Pemkab Siapkan Lahan Relokasi
Akibat hujan deras yang tidak berhenti dari hari Selasa jam 20.00 WIB (21/02) sampai Rabu (22/02) dini hari mengakibatkan tanah longsor dibeberapa tempat di Karanganyar.
Diantaranya, terjadi di dusun Gerdu, desa Banjar, Kecamatan Karangpandan menimbun 4 rumah dan menewaskan satu korban meninggal dunia yaitu Reso Walimin, 60 tahun, yang tertimbun tanah. Petugas dari TNI, Polres, BPBD Karanganyar, SAR, dan dibantu warga masyarakat mengevakuasi jenazah dan membersihkan longsoran tanah. Pada hari ini juga jenazah korban akan dimakamkan. Selain itu juga longsoran menimbun jalan yang menghubungkan antar desa.
Kemudian longsor juga menutup jalan Karanganyar-Tawangmangu, tepatnya di Srandon, Tawangmangu. Akibat longsor, akses jalan Karanganyar-Tawangmangu terhambat. Petugas dari TNI,PMK dan dibantu relawan membersihkan longsoran yang menutup jalan tersebut.
Korban meninggal lainnya yakni Sukiningsih, 70 tahun, warga Drojo, desa Puntukrejo, Ngargoyoso akibat terkejut melihat sebagian rumahnya tertimbun tanah.
Sebagian besar angkutan umum terutama bus umum yang beroperasi di Kabupaten Karanganyar menggunakan ban bekas yang dibatik sendiri atau biasa dikenal dengan nama vulkanisir atau ban koplakan. Temuan tersebut terungkap oleh petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar saat menggelar operasi gabungan uji kelayakan kendaraan umum di Terminal Palur, Selasa (21/2).
Dalam hasil survei internal yang dilakukan, Partai Demokrat telah mengantongi enam nama calon bupati dan calon wakil bupati yang menjadi bidikan mereka untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013. Rinto Subekti Ketua DPC Partai Demokrat mengatakan enam nama tersebut bukan hanya dari intern partai, namun ada juga yang berasal dari luar partai.
Hasil penggilingan padi atau yang biasa dikenal dengan nama bekatul ternyata mempunyai banyak khasiat lebih, tidak hanya sebatas untuk pakan ternak. Di tangan pasangan Hadi Suwarso (64) – Panti (51), warga Plosorejo RT 02 RW II Desa Ploso Tengah, Kecamatan Matesih Karanganyar, ampas penggilingan padi yang biasanya hanya digunakan untuk pakan ternak ternyata bisa diracik menjadi sebuah minuman kesehatan yang bisa mengobati berbagai jenis penyakit.
Pasalnya dengan beberapa campuran bahan organik lainnya, ampas beras tersebut bisa dibuat menjadi sebuah minuman kesehatan yang bermanfaat dan berkhasiat mengobati beberapa penyakit, mulai dari diabetes atau penyakit gula, kolesterol, asma, osteoporosis hingga jantung koroner yang menghantui warga masyarakat dan penyakit lainnya.
Dengan keuletannya, kedua pasangan ini berhasil meracik sebuah minuman dari bekatul jenis beras merah. Bahkan saat ini olahannya sudah mulai dipasarkan ke beberapa daerah, seperti Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, bahkan mencapai Bali dan Lombok.
Beras merah yang mereka pakai adalah jenis beras merah unggulan dan sifatnya organik yang tidak memakai bahan berbahaya saat menanam beras tersebut. Awal mulanya, Ibu Panti (51) dan suaminya fokus dalam usaha penggilingan padi dan menyetorkan beras putih biasa di beberapa pasar di Surakarta. Namun karena ada permintaan akan beras lainnya dirinya pun mencoba terjun untuk memasarkan beberapa jenis beras lainnya seperti beras merah, beras hitam, pandan wangi dan beras lainnya.
Hingga suatu saat, ada permintaan dari seorang dokter di Semarang guna mengolah bekatul atau ampas dari kulit ari beras merah menjadi sebuah minuman yang akan diberikan kepada pasiennya sebagai vitamin tambahan. Faktanya dengan meminum ramuan bekatul tersebut banyak pasien tersebut yang mengaku sembuh dari penyakitnya. “Pertamanya ada yang mengaku sembuh dari beri-beri setelah meminum racikan bekatul tersebut secara rutin selama beberapa hari,” ucapnya saat ditemui Joglosemar, Minggu (19/2).
