Category: Berita

DSC_8976

CONGWAYDUT Hibur Masyarakat Karanganyar Saat Malam Tirakatan Hari Jadi Karanganyar Ke 103

 

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara malam tirakatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 103 tahun 2020 yang digelar di GOR RM SAID, Selasa(17/11/20).

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar juga segenap jajaran FORKOPIMDA hadiri malam tirakatan memperingati Hari Jadi ke-103 secara virtual di GOR Raden Mas Said Karanganyar, Selasa (17/11/2020) malam.

Acara jelang Hari Jadi ke-103 yang diperingati pada Rabu (18/11/2020) tersebut juga disaksikan secara virtual di 17 kecamatan dan semua desa serta kelurahan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Penampilan Congwayndut turut memeriahkan malam tirakatan yang dihadiri jajaran Forkopimda, OPD  serta BUMD itu.

Terlihat para tamu undangan laki-laki mengenakan beskap lengkap dengan blakon. Sedangkan tamu perempuan mengenakan kebaya. Pada kesempatan itu juga dilangsungkan penyerahan hadiah berupa piala kepada pemenang beberapa lomba dalam rangka Hari Jadi ke-103 Karanganyar. Di antaranya  lomba desain baliho sosialisasi pencegahan Covid-19, napak tilas Joko Songo, inovasi UMKM dan lainnya.

Ketua pelaksana, Suprapto menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Jadi ke -103 Kabupaten Karanganyar. Digelar di GOR Raden Mas Said dan disaksikan secara virtual di kantor kecamatan serta desa.

“Sebelumnya telah digelar khataman Al-Qur’an di Masjid Rumah Dinas Bupati oleh santri peserta program satu desa satu hafidz. Sekaligus memberikan santunan kepada 20 yatim piatu. Masing-masing di kecamatan, desa dan kelurahan juga memberikan santunan kepada yatim piatu,” katanya, Selasa (17/11/2020) malam.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, malam tirakatan ini untuk mendoakan para pejuang dan sesepuh yang telah andil dalam membangun Kabupaten Karanganyar. Lebih lanjut, karena masih dalam kondisi pandemi virus Covid-19, serangkaian lomba dan kegiatan digelar secara virual.

Meski begitu, menurut Yuli sapaan akrabnya tidak mengubah esensi serta kualitas dari kegiatan tersebut. “Jangan pernah kehilangan harapan di tengah kondisi ini. Ujian ini kita maknai untuk menggembleng kita supaya tangguh. Mari kita terus bekerja sama memberikan yang terbaik untuk Karanganyar,” ucapnya.

Yuli mengungkapkan, Tri Dharma perjuangan pangeran Raden Mas Said akan selalu menjadi penyemangat dalam rangka membangun Bumi Intanpari ini.

Dia menambahkan, bertepatan dengan Hari Jadi ke-103 Karanganyar juga akan dilaksanakan peletakan batu pertama sebagai awal mula proses pembangunan Masjid Agung Karanganyar. Demikian KOMINFO(Ard/Tgr)

 

Read More
IMG-20201117-WA0061

Kembangkan Perekonomian Wilayah, Pemkab Karanganyar Gandeng PT Pegadaian

Diskominfo

Juliyatmono saat menandatangani MOU dengan PT Pegadaian

KARANGANYAR – Penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama antara PT pegadaian (persero) dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar berlangsung di ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (17/11/20).

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan perekonomian di wilayah Karanganyar. Hingga saat ini terdapat 9 outlet pegadaian (1 cabang dan 8 unit pelayanan cabang) yang tersebar di Tawangmangu, Karangpandan, Matesih, Jumapolo, Jatipuro, Tasikmadu, Jaten serta Bejen.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik serta merekomendasi penggunan jasa pegadaian dalam mengatasi persoalan finansial. Kini, perusahaan itu lebih profesional dan membuka berbagai produk layanan. Tak hanya gadai namun juga investasi dan transaksi nontunai. Dalam kerjasama dengan pemerintah daerah, ia menanti eksekusinya.

