Category: Berita

IMG-20200810-WA0032

RAPAT PARIPURNA DPRD : PENYAMPAIAN KUA DAN PPAS APBD PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2020

Kominfo

Rapat Paripurna KUA PPAS APBD TA 2020 dilaksanakan tetap sesuai dengan protokol kesehatan, Senin (10/8).

KARANGANYAR- Rapat paripurna nota penjelasan Bupati Karanganyar terhadap rancangan nota kesepakatan kebijakan umum perubahan APBD tahun anggaran 2020 serta prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan APBD tahun anggaran 2020 berlangsung dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar, Senin (10/8) di gedung DPRD Kabupaten Karanganyar.

Nota penyampaian KUA PPAS yang dibacakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono terkait dengan penanganan COVID-19, di Kabupaten Karanganyar terjadi penyesuaian APDB Tahun 2020 yang mendasarkan pada SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 119/2913/SJ dan Nomor 117/KMK.7/2020 tentang Percepatan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020 dalam rangka Penanganan COVID-19 serta pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional, sehingga benja-belanja yang bersifat earmark maupun belanja wajib mengikat digeser memenuhi ketentuan regulasi.

Namun saat ini kebijakan pembangunan tahun 2020 belum bisa tercapai secara maksimal karena terkendala pademi wabah Covid-19, sehingga timbul permasalahan-permaslahan antara lain: Belum optimalnya kualitas dan kapasitas serta kondisi jalan dan jembatan sebagai akibat adanya penundaan pembangunan dan pemeliharaan, Belum optimalnya infrastruktur pelayanan sosial seperti prasarana perkantoran, pendidikan, kesehatan, ekonomi, seni dan pemeliharaan, Masih terdapat kawasan kumuh, belum terpehuninya ketersediaan sarana air bersih serta akses sanitasi yang layak, Menuruhnnya aktifitas ekonomi di semua sektor dan wilayah sehingga pertumbuhan ekonomi turun dan timbul inflasi, Meningkatnya kebutuhan pendanaan bencana nasional (pandemi), Meningkatnya kemiskinan, Meningkatnya pengangguran dan menurunnya penyerapan tentang kerja pada sektor produksi, penurunan jumlah pekerja dari sektor pertanian.

Pada kesempatan tersebut Bupati berharap ada persetujuan dan kesepakatan bersama mengenai substansi dan ugrensi Rencana Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) Tahun Anggaran 2020 diajukan.

Diskominfo (dn/ind/agustina)

Read More
IMG-20200810-WA0002

Gol Semata Wayang Bupati, Belum Mampu Kalahkan Persija Jakarta Glory

Askab PSSI Karanganyar Siap melawan Persija Jakarta Glory

KARANGANYAR – Laga amal antara Askab PSSI Karanganyar vs Persija Jakarta Glory berakhir 1-3 untuk kemenangan Rico Ceper dkk (Persija). Laga amal yang berlangsung di lapangan Desa Koripan, Kecamatan Matesih berlangsung seru dan dipenuhi masyarakat sekitar yang ingin menyaksikan juara liga Indonesia tahun 2001. Dari Persija Jakarta glory ada Anang Maruf, Widodo C Putra, Budi Sudarsono, dan Rico Ceper. Sementara dari Askab PSSI Karanganyar, ada Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Dandim 0727 Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo, Wakil Ketua DPRD Anung Marwoko dan Tony Hatmoko.
Sejak babak pertama, kedua kesebelasan saling menyerang. Berkali-kali Persija Jakarta Glory menyerang dan mengancam gawang pertahanan Askab PSSI Karanganyar. Namun serangan demi serangan berbuah manis, Ketika Budi Sudarsono mampu mengelabuhi kiper Askab dan berhasil memasukkan bola ke gawang. tertinggal 0-1, tidak membuat Askab PSSI Karanganyar patah semangat. Justru semakin agresif menyerang. Serangan berbuah manis, Ketika Bupati Karanganyar, Juliyatmono bekerja sama dengan Ilyas Akbar Al Madani. Kerjasama keduanya berhasil memasukkan bola ke gawang Persija Jakarta Glory. Namun kehebatan eks pemain Persija Jakarta Glory, pertandingan berakhir dengan kemenangan persija dengan skor 3-1.
Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono merasa bangga bermain dengan mantan pemain Persija Jakarta dan menjadi tuan rumah. Semoga event seperti lebih giat dan semarak lagi. “Saya berharap dengan kepengurusan Askab yang baru dan mengadakan liga intern di Karanganyar akan muncul banyak pemain bertalenta. Lahir atlet atlet sepakbola masa depan dari Karanganyar,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-08-09 at 10.49.25

