Category: Berita

Pemkab Siapkan Lahan Relokasi

Mengantisipasi terus bertambahnya korban tanah longsor tiap musim penghujan seperti kejadian longsor, Rabu (22/2) kemarin, Pemkab Karanganyar berencana kembali memulai relokasi yang sempat mandek setelah longsor di Dusun Mogol, Desa Legoksari, Kecamatan Tawangmangu 2007 silam.
Dengan adanya relokasi ini, Pemkab Karanganyar berharap bencana tanah longsor yang sering terjadi di wilayah tersebut, tidak terus memakan korban. “Dari dulu, wacana relokasi sebenarnya sudah ada. Namun sosialisasinya sempat mandek dan tak kedengaran lagi,” ucap Paryono, Wakil Bupati Karanganyar di sela-sela kunjungan di lokasi longsor, Dukuh Banjar, Dusun Ngledok, Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan, Kamis (23/2).
Ia mengatakan program relokasi ini merupakan program yang berat, karena Pemerintah melakukan pembahasan dan sosialisasi yang matang kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor. “Lihat saja, mosok longsor begitu rumah yang di bawah masih ditempati. Seharusnya masyarakat yang tinggal di daerah tersebut dipindahkan,” tandasnya.
Paryono juga mengatakan sudah menyiapkan lahan untuk relokasi tersebut, namun dirinya masih perlu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, semisal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi lainnya. “Kita sudah punya tempat relokasi, tapi saat ini masih menunggu kejelasan dan perkembangan proses sosialisasi,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Karangpandan, Sugeng Raharto mengatakan akan mengumpulkan tokoh masyarakat serta unsur Muspida lainnya guna merumuskan apa yang bisa dilakukan untuk meminimalkan adanya korban bila bencana kembali terjadi. Karena menurutnya saat ini intensitas hujan masih tinggi.
Sementara menanggapi rencana relokasi ini, salah satu warga Dukuh Banjar RT 01 RW IV, Dusun Ngledok, Desa Gerdu Karangpandan, Sarno (35) mengatakan kesiapannya jika memang Pemerintah akan merelokasi warga. Pasalnya belakangan setiap hujan turun, dia dan sekeluarga tidak bisa tidur nyenyak karena mendengar suara-suara tanah yang bergerak. “Kita pasrah mas, jika memang mau direlokasi saya siap,” ujar warga yang rumahnya nyaris terkena ini.
Sementara itu dari pengamatan di lokasi longsoran kemarin, sejumlah aparat dari TNI dibantu dengan warga sekitar bergotong-royong membersihkan longsoran tanah serta mencoba membuka akses jalan desa sekitar.

Read More

LONGSOR MENIMPA BEBERAPA TEMPAT

Akibat hujan deras yang tidak berhenti dari hari Selasa jam 20.00 WIB (21/02) sampai Rabu (22/02) dini hari mengakibatkan tanah longsor dibeberapa tempat di Karanganyar.

Diantaranya, terjadi di dusun Gerdu, desa Banjar, Kecamatan Karangpandan menimbun 4 rumah dan menewaskan satu korban meninggal dunia yaitu Reso Walimin, 60 tahun, yang tertimbun tanah. Petugas dari TNI, Polres, BPBD Karanganyar, SAR, dan dibantu warga masyarakat mengevakuasi jenazah dan membersihkan longsoran tanah. Pada hari ini juga jenazah korban akan dimakamkan. Selain itu juga longsoran menimbun jalan yang menghubungkan antar desa.

Kemudian longsor juga menutup jalan Karanganyar-Tawangmangu, tepatnya di Srandon, Tawangmangu. Akibat longsor, akses jalan Karanganyar-Tawangmangu terhambat. Petugas dari TNI,PMK dan dibantu relawan membersihkan longsoran yang menutup jalan tersebut.

Korban meninggal lainnya yakni Sukiningsih, 70 tahun, warga Drojo, desa Puntukrejo, Ngargoyoso akibat terkejut melihat sebagian rumahnya tertimbun tanah.

Read More

Banyak Ditemukan Bus Gunakan Ban Vulkanisir

Sebagian besar angkutan umum terutama bus umum yang beroperasi di Kabupaten Karanganyar menggunakan ban bekas yang dibatik sendiri atau biasa dikenal dengan nama vulkanisir atau ban koplakan. Temuan tersebut terungkap oleh petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar saat menggelar operasi gabungan uji kelayakan kendaraan umum di Terminal Palur, Selasa (21/2).

