Category: Berita

Grojogan sewu

Grojogan Sewu Dipadati 75.000 Pengunjung

Tempat Wisata Air Terjun Grojogan Sewu sampai H+7 masih dibanjiri pengunjung, bahkan dari data pembelian karcis menembus angka 75.000 selama Lebaran. Hal itu disampaikan Kepala Tata Usaha Objek Wisata Grojogan Sewu, Widodo, di kantornya, Minggu (26/8/2012).

Widodo mengatakan jumlah pengunjung sampai H+7 masih cukup ramai. “H+7 merupakan hari terakhir libur Lebaran pada tahun ini, sehingga jumlahnya cukup banyak sampai menembus angka 75.000 pengunjung,” ujarnya.

Jumlah pengunjung, kata Widodo, mengalami peningkatan cukup signifikan. “Tahun lalu jumlah pengunjung Lebaran 63.398, sedangkan pada Lebaran kali ini hampir mencapai 77.000 pengunjung atau naik sekitar 20%,” ujarnya.

Dia menambahkan, jumlah pengunjung dari data lima tahun terakhir rata-rata kurang dari 75.000 pengujung. “ Tahun ini jumlah pengujung benar-benar membeludak,” ujarnya.

Jumlah meningkat, kata Widodo, dikarenakan jumlah libur Lebaran pada tahun  ini lebih banyak dari tahun  sebelumnya. Selain itu, kata dia, dengan perbaikan infrastrukur di Grojogan Sewu, pengunjung lebih nyaman dan senang.

“Selain perbaikan infrastruktur, kami akan terus berinovasi sehingga tetap menjadi andalan wisata di Kabupaten Karanganyar maupun Soloraya,” ujarnya.  Petugas lain, Maryoto mengatakan jumlah pengunjungdari H+1 sampai H+7 selalu membeludak.  “Puncaknya pada H+3 Lebaran, dalam sehari mencapai 17.600 pengunjung,” ujarnya.

Seorang pengujung asal Sukoharjo, Vera Pebriani, saat ditemui mengaku senang berkunjung di Grojogan Sewu. “Saya lihat Grojogan Sewu terus dibenahi dan pengunjung cukup banyak,” ujarnya.

Read More

Pengunjung Pasar Jumat Membeludak

Pengunjung Pasar Jumat yang digelar di jalur lambat Jl Raya Lawu, Karanganyar membeludak pasca Lebaran, Jumat (24/8/2012).

Para pengunjung memanfaatkan momentum libur Lebaran dengan berbelanja bersama keluarganya. Ribuan pengunjung memadati area Pasar Jumat. Mereka tidak hanya berasal dari wilayah Karanganyar namun para pemudik yang hendak balik menuju daerah perantauan.

Kondisi ini tampak dari beberapa mobil berpelat Jakarta dan Bandung yang diparkir di sekitar area pasar. Seorang pengunjung asal Karangpandan, Sri Kustati, mengatakan dia pergi ke Pasar Jumat bersama keluarga dan saudaranya.

“Saudara saya bekerja di Bandung, dia ingin berbelanja ke Pasar Jumat,” ujarnya saat ditemui.

Menurutnya, beraneka ragam kebutuhan pokok seperti pakaian, perabotan rumah tangga hingga oleh-oleh khas Karanganyar dijual di Pasar Jumat. Selain itu, harga yang ditawarkan cenderung lebih murah dibanding di pasaran. Misalnya, harga pakaian batik dibanderol senilai Rp30.000-Rp50.000/potong. Sementara harga pakaian batik di pasaran di atas Rp50.000/potong.

Di sisi lain seorang pedagang pakaian batik di Pasar Jumat, Suratmi, mengakui terjadi peningkatan jumlah pengunjung pascaLebaran.  Omzet penjualan pun melonjak. Biasanya dia dapat menjual pakaian batik sebanyak 10-20 potong, sementara pascaLebaran sekitar 40-50 potong. “Hampir sebagian pembeli adalah para kaum boro, mereka membeli pakaian batik untuk oleh-oleh. Keuntungan kami bisa melonjak sekitar 100 persen,” tambahnya.

