Category: Berita

60 Warga Kurang Mampu Operasi Katarak Gratis

Dalam rangka Hari Jadi ke-95 Kabupaten Karanganyar yang akan jatuh pada tanggal 18 November mendatang, sedikitnya 60 warga mengikuti operasi katarak gratis yang digelar oleh RSUD Kartini bersama dengan Bagian Kesra Setda Karanganyar dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Yogyakarta.

Kasie Sosial Bagian Kesra Setda Karanganyar, Gunarto, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahunnya. “Biasanya digelar bulan Juni atau Juli, tapi karena alat modern untuk operasi katarak yang kami pesan baru jadi habis lebaran, maka baru bisa diadakan sekarang. Tapi yang penting kegiatan ini berjalan baik dan sukses,” ujar Gunarto, Minggu (4/11).

Menurutnya, acara operasi yang digelar di RSUD Kartini itu dibiayai sepenuhnya oleh APBD Karanganyar. Operasi katarak tersebut ditujukan bagi warga tidak mampu.

Pimpinan tim dokter Perdami, Prof dr Azis, menambahkan pada tahun lalu ada 78 orang yang mendaftar untuk mengikuti operasi katarak. Namun hanya 53 orang yang bisa dioperasi karena lainnya mengidap penyakit gula darah tinggi dan tensi darah yang juga tinggi. “Jika kami operasi dalam keadaan tensi darah tinggi, itu bisa menyebabkan pendarahan. Untuk gula darah tinggi harus dirawat dulu hingga batas normal, baru boleh dioperasi,” jelas Azis.

Menurut Azis, para peserta operasi katarak gratis tersebut diharuskan menjalani tes laboratorium terlebih dahulu sebelum dioperasi. Setelah menjalani operasi dan beristirahat sekitar tiga jam, mereka langsung diperbolehkan pulang. “Ini karena alatnya canggih jadi tidak harus diopname. Yang utama saat di rumah yaitu harus memperhatikan saran dokter,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta operasi katarak, Kromowiryo, warga Matesih merasa senang dengan adanya operasi katarak gratis tersebut. Menurutnya, hal ini sangatlah membantu para penderita katarak di kalangan warga kurang mampu. “Sangat bersyukur ada operasi katarak gratis. Ini sudah saya nanti setahun. Mata ini bisa saya pakai untuk mengaji lagi,” ujarnya.

Read More

PENYELUNDUPAN CIU: Polisi Gagalkan Pengiriman 1.500 Liter Ciu

Jajaran Polres Karanganyar menggagalkan pengiriman 1.500 liter minuman keras jenis ciu di Jl Solo-Tawangmangu, Jumat (2/11/2012) sekitar pukul 13.00 WIB. Ribuan liter ciu tersebut bakal dikirim ke Jakarta menggunakan bus.

Informasi yang dihimpun Solopos.com menyebutkan Satuan Sabhara Polres Karanganyar mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai pengiriman ribuan liter ciu yang dibawa menggunakan mobil menuju arah Palur. Selanjutnya, polisi melakukan patroli di sekitar kawasan Jaten dan menghadang sebuah mobil Carry berpelat nomor AD 8909 OG.

Di dalam mobil tersebut, polisi mendapati 15 kardus yang berisi ratusan liter ciu. Ciu tersebut dikemas dalam botol air mineral ukuran 1,5 liter. Setiap kardus berisi sekitar 28 botol ciu. Sementara supir dan penjual ciu segera digelandang ke Mapolres Karanganyar.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Sigit Adiwuryanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan dua tersangka yang diamankan polisi masing-masing Mujanto, 37, dan Sigit, 33. Keduanya merupakan warga Dusun Sentul, Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. “Sebelum dikirim ke Jakarta, petugas mencegat mobil yang terdapat kardus berisi ratusan liter ciu,” katanya.

Selanjutnya, petugas mengembangkan penangkapan tersebut dan menyita puluhan jeriken berisi liter di dalam bus. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 32 jeriken dan 40 kardus berisi ciu. Satu jeriken berisi sekitar 40 liter ciu sementara satu kardus berisi sekitar 400 lier ciu. Para tersangka dijerat sanksi tindak pidana ringan (tipiring) sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 16/2009 tentang Peredaran Minuman Beralkohol dengan ancaman hukuman maksimal selama tiga bulan penjara.

Seorang tersangka, Mujiyanto, mengaku dia sudah tiga kali memasok minuman dengan kadar alkohol tinggi tersebut ke Jakarta. Biasanya, pelanggannya menghubungi untuk memesan ciu buatan Bekonang. Selanjutnya, dia mengirim ciu ke Jakarta menggunakan bus. Setiap botol dijual seharga Rp12.000. “Biasanya yang mesan anggota klub motor di Jakarta. Mereka biasa meminum saat melakukan turing,” imbuhnya.

