Category: Berita

Karanganyar Masih Kekurangan Penyuluh KB

Kabupaten Karanganyar masih kekurangan tenaga penyuluh Keluarga Berencana (KB). Saat ini Pemkab Karanganyar hanya memiliki 64 tenaga penyuluh KB. Jumlah ini tidak imbang dengan cakupan wilayah di Kabupaten Karanganyar yang memiliki 177 desa/kelurahan. Untuk mengatasi permasalahan ini, Rencananya Pemkab bakal memindahtugaskan sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak produktif menjadi penyuluh KB.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani saat sosialisasi Advance Family Planning (AFP) Indonesia. Rina mengatakan, dengan penambahan jumlah penyuluh KB diharapkan akan semakin menyukseskan program KB di Bumi Intanpari. “Saat ini memang jumlah penyuluh KB masih sangat kurang, karena kita hanya memiliki tenaga penyuluh sebanyak 64 orang, sementara jumlah desa sebanyak 177,” katanya, Selasa (8/5) kemarin.

Akibat minimnya jumlah tenaga penyuluh ini, satu penyuluh harus mengampu tiga desa. Padahal satu desa di Kabupaten Karanganyar sangat luas. Beruntung kendala ini sedikit terbantu dengan adanya kader-kader KK, bidan desa yang ikut membantu memberikan penyuluhan. Sementara menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Suwarno, pemindahan sejumlah PNS yang tidak produktif ini sangat memungkinkan dilakukan.

Terlebih saat ini sudah ada SKB 5 menteri. Sehingga pemindahan ini ada payung hukum yang kuat. PNS yang tidak produktif seperti dimaksud Suwarno yakni adanya jumlah PNS yang berlebihan di satu instansi. “Jika satu instansi terlalu banyak pegawainya, nanti malah ada PNS yang tidak mendapatkan tugas. Sehingga yang terjadi mereka bisa pulang lebih awal,” tandas Suwarno kemarin.

BKD pun akan melakukan pendataan instansi mana yang kelebihan pegawai. Setelah dilakukan pemilihan, para calon penyuluh KB akan mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Ditambahkan  Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3Adan KB) Agus Heri Bindarto menjelaskan, hingga saat ini ketercakupan KB di Karanganyar cukup bagus. Capaian ini bisa dilihat dari tercapainya target pada 2011 lalu.  “Tahun 2011 kami menargetkan peserta baru 25.915 orang, dan tercapai 26.886 orang. Sementara laju pertambahan penduduk mencapai 0,7 persen,” kata Agus.

Read More

E-KTP: Bakal Gelar Pilkades, Rekam Data Lima Desa Didahulukan

Kecamatan Karangpandan, Karanganyar mendahulukan desa yang akan melakukan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dalam proses rekam data e-KTP. Dari 11 desa di Karanganyar lima desa akan menggelar Pilkades tahun ini. Lima desa tersebut diantaranya Doplang, Dayu, Bangsri, Karang, dan Harjosari.

Sekretaris Camat, Daryatmi mewakili Camat Karangpandan mengatakan sebelum undangan rekam data e-KTP disebar pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Data wajib KTP itu menurutnya bisa digunakan sebagai data pemilih dalam Pilkades. “Dispendukcapil tidak keberatan dengan usulan kami. Mereka mendukung dan menyerahkan pelaksanaan teknis kepada kantor kecamatan,” ujar, Selasa (8/5/2012).

Selain itu menurut Daryatmi, sejauh ini pelaksanaan rekam data e-KTP di Kecamatan Karangpandan sudah mencapai target yang ditetapkan kecamatan. “Dari 35.972 wajib rekam data e-KTP sudah terekam sekitar 25% hingga saat ini. Rata-rata per hari ada 350 warga yang merekam data e-KTP. Bahkan pernah capaian sehari hinga 439,” imbuh dia.

Besarnya antusiasme warga Kecamatan Karangpandan untuk melakukan rekam data e-KTP disebut Daryatmi tak lepas dari peran aktif Kepala Desa (Kades) dan Kepala Dusun (Kadus). Dispendukcapil, kecamatan dan perangkat desa saling mendukung dalam menyukseskan program pemerintah ini.