Read More

Musim Lebaran, Penziarah Makam Soeharto Berjubel

Makam mantan Presiden Soeharto di Astana Giri Bangun, Matesih, Karanganyar tak luput dari serbuan pengunjung selama liburan Lebaran ini. “Lonjakan jumlah pengunjung ke makam Pak Harto terlihat sejak kemarin,” kata Juru Kunci Makam Astana Giri Bangun, Sukirno, Rabu (22/8), seperti dikutip di Vivanews.

Menurut Sukirno, selama musim Lebaran jumlah pengunjung bisa mencapai 2.500 orang per hari. Padahal, pada hari biasa, jumlah pengunjung makam penguasa Orde Baru itu hanya berkisar antara 100-200 orang per hari.

“Pengunjungnya memang membeludak. Peningkatan terlihat sejak hari pertama dengan jumlah pengunjung mencapai 1.000 lebih. Selasa kemarin jumlah pengunjung naik drastis lagi,” ujar Sukirno.

Ia memprediksi lonjakan penziarah maupun pengunjung makam Soeharto akan berlangsung hingga hari kelima Lebaran nanti. “Selama itu jumlah pengunjung pasti masih di atas 2.000 orang per hari. Ini karena sebagian besar pengunjung adalah pemudik,” ucap Sukirno.

Sang juru kunci makam itu juga menambahkan, Lebaran ini belum ada satu pun keluarga Cendana yang mengunjungi makam Soeharto. “Putra-putri Pak Harto itu biasanya berziarah ke sini sebelum Ramadan,” kata Sukirno.

Read More

Kantor Samsat Karanganyar Diserbu WP

Ratusan wajib pajak (WP) menyerbu Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Karanganyar pascacuti bersama Lebaran, Kamis (23/8/2012).

Pantauan ratusan WP mengantre pelayanan pengurusan pajak kendaraan bermotor. Mereka memenuhi ruang tunggu di dalam kantor Samsat. Bahkan antrean meluber hingga di luar karena tak mampu menampung banyaknya warga yang datang. Antrean panjang terlihat sejak pagi.

Antrean panjang tak terhindarkan karena libur Lebaran selama sepekan. Hal ini  mengakibatkan terjadinya penumpukan berkas perpanjangan dan pengesahan bea balik nama (BBN) kendaraan. Salah seorang WP, Kurniadi mengaku langsung melakukan pengurusan pajak kendaraan bermotor lantaran pajak kendaraan miliknya habis saat libur Lebaran kemarin. “Karena dari kemarin tutup, jadi begitu buka langsung saya urus. Takut kena denda,” tuturnya.

Layanan Hingga Malam

Kasatlantas AKP A Aidil Fitri Syah melalui Kanit Reg Ident Iptu Suwarsih mengatakan tidak akan memberlakukan sistem denda bagi pajak kendaraan bermotor yang habis saat libur Lebaran. Petugas memberikan toleransi sampai hari pertama kantor Samsat buka. “Jadi tidak ada denda kalau pajak kendaraannya habis tanggal 17-22 Agustus lalu. Namun harus diurus pada tanggal 23 Agustus,” jelasnya.

Dia mengakui pascalibur Lebaran, jumlah pengurusan pajak kendaraan bermotor melonjak tajam. Biasanya, dia menambahkan per hari jumlah pengurusan pajak kendaraan hanya 700 dokumen. Namun kini jumlahnya mencapai lebih dari 1.500 dokumen pada hari pertama masuk kerja pascalibur Lebaran. “

Dia mengatakan siap memberikan pelayanan hingga malam hari. Pihaknya telah berkomitmen melayani sampai antrian habis meski harus bekerja sampai malam hari. Menurutnya, kondisi seperti ini sudah biasa terjadi pascalibur Lebaran.

