Category: Berita

Balon Kades Tanda Tangani Pakta Integritas

Karanganyar, Senin (04/02/2013).

Penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Bakal calon kepala desa di saksikan oleh Bupati Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (04/02)

Penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Bakal calon kepala desa di saksikan oleh Bupati Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (04/02)

209 bakal calon kepala desa (Balon Kades) yang akan maju dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) pada 21 Februari 2013 di 91 desa menandatangani Pakta Integritas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (04/02) pagi.

Balon kades harus bertanggungjawab menjaga dan mewujudkan kondisi wilayah yang kondusif, mengarahkan masa pendukung dan kader untuk tidak melakukan tindakan atau kegiatan yang menimbulkan kerawanan sosial di masyarakat. ” Penandatanganan ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama mewujudkan kondisi wilayah yang tentram, aman, dan nyaman,” ujar Any Indri Hastuti, Asisten Pemerintahan.

Adapun isi Pakta Integritas ini yaitu bertanggung jawab menjaga dan mewujudkan kondisi wilayah yang kondusif baik sebelum, pada saat pemilihan maupun sesudah pelaksanaan pilkades. Bersikap tulus dan ikhlas (legowo) untuk menerima hasil pilkades.

Berdasarkan catatan yang dimiliki, balon Kepala Desa terdiri dari incumbent sebanyak 60, balon kades tunggal 27, kemudian untuk laki-laki sebanyak 185. Sedangkan perempuan yakni 24 orang.

Setelah penandatanganan kesepakatan bersama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mengatakan jika menjadi pelayan masyarakat harus bersikap satria, perwira, tidak boleh marah jika kalah dalam pilkades. “Sebenarnya tujuan saudara-saudara sangat mulia, karena ingin melayani masyarakat. Saya juga bangga kepada perempuan yang berani maju mencalonkan pilkades,” ucap Rina Iriani.

 

.pd

Read More

165 PEJABAT ESELON DI LANTIK

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik 165 pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (01/02/2013) sore.

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik 165 pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (01/02/2013) sore.

Karanganyar, Sabtu (02/02/2013).

Sebanyak 165 pejabat eselon II, III, IV dan V  di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (01/02) sore. Ke 165 pejabat itu terdiri dari Eselon II sebanyak 10 orang, III sejumlah 36 orang, dan 119 eselon IV dan V.

Pelantikan itu juga sekaligus mengisi jabatan Eselon II yang kosong karena pejabat telah pensiun. Tercatat ada empat Kepala SKPD yang telah purna tugas. Yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Adapun 165 orang pejabat yang dilantik antara lain, Larmanto yang sebelumnya menjabat Kepala BPPT (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu) kini menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Nur Halimah menjadi Kepala BPPT, Didik Joko Bakdono menjadi Kepala DKP, Tarsa menjadi Kepala Bakesbangpol, dan Sundoro menjabat Kepala Disparbud.

Selanjutnya, Nugroho menjabat Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut), Titis Tri Jarwoto menjadi Sekretaris Inspektorat.

Bupati Karanganyar Rina Iriani seusai melantik mengingatkan kepada jajarannya agar selalu profesional, menjaga amanah yang diberikan karena kepercayaan tidak hanya di pertanggungjawabkan kepada Bupati, masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.”Saya mengingatkan agar jadilah pelayan masyarakat yang baik, mempererat persatuan dan kesatuan, selain itu menjaga iklim kondusif di lingkungan sekitar,” ucap Rina Iriani.

Selain itu juga orang nomor satu di Karanganyar mengingatkan Pegawai Negeri Sipil untuk netral terhadap dinamika politik saat ini. Mengingat pada tanggal 21 Februari akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa Tahap (Pilkades) II, kemudian juga akan ada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada bulan Mei, selain itu juga Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar pada bulan Oktober.

“Pegawai Negeri Sipil harus netral, jangan coba-coba masuk ke ranah politik,” tegas Rina Iriani.

