Category: Berita

Warga Temukan ULAR PHYTON Pemakan Ayam

Warga Dusun Tegalsari RT 004/RW 006, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, kini bisa tenang dan tidak perlu khawatir kehilangan ayam lagi, karena sejak Minggu (5/2) lalu sudah menangkap ular phyton yang diduga biasa memangsa ayam milik warga.

Ular sepanjang lebih kurang tiga meter dan berbobot lebih dari 20 kilogram itu ditemukan di sebuah sumur mati, di belakang rumah warga setempat, Imam Syafi’i, lima hari yang lalu sekitar pukul 08.00 WIB. “Semula paman saya mencari-cari empat ayamnya yang sudah hilang beberapa hari di belakang rumah, tapi tidak ketemu,” ujar Lina Yuni Listyawati, istri Imam, saat ditemui  di rumahnya, Rabu (8/2/2012) siang.

Paman Lina, Toni, sempat melongok ke dalam sumur mati setinggi sekitar empat meter itu. Awalnya Toni mengira di dasar sumur ada kasur yang dibuang. Karena curiga, Toni memanggil Imam untuk memastikannya. Setelah dilihat secara seksama, ternyata yang ada di dasar sumur adalah ular besar yang melingkar-lingkar. “Karena itu dikiranya kasur, karena ularnya sama sekali tidak bergerak” ujar Lina.

Akhirnya oleh Imam, bagian kepala ular itu ditali menggunakan dadung, dari atas sumur. Setelah terikat, ia lalu menariknya keluar dari sumur. Dasar sumur itu hanya berisi sampah dan tak ada airnya. Sehari sebelumnya, imbuh Lina, ia juga membantu mencari ayam dan sempat melongok ke dalam sumur. Namun kala itu ia tidak mendapati ular tersebut di sana.

Setelah ditangkap, suami Lina lalu mengandangkan ular tersebut. Tapi tak lama berselang, ular itu sudah lepas karena kandang bambu miliknya itu terlalu renggang. Akhirnya ular itu dipindah ke kandang lain yang tidak terlalu renggang. Baik Lina maupun Imam tidak berniat menjual ular yang perutnya berdiameter 20 sentimeter itu.

Read More

SEKDA KARANGANYAR Akhirnya Dilantik

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, akhirnya melantik sekretaris daerah (Sekda) Karanganyar, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (7/2/2012) sore. Jabatan Sekda akhirnya jatuh kepada Samsi, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Karanganyar.

Ia mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni staf ahli, Utomo Sidi dan Asisten Bidang Pemerintahan, Any Indriastuti. Samsi dilantik bersamaan dengan pelantikan sekitar 200 pejabat eselon II, III, IV dan V serta kepala sekolah di lingkungan pemerintah Kabupaten Karaganyar. Sementara itu, jabatan Sekretaris DPRD yang ditinggalkan Samsi, kini dijabat oleh Achmad Sapari, yang sebelumnya sebagai Asisten Perekonomian.

Jabatan Asisten Perekonomian lalu dijabat oleh Didik Djoko Bakdono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Sedangkan Kepala DPU dijabat oleh Priharyanto, yang sebelumnya sebagai staf ahli. Dengan telah dilantiknya Samsi sebagai Sekda Karanganyar, maka Plt Sekda, Sri Suranto, dikembalikan ke jabatan semula yakni Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Dalam kesempatan itu, Rina mengatakan bahwa orang yang telah mendapatkan jabatan tidak boleh sembrono. “Bukan hanya Sekda, tapi juga jabatan lain yang saat ini sudah dilantik,” ujar Rina saat ditemui wartawan usai pelantikan, Selasa sore. Ia berpesan agar dalam menjalankan jabatan harus berhati-hati. Kalau tidak sesuai dengan aturan yang telah tertulis, maka jutru akan menjerumuskannya sendiri.

Read More

Fasilitas Sekolah Kurang Dimaksimalkan

Komisi IV DPRD Karanganyar menilai sejumlah perpustakaan sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak sekolah. Masalah tersebut muncul lantaran sekolah kekurangan tenaga untuk mengurusnya.

