Category: Berita

DSC_7269

Rapat Koordinasi dan Aksi Tim Gugus Gerakan Nasional Revolusi Mental 2020

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan arahannya pada rakor revolusi mental, Selasa (13/10)

KARANGANYAR – Rapat Koordinasi Penyusunan Program dan Rencana Aksi Tim Gugus Gerakan Nasional Revolusi Mental Tahun 2020 dilaksanakan di Ruang Podang I Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar, Selasa (13/10/2020).

Disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Karanganyar maksud dan tujuan acara tersebut sebagai wujud koordinasi penyusunan program dan rencana kaji Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Tujuan terwujudnya kinerja dan sinergitas Tim Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kabupaten Karanganyar melalui pelajaran program atau rencana aksi. Hasil yang diharapkan terbangunnya kesepakatan, kesamaan dan keterpaduan dalam pemunculan program dan pelaksanaan aksi Tim Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan Harapannya adalah merubah cara pandang dan cara berpikir tentang Revolusi Mental. “Perilaku yang harus dijaga, integritas dan gotong royong,”pungkas Bupati.

Bidang Utama Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) untuk Kabupaten Karanganyar yaitu: Gerakan Indonesia Melayani (GIM), Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Gerakan Indonesia Tertib (GIT), Gerakan Indonesia Mandiri (GIMa) dan Gerakan Indonesia Bersatu (GIBe).

Diskominfo (dn/ind/cc)

Read More
20201012_093817

Juliyatmono ; Suksesnya Peternak Sapi Kalau Bisa Memproduksi Makanan Ternak Sendiri

Diskominfo

Juliyatmono saat kukuhkan Asosiasi Kelompok Ternak Sapi Lembu Lawu.

Pengukuhan dan Pembinaan Asosiasi Kelompok Ternak Sapi Lembu Lawu oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono berlangsung di Ruang Podang I Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar. Senin (12/10/20).

Asosiasi yang terbentuk sejak setahun lalu ini terdiri dari 12 kelompok tani , yang mana masing-masing kelompok tani beranggotakan sekitar 20 orang.

Populasi ternak sapi yang ada di Karanganyar saat ini sekitar 70 ribu ekor seperti dikemukakan oleh Siti Maisyaroch Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan dalam laporannya.

Dijelaskan pula bahwa Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan program SIKOMANDAN (Sapi kerbau Komoditas Andalan Negeri ), yang mana SIKOMANDAN itu sendiri merupakan kelanjutan dari program UPSUSSIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

SIKOMANDAN bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau secara berkelanjutan salah satu fokusnya adalah pada pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) massal. Nantinya diharapkan dominasi impor daging sapi dan kerbau di Indonesia berkurang.

Siti menambahkan bahwa tahun ini sapi bunting ditargetkan sejumlah 10.000 sementara target kelahiran adalah 7000 sapi dalam 1 tahun, sampai akhir September disampaikan jika sapi yang lahir sebanyak 450 ekor. “Dengan adanya asosiasi ini semoga bisa menambah populasi sapi yang ada di Karanganyar, sehingga bisa meningkatkan protein hewani dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani”, harapnya.

Kabid Budidaya Dinas PKH Provinsi Jawa Tengah, Slamet Kasiran dalam sambutannya menekankan beberapa poin terkait keberadaan asosiasi ini yakni perlunya Penguatan kelembagaan dan managemen kawasan, Pengembangan skala dan jenis usaha, Pengembangan investasi dan Kemitraan,Pengembangan Informasi dan penguatan jaringan pasar.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan bahwa jumlah sapi di Karanganyar belum cukup ideal, sehingga masih perlu dikembangkan secara maksimal.

Keberadaan asosiasi ini diharapkan mampu membangkitkan semangat dalam merawat dan memelihara sapi agar lebih baik “Asosiasi ini menyemangati kelompok-kelompok sapi, supaya antar kelompok sapi ini semangat apik-apikan carane ngopeni ”, imbuhnya. Diskominfo (An/Chel).

 

Read More
IMG-20201012-WA0013

Rapat Paripurna Penyampaian Enam Raperda Kabupaten Karanganyar

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan penjelasan enam Raperda Kabupaten Karanganyar, Senin (12/10)

KARANGANYAR– Rapat Paripurna DPRD Kabupaten masa sidang I dengan agenda penyampaian penjelasan Bupati Karanganyar terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang berlangsung di Gedung DPRD Karanganyar, Senin (12/10).

Adapun enam (6) Raperda tersebut meliputi : Raperda tentang penyelenggaraan pemakaman, retribusi pelayanan pemakaman, penyelenggaraan pertanian, penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, retribusi jasa usaha, pencabutan peraturan daerah nomor 13 tahun 2009 tentang irigasi.

