Category: Berita

75 Sekolah Buka Pendaftaran Online

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) reguler tahun 2012, akan dibuka pada bulan Juli mendatang. Pendaftaran PPDB reguler tersebut akan dimulai pada Senin – Kamis (2-5/7) mendatang dan diumumkan pada, Sabtu (7/7).

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, Nur Halimah, PPDB tersebut akan menggunakan dua sistem. Sistem yang digunakan untuk PPDB 2012 tersebut adalah sistem offline dan online.

Halimah mengatakan bahwa nantinya sistem online hanya akan digunakan untuk sekolah-sekolah yang telah memiliki fasilitas pendukung. Sedangkan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas untuk menggelar PPDB online tetap akan melakukan PPDB secara offline “Sistem offline tersebut juga digunakan karena di sekolah tersebut ada yang belum terjangkau dengan layanan internet. Selain itu, jumlah murid juga sedikit,” tambah Halimah.

PPDB online nantinya akan diikuti oleh seluruh SMA, SMK, dan MA negeri yang bukan merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). “Kalau PPDB untuk SMA RSBI yakni SMAN 1 Karanganyar, itu sudah sendiri, sudah pengumuman juga,” jelas Halimah.

Dalimah menambahkan bahwa untuk PPDB online akan diikuti sekitar 75 SMA/SMK/MA negeri dan swasta. Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian di PPDB online juga menggunakan nilai hasil Ujian Nasional (UN) murni. “Untuk PPDB online akan menggunakan nilai UN murni. Sedangkan untuk SMK akan ada tes khusus sesuai dengan keahlian yang diinginkan,” terang Halimah.

Pada PPDB nanti siswa akan diberi tiga alternatif pilihan sekolah yang mereka tuju. “Baik SMA/SMK/MA, akan diberi tiga pilihan sekolah. Mereka bisa memilih dua sekolah negeri dan satu sekolah swasta. Untuk SMK akan diberi batas maksimal pemilihan keahlian sebanyak empat keahlian,” terang Halimah.
Terkait siswa yang nantinya tidak mendapatkan sekolah melalui PPDB online, Dalimah menyatakan bisa mendaftar ke sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota siswa yang belum terpenuhi. “Silahkan langsung mencari sekolah yang masih memiliki kuota siswa. Syaratnya juga hanya nilai UN murni saja,” tambah Halimah.

Read More

HEMAT ENERGI: Pejabat Naik Angkuta, Area Parkir Sepi

Para pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar memilih naik angkutan kota (angkuta) pergi dan pulang kantor. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penghematan energi di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Sekitar pukul 10.00 WIB, area parkir yang letaknya di halaman belakang kantor Setda Karanganyar tampak lengang. Tak nampak mobil dinas berpelat merah yang biasanya diparkir di area tersebut. Padahal, mobil pelat merah selalu memenuhi area parkir kantor Setda Karanganyar pada hari biasa. Mobil yang diparkir di kantor Setda Karanganyar berpelat hitam dan bisa dihitung dengan jari.

Sekda Karanganyar, Samsi, mengatakan sesuai himbauan Bupati Karanganyar seluruh pejabat agar naik angkutan kota (angkuta) atau sepeda. Imbauan menggunakan angkuta diterapkan selama dua hari dalam sepekan. Sementara penggunaan sepeda dilakukan setiap Hari Jumat. “Ini sesuai imbauan Bupati Karanganyar untuk menghemat energi dan anggaran pembelian BBM, semoga bisa dilaksanakan tidak hanya pejabat tapi seluruh PNS,” katanya saat ditemui wartawan.

Menurutnya, langkah penghematan energi itu telah dilaksanakan sejak dua pekan lalu. Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, mempelopori imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih naik angkuta pergi menuju kantor. Begitu pula pulangnya, Rina juga menaiki angkuta jurusan Bejen-Palur. “Sudah dilaksanakan selama dua pekan, para kepala SKPD juga naik angkuta pergi dan pulang kantor. Saya tadi naik sepeda motor dari rumah,” paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto, mengungkapkan seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar naik angkuta menuju ke kantor setiap Hari Senin dan Kamis. Dia sendiri juga naik angkuta dari rumahnya di Kabupaten Sragen.

Read More

Car Free Day Tambah Ramai

Pada Minggu (10/6), Karanganyar Car Free Day (CFD) telah memasuki minggu  kedua sejak dibuka pada Minggu (3/6) lalu. Warga Karanganyar terlihat lebih banyak jika dibandingkan saat pembukaan CFD lalu.]