Ketua Komisi IV DPRD Karanganyar, Eko Setiyono, mengatakan saat ini masih banyak tenaga guru yang masih kurang, khususnya guru SD. Sebetulnya, kata dia, sarana dan prasarana di sekolah sudah disediakan. Namun pemanfaatannya kurang maksimal.

Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar menyebutkan saat ini lebih dari 300 SD di Karanganyar belum memiliki perpustakaan sekolah. Dari total 500 an SD, baru sekitar 180 SD yang sudah memiliki perpustakaan sendiri. Beberapa kekurangan tenaga guru itu biasanya ditambahi dengan tenaga honorer. “Biasanya guru yang ada diperbantukan untuk mengurus perpustakaan juga,” ujar Eko saat ditemui di ruang Komisi IV DPRD Karanganyar, Senin (6/2/2012) siang.

Menurutnya, jika fasilitas yang bagus tanpa dibarengi dengan menumbuhkan minat baca siswa, maka hasilnya juga akan sama saja. Karena itu, yang perlu dilakukan saat ini adalah menumbuhkan dulu minat baca siswa di sekolah, setelah itu baru mengadakan atau membenahi fasilitasnya. Ia menilai saat ini minat baca siswa di Karanganyar masih sangat kurang. “Kalau bisa berbarengan justru lebih bagus. Sarana diperbaiki, minat baca siswa ditingkatkan dan manajerial diperbaiki lagi,” terangnya.

Sementara itu untuk masalah pengadaan buku bacaan, jika memang dari pusat buku (Pusbuk) di Jakarta ada ribuan buku menumpuk, seharusnya Disdikpora aktif untuk menyurati sekolah agar lebih aktif untuk pengadaan buku dari Pusbuk secara gratis. Soal biaya pengiriman, kata dia, sebenarnya hal itu bisa diatur. “Disdikpora beri surat melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau Unit Pelayanan Teknis (UPT) di kecamatan. Saya yakin buku yang menumpuk di sana bisa secapatnya bisa diambil bila dari dinas aktif

Read More

TARIF IMB Akan Disesuaikan

Tarif retribusi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di Karanganyar akan disesuaikan dengan kondisi di mana bangunan akan dibangun. Karena itu, setiap area di Karanganyar akan terbebani retribusi yang berbeda-beda.

Ketua Fraksi PKS, Joko Tri Susilo, yang juga anggota Komisi II DPRD Karanganyar, mengatakan tarif retribusi IMB tersebut dulu diberlakukan sama dengan lain tanpa memandang di mana bangunan akan didirikan atau pembangunannya seperti apa. Dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) Retribusi Perizinan Tertentu yang baru saja diselesaikan oleh panitia khusus (Pansus) DPRD Karanganyar, disebutkan bahwa ke depan retribusi IMB akan ada penyesuaian.

Penyesuaian itu, sebut Joko, seperti pembangunannya berada di dekat jalan raya atau menjorok ke dalam, berapa tingkat bangunan yang akan dibangun, tujuan pembangunan itu sebagai tempat tinggal atau untuk usaha tertentu. Masing-masing retribusi itu disesuaikan sesuai indeks yang telah dibuat. “Kalau indeks bangunan satu tingkat, tentu akan berbeda dengan bangunan yang dua atau tiga tingkat,” ujar Joko saat ditemui di Kantor DPRD Karanganyar

Lebih lanjut ia mengatakan, penyesuaian tarif tersebut dilaksanakan agar tidak membebani masyarakat. Dulu, draf Raperda yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tersebut justru menyebutkan kenaikannya tiga kali lipat dari biaya yang sudah ada. Pansus pun menilai bahwa draf tersebut sangat tidak pro rakyat, sebab dengan kenaikan tarif hingga tiga kali lipat, maka akan membebani masyarakat. Karena itu, draf tersebut kemudian direvisi hingga disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan saja

Read More

Lomba Foto Obyek Wisata Sejarah Tingkat Nasional

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, sesuai dengan Pergub No. 66/2008, maka Bidang Kesejarahan dengan Kepurbakalaan, Seksi Kesejarahan concern dan memandang perlu untuk mempublikasikan potensi wisata sejarah dan dikembangkan sebagaimana proses transformasi dalam bentuk “Lomba Foto Obyek Wisata Sejarah Jawa Tengah Tingkat Nasional” yang bertemakan Obyek Wisata di Jawa Tengah ditengah masyarakat menyongsong Visit Jawa Tengah 2013. Maksud tujuan kegiatan lomba, sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda serta memperkenalkan obyek-obyek peninggalan sejarah dan budaya guna menemukan sikap gemar melestarikan, melindungi dan memelihara peninggalan sejarah selain itu ikut mensukseskan Visit Jawa Tengah 2013.

