Category: Berita

IMG-20201001-WA0043

Aplikasi Sidenok dan Sistem E-Ticketing Resmi Dilaunching

Diskominfo

Juliyatmono hadiri launching Aplikasi Sidenok dan sistem E-Ticketing di Pendopo Candi Sukuh.

Karanganyar – Bupati Karanganyar Drs. H Juliyatmono, MM hadiri launching aplikasi Sidenok (sistem informasi data elektronik olahraga kepemudaan dan kepariwisataan) dan sistem E-Ticketing di Pendopo Candi Sukuh Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar, Kamis (1/10/20).

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Tengah saat ini. Sejalan dengan program Digital Tourism Solution dari Bank Mandiri, MKP Mobile dan DOKU berkolaborasi untuk menerapkan sistem E-ticketing di semua objek wisata dan homestay yang ada di sekitar Karanganyar.

Hari ini telah dilaksanakan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MOU) antara Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM bersama Drs. Titis Sri Jawoto selaku Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, serta pihak Bank Mandiri.

Sistem E-Ticketing ini diluncurkan bersamaan dengan aplikasi Si Denok, yaitu aplikasi yang memuat konten terkait kepemudaan, keolahragaan, dan kepariwisataan.

Mulai bulan Oktober 2020, sistem E-ticketing sudah dapat digunakan di objek wisata Candi Cetho dan Candi Sukuh. Untuk fase berikutnya, sistem ini juga akan diterapkan di seluruh objek pariwisata milik Pemerintah maupun Swasta.

Pada acara peresmian ini, Bupati Karanganyar berkesempatan melakukan uji coba E-ticketing yang didampingi oleh Kepala Disparpora Karanganyar, Kepala cabang Bank Mandiri Solo, Pejabat Bank Indonesia cabang Solo, serta perwakian OJK cabang Solo. Melalui penerapan sistem E-ticketing ini diharapkan dapat mempermudah para wisatawan untuk berwisata budaya yang aman di daerah Karanganyar, terutama di era pandemi ini, selain tentunya juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat maupun Pemkab Karanganyar.

Dalam sambutannya, Drs. H. Juliyatmono, MM, Bupati Karanganyar mengatakan, “Program digitalisasi, khususnya E-ticketing ini bisa menjadi solusi mudah dan aman bagi para wisatawan karena transaksi bisa dilakukan dari jarak jauh. Ke depannya saya berharap berbagai pengembangan dari program ini dapat dilakukan, seperti paket one-stop-solution untuk para wisatawan, di mana wisatawan dapat berkunjung ke objek wisata sekaligus berfoto dengan baju adat dan makan siang hidangan khas setempat”.

Chief Executive Officer MKP Mobile, Nicholas Anggada turut berkomentar bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemkab Karanganyar khususnya Bapak Bupati bersama Kepala Disparpora, Bank Mandiri untuk MKP Mobile dan DOKU dapat turut membangun pariwisata tanah air.

Pada kesempatan yang sama Irfan Burhan, SVP Business Expansion and Regional Sales DOKU menjelaskan,” Sistem E-ticketing yang kami terapkan bersama dengan MKP Mobile memungkinkan para wisatawan membayar tiket secara non-tunai dan non-sentuh dengan menggunakan metode scan QRIS melalui smartphone masing-masing. Untuk wisatawan yang belum memiliki aplikasi uang elektronik juga dapat dengan mudah mengunduh DOKU e-Wallet versi terbaru melalui Google Play dan App Store, untuk kemudian mengaktifkan fitur QRIS di dalamnya.”

Lebih lanjut Nicholas memaparkan, “Sebagai penyedia sistem E-ticketing skala nasional, MKP Mobile siap mendukung digitalisasi pariwisata di Karanganyar dengan potensi pariwisata yang berlimpah. Penerapan digitalisasi pariwisata ini sama-sama menguntungkan baik bagi wisatawan maupun penduduk lokal. Semoga keberhasilan digitalisasi pariwisata di Kabupaten Karanganyar ini dapat menjadi proyek percontohan untuk diimplementasikan di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Ini merupakan inovasi dan buah kerjasama MKP Mobile, Bank Mandiri serta DOKU sebagai dukungan untuk ekosistem pariwisata digital di Indonesia,” tutup Nicholas. Diskominfo (in&an).

