Category: Berita

_DSC6814

Ketaqwaan tinggi Terhadap Allah SWT Kunci Sukses Dunia Akherat

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat meberikan tausiyah Pengajian Had Pagi di Masjid Al Ikhlas Desa Sabrangkulon Matesih

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono hadir dan juga sekaligus memberikan tausiyah dalam kajian Ahad pagi di Masjid Al Ikhlas Desa Sabrangkulon Matesih yang diselenggarakan oleh Forum Ukhuwah Islamiyah Matesih (FUIM) pada hari Minggu(19/07/20).

Hadir dan memberikan tausiyah, Bupati Juliyatmono membawakan tema tausiyahnya ” Bertaqwa Kepada Allah SWT “. Tak lupa Bupati juga mengingatkan kepada jama’ah agar selalu melakukan protokoler kesehatan dimanapun berada, apalagi di kegiatan keramaian seperti pengajian Ahad pagi sepertiini.

” Jangan sembrono, selalu lakukan aktivitas dengan Pola hidup bersih dan sehat agar jauh dari penyakit “, jelas Bupati yang akrab di sapa Yuli tersebut.

Orang nomor satu di bumi Intanpari ini dalam tausiyahnya menjelaskan bahwa dalam kitab suci Al-Qur’an banyak ayat yang di akhiri dengan makna agar kita bertaqwa. Itu menandakan bahwa banyak sekali amal kebaikan yang bisa kita lakukan sebagai hamba Allah agar kita menjadi hamba yang bertaqwa, taat pada Allah SWT.

Dari makna tersebut, Bupati yang akrab disapa Yuli ini menjelaskan bahwa banyak sekali perintah Allah SWT kepada manusia untuk terus berbuat baik dengan cara yang sudah Allah jelaskan didalam Al Qur’an agar manusia tersebut menjadi orang yang bertaqwa.

Allah SWT memberi kelebihan kepada manusia untuk menghafal Al Qur’an, ini bermakna agar kitab suci Al-Qur’an tetap terjaga sampai kapanpun. Sebagai wujud antisipasi ketika nanti Al Qur’an dimuka bumi ini di bumi hanguskan oleh orang-orang kafir, maka akan ditulis kembali oleh para hafidz yang hafal Al Qur’an.

Tidak ada kekhawatiran untuk urusan agama, karena semua sudah dijaga Allah SWT melalui perantaranya yang kadang manusia tidak mengetahui.

Dalam surat Al Faathir ayat ke 37 dijelasakan bahwa banyak manusia di neraka yang berteriak meminta kepada Allah SWT untuk dikeluarkan agar dia bisa mengerjakan amalan Sholeh. Namun Allah menjawab apakah aku(Allah) tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang sangat panjang maka rasakanlah siksaku(Allah) yang sangat pedih.

Disinilah makna berbuat baik versi Allah SWT menurut penjelasan Bupati Karanganyar H. Juliyatmono. DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
IMG-20200718-WA0077

HUT KOVIKA Dan KOVIMO, Pelaku Seni Bisa Eksis Kembali Di Masa Pandemi

Eko Joko Iswanto Camat Kecamatan Mojogedang yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar saat memberikan sambutan dalam acara HUT KOVIKA Dan KOVIMO di Desa Kaliboto Mojogedang, Sabtu(18/07/20)

KARANGANYAR – Camat Mojogedang Eko Joko Iswanto yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar, didampingi Anung Marwoko Wakil Ketua DPRD Kab Karanganyar hadiri perayaan HUT Komunitas Video Shooting Karanganyar (KOVIKA) korwil Mojogedang dan Komunitas Video Shooting Mojogedang (KOVIMO) di Desa Kaliboto Kec. Mojogedang pada Sabtu(18/07/20).

Gelaran hajatan ini juga sebagai penanda bahwa di Kabupaten Karanganyar sudah mengijinkan masyarakat menggelar hajatan dengan protokler kesehatan yang harus tetap dijaga. Dengan ini, berarti menandakan pelaku seni dan crew hajatan sudah bisa kembali eksis bekerja menghibur masyarakat.