Read More

GAGAL NIKAHI HANTU: Polisi Ikut Bingung Cari Alamat Hantu Waduk Lalung

Kasus Suprapto warga Dusun Jetisnguwuh RT 003/RW 004 Desa Suruhkalang, Jaten, Karanganyar gagal menikahi Sri Wahyuningsih, akhirnya mendapat perhatian Polsek Jateng dan Karanganyar Kota.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, keluarga Suprapto tidak berhasil menemukan kediaman Sri Wahyuningsih yang berada tepat di pinggir Waduk Lalung, saat mengirimkan hantaran pernikahan.

Ketika ditemui, Rabu (31/10/2012), Suprapto mengatakan terdapat empat mobil mewah dan beberapa sepeda motor di rumah Sri. Saat diminta menunjukkan kediaman Sri yang dimaksudkan Suprapto, pemuda lulusan sekolah dasar (SD) itu menunjuk pohon beringin besar. Di bawah pohon beringin itu terdapat sendang.

“Warga menduga Sri adalah peri atau makhluk halus penunggu sendang pohon beringin,” ungkap Yudi Suharto, kerabat Suprapto yang juga diamini sejumlah warga Kepuh.

Peristiwa itu juga mendapat perhatian jajaran Polsek Jaten dan Karanganyar kota. Pada Selasa (30/10/2012) malam polisi dari dua Polsek itu telah mendatangi rumah Suprapto dan mengumpulkan informasi.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, melalui Kapolsek Karanganyar kota, AKP Joko Waluyono, membenarkan adanya informasi tersebut. Bahkan beberapa petugas polsek telah mengecek alamat yang ditunjukkan Suprapto dan keluarganya. “Tapi alamatnya hanya di pinggir Waduk Lalung, makanya kami juga bingung,” aku dia.

Read More

Penilaian Penghargaan Wahana Tata Nugraha: Banyak Jalan Raya Salahi Status dan Fungsi

Banyak infrastruktur jalan raya di Karanganyar menyalahi status dan fungsi jalan. Sehingga jika tidak segera dibenahi akan merugikan masyarakat. Hal itu terungkap dari penilaian penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) oleh tim Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Rabu (31/10).

Kepala Subdit Transportasi Darat Kemenhub, Achmadi, mengatakan salah satu penyalahgunaan status dan fungsi itu adalah jalan provinsi yang masih digunakan sebagai jalan kota, sehingga lalu lintas masih bercampur. “Kami harap Pemkab bisa membenahi penyalahgunaan tersebut. Solusi yang bisa digunakan adalah pembuatan outer ringroad (jalan lingkar luar) agar tak seluruh kendaraan masuk ke jalan kabupaten,” ungkapnya.

Menurut Achmad, untuk melaksanakan solusi tersebut, Pemkab bisa bekerja sama dengan Kemenhub dengan merekomendasikan pembuatan outer ringroad. Sehingga untuk pendanaan pembangunan jalan bisa dibantu dengan APBN. “Solusi ini merupakan jangka panjang dan kelak bakal semakin mendesak dibutuhkan. Apalagi jika jalan tembus Tawangmangu-Magetan sudah dioperasikan, maka volume kendaraan yang masuk ke kota akan semakin padat,” jelasnya.

“Jika ada ringroad kan kendaraan yang masuk ke kota menjadi berkurang, sehingga bisa memperlancar jalan. Nantinya pelayanan ke masyarakat pun juga tidak terganggu,” tambah Achmad.

Selain itu, tim penilai WTN juga menyarankan agar Pemkab melakukan pembatasan jumlah angkutan umum jenis angkot karena membuat ruwet kondisi jalan. Menurut Achmad, pelayanan transportasi publik lebih baik menggunakan bus mini. “Temuan kami juga menunjukkan adanya pelajar bergelantungan pada angkot karena kapasitasnya yang tidak memadai. Ini kan membahayakan, sehingga lebih baik menambah mini bus,” imbau Achmad

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rina Iriani berharap Karanganyar dapat meraih penghargaan WTN, sebelum masa jabatannya berakhir. Diakuinya, sekitar 10 tahun terakhir, Karanganyar belum pernah mendapatkan penghargaan bergengsi di bidang transportasi tersebut.

“Tinggal WTN yang belum kami peroleh. Kami saat ini sudah siap membenahi transportasi, seperti pembangunan jalan layang Palur. Ini utang terakhir dalam masa jabatan saya,” ujar Rina.

