Category: Berita

Musik Lesung Tampil di Kereta Kencana

Karanganyar akan ikut ambil bagian dalam pergelaran Kereta Kencana World Music Festival (KKWMF) yang akan berlangsung pada 4-8 Juli mendatang di Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar. Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam kesempatan tersebut akan menampilkan kesenian Lesung dan Kotekan.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan penyelenggaraan KKWMF di Karanganyar seperti gayung bersambut akan usahanya melestarikan salah satu kesenian musik lesung di Karanganyar.
Ia juga menyatakan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Karanganyar, Sumanto, terkait penyelenggaraan KKWMF di Karanganyar. “Saya sudah komunikasi dengan Pak Manto terkait acara tersebut. Ini benar-benar menjadi kesempatan baik bagi Karanganyar. Selain itu kami juga sedang memperbincangkan agar musik lesung nantinya dapat dijadikan ajang perbisnisan di Karanganyar,” jelas Rina, Selasa (3/7).
Menurutnya, pemilihan Karanganyar sebagai tempat penyelenggaraan KKWMF tersebut bukanlah sebagai tempat pelarian karena permasalahan tempat yang sebelumnya membelit penyelenggaraan acara tersebut. “Karanganyar dipilih menjadi tempat penyelenggaraan karena memang benar-benar dipilih. Acara tersebut rencananya memang akan dilaksanakan di Colomadu,” tambah Rina.
Ia juga menerangkan bahwa Kereta Kencana World Music Festival tersebut nantinya bukanlah milik Kabupaten Karanganyar. “Acara ini kebetulan saja diadakan di Karanganyar. Hanya saja nantinya acara tersebut merupakan milik warga se-Surakarta. Bisa saja ke depannya diadakan di kabupaten lain di Surakarta ini,” jelas Rina.

Read More

DIREKSI BARU PDAM Dilantik

Direksi baru PDAM Karanganyar dilantik Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (3/7/2012). Direksi baru PDAM Karanganyar terdiri dari Suroso (Dirut), Suparno (Dirum) dan Suparno ST (Dirtek).

Sebelum dilantik, ketiga direksi baru PDAM Karanganyar melaksanakan pengambilan sumpah jabatan. Mereka disumpah sesuai agama masing-masing. Pelantikan tersebut dihadiri seluruh karyawan PDAM Karanganyar dan unsur Muspida Karanganyar.

Rina Iriani SR meminta agar direksi baru PDAM Karanganyar dapat meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. PDAM Karanganyar juga harus menambah jumlah pelanggan baru setiap tahun. Sehingga masyarakat yang berdomisili di pedesaan juga dapat menikmati pasokan air bersih. “Pelayanan harus ditingkatkan karena air bersih adalah kebutuhan pokok sehari-hari. Tidak hanya masyarakat di perkotaan yang dapat menikmati pasokan air bersih namun juga masyarakat pedesaan,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) PDAM Karanganyar, Suroso, mengungkapkan pihaknya akan menambah sekitar 1.200 pelanggan baru yang berdomisili di Jumantono dan Jumapolo pada tahun 2012. Pihaknya juga berjanji akan menambah pelanggan baru secara bertahap.

Read More

KELUARGA BERENCANA: Jumlah Tenaga Penyuluh Belum Memadai

Tenaga penyuluh Keluarga Berencana (KB) di wilayah Karanganyar belum memadai. Satu penyuluh KB harus bertugas di tiga sampai empat desa. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3Adan KB) Karanganyar, Agus Heri Bindarto, mengatakan tenaga penyuluh KB di wilayah Karanganyar berjumlah 64 orang. Mereka ditempatkan di seluruh wilayah Karanganyar dengan jumlah desa sebanyak 177 desa. “Salah satu kendala di lapangan karena jumlah penyuluh terbatas,” katanya di sela-sela acara Hari Keluarga Nasional di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (2/7/2012).

Para penyuluh KB berusia antara 50-54 tahun atau memasuki usia pensiun yang berjumlah sekitar 10 orang. Artinya, tenaga penyuluh KB harus segera ditambah agar masyarakat memahami manfaat KB pada masa mendatang. Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar ada penambahan tenaga penyuluh di setiap desa. Namun, hingga sekarang penambahan penyuluh tersebut belum juga terealisasi. “Belum ada penambahan penyuluh, padahal kami sangat membutuhkan agar program-program KB dapat disosialisasikan di setiap desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Suwarno, menjelaskan sesuai surat keputusan bersama (SKB) lima menteri PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar bisa dipindahkan ke bagian lain. Menurutnya, PNS yang tidak produktif akan dipindahkan menjadi tenaga penyuluh.