“Kerjasama untuk mengubah sampah menjadi emas sangat dinanti. Ini yang kami maksud peran serta swasta dalam pembangunan daerah,” katanya.

PT Pegadaian (Persero) Area Surakarta mencatat kenaikan gadai selama delapan bulan terakhir mencapai Rp10 miliar di Kabupaten Karanganyar. Kurun waktu tersebut dihitung sejak awal Pandemi Covid-19 pada Maret 2020 lalu.

Vice President (VP) PT Pegadaian (Persero) Area Surakarta, Ali Mustaat mengatakan hal itu usai menandatangani kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar di ruang Anthurium.

“Faktornya karena masyarakat memang terdorong untuk menggadaikan barangnya demi memenuhi kebutuhan dimasa pandemi. Kemudian, adanya kenaikan standar taksiran logam (STL) emas.

Kenaikan gadai selama Pandemi Covid-19 tidak berbanding lurus dengan kredit mikro. Bahkan kredit mikro pegadaian mengalami stagnan. Hal ini disebabkan ekonomi yang lagi seret bagi pelaku UKM.

“Usaha enggak berkembang sehingga kemampuan bayar utangnya tak bagus. Kredit mikro stagnan,” katanya.

Meski demikian, Pegadaian tetap memperpanjang program restrukturisasi kredit dimana nasabah dibolehkan menunda pembayaran angsuran pokok maupun bunga. Diskominfo (an/in)

Read More
IMG-20201117-WA0027

Rapat Paripurna Tentang RAPBD 2021

Diskominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan tanggapan.

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar hadiri Rapat Paripurna DPRD tentang Penyampaian Tanggapan Bupati Karanganyar Terhadap Pemandangan Umum Fraksi Tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Karanganyar, selasa (17/11/20).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan terima kasih kepada Dewan yang terhormat atas persetujuan Rancangan APBD yang selanjutnya Bupati menyampaikan tanggapannya secara garis besar. “Pada dasarnya semua saran dan masukan akan ditindak lanjuti serta semua program dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya”, terangnya.

Ditambahkan untuk usul, saran dan pendapat dari rekan-rekan anggota Dewan mengenai Rancangan APBD Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2021, sepanjang mengenai teknis akan disampaikan pada rapat-rapat komisi dengan OPD maupun Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah, sedangkan yang menyangkut kebijaksanaan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan perkembangan keadaan. Diskominfo (in/an)

 

Read More
_DSC1799

Kasus HIV AIDS Tambah 12 Kasus Per Bulannya di Karanganyar

Wabup Karanganyar, Rober Cristanto memberikan arahan kepada KPA di rumah dinas wabup

 

 

KARANGANYAR – Disaat perhatian tertuju kapada covid 19, Penyakit HIV AIDS ternyata juga memprihatinkan. Sebab setiap bulannya terdapat 12 kasus baru penyakit yang belum ada obatnya ini. Bahkan, dalam kurun waktu Januari-Agustus 2020 terdapat 97 kasus baru HIV AIDS.

Sekretaris KPA Kabupaten Karanganyar, Jatmiko menyampaikan, 97 kasus baru HIV/AIDS itu tersebar di 17 kecamatan. Namun tidak di seluruh desa, rata-rata kasus terbanyak di wilayah perbatasan.  “Rata-rata perbulan ada 11 hingga 12 kasus baru. Dari segi usia, kalangan usia produktif mulai dari usia 30 hingga 45 tahun,” papar Jatmiko, Senin (16/11) saat audiens dengan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto di rumah dinas wakil bupati.

Dia menjelaskan, penemuan kasus berasal dari VCT (Voluntary Counseling dan Testing) secara acak yang dilakukan DKK Karanganyar, pengecekan darah dari PMI, dan pengecekan ibu hamil.  “Dibanding tahun sebelumnya, ada peningkatan. Kalau sebelumnya sekira 7 sampai 8 kasus,” ucapnya.

