Category: Berita

WhatsApp Image 2020-12-04 at 20.39.02 (1)

BUMD Perbankan Harus Bantu Memperbanyak UMKM

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan semangat kepada karyawan dan karyawati BUMD Perbankan di Hotel Alana, Colomadu

KARANGANYAR – BUMD Perbankan di Kabupaten Karanganyar diminta untuk memperbanyak UMKM di Bumi Intanpari. Wujudnya adalah pemberian bantuan keuangan atau modal agar tumbuh UMKM di Karanganyar. Sebab saat ini yang masih bertahan di saat pandemi adalah sektor UMKM.

“Lihat saja Bali yang saat ini sepi karena wisatawan sebagaian besar dari manca negara. Justru yang tumbuh saat ini adalah wisatawan lokal atau domestik yang momen ini membuat UMKM tetap eksis,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat Pelatihaan dan Pembinaan Karyawan Karyawati BUMD Perbankan menghadapi tantangan bisnis Bank di Tahun 2021 di Hotel Alana Colomadu, Karanganyar, (04/12).

Bupati lantas mencontohkan orang pergi ke daerah wisata, beli cilok dan diunggah di sosmed. Contoh kecil inilah yang saat ini sering terjadi. Bahkan, tidak beli cilok sekedar putar-putar saja juga ada. Sehingga momen kesempatan ini harus dimanfaatkan Bank  untuk menambah modal para UMKM tersebut. “Disaat yang lain tertidur menunggu corona selesai, BUMD Perbankan harus tampil mencari peluang dan terobosan,” tambahnya.

Oleh karena itu, bupati meminta jajaran direksi untuk bekerja guyub rukun dengan semua karyawan dan karyawati di lingkungan masing-masing. Beri mereka semangat dalam bekerja seolah berada di rumah sendiri. Sehingga akan terjadi percepatan-percepatan yang menganggumkan. “Tidak usah meri atau iri dengan yang lain. Sebab rejeki sudah diatur dan dibagi masing-masing. Sehingga guyub rukun harus selalu diutamakan,” ungkap Juliyatmono.

Di era pandemi dan tahun 202i kemungkinan baru akan recovery secara ekonomi. Sebab untuk membeli mobil dan barang-barang lainnya sangat minim. Justru sektor makanan ini tetap eksis karena semua butuh makan. Diharapkan dengan kondisi seperti ini perbankan harus bisa mencari strategi jitu. Menurut Hermawan Kertajaya, belajarnya dari punokawan. Sebab punokawan itu memiliki ciri khas masing-masing. Jika Bagong adalah kreator, penuh kreasi, Petruk adalah inisiator, Gareng adalah entrepreneur dan Semar adalah leadhership atau pemimpin. Jika karyawan-karyawati mempunyai hal-hal tersebut maka bank tersebut akan unggul. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-12-04 at 12.15.44

Situasi Pendemi, Rasa Solidaritas, Kepekaaan dan Mengingatkan Untuk Dikencengi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan tauziah kepada jamaah masjid As Sakinah, Manggeh Anyar, Kelurahaan Lalung

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono hadir dalam Jumat Keliling kemarin (4/12) di Masjid As Sakinah, Kampung Manggeh Anyar, Kelurahaan Lalung, Karanganyar Kota. Dalam kesempatan itu, Bupati Karanganyar mengingatkan jamaah untuk melihat kanan dan kirinya. Artinya jika ada tetangga yang kurang atau disaat pandemi kekurangan bisa dibantu.

“Karanganyar masih punya Baznas yang siap membantu. Sesama tetangga untuk terus menjaga solidaritas, kepekaan dan mengingatkan untuk protokol kesehatan untuk dikencengi dan ojo sembrono,” papar Juliyatmono saat memberikan paparan usai sholat jumat.

