Category: Berita

Diklat PIM IV Angkatan Ke-37 Pusdiklat Kementrian PU Kunjungi Kabupaten Karanganyar

Podang I Gedung Setda Karanganyar

Rombongan peserta Diklat PIM IV Angkatan Ke-37 Pusdiklat Kementrian Pekerjaan Umum (PU) yang berjumlah sekitar 32 orang yang kesemuanya berasal dari lingkup Kementrian Pekerjaan Umum diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Drs. Samsi, M.Si di Ruang Podang I Gedung Setda Karanganyar tadi pagi (04/03/2012). Dipimpin Widyananto selaku Kepala Balai Diklat Pusdiklat Kementrian PU bertujuan untuk melakukan observasi secara langsung terhadap reformasi birokrasi yang ada di Dinas Pekerjaan Umum serta potensi-potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar. Rencana rombongan tersebut akan berada di Kabupaten Karanganyar Selama 3 Hari. Selain peserta diklat, hadir pula SKPD terkait sebagai nara sumber.

Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani SR., M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Karanganyar mengatakan rasa terima kasih kepada panitia Diklat PIM atas dipilihnya Kabupaten Karanganyar sebagai destinasi untuk mereka berlatih, belajar sekaligus menggali segala potensi yang ada di Kab. Karanganyar baik dalam pelayanannya maupun sumber daya PNS nya. Dalam paparan singkatnya, Rina Iriani SR., menyampaikan segala potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar, seperti 7 Program Kerja (Senin Sehat, Selasa Sadar Hukum, Rabu Pendidikan, Kamis Bertani, Jumat Keliling, Sabtu Wisata dan Minggu Bersih), Program-progam unggulan (Paryatti = Pajak Rakyat Terurusi Tenteram Indonesia, Ratna Pandusima = Rakyat Terdaftar Negara Aman Layanan Terpadu Siang dan Malam, Parsih = Pembayaran Air Bersih, Larasita = Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah, LPSE = Layanan Pengadaan Secara Elektronik, BPPT = Badan Pelayanan Perizinan Terpadu).

Demikian Dishubkominfo  Kab. Karanganyar ( So/Sy/Pr/Ad )

Read More

April Prajab CPNS 2009-2010 Digelar

Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan 2009-2010 yang selama ini nasibnya masih terkatung-katung akhirnya dapat bernapas lega. Pasalnya, April mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menggelar Prajabatan (Prajab) untuk CPNS angkatan 2009-2010. Sementara untuk Prajab 2011 masih menunggu anggaran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar Suwarno menjelaskan, untuk pelaksanaan Prajab Pemkab Karanganyar akan mengadakan lelang terlebih dahulu. ”Nanti kami lelangkan dulu melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE),”jelas Suwarno akhir pekan kemarin.

Lelang tersebut untuk penyediaan konsumsi selama pelaksanaan pendidikan dan pelatihan Prajab. Mulai dari penyediaan makanan, minuman dan keperluan lainnya. Suwarno pun berharap proses lelang dapat segera dilaksanakan sehingga April Prajab dapat dilaksanakan.

Suwarno memastikan biaya pelaksanaan Prajab sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Karanganyar. Hal ini sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2000 serta Surat Edaran Mendagri Nomor 18 Tahun 2010. Dalam dua peraturan tersebut ditegaskan bahwa seluruh biaya pelaksanaan Prajabatan CPNS menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh Pemkab.

Untuk jumlah CPNS yang akan mengikuti Diklat Prajab sebanyak 700 orang. Jumlah tersebut terdiri dari14 angkatan yang mengikuti rekrutmen CPNS pada 2009 dan 2010. Disinggung mengenai nasib ratusan CPNS yang belum mendapatkan giliran Prajabatan, Suwarno belum dapat memastikan kapan pelaksanaannya. Minimnya anggaran yang dimiliki Pemkab menjadi kendala utama molornya pelaksanaan Prajab.

