tombak website tersebut ada di tangan mereka. “Total komputer ada 15 yang kita sediakan di Gedung Setda. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh PNS dan masyarakat yang ingin belajar,” tegas dia.

Read More

Bupati Belum Umumkan Nama Sekda Baru

Kendati jabatan sekretaris daerah (Sekda) Karanganyar definitif sudah turun dan Gubernur sudah menetapkan siapa yang terpilih menjadi Sekda menggantikan posisi Kastono DS yang pensiun, namun Bupati Karanganyar belum mau angkat bicara.
“Iya, suratnya dari Gubernur sudah turun pekan lalu. Tapi maaf belum saya buka, jadi belum tahu siapa penggantinya,” ujar Rina Iriani Ratnaningsih, Bupati Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (21/1) kemarin. Rina menambahkan pelantikan Sekda tersebut rencananya akan dibarengkan dengan beberapa jabatan eselon III dan IV di Karanganyar yang kosong, yang kemungkinan akan digelar akhir bulan ini
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Suwarno mencatat ada sedikitnya 44 kursi jabatan struktural eselon III, IV dan V di Lingkungan Pemkab Karanganyar yang kosong sejak tiga bulan lalu. Kekosongan tersebut disebabkan karena adanya pegawai yang tengah memasuki usia pensiun dan mutasi jabatan. “Kekosongan itu normal karena kebanyakan telah pensiun dan selebihnya karena ada rutinitas mutasi jabatan,” ucap dia beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui jabatan Sekda Karanganyar ini kosong sejak ditinggalkan Kastono DS per 1 Agustus 2011 lalu dan kemudian digantikan oleh Plt Sekda yakni Sri Suranto yang kebetulan juga merangkap sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar.
Sebelumnya Pemkab Karanganyar tengah mengirimkan 10 nama pejabat yang memenuhi syarat untuk kemudian diajukan kepada Gubernur sebagai pengganti Sekda. Dari kesepuluh nama yang lolos ke tahap selanjutnya yakni Samsi (Sekretaris DPDR), Utomosidhi (Staf Ahli) dan Indrihastuti (Asisten I). Namun hingga saat ini belum diketahui siapa yang akan menduduki jabatan Sekda tersebut.

Read More

Produksi Padi Menurun

Cuaca yang buruk di tahun 2011, membuat produksi padi sepanjang tahun 2011 di Kabupaten Karanganyar menurun. Jika di tahun 2010 petani dapat memproduksi hingga 94.000 ton gabah kering, di tahun 2011 menurun drastis menjadi 74.000 ton.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbuthut), Siti Maesyaroh mengatakan penurunan produksi padi di tahun 2011 kemarin salah satunya karena cuaca buruk dan  serangan hama wereng di semester pertama. Namun untungnya produksi beras di tahun kedua sudah lumayan ketika cuaca mulai membaik pula. “Wajarlah mas, namanya juga terkena wereng. Tetapi di semester kedua untungnya sudah normal,” ujarnya.
Dari sekitar 22. 000 hektare luas lahan pertanian di Karanganyar total produksi padi petani mencapai sekitar 268.869, atau luas panenan mencapai sekitar 48.000 hektare, dan jika di rata-rata produksi petani mencapai 5,5 ton per hektare.
Kendati mengalami penurunan produksi, diungkapkan Siti para petani masih tertolong dengan harga pasaran gabah kering yang bisa mencapai Rp 4.000 per kilogram atau bisa lebih dari harga tersebut. Padahal biasanya harganya masih di bawah harga tersebut. Dengan kenaikan harga tersebut sejumlah petani bisa meraih keuntungan berlebih hingga Rp 30 juta per hektare.
Siti menambahkan jika kondisi anomali cuaca terus seperti sekarang ini, ia optimis produksi panen petani di tahun 2012 akan sangat bagus. Paling tidak tren surplus beras di Karanganyar sekitar 100.000 ton setiap tahunnya bisa terulang kembali. Pasalnya Karanganyar termasuk salah satu dari lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah.
Saat dikonfirmasi adanya banjir yang merendam sejumlah Kecamatan di Karanganyar, yakni di Kecamatan Kebakkramat dan Gondangrejo dirinya menegaskan banjir tersebut tidak menyebabkan padi para petani rusak. Pasalnya hanya merendam sekitar sehari semalam. “Kalau hanya terendam sehari padi tidak akan rusak. Kalau terendam tiga hari mungkin bisa puso,” imbuhnya.

