Category: Berita

WhatsApp Image 2021-02-09 at 15.55.01 (2)

Hari Pers Nasional, Diskominfo Beri Kejutan Nasi Tumpeng Kuning. Wartawan Curhat

Diskominfo Karanganyar Beri Kejutan di Hari Pers Nasional

KARANGANYAR – Hari Pers Nasional (HPN) dirayakan secara sederhana oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karanganyar. Kepala Diskominfo dan jajaran memberi kejutan nasi tumpeng kuning dan berdoa bersama di ruang Media Center (MC) Karanganyar. Tidak kurang 15 wartawan yang berdinas di Bumi Intanpari menghadiri harinya para jurnalis tersebut.

“Terima kasih telah mengedukasi masyarakat dan menjaga Kabupaten Karanganyar tetap kondusif. Jika di luar negeri Pers banyak yang membuat masyarakat demo, namun di Karanganyar sangat kondusif,” papar Kepala Diskominfo Karanganyar, Drs Sujarno, M.Si saat memberikan sambutan di Hari Pers Nasional (09/02)

Dia menambahkan pers yang baik adalah pers yang tidak memprovokasi dan tidak menimbulkan Hokz. Termasuk tidak mengadu domba. Selama ini, menurut Sujarno Pers dan Pemkab Karanganyar sudah saling sinergi. Untuk Fasilitas di MC, pihaknya meminta maaf karena belum maksimal. Namun demikian, pihaknya akan berupaya untuk menjadi MC lebih baik.

Pada kesempatan itu, wartawan SMOnline Joko Dwi Hastanto mengatakan anggaran bea cukai sebenarnya bisa masuk Diskomominfo khususnya untuk sosialisasi. Selama ini, Sosialisasi malah jatuh ke Satpol PP. Menurutnya hal ini salah sebab sosialisasi tempatnya berada di Diskominfo Karanganyar. “Saya berharap dana Bea Cukai bisa masuk ke Diskominfo Karanganyar sehingga sosialisasi lancar,” ujarnya.

Sementara Rudi Hartono, Wartawan Radar Solo Jawa Pos mengatakan ada beberapa keluhan teman-teman wartawan. Yakni fasilitas internet yang masih mandiri dan beberapa komputer yang sudah tidak maksimal lagi. Ditambah beberapa kursi yang sudah rusak. “Kami berharap momentum hari pers ini, ada perbaikan fasilitas di MC,” ungkapnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2021-02-09 at 09.46.10 (4)

Juliyatmono : PPKM Skala Mikro Itu Konsep Saya Sudah Sejak Lama

KARANGANYAR – Rencana Pemerintah Kabupaten Karanganyar menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro rupanya sudah tidak canggung. Sebab konsep PPKM Skala Mikro adalah konsep Bupati Karanganyar sejak dulu. Jika memang satu orang terkena covid 19, maka yang di lockdown itu adalah satu RT tersebut dan tidak satu desa. Sehingga aktivitas perekonomian tetap bisa berjalan dengan baik.

“Itu konsep saya sejak awal covid 19 muncul. Yakni lockdown satu RT jika ada orang yang terkena bukan satu desa,” ungkap Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat dikonfirmasi mengenai PPKM skala mikro usai sidak di RSUD Karanganyar, Selasa (09/02).

Dia menambahkan misalnya di RT ada covid, satgas di tingkat desa bergerak bergerak di lingkungan RT dan RT tersebut harus menghentikan kegiatan selama 14 hari. Sedangkan RT Lainnya tetap bisa beraktivitas seperti biasa. “Jika satu desa lockdown maka potensi ekonomi tidak bergerak. PPKM Skala mikro artinya PPKM berbasis RT dan Satgas ada di desa dan kecamatan tinggal mengamati,” tambahnya.

Sementara  Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdaganerkop) dan UKM Karanganyar membentuk program Skill Development Center (SDC) untuk menyiapkan para angkatan kerja. Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi menyampaikan, program SDC untuk memberikan pelatihan kepada para angkatan kerja. Ada beberapa bidang pelatihan yang diberikan kepada para peserta seperti kuliner, menjahit, pengolahan bahan pertanian, las dan lainnya.