Read More

Pemkab Tertibkan Baliho Keropos

Guna menghindari jatuhnya korban tertimpa papan iklan karena cuaca ekstrem terutama angin kencang yang sering melanda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar melakukan penertiban di sepanjang Jalan Lawu Karanganyar, Rabu (29/2). Kepala Satpol PP Karanganyar, Widarbo mengatakan penertiban tersebut memang sengaja dilakukan mengingat banyak papan nama atau baliho yang miring dan berkarat. Sehingga jika dibiarkan justru dikhawatirkan akan memakan korban karena tertimpa baliho tersebut. “Kalau tadi lihat, di Bundaran batas kota itu ada dua baliho setinggi lima meter yang bagian bawahnya sudah keropos. Kalau ambruk bagaimana itu”, ujarnya.

Karena itu, kedua baliho itu dipotong dan dievakuasi agar tidak membahayakan orang yang melintas. Selain mengevakuasi dua papan baliho iklan pihaknya juga menertibkan sejumlah baliho iklan yang menyalahi aturan dan dipasang di tempat-tempat yang diperuntukkan. Langkah dilakukan untuk menjaga keindahan dan kenyamanan kota. “Semakin tertib baliho yang dipasang, tentu akan lebih enak dipandang dan tidak membahayakan orang lain”, paparnya.

Read More

200 Keluarga Minta Relokasi

Terancam longsor, sekitar 200 keluarga di Dusun Ngledok Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan berencana mengajukan permintaan relokasi secepatnya kepada Pemerintah setempat. Pasalnya warga di Dusun Ngledok sebanyak enam RT tersebut khawatir keluarganya menjadi korban longsor karena intensitas hujan yang masih tinggi.
Kepala Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan, Suwarno  mengatakan dari pembicaraan dengan warga sekitar, mereka sepakat minta direlokasi. Pasalnya kebanyakan dari mereka takut dan waswas setiap hujan turun. “Kalau tidak salah ada sekitar 200 keluarga di enam RT tersebut yang berencana relokasi,” ujar dia.
Permintaan tersebut juga sudah diwujudkan dengan surat tertulis dan akan segera ditembuskan kepada Camat Karangpandan dan Bupati Karanganyar. Namun detail berkenaan dengan relokasi belum dibahas warga karena masih fokus pembersihan desa.
“Karena banyaknya longsoran, hingga saat ini warga masih terus berupaya melancarkan akses jalan desa yang masih tertutup longsor,” terang dia.
Suwarno menambahkan kemungkinan warga yang meminta relokasi akan bertambah. Mengingat ada beberapa daerah di Desa Gerdu yang rawan longsor.
“Sementara yang mengatakan ingin relokasi memang baru Dusun Ngledok, nanti setelah selesai kerja bakti desa, akan coba kita data lagi secepatnya,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo juga menyarankan hal serupa. Jika memang tinggal di daerah longsor dan takut terjadi musibah, ia menyarankan lebih baik warga di relokasi. Namun keputusan relokasi itu sepenuhnya berada di tangan eksekutif. “Prosesnya eksekutif mengajukan kepada legislatif barulah dibahas dan ditentukan besaran anggaran yang dibutuhkan,” ucap dia.
Ia juga menegaskan jika memang ada permintaan dari warga agar direlokasi, maka Pemkab secepatnya mengajukan hal itu agar nantinya bisa dibahas di dewan dan disusulkan dalam anggaran Perubahan APBD 2012, sehingga warga tidak lagi menunggu.“Setahu saya yang sudah direlokasi dulu ada di Desa Karang duwur Kecamatan Jenawi, tapi sudah lama tahun 2007 silam kalau di Mogol mereka tidak mau,” paparnya.