Read More

SONDOKORO Gelar Gebyar Lebaran

Agrowisata Sondokoro menggelar program Gebyar Lebaranselama delapan hari mulai 19-26 Agustus 2012. Harga tiket masuk (HTM) tidak dinaikkan selama masa libur Lebaran.

Marketing dan Humas Agrowisata Sondokoro, Teguh Sinung Nugroho, mengatakan selama libur Lebaran, pihaknya menyiapkan beberapa atraksi kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo, Barongsai, Topeng Ireng, Kuda Lumping. Selain itu, beberapa grup band lokal akan unjuk gigi secara live menghibur para pengunjung.

“Harga tiket masuk tidak dinaikkan tetap Rp5.000/orang,” katanya, Rabu (15/8/2012).

Sementara menurutnya wahana permainan yang paling dimintai pengunjung seperti Spoor Gula dan Spoor Classic. Tak hanya itu, terdapat wisata edukasi yakni proses pembuatan gula di Pabrik Gula Tasikmadu. “Ini menjadi ikon Sondokoro karena jumlah pengunjungnya selalu meningkat setiap tahun,” ujarnya, Rabu (15/8/2012).

Pihaknya juga melibatkan masyarakat untuk mengelola parkir dan toilet selama masa libur Lebaran. Pasalnya, dipastikan jumlah pengunjung akan melonjak dibanding hari biasa. Berdasarkan tahun lalu, jumlah pengunjung Sondokoro selama masa libur Lebaran sekitar 100.000 pengunjung.

Di sisi lain, seorang pengunjung, Nastiti, mengatakan dia dan keluarganya berwisata di Sondokoro karena wahana permainannya lengkap. Apalagi ada Spoor Uap dan Spoor Gula yang mengelilingi area PG Tasikmadu.

Read More
lawu terbakar

Cegah Insiden Berulang, Tim Pemantau Disiagakan

lawu

Sebanyak 10 anggota organisasi pecinta lingkungan Anak Gunung Lawu (AGL) disiagakan di lokasi pascakebakaran hutan lindung Gunung Lawu tepatnya di sekitar pos 2 jalur pendakian Cemara Kandang. Mereka bertugas menyisir dan memantau apabila masih ada sisa-sisa kebakaran dapat menimbulkan titik api baru.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengungkapkan kebakaran hutan di sekitar Jurang Pangarip-Arip dinyatakan padam pada Senin (13/8/2012) sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari anggota BPBD Karanganyar, SAR Karanganyar, AGL, Perum Perhutani Solo melakukan penyisiran di lokasi kebakaran. “Sekarang masih ada 10 anggota AGL yang ditugaskan memantau perkembangan pasca kebakaran hutan lindung,”.

Penyisiran dilakukan untuk menemukan sisa api kebakaran yang dapat menimbulkan kobaran api baru. Setelah dinyatakan padam maka seluruh anggota tim gabungan turun gunung. Sebenarnya, pihaknya mengkhawatirkan apabila kebakaran hutan itu merembet hingga pos 1. Sebab terdapat pohon pinus yang mudah terbakar.

Pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran hutan tersebut. Menurutnya, ada beberapa penyebab kebakaran tersebut yakni puntung rokok, sisa perapian yang dibuat pendaki gunung dan arang yang dibuat warga sekitar. Saat ini, jalur pendakian Cemara Kandang dibuka kembali untuk umum. “Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut, apakah karena puntung rokok, sisa perapian atau lainnya,” katanya.

Sementara anggota Perum Perhutani Solo, Farhan, menjelaskan beberapa anggota Perum Perhutani Jawa Timur turut memadamkan kebakaran di lereng Gunung Lawu tersebut. Pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar kejadian tersebut tak terulang lagi.