Dia menuturkan, sampai saat ini sudah ada sekitar 2.000-an orang yang telah mendaftarkan diri dalam program SDC. Nantinya dalam pelaksanaan pelatihan tetap mempertimbangkan kondisi terkini terutama pandemi Covid-19. Kalau memungkinkan tatap muka ya tatap muka. Kalau tidak ya virtual. Prakteknya tetap datang. Ini masih tahap mengajukan anggaran, sekitar Rp 1,6 miliar. Dapatnya berapa tergantung Pak Bupati. Per orang paling tidak anggarannya Rp 5 juta,” katanya kepada wartawan.

Selain bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Karangpandan, dinas terkait juga akan menggandeng SMK yang ada di Karanganyar. Martadi menuturkan, sudah melakukan survei sekolah mana saja yang layak untuk mengadakan pelatihan. Ada 11 sekolahan yang telah disurvei. Lanjutnya pelatih atau instruktur dalam program tersebut nantinya selain menggandeng instruktur dari BLK juga dari instruktur lain. Selain itu juga tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan guru-guru yang ada di SMK untuk memberikan pelatihan.  “Program ini utamanya untuk anak-anak petani dan buruh. Nantinya dengan adanya SDC itu dapat menyiapkan para angkatan kerja.  Penempatan kerja bisa saja kita salurkan. Kita dari dinas kan ada yang mencari lowongan kerja di perusahaan. Semisal nanti pabrik sepatu butuh berapa orang, pabrik garment butuh berapa orang,” jelasnya Martadi. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2021-02-09 at 09.46.10 (1)

RSUD Bakal Dinamai RSUD Raden Mas Said Dan Dikonsep Wisata Kesehatan

 

Salah satu tempat di RSUD Karanganyar dijadikan area taman yang indah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berusaha mewujudkan konsep wisata kesehatan

KARANGANYAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar bakal punya nama baru, yakni RSUD Raden Mas Said. Sebelumnya, RSUD Karanganyar memang belum mempunyai nama khusus namun masyarakat menyebutnya dengan nama Kartini atau RSUD Jengglong. Nama itu diharapkan akan mempunyai semangat baru dengan konsep rumah sakit wisata.

“Namanya bakal saya namai RSUD Raden Mas Said. Tunggu saja peresmiannya,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai mengecek RSUD Karanganyar, Selasa (09/02).

Bupati juga sempat melakukan pengecekaan sejumlah tempat. Termasuk taman yang berada di belakang Ruang Rawat Inap Wijaya Kusuma. Tamannya didesain dengan bunga dan ditengah ada lambang cinta. Diharapkan orang yang melihat akan sejuk dan terkesan bukan berada di rumah sakit. RSUD Karanganyar memang akan dikembangkan menjadi rumah sakit wisata kesehatan. Diharapkan Konsep RS Wisata tersebut sudah bisa terwujud sebelum Bupati menyelesaikan kepemimpinan di Karanganyar.

Konsep wisata kesehatan adalah semua fasilitas tambahan yang ada di rumah sakit bisa digunakan oleh semua pasien maupun membesuk tanpa membedakan kelas. “Jadi rumah sakit dikonsep dari semula tempat merawat orang sakit, menjadi tempat rekreasi kesehatan.  Fasilitas seperti tempat santai bagi pembesuk, ruang edukatif hingga ruang bermain anak, bisa digunakan tanpa pembedaan kelas. Saya berharap bisa selesai sebelum akhir jabatan saya,” pungkasnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2021-02-09 at 09.46.10 (3)

Bupati Sidak RSUD Karanganyar, CekTempat Tidur (TT) Pasien

Bupati Karanganyar, Juliyatmono sidak di RSUD Karanganyar

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono kembali melakukan pengecekan tempat tidur (TT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jengglong, Karanganyar. Pengecekan itu dilakukan agar standar yang ditetapkan kementerian kesehatan untuk TT cukup untuk pasien covid 19. Orang nomor satu di Karanganyar, ditemani PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Sundoro, Direktur RSUD Karanganyar, dr Iwan Setiawan Adji SP, THT, Kepala Bidang Pelayanan Medik Perawatan dr Kristanto Setyawan.

