Category: Berita

Warga Banjarharjo Terima Bantuan 450 Ekor Ayam

Warga Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar menerima bantuan berupa induk ayam (babon) sebanyak 450 ekor, Kamis (27/9/2012).

Bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar tersebut diserahkan secara simbolis oleh wakil bupati, Paryono, di salah satu rumah warga di desa setempat.

Paryono menuturkan, bantuan tersebut merupakan salah satu program dari Pemkab yang telah berjalan sejak tahun 2011. Tujuannya untuk meningkatkan gizi dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Di samping itu jelasnya, program tersebut dijalankan guna mengantisipasi kelangkaan stok ayam seperti yang pernah terjadi sekitar dua tahun lalu. Hal itu mengakibatkan Karanganyar harus memasok ayam dari daerah lain.

Ia menambahkan pada 2014 ditargetkan penyerahan bantuan ayam babon mencapai 150.000 ekor.

Read More

KEBAKARAN GUNUNG LAWU: Pemadaman Manual Belum Buahkan Hasil

Kebakaran hebat masih melanda kawasan hutan di lereng Gunung Lawu tepatnya di wilayah Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Rabu (26/9/2012) sore. Upaya tim gabungan untuk memadamkan api sejak Rabu pagi belum membuahkan hasil. Tim terkendala kencangnya angin yang bertiup dan banyaknya ranting pohon kering.

Informasi yang dihimpun Espos di Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, sejak Rabu pagi ratusan orang dari belasan elemen berangkat menuju lokasi kebakaran. Tim bertolak dari Pos Induk di Candi Cetho, Desa Gumeng, Jenawi, sekitar pukul 04.30 WIB. Tim harus menempuh perjalanan kaki selama empat jam untuk mencapai titik kebakaran. Sejumlah elemen yang turut serta dalam upaya pemadaman seperti BPBD, TNI, SAR, Tagana, SAR MTA, FKPM, Mapala, Sekber, Perhutani, Himalawu, FKPB dan Pol Mob Perhutani.

Selain itu sebanyak 117 warga Dusun Cetho, Gumeng, juga ikut mendaki menuju titik kebakaran. Kepala Sekretariat BPBD Karanganyar, Joko Wahyono, mengatakan medan menuju lokasi kebakaran sangat berat. Tim harus bekerja keras dan hati-hati menuju titik api. “Karena kencangnya angin dan keterbatasan air, tim hanya melakukan upaya lokalisasi titik kebakaran,” katanya.

Menjelang sore tim gabungan ditarik kembali ke pos induk di Candi Cetho. Untuk selanjutnya kembali melakukan upaya lokalisasi titik kebakaran Kamis (27/9/2012) pagi. Hingga Rabu sore tercatat api telah menghanguskan kawasan hutan seluas 10 hektare di Karanganyar. Titik kebakaran terletak di wilayah Desa Anggrasmanis, Jenawi. “Lokasi kebakaran cukup jauh dari permukiman penduduk. Tapi kami pantau intensif jaringan air bersih yang berada sangat dekat dengan api,” imbuh Joko.

Informasi terbaru, jaringan pipa air bersih sepanjang 1,5 kilometer semakin didekati api. Padahal pipa tersebut mengalirkan air bersih untuk puluhan keluarga di Dusun Cetho. Salah seorang anggota BPBD Karanganyar, Eko Wandoyo, mengatakan upaya pemadaman dilakukan secara manual. Seperti dengan membuat parit-parit darurat untuk mencegah meluasnya kobaran api. “Api tersebar merata di beberapa titik, di sekitar pos II, III dan IV,” tuturnya. Berdasar pengamatan kobaran api terlihat cukup jelas pada malam hari dari wilayah Kecamatan Ngargoyoso.