Karena sang dokter terus memesan, ia mulai serius menggarap permintaan tersebut dan ditambahkan dengan petunjuk dokter dengan menambahkan beberapa rempah-rempah yang bersifat organik agar dapat mengobati penyakit lainnya juga. “Alhamdulillah sekarang sudah banyak orang yang mengonsumsi karena memang terbukti bisa mengobati berbagai ragam penyakit,” jelas dia. Saat ini bekatul merah tersebut sudah diproduksi secara massa dan diberi nama Red Bran.
Hujan deras disertai puting beliung kembali terjadi di Karanganyar, Sabtu (18/2) lalu. Kali ini angin puting beliung tersebut menyapu 1.500 ternak burung puyuh di sebuah peternakan warga di Dusun Gondangmas, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan.
Ribuan ternak unggas tersebut tak terselamatkan setelah kandangnya tersapu angin puting beliung. Pemilik ternak, Rohmad pun mengaku hanya bisa pasrah dan melihat kandang unggasnya tersebut rusak parah. Rohmad mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, di saat hujan deras mengguyur daerahnya. Akibat insiden tersebut, Rohmad mengaku rugi mencapai Rp 40 juta, sebab ternak burung puyuh yang baru saja dirintisnya tersebut masih dalam tahap usia pembibitan dan belum menghasilkan telur. “Kurang lebih total kerugian mencapai sekitar Rp 40 juta, belum lagi kandang saya yang tertimpa pohon besar,” papar dia.
Sementara itu, angin puting beliung juga merobohkan beberapa pohon di Dusun Sewurejo, Pojok, Mojogedang, Sabtu (18/2). Di Dusun Gondangmas, Karangpandan hujan deras juga membuat sedikitnya ada 10 rumah rusak, satu di antaranya mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristianto mengatakan pohon yang tumbang tersebut berdiameter lumayan besar, sehingga menyusahkan proses pembersihan pohon. “Sebenarnya hujannya hanya turun selama sekitar satu jam, tetapi karena anginnya berhembus dengan cukup kencang sehingga banyak pohon tumbang,” ujarnya kemarin (19/2).
Ia mengatakan untuk membersihkan pohon-pohon tersebut ia mengerahkan 15 personelnya dan dibantu warga sekitar. Dengan kondisi yang masih sering hujan dan angin ini, Aji kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada.
Pasalnya kondisi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau identik ditandai dengan hujan ekstrem yang bisa merusak. “Makanya kita terus menyosialisasikan kepada warga Karanganyar agar selalu waspada,” imbuh dia.
Ketujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Karanganyar yang seharusnya bisa ditetapkan pada tahun 2011 hingga kini belum juga ditetapkan. Namun karena masih menunggu penetapan salah satu dari Raperda tersebut, yaitu Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) membuat enam Raperda yang lain justru terbengkalai.
“Enam Raperda lainnya sebenarnya sudah selesai namun karena harus menunggu penetapan Raperda RTRW akhirnya semuanya malah jadi terkatung-katung,” ujar Romdloni, Anggota Pansus I DPRD Karanganyar, kemarin (17/2). Akibat lambannya penetapan Raperda tersebut, berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Belum ditetapkan Raperda Raperda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) salah satu dari Raperda yang belum di tetapkan membuat Pemkab belum bisa menggunakan Raperda tersebut. “Ini kan jelas berdampak pada penerimaan daerah, karena belum ditetapkan maka penarikan PBB mengacu dari aturan pusat yang jauh lebih rendah dari hitungan daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Karanganyar, Leo Edi Kusumo mengaku sebenarnya pembahasan ketujuh Raperda tersebut sudah selesai, namun saat ini prosesnya baru di tahapan Pimpinan Dewan dan menunggu digedok. “Kalau masalah pembahasan jelas itu sudah selesai, bukannya lamban tapi prosesnya memang seperti itu, kilahnya.
Setelah selesai dievaluasi oleh Pimpinan Dewan, Pansus nantinya tinggal melanjutkan dalam proses paripurna agar bisa dilakukan penetapan.
