Category: Berita

PUSKESMAS: Jelang Lebaran, 24 Puskesmas Disiagakan

Sebanyak 24 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Karanganyar disiagakan menjelang Lebaran. Para petugas kesehatan juga disiagakan di pos pengamanan Lebaran yang tersebar di beberapa titik lokasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengatakan terdapat beberapa Puskesmas yang disiagakan selama 24 jam menjelang Lebaran. Puskesmas itu berada di jalur mudik dan balik Lebaran.

“Yang kami siagakan sebanyak 24 Puskesmas namun yang melayani pasien selama 24 jam hanya yang berada di jalur mudik,” ujarnya saat ditemui akhir pekan kemarin.

Puskesmas yang disiagakan tersebut terdiri dari 18 Puskesmas perawatan dan enam rawat inap. Para pemudik yang sakit dapat berobat di Puskesmas di sekitarnya.

Selain itu, lanjut Cucuk,  pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendirikan Posko Layanan Kesehatan di objek wisata dan terminal bus. “Nanti kami akan koordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Jasa Raharja untuk mendirikan pos kesehatan. Kemungkinan ada delapan pos kesehatan seperti tahun lalu, “ paparnya.

Read More

Penggunaan Simulator SIM Tunggu Instruksi Polda

Alat simulator SIM di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar hingga kini belum digunakan. Meski lima alat itu sudah datang sejak akhir tahun lalu, namun untuk penggunaannya menunggu instruksi dari Polda Jawa Tengah.
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitrisyah, mengatakan lima alat simulator SIM itu terdiri dari dua alat untuk roda empat dan tiga alat untuk roda dua. Kelimanya saat ini dalam kondisi masih baik. “Kami terus melakukan perawatan walaupun belum secara resmi digunakan. Karena untuk anggarannya perawatan sudah ada,” ujarnya, Jumat (3/8).
Aidil menjelaskan, walaupun kelak menggunakan alat simulator, tapi praktik mengemudi di lapangan juga tetap dilakukan. Simulator tersebut bertujuan untuk mengetes responsibilitas dan smart riding pengemudi. Di antara tes untuk simulator tersebut yaitu tes reaksi untuk melihat kepekaan pengemudi dalam menginjak pedal rem, gas, dan kopling. Kemudian dilanjutkan dengan tes antisipasi, seperti di mana dan kapan kita harus menggunakan dimmer (lampu suram).
Tes selanjutnya adalah tes konsentrasi, yaitu penggunaan setir mobil. Dan terakhir, tes yang dilakukan adalah keterampilan mengemudi. “Nilai minimal untuk kelulusan dalam uji simulator tersebut adalah 60,” kata Aidil.
Pihaknya mempersilakan bagi warga yang ingin mencoba alat itu sebelum ujian untuk memperoleh SIM. “Kami sediakan satu simulator mengemudi mobil untuk dicoba pemohon SIM sebelum praktik di lapangan,” tambah Aidil.

Read More

Konversi Guru Siap Dilaksanakan

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar segera melakukan konversi guru SMP dan SMA menjadi guru SD. Proses konversi tersebut sudah dilakukan dan tinggal menunggu persetujuan Sekretaris Daerah (Sekda) dan pengesahan Bupati Karanganyar.
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PAK) Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, pengonversian guru tersebut juga sudah dibahas di bagian hukum Setda. Pengonversian tersebut bukanlah mutasi melainkan hanyalah penugasan.
“Mereka nanti hanyalah berstatus ditugaskan saja, bukan dimutasi. Untuk penugasan tersebut kita menunggu persetujuan bupati. Kalau pemindahan sampai mutasi itu harus menunggu keputusan dari pusat,” ujar Agus, Kamis (2/8).
Para guru yang dikonversi tersebut akan ditugaskan untuk mengajar di sekolah-sekolah yang ditunjuk Disdikpora. Karena ini bentuknya penugasan maka diharapkan para guru tetap bersedia ditempatkan di mana pun. “Ada sekitar 200 guru yang akan diberi penugasan,” katanya.
Kinerja Guru
Agus menjelaskan, bahwa penugasan mengajar yang akan diberikan diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja guru. Karena sangat disayangkan jika masih ada guru yang menganggur karena tidak ada jam mengajar di sekolahnya.
“Misalkan saja ada sekolah yang kelebihan guru Bahasa Indonesia, butuhnya dua guru tetapi ada tiga guru. Sedangkan di sekolah lain ada yang hanya memiliki satu guru saja, padahal butuhnya dua guru. Daripada nganggur lebih optimal jika ditugaskan di sekolah yang kekurangan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Suwarno, mengatakan pihaknya bersama Disdikpora turut serta mendaftar guru yang akan dikonversi. “Datanya sudah selesai dikerjakan dan sudah kami serahkan ke Disdikpora. Tinggal ditindaklanjuti dan dilaksanakan saja,” jelasnya.

