Category: Berita

Rina Dapat Penghargaan Bela Negara

Bupati Karanganyar, Rina Iriani mendapatkan penghargaan supremasi tertinggi bela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Minggu (24/6). Penghargaan tersebut diberikan pada oleh Rektor Universitas Pertahanan, Letjen Prof Dr Syamsudin di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Karanganyar, Rina, mendapatkan anugerah Best Of The Best Award 2012. Selain itu, Rina juga mendapatkan Citra Satyalencana Bakti. Rina menjelaskan bahwa ada banyak aspek yang dinilai dalam penghargaan tersebut. “Di antaranya penilaiannya itu terkait Pancasila,” jelas Rina, Senin (25/6).
Rina menjelaskan bahwa aspek penegakan Pancasila menjadi aspek utama dalam penilaian ini. Menurutnya, penilaian tersebut dilakukan selama dua tahun terakhir.
“Penilaian dilakukan dua tahun. Responden yang digunakan dari media cetak dan elektronik serta masyarakat umum,” tambah Rina. Rina menjelaskan bahwa urusan bela negara bukanlah hal main-main. Jika dahulu membela negara dengan berperang, maka saat ini membela negara dengan hal yang berbeda.
“Saat ini kita harus berpikir bagaimana menjaga NKRI ini jadi lebih kondusif dan aman,” tutur Rina.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More

Peserta Jamda Latihan Kesiagaan

Puluhan peserta Jambore Daerah (Jamda) XIII Jawa Tengah (Jateng) mengikuti pelatihan kesiagaan di Waduk Lalung, Karanganyar, Sabtu (23/6). Pelatihan tersebut diberikan oleh tim gabungan dari SAR Karanganyar dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang.
Para peserta Jamda XIII Jateng tersebut diberikan pelatihan kesiagaan yakni pengenalan teknik air. Mereka diharuskan menyeberangi waduk secara bergilir menggunakan perahu karet yang disediakan.
Selain pengenalan teknik air, peserta Jamda berada di darat diajarkan teknik penjelajahan. Mereka diberi tugas menyisir dan memetakan lokasi daratan yang ada di sekitar waduk lalung.
Koordinator SMC SAR Karanganyar, David Reka Lamuna, mengatakan materi tersebut penting untuk membekali pelajar melakukan tanggap bencana. “Kami ajak para peserta Jamda untuk naik perahu karet baik mesin ataupun diesel. Biar wawasan mereka juga akan bertambah,” jelas David, Sabtu (23/6).
Para peserta Jamda tersebut juga diberikan pelatihan tanggap bencana. Mereka diajarkan untuk mengevakuasi korban yang tenggelam dalam air. “Ini harus ditanamkan sedini mungkin. Ini agar mereka lebih cekatan jika terjadi bencana. Mereka jadi akan semakin paham risiko bencana,” tambahnya.
Peserta Jamda XIII Jateng yang ikut dalam pelatihan tersebut sebanyak 48 kontingen. Kontingen tersebut di antaranya adalah Pekalongan, Pati, Pemalang, Brebes, dan Tegal. David menjelaskan pihaknya melatih dengan melihat kondisi geografis asal peserta. “Jika mereka di pegunungan, kita latih pendakian lebih dalam. Yang rawan banjir kita tekankan di teknik air,” jelas David.

Read More

300.000 Lahan di Jateng Beralih Fungsi

Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan kekecewaannya kepada Kepala Daerah yang tidak memiliki kepedulian terhadap lahan produktif di Jawa Tengah, Jumat (22/6). Ia mengatakan bahwa saat ini lahan lestari di  Jawa Tengah hanya sekitar 1,7 juta hektare.

“Lahan produktif di Jawa tengah itu berkurang 300.000 hektare dari sebelumnya 2 juta hektare, sekarang hanya tinggal 1,7 juta hektare. Para kepala daerah, baik Bupati dan Walikota sekarang terlihat mulai kurang peduli pada permasalahan alih fungsi lahan,” tegas Bibit saat menghadiri silaturahmi dengan SKPD, camat, lurah, dan kepala desa se-Karanganyar di Pendopo rumah dinas bupati, Jumat (22/6).

Bibit menegaskan agar para walikota dan bupati harus lebih berhati-hati mengawal pemasalahan alih fungsi lahan di dearahnya masing-masing. Ia mengingatkan agar setiap pembangunan harus mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada. “Membangun  harus disesuaikan dengan RTRW yang telah ditetapkan, keperuntukannya untuk apa. Untuk pertanian, industri atau perumahan,” tambah Bibit.