Orang nomor satu di Karanganyar itu juga mengingatkan untuk selalu guyub rukun. Sebab ibadah akan nyaman jika masyarakat saling rukun. Tidak usah saling menjelek-jelekkan untuk menilai berdasarkan sentimen pribadi maka akan menganggu keharmonisan. Usai memberikan tauziah, bupati memberikan bantuan kepada takmir masjid setempat. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-12-04 at 19.35.51

Kunci Malang Raya Unggul, Media Termasuk Dalam Empat Pilar Pengembangan Daerah (Seri 6)

Tak Lelah Untuk Menimba Ilmu di Malang, Diskominfo dan wartawan berpose di Kantor Pemkab Kabupaten Malang

KARANGANYAR – Pilar pengembang daerah di Kabupaten Malang ada empat pendukungnya. Keempat pilar tersebut adalah Pemerintah, pengusaha, media dan perguruan tinggi. Keempat pilar saling mendukung sehingga Kabupaten Malang ini dilirik dan menjadi magnet bagi masyarakat luas.

“Saya akui Malang Raya ini bisa hebat karena ada empat pilar yang mendukung. Yakni Pemerintah, Pengusaha, Media dan Perguruan Tinggi. Hal ini hendaknya dapat menjadi acuan Pemkab Karanganyar dalam mengembangkan daerahnya,” papar Dwi Hastanto.

Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz mengakui memang dalam pengembangan daerah ada empat hal yang mendukung. Yakni pemerintah, pengusaha media, dan perguruan tinggi sudah berjalan dengan baik. “Terima kasih atas pujiannya. Memang kami menjalankan empat pilar dalam pengembangan daerah,” ungkap Aniswaty Aziz yang sudah berkunjung ke Makam Presiden Soeharto di Girilayu Matesih.

Aniswaty menambahkan Kabupaten Malang diutungkan dengan memiliki 32 Perguruan Tinggi, negeri dan swasta. Secara geografis, pihaknya diuntungkan dengan letak geografis. Aniswaty mengakui Pemkab sangat dekat dengan perguruan tinggi karena mereka mempunyai  inovasi. Selain itu, pengusaha juga sangat banyak di Malang Raya (meliputi, Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu). Dahulu Batu adalah kecamatan di Kabupaten Malang, karena pertumbuhan pariwisata baik kemudian menjadi kota administraif dan sekarang Pemkot Kota Batu. “Kami butuh media, program-program  disampaikan dengan baik oleh media. Sebab peran media sangat penting untuk memberikan informasi , membetulkan informasi termasuk meluruskan informasi Hoax  Itu sebabnya APBD juga ada anggaran untuk wartawan,” pungkasnya. (habis)

Read More
rudi

Ada 82 Jurnalis Yang “Merumput’, Diskominfo Kabupaten Malang Rangkul Semua Media (Seri 5)

Rudi Hartono (paling belakang bertopi) sedang menanyakan hubungan Diskominfo Kabupaten Karanganyar dengan awak media

KARANGANYAR – Pada kesempatan kunjungan di Diskominfo di Kabupaten Malang, wartawan Radar Solo Rudi Hartono tertarik dengan statmen Kadinas kominfo, Aniswaty Aziz. Soal wartawan di Kabupaten Malang yang berjumlah 82 jurnalis, baik media cetak, elektronik, dan online. Bagaimana pola hubungan Diskominfo Kabupaten Malang dengan para jurnalis tersebut.

“Dari 82 jurnalis tersebut apakah juga sudah diverifikasi. Diskominfo mempunyai alat sendiri untuk verifikasi atau bagaimana. Sebab jurnalis harus jelas mediannya,” ujar Rudi Hartono.

Dia menambahkan bagaimana dalam pelibatan pemberitaan dana cukai rokok atau yang lainya. Apakah adil dan merata atau bagaimana. “Sebab adil tidak harus sama,” tambahnya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz mengatakan memang di Kabupaten Malang ada 82 wartawan. Baik itu, wartawan media cetak, online dan elektronika. Pihaknya tetap merangkul semua wartawan tersebut. Namun demikian, memang dalam pelibatan informasi memang diutamakan jurnalis yang oplahnya atau sebaran media tinggi. “Kami punya verifikator, anggaran dikeluarkan distribusi dengan tepat. Ada penggolongan media misalnya ada harian, bulanan, online. Intinya, kami merangkul semua media yang ada, tentunya adil tidak harus sama,” ujar Kadinas Kominfo Kabupaten Malang yang baru menjabat 6 bulan.

