Category: Berita

Jelang Natal, Penjagaan Gereja Ekstra Ketat

Mendekati Hari Natal, pengamanan tempat ibadah umat Kristiani di Karanganyar ditingkatkan.

Personel Satuan Sabhara Polres Karanganyar mulai melakukan sterilisasi gereja. Tempat ibadah yang disterilisasi yakni Gereja Katolik St Pius X Karanganyar.

Belasan petugas Sabhara mulai menyisir kompleks gereja yang beralamat di Jl Lawu (depan kantor DPU) tersebut sekitar pukul 11.00 WIB. Satu demi satu ruang, bagian dan perabot gereja diperiksa. Pemeriksaan dilakukan baik secara manual oleh petugas, alat pendeteksi logam (metal detector), reflektor dan seekor anjing pelacak.

Dengan didampingi pengurus gereja, tim polisi tidak melewatkan satu pun bagian gereja termasuk ruang-ruang pengurus gereja. Laci-laci meja juga tidak luput dari pemeriksaan petugas. Sebuah tas berwarna hitam yang tergeletak di salah satu kursi ruang peribadatan gereja sempat menarik perhatian petugas. Secara spontan petugas langsung melakukan pemeriksaan fisik termasuk isi tas. Namun setelah dicek ternyata tas tersebut berisi barang-barang pribadi. Tidak lama kemudian seorang jemaat gereja datang dan menyatakan tas tersebut miliknya.

Di sela pemeriksaan gereja, Kasat Sabhara Polres Karanganyar, Iptu Weldi Rozika, menjelaskan, sterilisasi gereja yang akan digunakan untuk peribadatan Natal mutlak dilakukan. Rencananya sterilisasi gereja akan dilakukan jajaran Polres Karanganyar hingga polsek Senin (24/12/2012).

“Gereja kami sterilkan serentak baik dari polres hingga polsek mulai hari ini. Besok sterilisasi juga akan kami lakukan termasuk polsek,” katanya.

Selain sterilisasi gereja, sterilisasi pengunjung gereja akan dilakukan pada Hari Natal. Jemaat dan pengunjung gereja hanya boleh membawa benda yang dibutuhkan untuk peribadatan ke gereja.

Sementara pastur Gereja Katolik St Pius X Karanganyar, Suyadi, menjelaskan, selama ini jumlah jemaat yang mengikuti peribadatan Natal mencapai ribuan orang. Untuk itu dia menyambut positif upaya pengamanan peribadatan yang dilakukan polisi termasuk dengan langkah sterilisasi gereja. Kendati menurutnya selama ini belum pernah ada ancaman atau gangguan keamanan.

Read More

Bupati Rina Nyontreng di Bilik 9

DSC_0026Karanganyar, Sabtu (22/12/2012)

Sebagai bukti warga negara yang baik, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR ikut memberikan suaranya dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kelurahan Jaten, Sabtu (22/12). Tepat pukul 09.45 pagi, dengan ditemani sejumlah kepala dinas, dirinya memasuki area Pilkades dan langsung disambut oleh sejumlah warga yang tengah mengantre melakukan pencontrengan kepada calon pimpinan Desa Jaten.

Seperti ribuan warga lainnya, Rina memperoleh hak untuk memilih satu dari empat calon kades di sana. Selama berdemokrasi di sana, tak sedikit pula warga yang meminta foto dan mengabadikannya melalui kamera ponselnya. Memasuki balai desa, Rina langsung menuju meja panitia Pilkades. Dengan senyum sumringahnya, dirinya puas dengan jalannyaproses demokrasi yang juga digelar di 54 desa lainnya di Karanganyar.

Usai mendapatkan kartu yang berisi suara, dirinya  sibuk mencari bilik. Hanya saja, dari sekian bilik yang kosong, perhatiannya terpaku pada kertas putih bertuliskan nomor sembilan yang ditempelkan di bilik milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu.