Pada kesempatan tersebut Bupati Karanganyar menyampaikan penjelasan mengenai enam Raperda Kabupaten Karanganyar.

Permasalahan di masyarakat yang belum tertampung dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karanganyar nomor 10 tahun 2011 tentang pengelolaan pemakaman dan retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat antara lain terkait perkembangan kebutuhan masyarakat akan pemakaman Bukan Umum dan tata cara perizinan pemakaman, tata cara penataan pemakaman, usaha pelayanan pemakaman dan juga pengenaan sanksi administratif.

Selanjutnya dalam rangka menjaga potensi pertanian dan ketahanan pangan, maka perlu melindungi dan menjamin penyelenggaraan pertanian yang berkelanjutan. Keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh penatagunaan lahan dan pemanfaatan lahan yang sebaik baiknya.

Raperda tentang penyelenggaraan Kabupaten Layak anak. Yang mana anak merupakan amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Sebagaimana terlampir dalam UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Raperda retribusi jasa usaha, diantara berbagai jenis retribusi daerah berdasarkan Undang Undang nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah salah satunya adalah jenis retribusi jasa usaha yang merupakan jasa yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh pihak swasta.

“Raperda ini kami sampaikan karena peraturan daerah nomor 5 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha beserta seluruh perubahannya sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan belum mencangkup seluruh potensi obyek retribusi jasa usaha yang dimiliki daerah.

Sementara itu mengenai Raperda tentang irigasi berdasarkan ketentuan Pasal 77 Undang Undang nomor 17 tahun 2019 tentang sumber daya air menyatakan bahwa pembagian urusan pemerintahan konkuren antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, provinsi dan pemerintahan kabupaten/kota yang tertuang dalam lampiran huruf C pembagian urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang nomor 1 Sub urusan sumber daya mineral yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Undang Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah dan perubahannya telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Sehubungan hal tersebut, maka pengelolaan irigasi dibawah 1000 (seribu) hektar sudah tidak lagi menjadi kewenangan pemerintah daerah. Oleh sebab itu, Peraturan daerah Kabupaten Karanganyar nomor 13 tahun 2009 tentang irigasi perlu dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi,”pungkas Bupati.

Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_7273

Dua Penghargaan WTP Diterima Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar Saat Menerima Penghargaan WTP oleh BPK

KARANGANYAR – Penyerahan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut dan WTP atas laporan keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2019 diterima langsung oleh Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar di Ruang Transit Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (12/10/2020).

Tidak semua Kabupaten Kota mempunyai prestasi seperti yang di dapatkan oleh Kabupaten Karanganyar. Meskipun di masa pandemi covid-19 tapi semua program kerja tetap berjalan dengan baik dan lancar sehingga mendapatkan WTP.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengucapkan terimakasih atas bimbingannya selama ini sehingga Kabupaten Karangnyar mendapatkan opini WTP lima kali berturut- turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kami tetap meminta pendampingan supaya ke depannya lebih optimal dan lebih baik lagi”, katanya.

Memasuki tahun 2021 Pemerintah berharap per januari semua anggaran harus sudah terserap dengan baik untuk itu perencanaan harus dirancang sejak sekarang dan sebaik mungkin, pesannya. Diskominfo (in/cc)

Read More
IMG-20201011-WA0001

Banyak Cara Untuk Menjadi Pribadi Yang Bertaqwa

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan tausiyah kajian Ahad pagi di Masjid Al Jawiriyah Desa Sukosari Kec. Jumantono, Minggu( 11/10/20).

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono hadir dan juga sekaligus memberikan tausiyah dalam kajian Ahad pagi di Masjid Al Jawiriyah dukuh Bakaran Desa Sukosari Kec. Jumantono, Minggu(11/10/20).

Hadir dan memberikan tausiyah, Bupati Juliyatmono membawakan tema tausiyahnya ” Taqwa Versi Allah SWT “. Tak lupa Bupati juga mengingatkan kepada jama’ah agar selalu melakukan protokoler kesehatan dimanapun berada, apalagi di kegiatan keramaian seperti pengajian Ahad pagi seperti ini.

” Jangan sembrono, selalu lakukan aktivitas dengan Pola hidup bersih dan sehat agar jauh dari penyakit “, jelas Bupati yang akrab di sapa Yuli tersebut.