 

Read More
logo hari jadi (1)

Hari Jadi Kabupaten Karanganyar Ke 103 Lebih Banyak Virtual

Launching Logo Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 103 di halaman kantor setda Karanganyar

Pelapasan balon ke udara oleh Forkominda

KARANGANYAR – Peringatan hari  jadi Kabupaten Karanganyar ke 103 tanggal 18 Nopember 2020 mendatang tampaknya akan dirayakan lebih banyak secara virtual. Mengingat kondisi pendemi covid 19 menjadi alasan utama kemeriahaan hari jadi lebih banyak virtual. Namun demikian, ada juga kegiatan yang tetap dilaksanakan misalnya ziarah pendiri  dan mengunjungi Keluarga mantan Bupati.

“Kegiatan hari jadi ke 103 ini ada enam kegiatan pokok. Yakni launching logo hari jadi ke 103, Silaturami ke keluarga mantan bupati, pegelaran wayang kulit secara virtual, ziarah ke pendiri Karanganyar, malam tirakatan virtual dan hari pelaksanaan peringatan hari jadi  18 Nopember mendatang,” ujar  Sekda Sutarno saat launching logo ke 103 dan informasi agenda kegiatan hari jadi di halaman Setda Kabupaten Karanganyar, Kamis (1/10).

Lauching logo tersebut dihadiri Bupati, Juliyatmono, Wakil Bupati, Rober Cristanto, Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, Dandim 0727, Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo, Ketua Pengadilan Negeri, Ayun Kristiyanto,  Kejari Karanganyar  Ahmad Mudhor, Ketua Pengadilan Agama Imam Syafii, kepala OPD dan camat se Kabupaten Karanganyar. Sekda Sutarno menambahkan selain enam kegiatan utama, juga ada kegiatan yang lain yakni lauching e Tiket aplikasi Sidenok dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, pameran tanaman hias dan bonsai, lomba film pendek, lomba video pencegahaan covid 19, gelar seni budaya, kuliner dan festival dalang cilik secara virtual, napak tilas joko songo, jalan sehat di Waduk Jlantah Jatiyoso. “Semua agenda tersebut tetap akan mematuhi protokol kesehatan. Tetap menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan,” tambahnya.

 

Aziz Fathoni dari Tawangmangu juara 1 lomba logo desain hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 103

Mengenai lomba desain logo, Sekda Sutarno mengatakan penetypan logo dilaksanakan melalui lomba desain logo secara online. Ada sejumlah 117 orang yang mendaftar dengan desai sebanyak 156 buah. Kemudian, tim memilih tiga yang menjadi juara yakni Aziz Fathoni dari Tawangmang, Wahyu  Dwi Eko  S dari Karanganyar, Dony Wahyu Ardianto dari matesih.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Dalam tema hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 103 mengusung tema Karanganyar maju dan tangguh. Beberapa kegiatan yang bersifat massal memang tidak bisa dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Misalnya konser musik, tarian massal dan kegiatan lainnya. Namun demikian, olahraga masih tetap berjalan sambil melihat situasi covid 19. “Untuk kegiatan olahraga kami masih mengikuti perkembangan pendemi covid 19. Rencana 18 Nopember mendatang ada lauching pusat kehidupan nusantara di Candi Cetho,” tambahnya.

Kegiatan Lanching logo hari jadi diakhiri dengan pelepasan balon ke udara. Di salah satu balon tersebut tulisan dan cap yang menyatakan barang siapa menemukan hadiah tersebut diminta ke Kantor Diskominfo Karanganyar untuk mendapatkan hadiah (hr/ard) .

Read More
LOGO HUT 103 KARANGANYAR

Logo Hari Jadi Ke-103 Kabupaten Karanganyar Tahun 2020

  Angka 103 adalah usia Kabupaten Karanganyar di tahun 2020 ini. Angka 1 dengan tangan mengepal menggambarkan Karanganyar yang TANGGUH.
  Burung Derkuku merupakan inti bagian dari sejarah Kabupaten Karanganyar yang merepresentasikan perjuangan Raden Mas Said serta sebagai pokok yang melambangkan wahyu, keikhlasan serta kemakmuran.
  Padi dengan jumlah 20 bulir menandakan tahun 2020 juga melambangkan kemakmuran Kabupaten Karanganyar yang mana mayoritas mata pencaharian warganya adalah petani unggul sehingga padi menjadi gimmic Kabupaten Karanganyar sejak dulu.
  Simbol orang merangkul membentuk angka 0 melambangkan integritas Kabupaten Karanganyar yang menjadikan Karanganyar maju dan tangguh.

