Category: Berita

Polres Karanganyar Gelar Seminar Hari Ini

Polres Karanganyar bakal menggelar seminar bertemakan penanganan nilai karakter untuk mencegah degradasi moral di Gedung DPRD Karanganyar pada Selasa (27/11/2012). Hal ini untuk menyikapi berbagai tindak kekerasan yang disebabkan penurunan moral bangsa Indonesia.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya prihatin atas aksi kekerasan yang terjadi terutama di wilayah Soloraya. Tak hanya itu, kasus asusila juga semakin marak terjadi di beberapa daerah. Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif menggelar seminar untuk mencegah degradasi moral terutama generasi muda.

“Salah satu upaya untuk mencegah degradasi moral dengan melaksanakan seminar. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat bahu-membahu menciptakan kondisi aman,” katanya, Senin (26/11/2012).

Pelaksanaan seminar tersebut untuk menindaklanjuti deklarasi anti kekerasan dan terorisme yang dilaksanakan beberapa bulan lalu. Diharapkan para generasi muda dapat membangun karakter secara kuat untuk mengantisipasi degradasi moral.

Pihaknya mengundang seluruh elemen masyarakat di Karanganyar yang terdiri dari unsur pemuda, ormas dan tokoh masyarakat. Sementara narasumber seminar tersebut berasal dari kalangan akademis, ulama dan kepolisian. “Nanti ada kesimpulan dari seminar itu yang akan disepakati seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Read More

SEJUMLAH WARNET BELUM BERIZIN

Karanganyar, Senin (26/11/2012)

Jajaran Bidang Kominfo, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) melakukan monitoring ke sejumlah warung internet (Warnet) dan game online di Kecamatan Kerjo dan Mojogedang, Sabtu (24/11) siang. Monitoring tersebut dilakukan guna mengecek sisi perizinan, pelayanan konten/ isi layanan, setting tempat layanan.

Setidaknya ada lima Warnet dan game online yang menjadi  sasaran monitoring, di antaranya dua tempat di wilayah Kecamatan Mojogedang. Sedangkan sisanya sebanyak tiga tempat penyedia jasa informasi dan game lainnya berada di Kecamatan Kerjo.

Hasilnya, Pemkab dalam hal ini melalui bidang Kominfo masih menemukan Warnet dan game online yang belum berizin dan memberikan pelayanan yang belum bagus dalam hal setting tempat layanan atau ruangan. Bahkan, di salah satu Warnet di Kecamatan Mojogedang justru memiliki bilik yang terlalu tinggi dan dimungkinan besar bisa disalahgunakan oleh para pengguna jasa informasi tersebut.

Kecemasan tersebut terbukti dengan ditemukannya sepasang remaja yang sedang berpacaran di salah satu Warnet itu. Saat kepergok, salah seorang siswi SMP di Kabupaten Karanganyar dan temannya tersebut berdalih ingin mengerjakan tugas sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dishubkominfo Karanganyar, Sri Herlina mengatakan, hasil monitoring tersebut akan jadikan dasar pengambilan kebijakan ke depan. “Melihat temuan di lapangan, kami akan melakukan tindaklanjut. Konkretnya, data yang kami kumpulkan akan menjadi bahan pembuatan kajian aturan mengenai jasa informasi,” kata Lina di sela-sela monitoring.

Hal yang juga wajib dicermati oleh para pemilik Warnet yakni soal setting bilik yang dipasang dan dinilai terlalu tinggi. Hal ini ditekankan pasca penemuan sepasang remaja yang sedang berpacaran. “Ini akan menjadi bahan pencermatan dan pengawasan kami pada warnet di semua wilayah Kabupaten Karanganyar,” ujar dia.

 

.ek/pd

Read More

Stok Daging Sapi di Karanganyar Masih Aman

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Muhammad Hatta, mengatakan pasokan daging sapi dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) masih normal. Pihaknya menjamin persediaan daging sapi di pasaran masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi.

Muhammad Hatta, Selasa (20/11/2012) menuturkan kenaikan harga daging sapi tidak hanya terjadi di wilayah Karanganyar namun beberapa daerah di Indonesia. Artinya, kenaikan tersebut terjadi secara bersamaan di berbagai daerah. Pihaknya meminta pemerintah pusat segera mencari solusi alternatif untuk menekan melonjaknya harga daging sapi di pasaran.

“Stok daging sapi masih aman, permintaan daging sapi juga masih stabil. Ini tergantung pemerintah pusat karena kondisi ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.”