Read More

Tawangmangu Rawan Banjir

Berada di daerah pegunungan ternyata tidak meluputkan Tawangmangu dari banjir. Pasalnya setiap kali hujan deras, separuh dari ruas jalan Raya Tawangmangu mulai dari pertigaan Kelurahan Tawangmangu ke atas selalu tergenang air luberan dari saluran air di sepanjang trotoar karena tidak mampu menampung aliran air dari sungai di Lereng Gunung Lawu.
Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jati Wibowo  mengatakan luapan air yang menggenangi jalan raya itu dikarenakan hilangnya daerah resapan air di daerah di atas Tawangmangu. Berkurangnya daerah resapan air ini, dikarenakan banyaknya bangunan vila dan perumahan di daerah tersebut.
Ditambah lagi vila dan perumahan tersebut sebagian besar tidak memperhatikan faktor drainase sehingga menjadikan tangkapan air menjadi rendah, dan  air langsung mengalir ke bawah. “Banjir seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Sejak saya menjabat sebagai camat, tiga tahun lalu, kondisinya sudah seperti itu,” ungkap Yoppi.
Ia juga mengatakan banjir ini juga disebabkan tidak semua tempat pembuangan arus sungai yang ada di Tawangmangu beroperasi dengan baik. Karena saat ini tiga pintu pembuangan arus sungai, hanya satu yang berani dibuka. “Yang lainnya jika dibuka dikhawatirkan ambrol karena bangunannya sudah tua, dan dirasa tidak mampu menahan lajunya air,” tandas dia.
Berbagai faktor tersebutlah yang menjadikan air di trotoar meluap dan membuat genangan air. Genangan paling parah berada di Terminal Tawangmangu dan Pasar Tawangmangu. Sementara itu, salah satu warga Sepanjang Tawangmangu, Widodo (30) membenarkan hal tersebut. Setiap kali hujan deras turun, maka sepanjang jalan dari atas hingga pertigaan Kantor Kelurahan Tawangmangu digenangi air luapan dari atas hingga setinggi lutut orang dewasa. “Airnya mengalir dengan deras,” ungkapnya.

Read More

e-KTP Dimulai Pertengahan Maret

Sosialisasi pembuatan KTP elektronik (e-KTP) di Kabupaten Karanganyar hampir selesai.  Dari 17 Kecamatan di Karanganyar, tinggal empat Kecamatan yang belum mendapatkan giliran sosialisasi. Keempat Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Gondangrejo, Colomadu, Tasikmadu serta Kebakkramat.
Sucahyo, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Karanganyar sendiri berharap pelaksanaan e-KTP dimulai pertengahan Maret mendatang. “Untuk sosialisasi e-KTP sudah kita lakukan secara berurutan, dan tinggal kurang empat kecamatan saja yang belum,” ucap Sucahyo.
Mengenai peralatan, Sucahyo mengatakan peralatan sudah datang di Kantor Pos pada Sabtu (25/2), dan sudah didistribusikan ke 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Selasa (27/2). “ Setiap kecamatan mendapatkan dua peralatan e-KTP lengkap, jadi totalnya ada 34 peralatan e-KTP yang tiba di Karanganyar kemarin,” jelas dia.
Peralatan pembuatan KTP elektronik itu tersebut terdiri dari sebuah CPU Central Processor Unit, UPS Uninterruptible power supply, modem, alat perekam sidik jari, scan retina mata, kamera foto dan alat pemindai tanda tangan. “Semuanya sudah lengkap, dan sudah dikirim ke masing-masing kecamatan oleh Konsorsium,” tandas dia.
Namun sebelum pelaksanaan program e-KTP dilaksanakan mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terlebih dahulu akan menggelar Pembinaan Teknis (Bintek) terhadap para operator di setiap kecamatan. Dengan digelar Bintek diharapkan petugas yang akan melakukan perekaman identitas tidak canggung dan bisa bekerja sesuai yang diinginkan.
Sucahyo mengatakan begitu sosialisasi e-KTP selesai Rabu (29/2) hari ini. Ia menargetkan program e-KTP ini bisa dimulai pertengahan Maret. “Jika sosialisasi di empat kecamatan itu selesai, Maka tinggal fokus Bintek tenaga operasional peralatan,” tandas dia.