“Yang ketahuan menggunakan vulkanisir langsung kita minta ganti dan balik ke garasi. Boleh beroperasi lagi setelah mengganti bannya,” ucap Bambang Prasetyo, Kasi Pelaksanaan Pengawasan dan Pengamanan Jalan Dishubkominfo seusai operasi.
Kendati rata-rata angkutan umum antarkota yang masuk Terminal Palur menggunakan ban vulkanisir, pihaknya belum memberikan sanksi kepada angkutan tersebut. Pasalnya pelarangan penggunaan ban vulkanisir masih dalam batas sosialisasi dan pembinaan berkala.
Namun jika angkutan tersebut ketahuan masih menggunakan ban vulkanisir, maka mereka akan kita berikan sanksi. “Yang pasti kalau ban vulkanisir di belakang masih ditolerir namun untuk ban depan harus diganti,” tegasnya. Dalam pemeriksaan tersebut Dishubkominfo juga memberikan surat peringatan kepada manajemen pengelola bus, agar segera mengganti ban vulkanisir yang digunakan armadanya. Beberapa pengelola bus yang mendapatkan surat peringatan adalah Langsung Jaya, Rukun Sayur dan  Bus Batik Solo Trans (BST) milik Damri.
Selain pemeriksaan ban vulkanisir,pihaknya juga melakukan pemeriksaan kelengkapan teknis bus seperti lampu sein, lampu utama, rem, klakson, administrasi surat-surat dan kelengkapan pengemudi dari Pihak Kepolisian. Tujuan operasi uji kelayakan tersebut, dijelaskan Bambang pada dasarnya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan yang umumnya dikarenakan faktor pengemudi dan kelayakan kendaraan.

Read More

Survei Internal, Demokrat Jaring Enam Nama

Dalam hasil survei internal yang dilakukan, Partai Demokrat telah mengantongi enam nama calon bupati dan calon wakil bupati yang menjadi bidikan mereka untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013. Rinto Subekti Ketua DPC Partai Demokrat mengatakan enam nama tersebut bukan hanya dari intern partai, namun ada juga yang berasal dari luar partai.

Namun Rinto masih enggan untuk membeberkan enam nama yang tersebut. “Nanti saja kalau sudah pasti, ini kan masih survei dari internal partai,” kilah dia. Rinto mengungkapkan kendati terjaring enam nama calon dari berbagai unsur, pihaknya menegaskan jika partainya akan mengutamakan kader partai sendiri. Namun juga tidak menutup kemungkinan untuk kader di luar kader partai bisa maju lewat Partai Demokrat.
“Setelah survei internal ini, akan kita lanjutkan dengan survei independen untuk mengusung jago Pilkada 2013 mendatang, jadi ini semua belum fix,” tandasnya. Mengenai adanya pernyataan 17 Pengurus Anak Cabang (PAC) di Karanganyar yang mengajukan Direktur PDAM Karanganyar, Aris Wuryanto maju sebagai bakal calon Bupati dalam pilkada 2013 mendatang, menurutnya hal tersebut sah-sah saja. Mengingat selama ini, Aris juga merupakan kader partai yang menjabat sebagai Dewan Pembina Demokrat Karanganyar dan PAC juga merupakan bagian dari struktur partai. “Silahkan saja, itu tidak masalah, asalkan masih sesuai dengan aturan di dalam partai tidak masalah,” terangnya.
Sebelumnya, dari 17 PAC Partai Demokrat di Karanganyar sudah menyatakan mengusung Aris Wuryanto sebagai calon Bupati Karanganyar pada Pilkada 2013 mendatang. Ketua PAC Jumapolo, Leo Edi Kusumo beberapa waktu lalu mengatakan sebanyak 17 PAC sudah menyatakan secara tertulis akan mengusung Aris untuk maju pada Pilkada 2013 mendatang.

Read More

Olah Bekatul Menjadi Obat Berbagai Penyakit

Hasil penggilingan padi atau yang biasa dikenal dengan nama bekatul ternyata mempunyai banyak khasiat lebih, tidak hanya sebatas untuk pakan ternak. Di tangan pasangan Hadi Suwarso (64) – Panti (51), warga Plosorejo RT 02 RW II Desa Ploso Tengah, Kecamatan Matesih Karanganyar, ampas penggilingan padi yang biasanya hanya digunakan untuk pakan ternak ternyata bisa diracik menjadi sebuah minuman kesehatan yang bisa mengobati berbagai jenis penyakit.