Menurutnya, jika kepala daerah bisa lebih disiplin menyikapi alih fungsi lahan, hal tersebut bisa menekan angka pengurangan lahan produktif yang ada. “Disiplin harus dikerjakan semua pihak untuk menjaga lahan lestari,” ujar Bibit.

Sementara itu, Bibit menyatakan bahwa pertanian di Jawa Tengah berjalan dengan efektif. Ia menyatakan bahwa bibit unggul Pemprov, yakni bibit jenis Inpari-13 sudah berhasil. “Hasil panen di Jateng yang bisa mencapai sebanyak 11 ton per hektarenya. Ini harus didukung dengan sistem yang baik dan dukungan dari kelompok tani,” kata Bibit.

Selain itu, Bupati Karanganyar,  Rina Iriani menyatakan program ketahanan pangan oleh Pemkab Karanganyar berjalan dengan baik. “Total lahan lestari di Karanganyar seluas 23.000 hektare itu kami sudah memetakan di mana saja titiknya. Hingga Desember 2012 , kami pun yakin bisa surplus beras hingga 110.000 ton,” tambahnya.

Read More

Karanganyar Terima Dana PNPM Rp 12,4 M

Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan  agar kucuran dana melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan sebesar Rp 12, 4 Miliar. Nantinya dana tersebut akan dibagikan kepada 12 Kecamatan yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Sri Desto Untong Raharjo mengatakan dana tersebut berasal dari APBN dan APBD II. “95 persen dana PNPM Mandiri Pedesaan berasal dari APBN dan APBD II sebesar 5 persen,” jelas Sri Desto. Dari APBN Karanganyar akan menerima dana sebesar  Rp 11,78 Miliar sedangkan dari APBD II akan mendapatkan dana sebesar Rp 620 juta.

Dari 12 kecamatan yang mendapat dana PNPM Mandiri Pedesaan, Kecamatan Gondangrejo dan Mojogedang mendapatkan jatah dana terbanyak, yaitu sebesar RP 1, 187 miliar dari APBN dan Rp 62,5 juta dari APBD II. Sementara itu Kecamatan Jenawi, Jatipuro, dan Kerjo mendapatkan jatah paling sedikit, yakni  masing-masing mendapat Rp 855 juta dari APBN dan Rp 45 juta dari APBD II. Sri Desto menyatakan bahwa dana tersebut nantinya akan digunakan dalam bentuk fisik dan nonfisik oleh para penerima dana tersebut.

“Untuk pembangunan nonfisik itu bisa berupa dana simpan pinjam. Surplus dari dana simpan pinjam nantinya bisa digunakan untuk membantu warga yang miskin absolut,” jelas Sri Desto.

Pencairan dana tersebut nantinya dilakukan secara bertahap, yang terbagi menjadi tiga termin.  Termin Pertama akan cair sebesar 40 persen dan 40 persen dan 20 persen pada termin kedua dan ketiga. Desto berharap nantinya dana PNPM ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tiap-tiap kecamatan.

Read More

2.000 Peserta Ramaikan Jamda

Jambore Daerah (Jamda) XIII Jawa Tengah yang akan dilangsungkan pada Kamis- Selasa (21-26/6) nanti, akan diikuti perwakilan kontingen dari 35 kabupaten se-Jawa Tengah.  Total peserta Jamda XII Jawa Tengah tersebut bekisar sekitar 2.000 peserta ditambah dengan Pimpinan Kontingen (Pimkon).

Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Samsi menjelaskan bahwa tiap kontingen nanti akan diikuti oleh 35 peserta. “Dari 35 kabupaten, akan mengirimkan 2 kontingen, satu kontingen putra dan satu kontingen putri,” jelas Samsi, Senin (18/6).

Pada Jamda XIII kali ini berbeda dengan Jamda-jamda yang dilakukan sebelumnya. Pada Jamda kali ini setiap kontingen akan didampingi satu Pimkon yang akan menggunakan rompi khusus dan juga dipinjami sepeda pelat merah dan disediakan home stay. “Pimkon nantinya dipilih dari unsur guru,” ungkap Samsi.

Dalam kesempatan Jamda nantinya juga akan diadakan bedah rumah di sekitar lokasi Bumi Perkemahan (Buper) Cakra Pahlawasari, Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar Kota. “Bedah rumah ini merupakan program dari Kementerian Sosial. Ada sekitar 25 rumah yang akan dibedah. Karena dana belum cair, jadi baru akan dibedah 10 rumah dulu,” jelas Samsi.

