Category: Berita

869be9a8-302b-4a6f-a0c7-aaf014083c6a

KODIM AKAN MENGGELAR LATIHAN POSKO 1 SIMULASI TANGGAP BENCANA

Karanganyar, 04 Mei 2018

Breifing penyelenggara dan pelaku latihan posko 1 Kodim 0727/Karanganyar dan Jajaran Korem 074/Warastratama di laksanakan di aula Makodim Kabupaten Karanganyar, Jum’at (04/05).

Breifing guna menyiapkan segala hal yang nantinya diperlukan dalam acara latihan  posko 1 untuk tanggap bencana alam dipersiapkan sematang mungkin oleh Jajaran Kodim 0727/Karanganyar.

Breifing Latihan Posko 1 di hadiri staf dari beberapa OPD antara lain, Staf BPBD Pemkab Karanganyar, Staf Dinsos Pemkab Karanganyar, Staf Dinas Kesehatan Pemkab Karanganyar, Staf Dinas Perhubungan Pemkab Karanganyar, Staf Dinas PU Pemkab Karanganyar, Staf Dinas Kominfo Pemkab Karanganyar, Staf anggota PMI Pemkab Karanganyar, Staf anggota Tim Sar Pemkab Karanganyar, Staf PDAM Pemkab Karanganyar, Staf anggota Satpol PP Pemkab Karanganyar, Staf Dinas Peternakan Pemkab Karanganyar, Staf RAFI Pemkab Karanganyar.

Pada breifing kali ini pihak pelaksana dari Kodim 0727/Karanganyar mencatat juga menjelaskan peralatan dan tugas masing-masing pelaku latihan posko 1 guna apa saja yang di butuhkan dan yang harus dipersiapkan untuk gelaran acara Latihan Posko 1 simulasi tanggap bencana alam yang akan di laksanakan pada kisaran Bulan Juli 2018.

Pihak pelaksana berharap keseriusan dari tiap-tiap pihak terkait dalam pelaksanan latihan posko 1 nantinya, karena ini penting sekali jika nanti sewaktu-waktu di Kabupaten Karanganyar benar terjadi bencana alam, tutur Ketua penyelenggara Anggota Kodim 0727/Karanganyar.

 

Demikian Diskominfo (Ardi)

Read More
WhatsApp Image 2018-05-08 at 1.41.18 PM

Pensiun Harus Dinikmati Jangan Timbulkan Power Syndrome

Assisten Pembangunan Sutarno mewakili Pjs Bupati Karanganyar memberikan arahan terkait ASN yang memasuki masa pensiun

 

KARANGANYAR – 08 Mei 2018

Sebanyak 234 ASN di Karanganyar periode Juni-Nopember 2018 memasuki masa pensiun. Ratusan pegawai yang memasuki purna tugas tersebut diminta untuk dinikmati karena sebagai proses alamiah. Jangan sampai proses alamiah tersebut membuat power syndrome. Sebab ada pegawai yang sudah pensiun tapi suatu ketika memakai seragam hendak berangkat kerja.

“Saya berharap bapak ibu yang memasuki pensiun jangan sampai timbul power syndrome. Ini proses alamiah yang bakal dialami semua ASN,” papar Asissten III Setda Karanganyar, Drs Sutarno M.Si saat mewkili Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo saat memberikan arahaan kepada para ASN yang memasuki pensiun di rumah dinas (08/05)

Sutarno menambahkan memasuki pensiun justru bebas dan bisa lebih dekat dengan keluarga. Sebab pengabdian kepada bangsa dan negera bukan hanya di ASN akan tetapi bisa dimana saja. Ke depan, pemerintahaan akan mengunakan komputer dalam segala hal. Pendek kata, pemerintah berbasih elektronik. “Semua bidang menggunakan komputer dan tenagannya dikurangi,” imbuhnya.

Atas nama Pemkab Karanganyar, Sutarno mengucapkan terima kasih kepada ASN yang telah mengabdikan diri demi kemajuan bumi intanpari. Semoga karya yang terbaik yang diberikan selama ini menjadi amal ibadah. Sebab berkat para semua ASN, Pemkab Karanganyar mendapatkan penghargaan kabupaten yang mempunyai kinerja terbaik nomor 3 se Indonesia. “Bahkan, empat kali mendapatkan wajar tanpa pengecualian dalam soal pengelolaan keuangan. Sungguh predikat yang sangat baik bagi pengelolaan keuangan,:” iimbuhnya.