CFD Karanganyar telah mendapatkan tanggapan yang positif dari warga Karanganyar. Banyaknya warga yang ikut meramaikan CFD di Karanganyar. Mereka mengakui CFD memberikan dampak positif bagi para pedagang. Beberapa pedagang mengaku pendapatan mereka cukup meningkat dengan adanya CFD. Salah seorang pedagang makanan di depan alun-alun, Sulastri, mengatakan pendapatannya meningkat hingga dua kali lipat. “Biasanya saya mendapatkan Rp 100.000 per hari. Semenjak CFD ini, saya bisa mendapatkan Rp 200.000 saat CFD,” jelas Sulastri.

Jumlah pengunjung kemarin juga terlihat meningkat dari minggu sebelumnya. Banyak warga yang berjalan kaki, bersepeda, dan berlari-lari kecil menikmati CFD. Berbagai komunitas pun mulai terlihat bermunculan. Komunitas yang mulai terlihat seperti, komunitas sepeda onthel dan komunitas cappoera yang berkumpul di depan Rumah Dinas Bupati.

Read More

SERANGAN KERA: Distanbunhut Karanganyar Minta Warga Buat Surat Laporan

Terkait serangan kera liar pada lahan pertanian di tiga desa di Kecamatan Ngargoyoso, warga diminta membuat surat laporan resmi ke Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar.

Hal tersebut  ditegaskan Kepala Distanbunhut Karanganyar, Siti Maesyaroch  akhir pekan kemarin. Dia pun berjanji akan segera menindak lanjuti laporan itu.

Siti menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng untuk menangkap kera-kera liar itu dengan jaring. “Surat resmi dari warga menjadi dasar pertimbangan untuk meminta bantuan BKSDA agar menangkap binatang itu,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan kera liar menyerang lahan pertanian tiga desa yakni Ngargoyoso, Kemuning dan Segoro Gunung di Kecamatan Ngargoyoso. Bahkan, rombongan kera liar tersebut telah memasuki pemukiman penduduk. Kera liar itu menyerang lahan pertanian sejak setahun terakhir. Intensitas serangannya semakin meningkat sejak beberapa pekan lalu. Hewan tersebut memakan beberapa jenis tanaman di ladang seperti jagung dan singkong.

Read More

Suarakan Hemat BBM, Rina Bersepeda

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, kembali menyuarakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) . Minggu lalu Rina menggunakan angkutan umum saat hendak menuju kantornya untuk melakukan penghematan. Jumat (8/6), Rina menuju kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dengan menggunakan sepeda.
Didampingi oleh ajudan dan Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Siti Maesaroh, mereka melaju ke arah selatan Taman Pancasila menuju alun-alun hingga memasuki kantor Setda Karanganyar. Aktivitas Rina menggunakan sepeda tersebut mendapat perhatian dari para warga yang melihat Rina.
Dalam kesempatan tersebut Rina kembali mengimbau kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk berhemat. “Berangkat ke kantor dengan angkutan umum saja atau naik sepeda onthel. Ini saya tidak hanya menghimbau, tapi juga memberikan contoh langsung. Bupati saja mau naik sepeda, dan angkot, masa yang lain tidak mau?,” jelas Rina.
Rina Iriani menyatakan penghematan tersebut dapat diwujudkan dengan mengubah kebiasaan sehari-hari dengan cara yang lebih hemat. “Jika dulu naik kendaraan pribadi atau kantor, sekarang naik angkutan umum saja. Kondisinya memang demikian. Anggaran Daerah memang masih bisa dipaksakan untuk menambah biaya operasional kendaraan,  tapi lebih baik jika dana tersebut dialokasikan untuk keperluan lainnya,” tambah Rina.  n Muhammad Ikhsan

Read More

CENGKEH KERING: Penjual Cengkeh Kering Keluhkan Harga

Penjual cengkeh kering di Kecamatan Jatipuro, Karanganyar mengaku harga komoditas cengkeh kering tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu penjual dapat mengantongi Rp185.000-Rp215.000/kg, tahun ini harga cengkeh kering hanya Rp70.000-Rp80.000/kg.

Seorang penjual cengkeh kering di Desa Jatipurwo, Ny Supono mengatakan tahun ini mereka sulit mengambil keuntungan. “Harga cengkeh basah Rp26.000-Rp27.000/kg dari pedagang pasar dan petani. Kalau dikeringkan kan menyusut beratnya,” ujar wanita yang sudah puluhan tahun menjadi pengering cengkeh.