Triyono selaku panitia penyelenggara HUT KOVIKA dan KOVIMO di Mojogedang ini, sampaikan bahwa tujuan kegiatan ini ingin memberikan motivasi bagi masyarakat agar tidak takut lagi melaksanakan kegiatan hajatan, karena dari pemerintah pun sudah memberikan edaran mengijinkan menggelar hajatan dengan ketentuan harus menerapkan protokol kesehatan.

Dengan masyarakat yang sudah berani menggelar hajatan , ini bisa membantu perekonomian komunitas intertainment seperti KOVIKA dan KOVIMO ini bisa bangkit dari keterpurukannya karena dampak Covid-19.

Dengan 14 anggota KOVIKA korwil mojogedang ini dan juga seniman mojogedang ( Semog) mudah-mudahan bisa eksis kembali di era new normal sekarang ini, jelas Triyono.

Sementara itu, Anung Marwoko Wakil Ketua DPRD Kab Karanganyar dalam pidato sambutannya sampaikan bahwa tetap sesuai dengan protokol kesehatan kegiatan ini diselenggarakan, agar seniman bisa punya kegiatan kembali, bisa eksis kembali, dan perekonomiannya lancar kembali.

Bukan hanya seniman saja, kegiatan seperti ini juga menjadi hajat yang ditunggu , namun paguyuban sor kajang yang terdiri dari crew sound sistem, crew tenda. Semua menanggung hajat banyak pelaku kegiatan hajatan, tegas Anggota dewan yang hobi bermain bola tersebut.

Anung mengaku akan menangkap apapun aspirasi dari konco-konco seniman dan crew hajatan , agar kegiatan seperti malam ini bisa segera digelar juga di tempat-tempat yang lain.

Melalui pesan virtual, Bupati Juliyatmono sampaikan apresiasi perayaan HUT KOVIKA korwil mojogedang dan KOVIMO. Bupati berharap dengan event ini semoga geliat perekonomian bagi para pelaku seni dan crew kegiatan hajatan bisa kembali normal dan eksis kembali.

Eko Joko Iswanto Camat Kecamatan Mojogedang yang kali ini hadir mewakili Bupati Karanganya, sampaikan bahwa dirinya sudah mengeluarkan 11 rekomendasi Mojogedang untuk menggelar hajatan, sudah bisa nanggap campursari juga wayangan. Namun itu semua harus dipantau ketat dengan protokol kesehatan.

Eko sampaikan jika kegiatan hajatan di malam hari sementara ini masih dibatasi hanya sampai jam 12 malam, nantinya jika dalam beberapa waktu kedepan baik-baik saja, gelaran hajatan seperti wayangan yang biasanya sampai jam 3 pagi bisa dilanjutkan, namun jika kedepannya justru keadaan memburuk maka ijin rekomendasi menggelar hajatan akan ditarik kembali. DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
IMG-20200718-WA0054

Jalin Kerjasama Dengan Pemerintah Kabupaten, Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Dirikan Internasional Islamic Boarding School Di Karanganyar

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara peresmian pembangunan gedung Internasional Islamic Boarding School (IIBS) milik Yayasan Pesantren Islam Al Azhar di Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Sabtu(18/07/20)

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar hadiri peresmian pembangunan Internasional Islamic Boarding School (IIBS) yang didirikan oleh yayasan pendidikan Islam Al Azhar di Desa Salam Kecamatan Karangpandan pada, Sabtu(18/07/20).

Didampingi Kapolres dan Komandan Kodim Kabupaten Karanganyar beserta beberapa Kepala OPD, Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rober Christanto langsung meninjau lahan yang akan dibangun untuk sekolah berbasis Islam ternama tersebut.

Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu dari 10 Kabupaten / Kota di Indonesia yang terpilih untuk lokasi penambahan sarana pendidikan milik yayasan yang sudah terkenal tersebut. Sinergitas antara Yayasan Pesantren Islam Al Azhar dan yayasan Makarima juga Pemkab Karanganyar ini berharap bisa membawa berkah dengan didirikannya seolah berbasis Islam dengan standar Internasional.

