Category: Berita

Anggota LVRI Karanganyar Minta Dana Kehormatan Dinaikkan

Sejumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Karanganyar meminta agar pemerintah menaikkan dana kehormatan. Selama ini, para anggota veteran tersebut menerima dana kehormatan senilai Rp250.000/bulan.

Seorang anggota LVRI Karanganyar, Mayor TNI AD (Purn) Rumain, mengatakan dana kehormatan yang diterima para anggota veteran dinilai terlalu minim. Dana kehormatan itu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Terlalu sedikit, ya jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya saat ditemui Solopos.com seusai acara tabur bunga memperingati Hari Pahlawan yang dilakukan unsur Muspida Karanganyar di Taman Makam Pahlawan Dharma Tunggal Bhakti, akhir pekan kemarin.

Dia meminta agar pemerintah memperhatikan kesejahteraan para anggota veteran yang telah berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, setelah pensiun, para anggota veteran hanya mengandalkan tunjangan tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, para anggota veteran layak menerima dana kehormatan yang lebih tinggi. Perjuangan kala mempertahankan NKRI pada zaman penjajahan tidak sebanding dengan tunjangan yang diterima setelah memasuki masa pensiun. “Kalau bisa besaran dana kehormatan bagi para anggota veteran di atas Rp1 juta sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, menuturkan pihaknya bakal memberikan penghargaan arau reward kepada para anggota veteran yang berjuang mempertahankan kemerdekaan pada masa penjajahan. Penghargaan itu bakal diberikan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Karanganyar ke-95 yang jatuh pada tanggal 18 November 2012.

Menurut Paryono, para anggota veteran memang harus diperhatikan kesejahteraannya. Mereka telah berjuang hingga titik darah penghabisan pada mas penjajahan Kolonial Belanda. “Yang jelas ada reward bagi para anggota veteran sebagai bentuk apresiasi perjuangan mereka,” terangnya.

Sementara dalam acara tabur bunga tersebut dihadiri oleh unsur Muspida Karanganyar seperti Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo dan Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letnan Kolonel (Inf) Eddy Basuki.

Read More

Tak Terapkan UMK, Perusahaan Kena Sanksi Pidana!

Perusahaan diminta membayar gaji karyawan sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar. Perusahaan yang tidak menerapkan pembayaran gaji karyawan sesuai UMK bakal dikenai sanksi pidana selama maksimal empat tahun penjara atau denda maksimal senilai Rp400.000.000.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Karanganyar, Sriyadi, Jumat (9/11/2012) mengatakan sesuai UU N0 13/2003 tentang Ketenagakerjaan bahwa seluruh perusahaan di Karanganyar wajib membayar gaji karyawannya sesuai UMK Karanganyar. Perusahaan yang tidak menggubris aturan tersebut bisa dikenai sanksi sesuai aturan.

Pihaknya tetap akan mengawasi seluruh perusahaan agar menerapkan aturan tersebut. Pihaknya meminta agar buruh atau karyawan yang menerima gaji di bawah UMK segera melapor ke instansi terkait agar ditindaklanjuti. Menurutnya, selama ini, ada beberapa perusahaan yang membayar gaji karyawannya di bawah UMK. Namun, setelah diperingatkan instansi terkait, manajemen perusahaan langsung merapel sisa gaji yang belum dibayarkan.

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar 2013 disepakati senilai Rp896.500. Usulan UMK Karanganyar itu telah diserahkan ke Pemprob Jateng untuk dibahas dengan Dewan Pengupahan Provinsi Jateng. Pembahasan tersebut untuk menentukan UMK Provinsi Jateng 2013.

Berdasarkan data Dinsosnakertrans Karanganyar, terdapat 460 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang di wilayah Bumi Intanpari. Sementara jumlah buruh di Karanganyar sebanyak 61.983 orang.

Sementara seorang buruh, Karyadi, meminta agar besaran nilai UMK tersebut sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Sesuai Kepmen No 13/2012 tentang pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL), terdapat 60 item yang menjadi acuan dalam menentukan besaran nilai UMK. Artinya, pembahasan UMK Provinsi Jateng harus mengacu pada aturan tersebut. “Yang jelas kami tetap meminta perusahaan membayar gaji sesuai UMK,” jelasnya.

