Category: Berita

GUNUNG LAWU: Kebakaran Landa Lereng Timur Lawu, Karanganyar Waspada

Kebakaran yang melanda hutan di bagian timur Gunung Lawu masih terlihat di wilayah Nglerak Petak I, dan Jogorogo Ngawi, Jatim. Kobaran api sempat mengarah ke kawasan hutan yang berada di wilayah Karanganyar, Senin (23/7/2012) lalu.

Anggota Karanganyar Rescue, Maryono, mengatakan titik api masih tampak di sekitar kawasan Nglerak petak I di wilayah Ngawi, Jatim. Sementara titik api lainnya yang berada di sekitar Bulak Peperangan dan Telogo Dlingo sudah padam.

“Kami masih memantau pergerakan titik api, sementara masih terlihat di kawasan Nglerak Petak I wilayah Ngawi, Jatim, “ ujarnya saat dihubungi, Selasa (24/7/2012).

Menurutnya, kebakaran berawal  di kawasan Nglerak Petak I namun merembet ke arah selatan menuju Bulak Peperangan, Sabtu (21/7/2012) sekitar pukul 22.00 WIB. Kobaran api begitu cepat karena didukung angin gunung yang berhembus ke lereng gunung. Apalagi di kawasan itu banyak terdapat pohon berukuran besar yang mati sehingga mudah terbakar.

Tim gabungan dari SAR, Anak Gunung Lawu (AGL) dan Karanganyar Rescue berkoordinasi dengan Perum Perhutani Solo melakukan antisipasi di perbatasan wilayah Karanganyar dan Jatim. “Pihak Perhutani Solo dengan cepat mengantisipasi agar kebakaran tidak merambat hingga Karanganyar. Kami juga selalu berkoordinasi dengan Perhutani Ngawi,” katanya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, menuturkan  kebakaran itu menghanguskan sedikitnya 15 hektare lahan hutan terutama di wilayah Nglerak Petak I dan Bulak Peperangan. Pihaknya telah menyiagakan sekitar 50 anggota AGL yang bertugas memantau perkembangan kebakaran di lereng Gunung Lawu.

“Pergerakan api begitu cepat karena ada angin gunung, semoga saja tidak meluas ke wilayah Karanganyar,” jelasnya.

Read More

Blewah, Melon, dan Semangka, Primadona saat Ramadan

Bulan Ramadan membawa keuntungan tersendiri bagi para  penjual buah di kompleks pasar buah di Jaten dan Pasar Palur. Tiga jenis buah yaitu blewah, semangka, dan melon paling banyak dicari konsumen sehingga harganya mengalami kenaikan.
Salah satu pedagang buah di Jaten, Wiyono, mengatakan ketiga jenis buah itu saat Ramadan ini mengalami kenaikan Rp 1.000 hingga Rp 4.000 per kilogram. “Saat ini harga semangka mencapai Rp 7.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 3.000 per kilogram,” katanya, Senin (23/7).
Sedangkan untuk melon menjadi Rp 9.000 per kilogram, yang sebelumnya Rp 7.500 per kilogram. Untuk blewah, mengalami kenaikan Rp 1.000 per kilogram, dari awalnya Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 per kilogram. “Kenaikan harga tersebut sudah dari petani. Dan saya sebagai penjual hanya mengikuti saja agar tidak rugi,” ungkap Wiyono.
Wiyono mengaku, mendatangkan buah-buah tersebut dari daerah Ngawi, Jawa Timur karena kualitasnya lebih baik dibanding dari petani lokal. Terkadang juga buah dari Wonogiri, Klaten, dan Sukoharjo juga ditampung jika memang kualitasnya baik.
Setiap bulan Ramadan seperti sekarang, Wiyono mengaku, memiliki stok buah blewah, semangka, dan melon lebih banyak jika dibanding lainnya. Hal itu sebagai antisipasi karena memang ketiga buah itu banyak dicari konsumen. “Pada puasa hari kedua kemarin saja, buah-buah tersebut laku lebih dari 50 butir. Kebanyakan yang beli juga para pedagang es buah untuk berbuka puasa,” katanya.
Salah satu pedagang buah di Pasar Palur, Sarni, mengatakan di antara ketiga buah yang menjadi primadona di bulan Ramadan, blewah paling banyak dicari konsumen. “Blewah paling diminati karena stoknya melimpah dan harganya cukup terjangkau,” katanya.

Read More

GROJOGAN SEWU Perlu Perluasan Lahan Parkir

Lahan parkir di objek wisata Grojogan Sewu dinilai perlu perluasan, sehingga mampu menampung lebih banyak kendaraan pengunjung.