Sementara Kepala BKPSDM Karanganyar, Siswanto mengatakan pemerintah kabupaten dengan menggandeng Bank Jateng memberikan pembekalan kepada ASN yang memasuki masa pensiun. Saat ini, pegawai yang memasuki masa pensiun berjumlah 234 orang periode Juni-Nopember. Proses penerbitan SK memang butuh waktu untuk Golongan IVC dan IVD karena yang menerbitkan SK dari pemerintah pusat. Sedangkan IVA dan IVB dari Gubernur. Sedangkan golongan III ke bawah dilakukan BKPSDM setempat. “Klau SK Pensiun dari pemerintah pusat tentu butuh waktu,” tambahnya. (hr/Imas)

Read More

HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)

Read More
WhatsApp Image 2018-05-08 at 1.01.04 PM

Tiap Tahun 500an ASN Karanganyar Memasuki Pensiun

Kepala BKPSDM Karanganyar, Siswanto memberikan paparan di depan ratusan ASN yang memasuki pensiun di Rumah Dinas Bupati Karanganyar

KARANGANYAR – 08 Mei 2018

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bakal kehilangaan 500an Aparatur Sipil Negara (ASN) karena memasuki pensiun setiap tahunnya. Dua tahun terakhir, ASN memasuki pensiun memang diangka 400-500an orang. Berbeda dua tahun lalu, angka hanya sekitar 300 an orang.

“Jumlah ASN di Karanganyar sekitar 13.000, namun karena memasuki masa pensiun dua tahun terakhir kini tinggal 9.300 orang ASN. Karanganyar butuh sekitar 4000 orang untuk mengisi kekurangan ASN tersebut dan sekitar 1000 dari para pendidik atau guru,” papar Kepala BKPSDM Karanganyar, Siswanto saat memberikan pembekalaan kepada ratusan ASN yang memasuki pensiun periode Juni-Nopember di pendopo rumah Dinas Bupati Karanganyar, (08/05).

Dia menambahkan untuk menambah ASN, sesuai ketentuan dari pemerintah pusat ABPD maksimal 50 persen untuk gaji pegawai. Sesuai informasi dari BKD Karanganyar untuk belanja seikitar 47 atau 48 persen. Sehingga masih ada peluang untuk pengadaan pegawai sekitar 3 persen CPNS. “Ke depan jika ada pengadaan CPNS menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT). Klau ada pihak-pihak yang menyanjikan masuk PNS dengan membayarkan sejumlah uang itu jelas palsu atau menipu,” imbuhnya.

Menurut Siswanto tes CAT itu adalah semua peserta ujian dengan menggunakan komputer. Satu orang memegang satu komputer untuk tes. Jika benar nilai 100 dan salah 0. Sehingga ketika tes selesai langsung akan diketahui hasil dari tes tersebut. Yang masuk passinggred tentu akan tes selanjutnya dan nilai yang tidak memenuhi passinggred maka dinyatakan gagal. “Semua sudah menggunakan sistem keterbukaan jadi yang nilainya dibawah ketentuan tentu gagal. Semua orang bisa memantau dan melihat sehingga tidak ada rekayasa,’ tambahnya

Sesuai ketentuan pendaftar CPNS minimal SMA sederajat. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak percaya embel-embel uang bisa masuk. Menurut Siswanto jika ada yang menjanjikan dengan sejumlah uang bisa masuk jelas itu palsu.(hr/Imas)

Read More
DSC_0007

Tekan Rokok ilegal, Pemkab Gelar Sosialisasi

Satpol PP , Diskominfo

Assisten III Administrasi Drs. Sutarno. Msi dalam hal ini mewakili Pjs Bupati Karanganyar memberikan pidato sambutan dalam acara Sosialisasi cukai rokok DBHCHT di gedung KPRI Manggung, Selasa (08/’05)