Read More

Gunakan Elissa, PMI Pastikan Darah Aman dari HIV/AIDS

Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar pastikan tak ada kantong darah yang terinfeksi virus HIV/AIDS. Kepastian itu  berdasarkan penggunaan alat tes uji saring darah Elissa yang digunakan PMI Karanganyar sejak tiga tahun terakhir.
Direktur Unit Donor Darah PMI Karanganyar, Yaqub Iskandar, mengatakan alat uji tersebut digunakan oleh PMI untuk mengetahui kandungan darah. Dalam uji tersebut akan diketahui apakah darah dalam kondisi positif terkena virus sipilis, hepatitis B dan C, HIV/AIDS, ataukah tidak. “Kami bisa mengetahui apakah darah tersebut mengandung penyakit yang ditularkan lewat darah atau tidak,” jelas Yaqub, Senin (29/10).
Penggunaan alat uji Elissa, menurut Yaqub, telah digunakan sejak tahun 2009 sesuai dengan standar untuk donor darah yang ditetapkan oleh Pemprov Jawa Tengah. Alat uji tersebut digunakan oleh petugas UDD seusai pengambilan darah dan akan dites untuk sampel darah.
“Terakhir kami menemukan kasus adanya virus HIV/AIDS dalam kantong darah pada tahun 2006 lalu. Hanya itu saja. Saat ini kami pastikan darah yang ada di PMI Karanganyar dalam kondisi aman. Terlebih lagi saat memakai Elissa,” ujar Yaqub.
Yaqub menerangkan selain penggunaan Elissa, masih terdapat lagi uji tes yang kelayakan darahnya dianjurkan, yakni uji tes. Uji tes jenis ini, menurutnya, memang lebih sensitif dibandingkan uji tes Elissa dan harganya pun lebih mahal. “Kalau Elissa itu Rp 250.000, sedangkan uji tes, bisa sampai Rp 400.000,” terangnya.
Terkait stok darah yang berada di UDD PMI Karanganyar, Yaqub mengaku masih cukup hingga dua minggu ke depan. Yakni masih ada sekitar 400 kantong darah dari berbagai golongan. “Kapasitas menampung maksimal di sini mencapai 700 kantong darah. Sekitar satu minggu yang lalu kami baru mengirimkan kantong darah ke Kudus,” ujar Yaqub.
Menurutnya, golongan darah AB merupakan golongan darah yang cukup jarang ditemui. Sehingga pihaknya perlu menyiasati kantong darah untuk golongan tersebut, karena umur darah dalam kantong darah hanya sekitar 35 hari.

Read More

200 Kendaraan Dinas Segera Dilelang

Sekitar 200 kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Karanganyar akan dilelang pada tahun ini. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi beban anggaran yang dikeluarkan untuk operasional kendaraan dinas.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DP2KAD) Karanganyar, Tatag Prabawanto, mengungkapkan pihaknya segera mengajukan rencana pelaksanaan lelang kendaraan dinas ke bupati. “Segera kita usulkan ke bupati agar lelang bisa dilakukan sebelum tutup anggaran tahun ini,” kata Tatag, kemarin.

Menurut Tatag, selain untuk mengurangi beban anggaran, kendaraan dinas yang dilelang tersebut kondisinya sudah tua. “Yang kita lelang, ya yang tahun lama,” ujarnya.

Menurutnya, sekitar 70 persen kendaraan dinas milik Pemkab merupakan kendaraan dengan tahun keluaran lama dan kualitasnya sudah menurun. Sehingga, jika tak segera dilelang maka keberadaannya hanya akan membebani anggaran.

“Seperti mobil-mobil eks camat itu, yang seharusnya sudah dilelang, sepeda motor juga. Lelang ini salah satunya sebagai upaya efisiensi. Kalau sudah kita lelang maka tidak perlu lagi ada pengeluaran anggaran operasional maupun untuk perawatan,” ungkap Tatag.
Jika rencana lelang ini sudah disetujui oleh bupati, DP2KAD segera membentuk tim dan berkoordinasi dengan kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL) untuk memastikan waktu dan teknis pelaksanaan lelang. “Sekarang belum bisa kita pastikan waktu pelaksanaannya, tapi yang jelas kita harapkan bisa dilaksanakan tahun ini,” tukasnya.

Ditanya apakah pelaksanaan lelang akan diikuti dengan pengadaan kendaraan dinas baru, Tatag mengaku belum dapat memastikan. Pengadaan kendaraan dinas baru tersebut harus melihat kemampuan keuangan daerah pada anggaran tahun 2013 mendatang. “Apakah akan membeli kendaraan dinas baru, kita lihat nanti keuangan daerah bagaimana. Apalagi tahun depan akan ada agenda Pilkada yang tentu butuh alokasi anggaran besar,” katanya.