Orang nomor satu di bumi Intanpari ini dalam tausiyahnya menjelaskan bahwa dalam kitab suci Al-Qur’an banyak ayat yang di akhiri bertujuan agar kita bertaqwa. Itu menandakan bahwa banyak sekali amal kebaikan yang bisa kita lakukan sebagai hamba Allah agar kita menjadi hamba yang bertaqwa, taat pada Allah SWT.

Dari makna tersebut, Bupati menjelaskan bahwa banyak sekali perintah Allah SWT kepada manusia untuk terus bertaqwa dengan cara yang sudah Allah jelaskan didalam Al Qur’an agar manusia tersebut menjadi muslim yang sesungguhnya.

Taqwa Versi Allah SWT ada beberapa perilakunya, antara lain yakni dengan memohon ampun. Cara ini sering dikaitkan dengan perintah taqwa lantaran setiap manusia yang setelah berbuat kesalahan akan selalu berusaha untuk bertobat kepada Allah SWT dengan selalu memohon ampunan atas dosanya.

Contoh berikutnya ada dengan penerapan shodaqoh, melakukan shodaqoh (sedekah) baik dimasa lapang maupun sempit tentunya.

Allah SWT memberi kelebihan kepada manusia untuk menghafal Al Qur’an, ini bermakna agar kitab suci Al-Qur’an tetap terjaga sampai kapanpun. Sebagai wujud antisipasi ketika nanti Al Qur’an dimuka bumi ini di bumi hanguskan oleh orang-orang kafir, maka akan ditulis kembali oleh para hafidz yang hafal Al Qur’an.

Tidak ada kekhawatiran untuk urusan agama, karena semua sudah dijaga Allah SWT melalui perantaranya yang kadang manusia tidak mengetahui.

Dalam surat Al Faathir ayat ke 37 dijelasakan bahwa banyak manusia di neraka yang berteriak meminta kepada Allah SWT untuk dikeluarkan agar dia bisa mengerjakan amalan Sholeh. Namun Allah menjawab apakah aku(Allah) tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang sangat panjang maka rasakanlah siksaku(Allah) yang sangat pedih.

Disinilah makna ketaqwaan versi Allah SWT menurut penjelasan Bupati Karanganyar H. Juliyatmono. DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
sunatan massal 11

20 Daftar, 18 ikut, 2 Takut dalam Khitanan Massal TMMD ke 109 di Balai Desa Jatiwarna

Ketua Wasef Mabes TNI Letjen TNI Mochammad Efendi kunjungi khitanan massal di Balai Desa Jatiwarna

 

KARANGANYAR – Dalam rangka TMMD ke 109 di Desa Jatiwarna, Kecamatan Jatipuro, Banzas dan Kodim 0727 Karanganyar melakukan khitanan massal di balai Desa setempat, (09/10). Dari 20 orang yang daftar, 18 ikut khitanan massal, 2 diantaranya mundur karena takut. Hadir dalam acara tersebut  Ketua Wasef Mabes TNI Letjen TNI Mochammad Efendi, Bupati Karanganyar, dan jajaran Forkompinda Kabupaten Karanganyar. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Diskominfo Karanganyar, Drs Sujarno, M.Si

Dalam kesempatan itu Wakil Ketua Baznas Bidang Pengumpulan, KH. Khafindi, M.Ag mengatakan khitan adalah sunah nabi dan jika sudah berkhitan maka telah menjalankan sunah nabi. “Setelah di sunat semoga menjadi anak islami yg tambah kuat keimanannya, tambah sholeh, menjadi generasi islami yang Bakti tehadap agama bangsa dan negara,” papar Khafindi.

Setelah disunat, anak tersebut mendapatkan tas sekolah, baju Koko, sarung, peci, handsanitazer, masker dan uang saku. Selain itu, khitanan massal ini dalam rangka TMMD 2020 (hr/adt)

Read More
IMG-20201009-WA0003

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Wabup: Awasi Pergaulan Anak

Wabup Rober Christanto sekaligus Ketua P4GN Karanganyar menyampaikan sambutannya pada sosialisasi bahaya narkoba, Kamis (8/10) sore kemarin

 

 

KARANGANYAR- Wakil Bupati Karanganyar meminta para orang tua mengawasi pergaulan putra putrinya. Pengawasan dari keluarga merupakan benteng utama agar terhindar  dalam pergaulan bebas dan narkoba.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati sekaligus sebagai Ketua P4GN Kabupaten Karanganyar ketika melakukan sosialisasi bahaya narkoba di Dusun Temuireng Kelurahan Tegalgede Kabupaten Karanganyar, Kamis (8/10) kemarin. Para orang tua harus dapat memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap anak-anaknya. Sehingga nantinya anak-anak telah memiliki benteng kuat terhadap pergaulan yang buruk.