Bursa Kendaraan Djadoel Milenial Karanganyar, Sepeda Perang Tahun 1941 Ikut Dipamerkan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berkesempatan mencoba sepeda lipat perang angkatan udara Inggris buatan tahun 1941

Bupati Karanganyar melihat dari dekat cari melipat sepeda perang ini

 

KARANGANYAR – Ayo berwisata di Ke Kabupaten Karanganyar. Wisata baru di Bumi Intanpari adalah wisata melihat kendaraan tempo dulu dan aneka motor unik keluaran tahun 1970an. Termasuk sepeda ontel perang BSA tahun 1941 milik Komunitas Sepeda Tua Indonesia Soloraya (KOSTI) ikut dipamerkan dalam event wisata baru di Karanganyar.

“Ini tempat wisata baru di Karanganyar, selain melihat kendaraan tua juga bisa membeli sepeda-sepeda tua. Saya ingin Karanganyar menjadi trademark mobil atau kendaraan tua, termasuk sparepartnya,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam pembukaan wisata dan bursa kendaraan Djodel di Pujasera, Karanganyar Kota, Minggu (09/08).

Orang nomor satu di Karanganyar, tertegun melihat sepeda lipat perang BSA tahun 1941. Sebab sepeda lipat mudah mirip sepeda lipat saat ini. Ternyata sepeda perang itu dipergunakan angkatan Udara Inggris pada saat invasi di Malaysia. Sedangkan salah satu anggota KOSTI mendapatkan dari Jogja. Di Indonesia hanya ada lima, satu diantaranya di Karanganyar. Bupati berkesempatan untuk menjajal sepeda perang tahun 1941 tersebut.

Bupati menambahkan ide kreatif memang bisa muncul dari keadaan yang terpepet. Buktinya, ditengah pendemi covid 19 dan daya beli masyarakat yang turun, Ekraf bersama Dinas Pariwisata bisa memunculkan ide pameran dan bursa kendaraan djadoel. “Hanya saja, kegiatan ini perlu konsistensi dan berkelanjutan terus menerus. Jangan hanya satu dua hari sepi kemudian ditutup. Justru hal ini harus terus digelorakan supaya Karanganyar juga menjadi trademark barang-barag tempo dulu,” imbuhnya.

Ke depan bisa juga, lemari tua, dipan tua atau alat-alat rumah tangga bisa dijual ditempat ini. Menurut Bupati pemasaran bisa dilakukan dengan sistem bursa atau lelang. Yakni melalui online sehingga menjadi Karanganyar terus maju dan kreatif. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-08-09 at 11.50.44

Pemkab Karanganyar Akan Bantu Promosi Beras Organik

Peluncuran 8 ton beras organik ke Jakarta dilakukan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono di Rumah Organik Indonesia (ROI) Bejen, Karanganyar

 

 

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan membantu promosi beras organik dari Bumi Intanpari. Sebab keluhan yang muncul selama ini kendalanya ada di pemasaraan. Untuk produksi Kabupaten Karanganyar sudah mencukupi namun dari sisi penjualan masih ada kendala.