Read More

Tertimpa Pohon, Rumah Winarto Rusak Parah

Rumah Winarto (54) warga RT 05 RW V, Dusun Kudur, Desa Kutho, Kecamatan Kerjo rusak parah akibat tertimpa sebuah pohon beringin yang berdiameter 85 sentimeter depan rumahnya, Kamis (19/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Pemilik rumah yang sedang asyik menonton pertandingan sepak bola di televisi saat kejadian terluka lumayan parah, bahkan sempat tersetrum saat mencoba mencari pertolongan karena memegang rangka baja atap yang teraliri listrik. Istri Korban, Sumarsih (30) mengatakan saat kejadian tumbangnya pohon beringin tersebut, tidak ada angin kencang maupun hujan.
Menurutnya pohon tersebut tumbang kemungkinan karena usia pohon yang sudah cukup tua sehingga akarnya tidak kuat menahan pohon yang berukuran besar. “Saat itu saya sudah tidur, karena kaget dan teriakan Bapak di depan rumah akhirnya saya bangun dan memanggil tetangga,” ungkap dia.
Setelah mendengar teriakan dari sang istri, tetangga akhirnya mulai berdatangan dan kemudian memberikan pertolongan dengan terlebih dahulu meminta kepada pihak PLN untuk memadamkan arus listrik yang mengaliri rumah korban sebelum menyingkirkan pohon tersebut. “Setelah aman, warga berduyun-duyun mengeluarkan bapak dari reruntuhan di dalam rumah,” tambah Sumarsih
Akibat dari robohnya pohon tersebut, sebuah mobil kijang, dua unit sepeda motor dan ruangan bagian depan rumah Winarto mengalami rusak berat.  Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Aji Pratama Heru Kristanto menambahkan kendati tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, total kerugian mencapai sekitar Rp 200 juta yang ditaksir dari rusaknya atap korban, sebuah mobil kijang dan rumah yang tertimpa pohon beringin itu.
Di lain tempat, sebuah insiden kebakaran terjadi di Rumah seorang nenek, Rukiyem (90) warga RT 05 RW II Dusun Wonosari, Desa Wonolopo, Kecamatan Kebakkramat, sekitar pukul 10.30 WIB. Kapolsek Tasikmadu, AKP Joko Waluyono mewakili Kapolres Karanganyar mengatakan kejadian tersebut terjadi karena api yang menjalar dari tungku tempatnya memasak yang ditinggal pergi selama 30 menit.
“Karena sudah tua, mungkin pikun jadi lupa untuk mematikan tungku api di dapur sebelum pergi,” katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (19/1).

Read More

Jalan Tembus Selesai 2013

Jalan tembus Tawangmangu–Magetan sepanjang 9,15 kilometer yang telah dikerjakan sejak tahun 2006 ditargetkan akan selesai pada tahun 2013. Dengan kucuran dana dari pusat sebesar Rp 5 miliar yang baru saja cair, Pemkab Karanganyar optimis bisa menyelesaikan proyek ini tahun 2013 depan.
“Mudah-mudahan dengan kucuran dana dari pusat, awal tahun 2013 proyek jalan ini bisa selesai,” ujar Didik Joko Bakdono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Kamis (19/1). Ia mengatakan selama ini proyek jalan ini terkendala alokasi pendanaan yang menunggu gelontoran dana.
“Karena menunggu dana itu makanya pelaksanaannya agak tersendat. Pasalnya semua meminta dana ke pusat jadi harus antre,” terang dia.
Joko menjelaskan pembangunan jalan tembus yang menghubungkan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut meliputi pembuatan infrastruktur jalan dan jembatan penghubung, di mana tiga di antaranya mempunyai ukuran yang lumayan besar.
“Kalau dipaksakan dari APBD tentunya tidak cukup. Karena itu Rp 5 miliar tadi rencananya akan digunakan menyelesaikan dua jembatan yang belum digarap,” tekan Joko. Ia menambahkan selain akan menyelesaikan dua buah jembatan tahun ini, pihaknya juga akan melakukan pengeprasan bukit yang terlalu curam yang berpotensi longsor dan membahayakan pemakai jalan.
“Nanti akan kita kepras dengan model cut and fill yakni potong dan uruk. Tapi itu nanti di tahun 2013 dengan anggaran baru,” ucap dia.