Menurutnya, masih banyak potensi kasus yang belum dideteksi. Mengingat yang menjadi kendala dalam penanggulangan HIV/Aids sekarang ini ialah anggaran untuk pelaksanaan VCT. Disamping masih fokus pada penanganan Covid-19.

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto menambahkan, perlu peran serta seluruh elemen masyarakat dalam rangka penanggulangan HIV/Aids. Pemkab Karanganyar akan mendorong dinas terkait seperti Dinas Sosial dan DKK untuk terus melakukan pengawasan serta pendampingan pada Orang Dengan HIV/Aids (ODHA).  “Ada pemantauan dari dinas selama pengobatan dan ada pendampingan untuk kegiatan keterampilan. “Sehingga bisa mandiri dan berkarya,” ucapnya. (her/adt)

Read More
_DSC1825

Bupati Minta, RSUD Untuk Membuang Sekat-sekat Birokrasi, Mengkeluarga dan Beri Sentuhan Yang Baik Kepada Pasien

Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan Aji memberikan paparan mengenai rumah sakit kebanggan masyarakat Karanganyar tersebut

 

KARANGANYAR – Saat Evaluasi Mutu Pelayanan dan Upaya Peningkatan Motivasi Kerja RSUD Karanganyar di Ruang Anthurium, Bupati Karanganyar berpesan banyak kepada tenaga medis dan pelayanan kesehatan. Pesan itu adalah RSUD diminta untuk membuang sekat-sekat birokrasi dan sering ngobrol bersama jika terjadi masalah. Buat sebuah ruangan, dimana tenaga medis bisa saling diskusi baik masalah penyakit, dan langkah-langkah ke depan yang baik sebagai rumah sakit unggulan milik Pemkab Karanganyar.

“Angen-angen saya (keinginana saya, Red) RSUD itu menjadi rumah atau tempat wisata kesehatan. Fasilitasnya lengkap, ada taman bunga, dan menjadi tempat Refreshing bagi siapa saja. Sehingga ketika pasien datang, bisa sembuh melihat rumah sakit yang nyaman dan menyenangkan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan motivasi tenaga dokter dan medis RSUD Karanganyar, (16/11).

Dia menambahkan secara periodik ngobrol  supaya lebih nyaman. Anggaplah Rumah sakit seperti rumahmu sehingga memberikan pengabdian terbaik. Secara struktural RSUD harus komunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), karena rumah sakit ini adalah UPTnya DKK. Sehingga harus lebih sering berkoordinasi agar luwes. Namun secara manejemen adalah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga jika butuh apa-apa bisa dipenuhi hari itu juga. “Jika butuh bed, misalnya langsung saja membeli tidak perlu menunggu anggaran besok. Cukup izin bupati, saya menggunakan dana ini untuk beli bed, misalnya. Fleksibilitas, saya minta suwun lebih cepat,” tambahnya.

Sementara Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan Aji, mengatakan bangga dengan akreditasi yang sudah dilalui oleh rumah sakit. Dalam proses akreditasi lalu tidak ada tujuan materi atau jabatan. Akredirtasi semata mata murni keinginan teman-teman karyawan RSUD. “Rumah sakit instansi yang komplek. Saya sering pusing, apalagi ini covid 19 juga meningkat,” ujar Iwan.  (hr/adt)

 

Read More
_DSC1857

Dapat CSR, 1 Unit Avanza, Pemkab Berikan Untuk Rumah Sakit

 

Pemkab Karanganyar mendapatkan SCR dari Bank Jateng 1 unit avanza

 

 

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mendapatkan bantuan Corporate Social Responsibillity (CSR) berupa satu unit mobil Avanza dari Bank Jateng. Pemkab kemudian memberikan untuk operasional rumah sakit.

CSR tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sigit Nurbiyanto kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat acara evaluasi mutu pelayanan dan upaya peningkatan motivasi kerja RSUD Karanganyar di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (16/11).

Yuli sapaan akrabnya menyampaikan, CSR berupa mobil itu nantinya digunakan untuk menunjang operasional di RSUD Karanganyar. Dia menjelaskan, selama ini Pemkab dengan Bank Jateng kerap melakukan kerja sama sebagai mitra seperti dalam penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.