Read More
IMG_20201001_082513

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Pemkab Karanganyar Gelar Upacara Secara Virtual

Kominfo

Pemkab Karanganyar ikuti Upacara secara virtual Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10) pagi.

KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap Tanggal 1 Oktober.  Akan tetapi peringatan pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena masih ditengah masa pandemi covid-19 segala kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa dilakukan secara video conference (Vcon), zoom maupun virtual.

Salah satunya kegiatan Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada hari ini dilaksanakan secara virtual, Kamis Tanggal 1 Oktober 2020 bertempat di ruang SIC Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar. Pelaksanaan  Upacara diikuti Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Forkopimda serta  jajaran Kepala OPD Kabupaten Karanganyar.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Karanganyar secara langsung terhubung dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlokasi di  Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur. Pelaksanaan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko  Widodo dilanjutkan Pembacaan Pancasila oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, Pembacaan Undang Undang Dasar 1945 oleh Ketua DPD RI dan Upacara diakhiri dengan Pembacaan dan Penandatanganan Ikrar oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_6210

“Smart Village Nusantara” Desa Kemuning Siap Bersaing Di Era Digital

 

KARANGANYAR – Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar menjadi pilot project program Smart Village Nusantara, selain Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran.

Program dari PT Telkom tersebut secara simbolis diresmikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Balai Desa Kemuning pada Kamis (1/10/2020). Dalam acara tersebut turut hadir pula Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia Edi Witjara menyampaikan, pemilihan Desa Kemuning dan Pangandaran sebagai pilot project program Smart Village itu melalui hasil penilaian dan survei oleh pihak PT Telkom.

Dari aspek Sumber daya Manusia (SDM), potensi maupun dari infrastruktur dua desa itu dinilai siap menjadi pengembangan pilot project program smart village.

“Ada banyak desa yang mengajukan proposal untuk ikut piloting program ini. Tapi ada dua yang terpilih, yakni Desa Kemuning dan Desa Pangandaran, karena memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi, untuk bisa menjadi smart village,” katanya usai acara launching, Kamis (1/10/2020).

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik atas terpilihnya Desa Kemuning sebagai pilot project Smart Village.

“Semoga ini menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk lebih maju dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” terangnya.

Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi mengungkapkan, desa memiliki kekuatan ekonomi baik itu sektor pertanian, perikanan dan pariwisata. Apabila hal itu dikelola dengan baik tentu akan memajukan desa tersebut.

“Desa adalah masa depan Indonesia. Tapi desa maju harus punya tiga ciri, ada anak mudanya, SDM-nya kreatif dan ada partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, program Smart Village Nusantara akan membuka jendela dunia bagi kemajuan desa. Program ini dapat memberikan dampak positif terhadap pemerintahan desa seperti mempermudah tata kelola administrasi desa, meningkatkan Ekonomi melalui digitalisasi, dan menaikkan tingkat keamanan desa.

“Ini (program) harus ada dukungan semua pihak. Termasuk adanya partisipasi dari SDM-nya untuk mengantisipasi perubahan yang bergerak cepat,” jelasnya. Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr/Ang)

Read More

Rapat Kerja Nasional, Forum Sekretaris Daerah Se Indonesia

KARANGANYAR –Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Drs. SUTARNO, M.Si. mengikuti Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS ) Forum Sekretaris Daerah Se Indonesia (FORSESDASI) Tahun 2020 Secara virtual melalui Zoom di Ruang SIC Diskominfo, Rabu (30/09).
Rekernas Forsesdasi kali ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menambah wawasan sekretaris daerah khususnya agar berpartisipasi aktif mendukung kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembengunan melalui sumber daya menusia ASN yang profesional agar bisa mewujudkan cita – cita Reformasi Birokrasi.
Pemaparan materi pertama disampaikan dari Badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP) terkait transparansi penggunaan dana Covid 19 yang Akuntable dan tepat sasaran, karena penggunaan APBN yang di alokasikan untuk penanganan Covid 19 ini sangat besar yakni mencapai 695 triliun rupiah, diharapkan bisa dipastikan kebermanfaatannya bagi masyarakat “kami berharap, bapak ibu sekretaris daerah dapat mendorong percepatan realisasi belanja daerah dengan tetap akuntable dan berorientasi pada hasil” ungkap Dadang Kurnia Ak., M.B.A., selaku deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah
Materi selanjutnya disampaikan dari Kememntrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Demikrasi Republik Indonesia terkait Implementasi Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Daerah sesuai dengan target RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2019-2024, akan dilakukan penyederhanaan birokrasi dengan penyetaraan jabatan dengan kriteria : tugas dan fungsi jabatan berkaitan dengan pelayanan teknis fungsional, Tugas dan fiungsi jabatan dapat dilaksanakan oleh pejabat fungsional, jabatan yang berbasis keahlian/ keterampilan tertentu, dan peroses penyederhanaan Birokrasi ini masih akan berlanjut hingga 31 Desember 2020. Untuk penyederhanaan Birokrasi Daerah di koordinasikan oleh kementrian dalam negeri selaku koordinator pembinaan dan pengawasan pemerintahan daerah.
“peran Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh indonesia yaitu dalam percepatan penanganan Covid 19, dan peningkatan kualitas dan pelayanan publik, Serta menyukseskan pilkada serentak 2020” ungkap Sekjen Kemendagri,Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si