Karanganyar, Selasa 8 Mei 2018

Sosialisasi cukai rokok dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCHT), Pemkab Karanganyar melalui Satpol PP Karanganyar terus menggelar sosialisasi upaya pencegahan peredaran rokok ilegal di wilayah Karanganyar di Gedung KPRI Manggung, Karanganyar, Selasa (8/5).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pelaku usaha, dan masyarakat.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Mulato dalam laporannya mengatakan pelanggaran-pelanggaran legalitas rokok. Satpol PP dalam mengadakan inspeksi mendadak (sidak) maupun razia masih sering menjumpai rokok bodong alias rokok menggunakan cukai tapi palsu maupun tanpa cukai. Meskipun produk yang dihasilkan dari industri rumahan ilegal ataupun pabrik-pabrik rokok yang bekerjasama tetap bisa diperjualbelikan ke umum hanya untuk keuntungan pribadi dan angka peredaran rokok ilegal meningkat signifikan.

Pihaknya berharap dengan digelarnya sosialisasi DBHCHT ini dapat memberi pemahaman kepada peserta sosialisasi tentang peraturan-peraturan cukai rokok.

“Sosialisasi ini untuk benar-benar dipahami peserta sebagai perpanjangan tangan pemerintah tentang percukaian dan digethok tularkan ke masyarakat,”pesannya.

Sementara itu Pjs. Bupati Karanganyar yang diwakili Asisten III Administrasi Setda Karanganyar, Sutarno mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang rutin diselenggarakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar.

Sutarno dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menyampaikan rokok merupakan suatu produk atau barang yang kerap digunakan oleh masyarakat, tentunya perlu adanya pemgawasan maupun pengendalian terhadap keberadaan peredarannya. Guna pengawasan maupun pengendaliannya, pemerintah sudah menerapkan beberapa hal diantaranya penerapan cukai dan pajak rokok.

Dikatakannya cukai sebagai salah satu pungutan negara, dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang.

“Saat ini, cukai tembakau dan pajak rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara. Bila cukai dilaksanakan dengan tertib, nantinya akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,”katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk Kabupaten Karanganyar hasil cukai 2018 mencapai Rp 13 miliar yang digunakan untuk peningkatan kualitas pembangunan. Tanaman tembakau sendiri merupakan komoditas sehingga butuh pengawasan, pengendalian dan pajak. Karena saat ini tembakau cukai merupakan pemasukan terbesar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Demikian Diskominfo (Ardi/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
IMG_5013

Rakerda Dekopinda Kabupaten Karanganyar Tahun 2018

DISKOMINFO

Dekopinwil Propinsi Jawa Tengah, Sahid menyampaikan sambutannya pada acara Rakerda Dekopinda Kabupaten Karanganyar di Gedung Dekopinda, Selasa (08/5).

Karanganyar, Selasa (08/05/2018)

Rapat Kerja Daerah Dekopinda Kabupaten Karanganyar tahun 2018 dilaksanakan di Gedung Dekopinda Kabupaten Karanganyar, Selasa Pagi (8/05). Dalam hal ini Penggiat Koperasi yang ada di Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja dan UMKM.

H.Suparno selaku Ketua Dekopinda Karanganyar menghadiri sekaligus membuka Rakerda Tahun 2018 yang diikuti oleh seluruh Penggiat Koperasi yang ada di Kabupaten Karanganyar, serta pengurus koperasi di masing-masing OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Tampak hadir perwakilan dari Dekopinda Se- Solo raya dan juga Dekopinwil  Provinsi Jawa Tengah, Sahid S.pd, Mpd.

Dalam sambutannya, Suparno menyambut baik sekaligus mengajak hadirin untuk merenungkan kembali sudah sampai sejauh mana peran koperasi yang ada di Kabupaten Karanganyar. Rakerda Tahun ini akan menyampaikan laporan kerja pertanggungjawaban pengurus Tahun 2017 dan program kerja pengurus Tahun 2018, sekaligus menyusun Panitia Hari Koperasi Tahun ini yang rencanannya akan digelar setelah bulan puasa. “Koperasi harus tetap menjadi soko guru perekonomian Indonesia”, pungkas Suparno.