Ditemui terpisah, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo mengakui ada sebuah Raperda yang masih digodok terkait pembahasan zona wilayah industri dalam Raperda RTRW. Daerah mana saja yang diperuntukkan pabrik dan daerah mana yang tidak diperbolehkan untuk pabrik. “Sebenarnya dalam Raperda RTRW itu ada wilayah khusus industri yakni di Jaten dan Kebakkramat. Saat ini yang kita bahas bagaimana dengan daerah-daerah lain di luar kedua kecamatan itu,” jelasnya.
Ia mengatakan saat ini ada beberapa pabrik yang berada di luar dua kecamatan tersebut. Itu yang menjadi persoalan, jika Raperda tersebut ditetapkan tentunya pabrik-pabrik yang berada di luar zona tersebut harus dipindahkan. Kalau ini terjadi kemungkinan akan terjadi gejolak dengan ribuan karyawan yang telah lama bekerja di pabrik tersebut. “Ini yang membuat pembahasan Raperda RTRW menjadi agak rumit,” ungkapnya. n Sari Hardiyanto
Perangkat desa dan pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar resah. Pasalnya mereka dihubungi sejumlah oknum tak dikenal mengaku-ngaku sebagai anggota Komisi III DPR dan anggota Polda Jateng.
Kapolsek Tasikmadu, AKP Joko Waluyono, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan oknum tersebut, Selasa (14/2), menghubungi perangkat desa untuk meminta alamat lengkap sejumlah tersangka perjudian yang ditangkap oleh aparat Polsek Tasikmadu, beberapa hari yang lalu.
“Untungnya kepala desa dan PNS di kecamatan itu menghubungi saya untuk meminta konfirmasi. Lalu saya bilang kepada mereka untuk tidak percaya dengan orang yang mengaku-ngaku tersebut,” ujar Kapolsek saat ditemui.
Menurutnya, oknum tersebut meminta alamat lengkap para tersangka itu untuk menipu keluarga tersangka. Orang tersebut biasanya akan menawarkan jasa ke keluarga tersangka, lalu mengaku bisa membebaskan anggota keluarganya yang masih mendekam di penjara, dengan syarat mengirimkan sejumlah uang sebagai imbalannya.
Sebenarnya, imbuh Joko, modus tersebut sudah sering dipakai oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Namun banyak dari masyarakat yang belum mengetahui modus itu dan ada pula yang percaya dengan oknum tersebut, tanpa berpikir panjang. Biasanya, jika warga yang tidak mengerti, mereka langsung mencari uang dan mentransfernya ke nomor rekening yang disebutkannya.
“Siapa yang tidak senang, ada orang yang mau membantu membebaskan anggota keluarga, keluar dari penjara. Tapi harus hati-hati karena itu sebenarnya adalah penipuan,” ungkapnya.
Saat Joko menghubungi ke nomor ponsel oknum tersebut, orang di ujung telepon mengaku sebagai anggota Komisi III DPR. Ada pula beberapa oknum yang mengaku sebagai anggota Polda Jateng. Oknum itu meminta alamat para tersangka judi. Namun Joko tidak memberinya.
“Saya minta dia bertemu langsung dengan saya, tapi saat itu juga sambungan teleponnya diputus,” papar Kapolsek. Joko hanya mengimbau, bila ada warga yang menemui kasus seperti ini, ia menegaskan untuk meminta konfirmasi ke pihak yang berwajib, agar tindak penipuan tersebut tidak berkembang.
PT Duta Indonesia Jaya selaku pengelola obyek wisata alam Grojogan Sewu, Tawangmangu melakukan gerakan penanaman 15.000 pohon. Gerakan tersebut mulai dilakukan hari ini, Rabu hingga Jumat (15-17/2/2012) mendatang.
Demikian disampaikan ketua panitia acara tersebut. Widodo mengatakan gerakan penanaman 15.000 pohon dari berbagai jenis dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah tanam 1 milyar pohon.
“15.000 Pohon ini ditanam di atas tanah sekitar 64,3 hektare. Tanah tersebut masuk kawasan konservasi yang secara langsung berada di bawah Kementrian Kehutanan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng di Tawangmangu,” ujarnya.
Widodo kegiatan itu melibatkan masyarakat sekitar kawasan obyek wisata Grojogan Sewu dan seluruh unsur Muspika Tawangmangu.