Misalnya, jumlah PNS di salah satu SKPD berlebihan maka beberapa PNS tersebut bisa dipindahtugaskan menjadi tenaga penyuluh. Saat ini, pihaknya masih mendata jumlah PNS di setiap SKPD. “Setelah didata akan diketahui SKPD mana yang jumlah PNS-nya berlebihan sehingga bisa dipindahtugaskan menjadi penyuluh,” papar Suwarno.

Sebelumnya, para PNS yang akan dipindahtugaskan menjadi penyuluh wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) penyuluh KB. Sehingga para calon penyuluh KB tersebut dapat mengerti dan memahami tentang KB secara komprehensif.

Read More

Pemkab Harus Selektif Beri Izin Peternakan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Karanganyar, Sumanto, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar lebih selektif lagi dalam memberikan izin usaha ternak. Hal tersebut terkait protes yang dilakukan warga Dusun Sanggrahan, Desa Tunggulrejo, Jumantono, Sabtu (30/6) terhadap peternakan ayam yang ada di daerah tersebut. Akibat limbah dari peternakan tersebut, beberapa warga Desa Tunggulrejo mengalami sakit pernapasan dan penyakit kulit.

Menurut Sumanto, jika Pemkab Karanganyar lebih selektif dalam memberikan izin usaha, maka gejolak seperti di desa Tunggulrejo tidak akan terjadi. “Kalau saja Pemkab lebih selektif dan lebih mengawasi limbah yang dihasilkan oleh  peternakan-peternakan, warga pasti tak akan protes,” jelas Sumanto.

Sumanto juga menilai Pemkab Karanganyar terlalu lamban dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Dirinya juga akan memanggil dan meminta keterangan dari Dinas terkait. “Kami sudah terima laporan tersebut, kami harap dinas terkait segera menyelesaikan permasalahan tersebut, agar tidak meluas ke daerah-daerah lain,” tambahnya.

Sumanto juga menyayangkan penanganan yang lamban dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar dalam menangani penyakit yang menyerang warga Tunggulrejo yang merupakan dampak keberadaan Peternakan tersebut. “Saat itu warga mengalami sakit massal karena terkena gangguan pernapasan dan sakit kulit, bahkan menyerang anak-anak. Namun tidak ada tindakan dari Dinkes, saya dengar warga inisiatif ke Puskesmas sendiri,” tambahnya.

Read More

Karanganyar Tercepat Tuntaskan E-KTP

Pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Karanganyar masuk menjadi peringkat tiga tercepat di Jawa Tengah. Banjarnegara dan Temanggung menduduki peringkat satu dan dua dalam menyelesaikan pelayanan e-KTP tersebut.
Hingga akhir bulan Juni 2012 ini, Kepala Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Karanganyar, Sucahyo, menjelaskan sekitar 447.756 wajib KTP melakukan rekam data. “Untuk pencapaian penyelesaian e-KTP, kami sudah mencapai sekitar 68,66 persen,” jelas Sucahyo, Jumat (29/6).
Menurutnya target perampungan pelayanan wajib KTP maju dari 31 Oktober 2012 menjadi pertengahan Oktober. “Kami optimistis selesai Oktober nanti. Sisa wajib KTP tersebut masih ada sekitar 204.335 dari 652.091 wajib KTP. Bupati bahkan berharap kami menyelesaikan pada Agustus nanti,” jelas Sucahyo.
Sucahyo juga berharap pihak kecamatan yang telah mencapai pelayanan sebesar 75 persen untuk membagi alat rekam data dengan kecamatan yang masih banyak belum melakukan rekam data.
“Ada sembilan kecamatan yang masih belum mencapai 75 persen hingga saat ini. Ada Karanganyar Kota, Jatiyoso, Jumapolo, Tasikmadu, Jaten, Colomadu, Gondangrejo, Kebakkramat, dan Mojogedang,” tambah Sucahyo.