Dengan misi pesantren yang islami, qur’ani dan beradab. Mencetak pemimpin yang handal, menginspirasi dan berpikir global, pesantren ini akan mewujudkan sistem pendidikan berbasis pesantren bertaraf internasional.

dr.Harun Rasjid, So.B, MARS Ketua Yayasan Makarima, dalam khutbah sambutannya berharap supaya pelaksanaan pembangunan pesantren ini dari awal sampai akhir bisa berjalan dengan lancar.

Al Azhar Internasional Islamic Boarding School (IIBS) dengan moto yang dimiliki, inginkan agar anak didik kami nantinya menjadi qurrota a’yun bagi kedua orang tuanya, jelasnya.

Sementara Drs. H. Sobirin HS selaku ketua Yayasan YPI Al Azhar Pusat inginkan sinergi yayasan Al Azhar dengan pemerintah Kabupaten Karanganyar ini semoga mendapat berkah dr Allah SWT.

Yayasan Pesantren Islam Al Azhar mempunyai sejarah pada tanggal 7 April 1952 ada 14 tokoh nasional yang menjadi tokoh berdirinya Yayasan Pesantren Islam, awal mula terbentuk hanya diberi nama Yayasan Pesantren Islam, belum ada embel-embel nama Al Azhar nya. Baru selang beberapa tahun kemudian ketika Syeikh dari Universitas Al Azhar Kairo Mesir datang lalu menjadi lengkap dengan nama Yayasan Pesantren Islam Al Azhar.

” Dulu harapannya ingin memperbagus pesantren-pesantren yang ada di Jawa Barat, hingga akhirnya menyeluruh ke seluruh Indonesia “, jelasnya.

Tujuannya jelas memajukan pendidikan dibawah naungan Islam, mendirikan pendidikan berbasis Islam yang bagus. Matur suwun sudah diijinkan mengembangkan yayasan Al Azhar di Kabupaten Karanganyar ini.

Yayasan pendidikan Islam Al Azhar sendiri sudah memiliki lebih dari 200 madrasah di seluruh Indonesia.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono dalam pidato sambutannya sampaikan keinginan semoga nantinya sekolahan ini membawa berkah, agar nantinya pendidikan di Kabupaten Karanganyar semakin dikenal banyak orang.

Matur nuwun atas kepercayaan yayasan Al Azhar dan yayasan Makarima yang sudah mempercayakan Kabupaten Karanganyar untuk mendirikan sekolah berbasis Islam bertaraf Internasional. DISKOMINFO (Ind/Dn)

Read More
IMG-20200718-WA0006

Peduli Kemajuan Sepak Bola, Bupati Resmi Membuka Kongres Askab PSSI Karanganyar

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka Kongres Askab PSSI Karanganyar, Sabtu (18/7).

KARANGANYAR– Bupati Karanganyar resmi membuka Kongres Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Karanganyar, Sabtu (19/7) pagi. Penyelenggaraan kongres ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang baik untuk mengembangkan olahraga sepakbola di Karanganyar.

Kongres yang dilaksanakan di ruang anthorium Pendopo Rumah Dinas Bupati dihadiri jajaran pejabat Askab PSSI Karanganyar.

Toni Hatmono selaku Ketua Askab PSSI Karanganyar dalam laporannya mengatakan sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang populer dan digemari banyak orang mulai anak-anak hingga dewasa. Dengan kata lain olahraga ini adalah olahraga yang merakyat.

“Akan tetapi sayangnya di Bumi IntanPari bahkan Persika yang menjadi kebanggaan kita sudah lama vakum,”ujarnya.

Toni juga menyampaikan Kepengurusan Askab PSSI Karanganyar periode sebelumnya telah berakhir pada 16 Maret 2020, selanjutnya Asosiasi Propinsi (Asprop) Jawa Tengah telah memberikan kesempatan untuk segera melaksanakan Kongres Askab PSSI Karanganyar.

Ditambahkannya, Asprop Jawa Tengah menunjuk Dwi Purwanto sebagai Plt Ketua Askab PSSI Karanganyar yang bertugas menyelenggarakan kongres.