Read More

Tawangmangu Bebas Flu Burung

Wilayah Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dinyatakan bebas penyebaran penyakit flu burung. Selama ini, belum ditemukan adanya kasus serangan virus H5N1 di lereng Gunung Lawu tersebut. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta, mengatakan seluruh wilayah Karanganyar menjadi endemis serangan flu burung kecuali Tawangmangu.

Wilayah Tawangmangu terletak di dataran tinggi dengan udara yang cukup dingin. Kemungkinan virus H5N1 tidak menyerang unggas yang berada di dataran tinggi. “Belum ada temuan kasus flu burung di Tawangmangu, mungkin karena berada di dataran tinggi,” ujarnya, Jumat (9/11/2012).

Fakta tersebut diperkuat dengan hasil penelitian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo terhadap delapan wilayah di Indonesia. Kala itu, wilayah dataran rendah yang dinyatakan bebas flu burung adalah Kabupaten Brebes. Sementara dataran tinggi yang dinyatakan bebas serangan virus H5N1 adalah Kecamatan Tawangmangu.

Kasus flu burung di wilayah Kabupaten Karanganyar sendiri, terparah terjadi pada 2009 lalu yang mengakibatkan ratusan unggas mati mendadak. Sementara kasus flu burung terakhir ditemukan di Kecamatan Tasikmadu pada April lalu. Kala itu, sebuah peternakan ayam jenis rakyat diserang virus jenis H5N1 yang menyebabkan puluhan ayam mati mendadak.

Pihaknya menyiagakan petugas Participatory Disease Surveillance Response (PDSR) di setiap kecamatan untuk mengantisipasi serangan flu burung. Petugas tersebut bakal mendatangi lokasi peternakan unggas untuk menyemprotkan disinfektan di setiap kandang.

Read More

Desember, Revitalisasi Taman Pancasila Ditarget Rampung

Revitalisasi Taman Pancasila di Karanganyar tahap I ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2012. Pemkab Karanganyar menggelontorkan anggaran yang berasal dari APBD senilai Rp750 juta untuk membiayai proyek revitalisasi taman tersebut.

Kepala Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan DKP Karanganyar, Sigit Setyawan, mengatakan proyek revitalisasi tersebut telah dimulai pekan ini. Proyek revitalisasi taman dikerjakan selama 140 hari hingga 14 Desember 2012. “Sekarang proyeknya sudah dimulai, targetnya pertengahan Desember sudah kelar,” katanya, Rabu (7/11/2012).

Rencananya taman tersebut bakal diubah menjadi ruang public space yang dimanfaatkan masyarakat umum. Patung yang terdapat di taman tersebut bakal direnovasi. Selain itu, fasilitas umum (fasum) lainnya seperti Mandi Cuci Kakus (MCK) juga bakal direnovasi.

Setelah revitalisasi taman tahap I kelar, maka Pemkab bakal melanjutkan dengan mengerjakan revitalisasi tahap II. Anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi tahap II sekitar Rp1 miliar. Dana tersebut untuk membangun ruang khusus untuk para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekeliling taman. “Yang jelas revitalisasi tahap II dikerjakan 2013 mendatang yang diprioritaskan pembangunan ruang para PKL,” paparnya.

Para PKL dilarang berjualan di Taman Pancasila karena menjadi salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Karanganyar. Pihaknya tetap akan menyediakan ruang khusus bagi para PKL di sekitar trotoar yang mengelilingi taman.

Disinggung mengenai lokasi darurat, pihaknya merelokasi para PKL yang biasanya berdagang di sekitar taman ke bagian barat atau depan Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar selama pengerjaan proyek revitalisasi. “

Read More

Proyek Waduk Pidekso Dimulai 2013 : 200 KK Akan Tergusur

Pembangunan Waduk Pidekso yang sempat ditolak warga karena akan menggenangi tiga desa di Kecamatan Giriwoyo dan Batuwarno, Wonogiri, dipastikan mulai digarap pada 2013. Proyek diawali dengan pembebasan lahan warga. Diperkirakan, sekitar 200 kepala keluarga (KK) akan tergusur.