“Bahkan setiap hari kepala dusun memantau di sini. Kalau kelihatan sepi belum ada warga yang datang ke kecamatan, mereka akan mengumumkan lewat pengeras suara di masjid dan musala untuk mengingatkan warga. Ya seperti inilah kehidupan di desa, karena sudah berkomitmen kami selalu berkoordinasi dengan semua pihak,” imbuh Daryatmi.

Terpisah, Kepala Dusun Mroto, Desa Karang, Giyanto mengaku tidak ada pendelegasian tugas dari kecamatan atau kepala desa untuk mendampingi warga dusun saat merekam data e-KTP di Kecamatan. Dalam pendampingan ini Desa Karang juga tidak menganggarkan dana operasional. “Ini inisiatif kami sendiri untuk mengetahui tanggapan warga. Kalau sosialisasi e-KTP biasanya kami lakukan berbarengan dengan pertemuan RT, PKK,” jelas Giyanto.

Read More

185 Penderita Cacat Berat Terima Bantuan

Sebanyak 185 penderita cacat berat di Kabupaten Karanganyar mendapatkan bantuan asistensi sosial orang dengan kecacatan berat (Asopdekabe). Bantuan diberikan kepada para penyandang cacat dalam kurun waktu empat bulan sekali, dengan nominal Rp 300.000/ bulannya.

Ditemui di sela-sela pemberian bantuan, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sumarno menjelaskan, bantuan ini diberikan kepada mereka yang menderita cacat berat. “Klasifikasinya adalah mereka yang benar-benar cacat hingga tidak dapat bekerja mencari nafkah (lumpuh-red),” katanya di sela-sela pemberian bantuan, Senin (7/5).

Bantuan ini disalurkan dari Kementerian Sosial (Kemensos), dan sudah berlangsung sejak setahun silam. Untuk setiap penyandang cacat akan menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 300.00 setiap bulannya. “Bantuan ini disalurkan langsung melalui kantor pos, dan diberikan empat bulan sekali dengan total Rp 1,2 juta,” katanya.

Penyandang cacat berat yang menerima bantuan tidak hanya mereka yang sudah tua, melainkan mulai dari balita hingga tua. Semula Dinsosnakertrans mengusulkan sebanyak 420 warganya yang menderita cacat berat. Tetapi setelah diseleksi ternyata yang lolos hanya 121 warga. Kemudian ditambah sebanyak 64 penderita lagi, sehingga total penderita cacat berat yang mendapatkan bantuan sebanyak 185 orang.

Read More

PERLINTASAN KA TANPA PALANG Pintu Kembali Makan Korban

Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar kembali memakan korban.

Sekitar pukul 08.26 WIB, terjadi tabrakan antara sepeda motor dan kereta api (KA) Sancaka jurusan Jogja-Surabaya. Pengendara sepeda motor, Riyadi,33, berhasil lolos dari maut sedangkan rekan yang diboncengnya, Ani Pujianti, 32 tewas.

Kapolsek Kebakkramat AKP Dwi Erna Ristanti mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adjie Wibowo mengatakan kejadian berawal saat pengendara sepeda motor Yamaha Mio, Riyadi,  melaju dari timur ke barat melewati perlintasan kereta api tanpa palang.  Pada saat bersamaan KA Sancaka yang melaju dari selatan ke utara juga melewati pintu perlintasan tersebut. Pengendara yang kurang awas, menerjang pintu perlintasan itu dan tertabrak kereta api.

“Ada dua saksi mata kejadian, Wagiman, 40, dan Simin, 50. Keduanya warga Dusun Karangkidul. Mereka melihat dua orang tergeletak dan terkapar di dekat rel. Mereka sontak menghampiri korban untuk memberikan pertolongan,” jelas Kapolsek Kebakkramat saat dihubungi.