Perempuan yang menjadi Bupati dua kali periode itu mengecek kertas suara dan langsung memberikan tanda contreng. Lagi-lagi, usai berburu angka sembilan di bilik suara, hal yang sama juga terjadi untuk kotak suara. angka sembilan-lah yang dipilih untuk menyimpan suara hasil contrengannya.

Pasca memasukkan kertas yang berisi lima foto calon Kades, dia mengisahkan jika nomor sembilan memiliki nilai tersendiri dalam hidupnya. “Angka sembilan itu unik. makanya saya masuk bilik dan kotak nomor sembilan. Nomor HP dan mobil saya juga ada unsur angka sembilannya. itu nomor kecintaan saya,” kata Rina.

Soal Pilkades, Bupati Rina menyampaikan jika pesta demokrasi tahap I ini berjalan dengan lancar. Hal ini didasarkan pada hasil pantauan dari sejumlah kelurahan di Karanganyar di antaranya Ngringo, Pulosari, dan Wonosari. Dikatakannya, semua tahapan sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan. “Ya, sudah sesuai dengan aturan dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Karanganyar itu menegaskan, ada kebijakan baru yang diambilnya bagi  pimpinan di tingkat desa itu. “Kami sudah mengaloklasikan anggaran untuk motor dinas bagi Kades. Entah kades lama tau yang baru, semuanya akan mendapatkan fasilitas itu. Namun, kami berharap, pemilihan ini jangan karena motor, tapi semangat baru membangun desa masing-masing.

.pd

Read More

PILKADES KARANGANYAR: Hari Ini, 205.273 Warga Memilih Kades

Sebanyak 205.273 warga di 55 desa di Kabupaten Karanganyar akan memilih pemimpin mereka melalui mekanisme pemilihan kepala desa (pilkades), Sabtu (22/12/2012).

Ajang pesta demokrasi tingkat desa tersebut dibayang-bayangi bakal membengkaknya jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilih mereka alias golongan putih (golput). Pemicunya ketentuan Perda No 09/2009 Karanganyar yang mengizinkan pilkades dilangsungkan kendati jumlah pemilih yang menggunakan haknya tidak mencapai 2/3 dari DPT.

Perda tersebut baru dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan pilkades tahun ini. Untuk pilkades sebelumnya, panitia penyelenggara masih berpedoman hanya kepada Perda No 24/2006. Perda itu masih mewajibkan penyelenggaraan pilkades diikuti setidaknya 2/3 pemilih dari DPT. Pandangan tersebut diakui Ketua Panitia Pilkades Ngringo, Jaten, Sri Joko Widodo, saat ditemui  di kantor desa setempat, Jumat (21/12/2012).

“Bagi saya bisa mencapai 50 persen DPT sudah bagus. Sekarang Pemkab Karanganyar membuat aturan bila tidak kuroum 2/3 DPT tidak apa-apa. Sebelumnya pakai ketentuan kuorum saja berat. Lha sekarang ini sama sekali tidak. Dampaknya (bagi calon pemilih) jadi setengah-setengah untuk berpartisipasi,” paparnya. Tapi dia mengklaim telah berusaha maksimal supaya sebagian besar calon pemilih menggunakan hak mereka.

Alasannya, Sri Joko menjelaskan, begitu sentral dan pentingnya figur kades di tengah masyarakat utamanya desa Ngringo yang mempunyai calon pemilih paling banyak di Karanganyar yakni mencapai 17.159 orang. Salah satu kelompok masyarakat yang sejauh ini kurang antusias terhadap agenda pilkades yakni golongan remaja atau anak muda.

“Bila kami undang dalam kegiatan selama ini yang aktif adalah generas orangtua. Mungkin anak muda masih sibuk kegiatan di kampus, sekolah dan seterusnya,” imbuhnya.