Ditambahkan Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Kabupaten Malang, Adi Supramono mengatakan untuk verifikasi, pihaknya mengacu pada media yang tertera di dewan pers. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan wartawan yang belum terverifikasi dewan pers akan tetapi sudah berbadan hukum. Tentu, menurut Adi yang dilihat adalah kemanfaatnnya. “Biasanya awal tahun media memasukkan proposal. Kami himpun, diverifikasi dan kelengkapannya atau legalitas,” tambahnya.

Selanjutnya, dipilah media mingguan, bulanan, dan oplahnya seberapa besar. Adi mengatakan tidak semua media rata sebab adil tidak harus sama. Media besar dengan oplahnya banyak tetap menjadi prioritas utama. (bersambung)

Read More
WhatsApp Image 2020-12-04 at 18.45.53 (1)

Desa Digital Di Kabupaten Malang, Perangkat Desa Wajib Membuat Berita (Seri 4)

Rombongan Diskominfo Karanganyar menyimak dengan baik penjelasan Kadiskominfo Kabupaten Malang

 

 

KARANGANYAR – Ada yang menarik, saat kunjungan keluarga besar Diskominfo Kabupaten Karanganyar dengan para wartawan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Apa itu ?, Desa Digital yakni semua desa di Kabupaten Malang mulai 2020 sudah mulai digital. Bahkan, perangkat desa diwajibkan untuk membuat berita tentang desanya sendiri. Berita mengenai potensi, keunggulan atau kekhasan dari masing-masing desa di Kabupaten Malang.

“Kami sudah memulai desa digital di tahun 2020 ini, kegiatannya Pemkab membuatkan web yang terkoneksi dengan kecamatan setempat. Kewajiban desa mengisi konten, termasuk beritanya,” papar Kabid Komunikasi Diskominfo Kabupaten Malang, Adi Supramono SE MM saat menjelaskan kepada rombongan Diskominfo Karanganyar pada saat studi tiru.

Rencananya tahun depan, 2021 Desa Digital ini ditingkatkan untuk pelayanan di desa. Misalnya orang membutuhkan KPT atau surat keterangan yang lainnya apa tidak perlu datang ke kantor, namun sudah menggunakan aplikasi. Desa menginput datanya, dilegalisasi kecamatan dan surat keterangan sudah jadi. “Namun hal ini masih dilakukan kajian mendalam dan rencananya akan diterapkan di tahun 2021. Intinya, pelayanan sudah menggunakan aplikasi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, rombongan dari studi tiru, Harun menanyakan perangkat desa dalam menulis berita apakah sudah ada pelatihan. Apakah juga melibatkan wartawan untuk mengerjakan penulisan berita pada perangkat  desa. “Apakah secara onfline, wartawan di Kabupaten Malang juga diajak untuk memberikan penyuluhan atau tata cara penulisan berita pada perangkat desa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz mengatakan untuk penulisan berita memang hanya untuk informasi desa saja. Pihaknya belum menggandeng wartawan untuk program tersebut. Namun demikian, untuk tim peliput di Kabupaten Malang juga diberikan bekal jurnalistik kepada ahlinya yakni para wartawan atau dari perguruan tinggi. “Pada saat pandemi saat ini, tehnologi sangat penting, sehingga diharapkan tim peliputan juga handal. Termasuk membuat berita, caption dan foto jurnalistik,” tandasnya. (bersambung)

Read More
WhatsApp Image 2020-12-04 at 16.31.44 (1)