Kepastian dimulainya proyek Pidekso itu disampaikan Kepala Bidang Program dan Perencanaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Lilik Retno, seusai meninjau lokasi bakal waduk bersama Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Muhammad Hasan, Kamis (8/11).

“Peninjauan ini untuk melihat sejauh mana kesiapan di lokasi setelah proses Larap dan Amdal kemarin. Tahun depan sudah bisa mulai dibangun diawali dengan pembebasan lahan. Tahap pembebasan lahan juga banyak, dan jika sudah selesai baru dilanjutkan proyek pengerjaan waduk,” kata Lilik.

Luas lahan genangan waduk untuk proyek ini sekitar 250 hektare. Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumberdaya Mineral, Arso Utoro mengatakan paling banyak warga yang terkena genangan ada di Desa Sendangsari, Kecamatan Batuwarno.

“Ada sekitar 200 KK, tapi yang perlu diingat tidak semua ada di area genangan, tapi ada yang di sempadan (tepi waduk-red). Untuk di Desa Tukulrejo (Giriwoyo) ada 68 KK dan di Desa Pidekso sebanyak 157 KK. Juga tidak semua genangan, sebagian sempadan. Lainnya berupa lahan penduduk,” jelasnya.

Baik Camat Giriwoyo, Sariman, Kepala Desa Tukulrejo, Kenthut Suparyono dan Kepala Desa Pidekso, Widodo mengatakan, ada warga yang meminta dibuatkan rumah. Ada pula yang ingin dibantu meratakan lahan cadangan yang kebetulan berada di bukit.

“Intinya semua warga kini sudah sepakat ada waduk ini. Bahkan saat ini sudah ada yang rencana pindah. Tapi mereka ingin agar pindahnya tidak jauh dari sini dan masih tetap dekat dengan tetangga mereka dulu. Ada juga yang terima hanya menerima uang ganti rugi saja,” kata Kenthut.

Atas hal itu Arso menampung semua usulan warga dan akan menyampaikan kepada pusat. Terutama untuk permintaan dibuatkan rumah meski seadanya.

Read More

Musim Hujan, Waspadai Terbentuknya Luweng

Warga diminta mewaspadai adanya proses karsifikasi atau pelarutan batuan gamping yang biasa terjadi di wilayah Wonogiri selatan. Bila lapisan batuan gamping di bawah tanah ada yang lemah, maka bisa terbentuk luweng atau gua vertikal baru.

Hal itu dikatakan Kabid Geologi Air Tanah dan Energi, Eko Septaningsih mewakili Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) Wonogiri, Arso Utoro, Rabu (7/11). Menurut Eko, tiga kecamatan yang potensial terjadi karsifikasi yaitu Paranggupito, Giritontro, dan Pracimantoro. Setidaknya terdapat 148 gua dan luweng di tiga kecamatan tadi. Terkait proses karsifikasi, tidak menutup kemungkinan akan terbentuk lagi luweng baru.

“Musim hujan, air melarutkan batuan gamping. Meski tidak bisa dipastikan kapan, tanah jemblong (runtuh) karena batuan gamping yang tergerus air bisa saja terjadi. Yang terakhir Maret lalu terbentuk luweng di Dusun Sawit, Desa/Kecamatan Paranggupito,” jelas Eko.

Sebagai pengamanan, di APBD 2013 pihaknya mengusulkan pembuatan bangunan pengaman di sana. “Bisa saja begitu hujan longsor lagi, luweng ini menjadi fokus pengawasan kami karena berada di permukiman,” terangnya.

Ia pun mengimbau warga di sekitar luweng agar selalu menjaga kebersihan luweng dari sampah. Tak jarang, ada kambing dan ayam hilang setelah dicari ternyata masuk ke luweng. “Ayam dan kambing tadi ya akhirnya masuk luweng, masih ditambah dengan sampah yang baik disengaja atau tidak dibuang dan masuk ke luweng. Kalau sudah tersumbat bisa menggenang dan merendam permukiman. Seperti yang pernah terjadi di Paranggupito dan Pracimantoro lalu,” katanya.