Korban wanita yang dibonceng, Ani Pujianti ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian dengan kondisi separuh kepala hancur. Mayat korban kemudian dibawa ke RSUD Karanganyar untuk di visum.  Sedangkan pengendara sepeda motor, Riyadi mengalami patah pergelangan tangan kiri dan telapak kaki kanan robek. Korban mendapatkan pertolongan pertama oleh Puskesmas Kecamatan Kebakkramat. Karena luka cukup parah, korban lalu dirujuk ke RSUD Dr Moewardi.

Read More

13.354 Siswa SD Siap Ikuti UN

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar melansir setidaknya ada 13.354 siswa SD atau sederajat yang siap mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mulai, Senin (7/5) depan.
“Ada 558 SD, Madrasah Aliyah (MA), ataupun SDLB di Karanganyar yang akan menggelar ujian nasional pekan depan,” ucap Nur Halimah, Ketua UN Karanganyar sekaligus Sekretaris Dinas Disdikpora Karanganyar, Jumat (4/5).
Ia mengatakan saat ini distribusi naskah soal, masih dalam proses. Pasalnya hingga kemarin belum ada konfirmasi dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah terkait distribusi naskah ke daerah. Namun selama ini naskah tersebut akan dikirim H-2 sebelum pelaksanaan UN. “Misalkan Senin (7/5) UN digelar, berarti kemungkinan Sabtu naskah akan dikirim,” jelasnya.
Tidak jauh beda dengan UN SMA dan SMP, nantinya naskah soal tersebut akan diantar dari Provinsi menuju tempat tujuan atau daerah masing-masing dengan pengawalan ketat dari perwakilan Dinas Pendidikan Jateng dan Disdikpora Karanganyar dan aparat kepolisian. Bedanya, untuk naskah UN SD kali ini, akan langsung dibagikan ke seluruh subrayon yang ada di kecamatan. “Begitu naskah datang langsung dibagi ke 17 kecamatan di Karanganyar,” ungkapnya.
Kendati langsung disebar ke seluruh rayon, pihaknya optimis pelaksanaan UN SD kali ini berjalan dengan lancar tanpa ada penyimpangan, mengingat antisipasi seperti pengawalan naskah dari aparat kepolisian dan dinas terkait sudah digalakkan. “Selama ini belajar dari UN SMP dan SMA, pengawalan tersebut terbukti efektif dan akan berlanjut saat UN SD ini,” tandasnya.
Terkait siswa berkebutuhan khusus seperti siswa tuna netra yang selama ini direpotkan karena tidak ada soal braille, pihaknya mengaku total dari tujuh peserta SDLB. Dan tidak ada satu siswa pun yang tunanetra, sehingga kekhawatiran akan naskah braille tidak lagi menjadi persoalan oleh semua pihak. “Kalau total siswa yang berkebutuhan khusus, saya belum bisa merincinya. Tapi untuk tuna netra tahun ini untuk UN SD tidak ada,” katanya.
Terakhir dirinya mengingatkan, untuk kelulusan SD kali ini tidak hanya ditentukan dari hasil UN, melainkan ada pertimbangan lain seperti ujian sekolah dalam proses kelulusan siswa. Jika di persentase 60 persen untuk UN dan selebihnya yaitu 40 persen diambilkan dari Ujian Sekolah.