Adapun ketentuan lomba yaitu : Terbuka untuk umum, Tidak dipungut biaya, Pengiriman hasil karya dikirim ke Seksi Kesejarahan, Bidang Kesejarahan dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Jl. Pemuda No. 136 Semarang Telephon (024) 3546001. Pengiriman paling lambat 5 April 2012 (CAP POS/STEMPEL POS).

Ketentuan foto yaitu : Hasil karya sendiri, Karya foto belum pernah dipublikasikan, Sumber foto berupa film analog  atau digital, Penggabungan sumber dengan teknik digital dan lab tidak diperbolehakan, Karya foto bukan rekayasa, Foto dicetak 10 R maksimal 5 obyek, hasil karya disertai nama obyek dan waktu pengambilan, Hasil lomba akan disertakan dalam Pameran Kesejarahan di MTF Surabaya Mei 2012.

Hadiah bagi pemenang : Setiap pemenang mendapatkan piagam dan uang pembinaan. Juara I Rp. 8.000.000, Juara II Rp. 6.000.000, Juara III Rp. 5.000.000, Juara Harapan I Rp. 3.000.000, Juara Harapan II Rp. 2.500.000, Juara Harapan III Rp. 2.250.000, Juara Harapan IV Rp. 1.500.000, Juara Harapan V Rp. 1.250.000, Juara Harapan VI Rp. 1.000.000. Pemenang akan diumumkan  tanggal 20 April 2012 di Harian Suara Merdeka dan RRI Semarang. Contact person : Sony Herry S, S.Pd (0818240689), Dra. Puji Suci Indiah (08179546126). Apabila ada ketidak jelasan, panitia akan melngkapi informasi sesuai harapan kegiatan lomba. (sony/syafiq/dyah)

Read More

Hindari Kerugian, Petani Ikat Padi Roboh

Petani di Jaten dan Tasikmadu ramai-ramai mengikat batang padi untuk mengurangi kerugian besar akibat tanaman padi roboh diterjang hujan disertai angin kencang, Minggu (5/2/2012).

Petani yang ditemui Solopos.com mengaku rugi hingga jutaan rupiah akibat kejadian itu. Petani Bulu, Jaten, Rigun, 33, mengatakan hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Karanganyar pada Sabtu kemarin menyebabkan tanaman padi miliknya roboh. Bahkan nyaris seluruh tanaman padi yang  masih belum berisi roboh.

“Tinggal sisa sedikit yang tidak roboh dan sudah diikat. Padi yang roboh dan bisa diselamatkan diikat juga,” tuturnya.

Rigun mengatakan langkah mengikat tanaman padi dilakukan untuk mengurangi kerugian yang cukup besar. Apalagi tanaman padi miliknya yang roboh belum bisa dipanen. Sehingga harus tetap ditegakkan kembali dengan diikat agar siap dipanen.

“Kalau tidak seperti ini (diikat-red) ruginya tambah besar. Wong ini masih pada kopong,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, dia menuturkan sekali panen bisa mencapai Rp10 juta. Namun dalam kondisi seperti itu, dia menambahkan kemungkinan besar hanya mencapai Rp8 juta. Rata-rata usia tanaman padi yang roboh berkisar antara 60 hingga 70 hari.

Petani Tasikmadu, Mulyono, 42, mengaku mengalami kerugian baik tenaga maupun materi. Untuk biaya ikat harus mengeluarkan tambahan sekitar Rp 300.000– Rp 400.000 per petak. Setidaknya, dia mengatakan ada puluhan hektare tanaman padi yang roboh diterjang hujan deras disertai angin kencang tersebut. Tanaman padi miliknya yang roboh berusia 3,5 bulan. Padahal  masa panen padi sekitar umur 4 bulan.