Pasalnya dengan beberapa campuran bahan organik lainnya, ampas beras tersebut bisa dibuat menjadi sebuah minuman kesehatan yang bermanfaat dan berkhasiat mengobati beberapa penyakit, mulai dari diabetes atau penyakit gula, kolesterol, asma, osteoporosis hingga jantung koroner yang menghantui warga masyarakat dan penyakit lainnya.

Dengan keuletannya, kedua pasangan ini berhasil meracik sebuah minuman dari bekatul jenis beras merah. Bahkan saat ini olahannya sudah mulai dipasarkan ke beberapa daerah, seperti Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, bahkan mencapai Bali dan Lombok.

Beras merah yang mereka pakai adalah jenis beras merah unggulan dan sifatnya organik yang tidak memakai bahan berbahaya saat menanam beras tersebut. Awal mulanya, Ibu Panti (51) dan suaminya fokus dalam usaha penggilingan padi dan menyetorkan beras putih biasa di beberapa pasar di Surakarta. Namun karena ada permintaan akan beras lainnya dirinya pun mencoba terjun untuk memasarkan beberapa jenis beras lainnya seperti beras merah, beras hitam, pandan wangi dan beras lainnya.

Hingga suatu saat, ada permintaan dari seorang dokter di Semarang guna mengolah bekatul atau ampas dari kulit ari beras merah menjadi sebuah minuman yang akan diberikan kepada pasiennya sebagai vitamin tambahan. Faktanya dengan meminum ramuan bekatul tersebut banyak pasien tersebut yang mengaku sembuh dari penyakitnya. “Pertamanya ada yang mengaku sembuh dari beri-beri setelah meminum racikan bekatul tersebut secara rutin selama beberapa hari,” ucapnya saat ditemui Joglosemar, Minggu (19/2).

Karena sang dokter terus memesan, ia mulai serius menggarap permintaan tersebut dan ditambahkan dengan petunjuk dokter dengan menambahkan beberapa rempah-rempah yang bersifat organik agar dapat mengobati penyakit lainnya juga. “Alhamdulillah sekarang sudah banyak orang yang mengonsumsi karena memang terbukti bisa mengobati berbagai ragam penyakit,” jelas dia. Saat ini bekatul merah tersebut sudah diproduksi secara massa dan diberi nama Red Bran.

Read More

Hujan Deras Tumbangkan Pohon, 1.500 Burung Puyuh Mati

Hujan deras disertai puting beliung kembali terjadi di Karanganyar, Sabtu (18/2) lalu. Kali ini angin puting beliung tersebut menyapu 1.500 ternak burung puyuh di sebuah peternakan warga di Dusun Gondangmas, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan.

Ribuan ternak unggas tersebut tak terselamatkan setelah kandangnya tersapu angin puting beliung. Pemilik ternak, Rohmad pun mengaku hanya bisa pasrah dan melihat kandang unggasnya tersebut rusak parah. Rohmad mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, di saat hujan deras mengguyur daerahnya. Akibat insiden tersebut, Rohmad mengaku rugi mencapai Rp 40 juta, sebab ternak burung puyuh yang baru saja dirintisnya tersebut masih dalam tahap usia pembibitan dan belum menghasilkan telur. “Kurang lebih total kerugian mencapai sekitar Rp 40 juta, belum lagi kandang saya yang tertimpa pohon besar,” papar dia.

Sementara itu, angin puting beliung juga merobohkan beberapa pohon di Dusun Sewurejo, Pojok, Mojogedang, Sabtu (18/2). Di Dusun Gondangmas, Karangpandan hujan deras juga membuat sedikitnya ada 10 rumah rusak, satu di antaranya mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristianto mengatakan pohon yang tumbang tersebut berdiameter lumayan besar, sehingga menyusahkan proses pembersihan pohon. “Sebenarnya hujannya hanya turun selama sekitar satu jam, tetapi karena anginnya berhembus dengan cukup kencang sehingga banyak pohon tumbang,” ujarnya kemarin (19/2).

Ia mengatakan untuk membersihkan pohon-pohon tersebut ia mengerahkan 15 personelnya dan dibantu warga sekitar. Dengan kondisi yang masih sering hujan dan angin ini, Aji kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada.

