Category: Berita

Dokumen Verifikasi Diserahkan ke BKD

Dokumen verifikasi program pemerataan dan penataan guru telah diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar. Saat ini, dokumen tersebut sedang dikaji secara mendalam oleh tim gabungan dari Disdikpora dan BKD Karanganyar.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, mengatakan seluruh sekolah mulai dari jenjang SMP hingga SMA/SMK telah menyerahkan dokumen verifikasi guru ke Disdikpora Karanganyar. Selanjutnya, pihaknya menyerahkan dokumen tersebut ke BKD Karanganyar untuk ditindaklanjuti. “Sudah kami serahkan ke BKD Karanganyar, nanti ada tim yang akan memverikasi ulang untuk menentukan guru yang bakal dipindah ke sekolah atau jenjang lainnya,” katanya saat ditemui wartawan, Jumat (7/9/2012).

Menurutnya, guru yang bakal dipindah ke sekolah atau jenjang lain berdasarkan peringkat atau rangking. Saat ini, kelebihan guru di Karanganyar terbanyak dibanding wilayah lain se-Soloraya. Kelebihan guru jenjang SMP dan SMA/SMK sekitar 200 orang.

Agus mengungkapkan apabila  pemerintah daerah tidak melaksanakan program pemerataan dan penataan guru maka terancam sanksi. Sanksi tersebut berupa penghentian bantuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dibatalkannya rekrutmen guru. “Memang ada sanksinya makanya harus dilaksanakan paling lambat Desember 2012. Kami minta agar para guru memahami aturan terutama sanksi tersebut,” ujarnya.

Sementara Kepala BKD Karanganyar, Suwarno, mengaku telah menerima dokumen verifikasi guru dari Disdikpora Karanganyar. Saat ini, pihaknya masih memverifikasi dokumen tersebut untuk menentukan guru yang bakal dipindah ke sekolah atau jenjang lain.

Mekanismenya, lanjut Suwarno, setelah verifikasi selesai dilakukan maka pihaknya bakal menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang guru yang dipindah ke sekolah atau jenjang lain. Surat tersebut harus ditanda tangani Bupati Karanganyar. “Semua sekolah memang sudah menyerahkan, namun keputusan tetap berada di Bupati. Kami hanya menerbitkan SK untuk para guru,” tambahnya.

Read More

Data Guru Komplet, BKD Segera Melakukan Penataan

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) sudah menyerahkan seluruh data guru di setiap sekolah kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar. Selanjutnya, Disdikpora akan menyerahkan kewenangan penataan tersebut kepada BKD.

Kepala Bidang Kependidikan dan Tenaga Kependidikan Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, menyatakan seluruh kepala sekolah telah menyerahkan rekomendasi data guru yang akan ditata kepada Disdikpora. Data tersebut mencakup semua guru di tingkat SMP, SMA,dan SMK.

“Yang menentukan siapa saja guru yang terkena mutasi atau tidak adalah BKD. Kami hanya mengusulkan berdasarkan data yang masuk,” ujar Agus, Jumat (7/9).

Sementara itu, Kepala BKD Karanganyar, Suwarno, membenarkan pihaknya telah menerima rekomendasi terkait penataan guru dari Disdikpora. Meskipun demikian, ia belum sempat mengecek data tersebut. “Data itu baru sampai di BKD Kamis (6/9) kemarin, jadi belum sempat saya cek,” ujarnya.

Namun Suwarno mengaku segera menggelar rapat koordinasi internal untuk menyelesaikan penataan guru tersebut. Sebab batas akhir penataan guru hanya sampai Desember mendatang. “Jika kami tidak menyelesaikan, Disdikpora bisa terkena sanksi berat yakni dana bantuan pendidikan dari pemerintah pusat dihentikan,” ujar Suwarno.

Ia menjamin penataan guru yang akan dilakukan BKD tetap mengacu pada SKB Lima Menteri tentang Penataan Guru PNS. Sehingga diharapkan tak ada lagi gejolak yang muncul di kalangan guru dengan adanya penataan tersebut.

Wacana pemindahan guru SMA untuk menutup kekurangan ribuan guru di tingkat SD ini sudah muncul sejak Mei 2012 dan rencananya akan diterapkan mulai tahun ajaran 2012-2013. Hanya saja, hingga  saat ini, kebijakan pemindahan guru tidak kunjung selesai karena ketidakakuratan data yang dimiliki Pemkab Karanganyar.