”Sebagian kami ikat, sebagian terpaksa kami panen dini. Kalau tidak, maka akan membusuk,” katanya.

Ditambahkan petani lain, Kirdi, 37, jika tidak segera dipanen, nasib petani akan semakin terpuruk. Keputusannya memanen padinya lebih awal merupakan pilihan terakhir. ”Tidak mungkin mempertahankan padi yang ambruk. Bila itu dilakukan risiko yang ditanggung semakin besar,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com/2012/karanganyar/hindari-kerugian-petani-ikat-padi-roboh-159984

Read More

Pencarian Benaya, Tim SAR Siagakan Lima Pos

Pencarian terhadap siswa SMP Kristen 1 Surakarta, Benaya Ado Narwastu (15) warga Jalan Krakatau No 13, RT 04 RW XXVII Dukuh Busukan, Mojosongo Jebres yang hilang terseret arus di Sungai Benowo, Desa Ngringo Kecamatan Jaten, Jumat (3/2) terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

Dengan berbekal tiga perahu mesin, Minggu (5/2) mereka terus melakukan pencarian korban dengan cara menyisir dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga radius satu kilometer. Namun hingga pukul 15.00 WIB kemarin mereka belum juga menemukan korban.

Ketua SMC (SAR Mission Coordinator) Karanganyar, David Reka Lamuna yang memimpin  jalannya operasi mengatakan seharusnya operasi tahap pertama resmi diberhentikan pada Minggu (5/2) sore. Namun karena ada permintaan dari pihak keluarga untuk terus dilakukan pencarian, maka pencarian akan diperpanjang dengan pembentukan Tim baru. “Jadi yang operasi tahap pertama dihentikan dahulu, kemudian akan dilanjutkan dengan membentuk Tim baru dengan tugas yang sama yakni mencari korban,” ujarnya Minggu (5/2).

Guna mengintensifkan pencarian, Tim gabungan yang terdiri dari SAR Karanganyar, BPBD Karanganyar, UNS, MTA dan Anak Gunung Lawu (AGL) juga sudah membuat lima Posko. Kelima Posko tersebut di Benowo sendiri, Tempuran atau pertemuan antara Sungai Benowo dengan Sungai Bengawan Solo, Kedungringin, Ndingin dan Geluh. “Namun saat ini pencarian kita fokuskan di Tempuran, karena perkiraan dengan arus sungai yang deras kemarin, korban kemungkinan telah sampai di Bengawan Solo,” paparnya.

Sebelumnya, korban bersama dengan ke-13 rekannya dari SMP Kristen 1 Surakarta ini bermain sepakbola di Lapangan Benowo Desa Ngringo Jaten Karanganyar, setelah itu mereka kemudian mandi di Sungai Benowo atau tepatnya di belakang Pabrik Javatex. Saat sedang asyik mandi, tiba-tiba datang air bah sehingga menghempaskan semuanya. Apesnya korban tidak bisa tertolong dan terakhir terlihat di Jembatan Benowo.

Bahkan sang Ayah, Hartono (52) mengaku masih syok dengan kejadian ini. Karena selama ini sepulang sekolah Benaya selalu berdiam diri di Rumah. “Kemarin itu kok terlambat pulang dan tahu-tahu pihak kepolisian sekitar pukul 16.30 WIB mengabarkan anak saya hilang di Benowo karena terseret arus”..

Read More

RAPAT KOORDINASI PERTAMA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN (RAKOR) KABUPATEN PURWOREJO DI KARANGANYAR

Dalam rangka Rapat Koordinasi (RAKOR) Pertama Pelaksanaan Pembangunan Pengembangan Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2012 di Hotel Pondok Sari II Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jumat malam (03/2/2012). Dengan menghadirkan Bupati Karanganyar Dr.Hj.Rina Iriani Sri Ratnaningsih,M.Hum sebagai tuan rumah sekaligus Narasumber kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat mengapresiasi sekali atas kunjungan Bupati Purworejo, Dr.H.Mahsum Zain, M.Ag beserta seluruh Kepala SKPD di Kabupaten Karanganyar.

Berbagai program Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjadi percontohan pembangunan di Kabupaten Purworejo Tahun 2012.