“Kita sering kerja sama dengan Bank Jateng. Sama-sama menguntungkan. Ini bentuk penghargaan. Mobil itu digunakan untuk operasional rumah sakit,” katanya.

Dia berharap bantuan itu dapat menunjang kinerja rumah sakit dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Karanganyar itu sering menggunakan tingkat kepuasan pasien untuk mengukur kinerja dari rumah sakit. “Alat ukur saya itu pasien. Pasien itu mengeluh atau tidak,” ucapnya.

Yuli mengungkapkan, fungsi dari rumah sakit itu sebenarnya lebih ke pelayanan. Mengingat rumah sakit daerah merupakan milik pemerintah. Sehingga tidak boleh berorientasi profit.

Pemkab Karanganyar sebelumnya juga berencana membuat lembaga yang bertugas mengkoordinir CSR dari beberapa perusahaan swasta di Karanganyar untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga bantuan tersebut dapat tepat sasaran, semisal RTLH. Namun karena adanya pandemi virus Covid-19, lanjutnya, rencana tersebut urung terlaksana. Di samping melihat kondisi dari masing-masing perusahaan. “Biasanya CSR itu sering diserahkan langsung kepada masyarakat terdekat. Kita hanya mendapat laporan,” ucapnya. (hr/adt)

Read More
IMG-20201116-WA0018

Pengantar Nota Keuangan RAPBD Kabupaten Karanganyar TA 2021

Kominfo

Rapat Paripurna tentang RAPBD Kabupaten Karanganyar TA 2021, Senin (16/11).

KARANGANYAR- Penyampaian Bupati Karanganyar pada Rapat Paripurna Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2021di Gedung DPRD Karanganyar, Senin (16/11).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 21 Tahun 2011, untuk penyusunan APBD harus melalui tahapan-tahapan yang dipersyaratkan yaitu :

1. Penyusunan rencana kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
2. Penyusunan kebijakan umum APBD (KUA)
3. Penyusunan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS)
4. Penerbitan dan penyampaian surat edaran Kepala Daerah tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD dan RKA-PPKD kepada perangkat daerah.
5. Penyusunan Raperda tentang APBD
6. Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD
7. Penyampaian Rancangan Peraturan Darrah tentang APBD dan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD kepada DPRD.

“Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka dalam proses penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD diharapkan dapat tepat waktu pada setiap tahunnya,” tuturnya.

Selanjutnya sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 64 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran pendapatan dan Belanja daerah Tahun 2020 meliputi sinkronisasi kebijakan Pemerintah Daerah dengan kebijakan pemerintah, prinsip penyusunan APBD, kebijakan penyusunan APBD, teknis penyusunan APBDdan hal-hal khusus lainnya.

Disamping itu dalam penyusunan APBD TA 2021 Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran yang memadai untuk penanganan pandemi COVID-19 dengan prioritas yaitu penanganan kesehatan dan hal lain terkait kesehatan, penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah masing masing tetap hidup dan penyediaan jaring pengaman sosial/social safety net.

“Dalam hal pandemi Covid-19 telah dapat dikendalikan Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran untuk penerapan adaptasi kebiasaan baru, produktif dan aman covid-19 dalam penyelenggaraan pemerintah daerah,”pungkasnya.
Diskominfo (dn/ind)

Read More
IMG_20160519_102821

Batik Girilayu Go Internasional, Launching Digital Marketing School 19 Nopember Mendatang

Ilustrasi, Batik Girilayu Go Internasional

 

KARANGANYAR – Momen hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 103, Pemkab Karanganyar bersama Pemerintah Kecamatan Matesih, dan Markplus bakal lauching Digital Marketing School (DMS). Maksud  DMS adalah pelatih pemuda Desa Girilayu, Kecamatan Matesih untuk menggunakan Tehnologi Informasi (TI) memasarkan batik girilayu Go Nasional dan Internasional.

