Category: Berita

FESTIVAL REOG KARANGANYAR 2012

Karanganyar, Sabtu (08/12/2012)

Ribuan orang menyaksikan Festival Reog Karanganyar 2012 di Alun-Alun  Karanganyar, Sabtu (08/12). Festival ini diikuti oleh sejumlah kelompok reog yang ada di Bumi Intanpari.

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani itu memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok diberikan waktu hingga 25 menit untuk menampilkan atraksi tari warok.  Seniman juga bisa menampilkan kebolehannya melalui penari Jathilan, Bujangganong, klonosewandono. Selain itu, kelompok seni juga bisa unjuk kebolehan mempertunjukkan tari merak tarung dengan iringan dan kreativitas masing-masing.

Pagelaran festival ini dimaksudkan untuk memberikan rangsangan dan dorongan dalam upaya pembinaan, pengembangan serta peningkatan kesenian yang ada di masyarakat.

“Kita turut berupaya memelihara, melestarikan dan memajukan kesenian reog yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar. Tentunya itu sebagai khasanah budaya daerah dalam menunjang kebudayaan nasional,” kata Ngadimin, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar di sela-sela acara, kemarin.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Rina Iriani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi bagi panitia dan peserta. Dikarenakan kesenian reog bisa hilang jika tidak dilestarikan. Rina menjelaskan jika pihaknya juga menghormati budaya lokal tradisional yang ada di wilayahnya.

“Keanekaragaman budaya merupakan perwujudan kebhinekaan yang merupakan alat pemersatu bangsa. Kami pun akan terus mendukung upaya pelestarian budaya daerah di Karanganyar,” kata kepala daerah yang biasa mengenakan jilbab itu.

 

.pd

Read More

Polisi Masih Selidiki Kecelakaan yang Menewaskan 3 Orang

Polisi masih menyelidikan kecelakaan maut terjadi di Jalan Adi Sumarmo, tepatnya di sebelah timur Kolam Renang Tirta Colomadu, Karanganyar, Jumat (7/12/2012) . Kecelakaan yang melibatkan sebuah sepeda motor dengan truk molen tersebut, merenggut tiga nyawa sekeluarga.
Pihak kepolisian sudah memeriksa sopir truk molen, Agus Gunawan. “Penyebab jelasnya masih melakukan penyelidikan. Apakah nanti sopir akan dijadikan sebagai tersangka atau tidak, kita lihat nanti,” ujar Suwarsih, Kasat Lantas Polres Karanganyar, Jumat (7/12/2012).
Korban tewas dalam kecelakaan itu satu keluarga yakni Slamet Riyanto (23), warga Sambi, Boyolali bersama istrinya, Rinawati (20), warga Klodran, Colomadu, dan anak mereka, Kodama (2). Kronologisnya, ketiga korban mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah AD 2878 PM berjalan tidak begitu kencang dari arah Bandara Adi Sumarmo.
Sesampainya di depan Kolam Renang Tirta Angkasa Lanud Adi Sumarmo, Slamet Riyanto bermaksud menyalip sebuah mobil dari sisi kanan. Diduga, Slamet menyalip mobil itu sampai melebihi garis marka di tengah jalan. Kemudian dari arah berlawanan melaju cukup kencang truk molen B 9583 TF yang dikemudikan Agus Gunawan (45), warga Sukabumi, Jawa Barat.
Karena jarak antara sepeda motor dan truk molen sudah cukup dekat, Agus Gunawan tak kuasa mengendalikan kemudinya. Tabrakan pun tak terhindarkan. Sepeda motor tepat menghantam kepala truk molen hingga motor tersebut terpental.
“Saya mendengar suara benturan cukup keras. Kemudian warga berbondong-bondong menolong korban. Yang laki-laki sudah meninggal di tempat, sementara yang perempuan beserta seorang anak kecil kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” ujar John, tukang tambal ban, yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian.
Ketiga korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Islam Yarsis Solo dengan menggunakan kendaraan milik warga. Sesampainya di rumah sakit itu, Rinawati dan Kodama yang sebelumnya mengalami kritis juga menghembuskan napas terakhir. Pihak keluarga yang sudah dihubungi dan berada di rumah sakit itu tak bisa memendam kepedihannya. Isak tangis pun pecah dan memancing perhatian banyak orang.

Read More

Karanganyar Sabet Penghargaan PKPD-PU

Kabupaten Karanganyar menyabet penghargaan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) sebagai kabupaten/kota sedang/kecil terbaik Sub Bidang Cipta Karya di Bidang Pekerjaan Umum.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto kepada Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, awal pekan kemarin.

Penghargaan tersebut dinilai dari beberapa aspek infrastruktur seperti saluran drainase, sanitasi dan sumber daya air. Salah satu keunggulan Kabupaten Karanganyar dibanding daerah lainnya karena memiliki sekitar 60 buah Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang tersebar di seluruh wilayah Karanganyar.

