Category: Berita

Penyegaran, 6 Kapolsek Dirotasi

Sedikitnya enam Kapolsek di Kabupaten Karanganyar di rotasi, Selasa (17/4) kemarin. Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo mengungkapkan rotasi tersebut dilakukan sebagai langkah penyegaran dalam organisasi dan utamanya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekitar.

“Jika terlalu lama menjabat tentunya tidak baik, makanya kita rotasi untuk penyegaran,” ujarnya  seusai Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Mapolres Karanganyar, Selasa (17/4). Menurutnya, rotasi tersebut bukanlah karena ada tindakan indisipliner atau kasus tertentu, tetapi rotasi rutin sebagai bentuk penyegaran dalam organisasi. Diharapkan dengan adanya rotasi tersebut pelayanan kepada masyarakat bisa meningkat.

“Total ada enam Kapolsek yang dirotasi. Ada yang menjadi Kasubag dan ada juga yang ditarik ke kantor,” jelasnya. Keenam Kapolsek yang dirotasi di antaranya Kapolsek Jumantono, AKP Sutiman digantikan oleh AKP Suparmin, Kapolsek Jaten yang sebelumnya dijabat oleh AKP Suparmin diganti AKP Suryanto. Sementara Kapolsek Jenawi AKP Suryanto diganti oleh AKP Sunaryo yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubag Humas Bagian Sumber Daya.

Ditambahkan Kapolres, untuk jabatan 11 Kapolsek lainnya masih tetap tidak ada perubahan. Terakhir dirinya berpesan kepada seluruh petugas yang dirotasi agar tidak menjadikan beban dalam bertugas di tempat yang baru.

Read More

Enam Kecamatan Rawan Demam Berdarah

Enam Kecamatan di Kabupaten Karanganyar masuk dalam zona rawan Deman Berdarah (DB). Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mengatakan enam kecamatan tersebut adalah Kecamatan Gondangrejo, Colomadu, Jaten, Kebakkramat, Tasikmadu dan Karanganyar Kota.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK, Fathul Munir mengatakan saat ini Dinasnya sedang fokus memperhatikan daerah-daerah yang rawan terhadap DB. Pasalnya Kementerian Kesehatan memperkirakan pada tahun 2012 ini akan terjadi ledakan kasus DB karena perubahan cuaca yang ekstrem dan siklus lima tahunan DB.

Fathul mengatakan penekanan pengawasan DB di enam kecamatan tersebut dilakukan karena keenam daerah tersebut memang merupakan daerah endemis DB.
“Enam kecamatan tersebut sejak dulu memang endemis DB, selain itu memasuki di musim pancaroba ancaman DB lebih tinggi. Januari hingga Maret kali ini sudah ada 16 kasus DB, tapi Alhamdulillah hingga detik ini belum ada yang meninggal, kalau bisa janganlah,” pintanya.

Dan jika dihitung sebagai siklus lima tahunan sekali, ledakan DB yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2012 ini. Apalagi dengan kondisi cuaca ekstrem yang kadang hujan dan kadang panas membuat pertumbuhan jentik nyamuk aedesaegepty semakin cepat. Munir mengatakan untuk mengurangi penyebaran BD yang perlu dilakukan masyarakat adalah dengan perubahan pola gaya hidup dan selalu menjaga kebersihan serta memantau jentik di seluruh penjuru rumah yang menampung air.
Ia menambahkan penyemprotan atau fogging bukanlah solusi terbaik,karena semakin sering dilakukan penyemprotan dengan obat insektisida, maka nyamuk akan resistansi nyamuk. “Keturunan nyamuk yang tidak mati sewaktu penyemprotan akan melahirkan generasi yang kebal terhadap obat insektisida,” .

Read More

SMA N 1 KARANGANYAR Gelar Doa Bersama

Sebanyak 280 siswa SMAN 1 Karanganyar mengikuti doa bersama menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA sederajat.

Kepala Sekolah SMAN 1 Karanganyar, Sobirin mengemukakan kegiatan doa bersama dilakukan setiap tahun menjelang pelaksanaan UN. Peserta UN diberikan pengarahan dan bimbingan batiniah agar mentalnya kuat selama mengikuti UN.

“Kami selalu melaksanakan doa bersama menjelang pelaksanaan UN. Bahkan, sebelum ujian semester juga digelar kegiatan serupa,”  Jumat pagi.

Sebelum doa bersama, pihak sekolah memberikan pengarahan secara teknis mengenai pelaksanaan UN. Seperti naskah soal hingga penggunaan pensil 2 B yang dikhususkan untuk mengerjakan Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN)

Sementara itu, seorang siswa Kelas XII SMAN 1 Karanganyar, Adi Pratomo mengaku siap mengikuti UN. “Kami juga telah minta doa restu kepada orangtua agar bisa mengikuti UN dengan lancar,” imbuhnya.