Sementara itu, Sahid S.Pd, M.Pd., Ketua Dekopinwil Jawa Tengah mengapresiasi pelaksanaan Rakerda kali ini berjalan sukses dan mendo’akan semoga koperasi semakin maju melalui figur – figur yang menduduki posisi bagus di Negeri ini. Untuk kegiatan hari Koperasi tingkat Jawa Tengah yang sedianya akan di gelar di Pemalang, beliau menghimbau untuk semua perwakilan Dekopinda seluruh Jawa Tengah termasuk Karanganyar untuk mengirimkan delegasi keseniannya dan menampilkan  potensi terbaik dari daerahnya masing –  masing. Demikian Diskominfo (adt/f3a).

 

Read More
DSC_0248

Konser Angklung Warnai HUT IGTKI Karanganyar Ke-68

DISKOMINFO

Sekretaris Daerah Samsi mewakili PJS Bupati Karanganyar menyerahkan piagam dan tali asih kepada 14 Guru TK di Kabupaten Karanganyar yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun.

Karanganyar, 08 Mei 2018

Setiap tanggal 22 Mei tiap tahun kita memperingati HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) yang merupakan wadah bagi guru Taman Kanak-Kanak. Bertempat di Alun – Alun Karanganyar, IGTKI Karanganyar bersama 1900an Guru TK mengadakan upacara memperingati HUT Ke-68 IGTKI-PGRI. Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi mewakili Pjs. Bupati Karanganyar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala PGRI Karanganyar, Kepala Himpaudi Karanganyar, dan tamu undangan lainnya seperti perwakilan dari Forkompinca Kecamatan Karanganyar.

Sekda Karanganyar Samsi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada segenap jajaran pengurus IGTKI Karanganyar dan Guru-Guru yang tergabung dalam IGTKI dengan keikhlasan yang luar biasa dalam rangka menyemarakkan HUT Ke-68 IGTKI-PGRI saling bergotong royong demi terselenggaranya acara pada pagi ini.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga mengucapkan rasa senang dan bahagia kepada IGTKI-PGRI Karanganyar karena telah mampu menunjukkan eksistensi selama 68 tahun dan perannya yang luar biasa dalam mendidik calon penerus generasi bangsa.

Samsi mendoakan kepada Guru TK se-Kabupaten Karanganyar kedepan akan menuai hasil sesuai yang ditabur yakni berjuang mendidik anak dengan sepenuh hati, dan dilandasi rasa ikhlas serta rela tidak pernah menyesali, semoga menjadikan karya bhakti dan amal bagi Bapak-Ibu semua.

“Sukses Guru, Sukses IGTKI Karanganyar, Mari kita bangun, kita cerdaskan anak-anak didik di Kabupaten Karanganyar demi Karanganyar”, Kata Samsi.

Sementara itu, Siti Amanah, Ketua IGTKI Karanganyar dalam laporannya membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Pusat IGTKI-PGRI mengajak kepada seluruh Guru TK untuk senantiasa bersama-sama sebagai mitra Pemerintah membangun pendidikan anak usia dini yang berkualitas berlandaskan nilai-nilai agama dan setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Pemerintah Republik Indonesia.

Dengan mengambil tema “Membangkitkan Solidaritas Guru dan Soliditas Organisasi IGTKI-PGRI Untuk Meningkatkan Kompetensi Serta Kemajuan Teknologi Menuju Pendidikan Berkualitas”, diharapkan Guru sebagai tenaga pendidik untuk terus meningkatkan diri baik dari segi kemampuan maupun dalam berorganisasi IGTKI-PGRI.

Sesaat setelah acara, 1900 Guru yang hadir bersama-sama memainkan alat musik tradisional Angklung dan membawakan 5 lagu dimana salah satu lagu yang dimainkan adalah Hymne Guru karya Sartono. Demikian Diskominfo (ad/f3a)

Read More
DSC_0069

Karanganyar Siap, Polres dan TNI Mendukung

Sekda Samsi memberikan gagasan tentang jaga baya di Karanganyar dihadapan peserta lokakarya revitalisasi jaga baya sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial

KARANGANYAR – 07 Mei 2018

Karanganyar terus menggelorakan keinginan untuk menghidupkan kembali jaga baya. Apalagi Polres dan Kodim 0727 Karanganyar mendukung langkah yang diambil Pemerintah daerah. Setidaknya ada dua konsep untuk menghidupkan kembali jaga baya. Pertama melalui perekrutan dengan spesifikasi terukur. Kemudian dibina dan didiklat sebaik mungkin sehingga siap menjadi jaga baya atau polisi desa.