Ny Supono biasa menjual cengkeh kering kepada tengkulak dari Surabaya. Tahun ini ia menjemur sekitar tiga kuintal cengkeh untuk dijual. “Di Jatipuro kebanyakan hanya pengering saja. Petani cengkeh banyak di Jatiyoso. Menanam cengkeh itu tidak sulit asal rajin dipupuk, hasilnya juga bagus,” ungkap dia.

Senada dengan Ny Supono, penjual cengkeh kering di Dusun Brenggolo, Desa Jatiwarno, Wirorejo, juga mengeluhkan harga komoditas cengkeh yang menurun dibandingkan tahun lalu. Ia yang biasa menjual cengkeh kering kepada tengkulak asal Solo mengatakan hanya bisa menjual cengkeh kering Rp70.000/kg. Harga turun 50% jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sempat mencapai Rp185.000/kg.

Wirorejo membeli cengkeh basah dari pasar-pasar di Jatiyoso dan Jatipuro. Dalam sehari ia bisa mengeringkan sekitar satu kuintal cengkeh basah. “Kalau petani sedang panen seperti ini ya mencari ke mana-mana. Saya sudah lama jadi pengering cengkeh. Sudah punya langganan tetap,

Read More

SONDOKORO: Tasikmadu Unggulkan Asal-Usul Sondokoro di Festival Seni dan Budaya

Festival Seni dan Budaya Kecamatan se-Kabupaten Karanganyarsegera digelar di Kecamatan Tasikmadu, Kamis (28/6/2012). Cerita rakyat asal muasal Sondokoro menjadi salah satu potensi yang diunggulkan kecamatan tersebut.

“Kemungkinan cerita rakyat itu akan dipentaskan dalam bentuk drama, ujar Kepala Desa Ngijo, Suwarso, saat ditemui, baru-baru ini.

Sedangkan Desa Karangmojo, kecamatan setempat rencananya akan menampilkan kesenian rebana yang sudah lama digeluti warganya. Kepala Desa Karangmojo, Sri Hardiyanto, mengatakan masih akan berkoordinasi dengan guru, warga dan tokoh masyarakat untuk menampilkan karya seni dan budaya yang dikehendaki masyarakat.

Camat Tasikmadu, Kurniadi Maulato, mengatakan setiap desa wajib menampilkan karya seni dan budaya yang mencerminkan karakteristik desa tersebut. “Waktu persiapan memang terbatas. Tetapi, saya harapkan masing-masing desa siap,” ujarnya dihadapan kepala desa, perwakilan guru dan perangkat desa yang hadir dalam sosialisasi pelaksaan festival di kantor Kecamatan Tasikmadu belum lama ini.

Menurut Kurniadi, even yang digelar bergilir antarkecamatan itu digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menggali potensi wisata yang ada di setiap desa. Anggaran dana yang dikucurkan untuk menyelenggarakan Festival Seni dan Budaya Rp5 juta. Penampilan dari sepuluh desa se-Kecamatan Tasikmadu akan dinilai oleh dewan juri yang berasal dari kecamatan. Juara I, II dan III rencananya akan mendapatkan piala atau penghargaan.

Read More

TARIF RETRIBUSI RPH di Karanganyar Naik 50%

Tarif retribusi rumah pemotongan hewan (RPH) di Karanganyar bakal naik 50%, dari Rp10.000/ekor menjadi Rp15.000/ekor. Langkah ini dilakukan menyesuaikan tarif retribusi RPH di daerah lainnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta, mengatakan kenaikan tarif retribusi RPH tersebut bakal diterapkan tahun ini. Saat ini, pihaknya masih menunggu salinan peraturan daerah (Perda) tentang retribusi RPH dari bahian hukum Setda Karanganyar.

“Kami masih menunggu salinan perdanya, jika telah diterima maka segera disosialisasikan sekaligus diterapkan”.

Menurutnya, pengajuan revisi Perda yang berisi tarif retribusi RPH dinaikkan telah dilakukan pada tahun lalu. Tarif retribusi itu baru bisa diberlakukan tahun ini karena menunggu pembahasan dan salinan Perda.

Dia membandingkan tarif retribusi RPH di Sragen senilai Rp14.000/ekor dan Kota Solo senilai Rp25.000/ekor. Sehingga tarif retribusi lama perlu dinaikkan menyesuaikan dengan daerah lainnya. “Tarif retribusi RPH Karanganyar terkecil di wilayah Soloraya makanya dinaikkan untuk menyesuaikan dengan wilayah lainnya,” jelasnya.

