Category: Berita

WhatsApp Image 2021-02-17 at 10.48.16

Penshutindo Tanam Pohon Untuk Jaga Kelestarian Air. Camat Ngargoyoso Ingatkan Menanam Mudah, Merawat Yang Sulit

 

KARANGANYAR – Menanam mudah, namun merawat yang sulit. Demikian diungkapkan Camat Ngargoyoso, Dwi Cahyono saat mewakili Bupati Karanganyar dalam acara tanam pohon di area parkir Wisata Grojogan Jumok, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Rabu (17/02). Penanaman pohon oleh Pensiunan Perhutani Indonesia (Penshutindo) Cabang Karanganyar untuk menjaga air di lereng gunung tetap lestari.

“Menanam itu sangat mudah. Tapi sukar merawatnya. Maka kami berharap semua mendukung perawatan pohon-pohon ini demi kebaikan bersama. Utamanya untuk menjaga kualitas lingkungan sumber air alami,” ujar Dwi Cahyono S.Sos saat memberikan sambutan.

Jenis pohon untuk konservasi air di kawasan lereng Lawu tidak boleh sembarangan. Para anggota Penshutindo Kabupaten Karanganyar berbagi tips memilih tanaman pencegah erosi dan menjaga cadangan air di wilayah hulu.

Wakil Ketua Penshutindo Kabupaten Karanganyar, Jarwanto mengatakan gerakan penanaman pohon merupakan kegiatan rutin komunitasnya. Para anggota yang merupakan pensiunan pegawai pemerintah yang membidangi pertanian, kehutanan dan pengawasan sumber daya alam itu memilih lokasi penanaman pohon di jalur menuju air terjun Jumog dan Telaga Madirda. Penshutindo membawa ratusan bibit pohon berbatang keras dari tujuh jenis yakni preh, ara,  bisbul, puspa, kayu manis, damar dan macadamia. Bukan tanpa alasan jenis-jenis itu dipilih.

“Menjaga kelestarian hutan, tanah dan air yang rusak karena alih fungsi lahan. Juga menjaga sumber air agar tidak rusak. Kami membawa jenis pohon yang bisa menangkap air daru hulu. Perlu terus dijaga. Tumbuhnya akan sangat bermanfaat. Di area wisata, menambah keindahan dan kesejukan,” kata Jarwanto.

Pertumbuhan pohon membutuhkan waktu yang tidak singkat. Ia berharap masyarakat sekitar membantu merawat tanaman tersebut. Ia mempersilakan mereka memanfaatkan pohon itu dari buah, batang dan akarnya asalkan tidak dibabat habis. Ia mengatakan, para pensiunan berusaha memberikan kontribusinya berupa sumbangan tanaman reboisasi. “Kegiatan ini berpindah-pindah. Agar enggak gampang pikun. Maklum sudah berumur,” katanya.

Sumbangan penghijauan itu diterima Lurah Berjo Suyatno bersama Camat Ngargoyoso Dwi Cahyono didampingi https://masterra.com/ Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Dahono. Mereka melakukan penanaman pohon secara simbolis di jalur menuju air terjun Jumog di sepanjang area parkir. (hr/adt)

Read More
IMG-20210217-WA0024

Lantik Dewan Pendidikan, Bupati : Kewajiban Dunia Pendidikan adalah Membentuk Generasi yang Edukatif

Kominfo

Bupati Karanganyar memimpin langsung Pelantikan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar Periode 2021-2025, Rabu (17/2/2021)

KARANGANYAR– Dewan pendidikan Karanganyar diminta meningkatkan peran dalam membentuk generasi edukatif dan berlandaskan pondasi agama.Sehingga nantinya terbentuk generasi berkualitas secara mental dan spritual. Rabu (17/2).

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya pada Pelantikan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar
2021-2025 diruang Anthorium Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Pihaknya berharap sebagai bangsa yang besar penuh keberagaman ini peran Dewan Pendidikan ini lebih mengedepankan kualitas pendidikan sesuai yang tertuang dalam UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia mengatakan anak anak kita saat ini adalah generasi yang berbeda dalam menerima ilmu pendidikan. Adanya pandemi Covid-19, membuat anak anak kita mau tidak mau kurang lebih satu tahun belajar dirumah.

“Masa pandemi ini banyaknya orang tua yang menjadi guru dadakan. Saya pesan untuk bersabar dalam mengajarkan anak,” tuturnya.

Ditambahkannya kepada Pengurus Dewan Pendidikan yang lama, Bupati berterima kasih dan mengapresiasi pengabdiannya selama ini dalam memajukan pendidikan di Karanganyar.

Pelantikan tersebut melantik sebanyak dua puluh satu Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar. Terpilih sebagai Ketua Dewan Pendidikan Karanganyar yakni Drs. Tjuk Susilo, M.P. A, Wakil Ketua Drs. H. Djatmiko, M.M, Sekretaris Khabib Alia Achmad, S. E, M.M.

Diskominfo (dn/ind)

 

Read More
IMG-20210216-WA0042

Peningkatan Standar Pelayanan Publik di Masa Pandemi

Diskominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan.