Read More

Karanganyar Luncurkan Mobil TKI

Guna mencegah pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal ke luar negeri, Pemkab Karanganyar meluncurkan mobil yang diberi nama Putri Kresna. Dengan adanya mobil tersebut, nantinya akan difungsikan melayani warga terkait pengurusan persyaratan bekerja di luar negeri dan kartu kuning hingga ke dusun-dusun.
“Selama ini kan, pelayanan administrasi warga yang ingin bekerja ke Luar Negeri sebagai TKI hanya dilayani di kantor Dinas Sosial. Sekarang guna memaksimalkan pelayanan tersebut jadi kita luncurkan mobil tersebut,” ujar Sumarno, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Jumat (4/5).
Pasalnya, jika warga yang ingin ke luar negeri diharuskan mengurus langsung ke Dinsos mungkin dianggap repot dan membuat warga malas mengurus administrasi secara legal, sehingga yang ada muncullah istilah TKI illegal karena tidak dibekali dengan surat-surat. “Itulah tujuan utama dari peluncuran mobil itu, guna mengantisipasi TKI illegal,” tandasnya.
Mobil tersebut, akan dioperasikan dengan mendatangi warga yang hendak mengurus administrasi persyaratan sebagai TKI. Dan sementara ini mobil Putri Kresna baru berjumlah satu unit. “Saat ini baru kita susun jadwalnya, paling tidak satu bulan bisa empat kali keliling hingga ke dusun-dusun terpencil,” katanya.
Guna mendukung peluncuran mobil tersebut, Sumarno menambahkan akan melakukan sosialisasi terkait adanya lowongan pekerjaan di luar negeri yang tersedia, sehingga jika ada yang tertarik nanti bisa langsung mengakses persyaratan tersebut dengan mobil itu. “Saat ini kita baru menjalin kerja sama dengan Perusahaan Jasa Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang terdaftar, sekali jalan dua pulau terlampaui,” urainya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani menuturkan pihaknya berkomitmen tidak akan mengirim tenaga kerja yang akan bekerja di sektor informal ke luar negeri. Pasalnya TKI di Karanganyar sangat layak bekerja di sektor formal. “Jadi diusahakan tidak ada TKI dari Karanganyar yang bekerja sebagai pembantu,” ucapnya kemarin (4/5).

Read More

Warga Masih Ramai, tapi Jumlah Sesaji Kepala Kerbau Menyusut

Hari cukup terik, jarum jam pun menunjukkan pukul 14.30 WIB, namun di halaman Pabrik Gula Tasikmadu, Karanganyar yang biasanya lengang, kali ini ramai dan penuh sesak. Ribuan orang dari berbagai wilayah dan usia itu berdesak-desakan dan melongok di tengah kerumunan sembari menanti sebuah upacara sakral yang sudah berlangsung selama ratusan tahun sejak masa Mangkunegaran IV.
Di sisi lainnya, puluhan pria dengan seragam batik dan berpeci sibuk membenahi pikulan sesajian yang semakin berat. Di atas pikulan itu, terdapat sesajian yang digunakan sebagai uborampe dalam pelaksanaan upacara pasang sesaji jelang proses giling tebu yang biasa dilaksanakan pada bulan Mei bertepatan dengan musim panen tebu.
Uniknya selain menyajikan sesaji yang biasa digunakan dalam adat jawa mulai dari telur ayam, kembar mayang, tumpeng, pincok bakal, jajanan pasar dan hasil bumi, ada sebuah sesaji khusus yang tak boleh terlupakan yaitu penyajian kepala kerbau dalam prosesi tersebut.
Sebelum sesajian itu diletakkan di dalam mesin penggilingan, belasan sesaji yang ditempatkan dalam wadah khusus tersebut disambut oleh sejumlah penari. Setelah itu, Mbah Mail, selaku Ketua Makam Istana Mengadeg, Girilayu membawa salah satu sesaji dan didoakan di sebuah Monumen Loko di depan pintu masuk pabrik sebagai tanda dimulainya upacara selamatan.
Kemudian arak-arakan sesaji yang telah menunggu di depan halaman tersebut dibawa masuk ke dalam pabrik penggilingan. Menurut Ahmad Ismail (80), pria sepuh yang akrab dipanggil Mbah Mail tadi mengatakan prosesi upacara selamatan giling tebu tersebut diadakan agar perjalanan penggilingan tebu dapat berjalan lancar tanpa aral melintang.
“Inti upacara ini adalah meminta permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar proses penggilingan tebu dapat berjalan lancar,” ucapnya  usai prosesi.
Namun yang membedakan dengan tahun – tahun sebelumnya, kepala kerbau yang disajikan dalam prosesi tersebut menyusut drastis, yang sebelumnya selalu menyediakan tujuh kepala kerbau dan ditanam untuk jamuan sesaji, tahun ini hanya menyajikan sebuah kepala kerbau saja.
Sementara itu, Masinis Penggilingan Tebu PG Tasikmadu, Didik Indriyadi memang mengakui jika pabrik hanya menyediakan sebuah kepala kerbau untuk prosesi selamatan giling tebu. Hal itu untuk efisiensi dan penghematan dari pabrik. “Setelah semua prosesi selesai, nanti akan dilaksanakan penggilingan tebu perdana pada tanggal 22 Mei,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Administratur PG Tasikmadu, Bambang Sucahyo menambahkan pelaksanaan prosesi selamatan giling tebu ini sebagai komitmen pabrik untuk nguri-nguri budaya pabrik yang sudah dilakoni ratusan tahun. Dan puncak acara Selamatan Giling Tebu itu akan berlangsung pada hari Jumat (4/5) dengan pelaksanaan upacara temu manten tebu pria dengan tebu perempuan.