Read More

Sosialisasi Jalan Layang, Rina Tunggu Arahan Gubernur

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, terkait persoalan sosialisasi proyek pembangunan jalan layang Palur kepada warga yang terkena dampak proyek tersebut.
Menurut Rina, saat ini pihaknya sudah mengirimkan surat kepada orang nomor satu di Jawa Tengah itu. Isi surat tersebut berupa permohonan terkait apa yang harus dilakukan untuk sosialisasi kepada warga.
“Setelah kami mendapatkan surat pemberitahuan akan dilakukannya pengerjaan pertama proyek jalan layang tersebut, saya langsung instruksikan ke Sekretariat Daerah (Setda),” jelas Rina, Senin (30/7).
Rina berjanji Pemkab akan memfasilitasi sosialisasi tersebut. Pihaknya juga masih menunggu arahan dari Gubernur Jawa Tengah. “Kalau sudah ada arahan pasti kita laksanakan sosialisasinya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto, menjelaskan bahwa kewenangan terkait pembangunan jalan layang Palur tersebut berada di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sedangkan Pemkab Karanganyar sendiri hanya ketempatan lokasi proyeknya saja. “Sehingga kita tidak bisa hanya asal bertindak saja,” ungkapnya.
Priharyanto menjelaskan, proyek jalan layang tersebut merupakan fasilitas untuk  masyarakat umum. Diharapkan, ke depan tidak ada lagi kemacetan karena kepadatan lalu lintas di pertigaan Palur karena sudah ada jalan layang.
Selain itu, jika ruas jalan alternatif Tawangmangu-Sarangan selesai dibangun, maka jalan dari Palur hingga Sarangan bisa menjadi jalan utama penghubung Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Saat ditanya seputar ganti rugi lahan, Priharyanto, menyatakan bahwa itu adalah kewenangan dari Kementerian PU. Tapi pihaknya siap memfasilitasi jika memang dibutuhkan. “Semua kewenangan terkait proyek ini ada di pusat,” tegasnya.

Read More

Lampu Jalan di Kebakkramat Ditambah

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar segera menambah jumlah penerangan jalan di sembilan titik di wilayah Kecamatan Kebakkramat. Penerangan tambahan tersebut utamanya di sepanjang jalan dari arah Palur ke Kebakkramat untuk mengantisipasi tingginya angka kecelakaan.
“Pada tiap titik akan dipasang dua lampu, sehingga jumlahnya 18 lampu jalan. Sehingga bisa menerangi sisi kanan dan kiri, utamanya di malam hari,” kata Kepala DKP Karanganyar, Maulan, Sabtu (28/7).
Dijelaskannya, jarak pemasangan antartitik pemasangan lampu jalan tersebut akan dibuat agak renggang, yaitu sekitar 50 meter. “Sengaja dibuat agak renggang, agar penerangan jalan merata,” ujarnya.
Saat ini proses lelang berupa pengadaan barang untuk pemasangan lampu jalan di Kebakkramat sudah selesai. “Jika semua lancar maka paling tidak bulan depan sudah bisa dimulai pemasangan lampunya,” jelasnya.
Di jalur Solo-Sragen, utamanya di wilayah Kebakkramat angka kecelakaan memang cukup tinggi. Apalagi mendekati musim lebaran seperti sekarang, dipastikan intensitas kendaraan yang melintas semakin tinggi. “Kita coba antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Maulan.
Maulan menambahkan, penambahan lampu jalan juga akan dilakukan di sejumlah tempat secara bertahap. Untuk saat ini saja jumlah lampu jalan yang dikelola DKP Karanganyar sebanyak 1.600-an lampu. “Itu tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar,” ujarnya.

Read More

E-KTP: Perantau Diberi Kesempatan Rekam Data Saat Mudik Lebaran

Para perantau atau kaum boro yang mudik ke kampung halaman bisa melakukan perekaman data elektronik KTP (e-KTP) saat Lebaran. Saat ini capaian perekaman data e-KTP di wilayah Karanganyar hingga akhir Juni sebesar 70 persen.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar, Sucahyo, mengatakan mayoritas kaum boro dipastikan akan memanfaatkan moment Lebaran untuk melakukan perekaman data e-KTP. “Tergantung situasi, apabila animo masyarakat tinggi maka perekaman data saat Lebaran tetap dilayani, namun jika hanya sedikit maka diminta setelah Lebaran,” ujarnya.

Setiap camat diberi kewenangan untuk mengatur jadwal perekaman data menjelang Lebaran. Sebab, mereka yang mengetahui karakteristik masyarakat di wilayahnya. Selain itu, pihaknya juga mengebut perbaikan database wajib e-KTP yang kurang akurat. Misalnya, warga yang telah meninggal namun masih tercatat atau alamat dan nama lengkap yang kurang tepat.