Read More

4 Kecamatan Diterjang Puting Beliung

Belum usai penanganan bencana longsor yang merenggut dua nyawa warganya, kini dua Kecamatan di Karanganyar yakni Kecamatan Matesih dan Kecamatan Tawangmangu kembali terjadi bencana angin puting beliung, Minggu (26/2). Sehari sebelumnya angin puting beliung juga menerjang dua Kecamatan di wilayah Sragen yakni Gondang dan Tanon Sabtu (25/2) petang. Sedikitnya 14 rumah rusak berat dan ambruk, lima trafo milik PLN hancur, serta puluhan pohon tumbang akibat terjangan angin berkecepatan tinggi tersebut.

Akibat dari kencangnya sapuan angin tersebut mengakibatkan sedikitnya sekitar 15 rumah rusak di Dusun Pelas Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu dan sejumlah pohon tumbang di ruas jalan Matesih – Tawangmangu sehingga sempat memacetkan jalan sekitar 1,5 jam. Selain menyapu atap dan bangunan sekitar 15 rumah, angin juga menghancurkan lima buah kandang ayam warga sehingga menyebabkan sekitar 15.000 ekor ayam milik warga mati tak terselamatkan. Sementara ini kerugian ditaksir mencapai angka Rp 100 juta karena ayam tersebut dua pekan lagi akan dipanen.

Camat Tawangmangu, Yopi Eka Jati Wibowo mengatakan angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat hujan deras. Angin yang bertiup kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon besar di pinggir jalan tumbang dan puluhan atap rumah warga habis dibawa angin. “Untungnya tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, hanya saja ribuan ayam yang siap dipanen mati tertimpa kandang yang roboh,” ujarnya Minggu (26/2).

Di wilayah Kecamatan Gondang, kerusakan terparah melanda Desa Grasak. Berdasarkan data di Kecamatan, musibah tersebut mengakibatkan 13 rumah warga rusak berat tertimpa pohon tumbang. Bahkan, rumah Budi Anggono (35) warga Grasak tidak dapat lagi ditempati karena sebagian sudah hancur diterjang angin.
Selain itu, terjangan angin juga merusak perkebunan jati milik enam warga yang berhimpitan. Belasan pohon jati usia muda yang berada di areal Dusun Grasak tumbang dan rusak total. “Kejadiannya sekitar jam 17.00 WIB pada saat hujan deras. Tiba-tiba dari arah utara datang angin kencang, lurus dan menerjang semua yang ada. Rumah saya juga tertimpa pohon sampai rusak begini,” papar Purwanto (67) warga Gasak.

Camat Gondang Budi Setyawan mengatakan berdasarkan pendataannya, ada 19 KK yang menjadi korban dengan kerugian material mencapai Rp 30 juta. “Harapan kami, karena mayoritas korban yang rumahnya rusak itu adalah warga miskin, sehingga secepatnya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten,” paparnya ditemui di sela-sela pendataan kerusakan di Grasak Minggu (26/2) pagi.

Read More

Dana RTLH Dialihkan untuk Korban Longsor

Guna menangani sekitar 217 rumah rusak yang terkena longsoran tanah di lima kecamatan, Pemkab Karanganyar berencana akan mengalihkan dana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2012 kepada korban bencana tanah longsor. “Karena ini sifatnya bencana dan darurat, jadi dana kita utamakan dulu untuk korban bencana. Jadi rencananya dana RTLH tahun 2012 ini akan kita berikan kepada mereka, agar mereka tenang,” ujar Rina Iriani, Bupati Karanganyar saat ditemui usai Kegiatan Jumat Keliling (Jumlin-red) di Masjid Klodran Colomadu, Jumat (24/2).