“Jika perlu diberikan seragam, bisa seperti linmas, atau semi satpol dan diberikan alat komunikasi. Jaga baya akan terhubung dengan server pusat sehingga jika ada sewaktu-waktu ada ancaman segera bisa dideteksi,” papar Sekda Karanganyar, Samsi saat memberikan paparan tentang lokakarya revitalisasi jagabaya sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial di pendopo rumah dinas bupati Karanganyar, kemarin (07/05)

Kemudian langkah kedua, menurut Samsi jaga baya diberikan kepada kasi pemerintahaan desa atau lurah setempat. Sebab kasi pemerintahaan desa juga ada tugas trantib. Selanjutnya diberikan pakaian khusus seperti halnya mantri polisi. Klau trantib yang mendapat tugas tambahan sebagai jaga baya tidak perlu UMK honornya. Jika ada 177 desa dan lurah, APBD Karanganyar masih mampu. “Fungsi jaga baya adalah keamaan desa dan memberikan informasi secara cepat dan tepat mengenai permasalahan yang memicu konflik. Sehingga bisa segera diantisipasi,” imbuhnya.

Sementara Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wuryaning Hapsari menyambut baik langkah Pemkab Karanganyar untuk menghidupkan lagi jaga baya. Dia berharap langkah itu juga untuk mendukung babinkantibmas yang sudah ada. Menurunya Babinkantimbas ada 177 dengan rincian definitif 99 definitif dan 77 non defenitif. Maksud definitif adalah mendapatkan dukungan dana operasional. “Kami menyambut baik, di dalam pekerjannya nanti tentu akan saling mendukung. Tujuaan jelas mendeteksi dini semua informasi dan semua permasalahan yang ada di desa,” imbuhnya.

Sementara Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum menyambut langkah baik adanya jaga baya di desa. Meskipun sudah ada babinsa namun kegiatan itu perlu ada singkronisasi antara pemkab, polisi dan tentara. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindik. “Saya setuju dihidupkan kembali karena jelas muaranya untuk kesejahteraan di masyarakat,” tambah Mukhtar. (hr/yg/dn)

Read More
DSC_0055

Hidupkan Lagi Jaga Baya (Polisi Desa)

Dekan Fakultas Hukum Univeristas Pancasila, Prof Dr Ade Saftomo SH, M.Si memberikan paparan tentang jaga baya di lokakarya revitalisasi jagabaya (polisi desa) sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial

KARANGANYAR – 07 Mei 2018

Untuk mendeteksi dini dan mencegah konflik sosial di masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Universitas Pancasila, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) dan BIN bakal mengidupkan lagi jaga baya atau polisi desa. Pasalnya kemajuan tehnologi informasi sudah sedemikian kompleks dan revolusi industri membuat potensi ancaman pengeroposan NKRI terbuka lebar. Apalagi saat ini, interaksi antar

Wantipres, Letjen Purn Yusuf Kartanegara mendukung positif langkah untuk menghidupkan jaga baya

masyarakat sudah berkurang.

“Mereka biasanya bertemu secara tatap muka di warung atau pos ronda. Namun akhir-akhir ini aksi sosial tersebut tergantikan oleh kemajuan tehnologi berupa televisi.  Sehingga pengeroposan NKRI sudah didepan mata,” papar Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Prof Ade Saftono SH, M.Si di sela-sela lokakarya Revitalisasi Jagabaya (Polisi Desa) sebagai fungsi deteksi dini konflik sosial di Pondopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (07/05).

