Category: Berita

PASAR MURAH: Hari Ini, Pemkab Karanganyar Gelar Pasar Murah

Pemkab Karanganyar menggelar pasar murah di Gedung Wanita, Jumat-Sabtu (10-11/8/2012). Beberapa kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar dengan sasaran utama warga berkategori miskin.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Karanganyar, Ambang Wibowo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan ribuan paket sembako untuk masyarakat. Paket sembako yang djual dengan harga miring seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur.

“Pasar murah digelar selama dua hari sehingga masyarakat yang tidak kebagian maka bisa membelinya pada hari kedua,” ujarnya kepada, Kamis (9/8/2012).

Pasar murah digelar untuk mengurangi beban masyarakat kategori miskin menjelang Lebaran. Sebab, dipastikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran melonjak drastis.  Pihaknya meminta agar warga mengantri dengan tertib saat membeli kebutuhan pokok di pasar murah. “Kami minta agar warga mengantri dengan tertib, jangan khawatir barang kebutuhan pokok habis karena digelar selama dua hari,” jelasnya.

Seorang warga Cangakan Kulon, Karanganyar, Sudarmi, mendukung penyelenggaraan pasar murah tersebut karena membantu masyarakat kategori miskin. Apalagi, harga barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang Lebaran.

Read More

Pengawasan Makanan Diperketat

Maraknya peredaran makanan tak layak konsumsi karena mengandung pengawet berbahaya di beberapa pasar tradisional, mendapat perhatian khusus dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Karanganyar. Rencananya Disperindagkop bakal memperketat pengawasan distribusi makanan, utamanya makanan ringan untuk anak-anak di pasar-pasar.
Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro, menyatakan pengawasan akan dimulai sejak distributor meletakkan makanan dagangannya di pasar. “Kalau ada yang kedaluwarsa atau mengandung pengawet dan pewarna berbahaya langsung kami kembalikan,” jelasnya, Rabu (8/8).
Sundoro mengaku, sudah mengambil tindakan terkait dengan ditemukannya makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Sanksi awal berupa teguran sudah dilayangkan pihaknya. “Karena belum memakan korban, saat ini kami baru bisa memberikan teguran dan imbauan saja. Kami meminta pedagang untuk lebih mencermati makanan yang dijual agar tak memakan korban,” tambahnya.
Diungkapkan Sundoro, pengawasan distribusi makanan hanya bisa dilakukan di pasar-pasar tradisional. Untuk makanan dan jajanan yang dijual di toko-toko yang ada di pinggir jalan, Disperindagkop hanya bisa memberikan imbauan saja.
“Kalau untuk makanan yang ada di pasar, kami bisa mengontrolnya melalui lurah pasar. Tetapi kalau yang ada di toko-toko di luar pasar, kita belum bisa berbuat banyak,” jelasnya.
Sebelumnya, Dinkes Karanganyar menggelar Sidak kelayakan makanan di empat pasar tradisional, yaitu di Pasar Karangpandan, Tegalgede, Jungke, dan Palur. Dari hasil Sidak yang tersebut ditemukan 11 jenis makanan mengandung pewarna berbahaya jenis rhodamin-B dan pengawet berbahaya seperti boraks dan formalin.

Read More

Jelang Lebaran, 70 Rambu Penunjuk Jalan Dipasang

Sedikitnya 70 rambu penunjuk jalan bakal dipasang di titik-titik jalan utama dan jalur alternatif untuk memudahkan pemudik luar daerah sampai tujuan. Adanya rambu penunjuk jalan tersebut diharapkan juga mengurangi kemacetan karena padatnya arus lalu lintas.
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto, mengatakan keberadaan rambu-rambu portabel tersebut sangatlah vital demi kenyamanan pemudik. “Rambu-rambu ini diharapkan bisa membantu para pemudik untuk mengetahui arah, apalagi bagi mereka yang ingin melewati jalur-jalur alternatif,” jelas Nunung, Rabu (8/8).
Dari 70 rambu portabel yang dipersiapkan oleh Dishubkominfo, 40 rambu di antaranya sudah dipasang kemarin siang. Sedangkan sisanya akan disebar mulai dari Colomadu hingga Tawangmangu. “Kami baru memasang rambu-rambu portabel itu di perempatan lampu merah Lalung, Tegalgede, persimpangan Bejen, dan Jenawi,” tambah Nunung.
Untuk mengurangi kemacetan, para pemudik diimbau untuk melalui jalur-jalur alternatif yang tingkat kepadatannya lebih rendah. “Bagi yang mau ke Jawa Timur bisa melalui Tawangmangu sebagai jalur alternatif, selain melewati jalur Sroyo yang menjadi jalur utama. Yang mau ke Wonogiri bisa lewat daerah Lalung ke selatan, dan yang ke Sukoharjo bisa lewat pertigaan Mojolaban. Ke Sragen juga bisa melalui jalur alternatif dari Mojogedang,” jelas Nunung.
Ditambahkannya, jalur alternatif dinilai minim risiko kecelakaan dibanding jika melintas di jalur utama. Selain itu pada jalur-jalur alternatif juga dilengkapi dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL).
“Kami sarankan kepada pemudik untuk lebih berhati-hati di malam hari, karena di beberapa tempat masih minim penerangan, contohnya jalur Kebakkramat yang relatif gelap di malam hari,” imbau Nunung.