“60 hari sudah kami menyosialisasikan kepada seluruh anggota sepak bola Indonesia Kabupaten Karanganyar dan ini bukanlah hal mudah. Utamakan kekompakan dan jangan kasih kendor pada PSSI Kabupaten Karanganyar,”imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi dan mendukung penuh terselenggaranya Kongres Askab PSSI Karanganyar.
Pihaknya berharap terlaksananya Kongres dapat membawa kemajuan olahraga sepak bola di Karanganyar khususnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta Kongres untuk membentuk fikiran yang positif untuk menghasilkan keputusan yang baik demi perkembangan olah raga sepak bola.
“Yang kira-kira gak maju pikirannya tidak ingin mengembangkan olahraga, jangan temui saya. Karena ini bukan persoalan gampang,” jelas Bupati.

Menurutnya, PSSI lima tahun yang lalu harus menjadi pengalaman semua pihak bahwa kesepahaman dan komitmen bersama itu faktor penting dalam menguatkan sebuah organisasi.
Ini merupakan momentum yang baik untuk ditata yang baik. Semua harus dipersiapkan, supaya Askab solid.

“Persika seharusnya menjadi milik Askab bukan milik orang lain. Maka itu segera diurus agar Persika menjadi miliknya Askab PSSI Karangnyar dan menjadi kebanggaan Karanganyar,”pesannya.

Bupati pada akhir acara sekaligus membuka kongres menekankan penting menjalankan organisasi
Dengan penuh tanggung jawab, bermusyawarah, berdaulat dan berkesinambungan guna mewujudkan sepak bola yang berprestasi.
Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
IMG-20200716-WA0031

PEMBINAAN PENYULUH AGAMA DALAM MASA PANDEMI

Para Penyuluh Agama Mengikuti Pembinaan Bupati Karanganyar

KARANGANYAR-Pembinaan penyuluh agama di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar digelar di Gedung IPHI Karanganyar pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2020.

166 orang penyuluh agama se-Kabupaten Karanganyar dikumpulkan untuk menerima pembinaan dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar, Wiharso. Bupati menyampaikan harapan agar penyuluh agama dapat membawa manfaat bagi masyarakat. Terutama pada masa pandemi, penyuluh agama diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.

“Jangan cepat panik ataupun takut karena panik itu separo dari sakit dan tenang itu separo dari obat. Maka imunitas kita itu adalah keimanan kita. Siapapun yang lemah imannya pasti panik dan kawatir. Hal itu menyebabkan kita gampang sakit”, pesannya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar, Wiharso, menuturkan status penyuluh agama itu non-PNS. Dia sepakat bahwa peran penyuluh agama strategis di masa pandemi. “Di musim pandemi ini strategis sekali. Apa yang disampaikan Bupati tadi terkait penyampaian bagaimana menyikapi pandemi. Masyarakat tidak panik tapi hati-hati, jaga kesehatan sebaik-baiknya,” tutur dia.

“Yang diinformasi tidak hanya hal agama tapi juga program pemerintah. Penyuluh juga mendampingi masyarakat secara spiritual maupun material. Apabila ada yang membutuhkan masukan tentang persoalan rumah tangga, mereka bisa mendampingi. Penyuluh agama bukan hanya mengajak tapi memberikan solusi kepada masyarakat”, tutur Wiharso. Diskominfo (Dn & fia)

Read More
DSC_8438

DISPARPORA KARANGANYAR TETAP GELAR AJANG PUTRA PUTRI LAWU 2020 MESKI PANDEMI

Diskominfo

Ananda Krisna Bagaskara dan Aqeela Jenifer Thurai sabet juara I pemilihan Putra Putri Lawu 2020

KARANGANYAR-10 pasang finalis melenggang ke Grand Final pemilihan Putra Putri Lawu (PPL) Kabupaten Karanganyar 2020 yang diadakan di Rumah Atsiri Indonesia, Kecamatan Tawangmangu. Kamis (16/07/20).

Meski berlangsung ditengah pandemi Covid-19,  tidak mengurangi semangat serta antusiasme para peserta untuk terus berikan kemampuan terbaik di ajang ini.