Ia mengatakan banyaknya dana yang akan diberikan kepada masing-masing korban bencana tanah longsor ini akan nominalnya akan berbeda-beda. Dan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah milik masing-masing korban. Selain mengambil bantuan RTLH, Pemkab juga akan mengupayakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta dari Gubernur Jawa Tengah. “Mana yang turun duluan, akan kita gunakan langsung guna membenahi rumah warga,” janji dia.
Pendataan
Rina mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengintensifkan pendataan korban dan kerusakan di lima kecamatan yang terkena longsor. Dengan pendataan yang terperinci, ia berharap penyaluran bantuan tidak salah sasaran. “Intinya bantuan akan kita prioritaskan untuk rumah yang hancur total, kemudian rusak berat dan seterusnya,” tandasnya.
Selain itu pihaknya juga meminta kepada Camat untuk melakukan kroscek data lapangan korban bencana longsor dan banjir kemarin secara menyeluruh dan terperinci.
Rina menambahkan kisaran besaran bantuan untuk korban yang rumahnya terkena tanah longsor kurang lebih sama dengan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yakni sekitar Rp 10 juta per orang. Namun dana tersebut kemungkinan masih bisa berkurang atau bertambah tergantung dari kerusakan yang diderita.
Sebelumnya selain memakan dua orang korban, longsor di Karanganyar Rabu (22/2) kemarin totalnya mengakibatkan setidaknya 217 rumah warga rusak,  mulai dari rusak ringan, sedang dan berat.
Mengenai dana tanggap darurat dan bantuan untuk korban meninggal, dijelaskan Rina sudah diberikan langsung Rabu (23/2) sebesar Rp 2 juta.

Read More

Jembatan Ngledok Ambrol, Akses 2 Dusun Terputus

Akibat tak kuat menahan derasnya arus sungai di bawahnya, jembatan penghubung Dusun Nggeger dan Dusun Ngledok, Desa Ngargoyoso Kecamatan Ngargoyoso ambrol, Jumat (24/2) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.Ambrolnya jembatan tersebut selain memutus akses jalan dua dusun juga mengakibatkan aktivitas kegiatan belajar mengajar di Dua Kecamatan yakni Kecamatan Ngargoyo dan Kerjo ikut terganggu.
Salah satu warga Ngledok, Mulyadi (34) mengatakan jembatan tersebut mulai ambrol pukul 01.30 WIB, Jumat (24/2) dini hari karena salah satu fondasinya runtuh. “Saya waktu itu keluar rumah untuk melihat situasi, dan ternyata di jembatan ternyata sudah putus,” ujarnya. Ia mengaku jembatan ini menjadi jalan utama khususnya bagi pelajar di SMP N 3 Ngargoyoso. Meskipun sekolahnya berada di Dusun Nggeger Desa dan Kecamatan Ngargoyoso namun kebanyakan siswanya justru berasal dari Kecamatan Kerjo. “Kalau putus begini siswa yang dari Kerjo otomatis juga repot, ini akses utama ke sekolahan,” jelasnya. Mulyadi menambahkan jika harus memutar, satu-satunya jalan alternatif hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki sekitar lima Kilometer, kalau dengan kendaraan tentu repot lagi karena harus memutar lebih jauh lagi.
Warga lainnya, Sutarno (35) mengungkapkan untuk memperlancar arus transportasi dan memudahkan para pelajar, warga sudah sepakat dan berniat mencarikan solusi dengan membangun jembatan darurat sembari menunggu dibangun oleh Pemerintah. Kendati tidak sekokoh jembatan permanen, namun sementara yang terpenting bisa dilalui.“Kita harapkan dengan adanya pemberitaan ini, jembatan bisa dibangun karena ini akses utama kedua dusun,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto justru baru mengetahui kabar tersebut. Namun dirinya berjanji akan mengecek  kebenaran informasi tersebut. Saat dikonfirmasi terkait upaya Pemkab untuk perbaikan jembatan ini, Priharyanto mengatakan bahwa setiap upaya pembangunan dengan menggunakan dana APBD harus melalui proses lelang terlebih dahulu. “Kalau langsung dibangun, nanti kita malah kena KPK. Prosedurnya seperti itu diusulkan lewat APBD, lelang baru dibangun, memang lama tetapi ya begitulah prosedurnya,” jelasnya.