.pd    

Read More

Pemkab Karanganyar Gelontorkan ADD Rp10,5 Miliar

Pemkab Karanganyar menggelontorkan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) senilai Rp10,5 miliar pada 2013. Anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan setiap desa se-Karanganyar dengan besaran nilai bervariatif.

Kabag Pemerintahan desa dan Kelurahan Setda Karanganyar, Sunarno, mengatakan tidak ada kenaikan anggaran ADD pada tahun ini. Setiap desa bakal diberi anggaran ADD dengan besaran nilai bervariatif tergantung kriteria bobot desa.

“Tidak ada kenaikan, anggarannya sama dengan tahun lalu,” katanya saat ditemui Jumat (1/2/2013).

Kriteria bobot desa tersebut antara lain luas wilayah, jumlah penduduk, pendapatan asli desa, pajak bumi dan bangunan (PBB) desa. Dia mencontohkan penerimaan ADD terbesar di Desa Ngringo, Jaten senilai Rp131.363.000 sementara ADD terkecil di Desa Dayu, Karangpandan senilai Rp51.932.000.

Menurutnya, dana ADD yang berasal dari APBD diberikan ke setiap desa untuk mengembangkan potensi desa. Sehingga tingkat perekonomian desa dapat meningkat dari tahun ke tahun.

“Dana ADD digunakan untuk pengembangan potensi setiap desa,” jelasnya.

Selain kucuran ADD, setiap desa juga menerima berbagai bantuan baik dari Pemprov Jateng maupun Pemkab Karanganyar. Bantuan tersebut seperti perbaikan infrastruktur dari Pemprov Jateng senilai Rp1 miliar, TMMD Sengkuyung, rehab balai desa dan penataan lingkungan de

Read More
DSC_0029

MENKES RESMIKAN RUMAH JAMU

Menteri Kesehatan,  Nafisah Mboi, , (tengah) bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani, (kedua dari kanan), sedang mengamati tanaman herbal setelah meresmikan Rumah Jamu di B2P2TOOT, Tawangmangu, Kamis (31/01).

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi (tengah) bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani , sedang mengamati tanaman obat setelah meresmikan Rumah Jamu di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kamis (31/01).

Karanganyar, Jumat (01/02/2013)

Kementerian Kesehatan memberikan terobosan dengan memberikan bukti ilmiah sehingga jamu dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan formal. Kemudian untuk mengembangkan dan memanfaatkan jamu di Indonesia, maka Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, meresmikan klinik saintifikasi jamu “Hortus Medicus” menjadi  Rumah Riset Jamu (Griya Paniti Pirsa Jamu), dan Gedung Pelatihan IPTEK Tanaman Obat dan Jamu di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Tawangmangu, Kamis (31/01).

“Saat ini Kemenkes memiliki satu Rumah Riset Jamu sebagai tempat uji klinik yang berbasis pelayanan rawat jalan dana rawat inap,” kata Nafsiah Mboi.

Menteri Kesehatan (Menkes) juga mengharapkan model-model seperti ini hendaknya dapat ditumbuhkan di seluruh Indonesia, sebagai bentuk kepedulian terhadap jamu sebagai brand dan sukma Indonesia.

“Sasaran program jangka menengah Kementerian Kesehatan menetapkan 20% Kabupaten/Kota memiliki 2 Puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional, komplementer, dan alternatif.”jelas Menkes.

Selanjutnya ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan, Jamu, kini juga menjadi salah satu produk herbal yang merupakan komoditas unggul yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Riset-riset ilmiah pun kini semakin banyak diarahkan pada eksplorasi bahan-bahan alami. “Fakta ini mengindikasikan bahwa kedepan pengobatan alami semakin mendapatkan tempat dalam dunia kesehatan,” ujar Rina Iriani.

Pemkab Karanganyar sangat peduli terhadap kemajuan pengobatan herbal melalui jamu, selanjutnya juga mengembangkan upaya penyediaan  sumber daya hayati secara berkelanjutan. Hal ini diusahakan dengan pengembangan Klaster Biofarmaka Karanganyar.