Pakde Joko Kaget ‘Mak Deg’ Wartawan di Malang Diajak Sosialisasi Cukai Rokok Dengan Dana Rp 1 Miliar (Seri 3)

 

Wartawan Suara Merdeka, Joko Dwi Hastanto (ketiga dari kanan) kritis soal DBH CHT untuk menggempur rokok ilegal

Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz

KARANGANYAR – Salah satu wartawan Media Cetak, Suara Merdeka, Joko Dwi Hastanto kaget wartawan di Kabupaten Malang dilibatkan untuk sosialisasi ketentuan cukai rokok dengan besaran Rp 1 miliar. Dana yang dikemas dalam Dana Bagi Hasil Cukai Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) itu dipergunakan untuk gempur rokok ilegal. Buktinya, wartawan yang akrab dipanggil Pakde Joko ini tertarik untuk menanyakan DBH CHT tersebut.

“Saya tidak terlalu asing dengan Kabupaten Malang. Yang jadi pertanyan saya adalah berapa besar untuk sosialiasai tersebut dan kegiatan apa saja,” papar wartawan senior tersebut saat kunjungan kerja wartawan dan Diskominfo Karanganyar di Diskominfo Kabupaten Malang.

Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz mengatakan menegaskan penting menggandeng media dalam rangka kampanye gempur rokok ilegal. Para wartawan diminta untuk menyampaikan informasi secara masih mengenai ketentuan cukai rokok. Bentuk kegiatannya adalah menyempaikan informasi seluas-luasnya mengenai cukai rokok. “Di Kabupaten Malang ini ada banyak pengusaha rokok. Kami menggandeng wartawan berusaha mengempur rokok ilegal,” tambahnya.

 

Selain itu, bersama Bea Cukai melakukan penindakan penindakan. Kegiatannya antara lain adalah memberikan pengetahuan kepada para pedagang rokok agar benar-benar tidak ada rokok ilegal. “Media dikumpulkan dan diberitahu tentang aturan cukai sehingga benar-benar dalam menulis bisa tepat. Ranah media tentu menyampailan kepada masyarakat mengenai hal tersebut. Dananya sekitar Rp 1 miliar,” pungkas Aniswaty Aziz. (bersambung)

 

Read More
WhatsApp Image 2020-12-04 at 15.59.54 (2)

Diskominfo dan Wartawan Studi Tiru di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Seri 2)

Awak Media dan Diskominfo Karanganyar memperhatikan dengan cermat paparan kepala Diskominfo Kabupaten Malang

Foto bersama dengan Kadinas Kominfo Kabupaten Malang

KARANGANYAR –  Rabu lalu (02/11) Diskominfo Karanganyar dan wartawan yang bertugas di Kabupaten Karanganyar melakukan studi tiru di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kunjungan itu diterima di ruang Rapat Anusapati Jl. Merdeka Timur No 3 Malang pukul 12.00 – selesai. Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala Dinas Kominfo Pemkab Karanganyar, Drs Sujarno dengan peserta berjumlah 65 orang yang terdiri dari wartawan dan petugas liputan Diskominfo.

 

“Antara Karanganyar dan Kabupaten Malang, ulang tahunnya sama yakni di Bulan Nopember. Jika Karanganyar HUT ke 103 di tanggal 18 Nopember dan Kabupaten Malang HUT ke 1260 pada tanggal 28 Nopember,” ungkap Kadinas Kominfo, Karanganyar, Sujarno mengawali studi tiru tersebut.

 

Pihaknya ingin belajar sinergi Pemkab Malang dengan wartawan. Kemudian, apakah di Kabupaten Malang juga terdapat Media Center untuk para wartawan. Bagaimana pola hubungan antara Pemkab dengan wartawan dalam membangun citra Kabupaten Malang. “Kami belajar dari Kabupaten yang lebih tua dari kami. Sebenarnya bukan studi banding, mungkin lebih tepat studi tiru,” ungkapnya.

