Category: Berita

Apel kesiapsiagan bencana (1)

Siap Hadapi Bencana, Pemkab , TNI dan Polisi Apel Kesiapsiagaan Bencana

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengecek sejumlah peralatan untuk kesiapsiagaan bencana

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab), TNI dan Polisi apel tanggap bencana di halaman Polres Karanganyar, Rabu (07/10). Gelar apel bersama itu diperuntukkan untuk mensiapsiagaan personel, peralatan dan sarana prasana dalam menghadapi bencana alam. Sehingga ketika bencana terjadi, maka semua personel bahu-membahu mengatasi bencana tersebut.

“Kami saling sinergi antara kepolisian, TNI dan Pemkab Karanganyar dalam siap siaga bencana alam. Dari BMKG juga sudah ada beberapa daerah yang terkena bencana. Dan akhir-akhir ini Karanganyar juga angin kencang sehingga hal ini harus disiapkan secara baik,” papar Kapolres Karanganyar, AKBP Dr Leganek Mawardi.

Dia menambahkan dengan apel bersama-sama ini akan meningkatkan semangat personel, menyiapkan peralatan dan sarana yang lain. Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan siap jika terjadi bencana alam. Pihaknya menyatakan untuk Kabupaten Karanganyar sudah siap.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan  apel ini berfungsi mempercepat penanganan jika terjadi bencana. Orang nomor satu di Karanganyar berharap tidak ada bencana di Karanganyar. Meski demikian, masyarakat di titik-titik rawan bencana sudah sangat siap dan familiar. Sebab mereka sudah terlatih. Misalnya pohon roboh saja ‘dikeroyok bareng-bareng’ cepat selesai. “Ini juga pengecekan alat sudah siap belum. Sehingga ketika terjadi bencana tidak mencari-cari alatnya,” paparnya. (hr/adt)

Read More
DSC_7039

Pentingnya Imunisasi Untuk Kesehatan

Bupati Karanganyar Hadiri acara Forum Komunikasi Imunisasi

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar menghadiri pembukaan acara Forum Komunikasi Peduli Imunisasi Kabupaten Karanganyar di dampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar di Hotel Taman Sari Karanganyar, Selasa (6/10/20).

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mulai 2017-2019, angka Unversal Child Immunization (UCI) di Kabupaten Karanganyar belum mencapai angka 100 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati menyampaikan, angka UCI di Karanganyar belum bisa mencapai 100 persen. Sejak tiga tahun terakhir, angka UCI baru mencapai 98 persen. Begitu juga angka bulan imunisasi sekolah belum bisa mencapai 100 persen, baru sekitar 97 persen.

Dari sekian daerah di Kabupaten Karanganyar, masih ada satu daerah dimana orang tua masih ragu untuk dilakukan imunisasi terhadap bayinya. “Masih ada satu daerah di Tawangmangu yang belum UCI ( imunisasi),” katanya.

Dia menjelaskan, imunisasi merupakan upaya preventif untuk mencegah timbulnya penyakit. Imunisasi bertujuan menurunkan angka kematian, kesakitan, dan kecatatan yang disebabkan oleh penyakit.

Lebih lanjut, untuk meningkatkan angka UCI dan bulan imunisasi sekolah, DKK Karanganyar telah melakukan berbagai upaya seperti koordinasi ke kecamatan, advokasi ke pondok pesantren dan kunjungan ke rumah orang tua yang masih menolak dilakukan imunisasi terhadap bayinya.

“Dengan adanya forum komunikasi peduli imunisasi ini harapannya angka UCI dan bulan imunisasi sekolah bisa mencapai 100 persen,” ucapnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap, anggota forum komunikasi peduli imunisasi bisa ambil bagian dengan melakukan pendekatan kepada orang tua yang masih menolak dilakukan imunisasi terhadap bayinya.

“Spiritnya tidak boleh melemah, menyosialisasikan pentingnya imunisasi. Maka forum ini lebih ke menyamakan pandangan bahwa imunisasi penting. Supaya masyarakat yang masih ragu menjadi yakin, karena ada yang belum menerima dan mau anaknya diimunisasi,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati telah melakukan pendekatan kepada orang tua yang masih menolak dilakukan imunisasi terhadap bayinya di daerah Ngargoyoso. Menurutnya, keraguan untuk dilakukan imunisasi dilatarbelakangi faktor keyakinan terkait bahan baku vaksin imunisasi.