“Narkoba telah masuk ke semua lini masyarakat. Berikan pendidikan yang baik agar terhindar dari pengaruh buruk,”katanya.

Ditambahkannya ditengah pandemi ini banyak pembelajaran secara daring. Sehingga orang tua harus mendampingi pembelajaran anak-anak agar penggunaan internet tidak melenceng.

“Dampingi anak ketika belajar menggunakan internet. Karena internet juga memiliki dampak negatif jika tanpa pengawasan,”pesannya.

Dalam sosialisasi narkoba tersebut dihadiri ibu pengurus PKK, karang taruna dan sejumlah perangkat. Diharapkan melalui sosialisasi masyarakat semakin sadar bahaya narkoba dan turut terlibat dalam pemberantasan narkoba di lingkungan masing-masing.

Sementara itu Camat Karanganyar, Parman mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing baik dari narkoba dan covid. Karena dengan  gotong royong menjadikan lingkungan tetap sehat dari narkoba dan covid.

“Mari bersama jaga lingkungan baik dari narkoba dan covid. Karena butuh sinergitas antar warga untuk menciptakan lingkungan sehat dan kondusif,”ujarnya.
Diskominfo (dn/ind)

Read More
TMMD (10)

Outcame dari TMMD Harus Terukur dan Manfaat Bisa Dirasakan Masyarakat

Ketua TIM Pengawasan dan Evaluasi (Wasef) Mabes TNI, Letjen TNI Mochammad Effendi  SE, MM meninjau lokasi pembangunan TMMD

KARANGANYAR – Ketua TIM Pengawasan dan Evaluasi (Wasef) Mabes TNI, Letjen TNI Mochammad Effendi  SE, MM mengingatkan dalam program TMMD adalah outcame atau dampak. Pembangunan yang dilaksanakan di Desa Jatiwarna, Kecamatan Jatipuro apa benar-benar bermanfaat untuk masyarakat setempat. Program TMMD menggnakan dana dari APBN dan APBD tentu harus membawa dampak manfaat yang jelas untuk masyarakat.

“Outcame harus benar-benar terukur, misalnya sebelum ada jalan mengangkut hasil pertanian biaya 100 per kg, namun setelah ada jalan menjadi 50 per kg. Kajian manfaat seperti ini harus dapat diukur,” papar Letjen TNI Mochmaad Effendi di sela-sela meninjau lokasi pengecoran jalan.

Dia menambahkan tujuan besarnya kemanunggalan TNI, Polri dan masyarakat.  Sebab untuk membangun negeri ini perlu sinergitas antara TNI, Polri dan masyarakat. Kegiatan ini juga terus menumbuhkan gotong royong meskipun di masa pandemi. Namun demikian, pihaknya tetap mengingatkan untuk selalu jaga jarak.

Sementara Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo SIP mengatakan TMMD hakekatnya operasi bakti yang melibatkan sektoral dan seluruh lapisan masyarakat. Serta untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI tidak bisa dipisahkan dengan rakyat dan begitu sebaliknya. “Pemilihan lokasi memang di setiap desa mengajukan ke Dipermasdes dan bupati. Kemudian dipilih oleh Desa Jatiwarna, Kecamatan Jatipuro karena 60 persen bekerja sebagai petani,” papar Ikhsan.

Sedangkan waktu pelaksanakan karena adanya covid 19 dilaksanakan jauh-jauh hari. Yakni pada bulan Juli sudah ada kegiatan  mengumpulkan material. Kemudian pra TMMD 20 hari, 1-20 Oktober dan pembukaan 21 Oktober. Pembangunan meliputi jalan, jembatan, talud dan RTLH. Di sisi lain juga ada kegiatan non fisik.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan selamat datang kepada tim pengawasan dan evaluasi TMMD Reguler 109 tahun 2020. Atas nama pemerintah menyampaikan penghargaan terima kasih karena TMMD dirasa sangat bermanfaat. Pihaknya berharap kegiatan semacam ini terus berlangsung terus.  Pemerintah bangga bisa kepada TNI karena bisa mewujudkan  semangat guyub rukun, kompak, dan membawa manfaat luar biasa. “TMMD reguler bisa berprestasi dengan baik dan memberikan manfaat bagi siapapun. Kami menyampaikan apresiasi  karena ini bagian dari pengabdian untuk bangsa dan negara. Memperkokoh rasa cinta kita terhadap air, dan kemanungglan TNI,  Polisi dan rakyat,” imbuhnya. (hr/angga)

Read More
IMG-20201008-WA0039

Peresmian Wahana Agrowisata Kembang Desa Dawung

 

Diskominfo

Peresmian Wahana Agrowisata Kembang Desa Dawung  oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar.