Ia menandaskan, luweng harus tetap terbuka agar air bisa masuk. Hal ini karena luweng menuju sungai bawah tanah dan bisa menggenang bila tersumbat. Untuk pengaman cukup dipagari. “Yang pasti jangan diubah-ubah, biarkan secara alami seperti apa adanya,” pungkasnya.

Read More

Bupati Karanganyar Buka Pentas Seni Sekolah

Karanganyar, Rabu (07/11/2012)

Ratusan anak yang berasal dari 17 Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Karanganyar mengikuti lomba karawitan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (6/11). Acara itu merupakan serangkaian acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-95.

17 SD itu mewakili 17 kecamatan yang ada di Bumi Intanpari. Belasan SD tersebut menampilkan keterampilannya dalam memainkan gamelan di depan ratusan pasang mata.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih saat membuka lomba itu menyatakan kebanggaannya atas kemampuan siswa-siswa SD itu. Dalam sambutannya, dirinya berpesan agar warisan budaya Jawa salah satunya karawitan harus tetap dilestarikan dan diturunkan ke generasi berikutnya.

“Kita tentunya ikut bangga dan menjaga seni budaya kita. Di luar negeri, seperti seni karawitan sangat digemari. Banyak sekali dibuat kelompok-kelompok pecinta karawitan,” katanya.

Lewat pentas seni ini pihaknya berharap agar jiwa kebangsaan terhadap budaya bangsa bisa semakin kuat. Melalui anak didik di semua jenjang pendidikan, pewarisan budaya ini bisa terjaga dan lestari.

Sementara itu, selain lomba karawitan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga menggelar sejumlah lomba dalam merayakan Hadi Jadinya. Sejumlah perlombaan yang juga diikuti oleh siswa SD, SMP, SMA/ SMK antara lain seni tari, seni  lukis, dan desain.  Agenda itu digelar mulai Selasa (6/11) hingga Rabu (7/11). Adapun tempat yang digunakan untuk kegiatan  tersebut juga dipecah, di antaranya Pendopo Rumah Dinas Bupati, PKPRI, Balai Desa Cangakan, dan Aula Dinas Kesehatan.

“Dengan adanya kegiatan ini tentunya sebagai kreativitas prestasi juga melestarikan budaya lokal khusus nya untuk para siswa dan guru bidang seni,” ujar Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Nurhasan Wahyu Riyanto.

.pd

Read More

Kredit Usaha Rakyat Tersalurkan Rp 18,8 M

Sebanyak 21,6 persen dari total kredit dari Bank Jateng tersalurkan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE). Hingga 31 Oktober kemarin jumlah total kredit yang disalurkan Bank Jateng sebesar Rp 443,1 miliar.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Karanganyar, Anton Sudarsono, mengatakan penyaluran kredit tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi mikro di Karanganyar berkembang pesat. Terlebih lagi kredit untuk usaha agroindustri yang merupakan usaha andalan di Karanganyar. Untuk KUR sendiri yang tersalurkan hingga akhir Oktober kemarin mencapai Rp 18,8 miliar.
“Ini meningkat Rp 3 miliar dibanding Oktober tahun lalu yang hanya Rp 15,8 miliar,” jelas Anton didampingi wakilnya, Riyanto Agus usai penyerahan hadiah utama undian Tabungan Bima, Senin (5/11).

Angka kredit yang naik secara signifikan terjadi pada KKPE yang mencapai 1.860 persen. Yakni pada pada tahun lalu, KKPE hanya tersalurkan sebanyak Rp 188 juta, namun untuk tahun ini hingga Oktober yang tersalurkan mencapai Rp 3,5 miliar yang digunakan untuk sektor pertanian dan peternakan.

“KKPE ini merupakan komitmen kami dalam menyalurkan program kredit yang sangat murah, karena bunganya mendapat subsidi dari pemerintah. Jadi hanya bayar 7 persen saja dalam setahun. Ini merupakan kredit khusus untuk bidang pangan. Ke depan KKPE akan kami tingkatkan,” tambahnya.

Selain itu, Anton juga menjelaskan bahwa dana pihak ketiga yang dihimpun Bank Jateng hingga 31 Oktober kemarin mencapai Rp 630,4 miliar. Hal ini mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 554 miliar. Untuk aset sendiri mencapai Rp 663 miliar, jumlah nasabah tabungan sebanyak 45.192 orang, nasabah deposito 554 orang, dan debitur sebanyak 6.998 orang.