Pemkab Karanganyar beserta 10 kepala daerah tingkat kabupaten/ kota Jawa Tengah telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) Penguatan Klaster Biofarmaka di Kabupaten Karanganyar dengan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

“Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya dan memanfaatkan hasil-hasil riset, ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan, terutama dalam bidang biofarmaka (tanaman obat),” jelas Bupati Karanganyar.

 

(pd)

Read More

BAZIS RAIH RP. 2,8 MILIAR

Karanganyar, Jumat (01/02/2013).

Bazis (Badan Amal Zakat Infaq dan Sodaqoh) Kabupaten Karanganyar berhasil mengumpulkan bantuan sebanyak Rp 2,6 miliar sepanjang tahun 2012 lalu. Bantuan yang berasal dari Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (ZIS) itu meningkat sebesar Rp 400 juta dibandingkan tahun 2011.

Dengan adanya peningkatan tersebut, maka Bazis menilai kesadaran masyarakat untuk menyisihkan uangnya guna membantu masyarakat miskin, mengalami peningkatan. pihaknya berharap, angka tersebut juga akan meningkat di tahun 2013 ini. “Data kami menyebutkan, dana yang terkumpul setiap bulannya mencapai Rp 250 juta. Jadi, tidak salah jika kami menilai ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjadi donatur bazis,” jelas Abdul Mu’id, Wakil Ketua Bazis, Kamis (31/1).

Sementara itu, Ketua II Bidang Pemberdayaan Bazis Karanganyar Iskandar menambahkan, dalam pengelolaan Bazis selalu transparan dan siapa saja dapat mengetahui secara jelas pemanfaatan dana itu. Hal ini didorong dengan peningkatan invetasi amal yang juga dilakukan oleh masyarakat. Transparansi pengelolaan dana ini akan menunjukkan jika lembaganya memiliki kredibilitas dan bagus.

Bazis tidak ingin masyarakat yang telah menitipkan ZIS-nya khawatir jika bantuannya tidak sampai ke tangan penerima. “Kami persilakan kepada semua pihak untuk mengecek dana masuk dan keluar dari kami. ini wujud transparansi kami selaku lembaga penyalur,” kata Iskandar.

Selain itu, pihaknya mengklaim telah menyalurkan dana Rp 2,12 miliar untuk pelayanan sosial dan kesehatan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan dan pemberdayaan ekonomi serta bantuan dakwah.

.pd

Read More

NABI PALSU Diketahui di Matesih

Seorang warga Karanganyar yang mengaku sebagai nabi palsu diketahui berdomisili di wilayah Kecamatan Matesih. Saat ini, Kementerian Negara (Kemenag) Karanganyar tengah meneliti ajaran yang disebarkan nabi palsu tersebut.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan nabi palsu itu mempunyai pengikut yang tidak sedikit. Biasanya mereka mengikuti pengajian di suatu tempat tertentu secara bersama-sama. Berdasarkan laporan masyarakat sekitar, tata cara peribadatan aliran tersebut berbeda dengan ajaran agama Islam sehingga ditengarai sesat.

Kasi Penamas dan Pekapontren Kemenag Karanganyar, Nur Hadi, mengatakan pihaknya sedang meneliti dan mengkaji secara mendalam untuk menentukan apakah ajaran itu sesat atau tidak. Pihaknya mengaku telah mengantongi dokumen yang berisi data penyebaran ajaran tersebut. “Masih kami teliti, apakah ajaran itu benar-benar sesat atau tidak,”.

Sebenarnya, ajaran tersebut berkembang sejak puluhan tahun silam. Setelah pemimpinannya meninggal dunia, ajaran tersebut sempat vakum beberapa tahun. Kala itu, pemimpin aliran tersebut berdomisili di Kecamatan Kerjo. Selanjutnya, para pengikut aliran tersebut kembali menyebarkan ajarannya kepada warga sekitar.