Pasalnya kondisi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau identik ditandai dengan hujan ekstrem yang bisa merusak. “Makanya kita terus menyosialisasikan kepada warga Karanganyar agar selalu waspada,” imbuh dia.

Read More

Tujuh Raperda di Karanganyar Tunggu Penetapan

Ketujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Karanganyar yang seharusnya bisa ditetapkan pada tahun 2011 hingga kini belum juga ditetapkan. Namun karena masih menunggu penetapan salah satu dari Raperda tersebut, yaitu Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) membuat enam Raperda yang lain justru terbengkalai.

“Enam Raperda lainnya sebenarnya sudah selesai namun karena harus menunggu penetapan Raperda RTRW akhirnya semuanya malah jadi terkatung-katung,” ujar Romdloni, Anggota Pansus I DPRD Karanganyar, kemarin (17/2). Akibat lambannya penetapan Raperda tersebut, berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Belum ditetapkan Raperda Raperda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) salah satu dari Raperda yang belum di tetapkan membuat Pemkab belum bisa menggunakan Raperda tersebut. “Ini kan jelas berdampak pada penerimaan daerah, karena belum ditetapkan maka penarikan PBB mengacu dari aturan pusat yang jauh lebih rendah dari hitungan daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Karanganyar, Leo Edi Kusumo mengaku sebenarnya pembahasan ketujuh Raperda tersebut sudah selesai, namun saat ini prosesnya baru di tahapan Pimpinan Dewan dan menunggu digedok. “Kalau masalah pembahasan jelas itu sudah selesai, bukannya lamban tapi prosesnya memang seperti itu, kilahnya.

Setelah selesai dievaluasi oleh Pimpinan Dewan, Pansus nantinya tinggal melanjutkan dalam proses paripurna agar bisa dilakukan penetapan.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo mengakui ada sebuah Raperda yang masih digodok terkait pembahasan zona wilayah industri dalam Raperda RTRW. Daerah mana saja yang diperuntukkan pabrik dan daerah mana yang tidak diperbolehkan untuk pabrik. “Sebenarnya dalam Raperda RTRW itu ada wilayah khusus industri yakni di Jaten dan Kebakkramat. Saat ini yang kita bahas bagaimana dengan daerah-daerah lain di luar kedua kecamatan itu,” jelasnya.

Ia mengatakan saat ini ada beberapa pabrik yang berada di luar dua kecamatan tersebut. Itu yang menjadi persoalan, jika Raperda tersebut ditetapkan tentunya  pabrik-pabrik yang berada di luar zona tersebut harus dipindahkan. Kalau ini terjadi kemungkinan akan terjadi gejolak dengan ribuan karyawan yang telah lama bekerja di pabrik tersebut. “Ini yang membuat pembahasan Raperda RTRW menjadi agak rumit,” ungkapnya.  n Sari Hardiyanto

Read More

Pembangunan Pabrik Sampah Jumantono Molor

Pabrik pengolahan sampah modern yang rencananya akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono tahun ini dipastikan molor. Pasalnya pembangunan pabrik pengolahan sampah yang disponsori oleh Perusahaan dari Korea tersebut masih menunggu proses lelang, meski sudah ada investor yang siap melakukan investasi.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar, Maulan mengatakan kendati sudah ada pihak investor yang akan membiayai, pembangunan tempat pengolahan sampah tersebut tidak bisa langsung dilaksanakan. Ia mengatakan proses pembangunan tempat pengelolaan sampah tersebut harus didahului dengan adanya proses lelang sesuai Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. “Aturannya seperti itu, meskipun sudah ada yang berniat membiayai 100 persen tetap harus melalui proses lelang terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (16/2).
Maulan mengatakan saat ini pihaknya baru membentuk tim untuk menggelar lelang. Dan proses lelang tersebut baru bisa dilaksanakan jika sudah ada lima dibentuk harus menunggu kesiapan minimal lima calon investor yang bersedia ikut lelang. “Persyaratannya minimal lima, kurang dari itu akan diulangi sebanyak tiga kali. Jika masih gagal terus baru dilakukan penunjukan,” terangnya.
Dia menambahkan selain menunggu lima investor yang akan mengikuti lelang, tim lelang juga sudah mengumpulkan berkas dan persyaratan guna proses lelang. “Saat ini baru kita susun untuk persiapan dokumennya terlebih dahulu. Anga-angka nominalnya belum kita hitung,” tandasnya.
Sebelumnya, Managing Director PT Energi Korea (EKO) Green Indonesia, Jason Lee mengungkapkan, pihaknya tinggal mengurus izin investasi di Badan Koordinasi Penanaman Modal  (BKPM) agar bisa segera memulai pembangunan. Pengurusan izin di BKPM tersebut diharapkan bisa selesai dalam waktu dua bulan. “Kita berharap pabrik tersebut segera dibangun dan bisa membuktikan kepada masyarakat jika sampah itu bisa menjadi uang,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, Pemkab sebenarnya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor asal Korea Selatan, yakni Korea Energy dengan modal investasi sebesar Rp 90 miliar guna membangun pabrik pengolahan sampah modern di TPA Sukosari, Jumantono beberapa waktu lalu.
Namun saat ini proses pembangunan pabrik pengolahan sampah yang bisa menyerap sekitar 100 tenaga kerja tersebut molor. Selain terkendala masalah perizinan juga terhambat proses birokrasi dan proses lelang.