Read More

217 Rumah Rusak Terkena Longsor

Jumlah total rumah yang rusak terkena bencana longsor pada Rabu dinihari mencapai 217 unit. Mulai yang rusak ringan, sedang hingga rusak berat karena hancur total seperti yang dialami Reksowasimin, Karyojimin di dusun Banjar, Desa Gerdu, Karangpandan.

”Pendataan dan hasil laporan yang kami terima dari daerah, yang rusak memang sangat banyak. Paling banyak di Ngargoyoso yang mencapai 112 unit rumah. Di antaranya ada 10 rumah yang rusak berat karena lebih dari 75 % bangunannya roboh,” kata Aji Pratama Heru Kristianto, Kepala   Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Kepada Suara Merdeka, dia mengatakan selain Ngargoyoso, yang juga cukup banyak adalah Matesih 69 rumah. Meski demikian kerusakannya relatif ringan. Kemudian Jenawi yang rusak 23 unit dengan tingkat kerusakan berat 2 unit. Karangpandan 13 rumah rusak, 3 unit rumah hancur total. Selain kerusakan rumah yang tertimpa longsoran, yang juga mengalami kerusakan adalah infrastruktur seperti dam, jalan, saluran irigasi, talud, serta sarana umum seperti masjid dan kantor inventaris pemerintah. Ada 22 jenis yang rusak meski tidak terlalu berat.

”Yang paling berat adalah jalan yang tertutup longsor. Sampai sore ini, yang belum tertangani tinggal longsoran yang menutup jalan penghubung Matesih-Karangpandan, persis di pertigaan rumah Reksowasimin yang meninggal. Di situ longsoran menutup jalan sepanjang 50 meter. Selain itu di longsoran bekas rumah Mbah Rekso juga belum dibersihkan,” katanya.

Untuk mendatangkan alat berat agar mempercepat proses pembersihan, petugas BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Karanganyar kesulitan karena medan jalan yang sangat curam. Satu-satunya akses dari arah Girilayu, Matesih.

”Tetapi jalannya menanjak tinggi dan menurun sangat curam, sehingga truk tidak bisa masuk membawa bulldozer. Jadi harus menunggu dari arah Gerdu, dan sementara membersihkan dulu jalur tersebut karena beberapa titik ada longsoran kecil, sebelum sampai di lokasi longsoran besar itu,” kata Heru.

Sementara itu untuk mengantisipasi bencana yang mungkin masih bisa terjadi selama musim hujan ini, pihaknya mewaspadai delapan kecamatan yang sangat rawan longsor. Selain empat wilayah yakni Jenawi, Karangpandan, Ngargoyoso, Matesih, ditambah Tawangmangu, Jatiyoso, Jatipuro, dan Kerjo.

Area Waspada

”Di lokasi itu kami sudah memiliki denah wilayah merah, yakni wilayah yang masuk area waspada. Sudah banyak tanda-tanda longsor, sehingga harus diwaspadai. Kami terus menyiagakan sekitar 100 personel gabungan, termasuk bantuan dari kabupaten lain yang juga sudah siap jika terjadi sesuatu,” jelasnya.

Dia mengingatkan tiga tanda akan terjadi longsor pada masyarakat dan harus diwaspadai.

Pertama pepohonan di atas bukit sudah mulai miring dan tidak berdiri gagah lagi. Kedua bebatuan sudah sering berjatuhan dari atas. Ketiga saluran air dari atas bukit justru berkurang debitnya

Read More