Menurut Sri Joko fenomena tersebut terjadi merata di seluruh desa di mana pun. Bukan hanya dalam kegiatan pilkades, tapi juga dalam ajang pemilihan kepala daerah dan pesta demokrasi apa pun. Pendapat senada disampaikan
Camat Jaten, Titi Umarni, saat berbincang dengan Espos di sela pemantauan penyampaian visi dan misi calon Kades Jaten. Dia mengakui tidak adanya ketentuan kuorum 2/3 dari DPT membuat penyelenggaraan pilkades jauh lebih mudah.
Selain itu juga berdampak positif terhadap penghematan waktu dan anggaran lantaran pilkades tidak harus diulang.
Hanya saja aturan tersebut membuat celah bagi calon pemilih untuk bersikap apatis atau tidak menyalurkan hak suara mereka semakin besar.

“Celah untuk ketidakhadiran calon pemilih semakin besar saat ini. Jadi memang idealnya, paling tidak 2/3 warga menggunakan hak suara mereka. Sehingga pemimpin yang dilahirkan adalah benar-benar yang dikehendaki masyarakat,” urainya.

Read More

Drs. SAMSI, MSi TERPILIH MENJADI KETUA KORPRI KABUPATEN KARANGANYAR

Karanganyar, Jumat  (21/12/2012)

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Karanganyar mengadakan  Musyawarah Kabupaten (Muskab) Tahun 2012 untuk memilih pengurus baru di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (20/12). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari Unit SKPD dan juga Sub Unit di 17 Kecamatan.

Dalam Muskab yang berlangsung meriah itu, menghasilkan keputusan terpilihnya Drs. Samsi, MSi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Karanganyar secara aklamasi, masa bakti 2012-2017, menggantikan Kastono, DS.  Selain itu juga terbentuk pengurus baru secara musyawarah.

Drs. Samsi, MSi yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar mengatakan dirinya siap mengemban amanat yang diberikan oleh para anggota Korpri Kabupaten Karanganyar.

“Saya mengucapkan terima kasih dan siap menjalankan program kerja yang dihasilkan. Selain itu sebagai anggota Korpri mendukung pembangunan di daerah,”ujar dia.

Muskab itu juga mencatat program kerja yang merupakan usulan agar menjadi pedoman bagi pengurus baru untuk kepentingan Korp Abdi Negara itu.  Usulan-usalan itu antara lain mengembangkan kerjasama dengan organisasi sejenis (publik servis) di tingkat regional, mengupayakan Kartu Tanda Anggota (KTA) Korpri menjadi kartu multiguna (sebagai ATM, polis asuransi) bekerjasama dengan BKN, perusahaan perbankan asuransi. Selain itu juga mengusulkan mengembangkan sistem pemberian penghargaan terhadap personil anggota maupun institusi (Korpri Award).

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, SH, MH yang membuka Muskab yang diadakan pertama kali itu  mengharapkan pengurus yang terpilih benar-benar memiliki kapabilitas, kapasitas, dan akseptabilitas. Yang tak kalah penting pengurus nanti adalah pribadi yang benar-benar punya komitmen untuk memajukan organisasi dan mensejahterakan anggota.

”Berkaitan dengan penentuan program kerja, agar merumuskan program kerja yang inovatif, riil dan senantiasa mengakomodasi kepentingan anggota,” tegas dia.

Dalam acara yang sama, Kepala Bidang Disiplin Jiwa Korp dan Wawasan Kebangsaan Korpri Jawa Tengah, Drs. Rudy Apriantono, MSi membacakan sambutan Ketua Dewan Pimpinan Korpri Provinsi Jawa Tengah mengatakan, Korpri harus senantiasa meningkatkan kinerja dan produktivitas. Kemudian, menegakkan netralitas PNS dalam menghadapi Pilkada, Pilpres, Pilleg, maupun pemilihan anggota DPD. Selain itu, memantapkan reformasi birokrasi.

”Anggota Korpri, merupakan salah satu pilar penyelenggara pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, senantiasa dituntut memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ucapnya.