Read More

Operasi Ketupat Candi Amankan 366 Pelanggar Hukum

Operasi Ketupat Candi 2012 yang digelar Polres Karanganyar sejak 20 Juli lalu mengamankan sedikitnya 366 orang karena melanggar hukum. Ratusan orang tersebut terjerat sejumlah kasus seperti perjudian, minuman keras, prostitusi, dan penjualan petasan.
Data di Polres, 28 kasus sudah diproses secara hukum. Sedangkan sisanya diberi pembinaan kemudian dilepaskan. Sejumlah barang bukti juga diamankan seperti 2.368 botol miras berbagai jenis, uang perjudian Rp 5.249.000, sembilan rekapan cap jie kie, 18 telepon genggam, 15 set kartu remi, dan dua set domino. Untuk petasan diamankan sebanyak 33.054 biji, untuk pencurian yakni dua buah helm, dua buah pakaian, satu kamera digital, dan dua telepon genggam.
Menurut Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, jumlah orang yang ditangkap tersebut lebih banyak jika dibanding dengan tahun lalu. Meski begitu hal tersebut bukanlah suatu kebanggaan. “Penyakit masyarakat selalu saja ada, bukannya berkurang tapi malah bertambah,” ujarnya di Mapolres Karanganyar, Rabu (8/8).
Diungkapkan Adji, meski Operasi Ketupat Candi 2012 dianggap sudah selesai, operasi penyakit masyarakat (Pekat) tetap akan digalakkan. Apalagi menjelang lebaran, di mana tindak kejahatan diduga bakal makin meningkat. “Kami tetap akan berkomitmen untuk menciptakan suasana kondusif. Dukungan dari masyarakat untuk memberantas Pekat juga sangat kami butuhkan,” jelas Adji.
Dalam operasi Pekat kemarin, kasus perjudian terutama cap jie kie berada di peringkat atas. Pihak kepolisian juga masih memburu sejumlah orang yang diduga sebagai bandar judi. “Penyelidikan kami tentunya tidak sebatas pada tambang dan penjual saja, tetapi juga bandarnya,” jelasnya.
Adji menjelaskan, sudah ada empat nama bandar yang telah terdeteksi, namun berasal dari luar Karanganyar. Ia juga bakal menindak tegas jika ada petugas ketahuan bermain mata dengan bandar judi.

Read More

PMI KARANGANYAR: Penuhi Stok Darah, PMI Jemput Bola

Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar terus jemput bola ke pendonor guna memenuhi stok kebutuhan darah di Bumi Intanpari. Hal ini menyusul selama Ramadan jumlah pendonor anjlok hingga 40%.

Sementara permintaan darah diprediksi akan meningkat pada arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Karanganyar dr Jaqub Iskandar mengatakan biasanya dalam peristiwa mudik dan balik banyak terjadi traffic accident atau kecelakaan yang angkanya bertambah. Akibatnya, stok darah diperkirakan akan terus terkuras dan menipis.

“Awal Ramadan kemarin memang stok mulai menipis, tapi sekarang sudah dalam kondisi cukup. Ini karena kami jemput bola ke pendonor,” katanya, ketika dijumpai  di ruang kerjanya, Selasa (7/8/2012).

Dia mengatakan stok darah PMI ada 201 kantong, terdiri atas golongan darah A sebanyak 50 kantong, B sebanyak 70 kantong, AB 26 kantong dan O sebanyak 50 kantong. Padahal stok ideal dalam sebulan minimal 500-700  kantong darah.

Dia menambahkan persediaan darah menipis karena sedikitnya warga yang mendonorkan darah saat puasa. “Hari biasa bisa sampai 10 orang. Tapi sejak puasa paling hanya satu dua pendonor saja. Bahkan sehari pernah nyaris tidak ada sama sekali,” tuturnya.

PMI Karanganyar, lanjut dia, sering menjadi rujukan untuk daerah lain.Guna memenuhi stok darah itu, PMI melakukan berbagai kegiatan aksi bhakti sosial donor darah bagi jemaat-jemaat gereja. “Kami telah menggalang aksi donor darah, seperti belum lama ini kerja sama dengan salah satu Gereja untuk menambah stok darah PMI. Hasilnya ya lumayan stok bisa bertambah,” tuturnya.