Read More

Astana Giribangun Kebanjiran Peziarah

Kompleks makam keluarga Alm Soeharto, Astana Giribangun di Kecamatan Matesih, Karanganyar dibanjiri peziarah sepanjang pekan kemarin. Peziarah tidak hanya datang dari wilayah Karanganyar dan Soloraya, melainkan juga dari luar Jawa Tengah (Jateng) dan mancanegara. Setiap peziarah selalu menyempatkan diri mendoakan kebaikan bagi seluruh anggota keluarga Cendana (Soeharto).

Petugas pencatat jumlah pengunjung di kompleks makam setempat, Eko, menjelaskan lonjakan jumlah peziarah sudah terjadi sejak, Minggu (11/11/2012) dengan 1.603 orang. Pada Senin (12/1/2012) tercatat ada 397 peziarah, Selasa (13/11/2012) ada 128 peziarah dan Rabu (14/11/2012) ada 130 peziarah. Sementara pada Kamis (15/11/2012) terdapat 1.400 peziarah serta, Jumat (16/11/2012) ada 788 peziarah.

Eko yang juga merupakan petugas keamanan komples makam itu mengungkapkan, peziarah berkunjung tidak hanya melihat-lihat. Melainkan melakukan ritual atau prosesi ziarah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Hanya saja mereka tidak dibolehkan menginap di kompleks Astana Giribangun. “Peziarah datang dari berbagai daerah di Tanah Air, ada juga yang datang dari luar negeri,” ungkapnya.

Sementara beberapa peziarah mengaku sengaja berkunjung ke Astana Giribangun lantaran merasa kagum dengan sosok Alm Soeharto. Apalagi selama memimpin Indonesia Soeharto dinilai berhasil melakukan pembangunan dalam berbagai bidang. Sehingga akhirnya diberi gelar Bapak Pembangunan Nasional. Seperti disampaikan Endang, peziarah asal Pekalongan.

Perempuan yang datang bersama tujuh anggota keluarganya mengaku sangat terkesan dengan kepemimpinan Soeharto. Dia bersama anggota keluarganya juga sangat mendukung usulan Soeharto sebagai pahlawan Trikora.

“Selama Pak Harto memimpin tidak pernah ada huru-hara, aman dan damai. Semoga amal beliau diterima Allah SWT, keluarga dilimpahi keberkahan,” katanya.

Read More

TARI INDONESIAKU PECAHKAN REKOR MURI

Karanganyar, Senin (19/11/2012)

Lagi-lagi, Kabupaten Karanganyar mengukir prestasi dan sejarah baru. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat dan memberikan penghargaan tari bertajuk Indonesiaku sebagai tarian dengan peserta terbanyak.

Tercatat, pertunjukan tari itu diikuti oleh 4270 pelajar perempuan dari SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Karanganyar. Data MURI menyebutkan jika prestasi ini dicatat masuk buku rekor dengan nomor 5693.

Sebatas informasi, tarian massal yang digelar di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (18/11) itu merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Karanganyar ke-95. Pemecahan rekor MURI tersebut dilakukan usai acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT), yakni upacara. “Penghargaan ini kami berikan untuk tari Indonesiaku sebagai peserta terbanyak. Semoga ini menjadi pendorong bagi daerah-daerah lain untuk mengukur prestasi yang lebih bagus,” kata Deputi Manager MURI, Ariani Siregar.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR menjelaskan, nama tari Indonesiaku dipilih lantaran melambangkan keanekaragaman tari dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. “Ini merupakan miniatur Indonesia. Tari ini gabungan berbagai macam tari Indonesia. Misalnya orang Jawa bisa menarikan tari Aceh, Bali, dan lainnya. Dan inilah Indonesia”,  ujar Rina yang juga sebagai pencipta tari tersebut.

Dia menambahkan, guna melahirkan tari tersebut pihaknya membutuhkan waktu tiga Minggu. Pertunjukkan kemarin, ribuan siswa usia sekolah itu menghabiskan waktu selama 30 menit untuk menarikan kesenian gerak tubuh sejumlah daerah di Indonesia.

.pd

Read More

Gapoktan Ikuti Asah Terampil

Karanganyar, Sabtu (17/11/2012)

Lima regu petani bertanding di ajang Asah Terampil di Sub Terminal Agrobisnis (STA) Watu Sambang, Tawangmangu, Sabtu (17/11). Lomba tersebut merupakan satu dari serangkaian acara guna menyambut Hari Jadi   Karanganyar  ke-95.

Tim yang terdiri dari tiga orang per kelompok itu berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Karanganyar. Adapun Gapoktan yang terpilih mewakili daerahnya antara lain Lestari Makmur Desa Bakalan Jumapolo, Noto Joyo Desa Matesih Kecamatan Matesih, Marsudi Makmur Desa Gaum Tasikmadu. Selain itu, Gapoktan Marsudi Karyo Bolon Colomadu dan Ngudi Makmur Sumberrejo Kerjo juga  tercatat sebagai  peserta   lomba tersebut.