Read More

KEBAKARAN GUNUNG LAWU: Pagi Ini Tim Gabungan Lakukan Pemadaman Manual

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu tepatnya di wilayah Jenawi tidak kunjung padam hingga Rabu (26/9/2012) dini hari. Menyikapi kondisi itu, tim gabungan sejumlah elemen masyarakat mengambil upaya pemadaman secara manual.

Tim yang terdiri atas puluhan orang berangkat menuju titik api mulai pukul 04.00 WIB. Elemen yang terlibat di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Karanganyar Emergency (KE), SAR, polisi, TNI dan sukarelawan. Tim bertolak dari pos pengamatan di Cande Cetho, Desa Gumeng, Jenawi.

Waktu tempuh perjalanan kaki dari pos Candi Cetho menuju titik api di sekitar pos dua, pos tiga dan pos empat, diperkirakan empat jam. Salah seorang anggota BPBD Karanganyar, Eko Wandoyo, mengatakan upaya pemadaman akan dilakukan secara manual. Seperti dengan membuat parit-parit darurat untuk mencegah meluasnya kobaran api.

“Hingga malam tadi titik api semakin luas dan masuk wilayah Karanganyar. Sehingga Rabu pukul 04.00 WIB tim bertolak menuju titik api. Pada malam hari jilatan api terlihat dari sebagian wilayah Ngargoyoso,” tuturnya.

Read More

Kebakaran, Jalur Pendakian Cetho Ditutup

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu yang terjadi sejak Senin (24/9/2012) malam, semakin meluas Selasa (25/9/2012).

Bahkan berdasar pengamatan dari kawasan Candi Cetho, hingga Selasa siang kobaran api belum padam kendati intensitasnya sudah mengecil dibandingkan sehari sebelumnya. Puluhan hektare hutan pinus milik Perhutani rata dengan tanah diamuk si jago merah.

Maryono, sukarelawan Karanganyar Emergency, menuturkan penutupan jalur pendakian Cetho dilakukan Senin untuk mencegah jatuh korban.

Namun dia belum dapat memastikan berapa hektare hutan yang terbakar. Termasuk kerugian materiil akibat kebakaran. Yang jelas api berasal dari wilayah Jawa Timur (Jatim) sejak Senin siang. Api semakin membesar sore dan malam hari.

Secara terpisah, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, merasa kecolongan dengan kebakaran besar di lereng Lawu. Sebab selama ini kebakaran di lereng Lawu relatif cepat padam.

“Selama ini kebakaran di Lawu cepat sekali padam. Tapi karena kemarau panjang dan angin yang bertiup kencang sehingga api cepat sekali merembet dari Ngawi. Ini saya anggap BPBD agak kecolongn sedikit. Biasanya tdk begitu. Maka dini hari tadi saya suruh tim BPBD segera bergerak dipagi hari,” katanya ditemui wartawan.

Antisipasi segera supaya api tidak merembet harus dilakukan. Termasuk langkah penutupan jalur pendakian yang melalui Candi Cetho.

Read More

KEBAKARAN DEKAT MAL LUWES PALUR, Belasan Lapak Pedagang Buah Ludes

Belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) buah segar di Jl Solo-Tawangmangu tepatnya di sebelah Mal Luwes Palur ludes terbakar, Sabtu (22/9/2012) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut tapi kerugiaan materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Api muncul kali pertama dari lapak pedagang di bagian paling barat. Diduga api berasal hubungan pendek arus listrik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, kepada wartawan mengatakan, jumlah lapak/kios yang terbakar sekitar 15 unit. “Kerugian masih kami taksir, yang pasti tidak kecil karena ada dagangan berupa buah yang ikut ludes terbakar,” katanya.

Sedangkan salah seorang korban, Aris Wahyu, menuturkan hanya dalam waktu 30 menit api meluluhlantakkan lapak pedagang. Satu ton buah segar dagangan milik belasan pedagang tidak berhasil diselamatkan. Dia menduga api berasal dari jilatan api kompor. “Mobil Damkar datang telat, lapak sudah ludes terbakar,” katanya.

