Category: Berita

PEMKAB KARANGANYAR BERIKAN BANTUAN KORBAN BANJIR JAKARTA

Karanganyar, Rabu (23/01/2013)

Bantuan korban banjir Jakarta di masukan ke dalam truk, Selasa (22/01)

Bantuan untuk korban banjir Jakarta di masukan ke dalam truk, Selasa (22/01)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan bantuan ke korban banjir Jakarta, yang berupa lima ton beras, sayuran, dan 2.000 paket keperluan sehari-hari. Selain itu juga ada perahu karet, tenaga medis, dan relawan  sejumlah 60 orang.

“Pengiriman bantuan itu dimaksudkan untuk meringankan beban korban bencana bajir di Jakarta,” jelas Sumarno, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar.

Bantuan itu dikirimkan melalui jalan darat dengan menggunaakan lima truk, bis, dan menyertakan ambulance PMI. Rombongan berangkat dari Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (22/01) siang. Tampak Bupati Karanganyar, Rina Iriani melepas langsung pengiriman bantuan.

Bupati Rina Iriani menjelaskan, bantuan tersebut murni dikumpulkan dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat umum. “Bantuan yang besarnya mencapai Rp. 350 juta ini bersifat swadaya, bukan dari APBD atau pos anggaran tanggap darurat bencana untuk Karanganyar,” kata Rina Iriani.

Sekedar informasi, bantuan ini akan di berikan kepada warga yang terkena bencana banjir di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

.pd

Read More

Tikus Serang Pertanian Karanganyar

Para petani di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar diimbau waspada terhadap serangan hama tikus di wilayah mereka. Karena hama perusak tanaman itu saat ini tengah mengganas di desa tetangganya di sekitar Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

“Serangan hama tikus di Kecamatan Colomadu relatif kecil atau tidak membahayakan. Tetapi para petani hendaknya tetap waspada, sebab saat ini tikus mulai menyerang tanaman padi di Sawahan. Karena itu Klodran yang wilayahnya berdekatan dengan Sawahan saya harap waspada,” kata Kepala Balai Penyuluhah Pertanian Kecamatan Colomadu, Wahono ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (22/1/2013).

Menurut dia para petani harus rajin dalam mencermati sawah masing-masing dari gangguan serangan hama tikus. Sehingga jika di sawah ditemukan lubang tikus hendaknya segera dibasmi.

Dikhawatirkan jika hal itu tidak segera diatasi secepat mungkin akan beranak-pinak dan berkembang biak dengan cepat. Jika sudah demikian, papar dia, para petani akan menelan kerugian.

Secara terpisah, salah seorang petani di Klodran, Arto, 67, mengatakan dia mengaku selalu mengontrol sawahnya agar sawahnya tak diterjang hama tikus. “Serangan hama tikus memang mengerikan, sebab kalau tidak segera diatasi petani tidak akan kebagian gabah,” kata dia.

Dia menjelaskan saat ini tanaman padinya yang telah berusia dua pekan aman dari terjangan hama tikus. Sebab sawah yang ada satu blok dengan sawahnya saat ini masih aman dari gangguan hama tikus.

Sedangkan salah seorang petani warga Tohudan, Colomadu, Wahyudi mengatakan sawah di desanya sementara ini aman dari serangan hama tikus. Namun dia mengaku tetap waspada, karena serangan hama tikus dinilai amat menyengsarakan para petani.

“Kalau serangan wereng atau walang dampaknya tidak seketika terlihat seperti tikus.

 Sumber : http://www.solopos.com/

Read More

Kecelakaan Karambol, 2 Luka Berat

Kecelakaan karambol dengan melibatkan bus Harta Sanjaya, mobil Toyota Avanza, dan sepeda motor terjadi di Jalan Lawu tepatnya di depan SPBU Popongan, Karanganyar Kotapukul 14.00 WIB. Akibat kecelakaan itu dua orang mengalami luka parah dan dua lainnya luka ringan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, bus Harta Sanjaya AD 1520 CF melaju cukup kencang dari arah Tawangmangu. Sementara itu dari arah berlawanan juga melintas Toyota Avanza AD 8436 TF dengan kecepatan sedang namun melaju terlalu di sebelah kanan jalan.