Kunjungan awak media dan Diskominfo Karanganyar ditemui oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz SE M.Si berserta kabid dan kasie. Dikatakan Aniswati Aziz bahwa Kabupaten Malang saat ini sedang menuju Smart City. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas kunjungan teman-teman media dan Diskominfo Kabupaten Karanganyar. Menurut Anis, Diskominfo Karanganyar mempunyai tiga tempat. Pertama di Daerah Harjosari sebagai kantor Induk (untuk menaungi server), kemudian di Pendopo Lama wilayah Kota dan komplek perkantoran Bupati di Lantai 9.  “Kabupaten Malang  adalah Kabupaten terluas kedua di Jawa Timur, dengan luas

353.468 hektar dengan wilayah administrasi, 33 kecamatan, 378 desa dan 12 kelurahaan. Kondisi . jumlah penduduk menurut BPS 2. 606.000 tapi menurut Disdukcapil sekitar 3 juta,” ujar Aniswaty.

Dia menambahkan Kabupaten Malang mengelola dana sekitar Rp 4  Trilun, dengan jumlah pegawai 22 ribu pegawai (11 ribu diantaranya guru). Pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 sekitar 5,5 persen, dengan angka kemiskinan 9,47 persen. Diskominfo Kabupaten Malang bertugas mensuport OPD dan bagian humas, kegiatan Bupati. “Produk hukum di Kabupaten Malang sudah dapat diakses oleh Kemenkum Ham. Kami harus menggunakan  aplikasi yang terhubung dengan media,” ungkapnya. (bersambung)

Read More
WhatsApp Image 2020-12-04 at 13.41.13

Melihat Desa Wisata, Pujon Kidul Malang Yang Mempesona (Seri 1)

Salah satu pengunjung di lokasi Desa Wisata Pujon Kidul, sedang berswafoto

Kepala Diskominfo Karanganyar, Sujarno didampingi Sekdin Diskominfo Eny Fauziah memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media ketika berada di Desa Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur

KARANGANYAR – Sedikitnya 20 media yang bertugas di Karanganyar bersama Diskominfo Karanganyar ‘ngangsu kawruh’ di Desa Wisata, Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur, Rabu-Kamis (2-3/11). Dalam menimba ilmu tersebut, puluhan jurnalis baik media cetak, online dan elektronika ingin berkontribusi aktif dalam mendatangkan wisatawan di Karanganyar. Bagaimana cara, trik, dan gaya BUMDes Pujon dalam mengembangkan Cafe Sawah Pujon Kidul dalam mendatangkan rupiah melalui pemandangan hamparan sawah dan bukit.

Begitu bus terparkir, puluhan ojek yang sebagian besar ibu-ibu sudah menyapa hangat awak media dan Diskominfo Karanganyar. maklum jarak, bus parkir dengan lokasi sekitar 700 meter. Ibu-ibu juga tidak berdandan layaknya menyambut tamu, tapi pakaian sehari-hari yang dikenakan. Yang terpenting, bisa mengantarkan pengunjung ke lokasi wisata. “Satu hari klau sedang ramai bisa mencapai 60 ribu. Namun klau sepi, ya bisa 20 ribu,” ujar Sunarti, salah satu ojek wanita.

Begitu di pintu masuk, crew dari BUMDes langsung mengecek suhu badan, dan diminta mencuci tangan. Pihak desa sengaja, sebelum sampai di kawasan cafe sawah melewatkan di sebuah hamparan yang sisi kanan dan kirinya terdapat bunga. Ada sebuah mushola dari bambu yang menambahkan kekhasan suasana. Yang menarik, juga ada ruang isolasi bagi pengunjung yang ditengarai atau terindikasi covid 19. Sepanjang jalan, menuju cafe sawah, kanan dan kiri disuguhkan dengan aneka usaha makanan dan minuman dari masyarakat setempat. Di depan warung-warung tersebut tertulis, dapat ditukar vouncher. Artinya, tiket sebesar Rp 10.000 ribu itu dengan rincian, Rp 5000 tiket masuk dan Rp 5000 dapat ditukar vouncher makanan dan aneka produk yang diperdagangankan. “Misalnya membeli apokat Rp 15.000, kita tinggal membayar Rp 10.000 saja. Trik ini cukup membuat pengunjung membeli sesuatu karena ada vouncher tersebut. Cara unik dan menarik yang bisa ditiru di Kabupaten Karanganyar, supaya para pedagang juga dapat laris dagangnnya,” ujar media online, Bramantyo.