Penanggung Jawab Pelayanan Tamu Grojogan Sewu, Maryoto, saat ditemui Minggu (22/7/2012) mengatakan lahan parkir utama sepeda motor yang letaknya tepat di depan pintu masuk objek wisata tersebut saat ini kurang memadai. “Hanya mampu  menampung 800-an sepeda motor”.

Padahal, lanjutnya, saat ramai jumlah pengunjung bahkan pernah mencapai  22.000 orang dengan  jumlah sepeda motor lebih dari 10.000 unit.  “Seharusnya Pemkab memperhatikan hal ini, kalo hari libur lebaran kadang parkir ditempatkan di lorong-lorong jalan kampung bahkan di halaman villa atau hotel sehingga menimbulkan kemacetan dan keresahan  warga maupun pengelola hotel,” ujarnya.

Maryoto menambahkan, untuk parkir kendaraan roda empat saat ini letaknya cukup jauh dari lokasi wisata sehingga banyak pengunjung yang mengeluh jauhnya lokasi parkir. “Lokasi parkir mobil dekat Taman Balekambang yang jaraknya sekitar 700 meter dari pintu masuk wisata Grojogan Sewu,” ujarnya.

Maryoto berharap, Pemkab Karanganyar segera merealisasikan  masukan ini. Hal ini, kata dia juga berpengaruh terhadap minat dari tamu yang akan berkunjung. Maryoto menambahakan dana penerimaan negara  bukan pajak (pnbp) dalam pada tahun kemarin senilai Rp750 juta.

“Dengan anggaran pemasukan sebesar itu tiap tahun seharusnya Pemkab Karanganyar memperhatikan hal ini karena yang saya tahu wisata Grojogan Sewu setoran pnbp terbesar kedua di Indonesia setelah wisata Tangkuban Perahu,” ujarnya.

Sementara salah seorang pengunjung dari Bandung, Fian, 23, saat ditemui  mengakui lokasi parkir  memang terlalu jauh. “Wah jauh ya lokasi wisatanya dari tempat parkir,” ucapnya.  Dia menambahkan, seharusnya ada petunjuk jarak lokasi wisata dari tempat parkir ataupun dibangun lokasi parkir yang lebih dekat.

Read More

Pengawasan Daging Makin Diperketat

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar akan memperketat pengawasan daging di pasar-pasar tradisional. Menurut Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta, pengawasan akan diwujudkan dalam bentuk inspeksi mendadak (Sidak). “Sidak intensif akan kami lakukan selama puasa hingga menjelang lebaran,” kata Hatta, Jumat (20/7).
Pasar yang akan menjadi prioritas untuk disidak adalah Pasar Karangpandan, Nglano, Jungke, dan Palur. Keempat pasar tersebut dipandang pasar besar dan juga menjadi sentra penjualan daging. Bahkan daging yang dipasok di pasar-pasar tersebut juga berasal dari luar Karanganyar.
Sebelumnya, Hatta mengaku pernah mendapati daging tak layak konsumsi di salah satu pasar tersebut. “Kami pernah menemukan daging yang tak layak di Pasar Nglano, yakni daging gelonggongan. Penjualnya pun masih sama seperti yang dulu-dulu,” katanya.
Hatta mengatakan akan menindak tegas penjual daging yang kedapatan menjual daging gelonggongan. “Bagi yang kedapatan menjual daging gelonggongan akan kami berikan pembinaan terlebih dahulu. Jika masih nekat maka izin jualan kami cabut. Daging-dagingnya juga akan kami sita,” tegasnya.
Hatta memprediksi menjelang puasa dan lebaran, permintaan daging bakal semakin tinggi. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk mencari keuntungan lebih, namun membahayakan konsumen.
Hatta mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih daging yang akan dibeli. Masyarakat jangan sampai tergiur dengan harga daging yang murah. Ciri-ciri daging yang tak layak konsumsi, menurut Hatta, di antaranya warna daging pucat, baunya berbeda dengan daging pada umumnya, serta memiliki kadar air yang lebih tinggi.

Read More

PRODUKSI PADI di Desa Jati Meningkat

Produksi padi di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar mengalami peningkatan hingga 2 ton/hektare dibanding tahun lalu. Produksi padi tahun 2012 mencapai 10, 2 ton/hektare sementara produksi padi tahun 2011 sekitar 8 ton/hektare.

Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja dengan panen raya di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kamis (19/7/2012). Rombongan Komisi IV DPR RI melakukan panen raya di lahan pertanian gabungan kelompok tani (gapoktan) Makaryo Tani sekitar 50 hektare. Anggota Komisi IV DPR RI didampingi Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR dan jajarannya.

Ketua Komisi IV DPR RI,  Romahurmuzy, mengatakan kunjungan tersebut merupakan kegiatan reses yang dilakukan komisinya untuk menyerap aspirasi terutama para petani. Semestinya, para petani di daerah lainnya dapat meniru pola pengolahan lahan persawahan sehingga produksi padinya meningkat. “Kalau bisa produksi padi di setiap lahan pertanian meningkat seperti di Desa Jati,” ujarnya saat ditemui, Kamis.

Sementara Direktur Utaman PT Pertani, Dwi Antono, menjelaskan pihaknya memberikan bantuan benih padi dan modal tanpa bunga pada  para petani di Desa Jati.  Dia menjelaskan pihaknya mendorong agar para petani melaksanakan program peningkatan produksi pertanian dengan mengucurkan bantuan berupa benih dan sarana yang dibutuhkan.

Read More

KPU Sosialisasikan Pilkada pada Pemilih Pemula

Meski pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar masih berlangsung tahun 2013, KPU Karanganyar sudah melakukan sosialisasi dan simulasi Pilkada untuk anak SMA di RM Talijiwo, Bejen, Karanganyar Kota, Rabu (18/7). Acara bertema Peran Serta Masyarakat dalam Pemilu dan Pemilukada Bagi Siswa Pengurus OSIS Tingkat SMA tersebut diikuti oleh 40 siswa dari berbagai sekolah di Karanganyar.
Menurut Ketua KPU Karanganyar, Handoko, untuk jumlah pemilih pemula di Karanganyar cukup besar yaitu sekira 15.000 orang dari jumlah warga yang mencapai 900.000 jiwa. “Kita akan memberikan pelatihan cara memilih kepada para pemilih pemula ini. Jumlah mereka dapat dikatakan cukup besar,” ujarnya.
Diungkapnya, simulasi dilakukan agar pemilih pemula juga lebih mempersiapkan diri dalam menyambut pemilu maupun Pilkada. “Para siswa diajari secara teknis ketika berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ujar Handoko.
Para siswa juga dikenalkan dengan tugas-tugas panitia Pilkada, saksi, dan juga pengawas. Diharapkan, pengetahuan yang didapat para siswa dapat ditularkan kepada teman-temannya di sekolah. “Hasil dari workshop ini bisa dipraktikkan di sekolah masing-masing, misalnya untuk pemilihan ketua OSIS atau lainnya,” harap Handoko.
Salah seorang peserta, Rahmasari, siswa SMAN 2 Karanganyar, mengaku mendapat banyak informasi terkait pemilu. Ia merasa terbantu memahami cara pemilu nantinya.

Read More

Melon King dan Mutiara Jajaki Pasar Ekspor

Petani Karanganyar kembali memanen buah melon dengan dua varietas yaitu King dan Mutiara. Dua jenis melon kualitas super itu sudah menembus pasar ekspor seperti Jepang dan Singapura.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat turut serta memanen melon tersebut di Sub Terminal Agribisnis (STA) Karangpandan, mengatakan permintaan melon untuk Singapura misalnya, cukup tinggi yaitu 20 ton per tiga minggu. “Untuk jumlah melon sebanyak itu, kami harus mengumpulkan dulu dari para petani,” ujar Rina, Rabu (18/7).
Tak hanya melon yang sudah diekspor, dua bibit melon super tersebut juga diekspor ke negara Jepang. Bibit-bibit melon tersebut asli dari petani Karanganyar. “Asli asal Karanganyar,” kata Rina.
Sementara itu, pemilik Multi Global Agrindo (MGA), Mulyono Herlambang, mengatakan melakukan penelitian bibit di lahan seluas 1,4 hektare untuk mendapatkan bibit unggul. Sedangkan untuk lahan produksi, ia menyiapkan 10 hektare.
Dalam pemasarannya, Mulyono mengaku mendapat saingan berat yaitu Malaysia. Jarak yang cuku jauh antara Karanganyar dengan Singapura menjadikan ongkos produksi menjadi tinggi dibandingkan dengan Malaysia.
Diungkapkan Mulyono, untuk mengekspor buah dan benih tersebut butuh kerja sama dengan para petani di Karanganyar. “Kita juga sudah sebar bibit-bibit unggul buah tersebut kepada petani di Karanganyar,” katanya.
Selain melon, Mulyono juga memasarkan benih terong, pare, dan timun. Selain Jepang dan Singapura negara tujuan ekspor lainnya yang kini menjadi bidikan adalah Uzbekistan.