Sopir bus Harta Sanjaya, Paidi, warga Plosorejo, Matesih, yang melihat Avanza tersebut pun membunyikan klakson, namun Avanza tersebut tetap pada posisinya. Karena jaraknya sudah sangat dekat, sopir bus tersebut berusaha membanting kemudi ke kiri, namun tabrakan keras tetap tak terhindarkan.

Usai menghantam Avanza yang dikemudikan Sutrisno, bus tersebut kemudian terperosok ke selokan di sisi kiri jalan. Sedangkan Avanza yang mendapat hantaman keras itu posisinya sampai berbalik 90 derajat menghadap ke arah barat. Bagian depan mobil itu pun hancur.

Tak sampai di situ, dari arah barat melaju motor Honda Revo AD 4330 WZ yang dikendarai Yuni Kartikawati dan menghantam Avanza itu. Motor yang dikendarai pegawai Dishubkominfo Karanganyar tersebut kemudian terjun ke sawah di sebelah SPBU Popongan.

Pengendara motor dan sopir Avanza mengalami luka cukup parah dan langsung dilarikan ke RSUD Karanganyar, namun kemudian dirujuk ke RS Dr Oen Kandangsapi, Solo. Sedangkan dua penumpang bus yang terpelanting dari tepat duduknya hanya mengalami luka ringan. Keduanya adalah pelajar yang akan pulang dari sekolah.

“Saya kaget melihat Avanza yang melaju terlalu ke kanan. Walaupun sudah banting setir, namun posisi Avanza terlalu di tengah jalan, jadi tetap berbenturan,” kata Paidi, sopir bus. Ia menduga, sopir Avanza tersebut dalam keadaan mengantuk dan sendirian di dalam mobil. Pasalnya, klakson busnya sudah dibunyikan berulang-ulang dan suaranya cukup keras.

Sementara itu salah seorang kerabat Sutrisno, Sunarto, mengakui bahwa saudaranya dalam keadaan mengantuk, setelah sebelumnya ikut menunggui anaknya yang akan melahirkan di RS Dr Oen, Solo. “Rencananya dia (Sutrisno) akan kembali ke rumahnya di Bangsri, Karangpandan untuk menjemput istrinya yang ingin ikut menunggui anaknya di rumah sakit,” ujar Sunarto.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Faris Budiman, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Namun dugaan awal sopir Avanza tersebut menyetir dalam kondisi mengantuk

Read More

Disdikpora Mulai Kelola GOR

Pengelolaan Gedung Olahraga (GOR) Karanganyar akan dipegang oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar. Hal itu mengingat pembangunan GOR yang terletak di Tegalsari, Bejen, Karanganyar Kota (belakang DPRD) tersebut masih akan berlangsung hingga beberapa tahap lagi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Disdikpora Karanganyar, Sri Suranto, Minggu (20/1). Menurutnya, selama pembangunan GOR masih berlangsung maka pengelolaan masih akan di bawah kendali pihaknya. “Ini kan baru selesai tahap pertama pengerjaan GOR. Nanti masih ada lanjutannya. Jadi belum selesai pembangunannya,” kata Suranto.

Proyek pembangunan GOR Karanganyar yang didanai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dikerjakan oleh PT Setya Dharma dari Solo. Saat ini pembangunan GOR baru selesai pembangunan tahap pertama senilai Rp 7,4 miliar. Sedangkan secara keseluruhan pembangunan GOR akan menelan dana sebesar Rp 32 miliar.

Ketua Komite Proyek Pembangunan GOR Karanganyar, Nur Halimah, mengutarakan bahwa meskipun baru selesai tahap pertama, GOR tersebut sudah dapat dinikmati oleh masyarakat. “Saat ini juga sudah ada yang mulai menggunakan. Siapa saja yang mau mencoba dipersilakan,” terangnya

 Sumber : http://joglosemar.co/2013/01/disdikpora-mulai-kelola-gor/

Read More

Jalanan Gelap, Ambulans Pembawa Jenazah Nyaris Masuk Jurang

Sebuah mobil ambulans yang sedang mengangkut jenazah Almarhumah Sawitri, 55, terperosok ke bibir jurang Kali Bagor di Dusun Daleman, Ploso, Jumapolo, Karanganyar, Sabtu (19/1/2013) malam. Beruntung mobil ambulans milik yayasan pengelola Masjid Jami’ Bintaro Jaya, DKI Jakarta itu, tidak terjun bebas ke dasar jurang dengan kedalaman mencapai sembilan meter tersebut. Badan mobil dengan pelat nomor kendaraan B 1722 CD itu nyangkut di bibir jurang.