“Pemkab Karanganyar akan menjadi juru promosi beras organik di Karanganyar. Sebab ini beras dengan kualitas baik dan sehat. Di era covid 19 seperti ini yang dibutuhkan adalah beras yang sehat dan menyehatkan sehingga beras organik ini sangat cocok menjawab pendemi saat ini,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam Peluncuran Perdana Pemasaran Beras Organik di rumah organik indonesia (ROI), Di Green Resto, Bejen, Karanganyar Kota.

Bupati Karanganyar menambahkan pekerjaan pertanian beras organik ini memang butuh keseriusaan. Jika petani sregeep dan setia dengan pertanian maka produksi gabah masih baik. problemnya ada di pemasaran yang tidak gencar. Organisasi PBB dibidang pangan FAO mempredeksi ke depan akan ada krisis pangan. “Pengiriman 8 ton beras organik ke Jakarta ini menjadi momen untuk mempromosikan beras organik dengan baik.  Yang jelas, dalam pertanian butuh konsisten dan terus menerus. Pemkab siap membantu bidang promosi,” imbuhnya.

Lebih jauh, Bupati Karanganyar mendorong petani Karanganyar agar beralih ke sistem pertanian organik. Menurut bupati, hasil pertanian dengan sistem organik ini, jauh lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan pertanian non organik.  Menurut bupati, pangsa pasar beras oranik ini, sangat terbuka lebar di daerah perkotaan. Pasalnya menurut orang nomor satu di Karanganyar tersebut, saat ini, ditengah pandemi Covid-19, masyarakat secara umum, membutuhkan sumber makanan yang sehat.

“ Ini merupakan salah satu upaya mendorong dan menggeliatkan  para petani kita agar beralih ke organik. Melalui rumah organik, padi yang dihasilkan akan dipasarkan ke sejumlah daerah dengan hasil yaag cukup menjanjikan,” terang bupati.

Sementara, Direktur Utama Rumah Organik Indonesia (ROI) Jularso, menyampaikan, pangsa pasar beras organik ini merupakan kelas menengah untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Beras organik yang paling banyak dibutuhkan, ungkapnya, merupakan beras untuk kesehatan, seperti beras merah, beras hitam dan beras coklat. “ Kita mengambil segmen  pasar khusus. Untuk memenuhi target permintaan sebanyak 20 ton per bulan, saat ini sudah kita kondisikan.  Kita akan atur pola tanam dan  menjalin kerjasma dengan BUMDes untuk menyesuaikan permintaan dari Jakarta,” ungkapnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-08-09 at 11.34.51 (2)

DPRD Kediri dan DPRD Bekasi ‘Ngangsu Kawruh’ di DPRD Karanganyar

Anggota DPRD Karanganyar, Suparmi menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Bekasi dan DPRD Kabupaten Kediri

 

 

KARANGANYAR – Secara bersamaan, DPRD Karanganyar menerima dua tamu sekaligus pada Jumat, (07/08) di ruang Paripurna kantor dewan. Yakni Komisi 1 DPRD Kediri yang belajar tentang lembaga penyiaran publik, Komisi 2 DPRD Kediri yang belajar pemberdayaan fungsi Pemerintah desa. Selanjutnya, DPRD Kabupaten Bekasi yang belajar tentang anggaran.

“Terima kasih atas kunjungan rekan-rekan dari DPRD Kediri dan DPRD Kabupaten Bekasi. Saya berharap kedatangan bapak ibu semua bisa memberikan jawaban atas pertanyaan bapak ibu semua,” papar penerima tamu dari DPRD Karanganyar, H Suparmi.

Kesempatan diberikan Ketua Rombongan DPRD Kediri, Drs Masikur Lukman SH, MH. Masikur mengatakan DPRD Kediri terdiri dari dua komisi. Yakni komisi 1 DPRD Kediri belajar tentang lembaga penyiaran dan komisi 2 tentang pemberdayaan Bumdes. “Namun karena hari ini Jumat, saya manut tuan rumah diberikan kesempatan untuk bertanya. Namun saya mengucapkan terima kasih kami telah diterima dengan baik,” papar Masikur.