Read More

LAMPU PENERANGAN JALAN: DKP Karanganyar Tambah LPJU

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar bakal melakukan penambahan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di beberapa titik. Hal ini dilakukan untuk menambah kenyamanan bagi para pengendara bermotor.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar, Maulan, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait masih minimnya penerangan jalan di beberapa wilayah. Minimnya penerangan jalan itu dapat memicu terjadinya tindak kriminalitas.

“Memang banyak laporan masyarakat yang meminta agar PJU ditambah terutama di lokasi rawan tindak kriminal,”.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan penambahan PJU di Jl Adi Soemarmo, Colomadu sebanyak enam titik. Selain itu, penambahan PJU juga dilakukan di jalan menuju Sragen sebanyak sembilan titik.  Maulan menjelaskan jumlah LPJU di Karanganyar sebanyak 1.650 lampu yang tersebar di wilayah Karanganyar.

“Kami tetap prioritaskan penambahan lampu PJU di jalan yang berdekatan dengan fasilitas umum (Fasum) dan sering dilewati pengendara bermotor,” jelasnya.

Sementara itu, seorang warga Desa Ngijo, Tasikmadu, Prayitno, meminta agar penambahan LPJU juga dilakukan di jalan perkampungan. Selama ini, masih banyak kondisi jalan perkampungan yang gelap gulita. Selain itu dia juga meminta penambahan LPJU di jalan sekitar lahan persawahan. Sehingga, pengendara bermotor lebih nyaman saat melewati area persawahan yang kondisinya sepi.

Read More

TRANSMIGRASI: Warga Karangpandan Pilih Pulau Sumatra

Warga Dusun Ngledok, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandann memilih lokasi transmigrasi di Pulau Sumatra. Pasalnya, jarak antara Pulau Sumatra dengan Pulau Jawa lebih dekat dibanding pulau lainnya.

Seorang warga Dusun Ngledok, Suratman, mengatakan mayoritas warga Dusun Ngledok memilih Pulau Sumatra sebagai lokasi transmigrasi. Selain jarak lebih dekat, warga Karanganyar yang bertransmigrasi ke Pulau Sumatra lebih banyak dibanding pulau lainnya. “Dari 121 keluarga, hanya lima-10 keluarga yang memilih lokasi Pulau Kalimantan,”.

Ada beberapa keluarga yang kerabatnya telah bertransmigrasi ke Pulau Sumatra terlebih dahulu. Saat ini, mereka telah sukses mengolah kebun kelapa sawit di Pulau Andalas tersebut. Sehingga, warga juga ingin mengalami kondisi serupa di lokasi transmigrasi. Kendati demikian, Suratman menyerahkan proses pengiriman para transmigran kepada instansi terkait.

“Pengennya lokasi di Pulau Sumatra tapi kalau dikirim ke pulau lainnya kami tetap bersedia berangkat,”.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sumarno melalui Kepala Bidang Transmigrasi, Ida Wijayanti, menjelaskan alokasi transmigrasi yang diberikan pemerintah pusat tahun 2012 sebanyak 25 keluarga.

Para transmigran akan dikirim ke  Kabupaten Tanjung Aur, Propinsi Bengkulu Selatan sebanyak 15 keluarga dan Samarinda, Kalimantan Timur sebanyak 10 keluarga. Pihaknya akan melakukan penjajakan terlebih dahulu ke lokasi transmigrasi. “Minggu ini Bupati Karanganyar, Rina Iriani akan berangkat ke Samarinda untuk melakukan penjajajakan dahulu,” jelasnya