Salah seorang saksi mata, Sriyanto mengatakan, saat kejadian mobil ambulans dikendarai oleh Haryono dan Wahyudi, 34. Mereka adalah sopir ambulans yang ditugaskan mengantar jenazah Sawitri, 55, asal Krayapan, Rejosari, Desa Jatisuko, Jatipuro, Karanganyar.

Saat kejadian mobil ambulans terdapat tiga penumpang bernama Luki Anggoro, Anwar dan suami dari almarhumah Sawitri. Mobil ambulans diberangkatkan ke rumah duka dari Daerah Bintaro Jaya, DKI Jakarta. Namun saat melintas di lokasi kejadian yang memang gelap gulita sekitar pukul 23.00 WIB, mobil ambulans keluar jalur. Beruntung badan kendaraan tersangkut di bibir jurang. “Saat itu kebetulan saya sedang lewat. Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat sekitar yang kebetulan lewat maupun yang mendengar kabar kecelakaan tunggal tersebut,” kata Sriyanto.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Warga yang kebetulan lewat membantu proses evakuasi korban dan jenazah Sawitri. Selanjutnya jenazah diangkut menggunakan mobil darurat ke rumah duka. Saksi mata lainnya, Heru, menuturkan, untuk evakuasi mobil ambulans baru dilakukan Minggu pagi, menggunakan mobil derek.

Menurutnya jalur yang dilintasi mobil ambulans memang berbahaya utamanya bagi yang belum hapal medan. Di kanan dan kiri jalan terdapat jurang menganga, ditambah lagi minimnya penerangan umum di sepanjang jalan. “Peristiwa ini sempat membuat banyak warga berkerumun,” ujarnya.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, melalui Kasatlantas AKP Suwarsi, mengaku tidak mendapatkan laporan perihal kecelakaan tersebut. Menurut dia untuk kecelakaan tunggal yang tidak memakan korban jiwa memang jarang dilaporkan. Apalagi lokasi kejadian berada di daerah pelosok seperti Jumantono.

 Sumber : http://www.solopos.com

Read More

BUPATI RINA : PENGUNAAN PAKAIAN JAWA JALAN TERUS

Karanganyar, Sabtu (19/01/2013).

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menegaskan penggunaan pakaian dinas adat Jawa setiap Rabu pada Minggu pertama dan kedua, tetap jalan terus.

Penegasan ini disampaiakn Rina menindaklanjuti kritikan dari DPRD Karanganyar. Di mana, wakil rakyat menilai penggunaan busana daerah bisa menghambat pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, DPRD meminta Pemkab mengkaji ulang kebijakan pakaian dinas  itu.

Ditemui usai acara Jumatan Keliling (Jumling), Rina mengungkapkan, meski mendapat masukan dari DPRD, kebijakan itu tidak akan diubah. “Penggunaan pakaian jawa itu hanya sebulan dua kali saja. Jadi, menurut kami tidak menjadi masalah. Apalagi, laporan yang masuk ke saya menyebutkan pelayanan juga masih tetap lancar,” kata Rina, Jumat (18/01) siang.

Dia memaparkan, pengeluaran kebijakan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, dengan menggunakan busana tersebut, maka secara langsung ikut melestarikan budaya daerah. “Ini kan bagian dari budaya yang adi luhung. Wajar bila kita melestarikannya. Oleh karena itu, kami menginstruksikan kepada semua PNS di wilayah Karanganyar untuk menggunakannya setiap hari Rabu pada Minggu pertama dan kedua di tiap bulannya,” ujarnya.

Terkait dengan kritikan dari kalangan legislatif, orang nomor satu di jajaran Pemkab Karangayar itu mengaku sah-sah saja. Hal ini terkait dengan fungsi pengawasan yang melekat pada 45 wakil rakyat di Bumi Intanpari itu.

.pd

Read More

Kebun Benih Tohudan Perbanyak Bibit Papaya Kalina

Kebun Benih Hortikultura didesa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Provinsi Jateng memperbanyak bibit tanaman papaya jenis California (Kalina), di lahan perkebunan seluas tiga hektare.

Hal itu dikarenakan banyaknya  permintaan buah segar di Solo.