“Jumlah seluruh TT di RSUD Karanganyar 383 TT. Saat pandemi Covid 19 ini menjadi 298 TT. Setidaknya 50 persen TT dari 298 untuk pasien Covid 19,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai pengecek sejumlah titik di rumah sakit, Selasa (09/02).

Selain itu, Bupati Karanganyar juga meninjau ruang ICU yang harusnya ada 14 dan baru tersedia 6. Pemkab akan mencukupi tahun ini kekurangnya. Kekurangan ini merupakan standar yang diwajibkan Kemenkes sehingga pihak rumah sakit harus mencukupinya. Semua pasien covid terlayani dengan baik. “Semua tenaga kesehatan sudah siap dan tidak ada penolakan,” tambahnya.

Bupati juga menyidak sejumlah nakes yang tengah di pasien sinovac. Hampir semua tenaga kesehatan dilakukan vaksin yang kedua.  Bupati juga mengecek lokasi vaksin untuk tenaga kesehatan.

Sementara Direktur RSUD, Dr Iwan Setiawan Adji mengatakan untuk ruang ICU akan ditambah tempat tidurnya. Memang sesaui aturan harusnya 14 dan baru ada 6 dan tahun ini akan ditambah 8. Dari 298 TT pihaknya harus menyiapkan 50 persen untuk covid 19. Direktur RSUD Karanganyar mengakui pasien covid 19 menurun drastis di akhir Januari. “Penurunan jumlah penderita covid 19 menurun drastis. Awal Januari diangka 100 namun sudah berkurang jauh,” imbuh Iwan. (hr/adt)

Read More
DSC_3038

Forkompinda Di Suntik Vaksin Kedua di Puskesmas Karanganyar. Bupati Nyatakan Vaksin Aman dan Tidak ada Efek Sampiung

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menjalani vaksin kedua di Puskesmas Karanganyar

 

 

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar, Juliyatmono kembali disuntik vaksin sinovac untuk kali kedua di Puskesmas Karanganyar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) lainnya, Senin (08/02). Orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar menyatakan vaksin sinovac aman dan tidak memiliki efek samping apapun. Buktinya, dirinya dalam fase suntik pertama dan kedua tidak ada keluhan apapun.

“Suntik vaksin kedua ini lebih berani dan tidak ada efek samping apapun. Dalam suntik vaksin  kedua ini, saya lebih percaya diri dan penuh optimis,” papar Juliyatmono usai disuntik vaksin.

Rencananya, akhir Februari mendatang juga akan dilakukan vaksin untuk tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, TNI, Polri dan BUMD. Termasuk juga teman-teman wartawan diminta siap untuk divaksin. Apalagi, vaksin ini juga aman untuk seseorang uang usianya lebih dari 60 tahun. Keakurasinya mencapai 95 persen sehingga aman untuk masyarakat diatas 60 tahun. “Untuk tenaga kesehatan juga terus dilakukan. Untuk vaksin selanjutnya seperti tokoh masyarakat akan dilaksanakan pada akhir Februari,” tambahnya.

Upaya keras pemerintah dengan pemberian vaksin diharapkan ekonomi akan segera pulih. Perekonomian berjalan seperti biasanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwanti mengatakan saat ini tengah proses untuk para tenaga kesehatan.  Tenaga kesehatan di rumah sakit, puskesmas dan klinik. Untuk droping vaksin nantinya direncanakan akhir Februari, untuk tokoh agama, masyarakat, guru, TNI dan Polri. (hr/adt)

Read More
DSC_2872

Baca 1 Juta Sholawat, Berharap Allah Angkat Corona Dari Karanganyar

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar ikuti membaca 1 juta sholawat di rumdin Bupati

(more…)

Read More
WhatsApp Image 2021-02-02 at 09.08.03 (1)