Read More
IMG-20200930-WA0030

Seminar FKUB bersama AGPAII, Bupati : Kita Sepakat NKRI berdasarkan Pancasila

Kominfo

Bupati Juliyatmono saat menyampaikan pentingnya bertoleransi, Rabu (30/9).

KARANGANYAR–  Penguatan implementasi modern beragama di sekolah diharapkan dapat meningkatkan rasa toleransi antar umat beragama sejak dini sekaligus mewaspadai munculnya paham radikalisme. Karena kita sebagai satu bangsa sepakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada pelaksanaan seminar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Karanganyar  di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (30/9).

Dalam sambutannya sekaligus membuka, Bupati mengatakan disebut agama karena mempunyai kitab suci dan disetiap kitab suci yang diyakini seperti umat muslim adalah Al-Qur’an, menceritakan banyak hal baik itu sejarah masa lalu dan juga masa depan. Kitab itu perlu terus dibaca karena merupakan pedoman kita sebagai umat beragama.

Dikatakannya kalau dalam Al-Qur’an di awal surat saja sudah disebut Alif lam miim adalah pembuka surat yang semua artinya hanya Alloh SWT yang mengetahuinya. Itu sebagai bukti bahwa kitab suci itu berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan dilanjutkan dengan surat-surat kelanjutannya sebagai petunjuk orang-orang yang bertaqwa tidak ada keraguan sedikitpun.

“Karena semakin tinggi kualitas agama seseorang tentunya dengan pendalaman kitab sucinya masing-masing itu akan tumbuh kesadaran yang luar biasa untuk sama-sama menjaga dan menghormati pilihan seseorang terhadap agamanya,”ujarnya.

Ia juga mengatakan, sejarah di Indonesia itu betul-betul fakta, nyata ada ekstrim kiri pernah memberontak yakni paham komunisme. Tidak bisa dipungkiri banyak Jenderal yang dibunuh oleh PKI/Komunisme. Sehingga hari ini dipasang bendera setengah tiang. Siapapun yang menulis sejarah itu silakan dibaca tapi fakta bahwa komunisme pernah memberontak di Negara ini. Maka jangan sampai kita larut dalam pemikiran ekstrim kiri atau kekiri-kirian, pasti itu akan menumbuhkan paham komunis yang lama-lama tidak akan percaya adanya Tuhan.

Menurutnya, jika ada seseorang tidak senang pada agama diindikasikan tidak jelas dan ada ekstrim kanan namanya DI/TII yang pernah berontak di Negara ini juga. Kalau berfikirnya ke kanan kananan terus, nantinya pasti berpikir akan membuat Negara agama. Fakta sejarah mana yang Negara agama bisa sukses besar.

“Oleh karenanya Tuhan memilihkan berbangsa-bangsa, bersuku-suku, saling kenal mengenal suku-suku bangsa-bangsa melalui sesepuh, para pejuang, alim ulama karena kalau tidak didorong alim ulama susah kita itu untuk membangkitkan semangat untuk merdeka,”jelas Bupati.

Ditambahkannya, dalam pembukaan UUD 1945 Atas berkat rahmat Alloh SWT dan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan maka dengan ini dinyatakan kemerdekaannya. Kita bangsa ini sepakat sejak dulu Negara kita NKRI berdasarkan  Pancasila.