Kepala BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Karanganyar, Supramnaryo mengatakan, kegiatan yang menampilkan pengetahuan dan ketrampilan petani itu digelar untuk memacu pertumbuhan dan kinerja Gapoktan. Tujuan akhirnya yakni meningkatkan kualitas organisasi dalam Gapoktan bersangkutan. Pasalnya, Gapoktan menjadi wadah bagi petani untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam menanam dan mengolah hasil pertaniannya, termasuk membuat terobosan dalam bidang tersebut. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan program-program pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan daya saing dengan daerah lain,” kata dia di sela-sela acara.

Uniknya, tidak seperti lomba-lomba pada umumnya, asah trampil ini memberikan warna tersendiri. Perbedaan yang sangat mencolok terlihat dari busana yang dipakai oleh peserta dan panitia. Semuanya terlihat mengenakan busana khas Jawa, yakni beskap dan kebaya. Kendati demikian, semangat terlihat jelas di wajah para peserta. Hal itu ditunjukkan dari cara mereka menjawab pertanyaan dari para juri. Tidak berhenti di situ saja, bel yang biasanya dipakai dalam sebuah perlombaan juga diganti dengan dengan kentongan. Otomatis, saat babak rebutan suara kentongan antartim saling berkejaran.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR yang juga hadir dalam perlombaan tersebut memberikan apresiasi kepada semua peserta. Baginya, ajang itu bukan sebatas perlombaan yang mencari pemenang. Melainkan menantang sejumlah Gapoktan untuk menerapkan ilmu dan ketrampilannya di lapangan. Dengan begitu, bidang pertanian bisa dinamis dan melahirkan inovasi-inovasi. “Kami berharap apa yang mereka miliki, yakni teori-teori, bisa diseimbangkan dengan penerapannya di lapangan,” ujar Rina di hadapan para peserta dan juri.

Sebagai pemenang lomba yaitu Juara 1 Ngudi Makmur Sumberrejo Kerjo, juara 2 Marsudi Makmur Desa Gaum Tasikmadu, sedangkan juara 3 Noto Joyo Desa Matesih Kecamatan Matesih.

.pd

Read More

PNS KARANGANYAR PAKAI BESKAP DAN KEBAYA

Karanganyar, Jumat (16/11/2012)

Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar diwajibkan memakai pakaian adat Jawa selama tiga hari yakni Rabu (14/10), Jumat (16/10), dan Sabtu (17/10). Bagi PNS laki-laki diharuskan menggunakan beskap landung, sedangkan perempuan memakai kebaya.

Instruksi pemakaian busana adat tersebut langsung dikeluarkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR. Aturan pemakaian beskap dan kebaya ini sehubungan dengan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-95, yang jatuh pada hari Minggu (18/11) Bahkan, khusus hari H tersebut, para PNS juga diwajibkan mengenakan beskap lengkap dengan keris bagi laki-laki, dan kebaya untuk perempuan.

Guna mengontrol apakah aparatnya melaksanakan instruksi itu, Rina melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah instansi, di antaranya Kecamatan  Colomadu dan Puskesmas Colomadu, Rabu (14/10). Hasilnya, semua PNS mengikuti arahan dan instruksinya untuk memakai busana adat tersebut.

Di sela-sela Sidak, Rina menyampaikan jika pemakaian busana  adat Jawa itu, secara langsung ikut melestarikan dan mencintai budaya bangsa. “Selama dua tahun terakhir ini, PNS Karanganyar tidak mengeluhkan memakai pakaian Jawa di saat jam kerja. Dan kami kira, ini juga bagus untuk bisa melestarikan budaya daerah yang menjadi akar budaya bangsa,” kata dia.

Rina yang kala itu juga memakai kebaya menegaskan jika atasan menjadi cermin dari bawahannya. “Jika atasannya memberikan contoh terlebih dahulu, maka para bawahannya pastinya akan mengikutinya,” ujar Rina saat itu.

.pd

Read More

PILKADES KARANGANYAR: 36 Kades Incumbent Maju Pilkades

Sebanyak 36 kepala desa (kades) incumbent dipastikan bakal meramaikan pesta demokrasi tingkat desa Desember mendatang. Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) dan Kelurahan Pemkab Karangayar, Sunarno, menjelaskan posisi incumbent lebih kuat dibanding para penantangnya. Bahkan dia menyebut persentase kemenangan incumbent bisa mencapai 70 persen dibanding kandidat penantang.