Read More

Pendaftaran Parpol di KPU Ditutup 14 Partai Politik Daftarkan Diri

KPU Karanganyar resmi menutup pendaftaran partai politik (Parpol), Jumat (7/9), sesuai dengan Peraturan KPU No 11 Tahun 2012. Sementara sampai batas akhir pendaftaran kemarin sudah 14 Parpol mendaftarkan diri.

Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko, mengatakan meski pendaftaran sudah ditutup namun Parpol yang dinyatakan lolos oleh KPU Pusat masih bisa mendaftar. “Kami di KPU Karanganyar hanya bersifat pemberkasan saja. Jika Parpol dinyatakan lolos verifikasi oleh KPU Pusat, maka kami tetap akan menerima kelengkapan pemberkasan Parpol yang bersangkutan,” jelasnya, Jumat (7/9).

Parpol yang dinyatakan lolos oleh KPU Pusat tetap akan dilayani untuk pemenuhan kelengkapan pemberkasan terkait jumlah kartu tanda anggota (KTA) hingga 29 September mendatang. “Untuk Karanganyar jumlah KTA yang diserahkan Parpol minimal 1.000,” tambah Handoko.

Dengan adanya ketentuan tersebut, Handoko menjelaskan bahwa KPU tidak dapat menerima pendaftaran bagi Parpol yang terlambat. Apalagi bagi Parpol yang dinyatakan tidak lolos oleh KPU Pusat. “Jika di pusat saja tidak lolos verifikasi, buat apa mendaftar,” ujarnya.

Pihak KPU sendiri mengaku sebelumnya sudah ada 21 Parpol yang mengambil formulir pendaftaran. Namun hanya 14 Parpol yang mengembalikan formulir yakni Partai Nasdem, PKS, Partai Demokrat, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), Partai Hanura, PPP, PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), PKB, PAN, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Persatuan Nasional (PPN).

Read More

8 Sungai di Karanganyar Mengering

Delapan dari 12 sungai utama di Karanganyar mulai mengering. Hanya empat sungai yang masih memiliki debit air cukup pada musim kemarau ini. Kepala Bidang Pengairan dan ESDM Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar, Sanitiyoso, saat ditemui, Kamis (6/9/2012), menyatakan empat sungai yang masih mengalirkan air adalah Sungai Kumpul, Sungai Jlamprang, Sungai Samin dan Sungai Kenatan. Keempat sungai tersebut berhulu di Gunung Lawu.

Sungai Kumpul mengalir dari Karangpandan menuju wilayah Karanganyar. Sungai Jlamprang dan Kenatan mengalirkan air dari Jenawi ke arah Sragen. Sungai Samin membentang dari Tawangmangu, Matesih menuju Karanganyar hingga Kabupaten Sukoharjo. “Keempat sungai tersebut masih dapat mengalirkan air meskipun debitnya berkurang. Kami tidak memiliki data debit airnya. Dari keempatnya, Sungai Saminlah yang terlihat paling banyak debit airnya,” jelas Sanitiyoso.

Berdasarkan pantauan, Kamis, sebagian besar sungai di Karanganyar memang mengering, terlebih bagian anakan sungai. Namun, selain keempat sungai aktif tersebut masih ada sungai-sungai yang memiliki tandon air di lubuk-lubuknya, seperti Gembong di Jumantono dan Sungai Siwaluh di Matesih.

Seperti yang diungkapkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jumantono, Waluyo berkata  aliran air Sungai Gembong sudah mati, tinggal menyisakan air di lubuk-lubuknya.

Sanitiyoso menandaskan bahwa sumber mata air sungai sebenarnya tidak mati, tapi volumenya berkurang. Wilayah hulu seperti Tawangmangu, Ngargoyoso, Karangpandan dan Jenawi dipastikan masih melimpah air. Debit air di hulu sungai dengan pemanfaatan air sungai tidak sebanding. Penggunaan air yang berlebihan untuk lahan pertanian dan ketidakpedulian petani pada pola tanam menyebabkan area bagian bawah tidak kebagian air. Musim tanam ketiga yang seharusnya digunakan untuk jenis tanaman palawija justru tetap digunakan untuk menanam padi