Sila pertama  Ketuhanan Yang Maha Esa bahwa setiap produk hukum di Indonesia diilhami oleh spirit nilai-nilai keTuhanan. Artinya semua dimensi kita lakukan itu semata-mata hanya ingin diperuntukkan untuk kemashlahatan atas dasar nilai-nilai keTuhanan. Kekanan-kananan itu akan memiliki paham Negara berdasarkan syariat Islam, Negara-negara agama. Sedangkan kekiri- kirinan akan muncul paham komunisme. Untuk itu ambil jalan tengah moderat berdasarkan Pancasila dan mengakui keragaman pemeluk pemeluk bangsa kita.

“Sehingga yang menilai beragama kita biarlah Tuhan Yang Maha Kuasa dan tugas kita selanjutnya yakni mengisi bangsa ini dengan nilai-nilai Pancasila. Karena setiap tindakan kita harus mengandung unsur keTuhanan, Kemanusiaan, harus mempersatukan, harus dengan prinsip musyawarah dan harus punya pendekatan bagaimana harus semua berdimensi keadilan,”imbuhnya.

Diskominfo (dn/ind)

Read More
smart city (4)

Bupati Karanganyar Paparkan Smart City Dihadapan Tim Evaluator

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Kadinas Kominfo, Sujarno, Kadinas Parpora, Titis Sri Jawoto dan Kepala BKD, Kurniadi Maulato dan Kabid TKI Diskominfo, Sugiharjo

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono memaparkan gebrakan Kabupaten Karanganyar menuju smart city dihadapan tim evaluator melalui aplikasi zoom di ruang SIC Diskominfo, Selasa (29/09). Secara terintegrasi aplikasi layanan kepada masyarakat dipaparkan dihadapan tim yang dipimpin oleh Andriani dari Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) . Mulai dari aplikasi tehnologi administrasi kependudukan, pelayanan rumah sakit, pelayanan kepegawaian dan pariwisata di bumi Intanpari. Saat pemaparan tersebut didampingi kepala Diskominfo Karanganyar, Sujarno, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kurniadi Maulato, dan Kabid TKI DIskominfo, Sugiharjo

”Dalam waktu dekat akan Desa Kemuning akan lauching Smart Vilage yang mendorong smart city. Jika desa sudah baik dalam pengelolaan tehnologi sangat mendukung Smart City Kabupaten Karanganyar,” papar Juliyatmono.

Pada tahun 2021, Pemkab Karanganyar hendak membuat master plan untuk pembangunan smart city yang lebih detail. Tentu hal ini, menurut Bupati memerlukan bimbingan oleh tim evaluator. Termasuk dukungan anggaran agar smart city dapat terwujud. Pada kesempatan itu, Bupati juga sudah memaparkan produk hukum berupa perbup untuk mendukung smart city. “Untuk menujang kunjungan wisata di borobudur untuk Jawa Tengah, kami juga sudah menyiapkan aplikasinya wisata yang mendukung. Misalnya candi Cetho dan Candi Sukuh yang juga tidak kalah menarik,” tambahnya.

Sementara Kepala Diskominfo Karanganyar, Sujarno menambahkan daerah Karanganyar sudah terlayani jaringan internet 4 G. Dengan dukungan 12 provider dan 185 menara yang berada di Kabupaten Karanganyar. Hal ini sudah menjangkau wilayah Karanganyar. Termasuk rumah tangga di Kabupaten Karanganyar sudah tersambung dengan jaringan internet.

Sementara tim dari BPPT, Andriani mengatakan kagum dengan pelayanan kesehatan gratis oleh pemerintah Karanganyar. Sebab pelayanan dengan aplikasi tehnologi menjadi bagian penting untuk menunjang smart city. Termasuk aplikasi pegawai, pelayanan penduduk, kesehatan dan lain sebagianya. “Kami berharap ada satu aplikasi layanan yang terintegrasi di Kabupaten Karanganyar. Sehingga masyarakat hanya satu klik sudah mengetahui Karanganyar secara lengkap,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More
DSC_5567

Bupati Karanganyar Berikan Pengarahan Untuk Penyuluh Pertanian Lapangan Secara Langsung

Pengarahan Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM dalam Pembinaan Kinerja Penyuluh Pertanian didampingi oleh Sekretaris Komisi B DPRD Karanganyar, Boby Aditia Putra Pamungkas,S.Sos, M.M dan Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, Ir. Siti Maesyaroch, M.Si di Hotel Pondok Asri, Kec. Tawangmangu (29/09)

KARANGANYAR– Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kab. Karanganyar, Ir. Siti Maisyaroch, M.Si dan Sekretaris Komisi B DPRD Kab. Karanganyar, Boby Aditia Putra Pamungkas, S.Sos, M.M menghadiri menghadiri Pembinaan Kinerja Penyuluh Pertanian di Hotel Pondok Asri, Tawangmangu (29/09) .