Read More

Perbaikan Atap Pasar Tuban Dianggar Rp 400 J

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Karanganyar menyiapkan  dana Rp 400 juta untuk perbaikan atap pasar Tuban, Gondangrejo. Perbaikan perlu segera dilakukan karena banyak bagian atap yang telah bocor.
Sehingga setiap turun hujan air masuk dan mengganggu kenyamanan para pedagang. Selain atap, dana tersebut juga untuk perbaikan saluran air di los pedagang daging. ”Perbaikan atap pasar ini agar kalau hujan turun airnya tidak lagi masuk,” terang Kepala Disperindagkop dan UMKM Sundoro.  Untuk perbaikan ini, Disperindagkop sudah menyiapkan dana sebesar Rp 400 juta. Sundoro menjelaskan, masuknya air hujan itu karena antara atap atas dan atap bawah terdapat jarak. Sehingga air hujan bisa dengan mudah masuk ke dalam pasar.
Untuk  mengatasinya Disperindagkop akan membuatkan semacam penyekat antara atap atas dan bawah. Sehingga jika hujan turun air tidak lagi masuk pasar. ”Selama ini banyak pedagang yang mengeluhkan kondisi itu. Dan ini mengurangi kenyamanan para pedagang yang kebanyakan berada di los,” lanjut Sundoro.
Selain untuk pemberian sekat, dana itu  juga akan digunakan untuk perbaikan sirkulasi air di los daging. Karena  selama ini, sirkulasi air di los tersebut sangat buruk, bahkan sering mampat. Akibatnya bau yang tidak sedap pun sering mengganggu para pedagang dan juga pembeli.
Lelang
Sementara mengenai waktu pengerjaannya, Sundoro belum dapat memastikannya. ”Nanti kita ikuti sesuai aturan administrasi dan akan dilelang dulu melalui LPSE,” katanya. Meski begitu, Sundoro menargetkan perbaikan ini akan selesai sebelum hari raya Idul Fitri.
Sementara terkait wacana penyeragaman bangunan semipermanen di los pasar, Sundoro mengaku akan menundanya dulu. Alasannya, karena perekonomian para pedagang yang berbeda sehingga dikhawatirkan rencana itu justru akan memberatkan pedagang. ”Untuk sementara kita tunda dulu, karena sosial ekonomi pedagang yang berbeda. Tetapi kami tetap mengimbau kepada pedagang yang menempati los agar kalau membuat bangunan semi permanen dilakukan dengan rapi dan tidak serampangan,” tutup Sundoro.

Read More

HAMA: Masuki MT II, Petani Waspadai Serangan Hama

Petani di Jaten, Kabupaten Karanganyar mulai mewaspadai serangan hama keong emas maupun wereng memasuki musim tanam (MT) II. Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama tersebut.

Salah satu petani, Temu, mengaku waswas dengan hujan deras yang terus mengguyur wilayah Karanganyar dalam sepekan terakhir. Menurutnya dengan intensitas hujan yang tinggi akan membuat potensi serangan hama keong emas semakin besar. “Kalau airnya terlalu kebanyakan pasti keongnya banyak. Padahal ini hujan terus dan bisa membuat kelebihan air,” ujarnya.

Temu mengatakan berbagai langkah akan dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama keong emas tersebut. Salah satunya dengan mengurangi debit air yang ada di lahan pertaniannya. Dengan demikian keong emas tidak bisa berkembang biak lebih cepat.

Hal senada disampaikan petani lain, Warso yang mengaku cemas akan serangan hama wereng. Apalagi kondisi cuaca tidak menentu yang dikhawatirkan akan menimbulkan potensi serangan hama wereng. “Kadang hujan, kadang panas sekali ini yang bisa membuat wereng berkembang. Jadi ya harus persiapan obat buat ngusir wereng,” katanya. Warso mengatakan serangan hama wereng patut diwaspadai. Hal ini dikarenakan serangan hama wereng mampu langsung membuat tanaman padi kering dan mati sehingga tidak bisa dipanen. Dia tidak ingin serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi petani pada tahun lalu terulang kembali.

Nek tahun wingi blas mboten panen. Wong parine do dipangan wereng kabeh. Dadi tahun iki kudu panen, parine seger ora mati dipangan wereng,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar Siti Maesyaroch mengatakan telah membentuk tim brigade perlindungan tanaman pangan. Tim yang beranggotakan 10 orang ini akan bertugas melakukan gerakan perlindungan tanaman pangan. Artinya jika menerima laporan adanya serangan hama pada tanaman apa pun, tim ini akan langsung bertindak dengan melakukan pembasmian. “Jadi kami telah bentuk tim brigade perlindungan tanaman. Begitu terima laporan ada serangan hama, tim ini yang bertindak,” terangnya

Read More

Belum Sikapi Rekrutmen PNS

Kendati sejumlah Kabupaten siap membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2012 setelah dicabutnya memoratorium, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengaku belum bisa menentukan sikap. Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan akan kembali mempertimbangkan penerimaan CPNS tersebut, kendati memoratorium sudah dicabut.
Menurutnya saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan memang diperlukan tambahan sejumlah formasi di beberapa instansi. “Kalau sekiranya jumlah PNS yang ada sudah memadai, buat apa rekrutmen. Ini sedang kita data dan dianalisa kembali kebutuhan CPNS di Karanganyar,” ucapnya.
Rina juga mengaku belum mengecek secara langsung apakah dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memang sudah benar mencabut memoratorium mengenai perekrutan CPNS tersebut. Apalagi belum ada laporan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tentang hal itu. “Nanti coba saya cek ke BKD bukti otentik memoratorium tersebut apakah benar sudah dicabut. Jika benar adanya baru kita melangkah,” paparnya.
Rina mengungkapkan tidak muluk-muluk akan melakukan rekrutmen CPNS 2012, mengingat beban anggaran belanja saat ini sudah banyak terserap untuk menggaji para PNS. Hal ini jelas berdampak pada sektor pembangunan yang kurang maksimal. “Nantilah, gampang soal CPNS itu, akan kita pikirkan nanti jika sudah ada kejelasan.