“Jadi masyarakat yang mengelola air minum tersebut secara mandiri,” ujar Rina saat ditemui, Rabu (5/12/2012).

Pihaknya masih mengincar beberapa penghargaan lainnya seperti Indonesia Green Region Award (IGRA) di bidang lingkungan hidup dan Wahana Tata Nugraha (WTN) di bidang lalu lintas. Tentunya, seluruh aspek yang menjadi kriteria penilaian bakal dikelola secara maksimal.

Read More

PILKADES KARANGANYAR: Persiapan Capai 40%

Persiapan penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Karanganyar baru mencapai 40 persen, Rabu (5/12/2012).

Informasi itu diperoleh dari Kabag Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pemkab Karanganyar, Sunarno. Menurut dia pihaknya terus mendorong supaya persiapan pilkades segera selesai.Dia optimistis persiapan pilkades rampung mendekati waktu pemungutan suara pada Sabtu (22/12/2012).

Sejauh ini, Sunarno menjelaskan, penyelenggara pilkades telah menyelesaikan beberapa tahapan seperti pengumuman pendaftaran bakal calon kades, sosialisasi pilkades, serta pembekalan/sosialisasi pilkades kepada camat, kasi pemerintahan kecamatan dan panitia pilkades tingkat desa.

Selain itu tahap pendataan calon pemilih, penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) dan pengumuman atau sosialisasi DPS. Tahapan yang masih berjalan hingga Rabu yakni perbaikan DPS untuk kemudian ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

“Persiapan penyelenggaraan pilkades berjalan lancar di beberapa daerah, saat ini persiapan sudah mencapai 40 persen,” katanya.

Saat ini Pemkab Karanganyar juga tengah mengupayakan pengadaan bilik suara dengan cara meminjam kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar.

sumber : http://www.solopos.com

Read More

BOCAH TENGGELAM: Polsek Kebakkramat Karanganyar Sisir Bengawan Solo

Taufiq Nur Hidayah, 4 dan Anastasya Maybia Novi, 8, warga RT 001/RW 003,  Dusun Tlumpuk, Desa Waru, Kebakkramat, Karanganyar, Rabu (5/12/2012), siang diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo.

Kapolsek Kebakkramat, AKP Dwi Erna Rustanti, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan tim gabungan hingga Rabu sore, masih melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan korban. Korban diduga kuat terseret arus sungai yang mengalir cukup deras.

Penyisiran bakal dilakukan hingga malam hari, apabila tidak ditemukan maka dilanjutkan keesokan harinya. Dia menghimbau agar para orangtua melarang anak-anaknya bermain di pinggir sungai karena sangat membahayakan.

“Saya masih di lokasi kejadian, kami masih mencari korban hingga malam hari. Kalau tidak ketemu, dilanjutkan besok,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedua korban yang masih bertetangga tersebut bermain air di sekitar Sungai Bengawan Solo. Sepulang sekolah, mereka langsung menuju lokasi kejadian sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, hingga siang hari mereka tak kunjung pulang ke rumahnya masing-masing.

Komandan SAR Karanganyar, M Abdullah, mengatakan pihak keluarga korban berniat mencari korban di lokasi kejadian. Mereka dibantu warga sekitar melakukan penyisiran di pinggir sungai untuk mencari korban. Namun hingga siang hari, para korban juga belum ditemukan. Selanjutnya, mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kebakkramat.

“Korban bermain air di sungai namun hingga siang hari belum juga pulang ke rumah. Keluarganya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk mencari korban namun tidak ketemu,” ujarnya, Rabu siang.

Read More

Suruh Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah

Desa Suruh, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, dipilih menjadi desa untuk pilot projectpengembangan infrastruktur hijau khususnya pengelolaan sampah.

Tidak main-main, pengembangan infrastruktur hijau merupakan program Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ) Kementerian Lingkungan Hidup yang dikembangkan di 41 kabupaten/kota.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar, Dwi Basuki, melalui Kabid Pemulihan Lingkungan dan Pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) BLH, Sri Sukapti, di ruang kerjanya, Selasa (4/12/2012).

Sebagai langkah awal program pengembangan infrastruktur hijau, telah dilakukan sosialisasi kepada 120 peserta terdiri warga Suruh, serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait di Pemkab Karanganyar, akhir November 2012.  Kegiatan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan berupa sarana dan prasarana pengembangan bank sampah. Seperti 600 kantong sampah khusus dengan klasifikasi jenis sampah, komputer, laptop, printer, papan tulis, buku, slip, meja, kursi, alat biopori, lemari dan rak.