 

.pd

Read More

BESOK, 55 DESA GELAR PILKADES

Karanganyar, Jumat (21/12/2012)

Sebanyak 55 Desa yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar, Sabtu (22/12) besok sekitar pukul 08.00-13.00 WIB menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak. Pilkades itu merupakan tahap I dari II tahap yang digelar Pemkab Karanganyar. Sementara itu, Pilkades tahap II direncanakan pada 21 Februari 2013.

Rangkaian Pilkades Tahap I telah melalui berbagai tahapan perencanaan yang dimulai pada awal bulan Oktober 2012 dan berakhir  pada pelantikan Kepala Desa, yakni 22 Januari 2013 mendatang.

Pada pelaksanaan Pilkades Tahap I meliputi 14 Kecamatan dan 55 desa. Yakni Kecamatan Jaten dua desa, Kebakkramat tujuh desa, Mojogedang tiga desa, Gondangrejo delapan desa, Colomadu dua desa, Jatiyoso empat desa, Jatipuro tiga desa, dan Jumapolo lima desa.

Selain itu, di Kecamatan Jumantono yang juga menggelar pemilihan langsung itu tiga desa, Tawangmangu lima desa, Karangpandan enam desa, Ngargoyoso dua desa, serta ditambah Kecamatan Kerjo empat desa, dan Jenawi satu desa.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih, mengharapkan agar pelaksanaan Pilkades bisa berjalan lancar, tertib dan tercipta keamanan yang kondusif.

“Calon Kepala Desa dan juga para pendukungnya serta semua elemen masyarakat yang ada di Karanganyar supaya menjaga kondusifitas lingkungan. Kemudian juga memegang teguh kesepakatan bersama yang telah dibuat yakni siap menang siap kalah,” tegas dia ketika dijumpai beberapa hari yang lalu.

 

.pd

Read More

PILKADES KARANGANYAR: Siang ini, Calon Kades 55 Desa Kampanye

Sebanyak 120 bakal calon (balon) kades dari 55 desa di Kabupaten Karanganyar akan mengikuti penetapan menjadi calon kades Jumat (21/12/2012) jam  09.00 WIB di balaidesa masing-masing.

Penetapan calon kades akan dilakukan serentak di 55 desa. Setelah penetapan calon kades, mereka dibolehkan menyosialisasikan diri mereka atau berkampanye hingga pukul 24.00 WIB.

Namun dalam pelaksanaan kampanye diharapkan semua calon kades menjunjung tinggi nilai nilai kebersamaan. Jangan sampai masa kamoanye yang 15 jam diisi dengan sikap tercela menjelek jelekkan lawan politik.

Camat Gondangrejo, Karanganyar, Suhardi, menyatakan akan memantau langsung kampanye calon kades. “Tidak boleh saling menjatuhkan dan menjelek jelekkan lawan. Kondusivitas harus selalu dijaga,” ajaknya.

Read More

Longsor, Jalan Jatiyoso-Matesih Lumpuh

DSC_0141Karanganyar, Kamis (20/12/2012)

Longsor yang terjadi di Desa Jatiyoso, Selasa (18/12) malam kemarin, mengakibatkan terputusnya ruas jalan di Karangsari yang menghubungkan Jatiyoso, Matesih, dan Karangpandan. Longsoran tanah itu menutup ruas jalan itu memiliki ketinggian antara tiga hingga delapan meter.

Data Pemkab Karanganyar menyebutkan longsoran tersebut ada tiga titik longsoran. Titik tersebut berada di Dusun Pacet, Plobosempun, dan Tlobo. Hingga Rabu (19/12), alat berat belum bisa memasuki area longsoran. Akibatnya, warga dan petugas berusaha menyingkirkan tanah longsoran itu dengan alat seadanya.

Salah seorang staff Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Supriyadi menjelaskan, jalan di Dusun Pacet yang tertimbun longsong sepanjang 30 meter dengan ketinggian lima meter. Sementara itu, titik longsor di Dusun Plobosempun memiliki panjang 50 meter dan tinggi delapan meter. “Kalau jalan di Desa Tlobo, longsor menutup jalan sepanjang 1 meter dengan ketinggian sekitar tiga meter,” kata Supriyadi saat ditemui di lokasi longsoran.