Read More

UJIAN NASIONAL: Pembagian Soal UN Lewat Denah

Pembagian soal Ujian Nasional (UN) SMA sederajat akan menggunakan denah yang terdapat di amplop soal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan para peserta UN.

Sekretaris Disdikpora Karanganyar Nur Halimah mengatakan pengawasan pelaksanaan UN tahun 2012 diperketat untuk menjamin hasil UN murni dan transparan.

Nur mengungkapkan dahulu, pembagian soal diatur oleh panitia UN dari Disdikpora Karanganyar secara acak. Sekarang pembagiannya diatur oleh Disdik Provinsi Jateng lewat denah yang menjadi satu dengan naskah soal.

Selain itu, pihaknya akan menempatkan beberapa kamera Closed Circuit Television (CCTV) di ruangan penyimpan naskah soal. Aparat kepolisian dan pengawas satuan pendidikan akan mengawasi ruangan itu selama 24 jam.

“Kamera CCTV dipasang di dalam ruangan penyimpan naskah soal sehingga bisa dipantau dari jarak jauh. Namun tetap ada polisi yang berjaga,” tandasnya saat ditemui di kantornya, Senin (2/4).

Sementara peserta UN SMA sederajat di Karanganyar sebanyak 7.129 siswa. Rinciannya, peserta SMA /MA sebanyak 3.279 siswa sementara siswa SMK sebanyak 3.850 siswa. Mereka akan mengikuti UN pada tanggal 16-19 April 2012.

Targetnya, lanjut Nur, tingkat kelulusan UN SMA sederajat 100 persen. Pasalnya, tingkat kelulusan UN pada tahun sebelumnya sebesar 99 persen. “Target kelulusan tetap 100 persen karena setiap sekolah telah memberikan materi dan pengayakan soal secara rutin menghadapi UN,” imbuhnya.

Read More

Pelayanan e-KTP Digelar Malam Hari

Banyaknya warga di Kabupaten Karanganyar yang menghendaki pelayanan pembuatan KTP elektronik (e-KTP) di malam hari, akhirnya membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil luluh. Untuk memenuhi keinginan masyarakat pada Bulan April ini, pelayanan pelaksanaan pembuatan e-KTP di setiap kecamatan akan diperpanjang dari sore hari ke malam hari.
“Usulan e-KTP malam hari ini sudah kita cermati, dan Bulan April ini sudah bisa  dimulai,” ujar Sucahyo, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Karanganyar, Sabtu (31/3) kemarin. Untuk melaksanakan e-KTP ini Dinas akan menambah dua petugas administrasi.”Untuk petugas administrasi akan kami tambah, kalau untuk operator alat sudah cukup kita siapkan 4 orang,” tandasnya.
Sucahyo mengatakan pelayanan e-KTP malam hari tersebut telah dikaji dan diusulkan dari pihak Kecamatan, sehingga teknis pelaksanaannya tergantung dari pihak Kecamatan. Pelayanan e-KTP akan dibagi ke dalam dua shift yakni shift pagi dari pukul 8 pagi hingga 4 sore dan shift sore dari pukul 4 sore hingga 10 malam.
Menurutnya kendala berat yang akan mereka hadapi dalam pelaksanaan e-KTP nanti adalah masih adanya ketidak disiplinnya para wajib KTP. Di mana kedatangan para wajib KTP tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak Kecamatan. Seperti misalnya diundang pagi justru datang di sore harinya. “Makanya kita berharap agar wajib KTP dapat datang sesuai dengan jadwalnya masing-masing agar tidak menumpuk dan menyebabkan pelayanan lainnya terganggu,” tandasnya.
Selain itu, dirinya berharap dengan pelayanan e-KTP malam bisa mendapatkan alokasi dana tambahan. Dana tambahan tersebut mereka butuhkan untuk membayar gaji sejumlah tenaga administrasi tambahan yang mereka butuhkan untuk pelayanan malam hari.
Sementara itu, Camat Jaten, Bahtiyar Syarif menambahkan memang selama ini aspirasi dari warganya menginginkan adanya pelaksanaan pelayanan e-KTP di malam hari. Pasalnya mayoritas warganya tersebut bekerja hingga sore hari di Kota Solo.

Read More