Read More

Makanan Berbahaya Beredar Luas

Makanan mengandung pewarna berbahaya jenis rhodamin-B dan formalin beredar luas di pasar-pasar tradisional di Karanganyar. Kenyataan tersebut terungkap setelah digelarnya inspeksi mendadak (Sidak)  oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Senin (6/8) lalu.
Sidak sendiri dilakukan di Pasar Karangpandan, Pasar Tegalgede, Pasar Jungke, dan Pasar Palur. Setelah diinventarisasi dan dilakukan penelitian, setidaknya ada 37 jenis makanan yang mengandung pewarna dan pengawet berbahaya tersebut.
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Karanganyar, Fatkul Munir, menyatakan temuan tersebut banyak didapati pada makanan ringan yang biasa dikonsumsi oleh anak-anak. “Kami menemukan pada makanan kecil berwarna seperti jenis telur gabus dan pacar China mengandung pewarna rhodamin-B,” ujarnya.
Selain itu temuan makanan mengandung boraks juga didapati di Pasar Karangpandan, yaitu mi basah warna kuning. Makanan berformalin juga ditemukan di pasar itu, yakni ikan asin.
Pihak Dinkes sendiri langsung mengambil tindakan dengan meminta lurah pasar untuk menegur para pedagang yang bersangkutan. “Pada umumnya para pedagang hanya menjual saja. Mereka tidak mengetahui kandungan yang ada di dalam makanan yang mereka jual,” ungkap Munir.
Dikatakannya, makanan yang mengandung rhodamin-B dan formalin dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit ginjal, saraf, dan kanker. Sedangkan untuk jangka pendek, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi menyebabkan pusing. “Sidak akan terus kita lakukan, karena bahan-bahan tersebut berbahaya,” katanya.

Read More

684 Personel Amankan Mudik

Sedikitnya 684 personel gabungan dari polisi, TNI, pramuka, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Karanganyar akan diterjunkan untuk mengamankan mudik lebaran. Mereka mulai aktif bekerja mulai 10 hingga 26 Agustus.

“Pengamanan mudik lebaran dimulai sejak H-10 sampai dengan H+7. Untuk personel polisi tidak akan ada cuti,” ujar Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Aji Wibowo, Senin (6/8), dalam rapat koordinasi pengamanan lebaran dengan dinas terkait.

Dalam rapat itu, Kapolres memberi perhatian serius pada titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan, seperti jalur Palur-Sroyo-Gondangrejo. Selain itu, lintasan kereta api tanpa palang juga harus mendapat perhatian ekstra. “Lintasan kereta api tersebut ada di Desa Pulosari, Kebakkramat, tepatnya di Dusun Waru dan Dusun Warudowakan. Mulai saat ini petugas dari Linmas kecamatan harus disiapkan untuk berjaga,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Operasi Dishubkominfo Karanganyar, Joko Mulyono, mengatakan tidak adanya honor untuk petugas yang menjaga palang perlintasan rel kereta api membuat kesulitan mencari orang untuk berjaga. “Pihak PT Kereta Api tak mau menganggarkan untuk honor mereka. Sedangkan dari Pemkab juga tak ada anggaran khusus,” jelas Joko.

Sekda Karanganyar, Samsi, menyatakan pihaknya akan menganggarkan honor bagi penjaga perlintasan kereta api tersebut. Rencananya dalam sehari akan ada tiga petugas yang berjaga secara bergantian setiap delapan jam. “Kami akan carikan dana khusus untuk masa-masa mudik lebaran ini. Selanjutnya harus dicarikan lagi solusi bersama oleh Forum Lalu Lintas,” jelasnya.

Read More

Dinas Kesehatan Gelar Sidak di Pasar Makanan Tanpa Tanggal Kedaluwarsa Beredar Luas

Untuk mencegah beredarnya makanan berbahaya karena mengandung formalin dan zat pewarna menjelang lebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Karangpandan dan Tegalgede, Senin (6/8).

Sidak yang dipimpin oleh Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Karanganyar, Fatkul Munir, dilakukan dengan menyusuri los-los pedagang yang menjual makanan seperti bakso, snack, mi basah, dan ikan.

Dalam Sidak itu didapati beberapa temuan seperti adanya makanan yang tak mencantumkan tanggal kedaluwarsa, legalitas, dan komposisi bahan makanan. Selain itu, untuk makanan yang dibuat oleh industri rumah tangga juga didapati tidak mencantumkan izin industri di kemasannya.

“Ada makanan jenis nata de coco yang tak mencantumkan tanggal kedaluwarsa dan komposisi bahan pembuatan. Ada juga makanan ringan berbentuk stik keju dan sambal kemasan yang tidak dicantumkan izin industrinya di kemasan,” jelas Munir.