Read More

Karanganyar Luncurkan Sepeda Motor Buatan SMK

Tidak mau kalah dengan kota lainnya, setelah mencoba berinovasi dengan sepeda elektrik, kini Karanganyar mencoba mengeluarkan salah satu andalan mereka yakni memproduksi motor nasional yang dibuat oleh para siswa di SMK N 2 Karanganyar.

Guna mendorong langkah SMK, Pemkab mulai melirik sepeda motor tersebut dengan berencana memborong sejumlah sepeda motor roda dua dan roda tiga buatan SMKN 2 untuk digunakan sebagai kendaraan dinas. Sejumlah sepeda motor karya siswa SMKN 2 Karanganyar itu, kemarin langsung dicoba oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani di halaman Sekretariat Daerah (Setda) setempat, Rabu (18/1) pagi.

Motor hasil rakitan siswa SMK program jurusan ototronik tersebut adalah dua sepeda motor jenis bebek dengan kapasitas mesin 100 cc dan sebuah sepeda motor dump atau sampah yang beroda tiga. Kepala Sekolah SMKN 2 Karanganyar, Wahyu Widodo mengatakan sepeda tersebut murni rakitan siswa – siswa dengan menggandeng beberapa produsen motor Kanzen dan Juve. “Semua bahan 90 persen lokal, tapi kalau mesin memang mereka yang memasoknya,” ujarnya di sela-sela pengujian motor di Halaman Setda Karanganyar, Rabu (18/1).

Dari beberapa motor yang ditampilkan, varian terbaru yang dibuat pada siswanya yakni Motor Dump atau motor yang dilengkapi dengan bak sampah di bagian belakang untuk Armada Sampah di Karanganyar yang lebih fleksibel dan bisa masuk ke gang-gang. “Kalau mobil jelas tidak bisa masuk hingga gang, dengan motor ini diharapkan sampah dapat terangkut dengan maksimal,” tekan dia.

Jika sudah disempurnakan, sambungnya motor-motor rakitan anak didiknya tersebut akan dibanderol lebih murah daripada motor Jepang yang berada di pasaran yakni untuk Motor Dump seharga Rp 20 juta dan motor bebeknya dihargai Rp 6, 5 juta.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani merencanakan untuk memakai motor rakitan siswa SMKN 2 Karanganyar sebagai kendaraan dinas di lingkungan Pemkab.

“Yang pasti pertama kali kita rencanakan akan membeli lima unit dulu, kemungkinannya nanti kita dorong untuk dipakai sebagai motor kepala desa,” ucapnya setelah mencoba motor tersebut. Selain membeli lima unit motor bebek, dia juga akan membeli sejumlah unit Motor Dump untuk keperluan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Tetapi menurut Rina motor tersebut masih terdapat beberapa kelemahan yakni selain berat, mesin yang kurang begitu halus, setirnya juga getar saat digunakan. “Tapi daripada pakai motor Jepang, saya mending pakai motor ini,”

Sumber : http://harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-luncurkan-sepeda-motor-buatan-smk-65475.html

Read More

Pemohon KTP pada malam hari membludak

Baru diluncurkan pada akhir 2011 lalu, pelayanan KTP pada malam hari yang dilakukan dinas kependudukan dan catatn sipil (disdukcapil) karanganyar dibanjiri pemohon. Para pendaftar KTP 80 -100 orang per hari. Dulu, layanan tersebut akan dilaksanakan sitiap malm di depan rumah dinas bupati karanganyar. Karena tenaga yang melayani minim program itu hanya digelar sepekan sekali pada kamis sore pukul 17.00-22.30 wib.