Kesempatan kedua diberikan oleh DPRD Kabupaten Bekasi, H Muhammad Nur sebagai ketua rombongan. Muhammad Nuh mengatakan DPRD Kabupaten Bekasi ingin tahu banyak postur anggaran DPRD Karanganyar. kemudian penyiapan draf KUA dan PPAS. (hr/Wf/Dea)

Read More
WhatsApp Image 2020-08-09 at 11.18.48 (2)

Bugarkan Masyarakat, Gardal Lakukan SSG di Lapangan RM Said

Kepala DInas Kesbangpolinmas, Bambang Sutarmanto mewakili Wakil BUpati Karanganyar, Rober Christanto memberikan sambutan dalam senam sehat gardal

 

 

KARANGANYAR – Menyambut kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, Gerakan Aspirasi Lawu (Gardal) Karanganyar melakukan senam sehat di Lapangan RM Said, Karanganyar, Sabtu, 8 Agustus 2020. Senam diikuti 500 orang tersebut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kabupaten Karanganyar. Yakni kepala Kesbangpolinmas, Bambang Sutarmanto S.Sos, MM, Kepala Dinas Sosial, Waluyo Dwi Basuki, anggota DPRD Karanganyar, Aan Shopanudin dan Tiara Puspita.

“Senam sehat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 75 dan peluncuran Senam Sehat Gardal (SSG). Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat,” papar Ketua SSG, Dwi Hariyani.

Dia menambahkan SSG ini sudah mulai rutin dilakukan pada Rabu Sore Pukul 15.00. Senam ini juga terbuka untuk masyarakat umum dan siapa saja boleh ikut senam. Namun demikian, untuk saat ini yang lebih banyak pesertanya adalah perempuan.

Sementara Kepala Kesbangpolinmas, Bambang Sutarmanto mewakili Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto mengapresiasi kegiatan tersebut. Sekaligus memberikan penghargaan kepada Gardal yang berupaya menyehatkan masyarakat dengan gemar melakukan senam. “Semoga perjuangan gardal selalu mendapatkan keberkahaan Allah SWT. Apresiasi yang tinggi karena telah membantu masyarakat diberbagai kegiatan, misalnya jahit, bengkel, salon dan lain sebagainya,” tambahnya. (hr/Adt)

Read More
IMG-20200806-WA0027

PPID Desa Diminta Tangani Informasi Dengan Baik

Tim Monev PPID Kabupaten Karanganyar melakukan monitoring di PPID Desa Se Kecamatan Jenawi

 

KARANGANYAR – Arus informasi di saat ini tidak terbendung dan berlangsung cepat. Bahkan dalam era keterbukaan informasi, badan publik diharapkan memberikan informasi akurat, pas, cepat dan benar. Termasuk jika diminta informasi, desa sebagai badan publik harus siap memberikan informasi dengan baik.
“Kami berharap desa menangani informasi dengan baik. Dalam UU Keterbukaan Infomasi Publik nomor 14 tahun 2008, badan publik harus siap memberikan informasi ketika ada pencari Informasi meminta informasi,”papar Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik, Diskominfo Karanganyar, Teguh Triyono SH, M.Si dalam pendampingan dan monitoring PPID Desa se kecamatan Jenawi, Kamis (06/08) di aula Kantor Kecamatan Jenawi.

Teguh menambahkan UU 14 tahun 2008 mengamanatkan masyarakat berhak menerima informasi. Juklak dan juklis mengenai tersebut diatur dalam Perbup nomor 24 tahun 2017. “Jika kita tidak memberikan informasi dengan baik atau menyepelekan maka pencari informasi bisa melaporkan dan bisa menjadi sengketa informasi. Saya berharap Desa harua siap memberikan informasi dengan baik,”tambahnya.