Pihaknya optimistis proses perekaman data seluruh wajib e-KTP di Karanganyar rampung pada akhir Oktober mendatang. Jumlah wajib e-KTP di Karanganyar sebanyak 759.496 penduduk. Apabila tidak selesai maka perekaman data akan diperpanjang hingga Desember 2012. “Sekarang pemutakhiran database kependudukan masih dikebut agar mendapatkan data yang benar-benar akurat dan rinci,” jelasnya.

Sementara Camat Jaten, Bachtiar, mengungkapkan apabila animo masyarakat termasuk para perantau tinggi untuk melakukan perekaman data e-KTP maka pihaknya akan melayani saat Lebaran. Menurutnya, kaum boro dipastikan akan melakukan perekaman data saat berada di kampung halaman.

Kendalanya, lanjut Bachtiar, mesin perekaman data terbatas. Pihaknya mendapatkan bantuan alat perekamand dari dari Kecamatan Matesih sebanyak satu buah. “Kecamatan yang telah selesai proses perekaman datanya maka alatnya dipinjamkan ke kecamatan lainnya. Ada tiga kecamatan yang mendapatkan pinjaman alat perekaman data yakni Jaten, Karanganyar dan Gondangrejo,” ujarnya. Perekaman data di wilayah Jaten mencapai sekitar 49.000 penduduk atau 85 persen dari wajib e-KTP sebanyak 55.000 penduduk. Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan pemutakhiran data penduduk untuk menentukan database riil wajib e-KTP.

Read More

Kontrak Proyek GOR Tunggu Masa Sanggah

Meski pemenang lelang proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Karanganyar sudah keluar, namun belum berarti hal itu sudah final. Pasalnya, proses penetapan kontrak pembangunan GOR Karanganyar masih menunggu masa sanggah setelah pemenang lelang tersebut resmi diumumkan.
Menurut Kabag Hukum Setda Karanganyar, yang juga anggota tim lelang proyek GOR, Suprapto, proses lelang pembangunan GOR  sedang memasuki masa sanggah. Masa sanggah akan berlangsung lima hari dan telah resmi diumumkan  Kamis (26/7).
“Jika selama masa sanggah tidak ada yang mengajukan keberatan, akan dilakukan tanda tangan kontrak dengan pemenang lelang dan selanjutnya penandatanganan kontrak,” ujar Suprapto, Jumat (27/7).
Informasi dari situs Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Karanganyar, diketahui, pemenang lelang tahap pertama adalah PT Setya Darma dari Nusukan, Banjarsari, Solo.
Perusahaan tersebut menawarkan pengerjaan proyek senilai Rp 6,878 miliar. Total anggaran yang disiapkan untuk proyek pembangunan GOR tahap pertama yang didanai APBN itu sekitar Rp 7,4 miliar.
Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono meminta pembangunan GOR itu segera direalisasikan. Menurutnya banyak cabang olahraga yang menanti GOR tersebut. GOR merupakan kebutuhan mendesak lantaran tidak adanya tempat latihan yang representatif bagi para atlet untuk latihan.

Read More

WERENG Serang Tanaman Padi di Ngringo

Petani di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar mengeluhkan serangan hama wereng yang kian mengganas. Akibatnya petani mengalami gagal panen pada musim tanam kali ini.

Bayan Banaran, Desa Ngringo, Suharso menuturkan hama wereng menyerang tanaman padi miliknya seluas 6.000 meter persegi. Wereng menyerang tanaman padi sejak berusia satu bulan.

Wes ora panen tenan. Ini sudah keempat kali tidak panen karena diserang wereng,” keluhnya ketika dijumpai, Kamis (26/7/2012).

Dia mengaku berbagai upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama wereng. Namun tetap saja serangan wereng terus terjadi, bahkan semakin mengganas hingga menyebabkan tanaman padi miliknya mati. Kondisi ini menimbulkan kerugian cukup besar. “Kalau panen bisa dapat Rp15 juta. Tapi ini tidak panen. Padahal untuk biaya garapan habisnya Rp5 juta. Kami hanya berharap ada bantuan obat,” katanya.

Dia mengatakan hampir sebagian besar tanaman padi di Ngringo diserang hama wereng. Serangan wereng terjadi sangat cepat. Dalam sehari tanaman padi bisa langsung mati. Dia mengaku selama ini mengalami kesulitan untuk memutus mata rantai wereng. “Disemprot sampai tenaganya habis ya tetap saja tidak mati,” katanya.