Read More

Musim Hujan, Waspadai Penularan DBD

Warga diminta mewaspadai ancaman penularan penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) selama musim penghujan. Pasalnya, tahun ini merupakan periode siklus lima tahunan yang dibarengi peningkatan jumlah penderita.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Karanganyar, Fatkul Munir, mengatakan jumlah penderita DBD hingga September 2012 sebanyak 63 kasus. Diperkirakan jumlah penderita DBD bakal membengkak selama musim penghujan.

“Biasanya peningkatan kasus terjadi selama musim penghujan karena nyamuk aedes aegypti dapat berkembang biak dengan cepat,” katanya kepada Solopos.com, Minggu (28/10/2012).

Menurutnya, terjadi perubahan pola pada kasus DBD yaitu penderita rata-rata dewasa dan orangtua. Padahal, sebelumnya mayoritas penderita DBD adalah anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun.  Artinya, warga yang mempunyai mobilitas tinggi di luar rumah rawan terkena penyakit DBD.

“Ada perubahan yang signifikan karena mayoritas penderita orang dewasa bahkan ada yang lanjut usia. Ini perlu diwaspadai masyarakat,” katanya.

Daerah Perkotaan

Selain itu, penderita mayoritas berdomisili di daerah perkotaan seperti Karanganyar, Jaten dan Tasikmadu yang terdapat permukiman padat penduduk.

Pihaknya bakal memberdayakan masyarakat untuk memberantas jentik-jentik nyamuk di permukiman penduduk.  Warga dibantu para juru pemantau jentik (Jumantik) akan memeriksa tempat-tempat genangan air dapat menjadi sarang berkembang biak nyamuk.

Apabila terdapat penularan kasus DBD di satu titik lokasi maka pihaknya akan melakukan pengasapan atau fogging. Dengan pola tersebut maka diharapkan dapat menekan jumlah penderita DBD di wilayah Karanganyar.

Sementara seorang warga Kelurahan Lalung, Sudarman, meminta agar instansi terkait lebih giat melakukan penyuluhan-penyuluhan di pedesaan. Pasalnya, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih minim.

Read More

Ajak Tertib Berlalu Lintas, Polres Libatkan Badut

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar kembali ajak para pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas. Kali ini selain membagikan stiker bertuliskan “Aku Pelopor Tertib Berlalu Lintas”, Satlantas juga menggunakan media badut yang membawa aneka tulisan ajakan untuk tertib lalu lintas.

Kanit Bin Ops Polres Karanganyar, Iptu Saparyanto, mengatakan penggunaan badut tersebut ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat dan juga para pengguna jalan. Diharapkan para pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya dan memperhatikan ajakan dalam poster yang dibawa badut.

“Jadinya pada mau berhenti (kendaraan). Dengan adanya badut juga menunjukkan bahwa polisi lalu lintas itu tidak untuk ditakuti oleh pengguna jalan, tapi sahabat bagi masyarakat,” jelas Saparyanto.

Sebelumnya, satu minggu yang lalu, Satlantas juga membagikan stiker serupa di depan PN Karanganyar yang dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Karanganyar, Iptu Suwarsih. Sejak pembagian stiker yang pertama, diakui Saparyanto, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas. “Dengan pembagian stiker ini ada penurunan angka Laka (kecelakaan) yang dirasakan. Jika sebelumnya per hari bisa sampai lima angka Laka, semenjak kegiatan ini bisa menurun hingga dua Laka per harinya,” tambah Saparyanto.

Pemilihan tempat pembagian stiker tersebut, menurutnya, sesuai dengan saran dari Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adjie Wibowo. Pembagian stiker dilakukan di jalan yang lurus dan rawan terjadi kecelakaan. Yakni seperti di depan Rumah Dinas Bupati, depan PN Karanganyar, depan Makodim Karanganyar, serta di daerah perempatan Papahan.

“Ke depannya stiker tersebut tidak hanya dibagikan di kota saja, tetapi di daerah yang rawan Laka seperti di Tawangmangu, Karangpandan, Jumantono, Jatiyoso, Jatipuro, Jumapolo, dan daerah pelosok lain,” ujar Saparyanto.

Sekitar 3.000 stiker telah dibagikan kepada para pengguna jalan pada pembagian di depan Rumah Dinas Bupati kemarin. Stiker tersebut dibagikan kepada para pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas.