Sementara Camat Jenawi, Agus Dwianto S.Sos, MM meminta petugas PPID desa memyimak dengan baik monitoring PPID darI Kabupaten Karanganyar. Tanyakan hal hal berkaitan informasi sejelas jelasnya. Sebab informasi yang tidak lengkap akan membuat masyarakat menjadi bingung dan bertanya tanya. Jika informasi jelas, maka pencari informasi tidak akan mempersoalkan informasi tersebut. “Tanyakan secara jelas informasi apa saja yang boleh dipublikasikan. Serta informasi yang dikecualikan sehingga PPID tahu persis,” tambahnya.

Sementara Kasi PSDKI, Kristiana Dwi Kartiningsih S.S MM menambahkan PPID desa bisa dibentuk dengan menggunakan proses atau mekanisme yang ada. PPID bisa dibentuk setelah ada Perdes. PPID berkewajiban mengelola informasi dengan membuat Daftar Informasi Publik (DIP) . Selain itu harus menyiapkan Informasi berkala, informasi serta merta dan informasi setiap saat. (hr/dnk/tgr)

Read More
DSC_0651

Baperlitbang Karanganyar Gelar Pelatihan E-Planning dan E-Budgeting

Peningkatan Kapasitas Aparatur Pelaksana Perencanaan Perangkat Daerah se-Kabupaten Karanganyar Tahun 2020 dengan Tema “Penggunaan Aplikasi Integrasi e-Planning dan e-Budgeting” di El Royale Hotel, Daerah istimewa Yogyakarta (05/08)

KARANGANYAR, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Karanganyar mengadakan bimbingan teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Pelaksana Perencanaan Perangkat Daerah se-Kabupaten Karanganyar Tahun 2020 dengan Tema “Penggunaan Aplikasi Integrasi e-Planning dan e-Budgeting” di El Royale Hotel, Daerah istimewa Yogyakarta (05/08)

Pelatihan diikuti oleh kurang lebih 60 peserta yang terdiri dari aparatur pelaksana perencana OPD se-Kabupaten Karanganyar dan juga tim teknis aplikasi dan juga keuangan.

Dalam laporannya, Kepala Baperlitbang Kabupaten Karanganyar, Drs. Muh Indrayanto mengungkapkan bahwa kegiatan ini dalam rangka penggunaan aplikasi terintegrasi antara perencana dan penganggaran dengan system infomasi  perencanaan dan penganggaran. Menurutnya, konsistensi  antara hubungan perencanaan dan keuangan itu sangat penting,  yakni guna mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sambutan dan laporan oleh Kepala Baperlitbang Kabupaten Karanganyar, drs. Muh Indrayanto

Selain itu, tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk melaksanakan pembekalan dan pelatihan sekaligus pengisian Renja (rencana kerja) perangkat daerah ke dalam aplikasi bagi aparatur perencanaan.  Agar menambah pengetahuan bagi aparatur perencanaan daerah, menambah kemampuan pengisian aplikasi Simda serta  meningkatkan kebersamanaan dan semangat kerja.

Dalam pelatihan ini, turut hadir Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah,Wasis Prabowo, SE, AK, MM, CA, CFrA, QIA. Dalam kesempatan ini, Wasis mengungkapkan pentingnya pengawasan prioritas pembangunan oleh BPKP. Pengawasan dilaksanakan ini baik ditingkat lembaga, kabupaten, hingga provinsi. Selain itu, BPKP juga melaksanakan fungsi pengawasan tata kelola.

Bintek dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar, Drs. Juliyatmono, MM. Dalam kesempatannya, orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar mengingatkan pentingnya RPJMD yang berkiblat pada muatan visi misi bupati dan wakil bupati, yakni “Berjuang Bersama Memajukan Karanganyar”.

Ada lima program unggulan dalam visi misi tersebut, yakni pembangunan infrastruktur menyeluruh, pemberdayaan perekonomian rakyat, pendidikan gratis SD/SMP dan kesehatan gratis, pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan,  peningktan kualitas keagamaan, sosial budaya, pemberdayaan perempuan, pemuda dan olahraga. “Program-program ini akan dikerjakan oleh OPD, urusannya dengan OPD. OPD yang dipimpin para kepala, bertugas menerjemahkan lima program ini”, ujar Juliyatmono.