Untuk lokasinya juga kami pindah, bukan didepan rumah dinas lagi tetapi dihalaman kantor kecamatan karanganyar, ujar keapala disdukcapil karanganyar saat dihubungiSaat awal awal program itu diluncurkan peminatnya masih sedikit. Setelah berjalan beberapa bulan, antusiasme masyarakat tinggi sehingga lokasi awal tidak memungkinkan untuk pelayanan KTP. Selain itu disana juga menggangu lalu lintas kendaraan. Karena itu, lokasinya dipindah agak menjorok kedalam.Mayoritas para pemohon KTP itu, berasal dari berbagai kecamatan. Mereka mendaftar secara berombongan menggunakan truk, angkot dan mini bus. Satu rombongan biasanya terdiri atas 20-50 orang dari kecamatan mojogedang mendaftar KTP. Mereka dating mengunakan truk kta sucahyo.

Para pendaftar itu adalah warga yang pada sing hari disibukkan dengan kerjaan dan sebelum sempat mengurus KTP. Menurut Sucahyo, disdukcapil sebenarnya bersedia melayani pembuatan KTP pada malam hari sesuai harapan bupati Rina iriyani SR. Namun pihaknya juga reakistis tenaga yang dimiliki tidak banyak. Layananan tersebut dijalankan oleh setidaknya lima petugas. Sementara peralatan belum ada penambahan. Kasihan pegawai saya, sejak pagi sudah bekerja dan sore harinya harus melayani pendaftaran KTP hingga malam hari. Paginya mereka juga harus kembali bekaerja.

Read More

Cari Formula sejak 10 Tahun Lalu

Siapa yang tidak mengenal buah durian? Selain kulitnya yang menyerupai kumpulan duri, baunya yang sangat menyengat mudah untuk dikenali oleh siapa pun. Jika buah ini begitu digemari oleh masyarakat Indonesia lain ceritanya bagi para bule yang menganggap buah durian ini sebagai buah tropis yang menjijikkan karena baunya yang menusuk hidung.
Di Karanganyar, setelah dibudidayakan buah semangka yang beratnya mencapai 30 kilogram dan masuk dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) beberapa waktu lalu, kini giliran seorang pembibit sekaligus petani di Dusun Badran Tawun Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono berhasil membudidayakan buah durian montong yang rata-rata mencapai delapan kilogram per buah.
Bahkan dari 179 pohon yang ditanam di kebun tersebut, lima persen produksi buah durian itu dapat mencapai ukuran hingga 10 kilogram. Penanam pohon durian montong itu dirintisnya sejak tahun 2000 silam, dengan sistem trial and error, namun lama kelamaan ketemulah sebuah formula bagaimana durian montong tersebut dapat berbuah secara maksimal dan besar yakni dari teknik penanaman dan pupuk khusus.
“Setelah ketemu caranya, akhirnya mulai kita budidayakan dengan serius. Dan hasilnya bisa dilihat sendiri,” ujarnya. Di lahan seluas 1, 5 hektare tersebut, dengan 179 pohon dirinya mampu menghasilkan durian hingga 1.900 buah kendati pohon duriannya tersebut tidak begitu tinggi dan begitu besar.
Kebunnya tersebut dia membudidayakan dua macam jenis durian yakni durian montong yang dagingnya tebal dan durian kani yang berwarna oranye. Buah itu dijual dengan sistem per kilo yakni satu kilogram durian montong dihargai Rp 24.000 sedangkan untuk durian kani seharga Rp 20.000.