Terkait dengan penanganan longsor, Pemkab menegaskan jika langkah pengerukan longsoran memerlukan waktu yang cukup lama. Tidak hanya satu hingga dua hari, akan tetap dinas memprediksi pengerukan membutuhkan waktu hingga sebulan ke depan.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU, Suparmin. Pihaknya beralasan jika lamanya waktu pengerukan lantaran jalan yang tertutup tanah longsor sangat panjang. Apalagi, ketinggian longsoran juga bisa dikatakan sangat tinggi. “Kemungkinan memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikan itu,” ungkap Suparmin.

Dia mengaku kesulitan untuk mengerahkan backhoe besar, karena harus memakai trailer. Oleh karena itu, pihaknya hanya bisa menggunakan backhoe kecil. “Jumlahnya juga hanya satu. Itu karena alat berat yang kami punya pun juga harus dipergunakan untuk pengerjaan proyek lainnya,” jelas Suparmin.

Ditemui di lokasi longsoran, salah seorang warga, Elis memaparkan jika aktivitasnya dan warga sekitar terganggu akibat longsor yang memutus jalur Matesih-Karangpandan itu.

“Jalan itu benar-benar tidak bisa dilalui motor. Kalau warga ingin nekat ya harus berjalan. Tapi alternatif lainnya, warga bisa memutar arah melewati Jatipuri atau Desa Beruk,” ujar Elis.

 

 

.pd

Read More

LONGSOR JATIYOSO TELAN SATU KORBAN JIWA

Karanganyar, Rabu (19/12/2012)

Hujan yang sangat deras sejak Selasa (18/12) siang hingga malam menyebabkan longsor di empat titik wilayah Kecamatan Jatiyoso, di Karanganyar. Empat titik longsoran tersebut antara lain Dusun Margorejo Desa Jatiyoso, Dusun Duwetan Desa Tlobo, serta Dusun Gondang dan Karang Desa Karangsari.

Tidak hanya menimbun sejumlah rumah beserta isinya dan korban luka, namun longsoran tanah itu juga memutus jalan penghubung Karanganyar-Matesih-Jatiyoso. Tidak hanya itu, bencana itu juga merenggut salah seorang warga Dusun Margorejo RT 2/ RW XIV Desa Jatiyoso, Waginem (55).

Dari penuturan sejumlah saksi, kronologi longsor itu didahului dengan gempa yang cukup kuat dan dirasakan oleh warga sekitar. Saat kejadian, tepatnya pukul 18.30 malam, Waginem beserta anggota keluarganya yakni suami, cucu, dan orang tuanya berada di dalam rumah. Meski tiga anggota keluarganya lolos, namun nasib naas menimpa Waginem yang terjebak di dalam rumahnya.

Korban baru ditemukan dalam kondisi sudah tewas oleh tim gabungan SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar pada Rabu (19/12) pagi.

Sementara itu, data Pemkab Karanganyar menyebutkan, longsor yang terjadi di daerah yang cukup tinggi itu juga menyebabkan dua orang mengalami luka ringan. Yaitu suami dari Wagiyem, Ngatman (53) dan Siska (14) yang merupakan cucu dari korban meninggal itu. Akibat longsor itu, Pemkab juga mencatat ada satu rumah yang mengalami rusak berat yakni di Dusun Duwetan RT 16/  RW VIII Desa Tlobo, Jatiyoso atas nama Bapak Dikun (52).

Mengetahui wilayahnya terjadi bencana longsor, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR langsung meninjau lokasi, Selasa (18/12) malam. Pihaknya langsung melakukan prosedur tanggap darurat bencana dengan menggandeng BPBD, SAR, dan sejumlah pihak terkait.

Ditemui keesokan harinya, Rina mengaku telah melakukan antisipasi. “Kami langsung instruksikan kepada sejumlah pihak  untuk menerapkan tanggap darurat. Dan alhamdulillah, pagi tadi Ibu Wagiyem sudah ditemukan,” kata Rina, Rabu (19/12).