Read More

Awas! PENIPUAN BERKEDOK Anggota DPR Dan Polda Jateng

Perangkat desa dan pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar resah. Pasalnya mereka dihubungi sejumlah oknum tak dikenal mengaku-ngaku sebagai anggota Komisi III DPR dan anggota Polda Jateng.

Kapolsek Tasikmadu, AKP Joko Waluyono, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan oknum tersebut, Selasa (14/2), menghubungi perangkat desa untuk meminta alamat lengkap sejumlah tersangka perjudian yang ditangkap oleh aparat Polsek Tasikmadu, beberapa hari yang lalu.

“Untungnya kepala desa dan PNS di kecamatan itu menghubungi saya untuk meminta konfirmasi. Lalu saya bilang kepada mereka untuk tidak percaya dengan orang yang mengaku-ngaku tersebut,” ujar Kapolsek saat ditemui.

Menurutnya, oknum tersebut meminta alamat lengkap para tersangka itu untuk menipu keluarga tersangka. Orang tersebut biasanya akan menawarkan jasa ke keluarga tersangka, lalu mengaku bisa membebaskan anggota keluarganya yang masih mendekam di penjara, dengan syarat mengirimkan sejumlah uang sebagai imbalannya.

Sebenarnya, imbuh Joko, modus tersebut sudah sering dipakai oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Namun banyak dari masyarakat yang belum mengetahui modus itu dan ada pula yang percaya dengan oknum tersebut, tanpa berpikir panjang. Biasanya, jika warga yang tidak mengerti, mereka langsung mencari uang dan mentransfernya ke nomor rekening yang disebutkannya.

“Siapa yang tidak senang, ada orang yang mau membantu membebaskan anggota keluarga, keluar dari penjara. Tapi harus hati-hati karena itu sebenarnya adalah penipuan,” ungkapnya.

Saat Joko menghubungi ke nomor ponsel oknum tersebut, orang di ujung telepon mengaku sebagai anggota Komisi III DPR. Ada pula beberapa oknum yang mengaku sebagai anggota Polda Jateng. Oknum itu meminta alamat para tersangka judi. Namun Joko tidak memberinya.

“Saya minta dia bertemu langsung dengan saya, tapi saat itu juga sambungan teleponnya diputus,” papar Kapolsek. Joko hanya mengimbau, bila ada warga yang menemui kasus seperti ini, ia menegaskan untuk meminta konfirmasi ke pihak yang berwajib, agar tindak penipuan tersebut tidak berkembang.

Read More

PT DUTA INDONESIA Lakukan Penanaman 15.000 Pohon

PT Duta Indonesia Jaya selaku pengelola obyek wisata alam Grojogan Sewu, Tawangmangu melakukan gerakan penanaman 15.000 pohon. Gerakan tersebut mulai dilakukan hari ini, Rabu hingga Jumat (15-17/2/2012) mendatang.

Demikian disampaikan ketua panitia acara tersebut.  Widodo mengatakan gerakan penanaman 15.000 pohon dari berbagai jenis dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah tanam 1 milyar pohon.

“15.000 Pohon ini ditanam di atas tanah sekitar 64,3 hektare. Tanah tersebut masuk kawasan konservasi yang secara langsung berada di bawah Kementrian Kehutanan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng di Tawangmangu,” ujarnya.

Widodo kegiatan itu melibatkan masyarakat sekitar kawasan obyek wisata Grojogan Sewu dan seluruh unsur Muspika Tawangmangu.

Read More