Sidak juga dilakukan di los-los pedagang makanan kiloan. Di los-los ini, sejumlah makanan seperti makanan ringan jenis telur gabus, permen bobo, dan wafer merek Colombus dicurigai memakai pewarna makanan yang tidak diizinkan, karena warnanya sangat mencolok. Harga aneka makanan itu yang relatif murah semakin menguatkan kecurigaan itu.

“Kami juga menemukan ada satu bungkus agar-agar berbagai warna beserta toplesnya hanya dijual Rp 5.000. Ini akan kami periksa terkait bahan pewarna yang dipakai,” ujar Munir.

Selain pemeriksaan pada makanan ringan, beberapa makanan lauk pauk juga diperiksa petugas karena warnanya yang mencolok. Tahu kuning, mi kuning basah, bakso daging, dan ikan diambil sedikit sampelnya oleh petugas untuk dicek pengawet dan pewarna yang digunakan.

“Jika kedapatan makanan tersebut menggunakan bahan-bahan berbahaya, kami akan merekomendasikan kepada lurah pasar untuk menghentikan peredaran makanan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang bakso, Sutikno, menyatakan dirinya tidak menggunakan pengawet untuk bakso dagangannya. Ia mengaku hanya mencampur daging sapi dan daging ayam untuk baksonya, karena harga daging sapi yang saat ini mahal.

Read More

Cegah Kemacetan Jelang Lebaran Median Jalan Palur Dibongkar

Satlantas Polres Karanganyar terpaksa membongkar sebagian median jalan tepatnya di utara Tugu Intanpari, Palur untuk menghindari kemacetan. Hal itu menyusul telah dimulainya proyek pembangunan jalan layang Palur beberapa waktu lalu.
Sebelum dibongkar, beberapa hari lalu para pengguna jalan dari arah Solo menuju Karanganyar diharuskan memutar ke utara, tepatnya di depan Palur Plaza. Sedangkan jalan di utara Tugu Intanpari ke arah timur ditutup sementara.
“Untuk menghindari penutupan jalan, makanya median kita bongkar sebagian. Agar kemacetan bisa sedikit dikurangi,” kata Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitrisyah, kemarin.
Selain membongkar median jalan, ia juga mengimbau kepada masyarakat dan pemilik toko di sisi utara dan selatan Tugu Intanpari untuk tidak memarkir mobilnya sembarangan. “Kami minta parkirnya yang tertib, jika dirasa sudah penuh jangan dipaksakan, karena kemacetan bakal semakin parah,” ujar Aidil.
Selama musim mudik lebaran tepatnya H-7 sampai H+7, pihaknya bakal menghentikan sementara proyek tersebut, agar bisa dilalui pemudik dengan lancar. “Ini untuk kenyamanan para pengendara, sebab saat mudik intensitas kendaraan bakal semakin padat,” ungkapnya.
Seperti diketahui, proyek pembangunan jalan layang Palur sudah dimulai beberapa waktu lalu, yaitu dengan pemasangan tiang pancang. Proyek milik pemerintah pusat tersebut jika berjalan lancar sedianya bakal tuntas selama tiga tahun.

Read More

BUAH MATESIH Mulai Banjiri Pasar Luar Jawa

Buah-buahan hasil pertanian di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar mulai membanjiri pasar luar Pulau Jawa. Buah Matesih tak kalah dengan buah dari daerah lain.

Camat Matesih Titik Umarni ketika dijumpai  akhir pekan lalu di Karanganyar, mengatakan buah-buahan hasil pertanian Matesih di antaranya Duku, Durian dan Manggis. Pemasaran buah-buahan tersebut sudah sampai ke Luar Pulau Jawa.

“Duku Matesih tidak kalah dengan Duku Palembang. Rasanya juga manis dan lebih keset dagingnya.”

Titik mengatakan untuk saat ini buah-buahan hasil pertanian Matesih sangat sedikit di pasaran. Mengingat masa panen seperti Duku, Manggis sudah terjadi pada Februari-Mei lalu. Dia menyebutkan satu kilogram (kg) duku bisa menembus Rp 22.000. Padahal pada musim panen buah duku biasa dijual Rp 10.000-Rp 11.000 per kg.  “Petani duku di Plosorejo dan Pablengan tidak panen. Jadi buahnya tidak banyak dijumpai di pasaran,” tuturnya.

Titik mengatakan terus mengembangkan buah-buahan hasil pertanian Matesih. Keberadaan buah Matesih bahkan kini mulai masuk ke pusat-pusat perbelanjaan seperti mal. Mereka bersaing dengan buah hasil pertanian dari daerah lain. Dari segi kualitas, Titik menjamin buah Matesih tidak kalah dengan yang lain. Dia optimistis buah-buahan Matesih bakal menjadi primadona dan dicari para konsumen.

Read More