Alasannya incumbent sudah membuktikan kinerja mereka selama masa bakti lima tahun. “Secara perhitungan posisi incumbent memang lebih kuat,” jelasnya, Selasa (13/11/2012). Namun menurut Sunarno, tidak semua incumbent berpeluang memenangi pilkades. Sebab sebagian incumbent terbukti tidak mampu menunjukkan kinerja positif selama memimpin desa mereka. Lebih jauh lagi pertarungan balon kades bakal berlangsung sengit bila para kandidat balon kades merupakan figur baru.

Terpisah, Sekretaris Kecamatan Jatiyoso, Budi Santoso, menjelaskan, bila tidak ada kandidat penantang incumbent, pilkades bisa tetap berlangsung.

Pilkades digelar dengan hanya satu balon kades melawan kotak suara kosong. Untuk memenangi pilkades, balon bersangkutan harus bisa unggul 50 persen plus satu suara, dari total suara sah. Di Jatiyoso sendiri ada empat desa yang akan menggelar pilkades Desember mendatang yakni Desa Jatiyoso, Tlobo, Karangsari dan Beruk.

Read More

Klinik Berhenti Merokok Karanganyar Belum Optimal

Program klinik berhenti merokok di Puskesmas Karanganyar kota yang telah dirintis dua tahun terakhir belum berjalan optimal. Kendati sudah mengikutkan salah seorang dokternya untuk pelatihan di Jakarta, namun klinik berhenti merokok Puskesmas Karanganyar baru sebatas memberikan layanan konseling.

Penyebabnya kondisi fisik puskesmas yang belum representatif. Kepala Puskemas Karanganyar kota, Ibnu Ridwan, Selasa (13/11/2012), mengakui klinik berhenti meroko yang merupakan program pemerintah pusat belum optimal.

Di Puskesmas Karanganyar baru sebatas layanan konsultasi atau konseling. “Penyebabnya sarana dan prasarana yang belum memadai. Bisa dikatakan klinik berhenti merokok belum berjalan 100 persen,” katanya. Ibnu menambahkan, sebenarnya ada alat khusus untuk layanan terapi berhenti merokok.

Alat tersebut saat ini masih disimpan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar. “Alat belum kami ambil, masih disimpan di dinas (DKK). Sejak awal alat tersebut sudah dialokasikan dari pusat, hanya saja belum kami ambil karena belum ada ruangan,” urainya.

Ibnu menjelaskan, Puskesmas Karanganyar kota ditunjuk menjadi bagian program rintisan klinik berhenti merokok karena merupakan wilayah jantung kabupaten. Pemerintah pusat mengharuskan setiap kecamatan yang merupakan jantung kabupaten/kota untuk menjalankan klinik berhenti merokok.

Belum berjalan optimalnya layanan klinik berhenti merokok, membuat tingkat kunjungan pasien rendah. Betapa tidak, dalam sebulan hanya ada 10-an pasien yang bermaksud mendapatkan layanan konseling berhenti merokok. Disinggung solusi persoalan keterbatasan luas puskesmas, Ibnu, menyampaikan, akan ada rehabilitas besar bangunan puskesmas tahun depan.

Read More

Rehab Kantor Disdikpora Telan Rp 6 Miliar

Proyek rehabilitasi kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar dipastikan bakal menelan anggaran hingga Rp 6 miliar. Pada pengerjaan proyek tahap pertama akan menelan anggaran Rp 2,9 miliar dari pagu Rp 3 miliar.

Menurut Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, proyek rehabilitasi direncanakan akan berlangsung dua tahap. Kantor Disdikpora sendiri akan dibentuk seperti mirip huruf U, yang sebelumnya menghadap ke timur akan diubah menghadap ke barat. “Menghadap ke kantor Sekda Karanganyar,” katanya, kemarin.

Menurut Agus, pembangunan kantor Disdikpora sangat diperlukan sebab selama ini kantornya terbagi menjadi dua dan terpisah. “Adanya dua kantor menyulitkan koordinasi, sehingga pembangunan ini sangat diperlukan. Lagi pula arsip-arsip kami sudah tidak tertampung,” ujarnya.
Pembangunan tahap pertama baru mencapai 50 persen dari Detail Engineering Design (DED).

Sedangkan untuk tahap kedua rencananya akan dimulai pada tahun 2013 mendatang. “Kantor Disdikpora akan menempati lantai dua dan tiga, sedangkan lantai dasar akan digunakan untuk tempat parkir. Sehingga aula kantor barat akan dihilangkan,” jelasnya. Agus optimis pembangunan tahap pertama akan selesai sebelum akhir tahun ini. “Kami selalu berkoordinasi terkait perkembangan pembangunan dengan pemborong setiap minggunya,” pungkasnya.

Read More