Read More

Pingsan Massal saat Upacara Hardiknas

Sedikitnya 50-an pelajar dari berbagai tingkatan sekolah di Karanganyar pingsan saat mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-alun Karanganyar, Rabu (2/5). Bahkan salah satu siswa terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar karena sesak napas dan tak kunjung sadar setelah pingsan beberapa lama.
Upacara bendera yang diikuti pelajar, guru, TNI, Polri serta sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Karanganyar tersebut seharusnya dimulai pada pukul 08.00 WIB, namun para peserta upacara telah dibariskan sejak pukul 06.30 WIB.
Diduga karena cuaca yang cukup terik dan terlalu lama berdiri, membuat para siswa tak kuat menahan dan akhirnya jatuh pingsan. Bahkan karena banyak yang pingsan, petugas medis dan dua buah tenda Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar yang disediakan tidak cukup menampung siswa yang pingsan. Sehingga petugas menggelar terpal tambahan untuk menampung siswa yang pingsan. “Sudah biasa mas, rata-rata mereka pingsan karena belum sarapan dari rumah. Apalagi dengan cuaca yang panas dan terlalu lama berdiri, akhirnya capek dan jatuh pingsan,” ucap Edo, salah satu petugas PMI ini , Rabu (2/5).
Sementara itu, salah satu siswa SMA yang sempat pingsan, Ningrum (18) mengaku tidak kuat mengikuti upacara hingga selesai karena belum sarapan dan berbaris lumayan lama menunggu upacara dimulai. “Tadi takut telat, akhirnya buru-buru dan belum sarapan, saat upacara baru berjalan 10 menit, kepalanya pusing dan setelah itu saya lupa,” ucap siswa SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar ini.
Sesuai program Pemerintah Kabupaten Karanganyar  terkait Rabu Berbahasa Jawa maka upacara Hardiknas kemarin pun menggunakan bahasa jawa tak terkecuali sambutan hingga aba-aba oleh Komandan Upacara. “Upacara sampun purna, barisan saget kabibaraken, Sendika dhawuh,” ucap Rina Iriani Bupati Karanganyar kepada Kapten Inf Wuryanto, Danramil Colomadu selaku Komandan Upacara.
Kendati diwarnai insiden pingsan massal, namun secara keseluruhan upacara peringatan Hardiknas di Kabupaten Karanganyar dapat berjalan dengan lancar.