Pihaknya berharap kejadian serupa tidak akan terulang. Guna mengantisipasi hal yang sama, pihaknya berencana memasang warning system di lokasi-lokasi yang dirasa rawan terhadap bencana longsor, termasuk Jatoyoso. “Kami juga mengeliarkan instruksi, di mana daerah dengan kemiringan 45 derajat tidak boleh ditanami tanaman sayuran, semuanya harus tumpang sari,” ujarnya.

 

 

.pd

Read More

PENGAMANAN NATAL: Polisi Pasang Metal Detector di Gereja

Polisi bakal memasang alat metal detector di setiap gereja untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan umat Kristiani yang tengah beribadah.

Pernyataan ini disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo  Selasa (18/12/2012).

Pengamanan Natal dan Tahun Baru difokuskan pada tempat beribadah. Petugas bakal disiagakan selama pelaksanaan misa di setiap gereja.

Metal detector dan anjing pelacak sudah disiapkan, kami tidak mau kecolongan bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” katanya, Selasa siang.

Selain itu, pengamanan juga bakal diprioritaskan pada pusat keramaian dan perbelanjaan di Karanganyar. Lokasi tersebut bakal dijaga super ketat agar tidak terjadi tindak kriminalitas. Sebab, dipastikan pusat keramaian maupun perbelanjaan bakal dipenuhi warga yang ingin merayakan malam Tahun Baru.

Polres Karanganyar menyiapkan 2/3 kekuatan polisi atau sebanyak 600 polisi untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. “Ormas dan elemen masyarakat juga dilibatkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru. Kami ingin situasi keamanan Karanganyar tetap kondusif,” jelasnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Karanganyar, AKP Didik Noer TJ, menyatakan penjagaan di wilayah perbatasan antara Karanganyar dengan Solo bakal diperketat. Polres Karanganyar bakal di back-up Satuan Brimob Polda Jateng yang disebar di beberapa lokasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi teror yang semakin nekat pada akhir-akhir ini.

Apalagi mobilitas kendaraan bermotor yang melewati wilayah perbatasan seperti Palur dan Sroyo cukup tinggi. “Aksi teror sudah berani menembak petugas makanya penjagaan di wilayah perbatasan dengan Solo diperketat dengan bantuan personel Brimob,” tambahnya

Read More

BUPATI RINA: DANA BLM JANGAN DIPOTONG!

Karanganyar, Selasa (18/12/2012)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih mengingatkan kepada penerima dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) agar tidak memotong dana yang diberikan. Hal itu dikarenakan adanya  oknum yang memotong dana bantuan yang peruntukkan pembangunan infrastruktur desa.

“Kami menerima sejumlah laporan adanya oknum yang bisa membantu BLM dan memotong uang bantuan. Untuk itu, saya minta Inspektorat untuk mengawasi dengan ketat dana bantuan APBD ini,” tegas Bupati Rina, dalam acara pengarahan dan pemberian dana BLM yang dihadiri oleh kepala desa (Kades) dan camat di Aula Dinas Pekerjaan Umum, Karanganyar, Senin (17/12) siang.

Sebelumnya, sejumlah orang mengeluhkan masih adanya potongan untuk penyaluran bantuan itu. Potongan oleh oknum ini besarnya bervariasi antara 20-30 persen. “Kami sudah sering mengingatkan jangan mau kalau uangnya dipotong. Bantuan itu sudah dianggarkan di APBD. Semuanya harus clean and clear ” imbuhnya.

Dana ini untuk masyarakat dan diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar. Merujuk pada aturan yang ada, BLM digunakan untuk meningkatkan infrastruktur desa. Pada kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Didik Joko Bakdono memaparkan, total BLM yang telah diberikan selama tahun 2012 mencapai Rp 26,9 miliar. Sedangkan, BLM yang telah disalurkan pada tahap ke-IV ini mencapai Rp 7,4 miliar.

.pd

Read More