Dengan menghadirkan lima juri yang berkompeten di bidangnya seperti Hj. Siti Khomsiyah Juliyatmono, Drs. Sujarno, M.Si, Dra. R. Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn, Sistho A. Shreshtho, ST dan Sri Esthi Sulistyantini, S.Pd, M.Pd diharapkan mampu menjaring pemenang yang betul-betul berkualitas.

Karena nantinya dipundak mereka akan ada tanggung jawab untuk dapat mempromosikan obyek wisata serta potensi yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar. Serta bagaimana menarik masyarakat untuk datang dan menikmati keunikan serta keindahan Kabupaten Karanganyar.

Drs. Titis Sri Jawoto menyampaikan bahwa dipilihnya Rumah Atsiri Indonesia menjadi tempat penyelenggaraan Grand Final PPL 2020 tidak lain atas petunjuk bupati.

Dia juga menginformasikan jika Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif mengumumkan bahwa Rumah Atsiri Indonesia masuk 10 besar nasional destinasi wisata, sehingga tidak salah jika Rumah Atsiri Indonesia dipilih menjadi tempat diselenggarakannya acara.

Terkait pembukaan obyek wisata di Karanganyar Titis menegaskan “kalau ada yang tidak patuh, tidak melaksanakan protokol kesehatan dengan baik akan ditindak tegas dengan menutup sementara dan bagi yang sudah berjalan dengan baik atas ijin bupati diberikan label kelayakan operasional di era new normal ini” .

Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, M.M. yang juga hadir bersama Wakil Bupati Karanganyar H Rober Christanto, S.E. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa per tanggal 16 juni 2020 atau sudah satu bulan ini pemerintah mulai membuka seluruh obyek wisata maupun rumah makan.

“Bagi pekerja seni dipersilahkan bergerak untuk terus melakukan aktifitas seperti biasa tentu dengan memperhatikan faktor kesehatan yang menjadi prioritas” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ditengah situasi yang serba terbatas pemilihan PPL 2020 tetap berlangsung. Untuk itu pihaknya sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini.

“Pemerintah akan terus berupaya untuk memfasilitasi generasi muda agar memiliki peluang untuk terus meningkatkan rasa percaya diri dengan tetap diadakannya kegiatan PPL” imbuhnya.

Diakhir sambutannya Juliyatmono menyampaikan terkait perkembangan Virus Covid-19 yang terus meningkat di kabupatennya, semuanya berasal dari cluster orang yang bekerja di Solo yang kebetulan tinggalnya di Karanganyar.

Pemenang Grand Final Putra-Putri Lawu Tahun 2020
Juara I : Ananda Krisna Bagaskara dan Aqeela Jenifer Thurai.
Juara II : Aditiya Dwi Yulianto dan Jelita Azzahra Putri
Juara III : Dema Azmir Hatta dan Cita Nurani

Diskomindfo (An&In)

Read More
DSC_9067

KABUPATEN KARANGANYAR TERIMA KUNJUNGAN KERJA DARI EMPAT KABUPATEN SEKALIGUS

Diskominfo

Tukar menukar cinderamata Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Karanganyar dengan Pimpinan Komisi D DPRD Kabupaten Blora.

KARANGANYAR – Penerimaan kunjungan kerja (Kunker) Komisi I dan IV DPRD Kabupaten Kulon Progo, Pansus III DPRD Kabupaten Lamongan, Komisi D DPRD Kabupaten Blora dan Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar. Rabu (15 Juli 2020).

Kunjungan kerja diterima langsung oleh Pimpinan Komisi A DPRD Kabupaten Karanganyar Muh. Irsyam, Spd. Dalam sambutannya Irsyam menjelaskan terkait letak geografis, industri, pertanian dan juga pariwisata yang ada di Kabupaten Karanganyar.

“Karanganyar mempunyai moto atau semboyan Intan Pari singkatan dari Indutri, pertanian dan pariwisata” ungkapnya.