“Pasar buah papaya Kalina di Solo masih sangat besar, bahkan kami sering kali kewalahan memenuhi permintaan pasar. Di pasaran harga papaya ini dijual antara Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogram,”  Guna mememnuhi permintaan pasar pihaknya kemarin menanam lagi 700 benih usia 40 hari. Dengan demikian di kebunnya saat ini kira-kira terdapat 1.700 pohon papaya Kalina.

Dia menjelaskan pihaknya kini juga menjual benih berusia 30 sampai 40 hari dengan harga Rp2.000 per batang. Benih berusia 30 sampai 40 hari tersebut dinilai tepat untuk ditanam karena, jika terlalu tua akan berdampak pada kekuatan batang tanaman saat ditanam di tanah.

Dwi berharap delapan bulan mendatang tanaman papaya yang baru saja ditanam itu buahnya sudah bisa dipanen. Sehingga kemampuan memasok permintaan pasar menjadi bertambah banyak.

Dengan 1.000 pohon yang ada, pihaknya mampu mengumpulkan 1 kwintal sehari. Namun hasil tersebut dianggap masih jauh dari memadai, sebab saat ini berapa pun barang yang ada akan diterima pedagang di Pasar Gedhe.

“Kalau musim papaya, kami biasanya tiga hari sekali memanen papaya yang saat ini sedang digemari konsumen. Selain saya setor ke Pasar Gedhe saya juga sering mendasarkan buah ini di Manahan.”

Dia menjelaskan papaya jenis Kalina relatif lebih menarik dibanding papaya jenis Hawai yang juga sedang digemari warga. Tetapi bentuk papaya Kalina yang memanjang relatih lebih banyak digemari konsumen dibanding papaya Hawai yang berbentuk bulat.

Sementara itu salah seorang warga Kerten, Laweyan, Solo, Dian, 37, yang mengaku telah menanam papaya tersebut membenarkan, buah papaya Kalina saat ini sedang laku di pasaran. “Saya juga menanam papaya ini di luar kota, hasilnya lumayan bagus,” papar dia ketika berkunjung di Kebun Benih di Tohudan.

Read More

DPRD Minta Alat-alat Kesehatan Segera Didistribusikan

DPRD Karanganyar mendesak agar alat-alat kesehatan program bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012 Kementerian Kesehatan segera didistribusikan. Pasalnya, sudah lebih dari setengah bulan ini alat-alat kesehatan tersebut ngendon di gudang kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar.

Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan tidak ada alasan bagi Pemkab untuk menunda pendistribusian alat-alat kesehatan senilai Rp 1,6 miliar itu. Sebab jika dilihat dari segi fungsi dan peruntukannya, alat-alat itu sangat dibutuhkan oleh puskesmas-puskesmas penerima. “Harus segera didistribusikan ke puskesmas penerima,” katanya usai rapat paripurna di gedung DPRD, Kamis (17/1).

Terdapat 10 item alat kesehatan yang dibeli oleh Dinkes, yakni minor set sebanyak 21 unit, partus set 25 unit, dental set 21 unit, tensimeter 65 unit, stetoskop 65 unit, microwave diatermi 13 unit, kasur periksa empat buah, gyn bed (kasur melahirkan) empat buah, dan boks bayi empat buah.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, dirinya mengingatkan agar jangan sampai alat-alat kesehatan yang masih ngendon di gudang Dinkes disalahgunakan. Ia pun juga mewanti-wanti agar alat kesehatan tersebut harus sesuai dengan bestek dan kualifikasi pengadaan. “Jangan sampai ada permainan di alat kesehatan ini,” ujar Juliyatmono.

Ketua Komis IV DPRD, Eko Setiyono, yang membawahi bidang kesehatan, mengutarakan pengadaan alat kesehatan tersebut, pihak Dinkes tidak pernah mengomunikasikannya dengan kalangan legislatif. “Hingga saat ini belum ada laporan dari Dinkes tentang pengadaan alat kesehatan itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap seluruh alat kesehatan yang baru dibeli tersebut. pasalnya, seluruh barang tersebut menjadi bagian dari aset milik Pemkab. “Hingga saat ini masih diinventarisasi sebagai aset daerah. Akhir Januari ini akan kami distribusikan,” jelas Cucuk.