Read More

e–KTP Terancam Molor

Pelaksanaan program Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang dijadwalkan akan dimulai pada awal Bulan Februari 2012 terancam molor. Pasalnya hingga Minggu (15/1) perlengkapan penunjang yang dijanjikan Pemerintah Pusat belum juga datang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Karanganyar, Sucahyo membenarkan hal tersebut. Dari informasi awal yang diterimanya, seluruh peralatan e-KTP itu seharusnya sudah sampai dan bisa langsung didistribusikan ke 17 kecamatan di Karanganyar pada bulan Januari ini. Namun saat mencoba menghubungi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ternyata dari 34 perangkat yang dibutuhkan di 17 Kecamatan di Karanganyar tersebut baru akan diterimakan pada akhir Januari atau awal Februari.

Jika memang alat e-KTP baru datang pada awal Bulan Februari maka pelaksanaan e-KTP di Karanganyar bakalan molor dari jadwal yang telah direncanakan oleh Pemkab. “Kalau alatnya belum datang, otomatis e-KTP juga belum bisa dilayani, berarti kan molor,” tegas dia. Sucahyo menambahkan kemungkinan keterlambatan peralatan tersebut terjadi karena molornya pelaksanaan pelayanan e-KTP di sejumlah Kabupaten/Kota pada tahap I. Pasalnya kemungkinan peralatan e-KTP yang akan dipergunakan oleh Kabupaten/Kota pada tahap II masih dipakai oleh sejumlah daerah Kabupaten/Kota tahap I yang masih kekurangan peralatan.

Read More

Hujan Lebat, Pohon Menimpa Mobil

Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari Minggu (15/1) kemarin membuat sejumlah lokasi dilanda banjir. Di wilayah Kalijambe, ruas jalur Solo-Purwodadi tepatnya di wilayah Banaran, tergenang hingga ketinggian 10 sentimeter.

Camat Kalijambe Samsuri mengatakan berdasarkan pantauan Minggu malam, ruas jalan di Banaran memang tergenang. Selain derasnya hujan yang mengguyur, kondisi jalan yang berkontur rendah di lokasi tersebut membuat aliran air mampet dan meluber ke jalan raya. Dampak dari hujan deras juga membuat elevasi Sungai Cemoro di kawasan Bukuran juga kritis dan tinggal beberapa sentimeter di bawah bibir sungai. Sejumlah anak sungai seperti Sungai Mungkung di Sidoharjo, Sungai Garuda di Sragen Kota serta Sungai Grompol di Masaran juga kritis. Namun, pihak kecamatan setempat memastikan belum terjadi luapan air sungai ke permumikan.

Sementara di Karanganyar hujan deras disertai angin Sabtu (14/1) malam mengakibatkan sejumlah pohon di jalan Lingkungan Kayangan, Bejen, Karanganyar Kota bertumbangan. Sebuah  mobil Carry AD 8964 CE yang tengah melintas menjadi salah satu korban setelah tertimpa pohon yang tumbang.

Beruntung tiga orang yang berada di mobil tersebut tidak mengalami luka serius. Dari informasi yang diperoleh Joglosemar, korban Joko Warsito (40) beserta istri Rosadi (40) dan anaknya Hilda (15) hendak menjenguk kerabat yang sedang dirawat di RSU Jenglong Karanganyar. Namun saat melintasi Kayangan tiba-tiba sejumlah pohon jati dan trembesi tumbang ke jalan dan mengenai bagian belakang mobilnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengungkapkan kendati tertimpa pohon ketiganya tidak mengalami luka yang cukup serius. Namun anak perempuannya sempat syok dan terkulai lemas, pasalnya pohon itu tumbang tepat di atas tempat duduknya di belakang. “Untungnya atap bodi mobil tersebut masih kuat sehingga penumpang tidak terluka,” ujarnya kemarin (15/1). Heru menjelaskan tumbangnya pohon tersebut karena tanah di sekitar tidak mampu menahan beban pohon yang terlalu rimbun dan ditambah kencangnya angin yang berhembus kemarin.

Read More