Read More

Sambut Ramadan dengan Pawai Ta’aruf

Ratusan siswa tingkat TK hingga SMA mengikuti pawai ta’aruf menyambut Ramadan yang digelar oleh BAZIS dan MUI Karanganyar, Rabu (18/7). Sejumlah massa dari ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Majelis Tafsir Alquran (MTA) juga tampak hadir di acara itu.
Pawai diawali dari Alun-alun Karanganyar kemudian menyusuri Jalan Lawu ke arah timur hingga Jembatan Siwaluh. Pakaian yang dikenakan peserta pun beraneka macam mulai dari busana muslim, hingga pakaian barong. Aksi kesenian juga dipertontonkan sejumlah peserta seperti drum band, klotekan dan kesenian bernuansa islami.
Peserta pawai juga membawa sejumlah poster beraneka macam tulisan seperti Ahlan Wa Sahlan Ramadan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Seberkat Kebahagiaan di Bulan Ramadan, Mari Tadarus, dan masih banyak lagi.
Saat peserta pawai tepat di depan Rumah Dinas Bupati, mereka menunjukkan aksinya di hadapan Bupati Karanganyar, Rina Iriani, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, Ketua MUI Karanganyar, Zainuddin, dan sejumlah pejabat lain.
Menurut Ketua MUI Karanganyar, Zainuddin, pawai ini digelar sebagai ekspresi kegembiraan masyarakat Karanganyar akan datangnya bulan Ramadan. Ia berharap, kegembiraan itu tidak hanya saat pawai saja, namun juga peningkatan amal ibadah.

Read More

SOPIR MINIBUS MOGOK, Ratusan Pelajar Telantar

Puluhan sopir minibus jurusan Tawangmangu-Matesih-Karanganyar, Rabu (18/7/2012), menggelar aksi mogok atau tak beroperasi. Akibatnya ratusan penumpang, sebagian di antaranya pelajar, telantar di Terminal Matesih.

Informasi yang dihimpun dari sopir minibus memilih mengandangkan armada sejak pukul 09.00 WIB. Aksi ini sebagai bentuk protes lantaran minibus mereka tidak dicarter untuk kegiatan salah satu sekolah di Karanganyar.

Sekolah tersebut memilih menggunakan minibus jurusan Karangpandan-Ngargoyoso untuk kegiatan penutupan Masa Orientasi Siswa (MOS) di Tawangmangu. Sedangkan minibus yang biasa ngetem di sekitar Terminal Matesih tidak dicarter.

Ratusan penumpang terutama pelajar terpaksa menunggu di sekitar terminal sampai ada angkutan. Sementara sebagian dari mereka dijemput sanak saudaranya.

“Sudah dari tadi menunggu bus tidak ada. Padahal mau pulang ke rumah,” keluh siswa SMP 1 Karangpandan, Ayu Atyawati.

Sementara itu, Kapolsek Matesih, AKP Heri Ekananto, mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo menuturkan telah melakukan pendekatan kepada kru minibus untuk kembali mengoperasionalkan kendaraan mereka. Namun untuk mengatasi penumpang telantar, jajaran Polsek dibantu Polres Karanganyar mengerahkan seluruh kendaraan patroli untuk mengangkut para penumpang. Para penumpang ini diangkut sampai ke tujuan masing-masing.

“Sopir mogok tidak mau jalan karena tidak dicarter. Tapi penumpang terutama pelajar kami angkut menggunakan mobil patroli agar tidak telantar. Kasihan mereka kalau menunggu lama,” katanya

Read More

BPBD KARANGANYAR Serahkan Bantuan Sembako

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menyerahkan bantuan sembako kepada korban rumah roboh Kerto Setiko, 73, warga Gondang Manis, Desa Jumantoro, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, Selasa (17/7/2012).

Rumah Kerto Setiko roboh setelah diterjang angin kencang, Sabtu (14/7/2012) sekitar pukul 02.00 WIB. Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru K  mengatakan menerima laporan rumah milik korban roboh diterjang angin pada Sabtu lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dugaan sementara, robohnya atap rumah dan sebagian tembok dikarenakan konstruksi bangunan yang tidak kokoh. Sehingga ketika terjadi angin kencang bangunan tidak kuat dan roboh. “Kami telah menyerahkan bantuan Sembako untuk korban rumah roboh. Berapa kerugiannya masih kami hitung

Read More