Menurut dia saat kejadian, lapak masih dioperasikan pedagang. Sebab biasanya lapak tutup pukul 22.00 WIB. Mengetahui ada kobaran api pedagang berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya seperti ember. Namun malang kobaran api tidak bisa dikendalikan. Kobaran api sempat dikhawatirkan merembet ke bangunan Mal Luwes. Manajemen Mal Luwes pun menghentikan operasi lantaran aliran listrik di sekitar lokasi kebakaran dimatikan.

Read More

E-KTP: 73.000 Jiwa Di Karanganyar Belum Lakukan Perekaman

Sekitar 11 persen atau 73.000 orang wajib elektronik-KTP (e-KTP) belum melakukan perekaman data hingga Jumat (21/9/2012). Mereka mayoritas kaum boro yang melakukan perekaman data e-KTP di daerah perantauan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar, Sucahyo mengatakan sesuai aturan kaum boro diperbolehkan melakukan perekaman data e-KTP di daerah perantauan dengan membawa surat keterangan domisili dari RT/RW setempat.

Semestinya instansi terkait melaporkan wajib e-KTP yang telah melakukan perekaman data ke Disdukcapil dari asal wajib e-KTP tersebut. “Tidak semua instansi terkait melaporkan ke kami sehingga mengetahui para perantau yang telah melakukan perekaman data di wilayah perantauan.

Saat ini, capaian perekaman data e-KTP hingga pertengahan September mencapai 89 persen. Sementara capaian perekaman data e-KTP di atas rata-rata yakni sekitar 85 persen. Karena capaian tersebut maka dua alat perekaman data dipinjamkan ke Kabupaten Grobogan. Alat perekaman data tersebut berasal dari Kecamatan Ngargoyoso dan Karangpandan.

Pihaknya memberikan daftar wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman data ke setiap kecamatan. Data tersebut bakal divalidasi ulang oleh pihak kecamatan setempat sehingga diketahui wajib e-KTP yang telah meninggal maupun merantau.

“Nanti kepala dusun yang akan memvalidasi ulang data wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman data,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Kependududkan Disdukcapil Karanganyar, Edi Sukiswandi menjelaskan optimistis dapat merampungkan perekaman data e-KTP hingga pertengahan Oktober mendatang. Pihaknya juga bakal menambah honor para petugas operator non PNS dari Rp700.000/bulan hingga Rp1 juta/bulan.

Selain itu uang makan para petugas operator juga ditambah dari Rp7.500/hari menjadi Rp15.000/hari. Penambahan honor ini untuk meningkatkan kesejahteraan para petugas operator yang melayani perekaman data e-KTP setiap hari.

“Dananya sudah diusulkan di APBD-P 2012, ini untuk menyesuaikan honor para petugas operator di wilayah lainnya,” jelasnya.

Berdasarkan data Disdukcapil, wajib e-KTP di Karanganyar berjumlah 759.496 jiwa. Setiap kecamatan rata-rata telah menyelesaikan perekaman data e-KTP. Saat ini, Disdukcapil bakal menyisir ke setiap kecamatan dengan mobil yang dimodifikasi dengan alat perekaman data untuk mencari wajib e-KTP yang menderita cacat fisik.

Read More

Pagi Ini 491 Calhaj Karanganyar Diberangkatkan

Sebanyak 491 jemaah calon haji (Calhaj) dari Kabupaten Karanganyar, diberangkatkan menuju Asrama Haji di Donohudan, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (21/9/2012).

491 Jemaah Calhaj Karanganyar dibagi dua kelompok terbang (keloter). Keloter I dilepas Bupati Karanganyar, Jumat pukul 06.00 WIB di Kantor Bupati. Sedangkan keloter II akan dilepas pukul 10.00 WIB di Masjid Agung Karanganyar.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto, saat ditemui  di kantornya, Kamis (20/9/2012).