“Girilayu Go Digital adalah melatih 40 orang pemuda desa setempat untuk menggunakan IT untuk memasarkan produk batik Girilayu. Mereka akan mengelola website, media sosial, dan branding dari Batik Girilayu untuk lebih dikenal dan dibeli,” papar Camat Matesih, Ardiansyah.

Dia mengatakan selama ini kendala Batik Girilayu pada bidang pemasaran. Meskipun Batik Girilayu tergolong tua namun belum dikenal luas masyarakat.  Sebab batik ini menyasar kelas menengah ke atas. Satu kain batik paling murah Rp 1 juta – Rp 15 Juta. “Batik Girilayu masuk toko sudah berubah namanya menjadi batik dari toko tersebut. Sehingga nama Girilayu sendiri tidak muncul,” tambahnya.

Kedepan, mantan Kabid IKP Diskominfo tersebut mengatakan pemasaran dengan showrom batik sendiri, sehingga nama Girilayu tetap ada. Untuk pelatihan DMS tersebut, Ardiansyah mengatakan akan bekerja sama dengan Markplus yang melakukan pendampingan selama dua bulan. Pihaknya berharap ke depan, sektor menengah ke bawah juga digarap agar batik ini lebih dikenal masyarakat luas.

Perlu diketahui, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu daerah pembatikan yang ada sejak zaman Mangkunegara I, bersamaan dengan di mulainya perjanjian Salatiga tanggal 17 Maret 1757, dimana ditetapkan Raden Mas Said menerima sebagian daerah Surakarta yaitu: Kadawung, Laroh, Matesih, Hariboyo, Hongobayan, Sambuyan, Pajang (sebelah selatan), Pajang (sebelah utara), Gunung Kidul, Mataram, dan Kedu (AK. Pringgodigdo, 1938). Daerah-daerah inilah yang kemudian dikembangkan menjadi sentra pembatikan, yang berpusat pada Keraton Mangkunegaran. (Hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-11-15 at 11.53.05 (2)

Karanganyar di Usia 103, Masyarakat Jumantono Ucapkan Selamat Dan Gelar Tarian Kolosal

KARANGANYAR – Ada banyak cara untuk mengungkapkan kebahagiaan dan kecintaannya terhadap wilayahnya. Salah satunya dibuktikan, masyarakat Jumantono ketika Kabupaten Karanganyar akan berusia 103 pada 18 Nopember 2020 menggelar tarian kolosal yang diikuti oleh perguruan pencak silat yang ada di wilayah Jumantono. Tidak ketinggalan ibu-ibu dan anak muda, ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

“Saya sangat senang dan bangga terhadap masyarakat Jumantono. Dalam menyambut hari lahirnya Kabupaten Karanganyar mereka menggelar tarian kolosal. Menariknya lagi, tarian ini diikuti semua perguruan pencak silat di Jumantono,” papar Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto pada saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Sebelum tarian kolosal, masyarakat juga melaksanakan senam bersama untuk menjaga kesehatan. Di sisi lain, juga ditampilkan aneka domba yang diternakkan oleh masyarakat Jumantono. Pendek kata potensi unggulan juga hadir mengisi kegiatan tari kolosal.

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto memberikan sambutan dalam acara tersebut

Sementara Camat Jumantono, Sutrisno mengucapkan delamat datang kepada Wakil Bupati Karanganyar. Sedianya secara pribadi, bupati akan hadir. Selanjutnya dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Karangayar 103, tahun 2020 masyarakat Jumantono sangat antusias menyambut dengan mengadakan senam massal ayang diikuti ormas-ormas sejumantono. “Hal ini menujukkan Jumantono bangga menjadi bagian dari Karanganyar. Semua ormas di Jumantono hadir sehingga guyub rukun,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-11-15 at 11.26.17 (1)

Bupati Minta Pemuda Muhamadiyah ‘Galak, Landep, Wani’

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan semangat kepada para pemuda Muhammdiyah dalam pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar periode muktamar XVII

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs Juliyatmono, MM hadir dalam pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Jumat (13/11) di rumah dinas Bupati. Saat memberikan ‘wejangan’ orang nomor satu di Karanganyar dengan tegas dan bersemangat meminta para pemuda Muhammadiyah untuk ‘Galak (Kritis)  Landep (Cerdas) dan Wani (Berani). Berbicara selama 33 menit, 36 detik, Pemuda Muhammadiyah  ibarat seperti  Matahari –-sesuai simbol Muhammadiyah—menyinari dan membangun untuk lebih banyak tampil di segala lini.