Bupati Sidak Sejumlah Rumah Sakit di Karanganyar. Direncanakan Untuk Mempersiapkan Rumah Sakit Khusus Covid 19

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengecek ruang isolasi di RSU Jati Husada Jaten, Karanganyar

Mengecek di RSU PKU MUhammadiyah Karanganyar

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengecek sejumlah rumah sakit di wilayah Kabupaten Karanganyar. Pengecekan itu dalam rangka mempersiapkan rumah sakit khusus untuk rujukan pasien covid 19. Daripada membuat tempat khusus pasien covid 19, akan lebih baik menanyakan kesiapan dari rumah sakit untuk dijadikan khusus rujukan pasien covid 19.

Informasi yang dihimpun Karanganyarkab.go.id sidak Selasa, (05/02) dilakukan di rumah sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. Orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar bersama Asisten Pemerintahaan Setda Karanganyar, Sundoro dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Purwanti mengunjungi ruang rawat jalan atau poliklinik PKU Muhammadiyah Karanganyar. Di ruang tersebut, ditemui oleh Direktur rumah sakit PKU Muhammadiyah Aditiya Nur Cahyanto. Tidak lebih dari 30 menit, rombongan melanjutkan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Jati Husada di Jaten Karanganyar. Di RSU Jati Husada, Bupati Karanganyar ditemui pemilik (owner), Sri Sudar Sigit dan Direktur RSU, Dr Sri Hartini MM.             Bupati sempat melihat tempat tidur, ruang isolasi di RSU Jati Husada.

Kemudian mengujungi rumah sakit RSAU Dr Siswanto Lanud Adi Soemarmo di Colomadu, Karanganyar. Melihat beberapa tempat tidur pasien di rumah sakit tersebut. Selanjutnya, terakhir di RSU Indosehat di Kebakkramat, Karanganyar. “Pengecekaan itu akan terus kita lakukan di sejumlah rumah sakit yang lain. Guna memastikan rumah sakit siap dan ada ruang isolasi untuk pasien Covid 19. Termasuk persalinan ibu-ibu yang khususnya terkena covid 19,” ujar Juliyatmono ditemui di halaman RSU Indosehat.

Pihaknya ingin meminta satu atau dua rumah sakit untuk rujukan covid 19. Jika siap, nanti akan diusulkan ke Pemprov Jateng mengenai peralatannya dan hal lainnya yang perlu dipersiapkan guna menangani covid 19. Pada saat keadaan darurat sudah ada antipasinya. Juliyatmono mengatakan RSAU sudah mempunyai PCR secara cepat. Swab dilakukan pagi hari, sorenya sudah diketahui hasilnya. Bahkan, RSAU nanti jika ada data yang perlu dicek secara cepat, rumah sakit tersebut menjadi rujukan. “Mana yang paling siap. Itu yang dipersiapkan dan diusulkan. Jika pandemi selesai, rumah sakit itu kembali ke rumah sakit awal lagi,” tambahnya.

Sementara  direktur Rumah Sakit Indosehat, Dr Mintarsih mengatakan bupati melakukan pengecekan ruangan di dalam rumah sakit. Terutama ruangan untuk ibu melahirkan yang terkena covid 19. Menurut MIntarsih, rumah sakit sudah ada ruangan untuk ibu-ibu yang terkena covid 19. sebab nanti ada ruang untuk ibunya dan ruang bayinya yang dilakukan secara terpisah. Jika memang Indosehat layak sesuatu standar aturan yang ada, pihaknya siap dijadikan rumah sakit rujukan khusus Covid 19. “JIka memanuhi syarat kita siap. Rumah sakit kita berada di line 3 pasien Covid 19. artinya setelah RSUD Karanganyar, RSU Indosehat siap,” ujar Dr Mintarsih. (hr/adt)

 

 

Read More
IMG-20210201-WA0004

50 Mahasiswa Apeka Resmi Diterjunkan ke Kecamatan Jumantono

DiskominfoBupati Karanganyar Juliyatmono hadiri penerimaan PKPM Mahasiswa Apeka Karanganyar.