Dalam pelaksanaannya, seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) ada yang mengelola 2 – 3 desa, sehingga jumlah penyuluh yang berjumlah 111 dirasa masih kurang jika untuk mengawasi 172 desa.

Jumlah penyuluh yang berjumlah 111 ini terdiri dari 40 PNS dan 71 tenaga non PNS, “Jumlahnya baru ada 111 orang, dan karena harus ada izin dan pengakuan dari kementrian pertanian, semoga nanti akan bisa mencapai target  yaitu 177 orang penyuluh, agar setiap desa cukup 1 orang PPL” ungkap Bupati Karanganyar dalam pembukaan kegiatan ini.

Tujuan tersebarnya PPL  adalah agar setiap desa di se-Kabupaten Karanganyar dapat  terjangkau, sehingga para petani bisa lebih produktif walaupun kali ini subsidi pupuk dan bibit hanya ada 60 persen dan yang 40 persen tanpa subsidi.

Ada 23 ribu hektar  lahan yang tidak digarap oleh pemiliknya, padahal terdapat hampir 70ribu kelompok tani yang ada. “Sebagai PPL seharusnya memberikan contoh dengan cara membuat pemanfaatan pekarangan di sekitar rumahnya agar bisa ditanami dan diberdayakan sehingga bisa menjadi panutan masyarakat di sekitarnya” tambah orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar ini.

Bupati Karanganyar juga berencana untuk meningkatkan insentif yang diterima PPL, dari 120 ribu per-bulannya akan diusahakan menjadi 500 ribu perbulan atau paling tidak lebih tinggi dari yang dicanangkan dari pemerintah pusat yaitu 300 ribu perbulannya. Lebih lanjut, Bupati menegaskan kembali jika terdapat masyarakat yang positif Covid-19, penyebutan zonasinya bukanlah per kecamatan ataupun per desa, namun per dusun, sehingga penjagaan dan penonaktifan kegiatannya di fokuskan di dusun tersebut, dan tidak menyebarkan dampak ke dusun lain sehingga ekonomi di daerah sekitar tidak terhambat.

Demikian, Diskominfo (tgr/ard/ang)

Read More
_DSC0250

SOSIALISASI SISWASKEUDES OLEH INSPEKTORAT KABUPATEN KARANGANYAR

Diskominfo

Juliyatmono saat membuka sosialisasi SISWASKEUDES di Jawa Dwipa, Karangpandan.

KARANGANYAR – Dalam rangka penataan sistem kerja serta menunjang fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan di desa, Inspektorat Kabupaten Karanganyar adakan sosialisasi dan implementasi  SISWASKEUDES (Sistem Pengawasan Keuangan Desa ) Kabupaten Karanganyar Tahun 2020 di Jawa Dwipa Kecamatan Karangpandan, Karanganyar. Selasa (29/09/20).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural, fungsional  serta perwakilan dari Dispermades ini turut menggandeng  narasumber dari BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut diungkapkan oleh Inspektur Kabupaten Karanganyar Utomo Sidi Hidayat dalam laporannya.

“Sistem keuangan yang dijalankan perangkat desa sudah berjalan dengan baik dan hanya tinggal perbaikan saja. Ketika terjadi kekeliruan, BPKP menyerahkan kepada inspektorat untuk dilakukan perbaikan baik itu sistem maupun pelaksanaannya” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono mengucapkan terimakasih kepada BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah yang telah bersedia menjadi narasumber pada sosialisasi ini, tak lupa dirinya mengingatkan kepada semua yang hadir agar tetap menjaga protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Virus Corona.

Juliyatmono menjelaskan bahwa selain  mengevaluasi visi misi dan program bupati yang belum berjalan dengan baik, Inspektorat juga mempunyai fungsi pencegahan dan pembinaan. Sedangkan fungsi pemerintah adalah memastikan agar semua anggaran bisa tepat , berhasilguna, efektif, efisien dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Setiap kegiatan yang dialokasikan anggarannya, seberapa besar nilai pemanfaatan dari mengalokasikan itu supaya dampaknya sejahtera” pungkasnya. Diskominfo (an&in).

 

 

 

 

Read More