Ditambahkan di bidang industri terdapat sekitar 600 perusahaan di Karanganyar yang meliputi perusahaan kecil maupun besar. Di bidang pertanian menghasilkan padi merah (beras merah) yang sangat bagus sedangkan di bidang pariwisata terdapat tempat wisata religi yang terbuka untuk umum antara lain Mengadek, Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Maksud dan tujuan kunjungan kerja Komisi I dan IV DPRD Kabupaten Kulon Progo adalah untuk mencari referensi dan juga mengenalkan pariwisata yang ada di kabupaten tersebut, seperti disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kulon Progo bapak Lajiyo Yok Mulyono.

Dari Kabupaten Pemalang diwakili oleh Ketua Komisi D, Nuryani, S.H., M.H. dan dari Kabupaten Lamongan diwakili oleh Ketua Pansus III, Syaifudin.

Seluruh pertanyaan yang diajukan oleh masing-masing kabupaten tersebut dijawab oleh Suparmi selaku Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Karanganyar. Diskominfo ( Dn,An,Fia)

Read More
IMG_20200715_113002

Penyaluran BLT Dana Desa Tahap II

Penyerahan Secara Simbolis BLT Dana Desa Oleh Kepala Dispermasdes

KARANGANYAR-Penerimaan Manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap II Kecamatan Jumantono dilaksanakan di Aula Kecamatan Jumantono, Rabu (15/07/2020).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Karanganyar, Agus Heri Bindarto mengakui masih muncul pendataan kurang valid pada pelaksanaan BLT Dana Desa bulan Mei-Juli 2020. Yang seharusnya penerima dengan jumlah sama tiap bulan, tetapi faktanya mengalami perubahan. Duplikasi bantuan pada penerima yang sama menyebabkan problem tersebut. Ia menyebut, terdapat 13.991 penerima BLT Dana Desa pada Juni. Namun jumlah ini berubah menjadi 13.597 penerima pada Juli.

“Selama tiga bulan ini terus dievaluasi. Karena tiga bulan ke depan masih menerima, maka datanya harus valid. Tidak boleh lagi ada penerima yang mendapatkan dobel BLT Dana Desa dan BST, harus salah satu saja. Maka, kami meminta pemerintah desa membentuk desk khusus. Di dalamnya melibatkan orang-orag yang benar-benar paham kondisi warga,” katanya.

Penerimaan BLT Dana Desa kali ini di Kecamatan Jatiyoso dibagi menjadi dua gelombang. Hal ini dimaksutkan untuk menghindari kerumunan dan mencegah penyebaran covid-19. Gelombang pertama pagi untuk Desa Sedayu, sebanyak 162 orang yang menerima BLT Dana Desa Tahap II. Setelah selesai dilanjutkan gelombang kedua yaitu Desa Kebak.

Menurut Lilik ibu dari tiga anak yang kesehariannya sebagai seorang petani, dia merasa senang dengan adanya BLT ini karena bisa membantu meringankan beban untuk keperluan sehari hari dan harapannya semoga pandemi ini akan segera berakhir dan kedepannya semakin lebih baik lagi. Diskominfo (in&tgr)

Read More
WhatsApp Image 2020-07-14 at 09.57.57

Desa Ploso Kecamatan Jumapolo Luar Biasa Dalam Pengelolaan Website

Kasie PSDKI DIskominfo Karanganyar, Kristina Dw K memberikan paparan mengenai PPID Di Kecamatan Jumapolo

 

 

KARANGANYAR – Pemerintah Desa Ploso, Kecamatan Jumapolo sangat luar biasa dalam mengelola web dan informasi desa. Hal terbukti, saat tim Monev PPID Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Jumapolo, Selasa (15/07). Selain web sudah baik, beritanya juga bagus dalam kemasan dan informatif. Sehingga Desa ini menjadi contoh desa di Kecamatan Jumapolo yang lain untuk berbenah.

“Saya akui Desa Ploso, Kecamatan Jumapolo sangat baik dalam pengelolanya web. Hal ini mendorong, Desa Ploso dapat dikenal dengan mudah oleh masyarakat luas,” papar Sekretaris Dinas (Sekdin) Diskominfo, Dra Eny Fauziah, MM saat memberikan monev PPID.