Read More

Waduk Lalung Mengering, 30 Hektare Padi Terancam Gagal Panen

Musim kemarau yang saat ini melanda membuat air Waduk Lalung, Karanganyar Kota mengering. Kedalaman air pun hanya tinggal 1 meter, sehingga mengancam lahan pertanian sedikitnya 30 hektare di sekitar waduk.
Kasie Trantib Kelurahan Lalung, Slamet Riyadi, mengatakan para petani sekitar waduk memang menggantungkan irigasi dari Waduk Lalung. Sehingga jika waduk mengering, praktis ancaman gagal panen menanti.
“Waduk mulai mengering sejak Juni lalu. Proses mengeringnya pun sangat drastis. Pada kondisi normal waduk bisa menampung air hingga 5 juta meter kubik. Sekarang airnya hanya tinggal sedikit, di tengah saja,” ujarnya, Rabu (5/9).
Lahan pertanian yang paling bergantung dengan Waduk Lalung adalah di sisi utara waduk. Saat normal air waduk dialirkan melalui bendungan dan sungai hingga sampai ke area sawah terjauh di sisi utara.
“Menyusutnya volume air waduk ini jelas berpengaruh dengan lahan pertanian. Dan saat ini baru memasuki 45 hari masa tanam, yang seharusnya selama 90 hari,” ujar Slamet.
Slamet menjelaskan, kondisi mengeringnya waduk kemungkinan akan berlangsung hingga akhir September nanti. Dirinya pun berharap musim penghujan segera datang agar pertanian tidak terganggu. “Usia masa tanam saat ini sebenarnya pada posisi tanaman padi sangat membutuhkan air. Kalau nanti sampai akhir September ini tak ada hujan, dipastikan waduk akan semakin mengering,” tambahnya.
Sementara, saat ini di pinggiran waduk yang mengalami kekeringan banyak ditumbuhi ilalang dan terlihat hamparan bebatuan. Warga di sekitar waduk pun menggali bebatuan itu selanjutnya dijual. “Biasanya batu-batu itu dipecah menggunakan palu, kemudian dijual,” ujar Slamet.

Read More

BENCANA LONGSOR: 34 Titik di 8 Kecamatan di Karanganyar Rawan Longsor

Sebanyak 34 titik di delapan wilayah Kecamatan di Kabupaten Karanganyar teridentifikasi rawan longsor. Delapan wilayah kecamatan itu yakni Jatipuro, Jatiyoso, Tawangmangu, Matesih, Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo dan Jenawi.

Wilayah yang mempunyai paling banyak lokasi rawan longsor yakni Jenawi dan Ngargoyoso dengan berturut-turut tujuh dan enam titik.

Informasi yang dihimpun di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Rabu (5/9), mengantisipasi terjadinya musibah telah dipasang 13 unit alat early warning system (EWS). Alat tersebut bisa memberikan sirine peringatan bila terjadi gerakan tanah hingga 20 sentimeter.

Bila hal itu benar-benar terjadi, jejaring pemerintah di desa dan kecamatan diklaim sudah tahu harus berbuat apa.

Kepala BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru K, saat ditemui di kantornya meminta pemerintah desa (Pemdes) menjaga dan merawat dengan baik alat EWS.

Sebab keberadaan alat itu sangat penting untuk pemantauan kondisi wilayah rawan musibah longsor. Kesalahan sedikit dalam pengawasan titik rawan longsor bisa mengakibatkan dampak fatal.

“Alat ini masih terbatas jumlahnya. Baru bisa dipasang di titik yang paling rawan longsor. Jadi bila nanti terjadi gerakan tanah 20 sentimeter saja alat ini akan berbunyi,” katanya.

Dia menguraikan sejumlah titik rawan longsor yang sudah dipasangi alat EWS seperti Desa Tengklik dan Mogol, Tawangmangu; Desa Menjing, Jenawi; Plosorejo dan Gempolan, Kerjo  serta Gerdu, Karangpandan.

Pada bagian lain tim dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia telah merampungkan misi mereka meneliti kondisi lereng Gunung Lawu. Tim yang terdiri dari Jeff Glick dan Ivy Christine itu memberikan beberapa rekomendasi kepada Pemkab Karanganyar terkait kondisi lereng Lawu. Sebab menurut penelitian mereka proses pelapukan alami bebatuan di lereng Lawu benar-benar menjadi potensi ancaman bencana. Pelapukan bisa memicu terjadinya gerakan tanah baik berupa luncuran atau rayapan.