Read More

Sidak, 7 Ekor Kambing Kurban Belum Layak Dijual

Sedikitnya tujuh ekor kambing kurban belum cukup umur dijualbelikan secara bebas di lapak penjualan hewan kurban di sebelah barat dan timur SPBU Papahan, Karanganyar Kota. Hal tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Senin (22/10).

Staf Kesehatan Hewan Disnakkan, Fatkhurrakhman, mengatakan harusnya hewan-hewan tersebut tidak dijual karena belum memenuhi syarat untuk kurban. “Harusnya yang dijual itu yang cukup umur,” katanya. Namun, meski belum cukup umur, lanjutnya, tujuh kambing tersebut dalam kondisi sehat.

Pada lapak hewan kurban sebelah barat SPBU Papahan dari 73 ekor kambing yang diperiksa, ditemukan empat ekor kambing belum cukup umur. Sedangkan di sebelah timur SPBU ditemukan tiga ekor kambing yang belum cukup umur. Pemeriksaan hewan kurban juga dilakukan di wilayah Desa Pandeyan, Tasikmadu. “Kalau yang di Pandeyan, hewan kurban dalam kondisi baik. Hanya saja butuh ditambah stoknya,” ujarnya.

Dalam Sidak kemarin Disnakkan juga melibatkan tim pemantau hewan kurban dari mahasiswa Akademi Peternakan Karanganyar (APK). Secara bersama-sama mereka melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban. Laporan yang dibuat oleh mahasiswa tersebut juga digunakan sebagai laporan akademik.

Sementara itu, salah seorang pedagang kambing kurban di Jalan Lawu, Jaten, Mutasimin (30), mengaku bahwa kambing kurban yang ia jual berasal dari luar Karanganyar. Sebanyak 93 ekor kambing yang ia jual didatangkan dari Rembang, Jawa Timur. “Ini saja, kambing kurban yang saya jual baru laku 14 ekor. Biasanya menjelang H-3 baru ramai,” jelas Mutasimin.

Harga penjualan kambing pun, menurutnya, mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun kemarin. Saat ini harga kambing bisa mencapai Rp 1,3 juta hingga Rp 1,6 juta, sedangkan pada tahun sebelumnya hanya mencapai Rp 1 juta.

Sumber : http://joglosemar.co/2012/10/sidak-7-ekor-kambing-kurban-belum-layak-dijual/

Read More

Ajak Tertib Berlalu Lintas, Polres Libatkan Badut

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar kembali ajak para pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas. Kali ini selain membagikan stiker bertuliskan “Aku Pelopor Tertib Berlalu Lintas”, Satlantas juga menggunakan media badut yang membawa aneka tulisan ajakan untuk tertib lalu lintas.

Kanit Bin Ops Polres Karanganyar, Iptu Saparyanto, mengatakan penggunaan badut tersebut ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat dan juga para pengguna jalan. Diharapkan para pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya dan memperhatikan ajakan dalam poster yang dibawa badut.

“Jadinya pada mau berhenti (kendaraan). Dengan adanya badut juga menunjukkan bahwa polisi lalu lintas itu tidak untuk ditakuti oleh pengguna jalan, tapi sahabat bagi masyarakat,” jelas Saparyanto. Sebelumnya, satu minggu yang lalu, Satlantas juga membagikan stiker serupa di depan PN Karanganyar yang dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Karanganyar, Iptu Suwarsih. Sejak pembagian stiker yang pertama, diakui Saparyanto, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas. “Dengan pembagian stiker ini ada penurunan angka Laka (kecelakaan) yang dirasakan. Jika sebelumnya per hari bisa sampai lima angka Laka, semenjak kegiatan ini bisa menurun hingga dua Laka per harinya,” tambah Saparyanto.

Pemilihan tempat pembagian stiker tersebut, menurutnya, sesuai dengan saran dari Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adjie Wibowo. Pembagian stiker dilakukan di jalan yang lurus dan rawan terjadi kecelakaan. Yakni seperti di depan Rumah Dinas Bupati, depan PN Karanganyar, depan Makodim Karanganyar, serta di daerah perempatan Papahan.
“Ke depannya stiker tersebut tidak hanya dibagikan di kota saja, tetapi di daerah yang rawan Laka seperti di Tawangmangu, Karangpandan, Jumantono, Jatiyoso, Jatipuro, Jumapolo, dan daerah pelosok lain,” ujar Saparyanto.
Sekitar 3.000 stiker telah dibagikan kepada para pengguna jalan pada pembagian di depan Rumah Dinas Bupati kemarin. Stiker tersebut dibagikan kepada para pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas.

sumber : http://joglosemar.co/2012/10/ajak-tertib-berlalu-lintas-polres-libatkan-badut/

Read More