Read More

PRODUKSI BUAH DURIAN HASILKAN PULUHAN RIBU TON

DSC_0121

Bupati Rina Iriani mencicipi durian produk lokal Karanganyar saat panen durian, di desa Ploso, Jumapolo, Rabu (16/01).

Karanganyar, Kamis (17/01/2013)

Tujuh Kecamatan di Karanganyar yakni Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, Matesih, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro menghasilkan durian sebanyak 22.000 ton/ tahun. Meski demikian, hanya sebagian pohon yang menghasilkan durian yang siap jual.

“Tahun ini produksi durian turun cukup banyak. Ini di sebabkan karena faktor cuaca. Saat ini intensitas hujan sangat tinggi, di bandingkan tahun lalu musim kemarau panjang,” jelas Siti Maesyaroch, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, dari 190.000 pohon durian di Kabupaten Karanganyar, 65.000 saja yang menghasilkan buah dan siap di panen. Dari ribuan pohon itu, bisa dihasilkan 20.000-22.000 ton/ tahun.

“Kita  mengembangkan jenis Varietas Unggul Nasional asal Karanganyar seperti Sukun, Teji, dan Lawkra,” jelas dia, di sela-sela Panen Durian di desa Ploso, Jumapolo, Rabu (16/01).

Varietas itu mempunyai keunggulan komparatif, berdaya saing, sehingga mampu menciptakan ciri khas suatu daerah. Selain itu juga, mengembangkan unggul lokal di masing-masing wilayah seperti durian Bodong (Jatipuro), Gundul dan Jingga (Jumapolo), Gendon (Jumantono), Ledek (Matesih) dan Arum Kuning (Mojogedang).

“Selain itu juga mengembangkan jenis introduksi baru seperti Montong dan Kani,”  imbuh Siti Maesyaroch.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dispertanbunhut akan mengembangkan sentra durian dengan menyediakan bibit unggul, melakukan pembinaan pengetahuan dan ketrampilan penangkar benih, dan pembentukan kebun entrys.

“Pelatihan petani dan kerjasama dengan semua pelaku yang terkait dengan pengembangan durian juga akan kita lakukan,” jelas wanita berjilbab itu.

Pada acara yang sama setelah panen durian, Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih mengatakan Dispertanbunhut telah mengijinkan Sub Terminal Agrobisnis (STA) Karangpandan dipakai untuk pemasaran durian milik petani.

“Petani durian bisa memasok ke STA. Tetapi jika ingin memasarkan sendiri di BPP, saya persilakan, nanti koordinasi dengan Dispertanbunhut,” jelas Bupati Rina Iriani.

.pd

Read More

KANTOR PERPUSDA RESMI PINDAH

Karanganyar, Selasa(15/01/2013)

Kantor Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Karanganyar resmi pindah, Selasa (08/01) pekan kemarin dari tempat yang lama depan Alun-alun Karanganyar yang nantinya akan dibuat kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ke tempat yang baru, yakni di bekas bangunan Rumah Sakit Daerah (RSD) yang bersebelahan dengan Radio SWIBA.

Perpindahan itu membawa dampak menurunnya pengunjung yang sangat drastis ke Perpusda. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi yang baru, walaupun ada papan namanya.

“Ketika ditempat yang lama bisa antara 50-100 pengunjung. Namun, saat ini, setiap hari hanya lima hingga 10 pengunjung saja,” kata Pustakawan Perpusda, Parwoto, Senin (14/1).

Dia juga menambahkan bahwa lokasi Perpusda yang baru ini kurang strategis, karena tertutupi oleh dua bangunan kosong yang difungsikan untuk gudang yang berada di depan, sedangkan bangunan utama yakni tempat membaca berada di tengah. Sehingga yang terlihat dari jalan raya hanya dua gudang kosong itu.

“Dengan begitu, pengunjung harus berjalan agak ke dalam untuk mengetahui perpustakaan,” imbuh dia.

Perpindahan Perpusda ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 300 juta. Namun, anggaran ini hanya cukup untuk pembenahan dan penataan  gedung utama perpustakaan dan kantor staf.

Parwoto memaparkan, jika ada tambahan anggaran di tahun ini, bisa jadi dapat membenahi sedikit demi sedikit kondisi luar Perpustakaan, dan berencana menyediakan fasilitas Wifi untuk daya tarik pengunjung.

. pd

Read More