Untuk itu mereka merekomendasikan peningkatan kemampuan tenaga BPBD dan organisasi sukarelawan, peningkatan kerja sama dengan perguruan tinggi dan pusat studi bencana (PSB), optimalisasi peran Pusat Pengendalian Operasi, serta ketentuan keterlibatan lembaga swadaya masyarakat (LSM) luar negeri.

Read More

Perubahan Musim, Waspadai Demam Berdarah dan Diare

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penyakit diare dan demam berdarah (DB) seiring dengan pergantian musim saat ini. Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengatakan pada musim pancaroba seperti saat ini tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.
“Biasanya saat pergantian musim berlangsung, sehari bisa panas terik disertai debu yang banyak, sehari lagi hujan. Bisa selang seling seperti itu, sehingga perlu diwaspadai,” ujar Cucuk, Selasa (4/9).
Untuk DB, Cucuk mengaku penyakit ini sering muncul dan menyerang warga di saat pergantian musim. Ia menyebutkan ada tiga kecamatan di Karanganyar yang warganya paling sering diserang penyakit tersebut, yakni Jaten, Colomadu, dan Karanganyar Kota.
Di tiga kecamatan itu, dijelaskan Cucuk, merupakan wilayah perkotaan yang masyarakatnya sedikit abai terhadap keadaan lingkungan. Ini berbeda dengan masyarakat pedesaan yang cukup peduli dan mau bergotong-royong untuk menciptakan lingkungan bersih. “Masyarakat kota biasanya kurang sadar dengan kebersihan lingkungan, pemeriksaan jentik nyamuk, dan semacamnya. Hal-hal itulah yang masih susah untuk disadarkan,” ujarnya.
Meski demikian, Cucuk mengaku selama dua tahun terakhir jumlah penderita DB di Karanganyar mengalami penurunan. Untuk tahun penderita DB hanya mencapai puluhan. “Saya belum bisa memastikan jumlahnya, tetapi yang jelas mengalami penurunan” ungkapnya.
Sedangkan penyakit diare, Cucuk mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga pola konsumsi makanan. Makanan higienis dan banyak mengonsumsi vitamin C dapat membantu menjaga stamina tubuh. “Perbanyak pula minum air putih agar badan selalu terjaga,” tambahnya.

Read More

Panen Raya Bawang, Petani Resah Harga Anjlok

Tingginya impor bawang yang dilakukan pemerintah membuat petani bawang di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu resah. Mereka khawatir produk pertanian mereka kalah bersaing di pasaran.

Ketua Kelompok Tani Maju Kelurahan Kalisoro, Bejo Supriyanto, menuturkan membanjirnya bawang impor membuat harga bawang lokal anjlok. Itu seperti yang terjadi pada kurun tahun 2007-2009. “Saat itu harga bawang putih di pasaran anjlok hingga Rp 3.000 per kilogram. Sehingga banyak petani tidak mau menanam bawang lagi. Dari 250 petani, hanya 5 persen yang mau kembali menanam bawang,” ujar Bejo saat panen raya bawang putih di Pancot, Kalisoro, Tawangangu, Selasa (4/9).

Namun rasa kepercayaan petani untuk menanam bawang muncul lagi sejak tiga tahun terakhir. Hasilnya pun diakui Bejo cukup memuaskan dan mampu bersaing dengan bawang impor.
“Panen raya kali ini saja kita bisa memanen sekitar 25,5 ton bawang per hektare. Untuk wilayah penanaman bawang di daerah Tawangmangu ada sekitar 20 hektare. Sebanyak 8 hektare mendapatkan bantuan dari pemerintah, sedangkan sisanya merupakan swadana dari masyarakat,” ujar Bejo.

Dirjen Budidaya dan Pascapanen Tanaman Sayur dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Yul Hary Bahar, yang turut hadir pada panen raya kemarin, menuturkan saat ini pihaknya tengah berupaya membendung masuknya produk hortikultura impor. Nantinya pemerintah akan membatasi dominasi produk impor yang masuk ke Indonesia.

Tempat pengiriman produk impor juga akan dibatasi hanya berada di empat daerah saja. Yakni, di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Belawan Sumatra Utara, dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Peraturan ini akan berlaku mulai 28 September mendatang. Selain membantu petani pascapanen kami juga akan memprogramkan seputar budidaya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, meminta para petani harus semangat untuk menghasilkan panenan terbaik. Menurutnya, panen yang baik harus mendapatkan imbalan yang setimpal. “Kalau harga bawang varietas Tawangmangu yang bagus ini rendah di pasaran, saya akan carikan eksportir untuk dijual di luar negeri. Pertama negara-negara yang dekat dulu seperti di Malaysia dan Singapura,” ujar Rina.