Pengembangan bank sampah diarahkan supaya terintegrasi dengan prinsip 3R yakni reduce, reuse, recycle. Program tersebut ditargetkan mampu mengurangi lahan kritis, menciptakan energi alternatif dan mereduksi gas methan. Disamping juga memberikan pemahaman lingkungan yang sehat. Sukapti mengklaim pengembangan bank sampah di Suruh sudah dilakukan sebelum PPEJ Kementerian LH masuk.

“Makanya Suruh kami pilih untuk pengembangan program infrastruktur hijau,” katanya.

Read More

Nama Sekda Dicatut, Sindikat Penipu Kades Gentayangan

Sindikat penipu yang menyasar para kepala desa (kades) di Kabupaten Karanganyar, bergentayangan.
Mereka mencatut nama Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, saat beraksi. Sebelumnya, Sekdes Girilayu, Matesih, Sukatno, sudah menjadi korban sindikat penipu. Uang Rp5 juta miliknya hilang setelah disetor ke nomor rekening yang disebutkan pelaku.

Setelah berhasil melancarkan operasi di Matesih, mereka kembali beraksi di Desa Klodran dan Malangjiwan, Colomadu, Senin (3/12/2012). Modus pelaku yakni menghubungi nomor telepon seluler (ponsel) calon korban (kades).
Seperti yang dilakukan pelaku pada Senin pagi terhadap Kades Malangjiwan, Parjoko dan Kades Klodran, Warsito.
Pelaku mengaku bernama Didik yang berkapasitas sebagai utusan Sekda Karanganyar. Saat itu pelaku memberitahu kades bahwa Malangjiwan dan Klodran akan mendapatkan bantuan senilai ratusan juta rupiah. Tapi supaya bantuan tersebut benar-benar turun, Parjoko dan Warsito diminta menyetor uang tunai ke nomor rekening.

Pelaku menggunakan nomor ponsel 08218424422 saat menghubungi Parjoko dan Warsito. Hanya saja pelaku belum sempat menyebutkan nominal uang tunai yang harus disetorkan. Begitu juga nomor rekening yang jadi tujuan penyetoran belum diberikan. Beruntung Parjoko dan Warsito segera melaporkan kejadian itu kepada Camat Colomadu, Joko Budi Utomo.

Begitu mendapatkan laporan tersebut, Camat langsung melarang kades mengirimkan uang melalui nomor rekening. Dia memastikan bahwa Didik bukan staf atau utusan Sekda.

“Sebelum ini saya memang sudah sampaikan supaya kades melapor kepada saya bila ada hal seperti ini. Sebab sudah ada sekretaris desa yang jadi korban penipuan dengan modus ini,” ungkap Joko Budi Utomo saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya.

Tidak hanya melarang pengiriman uang seperti yang diminta pelaku, Joko Budi mencoba menjebak pelaku penipuan. Caranya dengan meminta kades Klodran dan Malangjiwan untuk bertemu langsung dengan orang yang mengaku bernama Didik, utusan Sekda. Rencananya, camat akan mengajak polisi untuk membekuk Didik saat bertemu dengan kades. Tapi upaya tersebut tidak berhasil lantaran pelaku sudah merasa dicurigai.

“Pelaku memberi nomor ponsel 081282855545 yang menurutnya adalah nomor Sekda Karanganyar. Saat kades saya menghubungi nomor itu dan mengajak bertemu langsung, laki-laki di ujung telepon menolak. Dia lantas membatalkan permintaan penyetoran uang melalui nomor rekening. Saya yakin mereka sindikat penipu,” pungkas Joko Budi geram.

Sekda Karanganyar, Samsi, menyatakan Pemkab Karanganyar tidak pernah memberikan bantuan tanpa prosedur yang jelas.

Read More

500 RTLH Direnovasi Mulai 2013

Sebanyak 500 unit Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di wilayah Karanganyar bakal direnovasi pada 2013. Pemkab Karanganyar menggelontorkan anggaran senilai Rp5 miliar untuk membiayai renovasi RTLH tersebut.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Karanganyar, Sri Desto Untung Raharjo, mengatakan anggaran renovasi RTLH tersebut diajukan saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA – PPAS) 2013 beberapa pekan lalu. Setiap keluarga bakal mendapatkan bantuan senilai Rp10 juta. “Ini baru pengusulan dari Pemkab karena nantinya akan dibahas lagi oleh Dewan,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (2/12/2012).

Menurutnya, terdapat dua SKPD di lingkungan Pemkab Karanganyar yang melaksanakan renovasi RTLH yakni Dinsosnakertrans dan Bapermasdes Karanganyar. Maka dari itu, kewenangan sepenuhnya berada di Bupati untuk menunjuk SKPD yang bakal menangani renovasi RTLH tersebut.