Bupati Karanganyar menjelaskan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mempunyai  program tujuh hari kerja Bupati diantaranya Senin Sehat, Selasa Masyarakat Sadar Hukum, Rabu Belajar, Kamis Bertani, Jum’at Beribadah, Sabtu Wisata, Minggu Bersih.

Selain itu juga mempunyai program untuk melayani masyarakat secara langsung dan bergerak dengan 4 mobil layanan masyarakat yaitu; (PARSIH : Pelayanan Air Bersih, LARASITA : Program Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah, PARYATTI : Pajak Rakyat Terurus Tenteram Indonesia, RATNA : Rakyat Terdaftar Negara Aman).

“Jika ingin mengembangkan suatu daerah jangan abaikan potensi-potensi daerah yang ada pada Kabupaten tersebut, seharusnya kita rangkul dan berdayakan,”ujar Bupati Karanganyar. Bupati Rina Iriani menambahkan apabila bekerja dijalani secara ikhlas maka pekerjaan kita bisa bukanlah beban berat, tetapi bisa mudah mencapai tujuan dan terasa ringan. (pd/dt/sony/syafiq)

Read More

Jumat Keliling Mojogedang

Seluruh masyarakat Desa Bakalan, Ngadirejo, Mojogedang, Kab. Karanganyar yang menyambut kehadiran Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum didampingi oleh para Pejabat Dinas Kabupaten Karanganyar beserta jajarannya, Jumat  (03/02/2012), kedatangan tersebut berkaitan dengan kegiatan rutin Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang diadakan setiap hari Jum’at, kegiatan tersebut dinamakan JUMLING (Jum’at Keliling). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Bakalan, Ngadirejo, Mojogedang, Kab. Karanganyar.

Bupati Karanganyanyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum memberikan bantuan guna membangun Masjid  As-Sakinah dan jalan Desa yang menghubungkan antara  Desa Mojogedang dan  Karangpandan. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan bantuan dana sebesar 125 juta, 100 dari  Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum dan 25 juta dari APBD Kab. Karanganyar.

Dalam kunjungan tersebut di sertai dengan peletakan batu pertama sebagai symbol dimulainya pembangunan Masjid As-Sakinah di Desa Bakalan, Ngadirejo, Mojogedang, Kab.Karanganyar. “Besok kalau Masjidnya sudah jadi nanti diberi nama Masjid Al-Maming 10 ya Pak Buk, nama bukan masalah tapi yang penting fungsi dan kegunaan Masjid buat warga Desa Bakalan, Ngadirejo, Mojogedang, ” Ujar Bupati Rina Iriani. (pd/asyifa/anggun /dyah)

Read More

MENJARING PEJABAT KOMPETEN, BKD GELAR UJI KOMPETENSI JABATAN

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural di Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) selama 2 (dua) hari 3 – 4 Februari 2012 menggelar Uji Kompetensi Jabatan (UKJ) bertempat di Kusuma Sahid Prince Hotel-Solo.
UKJ diikuti oleh 190 PNS yang terdiri dari 46 pejabat eselon III dan 144 pejabat yang telah menduduki eselon IV. Diselenggarakan atas kerjasama BKD Kabupaten Karanganyar dengan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Jateng.
Drs. Sri Suranto, M.Pd -Plt. Sekda Karanganyar yang dalam pembukaan UKJ menyampaikan Sambutan Bupati., bahwa kegiatan ini dimaksudkan mempersiapkan atau menjaring untuk mendapatkan calon pejabat struktural eselon ll dan lll.
Sementara itu Kepala LPMP Prov. Jateng Drs. Makawi, M.Pd menyatakan bahwa UKJ ini tidak ada nilai salah atau benar atupun lulus dan tidak lulus namun setidaknya ini untuk mempersiapkan suatu analisa profil kepribadioan dari calon-calon pejabat struktural.
Dalam UJK ini mata uji yang dites pada hari pertama (Jumat), antara lain Potensi Akademik, Stamina Kerja, Tes Kepribadian, Intelegensi Umum, Kepribadian, Minat, Kecerdasan Emosional maupun Pembikinan Makalah. sedangkan pada hari kedua (Sabtu) akan di ujikan, seperti Diskusi dan Wawancara dialogis. (Bgt)

Read More