Sementara informasi yang dihimpun Solopos.com, Mursiti, 84, warga Bulurejo RT 002/RW 013 Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, menjadi anggota jemaah Calhaj paling tua dari Bumi Intanpari tahun ini. Sedangkan anggota jemaah Calhaj yang berusia paling muda dari Karanganyar tercatat atas nama Pebri Ari Purwanto,23, asal Beji RT 004/RW 011 Kemiri, Kebakkramat.

Kasi Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Tri Waspodo, menyampaikan jemaah Calhaj dari Karanganyar akan diberangkatkan dalam dua keloter. Jemaah Calhaj Karanganyar akan berada satu pesawat dengan jemaah Calhaj dari Kabupaten Wonogiri dan Kota Solo.

Read More

Lima Kecamatan di Karanganyar Terancam Krisis Air

Lima kecamatan di wilayah Karanganyar terancam krisis air selama musim kemarau. Pasalnya, debit air baku PDAM menurun hingga 23 persen.

Direktur Teknik PDAM Karanganyar, Suparno, mengatakan lima wilayah yang terancam kekurangan pasokan air bersih yakni Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Mojogedang dan Gondangrejo. Namun, tak semua warga di wilayah itu menjadi pelanggan PDAM.

“Sebagian memang pelanggan PDAM sebagian lainnya mengambil air bersih dari sumur,”  Kamis (20/9/2012).

Salah satu penyebabnya karena debit air baku berkurang sekitar 23 persen. Pasalnya, kondisi pepohonan Gunung Lawu gundul sehingga tidak dapat menyimpan resapan air hujan cukup banyak. Selain itu, beberapa sumur dalam mengalami kekeringan selama musim kemarau.

Selama ini, lanjutnya, pasokan air bersih dikirim dengan sistem bergilir ke permukiman penduduk yang lebih membutuhkan.

“Sebagian sumur dalam mengalami kekeringan, jumlah sumur dalam di Karanganyar sebanyak 13 sumur,” ujarnya.

Pihaknya menyiagakan tiga unit mobil tangki air bersih selama 24 jam. Langkah ini untuk mengantisipasi apabila pasokan air bersih ke permukiman penduduk tersendat. Saat ini, tiga unit mobil tersebut dioperasikan ke wilayah yang pasokan airnya kurang lancar.

Berdasarkan data, pelanggan PDAM Karanganyar hingga pertengahan September berjumlah sekitar 39.113 pelanggan yang tersebar di seluruh wilayah Karanganyar. PDAM Karanganyar bakal mengembangkan jumlah pelanggan hingga 2015 sesuai target pembangunan millenium atau Millenium Development Goals (MDGs).

“Mobil tangki air tetap disiapkan walaupun selama ini belum ada permintaan air bersih dari pelanggan,” jelasnya.

Rencananya, PDAM se-Soloraya bakal memanfaatkan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri yang diambil air bakunya untuk memasok air bersih ke pelanggan. Saat ini, tahap Detail Engineering Design (DED) tengah dikerjakan oleh Pemprov Jateng. Anggaran pembangunan proyek tersebut berasal dari PDAM pusat.

Sementara pelanggan PDAM, Priyambodo, warga Badran, Karanganyar, meminta agar PDAM Karanganyar memprioritaskan pelayanan pelanggan. Dia meminta agar pasokan air minum tidak tersendat karena telah membayar retribusi setiap bulan. Apalagi kebutuhan air bersih masih walaupun musim kemarau.

“Pasokan air bersih harus lancar setiap hari, itu kan kebutuhan pokok manusia walaupun musim kemarau,” tambahnya.

Read More

Musim Panen Padi di Jaten Diperkirakan Molor

Musim panen padi di Kecamatan Jaten , Karanganyar diperkirakan molor akibat pasokan air ke lahan pertanian tersendat. Para petani kemungkinan baru memanen padi pada akhir November.