KARANGANYAR-Penerimaan Praktek Kerja Pengabdian Masyarakat (PKPM) Apeka adalah salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa, yang setiap tahun diadakan bagi mahasiswa sebelum masa purna dan dinyatakan lulus sebagai ahli madya peternakan.

Tahun 2021 PKPM Apeka akan menerjunkan 50 orang mahasiswa yang akan menempati 11 desa di Kecamatan Jumantono. Mereka akan didampingi 8 orang dosen pembimbing, hal tersebut diungkapkan Direktur Apeka Puji Astuti saat memberikan sambutan pada acara penerimaan PKPM mahasiswa Apeka Karanganyar yang berlangsung di Pendopo Rumdin Bupati Karanganyar, Senin (1/02/2021).

Ditambahkan bahwa pelaksanaan PKPM akan berlangsung selama satu bulan mulai dari Tanggal 1 Februari – 2 Maret 2021. PKPM tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena berada dimasa pandemi, namun dalam pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan.

“Tujuan PKPM adalah untuk mempraktekkan teori yang ada dikampus dan dilaksanakan di masyarakat, sehingga mahasiswa dapat memberikan ilmunya kepada masyarakat begitupun sebaliknya, dan mahasiswa dapat tahu permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat sehingga saling sinergi lah nanti” imbuhnya.

Program yang akan diterapkan meliputi kegiatan pelayanan, penyuluhan dan pelatihan, antara lain akan melaksanakan pemberian obat cacing untuk ternak, penyemprotan kandang dengan disinfektan, dan pendataan ternak yang dilaksanakan door to door.

Sebelum diterjunkan seluruh mahasiswa sudah mendapatkan pembekalan untuk dapat dipraktekkan di Kecamatan Jumantono, baik yang didapat dari dosen pembimbing, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan maupun satgas covid 19.

Dalam sambutannya Juliyatmono meminta kepada dinas terkait agar segera membuat MOU dengan Apeka. Yang intinya meminta agar setiap kecamatan mengirimkan satu orang wakilnya untuk dapat mengikuti perkuliahan di Apeka dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

“Biar mereka menjadi peternak-peternak hebat di masing-masing kecamatan” ungkap Juliyatmono.

Selain itu dirinya juga berpesan kepada seluruh mahasiswa yang hadir agar dapat mendata petani dan peternak yang bagus untuk diviralkan agar menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat. Diskominfo (An/In)

Read More
WhatsApp Image 2021-01-29 at 10.14.53

Pemkot Padang Kunjungi Karanganyar, Ingin Belajar Program Skil Development Center (SDC)

Tukar cenderamata antara Pemkab Karanganyar dan Pemkot Padang, Sumatera Barat

   KARANGANYAR – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat berkunjung ke Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/01). Kunjungan itu dalam rangka ingin belajar mengenai program Skill Dovelopment Center (SDC) di Kabupaten Karanganyar. Pemkot Padang menilai Karanganyar telah baik dan bagus menjalankan SDC tersebut.

“Kami ingin berbagi dan belajar mengenai SDC di Kabupaten Karanganyar. Bagaimana penerapan program SDC yang sudah dirintis,” papar Ketua Rombongan dari Pemkot Padang, Hendri Septia.

Dia menambahkan bagaimana program tersebut di jalankan dan bagaimana kendala yang terjadi di lapangan. Khususnya untuk mengurangi pengangguran di Kota Padang. Apalagi wabah covid 19 di seluruh Indonesia membuat jumlah pengangguran kian banyak. “Kami berharap ilmu yang kami peroleh disini dapat diterapkan di Pemkot Padang. Akhirnya kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengurangi penganggura,” tandasnya.

Sementara Asisten 2 Pemkab Karanganyar, Agus Cipto Waluyo mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Pemkot Kota Padang di Kabupaten Karanganyar. Kabupaten Karanganyar berada di paling timur dari Provinsi Jawa Tengah. Dengan motto Intanpari, yakni Industri, pertanian dan wisata. (adt/hr)

Read More