Sementara Kasie PSDKI, Kristina Dwi Kartiningsih S.S, M.M mengatakan saat ini informasi  menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik membuktikan bahwa informasi adalah kebutuhan masyarakat sehingga perangkat Desa harus tanggap.  Diharapkan nantinya masyarakat menjadi paham bahwa setiap warga negara berhak mengetahui informasi publik di pemerintahan. “Banyak masalah yang terjadi di tingkat desa karena kurangnya pemahaman terkait informasi publik, jangan sampai kita terombang-ambing karena tidak paham regulasi serta aturan dalam melaksanakan tugas” jelasnya. (hr/dnk)

Read More
WhatsApp Image 2020-07-14 at 13.51.48

Yakinkan Pemangku Kebijakan, Komenka Gelar Simulasi Hajatan di Rumah Ki Manteb Sudarsono

Simulasi hajatan digelar Komenka agar Pemangku kebijakan yakin gelaran hajatan aman

 

Ketua Komenka, Joko Petruk memberikan sambutan dan berusaha menyakinkan semua pihak bahwa hajatan aman untuk digelar

 

KARANGAYAR – Tidak mau larut terus dalam masa pandemi virus covid 19, komunitas Entertaiment Karanganyar (Komenka) menggelar simulasi hajatan ‘mantu’ di rumah dalang Kondang, Ki H Manteb Sudarsono di Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Selasa (14/07). Simulasi ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan menyakinkan pemerintah bahwa hajatan bisa digelar tetap dengan protokoler kesehatan. Pasalnya sudah empat bulan ini, praktis tidak ada pekerjaan hajat mantu.

“Kami komunitas Komenka atau istilah kerennya sor kajang mengakui empat bulan tidak ada pekerjaan sama sekali. Kami memberanikan menggelar simulasi ini agar masyarakat dan pemangku kebijakan seperti Polres dan Pemkab yakin bahwa hajatan dapat digelar,” papar ketua Komenka, Joko Petruk ditemui usai simulasi hajatan.

Menurut Joko penyelenggaraan simulasi ini sudah memenuhi standar protokol  kesehatan. pertama, tamu undangan masuk harus cuci tangan terlebih dahulu. Kemudian diukur suhu tubuhnya oleh petugas. Jika memang diatas 38 dipersilahkan untuk pulang. Setelah suhu tubuh dipastikan aman, kemudian tangan disemprot dengan disinfektan. Masuk ke ruang dengan tidak bersamalaman dengan ‘omong tamu’. Duduk dengan jarak antar tamu undangan dibuat renggang. “Kami yakinkan semua pihak bahwa hajatan aman untuk dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Kami juga sudah audiensi dengan Polres, DPRD dan Pemkab agar mereka juga memikirkan nasib kami untuk terus bekerja,” tandasnya.

Selain itu, Joko mengatakan sebelum hajatan digelar satu hari sebelumnya tempat hajatan disemprot disinfektan. Tujuannya agar semua tempat streril dari virus covid 19.

Sementara Ki Manteb Sudarsono mendukung penuh komenka. Sebab dia memang seniman yang dituakan di Kabupaten Karanganyar sehingga sudah menjadi kewajibannya untuk membantu. Dalang yang terkenal dengan sebutan dalang oye ini mempersilahkan Komenka untuk menggelar simulasi hajatan di rumahnya. Sebab jika tidak memberanikan diri menggelar simulasi maka seniman mati ‘thek shek’. “Jika kondisi ini dibiarkan sampai Desember maka akan mrongos semua para seniman. Dengan simulasi ini, diharapkan pemerintah memberikan izin untuk para pekerja seni bekerja kembali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya.

Pihak pemangku kebijakan tidak perlu ragu dan kawatir sebab penyelenggaran hajatan tetap menggunakan protokol kesehatan. Kondisi seperti ini, tidak usah menyalahkan semua. Pihaknya meminta kondisi diterima dan terus bangkit kembali untuk bekerja.

Sementara yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs Tarsa M.Pd mewakili bupati Karanganyar, Juliyatmono. Intinya Pemkab Karanganyar mempersilahkan digelar hajatan dengan tetap menggunakan prosedur protokol kesehatan. Hajatan digelar semula  dengan prinsip banyu mili. “Intinya Pemkab mendukung namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya. (hr/Adt)

Read More