Pihaknya belum dapat memastikan waktu pencairan dana RTLH tersebut pada 2013. Sebab, masih menunggu pembahasan yang dilakukan oleh Dewan sebelum menetapkan APBD 2013. “Terserah Bupati nanti siapa yang ditunjuk untuk mengurusi renovasi tersebut,” paparnya.

Selama ini, renovasi RTLH yang anggarannya berasal dari APBD dikelola oleh Bapermasdes Karanganyar. Sementara bantuan anggaran yang berasal dari Kementerian Sosial dikelola oleh Dinsosnakertrans Karanganyar. Pada 2012, Pemkab telah mengucurkan anggaran senilai Rp500 juta untuk membiayai renovasi sekitar 100 unit RTLH.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Karanganyar, Abdul Saleh Purwanto, menuturkan kemungkinan besar anggaran yang diajukan Pemkab bakal disetujui Dewan. Sebenarnya, pihak eksekutif mengajukan anggaran senilai Rp7 miliar, namun setelah dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karanganyar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maka ditetapkan anggaran renovasi RTLH senilai Rp5 miliar.

Sebelum bantuan tersebut diberikan, tim gabungan Pemkab Karanganyar bakal mensurvei setiap RTLH untuk memastikan kondisinya. Kemungkinan dana renovasi RTLH tersebut dicairkan pada pertengahan 2013 mendatang. “Walaupun nanti masih dibahas oleh Dewan, tapi 75 persen pasti akan disetujui karena menjadi program prioritas setiap tahun. Tim gabungan dari beberapa instansi akan mensurvei terlebih dahulu,” paparnya.

Berdasarkan data Bapermasdes Karanganyar, jumlah RTLH yang tersebar di wilayah Karanganyar sekitar 4.000-5.000 unit. Kemungkinan jumlah tersebut bertambah karena terdapat RTLH yang belum masuk database RTLH.

Read More

Tanah Ambles di Guyon Capai 10 cm

Pergerakan tanah di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu semakin dirasakan masyarakat sekitar. Berdasarkan pengamatan alat peringatan dini atau early warning system tanah di sekitar lokasi ambles mencapai 10 cm.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan seluruh alat peringatan dini yang dipasang di lokasi rawan tanah longsor dinyalakan secara terus-menerus. Langkah ini dilakukan untuk memantau pergerakan tanah saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Alat peringatan dini yang berjumlah 14 unit dinyalakan selama musim penghujan,”.

Selain itu, jalur evakuasi menuju balai Desa Tengklik mengalami kemiringan sekitar 15 derajat. Artinya, pergerakan tanah bisa terjadi sewaktu-waktu apalagi saat terjadi hujan lebat selama lebih dari dua jam.

Pihaknya telah menyiapkan sukarelawan serta sarana dan prasarana untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor. Apabila terjadi tanah longsor, maka para sukarelawan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap warga sekitar.

“Sukarelawan maupun sarana dan prasarana telah disiapkan, mereka akan bergerak cepat menuju lokasi jika terjadi bencana tanah longsor,” jelasnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama berjam-jam maka warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sementara Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jati Wibowo, menyatakan ada beberapa titik lokasi yang rawan tanah longsor antara lain Dusun Guyon, Desa Tengklik, Dusun Mogol, Desa Ledoksari. Selama ini, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD Karanganyar untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor.

Read More

40% Anggota PPK di Karanganyar Berstatus PNS

Sekitar 40 persen anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Kabupaten Karanganyar berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Mereka diminta membuat surat resmi yang berisi menjadi anggota PPK Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng kepada pimpinannya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, Sri Handoko, mengatakan hampir sebagian anggota PPK sebagai instrumen penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng berprofesi sebagai guru. Sementara jumlah anggota PPK yang dilantik oleh KPU Karanganyar berjumlah 85 orang yang tersebar di setiap kecamatan.

“Sebagian anggota PPK Pilgub Jateng statusnya sebagai PNS, makanya kami minta agar mereka membuat surat resmi kepada pimpinannya masing-masing,” , Senin(26/11/2012).

Walaupun berstatus sebagai PNS, namun para anggota PPK tersebut berkomitmen menyelenggarakan Pilgub 2013 secara transparan dan bertanggung jawab. Sebab, mereka telah disumpah saat pelantikan PPK tersebut. Setiap PPK mempunyai lima anggota di setiap kecamatan. Pelantikan PPK tersebut merupakan rangkaian pembentukan badan penyelenggara Pilgub Jateng.

Proses seleksi dilakukan sejak akhir Oktober dengan beberapa tahapan antara lain tes tertulis dan wawancara. Sementara seorang anggota PPK, Maryadi, menyatakan syarat menjadi anggota PPK antara lain berusia paling rendah 25 tahun; tidak menjadi anggota partai politik yang dibuktikan dalam surat pernyataan dan tidak menjadi tim kampanye dari salah satu pasangan calon.

Read More