Selain menyesuaikan tarif retribusi wilayah lain, kenaikan tersebut dilakukan untuk mendongkrak PAD dari sektor peternakan. Target PAD dari retribusi RPH tahun 2012 senilai Rp70 juta. Sementara berdasarkan data Disnakkan Karanganyar, RPH di wilayah Karanganyar berjumlah tiga unit yaitu di Kecamatan Karangpandan, Karanganyar dan Gondangrejo. “Sebenarnya ada RPH lainnya yakni di Kebakkramat dan Tawangmangu namun tidak aktif, kadang memotong sapi kadang tidak,” tandasnya.

Di sisi lain seorang peternak sapi di Jungke, Karanganyar, Suprapto, menambahkan belum mengetahui kenaikan tarif retribusi RPH yang bakal diterapkan tahun ini. Dia mengakui tarif retribusi RPH di Karanganyar terkecil dibanding daerah lainnya. Tarif retribusi tersebut, menurutnya layak untuk dinaikkan.

Read More

PENGHARGAAN ADIPURA: Karanganyar Kembali Sabet Adipura

Karanganyar dipastikan menyebet Adipura, setelah dua tahun absen mendapatkan piala kebersihan tersebut. Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mengatakan sudah menerima pengumuman untuk menerima piala penghargaan itu di Jakarta, Selasa (5/6).

“Ini kado terindah dalam ulang tahun saya yang ke-50. Saya tidak meminta kado apa-apa, saya sudah senang mendapatkan itu,” ujar Rina di sela-sela launching car free day (CFD), Minggu (3/6/2012).

Perjuangan mendapatkan piala Adipura ini cukup sengit. Bersama pejabat lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Bupati melakukan peninjauan ke beberapa lokasi. Di antaranya Terminal Tegalgede, Pasar Bejen dan Pasar Jungke, dan rumah sakit serta Puskesmas dalam kota.

Fasilitas-fasilitas publik itu mendapatkan evaluasi langsung agar dilakukan pembenahan, sebelum penilaian dari tim Adipura. Saat itu, Karanganyar masih kekurangan nilai 2,94 poin dari nilai minimal 74. Ada sekitar 100-an item yang dinilai dalam piala Adipura tersebut.

Read More

Bupati Karanganyar Pilih Naik Angkutan Umum

Berbeda dengan hari-hari biasanya, pada Senin, (4/6), Bupati Karanganyar, Rina Iriani, tidak menggunakan mobil dinas saat berangkat menuju kantornya di Sekretariat Daerah Karanganyar. Rina lebih memilih menggunakan angkutan umum. Hal tersebut dilakukannya untuk penghematan energi bahan bakar minyak.
Mendapati atasannya memiliki keinginan tersebut, Ajudan Bupati Karanganyar, Arip Purwanto mengaku kewalahan “Ini membuat sedikit repot. Tapi ini juga membuat senang, karena bisa lebih berbaur dengan warga. Hal utama yang membuat repot itu, kalau tiap pagi pasti banyak anak sekolah dan orang kerja menggunakan angkutan umum”.
Sementara itu, Bupati Karanganyar, menyatakan tidak terlalu bermasalah untuk menggunakan angkutan umum saat pergi ke kantor dinas. “Naik angkutan umum bagi saya itu tidak jadi masalah. Kalau semua kendaraan dinas harus pakai Pertamax, itu baru jadi masalah. Di APBD juga belum dianggarkan. Kalau ada perubahan, pasti menjadi besar nanti. Kita harus cari solusi, seperti ini tidak apa-apa walau agak rekoso,” jelas Rina, Senin (4/6).
Menurut Rina, seharusnya kebijakan penggunaan Pertamax pada semua kendaraan dinas tidaklah tepat. Ia mengharapkan adanya penyesuaian antara tahun keluaran mobil dengan bahan bakar yang diwajibkan. “Di Karanganyar, masih banyak mobil dinas yang mobil-mobil lama. Tidak bisa kalau harus pakai Pertamax,” tambah Rina.
Terkait pembagian stiker pembatasan Premium, dirinya menyatakan belum berani membagikan stiker tersebut. Menurutnya, akan menjadi lebih buruk, jika masih ada kendaraan dinas yang menggunakan premium setelah dibagikan stiker tersebut. “Sekarang saya tidak akan memaksakan penggunaan Premium atau Pertamax. Saya beri contoh saja. Silakan bagi yang mau mengikuti,” jelas Rina.
Rencananya, Rina akan menggunakan angkot selama 2-3 hari dalam seminggu. Ia juga merencanakan untuk menggunakan sepeda motor dan sepeda onthel. Dirinya juga sudah memesan angkutan umum untuk dijadikan langganan.

Read More