Menurutnya, kondisi medan di sekitar lokasi kebakaran cukup terjal sehingga menyulitkan tim gabungan saat memadamkan kebakaran. “Sekarang sudah padam, para anggota tim gabungan juga sudah turun dari gunung,” tambahnya.

Read More

Pantau Kemacetan, CCTV Palur Terhubung Polri

Di sekitaran Palur telah dipasang secara resmi CCTV yang terhubung dengan National Traffic Management Center (NTMC) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri. CCTV itu berfungsi untuk memantau arus kendaraan saat mudik lebaran.
Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitrisyah, menyatakan Palur merupakan salah satu daerah terpadat selama arus mudik sehingga perlu dipasang CCTV. “Arus lalu lintas bisa langsung dipantau dari Mabes Polri dan Polda Jateng. Kapolres Karanganyar juga langsung bisa memantau dari iPad,” ujar Aidil usai melakukan pengecekan Pos Pengamanan (Pospam), Senin (13/8) malam.
Aidil menjelaskan, selain di Palur CCTV juga akan dipasang di sejumlah titik Pospam seperti di Colomadu, perempatan Papahan, simpang lima Bejen, dan Tawangmangu. “CCTV itu bakal terpasang sampai usai lebaran nanti,” ujarnya.
Menurut Aidil, jajarannya menambah satu Pospam lagi yaitu di daerah Cemoro Kandang, Tawangmangu yang merupakan perbatasan dengan Jawa Timur. Selain itu daerah Sroyo juga menjadi perhatian serius pihaknya karena rawan terjadi kecelakaan dan macet. “Jadi total Pospamnya ada enam titik,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, saat melakukan pemantauan di Sroyo pada Senin (13/8) malam, mengatakan saat ini kepadatan lalu lintas belum terlihat. Diprediksi kepadatan lalu lintas bakal terjadi pada H-3 lebaran. “Arus lalu lintas masih normal, mungkin nanti mulai padat H-3,” katanya.

Read More

Hutan Lindung Gunung Lawu Terbakar

Kawasan hutan lindung Gunung Lawu terbakar, Senin (13/8/2012) dinihari. Informasi yang dihimpun  kebakaran terjadi di Hutan Lindung Dusun Dlingo, Desa Gondosuli, Tawangmangu, pada ketinggian 2780 meter diatas permukaan laut .

Dari pantauan  berita ini ditulis, kebakaran sudah merambat seluas lima hektare di beberapa titik.  Kepala BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristianto saat ditemui Solopos.com mengatakan hutan lindung yang terbakar  berlokasi diantara Pos II dengan pos bayangan. “Warga sekitar menyebut Jurang Pangarip-arip,” ujarnya.

Dia menambahkan, waktu tempuh lokasi kebakaran dari Cemara Kandang  masih sekitar tiga jam pendakian. “Jarak satu kilometer saja asap sudah sangat tebal sehingga harus memakai masker,” ujarnya.

Saat ini, pemadaman dilakukan secara manual karena mobil pemadam tidak bisa naik ke atas. “Kami gebyoki api   dengan dedaunan dan membuat penyekatan agar api tidak meluas,” ujarnya.

Relawan gabungan, kata dia, saat ini berjumlah 100 orang dari berbagai lembaga. “Seperti BPBD Karanganyar, tim search anda rescue (SAR), Anak Gunung Lawu (AGL),Perhutani dan warga setempat,”ujarnya.

Penyebab kebakaran, kata Heru, saat ini belum bisa diketahui karena api belum padam dan tidak ada saksi-saksi yang jelas. Dia mengkhawatirkan jika api merambat ke bawah karena banyak tanaman kering di bawah lokasi kebakaran. “Bisa saja jika kebawah merambat sampai Pos Cemara Kandang,” ujarnya.