Mayoritas pengikut aliran tersebut berdomisli di Matesih dan menyebarkan ajaran secara tertutup. Hanya para pengikut aliran itu yang diperbolehkan mengikuti pengajian setiap pekan. “Pengajiannya dilakukan tertutup, penelitian baru tahap awal jadi kemungkinan ada fakta yang lain,” ujarnya.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karanganyar, Zainuddin, menyatakan pihaknya telah mengundang para pengikut aliran itu untuk melakukan pertemuan hingga beberapa kali. Namun, para pengikut aliran tersebut tidak pernah mau mendatangi pertemuan itu.

Pihaknya bakal mengkaji kembali aliran tersebut dengan berdialog dengan para pengikut aliran tersebut. Dia juga berharap agar Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dibentuk beberapa bulan silam mampu merampungkan permasalahan tersebut. Sebab, apabila dibiarkan maka berpotensi memicu konflik horizontal. “Mereka sudah kami undang berdialog namun tak pernah datang. Saya harap FKDM dapat menyelesaikan masalah ini karena terdapat unsur Muspida dan toga di Karanganyar,” tambahnya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

9 Hektare Padi di Alastuwo Dijarah Tikus

Hama tikus kembali beraksi di lahan pertanian Desa Alastuwo, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar. Sekitar sembilan hektare tanaman padi berumur 27 hari setelah tanam (HST) di wilayah itu diserang tikus.

Petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) Kecamatan Kebakkramat, Dwi Susilarto, saat ditemui, awal pekan kemarin, mengatakan tanaman di Alastuwo yang diserang tikus tergolong kecil dibanding luas tanam padi 96 hektare. Selain itu kriteria serangan hama tikus pada padi juga masih di kisaran 16 persen.

Namun demikian menurut dia akan dilakukan langkah penanggulangan dengan cara pengemposan obat kimia, Rabu (31/1/2013).

“Saat ini sudah ada kardus pestisida yang siap digunakan. Rencananya pada Rabu kami akan gerakkan petani untuk pengemposan,” katanya.

Dwi Susilarto menerangkan, sejauh ini baru tanaman padi di Alastuwo yang diserang hama tikus. Salah satu penyebabnya masih banyak gundukan tanah yang bisa dijadikan tempat berkembang bikan tikus di wilayah tersebut.  “Dari segi waktu tanam relatif sudah serentak, tapi karena masih banyak gundukan tanah di Alastuwo maka serangan tikus terjadi,” imbuhnya.

Selain hama tikus, Dwi mendeteksi ancaman serangan hama wereng cokelat pada masa tanam (MT) I 2013 ini. Diperkirakan serangan wereng cokelat akan memuncak mulai pertengahan Februari hingga Maret.

“Sudah mulai tampak meningkatnya populasi wereng cokelat di beberapa desa. Kami sudah pasang light trap di Alastuwo, Nangsri dan Kemiri,” papar dia.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Produksi Cabai di Karanganyar Anjlok

Produksi cabai berbagai jenis di Karanganyar menurun hingga 30 persen pada akhir tahun 2012. Kondisi ini menyebabkan kelangkaan cabai di sejumlah pasar tradisonal yang berimbas pada melonjaknya harga cabai.

Seorang petani cabai di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Marto Suwito,  saat ditemui, Kamis (24/1/2013) mengatakan biasanya, dia dapat memanen satu kwintal cabai merah dalam sekali panen. Namun kini ia hanya memperoleh sekitar 600-700 kilogram (kg) saat panen. Dalam setahun, dia biasa  memanen lima hingga enam kali.“Sejak tiga bulan terakhir produksi cabai merah merosot tajam karena cuaca.”

Hujan yang terjadi hampir setiap hari mengakibatkan genangan air di area ladang cabai. Genangan air tersebut mengakibatkan tanah lembek sehingga kadar humus di dalam tanah menurun. Tak hanya itu, tanaman cabai merah juga diserang penyakit kriting beberapa bulan terakhir. Sehingga menyebabkan gagal dipanen.