Dia menambahkan konsep deteksi dini terhadap konflik sosial memang lebih pas berasal dari masyarakat. Klau di jawa ini ada jaga baya, di Bali ada pencalang dan daerah-daerah lain dengan nama yang lain. Meskipun sudah ada babinsa (TNI) dan babinkantibmas (polisi) , di lingkungan masyarakat namun terhenti di kecamatan.   Meskipun ada unsur-unsur dari polisi dan TNI yang bergerak ke bawah, namun perlu adanya jaga baya. Buktinya saat ini sudah ada intoleransi, berita hoax dan terorisme. “Secara mudah kami menyebutnya polisi desa. Meski sudah ada babinsa dan babinkantibmas namun saling melengkapi. Sehingga potensi gangguan keamaan dengan cepat dapat terdeteksi,” imbuhnya.

Jika program dari Pemkab Karanganyar ini sukses maka konsep ini akan dikirimkan ke daerah-daerah konflik. Mereka juga bisa mengadakan jaya baya di masing-masing tempat sehingga dengan cepat mendeteksi potensi gangguan keamaan.

Sementara anggota Wantipres, Letjen Purn Yusuf Kartanegara menambahkan akhir-akhir ini memang akan berlangsung pesta demokrasi. Di tahun poilitk tersebut potensi gangguan keamaan akan muncul. Karanganyar mempunyai konsep jaga baya yang bagus untuk antisipasi dari ancaman gangguan keamaan. “Dengan hadirnya jaga baya akan bisa memberikan informasi secepat mungkin kepada pengambil kebijakan sehingga bisa direndam potensi gangguan tersebut. Konflik sosial akan dengan baik terdeteksi,” tambah Yusuf Kartanegara.

Dia menambahkan hadirnya jaga baya ini bisa membantu babinsa dan babinkantimbas. Tujuannya jelas untuk meredam potensi gangguan keamanan yang muncul. Menurut Karanganyar memang mempunyai konsep bagus dan jelas untuk membantu pertahanan dan keamaaan. (hr/yg/&i)

Read More
web

Perpusnas Galakkan Budaya Gemar Membaca

Sekda Karanganyar, Samsi menerima cinderamata dari Inspektur Perpusnas, Darmadi.

Karanganyar, Senin (07/05/2018)

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menggalakkan budaya gemar membaca masyarakat di daerah. Termasuk mengadakan safari keliling di Kabupaten Karanganyar dalam bentuk seminar nasional, Senin (07/05) di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Karanganyar.

Seminar sehari itu mengambil tema Impelementasi Revolusi Mental Melalui Mobilisasi Pengetahuan Dalam Meningkatkan Indeks Kegemaran Membaca Masyarakat, dengan mengundang sejumlah narasumber Inspektur Perpusnas, Darmadi, anggota DPR RI Komisi 10, Rinto Subekti, dari Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, dan   Dinas Arsip dan Perpustakaan Karanganyar. Tampak hadir pula Sekda Karanganyar, Samsi.

Inspektur Perpustakaan Nasional RI, Darmadi, mengatakan bakat dan minat baca masyarakat Indonesia masih kurang menggembirakan. Menurutnya kegemaran membaca di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor.

“Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang memiliki budaya luhur dan bentuk komunikasi masih secara lisan, faktor lain adanya keterbatasan bacaan baik yang disediakan oleh perpustakaan atau masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan ini, lanjutnya, peran perpustakaan menjadi garda terdepan dalam menggerakkan pengetahuan untuk dimanfaatkan masyarakat luas dan aktif untuk mendukung trasnformasi pengetahuan menjadi tindakan, aksi dan inovasi untuk masyarakat yang lebih baik.

Sementara itu ditempat yang sama,  Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Karanganyar, Bambang Harsono, menuturkan  kegiatan untuk menumbuh kembangkan budaya gemar dalam membaca dan menanamkan cinta kebudayaan bangsa terutama di KabupatenKaranganyar.

“Pesertanya kurang lebih 250 orang terdiri dari perwakilan perpustakaan desa dan kelurahan, sekolah, perguruan tinggi, dan perpustakaan khusus, KepalaSekolah SMP , KepalaSekolah SMA, Kepala UPT,” kata Bambang.

Anggota DPR RI, Rinto Subekti, mengatakan, antusias dalam minat baca di Kabupaten Karanganyar naik cukup signifikan. Hampir semua desa-desa ada perpustakaan. Berarti niat ini untuk meningkatkan baca sangat antusias.

“Membaca adalah tiang pondasi seseorang, menjadi pintar dan sukses,” katanya.(pd/im)

Read More