Read More

Jembatan Mbeyan Nyaris Putus

Seringnya tergerus arus dan umur jembatan yang sudah mulai uzur, membuat Jembatan Mbeyan yang menghubungkan Desa Sringin Kecamatan Jumantono dan Desa Dawung Kecamatan Matesih nyaris putus.
Warga Dusun Ngemping Desa Sringin, Sapto (52) mengatakan kondisi jembatan Mbeyan semakin hari semakin kritis. Sebagai jembatan penghubung sejumlah dusun dan desa di dua kecamatan keberadaan jembatan tersebut tidak berfungsi secara maksimal. “Dilihat saja sendiri mas, separuh jembatan tersebut sudah ambrol,” ucapnya Minggu, (29/4).
Agar tetap bisa dilalui oleh warga setempat, sambungnya di sebagian badan jembatan yang tidak amblek dipasangi dan ditopang dengan jembatan bambu sebagai jembatan sementara sembari menunggu diperbaiki oleh Pemkab.
“Jika dibiarkan saja, kondisi ini tentu berbahaya bagi warga yang melintas, apalagi umur bambu juga tidak seberapa,” tandasnya.
Perlu diketahui, saat Joglosemar mencoba melihat jembatan tersebut terdapat lubang yang cukup besar di badan jembatan dengan diameter sekitar 3-4 meter.
Kondisi arus sungai cukup deras dan misalkan dibiarkan saja lambat-laun akan tergerus dan memperparah kondisi jembatan. “Kalau siang hari masih mending mas, coba kalau keadaan malam hari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sringin, Heru Langgeng Purnomo menuturkan Jembatan Mbeyan tersebut mulai mengalami kerusakan beberapa bulan terakhir. Karena fondasi yang sudah mulai tua dan terus digerus dengan derasnya arus membuat sebagian jembatan tersebut amblek.
“Waktu itu hujan cukup deras, dan air meluap hingga ke badan jembatan. Karena terus dihajar arus akhirnya jembatan itu bolong di bagian tengahnya karena tak kuasa menahan beban,” terangnya Minggu, (29/4).
Selain merepotkan warga, tentunya dengan rusaknya jembatan tersebut membuat aktivitas anak-anak sekolah terganggu. Dan sejak jembatan itu bolong otomatis tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat. “Jadi mau tidak mau harus memutar arah atau mencari alternatif jalan lainnya,” kata dia.
Pihaknya sebenarnya telah  melaporkan keberadaan jembatan Mbeyan tersebut, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya sama sekali.

Read More

30 Rumah Keluarga Miskin Direnovasi

Badan Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (BAZIS) Karanganyar berharap bisa membedah sekitar 30 unit rumah keluarga miskin Karanganyar di tahun 2012 ini. Iskandar, Pengurus BAZIS mengatakan sejak awal tahun ini pihaknya sudah membangun dua rumah.
“Sementara ini baru dua rumah yang sudah dibangun sebagai proyek percontohan, dan yang lainnya menyusul,” ucapnya di sela-sela peresmian Kelurahan Binaan BAZIS di Jantiharjo, Senin (30/4). Ia mengatakan dana bedah tersebut berasal dari dana BAZIS Karanganyar tahun 2011 kemarin.
Ia mengatakan pada tahun 2011 BAZIS Karanganyar mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 2,3 miliar. Perolehan dana tersebut terbesar di Jateng mengalahkan Sragen, Semarang dan Demak. “Tahun kemarin BAZIS Sragen berhasil mengumpulkan Rp 1,7 miliar, Semarang Rp 1,4 miliar dan Kabupaten Demak 1,2 miliar,” jelasnya.
Selain bedah rumah, pihaknya juga meresmikan sebuah desa binaan di Kelurahan Jantiharjo. Desa Binaan tersebut akan mendapatkan dana dari BAZNAS (Badan amil Zakat Nasional) untuk diputarkan dan bermanfaat bagi warga miskin.
Pihaknya memilih Desa Jantiharjo sebagai Desa Binaan karena Desa tersebut termasuk kategori desa miskin.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani dan Wakil Bupati Karanganyar, Paryono yang sempat melihat ke rumah warga yang akan dibedah mengaku prihatin dan berharap segera adanya direnovasi. “Kita berharap rumah itu segera direnovasi, selain hanya sempit dan terbuat dari gedhek, rumah tersebut juga hampir roboh,” ucapnya singkat.
Sementara Pemkab melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setiap tahunnya selalu mengajukan permohonan bantuan Rumah Tidak Layak Huni kepada Kemeterian Sosial, namun karena anggarannya terbatas dirinya berharap warga agar bersabar. “Tahun ini kita mendapatkan bantuan dana RTLH, tapi berapa jumlahnya belum bisa dipastikan,” ungkapnya.

Read More