Read More

Antisipasi Wereng, 300 Hektare Sawah Disemprot

Petani yang ada di Desa Klodran, Baturan, dan Gedongan, Kecamatan Colomadu  melakukan antisipasi serangan hama wereng dan tikus. Mereka melakukan penyemprotan insektisida dan obat pembasmi tikus di areal sawah di Desa Klodran, Kamis (28/6).
Selain petani, penyemprotan hama tersebut juga diikuti oleh Camat Colomadu, Joko Budi Utomo, petugas dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) dan Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Karanganyar serta Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinpertan TPH) Provinsi Jateng.
Menurut petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinpertan Jateng, Suryani, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, dan dilakukan di tiga desa di Kecamatan Colomadu oleh petani setempat. “Ini dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya hama wereng pada tanaman padi di areal sawah kami,” jelas salah seorang petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Colomadu,  Sukarjoko.
Sementara itu Kasi Perlindungan Tanaman Distanbunhut Karanganyar , Danik Sri Handayani menjelaskan bahwa penyemprotan tersebut sebagai tindak lanjut terkait adanya serangan hama wereng di Kecamatan Jaten. “Penyemprotan dilakukan agar petani nantinya tidak dirugikan karena hama wereng,” tambahnya.
Penyemprotan hama tersebut dilakukan pada areal sawah seluas 300 hektare. Penyemprotan dilakukan di daerah-daerah perbatasan dengan kabupaten lain. Seperti hama wereng di Jaten yang berasal dari Sukoharjo, Colomadu berbatasan dengan Boyolali.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More

Sosialisasikan Rencana Fly Over

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar menggelar rapat dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rabu (27/6) terkait rencana pembangunan flu over Palur yang akan dimulai Juli 2012 nanti.
Ketua Komisi III DPRD Karanganyar, Sadiyo, menjelaskan bahwa pembahasan yang dilakukan antara DPU dan DPRD Karanganyar terkait sosialisasi, pemasangan patok, dan ganti rugi untuk lahan yang tergusur akibat proyek pembangunan fly over tersebut.
Menurutnya, hal yang paling utama harus dilakukan oleh DPU adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Secepatnya sosialisasi itu harus dilakukan. Setidaknya pekan depan sudah harus dilakukan. Setelah sosialisasi maka dapat langsung memasang patok lahan, dan mengurus ganti rugi kepada warga,” terang Sadiyo kepada wartawan, Rabu (27/6).
Sadiyo mengingatkan agar dalam proses ganti rugi lahan yang akan terkena proyek pembangunan fly over, tidaklah merugikan masyarakat. Menurutnya kisaran harga ganti rugi harus disepakati antara warga dengan pihak DPU. “DPRD tidak ikut campur terkait ganti rugi. Hanya saja jangan sampai warga dirugikan. Setidaknya harga ganti rugi itu di atas Nilai Jual Objek pajak (NJOP). Kalau di sekitar situ sekitar Rp 4 juta per meter,” tambah Sadiyo.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengawasi proses proyek pembangunan fly over Palur tersebut. “Kami akan terus mengawal dan mengawasi proyek pembangunan tersebut. Karena proyek tersebut untuk kepentingan umum, proyek negara tersebut akan tetap dilanjutkan,” jelas Sadiyo.
Sementara itu, Kepala DPU Karanganyar, Priharyanto, menjelaskan bahwa terkait kisaran harga akan ditaksir oleh tim penaksir. Menurutnya, angka tersebut masih belum dipastikan dan masih dalam tahap penghitungan.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More

KERETA KENCANA WORLD MUSIC FESTIVAL Dipastikan di PG Colomadu

Lokasi penyelenggaraan event Kereta Kencana World Music Festival dipastikan dilaksanakan Pabrik Gula (PG) Colomadu, Karanganyar pada 4-8 Juli 2012. Panitia Kereta Kencana World Music Festival telah melakukan pertemuan dengan Pemkab Karanganyar pada Senin (25/6/2012) kemarin.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Sugiyarto, mengatakan pihak panitia Kereta Kencana World Music Festival telah memaparkan konsep dan materi pertunjukkan. Konsep awalnya tetap menggunakan tempat-tempat yang bernilai sejarah. “Konsep dan materi yang akan disajikan sudah dipaparkan oleh pihak panitia Kereta Kencana World Music Festival. Tidak ada masalah yang penting izinnya dahulu,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (26/6/2012).

Menurutnya, pihak panitia Kereta Kencana World Music Festival harus meminta izin kepada Bupati Karanganyar untuk menyelenggaran pertunjukan di wilayah Karanganyar. Selain itu, panitia juga wajib mengurus perizinan keamanan di Polres Karanganyar.

Pihaknya tidak mempermasalahkan konsep dan materi sajian yang diusung dalam Kereta Kencana World Music Festival. Intinya, Pemkab Karanganyar mempersilakan penyelenggaraan pertunjukan musik tersebut namun harus mengantongi izin terlebih dahulu. “Izinnya langsung kepada Bupati Karanganyar dan Polres Karanganyar. Tidak ada masalah jika panitia sudah mengurus perizinan,” jelasnya.