Kesuksesaan sebuah tempat wisata, menurut Kepala Diskominfo Kabupaten Karanganyar, Drs Sujarno M.Si didukung sosialisasi atau pengenalaan secara masif kepada khalayak luas. Kuncinya adalah kolaborasi Diskominfo dengan awa media yang bertugas di Kabupaten Karanganyar. “Kedua mitra tersebut bisa saling mendukung, bersinergi, berkolaborasi dan jejaring agar masyarakat luas berkunjung ke Kabupaten Karanganyar. Peran media sangat penting sehingga semua bisa mengenal dengan baik tempat wisata tersebut. (bersambung)

Read More
DSC_0098

Temu Donor Darah Sukarelawan dan Penggerak Donor Darah

Foto Bersama Penerima Penghargaan Pendonor dan Penggerak Donor Darah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar Jumat (04/12/20).

KARANGANYAR – Temu Donor Darah Sukarela Kabupaten Karanganyar Tahun 2020 dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar Jumat, (04/12/20).

Sambutan dan Laporan oleh Kepalas DPMPTSP, kegiatan temu donor darah tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan penghargaan kepada pendonor dan penggerak donor darah selain itu pelestarian, meningkatkan semangat, upaya meningkatkan kualitas pelayanan PMI Kabupaten Karanganyar, memotivasi kepedulian sukarelawan untuk mendonorkan darah untuk masyarakat luas.

Persediaan darah di Kabupaten Karanganyar akan disumbangkan kepada daerah lain yang membutuhkan, hal ini dilakukan agar darah tidak terlalu banyak menumpuk. Daerah-daerah tersebut yaitu Klaten, Boyolali, Magelang, Magetan, Kota Semarang, Provinsi Jateng, Grobogan, Kendal dan Kudus.

Sambutan dan Arahan oleh Bupati Karanganyar, “Saya mewakili pemerintah Kabupaten Karanganyar hanya bisa mengucapkan terimakasih dan terimakasih, tidak ada kata lain yang bisa diucapkan”, ujar Bupati.

Bupati Karanganyar menyerahkan penghargaan kepada pendonor dan penggerak donor darah dengan masing-masing 10 kali atau lebih mendonor, 25 kali atau lebih, 50 kali atau lebih, 75 kali atau lebih dan 100 kali atau lebih diwakilkan masing-masing.

Diskominfo (an,cc)

Read More

Sholat Wajib (Ashar) Berjamaah Kecamatan Jaten

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar sholat ashar keliling di 17 Kecamatan. Sholat ashar berjamaah kali ini bertempat di Masjid Mujahirin Perum Josroyo Indah Kecamatan Jaten, Selasa (2/12/20).

Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar, Juliyatmono turut memberikan tausiah singkat usai mengikuti sholat ashar berjamaah. Turut hadir pula dalam sholat ashar keliling ini, beberapa Kepala OPD, ASN dilingkungan Setda Karanganyar, Camat Jaten dan para Perangkat Desa di lingkungan Jaten.

Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam upaya meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Menurutnya, dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT semua tingkah laku akan baik.

Bupati juga berpesan pada perangkat Desa untuk saling mengingatkan kepada warganya/masyarakatnya. Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan bahwa virus corona itu ada “Ojo Sembrono” dan harus tetap waspada jangan saling menyalahkan, tetap patuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Tak lupa teruslah berdoa agar virus corona ini segera berakhir, pungkasnya. Diskominfo (in/dn)

Read More