Para majelis pembina (Mabi) juga akan melakukan Kemah Mabi pada Kamis – Jumat (21-22/6) di rumah warga. Menurut Samsi, Kemah Mabi tersebut akan diikuti oleh Mentari Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri dan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo. “Bupati dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) juga akan melakukan Kemah Mabi,” jelas Samsi.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, berharap agar acara Jamda XIII Jawa Tengah berlangsung sukses dan lancar.

Read More

Tidak Sesuai Prosedur, Seleksi Bidan Bisa Diulang

Terkait adanya protes terkait seleksi Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) 2012 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar,  Bupati Rina Iriani mengatakan masih menunggu laporan tertulis dari Dinkes.

“Nanti saya akan lihat laporan tertulisnya dari Dinkes terlebih dahulu. Saya masih menunggu laporan seleksinya dulu,” jelas Rina, Senin (18/6). Setelah melihat laporan dari Dinkes pihaknya baru bisa mengecek prosedur pemilihan bidan PTT tersebut. “Kita harus mencermati prosedur seleksi bidan PTT tersebut. Kita akan lihat apakah sudah sesuai prosedur yang ada,” tambah Rina. Rina mengatakan jika nantinya ada prosedur yang salah dalam rekrutmen ini, maka seleksi Bidan PTT bisa di ulang.

Sebelumnya, LSM Bhakti Pertiwi, mendapatkan pengaduan terkait seleksi Bidan PTT tersebut pada Kamis, (14/6). Beberapa Bidan PTT mengaku bahwa seleksi Bidan PTT tersebut tidak dilakukan sesuai prosedur. Karena dalam seleksi tersebut hanya digelar teks akademik saja, sedangkan tes psikologi tidak digelar.

Read More

Dinhubkominfo Jateng Gelar Razia

Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dinhubkominfo) Provinsi Jawa Tengah kembali mengadakan gerakan penegakan hukum (Gakum) perizinan angkutan di Kebakkramat, Karanganyar, Rabu (13/6). Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan Pengadilan Negeri Karanganyar, Kejaksaan Negeri Karanganyar, Polres Karanganyar, dan Dishubkominfo Karanganyar.

Kasie Pengawasan Kendaraan Dinhubkominfo Provinsi Jawa Tengah, Sukiman, menyatakan dalam penegakan hukum tersebut juga dilakukan sidang di tempat.”Gerakan ini dilakukan serentak secara nasional selama lima hari, dari hari Selasa-Jumat (11-15/6-red),” jelas Sukiman. Ada 3 aspek yang akan dilihat dalam penegakan hukum tersebut, yaitu segi administratif, operasional, dan teknis. “Untuk ketidaklayakan kendaraan beroperasi, kami akan melakukan penundaan operasional kendaraan. Selain itu juga ada sanksi tilang dan peringatan,” tambah Sukiman.

Sementara itu, Kasie Pengawasan Operasional Dinhubkominfo Provinsi Jateng, Bagus, menyatakan operasi kali ini tidak menyasar semua jenis kendaraan, mereka hanya melakukan pemeriksaan jenis kendaraan yang mengangkut orang, baik yang masuk trayek dan non-trayek.  Pada tahun 2011 lalu, Dinhubkominfo Provinsi Jateng mencatat sekitar 6.853 unit kendaraan melakukan pelanggaran. Hanya 1.337 kendaraan yang tidak melakukan pelanggaran dari total 8.230 kendaraan yang diperiksa.

Read More

Puluhan Kendaraan Angkutan Umum Terjaring Razia Gabungan

Karanganyar, Rabu (13/06/2012)Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jawa Tengah, Dishubkominfo Karanganyar, dan Satlantas Karanganyar, mengadakan razia gabungan terhadap angkutan umum yaitu bis, travel, dan truk, di Kebakkramat, Jl Solo-Sragen, Rabu siang (13/06).

Hasilnya, puluhan kendaraan angkutan umum banyak yang melanggar peraturan, sehingga pengemudi harus menjalani sidang di tempat, dengan membayar denda kepada panitera antara Rp. 31.000,00 sampai dengan Rp. 100.000,00, tergantung jenis kesalahannya.

Untuk kegiatan ini, dikerahkan 10 orang petugas Dishubkominfo Provinsi Jawa Tengah, 10 petugas Dishubkominfo Karanganyar, 20 petugas Satlantas Karanganyar, di tambah dari Pengadilan, dan Kejaksaan

Razia gabungan ini, merupakan kegiatan nasional yang serentak di laksanakan pada 11-15 Juni 2012, atas perintah Dirjen Perhubungan Darat.