Seorang petani di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Rakiman, 50, mengatakan biasanya para petani memanen padi pada pertengahan Oktober. Karena pasokan air tersendat maka diperkirakan masa panen padi molor hingga akhir November. “Mungkin masa panen padi akhir November atau awal Desember karena pasokan air berkurang,”  katanya saat ditemui, Kamis (20/9/2012).

Pasokan air ke lahan pertanian kurang lancar selama musim kemarau. Selama ini, para petani mengandalkan mesin pompa air untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian. “Permasalahannya hanya pasokan air, kalau tanaman padinya cukup kuat walaupun musim kemarau. Makanya petani menggunakan mesin pompa air untuk mengairi sawah.

Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur tersebut menuturkan mesin pompa air berjumlah enam unit. Mesin itu digunakan untuk mengairi lahan pertanian seluas 50 hektare. “Ya bergantian, mau bagaimana lagi mesin pompanya hanya enam unit. Yang penting ada pasokan air walaupun sedikit,” jelasnya.

Dia meminta agar instansi terkait memberikan bantuan mesin pompa air untuk mengairi lahan pertanian. Pasalnya, mesin tersebut sangat membantu para petani selama musim kemarau.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengungkapkan pihaknya meminta agar para petani tidak menanam tanaman padi selama musim kemarau. Para petani diminta menanam tanaman palawija seperti jagung.

Pihaknya bakal memberikan bantuan mesin pompa air kepada petani secara bergilir. Sebab, jumlah mesin pompa air cukup terbatas. “Kami sudah mewanti-wanti para petani agar menanam tanaman palawija. Kalau memang minta bantuan mesin pompa air akan kami sediakan namun bergilir karena jumlahnya terbatas,” tambahnya.

Read More

Jalan Utama Kawasan Wisata Sukuh-Cetho Rusak Parah

Jalan utama kawasan wisata Candi Sukuh, Ngargoyoso, hingga Candi Cetho, Jenawi di Kabupaten Karanganyar rusak parah.

Pada 2012 ini perbaikan jalan baru sepanjang dua kilometer. Padahal jalur Ngargoyoso hingga Jenawi menyuguhkan objek wisata milik Kabupaten Karanganyar yang sangat berlimpah. Di jalur tersebut dapat kita jumpai objek wisata unggulan Candi Sukuh dan Cetho. Lainnya, ada hamparan kebun teh Kemuning, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo,Telaga Madirda, Tahura dan jajaran tempat pribadatan umat Hindu.

Sayang, berdasarkan pantauan, Kamis (20/9/2012), banyak lubang menganga di sepanjang jalur utama kawasan wisata tersebut. Salah satu area paling parah terlihat di jalan depan Polsek Ngargoyoso.  “Beberapa wisatawan mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan minimnya petunjuk arah menuju objek wisata,” ungkap seorang petugas pintu masuk kawasan wisata Sukuh-Cetho, Saimin, saat ditemui, Kamis.

Camat Ngargoyoso, Sugiyarto, Kamis itu mengatakan kondisi jalan utama yang rusak memang mempengaruhi pariwisata di daerahnya. Namun, menurutnya masih bisa terbantu dengan kondisi jalan masuk masing-masing objek wisata yang sudah cukup baik berkat pengelolaan desa.

Sebenarnya sudah ada anggaran rutin tiap tahunnya yang digelontorkan Pemkab Karanganyar lewat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk merawat jalan utama. Namun, entah kondisi tanah atau material penambal lubang jalan yang kurang berkualitas membuat jalan kembali berlubang. Saat ini, perbaikan jalan utama baru dilaksanakan sepanjang dua kilometer dari titik Sudimoro hingga Ngargoyoso.

“Tender proyek baru saja dilaksanakan. Pengerjaan baru dimulai dari penyelesaian gorong-gorong. Tak perlu menunggu lama, jalan akan kembali mulus,” jelas Kepala DPU Karanganyar, Priharyanto.

Read More