Read More

Harga Anjlok: Pascapanen Harga Wortel Tawangmangu Anjlok

Para petani wortel di Tawangmangu mengeluhkan harga wortel lokal anjlok dipasaran. Kondisi ini sering terjadi pascapanen sehingga para petani enggan memanen wortel. Seorang petani wortel, Parsidi, mengatakan harga wortel lokal sering anjlok pascapanen hingga Rp500/kg. Sebelumnya, harga wortel lokal di pasaran senilai Rp2.000/kg. Sehingga tidak sedikit petani wortel yang enggan memanennya.

“Bahkan harganya merosot tajam hingga Rp300/kg pada Mei lalu. Buat apa memanen jika harganya anjlok, kami pasti rugi. Saat ini harganya masih normal,” katanya saat ditemui, Selasa (4/9/2012).

Menurutnya, salah satu penyebab anjloknya harga wortel lokal karena semakin banyak wortel impor yang ditanam petani. Wortel impor lebih bagus secara fisik dibanding wortel lokal. Sehingga para konsumen lebih memilih wortel dari Jepang tersebut.

Sebenarnya, kualitas wortel lokal tidak kalah dibandingkan wortel impor. Maka dari itu dia meminta instansi terkait agar para petani wortel lokal mendapatkan bantuan saat harganya anjlok.

“Konsumen memilih wortel impor karena Harganya lebih mahal dan fisiknya lebih bagus. Kami minta bantuan kepada instansi terkait karena yang menjadi korban para petani wortel lokal,” terang dia.

Selama ini, Tawangmangu menjadi salah satu pemasok wortel di wilayah Karanganyar dan se-Soloraya. Namun, sejak adanya bibit wortel impor maka sebagian petani memilih menanam wortel impor dibanding lokal.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengatakan pihaknya meminta agar para petani wortel menanam bibit wortel yang berkualitas unggul dan diminati pasar. Sehingga dapat bersaing dengan wortel impor di pasaran.

Saat ini, lanjut Siti, pihaknya sedang mengembangkan wortel unggulan di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu. Rencananya, pola pengembangan wortel unggulan itu diterapkan di seluruh sentra pertanian wortel. “Secara fisik tak kalah dengan wortel impor, nanti akan dikembangkan di wilayah lain seperti Ngargoyoso,” imbuhnya.

Read More

MAHATHIR MOHAMAD Nyekar ke Makam Soeharto

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, berziarah di makam mantan Presiden Indonesia, Soeharto di Astana Giribangun, Senin (3/9/2012). Rombongan Mahathir disambut langsung oleh putri Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana beserta sejumlah kerabat lain. Sebelumnya Mahathir hadir di UNS untuk menerima gelar doktor kehormatan.

Sesampai di Astana Giri Bangun, rombongan Mahathir langsung memanjatkan doa di depan pusara Soeharto dan Ibu Tien. Doa dipimpin langsung oleh tokoh pendidikan Arief Rachman. Lebih kurang selama 15 menit rombongan bertafakur di depan pusara. Kemudian, Mahathir berbincang dengan para putri Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana (Tutu), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek) dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek).

Mahathir mengatakan, dia mengunjungi makam Soeharto untuk mendoakan arwahnya agar selalu berada di sisi-Nya. Menurutnya, sosok Soeharto merupakan pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat. “Pak Harto pemimpin yang bagus,” katanya, Senin sore. Dahulu, lanjut Mahathir, dia sering berunding dengan Soeharto untuk memecahkan permasalahan terutama tingkat regional ASEAN. Dia juga selalu bekerjamasa dengan Soeharto untuk meningkatkan pembangunan di segala bidang.

Menurutnya, Soeharto kerap menyumbangkan ide dan gagasan cemerlang untuk kemajuan negara-negara ASEAN. Semestinya, hasil pembangunan era Soeharto dijaga oleh para generasi muda Indonesia. “Kami sering berunding berdua untuk mencari solusi permasalahan ASEAN. Dia sering memunculkan gagasan cemerlang,” ujarnya.

Sementara Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Mahathir Muhammad yang berziarah ke Astana Giri Bangun. Menurutnya, Mahathir merupakan partner Bapaknya dalam memajukan pembangunan terutama di negara-negara ASEAN.

Read More