KARANGANYAR – Peresmian Wahana Agrowisata Kembang Desa Dawung di Kecamatan Matesih berlangsung pada Kamis (8/10/20).

Acara yang diprakarsai oleh Bumdes Mantep tersebut dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo serta para tamu undangan.

Suyadi selaku Kepala Desa Dawung mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kehadiran seluruh tamu undangan.

Terkait pembangunan agrowisata dia sampaikan bahwa Wahana Agrowisata Kembang Desa Dawung berdiri diatas tanah kas desa seluas 6000 m2, mulai dibangun pada Tanggal 16 Juli 2020 dan prosesnya memakan waktu kurang lebih 2,5 bulan.

Dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 5000,- pengunjung sudah dimanjakan dengan pemandangan taman bunga yang indah, kolam terapi ikan, arena bermain anak serta bermacam-macam kuliner.

Ditambahkan bahwa jumlah pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu kurang lebih 1700 hingga 2000 pengunjung, baik itu berasal dari Karanganyar, Sukoharjo maupun Sragen.

Kedepan rencananya akan dibangun  kolam renang dewasa, kolam renang anak serta wahana permainan waterboom.

Selain itu juga akan dikembangkan kebun budidaya buah anggur, untuk itu telah disediakan lahan seluas 1 hektar. Bumdes Mantep juga akan menggandeng pihak yang ahli dalam proses pembudidayaannya yang berasal dari Cilacap, tujuannya agar Desa Dawung menjadi Desa Wisata Buah Anggur.

Pada kesempatan ini turut dibagikan 20 bingkisan sembako bagi anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Sementara Juliyatmono berharap agar semua kegiatan yang dirintis bisa menjadi berkah dan menyejahterakan warga.

“Mudah-mudahan kegiatan yang dirintis pada siang hari ini berkah, sempulur ini menjadi sarana untuk mendapatkan kesejahteraan, ini miliknya masyarakat Desa Dawung semua wajib nyengkuyung”terangnya.

Ditambahkan bahwa kreatifitas dan inovasi seperti ini agar terus dilakukan dan setiap desa perlu untuk membuat kegiatan yang dapat menghasilkan kesejahteraan.

“Baik kepada siapapun, berbaik sangka, selalu positif memandang karya siapapun” imbuhnya.

Bupati turut menyinggung terkait Covid-19, dia berpesan agar menyikapi dengan semangat dan hati yang gembira, tentunya tetap dengan menjaga protokol kesehatan. Diskominfo (an/in).

 

Read More
IMG-20201007-WA0032

SATGAS SABER PUNGLI DIMINTA UNTUK TINGKATKAN PELAYANAN PADA MASYARAKAT

Diskominfo

Bupati Karanganyar,Wakil Bupati Karanganyar dan Jajaran Forkopimda saat ikuti Rakor Saber Pungli Kabupaten Karanganyar Tahun 2020.

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar Juliyatmono hadir dalam rapat koordinasi Satgas Saber Pungli (Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar) Kabupaten Karanganyar Tahun 2020 di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (7/10/20).

Turut hadir pula Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto, jajaran Forkopimda dan anggota tim Satuan Tugas Saber Pungli Kabupaten Karanganyar.

Rakor bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman dalam rangka mendukung usaha pemberantasan pungutan liar, serta mewujudkan Satuan Tugas Saber Pungli yang profesional dalam rangka membangun budaya masyarakat anti pungutan liar.

Pada kesempatan itu Juliyatmono meminta supaya Satgas Saber Pungli berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Salah satunya sosialisasi yang bertujuan mencegah hal-hal yang melanggar ketentuan, minimal mengingatkan. Harapannya bisa meningkatkan persepsi masyarakat terhadap pelayanan dan mencegah praktik tidak benar,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah dapat dilihat dari media sosial serta laporan yang masuk melalui smartphone miliknya.

Bupati mengungkapkan, kerap menerima laporan dan keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di instansi pemerintah. Dia mencontohkan, keluhan yang disampaikan masyarakat terkait pelayanan Disdukcapil.

Lambat melayani KTP, “Antri suwe ora ndang diceluk (sudah menunggu lama tidak kunjung dipanggil)”, kalau lainnya relatif cukup baik. Sekecil apapun masyarakat yang tidak terlayani dengan baik itu akan mengirim pesan melalui aplikasi pesan singkat,” ucapnya. Diskominfo (In/An/Cel).

 

Read More