Otomatis, kondisi tersebut mengakibatkan harga cabai di sejumlah pasar tradisional melonjak . Harga cabai rawit merah di kalangan petani mencapai Rp22.000/kg, cabai merah besar Rp16.000/kg. Biasanya, cabai yang telah dipanen dibeli pedagang  dalam jumlah besar kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Mayoritas cabai tersebut dipasarkan di beberapa wilayah di Jateng seperti Kudus, Pati dan Wonogiri.

Sementara seorang pedagang di Pasar Jungke, Suratmi, menuturkan kenaikan harga cabai berbagai jenis terjadi sejak sebulan terakhir.Harga cabai merah keriting dipatok Rp17.000/kg sebelumnya berkisar antara Rp15.000/kg. Cabai rawit merah dijual Rp25.000/kg sebelumnya hanya Rp20.000/kg. Untuk cabai merah besar  Rp16.000/kg sebelumnya dipatok Rp11.000/kg.

“Jumlah stok cabai yang dikirim berkurang dan kedatangannya kerab terlambat,” imbuh Suratmi.

Read More

Pemberian Paket Bantuan Dari Warga Karanganyar

Bupati Rina Iriani memberikan paket bantuan ke korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/01).

Bupati Rina Iriani memberikan paket bantuan ke korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/01).

Karanganyar, Jumat (25/01/2013)

Sebanyak 2.000 paket bantuan yang berisi keperluan sehari-hari dan lima ton beras disalurkan pada ribuan pengungsi korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/01). Bantuan yang berasal dari warga Karanganyar itu langsung diberikan oleh Bupati Rina Iriani.

Rina bersama 60 relawan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui secara jelas masalah yang dihadapi warga Jakarta. Lantaran melihat bantuan yang sebegitu banyaknya, mereka langsung berbondong-bondong mendapatkan bahan makanan itu.

Di bawah guyuran hujan, para pengungsi antre dan rela berjubel. Bahkan, dari kerumunan warga terlihat anak-anak, pelajar, orang tua. Di sela-sela acara Rina mengungkapkan keprihatinan melihat kondisi pengungsi di sana. “Kami sebenarnya ingin tertib sesuai data RT dan RW, tetapi melihat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, maka Kami upayakan agar warga tertib antri terlebih dahulu dan tidak ada yang dobel. Kasihan jika ada warga lain yang mendapat dobel,” jelas Bupati Rina Iriani.

 

.pd

Read More

PELANTIKAN 55 KEPALA DESA

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, melantik 55 Kepala Desa  Terpilih hasil Pilkades Tahap I, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (22/01)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, melantik 55 Kepala Desa Terpilih hasil Pilkades Tahap I, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (22/01)

Karanganyar, Rabu (23/01/2013)

55 Kepala Desa (Kades) Terpilih hasil Pemilihan Tahap I, Sabtu (22/12/2012) lalu, diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (22/01).

Pelantikan itu merupakan tahap akhir dari beberapa tahapan dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).”Pelantikan ini menjadi titik awal dimulainya pemerintahan desa dan kiprah pertama Kepala Desa ini dalam masa jabatan 2013-2019,” jelas Sunarno, Kepala Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pemerintahan Kabupaten Karanganyar, kemarin.

Menjadi Kades, imbuhnya, merupakan wujud kepercayaan masyarakat terhadap figur pemimpin yang diinginkan demi memajukan desa. “Kades harus mampu berkomunikasi dan bekerjasama dengan mitranya, yakni BPD, LPMD, perangkat desa, serta seluruh lapisan masyarakat desa,” kata Sunarno.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, menghimbau kepada seluruh Kades untuk bersifat netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dalam tahun ini. “Tentunya ada sanksi tegas bagi oknum Kades yang menjadi tim sukses bagi salah satu calon,”  kata Bupati Rina Iriani.

Menurut Rina,  sanksi yang diberikan terhadap oknum Kades yang melanggar disesuaikan dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Mulai dari pembinaan, administratif, ataupun sanksi yang lebih berat dari itu.

Sekedar mengingatkan, Pilkades Tahap II akan di selenggarakan pada tanggal 21 Februari 2013 yang diikuti oleh 91 Desa di16 Kecamatan.

 

.pd

Read More