Bupati Karanganyar berharap, Karanganyar maju terus supaya rakyat sejahtera.

DISKOMINFO (tgr)

Read More
DSC_05482

Pendampingan Monev PPID Desa di Kecamatan Matesih

Camat Matesih, Ardiyansyah. S.STP. Saat memberikan sambutan kegiatan Monev PPID Desa di Aula kantor Kecamatan Matesih, Rabu (05/08)

KARANGANYAR – Tim PPID Utama Kabupaten Karanganyar melaksanakan pendampingan dan monitoring PPID Desa di Kecamatan Matesih (05/08).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mensosialisasikan pelaksanaan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Materi disampaikan oleh Dra. Eny Fauziah,M.M selaku Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar yang juga sebagai PPID Utama.

Monev dibuka oleh Camat Matesih, Ardiyansyah. S.STP. Sedangkan, peserta monev PPID Desa adalah Sekretaris Desa dan admin PPID Desa. Para sekdes dan admin nantinya diharapkan bisa mengelola website PPID Desa serta open data dengan baik dan benar. Hal ini supaya sejalan dengan keterbukaan informasi public yang sedang digaungkan oleh pemerintah.

Materi Daftar Informasi Public (DIP) dan penyusunan Data Informasi Yang Dikecualikan (DIK) disampaikan oleh Kristiana D. Kartiningsih, S.S., M.M dari Dinas Komunikasi dan Informatika. Adanya PPID adalah supaya setiap masyarakat bebas mengakses informasi dan data yang dibutuhkan sesuai prosedur yang benar. DISKOMINFO (adt/dea/yli)

Read More
WhatsApp Image 2020-08-05 at 09.32.41

Persiapkan Secara Matang, September Sekolah Diupayakan Simulasi Tatap Muka

KARANGANYAR – Hampir setiap hari, Bupati Karanganyar Juliyatmono mendapatkan keluhan dari anak-anak sekolah. Mereka bertanya kapan sekolah masuk kembali karena sudah bosan berada di rumah. Bahkan, hari ini ada siswa bertanya kapan sekolah bisa masuk kembali, siapa yang mengizinkan sekolah masuk.

“Banyak keluhan dari siswa yang intinya rindu sekolah kembali. Saya minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)  merencanakan persiapan yang matang untuk diupayakan September diusahakan simulasi pembelajaran tatap muka,” papar Juliyatmono saat membuka Webinar dengan tema pembelajaran daring di era covid 19 di ruang SIC, Diskominfo Karanganyar, Rabu (05/08) .

Pembelajaran, menurut Bupati bisa diupayakan sosialisasi lingkungan atau pengenalan sekolah. Disamping melakukan praktek tentang penerapan protokol  kesehatan di sekolah. Namun demikian, Pemkab Karanganyar tidak akan memaksa anak untuk masuk sekolah. Tentu bagi anak yang ingin sekolah, Pemkab Karanganyar tentu akan memfasilitasi untuk jenjang SD dan SMP. “Saya harap Disdikbud mempersiapkannnya secara matang,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati Karanganyar juga meminta Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mengecek jaringan dari kecamatan sampai Desa. Setidaknya, ada data desa mana saja yang belum mendapatkan jaringan internet. Sebab ada juga anak yang mencari sinyal sampai ke kuburan. “Tolong dicek, Desa mana yang internetnya kurang bagus. Pemkab Karanganyar akan memfasilitasi hal tersebut,” tambahnya.

Dia menambahkan peran guru tidak bisa diganti siapapun. Guru mempunyai keterpanggilan untuk mengajar karena ada kepuasan batin. Bupati  mengaku sejak 1988 sudah jadi guru di sekolah. Sehingga tahu jika bapak ibu guru tidak mengajar serasa badan akan kaku dan tidak happy. “Sampai kapan guru tetap menjadi idola. Sehingga perannya tidak bisa digantikan dengan tehnologi, “ungkapnya. (Fy/Wf/hr)

Read More