Kasi Pemeriksaan Kendaraan Dishubkominfo Provinsi Jateng, Suiman menjelaskan Untuk tahun 2011, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada 8.230 unit kendaraan. Yang melanggar sekitar 16,7 % atau sejumlah 1.337 unit dalam setahun. Yang tidak melanggar 83,27 % atau 6.853 kendaraan.

“Jumlah pelanggaran sudah mulai mengecil. Tetapi, tetap harus dilakukan razia secara berkala untuk meminimalisasi penyimpangan, sekaligus menegakkan hukum perizinan angkutan, yang memang masih sering dilanggar,” jelas dia.

 

* (pd/dt)

Read More

Giatkan Penyemprotan Hama

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan, Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Siti Maisyaroch, melakukan penyemprotan terhadap hawa wereng di Desa Papahan, Karanganyar, Selasa (12/6). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman padi oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, Kamis (7/6).

“Setelah dicanangkan gerakan tersebut. Kita harus terus melanjutkannya dengan melakukan penyemprotan ke daerah-daerah yang berpotensi terkena hama wereng,” jelas Maisyaroch, Selasa (12/6). Ia mengatakan penyemprotan hama yang dilakukan melingkupi 60 hektare sawah dengan melibatkan 75 petani pemilik sawah tersebut. Pihak Dispertanhunbut juga memberikan pestisida sebanyak 20 liter secara gratis kepada petani.

“Penyemprotan ini juga dilakukan karena musim hujan yang mulai datang. Wereng senang berada di daerah basah, sehingga telur-telurnya juga mulai banyak jika musim hujan,” ungkap Maisyaroch. Maisyaroch menyatakan bahwa yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk pencegahan. Menurutnya, ada tiga daerah yang berpotensi terserang hama wereng yakni Jaten, Kebakkramat, dan Tasikmadu. Hal tersebut disebabkan daerah tersebut berbatasan dengan daerah lain yang terserang hama wereng.

Read More

CALON DIREKSI PDAM: 4 Kandidat Ikuti Fit and Proper Test

Sebanyak empat calon direksi PDAM Karanganyar mengikuti  fit and proper testyang dilaksanakan tim penguji pada Senin (11/6/2012) malam. Seluruh calon direksi PDAM Karanganyar tersebut berasal dari kalangan internal.

Keempat calon direksi PDAM yakni Suroso (Dirum PDAM), Suwarno (Kabag Keuangan PDAM), Suparno (Kabag Teknik) dan Suparno (Dirtek PDAM). “Setiap kandidat diberi waktu selama 20 menit untuk memaparkan visi dan misinya mengelola PDAM Karanganyar,” kata Ketua tim penguji rekrutmen direksi PDAM Karanganyar yang juga Sekda Karanganyar.

Samsi, menuturkan terdapat tiga tahap proses rekrutmen direksi PDAM Karanganyar meliputi tes tertulis, tes kompetensi dan fit and proper test. Sesuai perda No13/2007 tentang PDAM Karanganyar, proses rekrutmen dilakukan tim penguji yang dibentuk Bupati Karanganyar.  Tim penguji terdiri dari lima anggota yakni Sekda Karanganyar, Asisten II Setda Karanganyar, Kepala Inspektorat Karanganyar, Kabag Hukum dan Perundang-undangan dan Kabag Perekonomian.

Selanjutnya, tim penguji akan melakukan rapat internal untuk menilai setiap kandidat mulai dari tes pertama hingga akhir. Hasilnya akan dilaporkan kepada dewan pengawas PDAM Karanganyar yang diteruskan kepada Bupati Karanganyar.

Anggota tim penguji, Ambang Wibowo, menambahkan dari empat calon direksi tersebut akan dipilih tiga orang untuk menduduki jabatan Dirut PDAM, Dirtek PDAM dan Dirum PDAM. Penunjukan para kandidat menempati posisi direksi PDAM merupakan kewenangan Bupati Karanganyar. “Kewenangannya tetap ada di Bupati Karanganyar, kami hanya melaporkan hasil rekrutmennya,” paparnya.

Pihaknya menjamin proses rekrutmen direksi PDAM Karanganyar profesional dan transparan.  “Masa jabatan direksi PDAM sekarang hingga Minggu (1/7/2012). Jadi sebelum masa jabatan itu habis proses rekrutmen harus kelar,” ungkapnya.

Read More