Musim kemarau saat ini, kata  Heru, angin cukup besar dan api lebih cepat merambat ke beberapa titik. “Setiap tahun terjadi kebakaran di Gunung Lawu,” ujarnya. Dari data BPBD, kebakaran hutan lindung kali ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

Kerugian, kata Heru, belum bisa memastikan karena kebakaran sampai berita diturunkan masih berlangsung. Dia berharap warga maupun pendaki selalu waspada dan mentaati etika jika di gunung. “Apapun kelalaian kita bisa saja berdampak  kebakaran seperti ini,” ujarnya.

Seorang warga yang enggan disebut namanya, mengatakan kebakaran dimulai antara pukul 23.30 WIB pada Minggu,(12/8/2012). Namun, relawan datang sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.

Read More

16 Desa Digelontor Dana PUAP

Pemkab Karanganyar hanya menyetujui 16 desa untuk mendapatkan dana Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dari 96 desa yang diajukan oleh Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar.
Kepala BP4K Karanganyar, Supramnaryo, mengatakan dana PUAP memang tidak mencukupi jika dialokasikan untuk 96 desa. Menurutnya, setiap tahun dana PUAP hanya diberikan kepada sekitar 15-20 desa. “Untuk kali ini desa-desa yang mendapatkan dana PUAP berada di Kecamatan Gondangrejo dan Karangpandan,” jelasnya, Minggu (12/8).
Supram menjelaskan, desa atau kelurahan tersebut akan mendapatkan alokasi dana PUAP sebesar Rp 100 juta dari total dana Rp 1,6 M. “Yang menerima dana tersebut tergolong daerah tertinggal, serta memiliki banyak jumlah penduduk miskin,” ungkapnya.
Dijelaskannya, penyaluran dana PUAP ditransfer ke rekening Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap desa. Kemudian Gapoktan berperan sebagai pengelola dana tersebut yang kemudian dijadikan modal bergulir untuk usaha pertanian dana agribisnis.
“Teknisnya ada di kelompok Gapoktan masing-masing sesuai dengan kesepakatan, termasuk besarnya bunga pinjaman. Sedangkan Pemkab akan berperan sebagai pengawas agar tidak terjadi penyelewengan,” jelas Supram.
Sementara untuk pertanggungjawaban penggunaan dana, setiap Gapoktan diharuskan melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Hal ini agar dana tersebut tepat sasaran.
Supramnaryo menambahkan, bahwa cepat lambatnya pengembangan usaha bergantung pada pengelolaan dana di tiap kelompok.

Read More

90 Dokter Disiagakan di Pos-pos Kesehatan

Sebanyak 90 dokter dan 180 perawat disiagakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar selama arus mudik dan balik lebaran. Mereka bakal bertugas di posko-posko kesehatan yang didirikan terpadu dengan pos pengamanan (Pospam) milik Polres Karanganyar.
“Pos kesehatan kami tambahkan di dua tempat yakni Gondangrejo dan Karangpandan karena padatnya kendaraan saat ini,” ujar Kepala Dinkes Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, Jumat (10/8).
Meskipun arus mudik belum begitu padat, namun pos kesehatan tersebut akan beroperasi mulai hari ini, Sabtu (11/8). Namun pengoperasiannya bakal dimaksimalkan mulai Minggu (12/8) dan berakhir pada H+7 lebaran.
Selain itu, sebanyak 21 puskesmas yang ada di Karanganyar juga akan tetap beroperasi 24 jam selama arus mudik dan lebaran. Koordinasi terkait sarana kesehatan dengan bidan desa dan balai kesehatan juga sudah dilakukan. “Selama arus mudik ini kami akan intensifkan tim gerak cepat,” tambah Cucuk.
Sementara itu, Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Karanganyar, Yaqub Iskandar, mengatakan stok darah yang ada hingga saat ini masih cukup untuk musim lebaran. Tercatat masih ada stok sedikitnya 300 kantong darah. “Bagi yang membutuhkan darah nanti bisa melalui RSUD Karanganyar atau PMI Karanganyar,” jelasnya.

Read More