Sementara itu, administratur PG Tasikmadu, Bambang Sucahyo, menjelaskan pihaknya telah mengetahui terkait pemindahan lokasi penyelenggaraan event Solo International Ethnic Music (SIEM)  yang berubah menjadi Kereta Kencana World Music Festival di sekitar area PG Colomadu.

Bambang menambahkan pihaknya belum mengetahui apakah panitia Kereta Kencana World Music Festival telah mengurus izin kepada direksi PG Colomadu. Menurutnya, pascapenutupan PG Colomadu tahun 1998, manajemen pabrik itu diambil alih oleh PG Tasikmadu. Sebagian karyawan PG Colomadu juga dipindah ke PG Tasikmadu. “Mereka harus izin dahulu ke direksi PG Colomadu, namun informasi yang saya peroleh tidak ada masalah terkait lokasi penyelanggaraan. Semua sudah clear,” terangnya saat dihubungi Solopos.com.

Sebelumnya, perubahan konsep dan nama acara Solo International Ethnic Music (SIEM) menjadi Kereta Kencana World Music Festival agar lebih fleksibel, baik dari sisi pemilihan tempat penyelenggaraan maupun jenis musik yang ditampilkan.

 Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Polres Bagi-bagi 300 Helm SNI

Dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas. Satuan Lantas Polres Karanganyar mengeluarkan kebijakan agar perangkat desa, kecamatan, dan Polsek untuk tidak melayani warganya yang datang melapor tanpa menggunakan helm.
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitri Syah, menegaskan bahwa kebijakan tersebut untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kalau warga yang datang ke kantor desa, camat, dan polsek yang tidak menggunakan helm diabaikan saja. Kalau mereka pakai helm baru dilayani,” jelas AKP Aidil, Senin (25/6). Sat Lantas Karanganyar juga membagikan sekitar 300 helm SNI kepada 177 kepala desa/lurah, 17 camat, 17 Kapolsek, dan 17 Danramil, serta Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Karangayar. “ Kegiatan ini juga didukung oleh pemilik showroom yang tergabung di Forum Komunikasi Lalu Lintas di Karanganyar. Mereka memberi bantuan berupa helm secara sukarela,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Aidil juga menyebutkan telah terjadi 462 kecelakaan di Karanganyar hingga pertengahan 2012 ini. Dengan 10 orang korban meninggal dunia. Dirinya juga sangat menyayangkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan di daerah yang sulit terpantau oleh Sat Lantas. “Seperti di daerah pegunungan dan pedesaan, banyak anak di bawah umur yang menggunakan sepeda motor. Memang di sana jarang ada kendaraan umum, tapi itu bukan alasan,” tegas AKP Aidil.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More

Fly Over Palur Segera Dibangun

Kesemrawutan jalan di pertigaan Palur sudah sangat meresahkan. Jalan yang menghubungkan Karanganyar, Solo, dan Sragen ini sering macet, apalagi dengan adanya perlintasan Kereta Api (KA) di jalur tersebut.
Arus lalu lintas yang semrawut tersebut rencananya akan disiasati dengan pembangunan fly over. Proyek yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 100 miliar tersebut kabarnya telah disetujui oleh pemerintah pusat. Proyek tersebut direncanakan dimulai pada pertengahan tahun ini.
Hal ini juga mendapatkan perhatian dari Satlantas Polres Karanganyar. Rencananya akan ada empat unit kamera closed circuit television (CCTV)  yang akan dipasang di perlintasan kereta api (KA) Palur. Kasat Lantas Polres Karanganyar,  AKP  Aidil Fitri Syah menyatakan bahwa pihaknya telah menentukan titik yang akan dipasang CCTV.
Menurutnya, prioritas pemasangan tersebut dilakukan untuk memantau arus lalu lintas di kawasan tersebut. Ia menjelaskan jika terjadi kemacetan, maka polisi bisa dapat segera bertindak untuk memperlancar arus kendaraan di kawasan itu. Aparat kepolisian juga disiagakan di daerah tersebut setiap pukul 06.00 WIB – 18.00 WIB.
“Sambil kita menunggu realisasi fly over, kami akan mengatur lalu lintas dengan pemasangan CCTV tersebut. Semoga saja arus lalu lintas juga menjadi lebih lancar nantinya,” jelas AKP Aidil.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, masih menunggu kepastian terkait kucuran dana pembangunan fly over dari pemerintah pusat. “Kami terus lakukan koordinasi. Rencana bulan Juli nanti sudah dilakukan pengukuran lahan,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Priharyanto.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More