Senada petani lain, Warso yang mengatakan panen kali ini turun hingga 30 persen lantaran sebagian tanaman padinya diserang hama wereng. Beruntung, dia menturkan serangan hama wereng tidak menyerang seluruh lahan pertanian miliknya. “Lumayan masih bisa panen meski turun. Sekarang sudah mulai tanam lagi,” katanya.

Selain wereng, dia mengatakan juga mulai mewaspadai serangan hama keong emas memasuki musim tanam (MT) II. Biasanya hama keong emas menyerang tanaman padi berusian dua pekan.

Read More

Selama Puasa, Pelayanan e-KTP Malam Ditiadakan

Selama Ramadan, pelayanan elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) malam hari di Kecamatan Jaten ditiadakan. Hal ini lantaran jumlah warga yang akan melakukan perekaman data e-KTP menurun hingga 70%.

Camat Jaten Bachtiyar S mengatakan biasanya jumlah warga yang akan melakukan perekaman data e-KTP mencapai 700 orang per hari. Namun kini jumlahnya turun hanya sekitar 200 orang per harinya. Turunnya jumlah warga yang akan melakukan perekaman data e-KTP mulai terjadi sejak Puasa kemarin.

“Kami tidak tahu pasti mengapa turun jumlahnya selama Puasa ini. Kemungkinan karena tinggal yang dapat undangan terakhir dari jadwal regulernya,” terangnya.

Dia mengatakan saat ini pelayanan e-KTP tidak lagi ramai sebelum Puasa. Biasanya warga terus membanjiri pelayanan perekaman data e-KTP sehingga diperpanjang hingga malam hari. Namun kini karena kondisinya sepi, pelayanan malam hari ditiadakan.

Selama ini pelayanan e-KTP malam hari sering diserbu warga. Mereka memilih pelayanan e-KTP malam hari karena pada pagi hari mereka sibuk bekerja. “Sekarang siang saja sudah sepi. Paling hanya tinggal dua sampai lima orang saja. Jadinya pelayanan malam hari tidak kami buka, tapi sifatnya situasional,” tuturnya.

Menurut dia, biasanya pelayanan perekaman data e-KTP akan mengalami peningkatan pada libur Lebaran mendatang. Hal ini dikarenakan banyaknya warga yang berada di luar kota memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk melakukan perekaman data e-KTP.

Hingga kini, Bachtiyar menyebutkan perekaman data e-KTP sudah mencapai 80%. Ditargetkan September mendatang pelaksanaan perekaman data e-KTP di Jaten rampung. “Sekarang tinggal menunggu yang belum melaksanakan perekaman e-KTP seperti mereka yang mobilitasnya tinggi. Dan memperbaiki yang dobel-dobel,” katanya.

Read More

LOWONGAN KERJA: Permintaan Kartu Kuning Meningkat 40 Persen

Permintaan kartu pencari kerja atau AK-1 di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar meningkat hingga 40 persen. Peningkatan tersebut disebabkan mayoritas pemohon AK-1 ingin melamar lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tingkat pemerintah pusat.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Karanganyar, Martadi, mengatakan hingga tanggal 25-7-2012, jumlah pemohon AK-1 berjumlah 3.766 buah. Kondisi ini mengalami peningkatan cukup signifikan setiap hari. “Pemohon AK-1 sekitar 80-100 buah per hari, padahal sebelumnya hanya 40-50 buah per hari,” ujarnya, Rabu (25/7/2012).

Mayoritas pemohon AK-1 ingin melamar lowongan CPNS yang dibuka oleh beberapa Kementerian di Jakarta. Sebagian besar pemohon AK-1 merupakan lulusan SLTA dan Strata 1 (S1) yang ingin mengadu nasib melamar lowongan CPNS.

Selama ini, pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Sehingga, apabila ada lulusan SLTA yang mempunyai keahlian yang dibutuhkan maka dapat disalurkan ke perusahaan tersebut. “Informasi berbagai lowongan kerja juga ditempel di papan pengumuman agar masyarakat mengetahui,” jelasnya.

Menurutnya, para pencari kerja di Karanganyar masih ingin bekerja di wilayah yang tidak jauh dari kampung halaman terutama di Soloraya. Ada beberapa pencari kerja yang bekerja di luar Pulau Jawa seperti Batam dan Balikpapan, namun jumlahnya sedikit.

Sementara seorang pencari kerja Hendrawan Susanto, mengungkapkan dia ingin melamar lowongan kerja di salah satu BUMN. Salah satu persyaratan lamaran dengan melampirkan AK-1. Menurutnya, beberapa teman sekolahnya juga ikut memohon AK-1 untuk melamar pekerjaan. “Minggu depan sudah harus dikirim lamaran, makanya sekarang permohonan AK-1 diurus,” tambah lulusan SMKN 1 Karanganyar tersebut.

Read More