“Muhammadiyah simbolnya matahari dalam hasta brata harus berpikir kritis, cerdas dan berani. Tentunya dengan narasi logika dan cara berpikir yang baik,” ujar Juliyatmono.

Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah tersebut, pemuda harus mampu berdakwah dengan era saat ini. Bagaimana karakter masyarakat Karanganyar, dan dakwah seperti apa yang mengena dan dapat dipahami masyarakat. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi bagian dari pengajian-pengajian ahad pagi. Dengan begitu, pemuda Muhammadiyah belajar secara lokal tampil dakwah di depan publik. “Ikuti dan ambil bagian dalam pengajian ahad pagi. Menghidupkan suasana masyarakat dengan aktif pengajian,” ujar Juliyatmono.

Selain itu, Bupati Karanganyar meminta pemuda Muhammadiyah harus berani. Sebab organiasi melatih pemuda untuk berani. Dahulu saat menjabat sebagai Pemuda Muhamadiyah di era orde baru, susahnya minta ampun untuk bertemu dengan camat atau kepala dinas. Sebab pemuda saat itu diarani ‘ijo’ atau tidak nasionalis. Hal itu membuat Juliyatmono merasa tertantang dan ingin membuktikan “mitos’ tersebut. “Saya katakan kepada Pak Samsuri, saya akan jadi Bupati. Ternyata benar, pemuda yang kritis, dan mempunyai pengalaman berorganisasi tentu akan beda dengan pemuda lainnya. Satu manfaat organiasasi adalah berani,” tandasnya.

Dalam berorganisasi pikiran juga terus diasah sehingga menjadi cerdas. Sebab orang akan menghargai seseorang sesuai ide dan pikiran. Dengan diolah terus menerus, pemuda yang sering berorganisasi akan berani dan kritis.

Dia akhir sambutan, Bupati Karanganyar mengajak pemuda untuk aktif ikut berdemokrasi. Demokratisasi adalah bagian dari dakwah pengambilan keputusan. Pemuda Muhammadiyah juga harus berjuang di jalur kebangsaan. Berdakwah di pemerintahaan juga menjadi bagian amat penting yang harus pemuda kuasai. “Pemuda Muhammadiyah harus menyiapkan kader di era demokratisasi seperti saat ini. Pemuda harus tampil dan berani dalam pengambilan keputusan,” ungkapnya.

Di Karanganyar sebentar lagi sudah ada kampus-kampus yang akan membuat Karanganyar lebih top. Kampus IAIN akan berada di Karanganyar, UNS di Bromo, Karanganyar. Pihaknya berharap PDM Karanganyar, membawa UMS berada di Karanganyar.

Sementara ketua PDM Muhammadiyah, Dr Muhammad Samsuri, M.Si mengatakan memang balum banyak kader sehebat  Juliyatmono. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa. PDM Muhammadiyah saat ini memberikan kesempatan seluas-luasnya pemuda untuk berkiprah. Buktinya, semua sekolah Muhammadiyah, kepala sekolahnya adalah pemuda. “Ditangan pemuda, sekolah Muhammadiyah jadi hebat. Sekolah Muhammadiyah ditangan pemuda mengalami kemajuan yang hebat,” tandasnya.

Kedua, menurut Samsuri  pemuda pelopor, pelangsung dan penyempurna. Jika perlu para pemuda bersama organisasi keagamaan yang lain bersatu. Bersama dengan pemuda MTA, LDII, NU dan lainnya membuat gebrakan kegiatan yang sama. (hr/adt)

Read More