Read More

Minim Aktivitas, Pernikahan Dini Ditempuh

Fenomena pernikahan dini masih cukup marak terjadi di wilayah Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, tahun ini. Salah satu penyebabnya yakni minimnya pilihan aktivitas baik yang bersifat formal maupun non-formal. Rata-rata usia pasangan yang akan menikah, jauh lebih muda ketimbang masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Contoh saja sepanjang bulan Januari hingga Februari 2012, jumlah mempelai perempuan yang berusia di bawah 22 tahun mencapai 33 orang dari total 50 mempelai perempuan. Dari jumlah itu, tujuh orang di antaranya berusia di bawah 19 tahun. Sedangkan jumlah mempelai laki-laki yang berusia di bawah 22 tahun sepanjang rentang waktu yang sama sekitar 16 orang.

Ironisnya, sebagian besar dari pasangan yang menikah dini terebut belum mandiri secara ekonomi. Mempelai laki-laki masih tinggal bersama atau di rumah orangtua mereka. Mereka juga bekerja hanya sebagai petani penggarap lahan milik orangtua. Staf KUA Jatiyoso, Mardi, mengakui rata-rata pasangan yang mengajukan pernikahan, masih terbilang muda.

Dampaknya, menurut dia, angka perceraian pasangan suami-isteri di Jatiyoso tinggi. Sebagian besar pasangan yang mengajukan perceraian adalah pasangan muda belia. “Salah satu penyebab perceraian pasangan suami-istri adalah masih sangat mudanya mereka melangsungkan pernikahan,” katanya. Sayang Mardi tidak bisa menyampaikan secara detail angka perceraian di Jatiyoso.

Sementara berdasar Undang-undang (UU) No 1/1974 tentang Perkawinan diatur, mempelai perempuan dibolehkan melangsungkan pernikahan bila usianya sudah mencapai 16 tahun. Sedangkan untuk mempelai laki-laki, paling sedikit sudah berusia 19 tahun saat akan menikah. Bila pasangan yang akan menikah belum mencapai usia tersebut, yang bersangkutan harus mendapatkan izin dari pengadilan agama.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jatiyoso, Budi Santoso, mengakui rata-rata umur pasangan di wilayahnya yang melakukan pernikahan jauh lebih muda dibanding masyarakat perkotaan. Salah satu penyebabnya adalah minimnya aktivitas baik formal maupun sekadar penyaluran hobi. Sehingga masyarakat memilih untuk menikah saat usia masih belia. “Kita ketahui bersama tidak banyak fasilitas yang bisa digunakan untuk mengisi waktu dan beraktivitas,” ungkapnya.

Read More

Lomba Senam dan Tari Modern di CFD

Ratusan peserta mengikuti lomba senam aerobik dan kompetisi menari di Car Free Day (CFD) Karanganyar yang diadakan oleh Asosiasi Senam Indonesia, Minggu (4/11) pagi.

Ketua panitia acara, Yayuk Basir, mengatakan selain untuk memperingati hari jadi ke-95 Karanganyar yang akan jatuh pada tanggal 18 November mendatang, acara tersebut merupakan bentuk sosialisasi menjaga kesehatan dengan senam. “Agar masyarakat Karanganyar terbiasa dengan senam dan terbiasa untuk hidup sehat,” ujar Yayuk.

Dalam lomba tersebut, para peserta menampilkan kemahirannya dalam melakukan olah tubuh, baik senam maupun dengan tarian modern. Selain lomba tersebut, Yayuk mengaku juga rajin mengadakan senam aerobik secara rutin di tiap penyelenggaraan CFD.
“Biasanya setiap CFD kami mengadakan senam rutin di dua titik berbeda, di depan Rumah Dinas Bupati dan di depan Kantor Tourism Information Center (TIC),” katanya.

Lomba tersebut berlangsung sekitar empat jam sejak CFD dibuka hingga ditutup pada pukul 09.00 WIB. Para peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa itu tidak hanya warga asal Karanganyar. “Ada juga warga dari Solo ikut acara perlombaan senam ini,” ungkap Yayuk.

Read More