“Ternyata pemahaman mereka belum utuh terhadap imunisasi. Bahan bakunya itu mereka mendapat informasi yang tidak datang dari dunia kesehatan. Sehingga ada yg tidak mau,” terangnya.

Yang dikhawatirkan pemerintah itu apabila ada penularan penyakit yang dapat menyerang daya tahan tubuh manusia.

“Secara alamiah kalau masyarakat disiplin, imunnya cukup kuat. Tapi kekebalan itu harus diawali dari aspek kesehatan, sejak dini atau sejak kecil. Orang mau ibadah haji saja diimunisasi supaya tidak tertular virus dari negara lain,” tuturnya.

Bagi orang tua yang belum mau dilakukan imunisasi terhadap bayinya, pemerintah tidak bisa memaksa. Namun mereka diminta membuat surat pernyataan. Pemkab akan melakukan pendekatan dengan melakukan kunjungan ke rumah orang tua yang menolak imunisasi untuk mengetahui alasan kenapa belum mau dilakukan imunisasi. “Kalau nanti terjadi sesuatu jangan menyalahkan pemerintah dan negara. Apabila ada gangguan fisik dan penyebab penyebaran virus, jangan menuntut,” pungkasnya. Diskominfo (in/fy/cc)

Read More
IMG-20201006-WA0039

Kembangkan Kampus, IAIN Surakarta minta dukungan elemen masyarakat

Prof. Dr. Mudofir, M.Pd Rektor IAIN Surakarta saat membuka Seminar Pendidikan di Syriah Hotel Solo, Selasa (6/10).

KARANGANYAR– Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta meminta dukungan seluruh eleman masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dalam perluasan pembangunan kampus di Kabupaten Karanganyar. Pasalnya pihak kampus ingin membangun kampus di Karanganyar sebagai wujud peningkatan Pendidikan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Rektor IAIN Surakarta, Prof. Dr. Mudofir M.Pd disela sela kegiatan seminar pendidikan, Selasa (6/10) di Syariah Hotel.
Pihaknya berterimakasih atas dukungan Pemkab Karanganyar dalam perluasan pembangunan di Kabupaten Karanganyar. Karenanya sinergi dan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk perluasan pembangunan. Adapun kegiatan tersebut dihadiri Baznas Karanganyar,  Ormas Islam, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, perangkat desa serta berbagai elemen masyarakat wilayah Karanganyar.

“Terimakasih kepada Pemkab Karanganyar. Kami berharap dukungannya agar perluasan pembangunan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar,”ujarnya.

Ditambahkannya IAIN Surakarta menjadi salah satu tujuan kampus swasta favorit. Hal ini menyusul banyaknya lulusan SMU/SMK dari berbagai daerah di Soloraya mendaftarkan ke kampus IAIN Surakarta. Apalagi IAIN akan segera beralih menjadi UIN (Universitas Islam Negeri).

“Perluasan pembangunan kampus untuk mewujudkan pemerataan pendidikan. Rencananya akan ada beberapa jurusan/fakultas pembangunan kampus di Karanganyar,”tambahnya.

Sebelumnya Pemkab Karanganyar menyetujui pembangunan kampus
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Pemkab Karanganyar sudah siap menghibahkan tanah milik Pemkab seluas sepuluh hektar yang akan diserahkan pada IAIN Surakarta tanpa syarat.

Diharapkan dengan berdirinya kampus itu saja, multiplier effect dari keberadaan kampus itu akan membangkitkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, peningkatan SDM.

“Secara otomatis akan menggerakkan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar seperti kos kosan, warung makan, toko kelontong, foto copian, toko fashion,”imbuhnya.
Diskominfo (dn/ind/wafi/angga)

Read More
virtual upacara (3)

HUT TNI Ke 75, Kodim 0727 dan Forkompinda Ikuti Secara Virtual

Kodim 0727 Karanganyar dan Forkominda mengikuti upacara virtual HUT TNI ke 75

KARANGANYAR – Kodim 0727 Karanganyar dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) mengikuti upacara HUT TNI ke 75 secara virtual. Upacara ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena masih ditengah masa pandemi covid-19.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Kapolres Karanganyar, AKBP Dr Leganek Mawardi, Kepala Kejaksaan Negeri, Ahmad Mudhor, Ketua Pengadilan Negeri, Ayun Kristiyanto SH, MH, Ketua Pengadilan Agama Imam Syafii di Makodim Karanganyar.
Peringatan Hari kelahiran TNI tersebut secara langsung terhubung dengan Peringatan Hari TNI di Jakarta. Pelaksanaan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo. Acara diakhiri dengan ramah tamah KOdim 0727 Karanganyar, dengan jajaran forkominda. (hr/adt)

Read More
IMG-20201005-WA0001

PROGRAM KARANGANYAR BELAJAR RESMI DI LAUNCHING

Diskominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat melaunching program Karanganyar Belajar di Kantor Radio Swiba Karanganyar.

KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai cara tersendiri untuk memberikan pembelajaran terhadap peserta didik yang hingga saat ini masih melaksanakan proses belajar dirumah masing-masing salah satunya lewat pembelajaran daring via radio.

Pemkab Karanganyar meluncurkan program Karanganyar Belajar yang merupakan program pembelajaran daring via radio yang diselenggarakan oleh Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan LPPL (Lembaga Penyiaran Publik Lokal) Radio Swiba Karanganyar pada Senin (05/10/20).

Program Karanganyar Belajar hadir setiap hari pada pukul 08.00 WIB, dengan jenjang pendidikan PAUD, TK, SD, SMP atau sederajat. Menyuguhkan pembelajaran dengan tema dan mata pelajaran yang edukatif mulai dari materi sekolah, parenting dan lain-lain.

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tarsa hadir untuk melaunching program tersebut, orang nomor satu di Karanganyar tersebut mengatakan bahwa bagi mereka yang tidak punya kemampuan untuk membeli pulsa internet, radio solusinya. Dirinya mengingatkan bahwa belajar tidak boleh berhenti. “Belajar itu tidak boleh berhenti dan dihentikan, hakikat pendidikan dan hakikat kehidupan kita itu terus belajar”. tambahnya.

Juliyatmono mengapresiasi keberanian dalam melakukan inovasi dengan berbagai kreatifitas dalam bidang pendidikan salah satunya program Karanganyar Belajar ini, pihaknya akan terus berupaya agar proses belajar tetap berjalan lancar, karena itu merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Pada kesempatan tersebut Tarsa menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karanganyar, khususnya para pelajar mulai PAUD, TK, SG, SMP dan yang sederajat untuk mengikuti program kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar dengan LPPL Radio Swiba  Karanganyar.

“Mari kita sukseskan dan kita dukung semangat belajar bagi generasi muda Kabupaten Karanganyar dan kita gelorakan semangat belajar putra-putri kita meskipun ditengah-tengah masa pandemi Covid-19, mudah-mudahan program pembelajaran lewat Radio Swiba berjalan dengan bagus” pungkasnya. Diskominfo (An/In/Wf).

Read More
pengajian akah pagi (3)

Pengajian Akbar Ahad Pagi, Bupati Sampaikan Sedekah Penghapus Dosa

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan tauziah pada pengajian akbar ahad pagi di Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang

 

KARANGANYAR – Milad Kajian Ahad Pagi di Balai Desa Kaliboto ke 5 di (04/10), menghadirkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono sebagai tauziah. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Karanganyar menyampaikan lima ciri orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Lima ciri itu yang dimaksud itu adalah meminta ampunan di pagi hari, sedekah, menahan marah, memberi maaf kepada orang lain, dan senang berbuat baik.

“Sedekah dapat menghapus dosa yang kita kerjakan. Baik dosa yang disengaja atau tidak disengaja,” papar Juliyatmono saat memberikan tauziah dihadapan puluhan jamaah yang sebagian besar ibu-ibu.

Orang nomor satu itu menambahkan siapa sih orang yang tidak berbuat dosa. Pasti semua diantara kita berbuat dosa. Misalnya pedagang, sedikit banyak menawarkan harga tinggi, ASN yang tidak disiplin, petani misalnya berbohong dan sebagainya. “Jika berbuat jelek iringilah dengan berbuat kebaikan. Termasuk sedekah yang anda berikan kepada orang lain,’ tambahnya.

Bupati mengatakan orang yang banyak sedekah dan zakat. Untuk menggalakkan zakat, ASN di lingkungan Pemkab Karanganyar sudah dipoting gajinya 2,5 persen untuk zakat. Termasuk setiap RT juga diminta zakat Rp 50 ribu sebulan. “Rp 50 ribu digotong royong seluruh warga Di RT tersebut saya rasa tidak berat. Ini melatih kita agar berempati kepada orang lain, membersihkan dan membawa kebarokaahn harta kita,” tambahnya.

Selain itu, bupati mengatakan ciri orang mulia selanjutnya adalah mudahnya memberi maaf kesalahan orang lain. Memberi maaf adalah sesuatu yang berat, namun jika seseorang mau melakukan maka kemuliaan ada pada orang tersebut. Keempat, adalah menahan marah. Orang yang emosi itu adalah sesuatu yang berbahaya dan dapat mencelakkan orang lain. Jika emosi ini tidak dikendalikan maka akan merugikan orang lain. Orang yang sudah dapat menahan marah, orang tersebut mulia dimata Allah SWT. Terakhir, berbuat baik kepada orang lain. Jangan pernah bosan untuk selalu memberikan kebaikan kita kepada orang lain. Kebaikan akan berpulang kepada orang yang berbuat baik itu sendiri,” imbuhnya.   (hr/adt)

Read More
DSC_6324

Tangkal Radikalisme, Kuatkan Silaturahmi Yang Positif

 

KARANGANYAR– Bupati Karanganyar, Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar , Komandan Kodim 0727 Karanganyar dan Kapolres Karanganyar hadiri Silahturahmi Kebangsaan dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Ballroom The sunan Hotel Surakarta, Jumat (02/10).

Acara ini dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP secara virtual melalui zoom. Selaku penyelenggara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme(BNPT)  bermaksud membangun sinergi bersama FORKOPIMDA, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk menangkal paham radikal dan terorisme, juga untuk mewujudkan persepsi yang sama tentang penyebaran paham radikal terorisme.

“Jika ada ideologi-ideologi yang diluar Pancasila, mari kita kembali membaca sejarah, karena kebanyakan paham-paham radikal yang ada di bangsa ini berasal dari mereka yang kurang memahami sejarah dan nilai nilai pancasila” ungkap gubernur  Ganjar dalam sambutannya melalui vidcon.

Gubernur yang familiar dengan chanel youtubenya ini berpesan agar masyarakat menerapkan pola saling membantu, saling tolong menolong, gotong royong agar bisa mengubah pola silaturahminya sehingga bisa membentuk lingkungan yang baik dan menghindarkan dari paham radikalisme dan terorisme.

Karena paham radikal dan terorisme bisa merasuk ke siapa saja dan dari golongan apa saja, dengan mengatas namakan kemanusiaan namun ternyata setelah diidentifikasi memiliki motif yang mengarah kepada ideologi politik dan ganguan keamanan, maka penting bagi kita untuk mengukuhkan pengetahuan kita akan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam pelaksanaan pencegahan, BNPT tidak hanya mengandalkan aparat negara saja maka dalam kesiapsiagaan ini harus BNPT melalui Komjen Pol. Dr.Drs. Boy Rafli Amar selaku Kepala BNPT melibatkan semua unsur masyarakat, agar potensi ancaman untuk terjadinya tindak pidana terorisme itu bisa kita tekan seminimal mungkin. Demikian DISKOMINFO(Ard/Ang).

Read More
bersih dusun (1)

Bersih Dusun Hakekatnya Membersihkan Hati

Bupati Karanganyar, Juliyatmono ingatkan untuk selalu menggunakan masker

 

KARANGANYAR –  Bersih Dusun di Suruh Jetis, Desa Suruh,  Kecamatan Tasikmadu Karanganyar di datangi Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Orang nomor satu di Karanganyar bangga dan berterima kasih karena acara bersih dusun terus dilestarikan di Dusun Suruh Jetis. Hakekatnya bersih dusun adalah membersihkan hati agar tetap guyub rukun bersama tetangga.

“Lewat bersih dusuh ini semoga memperkuat tali silaturahmi di Desa Suruh Jetis. Semoga warganya sehat semua dan dijauhkan dari corona,” papar Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara bersih dusun, Kamis, (01/09).

Bupati mengucapkan terma kasih kepada warga masyarakat setempat. Acara bersih dusun bisa semoga diberkahi Allah. Atas nama Pemkab Karanganyar ikut ‘mangayubagyo’. Selain itu, Bupati juga mengingatkan untuk selalu mematuhi protokoler kesehatan. Yakni menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Covid 19, menurut Bupati penularannya melalui dropplet ludah dari penderita. Makanya diharapkan semua tetap menggunakan masker. “Welingku sing at-ati dijaga awak diri sendiri. Aja nduwe hati wedi. Yen ndablek malah sehat. Silahkan tetap beraktivitas namun tetap mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-10-01 at 16.28.30

Peresmian Ruang Isolasi Bangsal Sakura RSUD Karanganyar

Direktur RSUD Karanganyar bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar saat Meninjau salah Satu Ruangan di Bangsal Sakura RSUD Karanganyar, Kamis (01/10)

KARANGANYAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupten Karanganyar meresmikan Ruang Isolasi Bangsal Sakura, yang akan digunakan untuk peningkatan layanan masyarakat khususnya yang terdampak Covid 19, peresmian dilakukan dengan cara pemotongan pita oleh Kepala Dinas Kesehatan yang kali ini di wakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Purwanti, S.Km., M.Kes., Kamis (01/10)
Jumlah pasien Covid 19 di bulan September bahkan melebihi jumlah kumulatif dari bulan Maret hingga Agustus, dibuatnya penambahan ruang isolasi ini dalam rangka melengkapi fungsi dari pemerintah yang menangani virus ini, pada awalnya hanya terdapat 6 tempat tidur dan hingga akhir September sudah memiliki 21 tempat untuk penanganan kasus Covid 19 ini,
Pada awalnya Bangsal Sakura ini digunakan dan dimanfaatkan oleh warga sekitar bahkan digunakan untuk TPA anak-anak, hingga karena melonjaknya jumlah kasus Covid 19 maka tempat itu di renovasi untuk dilayakkan menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid 19.
“Pasien kita cukup meningkat dan yang paling banyak di bulan September, dan ini adalah pembukaan bangsal yang ke dua, kemarin kita juga membuka di Bangsal Anggrek, dan diharapkan dengan dibukanya ruang isolasi yang baru ini masyarakat yang terpapar covid dapat dirawat di RSUD ini” ungkap Purwanti, , S.Km., M.Kes. selaku sekretaris dinas kesehatan.
Bangsal Sakura ini terdiri dari 7 ruangan dengan 2 tipe, yakni 4 kamar untuk perseorangan, dan 3 kamar untuk isi 2 pasien, setiap kamar memiliki tombol bel darurat untuk memanggil perawat apabila dibutuhkan.
“ini bukan rumah sakit khusus covid, ini adalah rumah sakit umum sehingga semua keluhan kesehatan lain kami masih melayani” ungkap direktur RSUD Karanganyar dr. Cucuk heru Kusuma, M.Kes. dalam pembukaannya.(Tgr,Ang)

Read More
sukarjo

Sukarjo, Penemu Spanduk Berhadiah Logo Hari Jadi Karanganyar ke 103 Datangi Diskominfo

Sukorjo (membawa spanduk) datangi Diskominfo untuk memberikan spanduk berhadiah tersebut

Tulisan berhadiah tersebut

 

KARANGANYAR –Sukarjo, warga Gedongan Kidul, Wonosari, Trucuk Klaten tidak menyangka bakal ketiban rejeki nomplok. Bapak tiga putra ini tengah berada di lahan pertaniannya tiba tiba melihat balon dan spanduk logo hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 103. Didekati dan diambil, kemudian dibaca ternyata dibelakang spanduk tertera bagi yang menemukan spanduk akan menerima hadiah.

“Semula saya tidak menyangka spanduk itu ada hadiahnya, tapi setelah membaca pengumuman di belakang spanduk saya datangi Diskominfo Kabupaten Karanganyar. Saya melihat balon sekitar pukul 13.00,” papar Sukarjo ketika mendatangi Kantor Diskominfo Kabupaten Karanganyar, Kamis, (01/10).

Sukarjo menceritakan kronologis menemukan spanduk logo hari jadi ke 103 berhadiah. Saat itu, dia menegok sawah dan hendak mengairi tanaman tembakau tersebut. Namun melihat balon dia mencoba mengambil dan hendak diberikan kepada keponakannya. Oleh tetangga, kemudian dibacakan spanduk di belakang tersebut ternyata berhadiah. “Saya terus datang kesini untuk mengambil hadiahnya. Apapun hadianya saya terima, karena rejeki dari Pemkab Karanganyar,” tambahnya.

Mantan sopir boks ini terakhir ke Karanganyar lima tahun yang lalu. Dahulu Karanganyar tidak sebagus ini, namun perkembangan Karanganyar sangat luar biasa. harapannya, Karanganyar tetap jaya dan sukses sebagai Kabupaten terbaik di Jawa Tengah.

Sementara Kabid IKP Diskominfo Karanganyar, Teguh Triyono SH, M.Si menyatakan selamat kepada Sukorjo yang menerima spanduk berhadiah. Dia berharap hadiah itu dapat memberikan samangat kepada Sukorjo untuk menambah modal usaha. Selanjutnya, Kabid IKP memberikan hadiah tersebut kepada Sukorjo. “Terima kasih. semoga dapat bermanfaat bagi Sukorjo dan keluarga,” ujarnya. (hr/adt)

Read More