KARANGANYAR-Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka langsung kegiatan Forum Koordinasi Percepatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Ombudsman Provinsi Jawa Tengah di The Alana Hotel and Convention Center, Selasa (16/02/2021).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Sutarno, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Kepala Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Jawa Tengah Siti Farida itu bertujuan untuk mengkomunikasikan, mengkoordinasikan, mengintegrasikan serta mensinkronkan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kinerja pelayanan publik.

Selain itu juga untuk mempersiapkan penilaian survey kepatuhan standard pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Ombudsman Republik Indonesia, hal itu diungkapkan oleh Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar Nurhayati saat menyampaikan sambutan.

Nurhayati juga menambahkan bahwa hasil nilai kepatuhan Standar Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar Tahun 2018 sebesar 65,26 persen sedangkan di Tahun 2019 terjadi penurunan menjadi 56.6 persen. Tahun 2018 dan 2019 Kabupaten Karanganyar masuk dalam zona sedang.

Pihaknya berharap Nilai Kepatuhan Standar Pelayanan Publik di Kabupaten Karanganyar bisa meningkat lebih tinggi.

Harapan yang sama juga diungkapkan oleh Juliyatmono “Saya nyuwun tulung supaya Tahun 2021 nanti zonanya menjadi hijau, masing-masing OPD standar pelayanannya atau SOP nya harus dibikin simple apalagi ditengah pandemi Covid-19”, terangnya.

Secara khusus Juliyatmono berpesan kepada Pegawai Bagian Organisasi Setda Karanganyar agar memantau secara periodik serta memimpin dan mengkoordinir seluruh OPD agar pelayanannya terupdate dan termonitor dengan baik. (Diskominfo An/In).

 

Read More
DSC_3477

Situs Perjanjian Gianti Akan Segera Dibangun Sebagai Objek Wisata

 

Bupati Karanganyar saat memberikan cindera mata kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi atau putri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X yang hadir dalam acara Napak tilas 266 tahun situs perjanjian Gianti.

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar Sutarno, M.Si dan beberapa Kepala OPD hadiri peringatan Napak tilas 266 tahun situs perjanjian Gianti di Desa Jantiharjo Karanganyar.

Perayaan napak tilas 226 tahun situs perjanjian Gianti kalinini dihadiri pula Paniradya Kaistimewan Yogyakarta yang juga turut hadir dalam kegiatan ini di situs Perjanjian Giyanti yang terletak di Lingkungan Kerten Kelurahan Jantiharjo Kecamatan/Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (13/2/2021).

Suasana acara peringatan ke-266 Perjanjian Giyanti siang itu tampak sederhana. Sangat berbeda dengan acara napak tilas pada tahun sebelumnya layaknya suasana pasar malam. Pasalnya sebelumnya adanya pandemi, stand kuliner dan mainan selalu berjajar rapi di jalan kampung.

Selain itu perayaan pada tahun sebelumnya juga digelar pada malam hari dan disertai gunungan arum manis dan brondong yang identik dengan UMKM warga Kerten. Kendati digelar secara sederhana, ada yang istimewa dalam peringatan perjanjian Giyanti kali ini yakni hadirnya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi atau putri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Lurah Jantiharjo, Agus Cahyono menyampaikan, karena masih dalam situasi pandemi, acara napak tilas digelar saat siang hari. Berbeda dengan peringatan sebelumnya yang digelar pada malam hari.

“Karena pandemi acara digelar siang hari. Rebutan gunungan juga ditiadakan,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, tempat ini merupakan tempat bersejarah kaitannya dengan pembentukan wilayah antara Surakarta dengan Yogyakarta pada zaman dulu.

“Semoga peringatan Perjanjian Giyanti ini membangkitkan semangat kita mencintai wilayah kita secara umum mencintai Indonesia. Kita kan kelola tempat ini antara Pemkab Karanganyar dengan Yogyakarta,” ucapnya.

Menurutnya, perlu adanya penataan lokasi ini supaya menjadi tempat edukasi bagi siapapun. Oleh karena itu perlu adanya penambahan berupa bukti-bukti dari Perjanjian Giyanti.

“Tempat ini untuk belajar sejarah. Ojo digawe wingit (keramat),” terangnya.

KGR Mangkubumi mengungkapkan, menyambut baik adanya peringatan Perjanjian Giyanti ini. Apabila memang diperlukan adanya penataan, dia berharap dapat ditata sesuai aturan.

“Tidak perlu mewah tapi lokasi ini hidup. Masyarakat faham sejarah dan filosofinya. Suaya tidak kepaten obor. Kita harus tahu asal usul kita,” ungkapnya.

Dia menuturkan, antara Pemkab Karanganyar dan Pemerintah DIY dapat saling memberikan informasi dalam rangka mengedukasi kepada masyarakat.

“Sebenarnya apa itu Perjanjian Giyanti, sejarahnya bagaimana, maknanya apa, flosofinya apa. Saya sendiri juga masih belajar. Masih banyak yang belum tergali tentang Perjanjian Giyanti,” pungkasnya.

Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
WhatsApp Image 2021-02-15 at 10.00.59 (1)

Kabupaten/Kota Diminta Siapkan Pendataan dan Pelaksanaan Vaksin Untuk Masyarakat Luas

Bupati mengikuti rapat persiapan vaksin covid 19 dengan Jawa Tengah bersama Gubernur melalui vidcon

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Polres dan Kodim 0727 mengikuti rapat persiapan vaksin 19 massal di Jawa Tengah bersama Gubernur Jawa Tengah melalui aplikasi video conference. Pada kesempatan itu, Orang nomor satu di Jawa Tengah menyarankan vaksin tahap selanjutnya diperuntukkan untuk masyarakat luas. Pihaknya meminta Kabupaten/Kota mempersiapkan tempat untuk melakukan vaksin massal tersebut. Bisa disekolah atau universitas yang mempunyai lokasi yang luas.

“Saat ini tes swab antigen juga mulai dilaksanakan dan petugasnya telah mengalami pelantihan. Partisipasi bapak ibu di Kabupaten Kpta menjadi penting agar vaksin berjalan dengan baik,” papar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dia menambahkan untuk tenaga vaksin berbasis tenaga kesehatan dari Puskesmas dibantu TNI dan Polri. Pihaknya meminta jika dalam satu RT saja ada yang kena, Gubernur meminta satu RT tersebut lokcdwon. Jangan sampai menunggu sampai 10 orang yang terkena baru dilokcdwon.  “Kita terus akan memperketat untuk protokoler kesehatan,” imbuhnya

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan rapat dengan Gubernur membahas waktu untuk pelaksanaan vaksin di Kabupaten/Kota. Untuk Kabupaten Karanganyar vaksin tahap satu sudah 75 persen. Sedangkan yang belum dengan pertimbangan kesehatan yang bersangkutan. “Mungkin tekanan darahnya naik dan lain sebagainya. Akhir Februari diharapkan bisa selesai,” tandasnya.

Sementara Kepala Satpol PP, Yophy Eko Jati Wibowo  meminta untuk Kementerian Agama di Kabupaten Karanganyar membatasi jumlah orang apda saat ijak kabul. Maksimal 10 orang saja sehingga tetap terjaga protokoler kesehatannya. Selain itu, di meminta ijab jangan dilaksanakan pada malam hari. “Saya bagiannya resepsinya dan ijabnya saya sudah berkoordinasi dengan Kemenag untuk membatasi orang yang ikut saat ijab qabul pernikahaan,” tambahnya. (hr/adt)

Read More
DSC_3360

Melalui BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar Bagikan Santunan Kecelakaan Kerja Meninggal Dunia

Sekda Karanganyar Drs. Sutarno, M.Si saat memberikan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris keluarga korban yang meninggal dunia saat bekerja, Kamis(11/02/21)

 

KARANGANYAR – Bertempat di ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar, Sekretaris Daearah Kabupaten Karanganyar Drs. Sutarno, M.Si yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar hadir didampingi Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM dalam agenda Penyerahan Simbolis Santunan Kecelakaan Kerja Meninggal Dunia dan Pemberian Corona Safety Kit bagi perusahaan yang diselenggarakan oleh Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan, Kamis(10/02/21).

Santunan ini adalah bukti komitmen kepedulian perusahaan kepada pegawai yang mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia. Pemberian santunan ini diberikan langsung kepada ahli waris pegawai yang meninggal dalam melaksanakan pekerjaannya. Sebanyak 6 orang yang menerima hari ini, totalnya mencapai 800juta lebih, jelas Hasan Fahmi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surakarta.

Hasan Fahmi menjelaskan, bahwa di wilayah Kabupaten Karanganyar ada 1.977 perusahaan yang bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan, ada 72.256 orang pegawai yang ikut sebagai peserta, dan Fahmi juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran bagi 5.450 kasus jaminan hari tua,  jamianan kecelakaan kerja,  dan jaminan pensiun dengan total pembayaran 30 milliar lebih. Lancarnya program BPJS Ketenagakerjaan khususunya di wilayah Kabupaten Karanganyar ini berkat bantuan sosialisasi Pemerintah Daerah untuk tenaga kerjannya yang khususnya non ASN.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Drs. Sutarno, M.Si yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar, mengaku sangat mengapresiasi kinerja BPJS Ketenagakerjaan dalam kinerjanya melindungi dan menjamin para pegawai kami di lingkungan Kabupaten Karanganyar. Sekda Sutarno berharap semoga kerjasama ini bisa terus terjaga dengan baik, dan juga mewakili Bupati Karanganyar Sekda Sutarno menyampaikan bela sungkawa kepada para ahli waris yang di tinggal oleh keluarganya disaat menjalankan tugas saat bekerja.

“ Semoga ahli waris bisa sabar, tabah, bisa meneruskan cita-cita almarhum, dan semoga juga memanfaatkan santunan ini dengan sebaik-baiknya “, jelas Sekda Sutarno diakhir sambutan.

Besar harapan pemerintah dan juga perwakilan pimpinan perusahaan, agar BPJS ini selain memberikan santunan bagi ahli waris ke keluarga korban,  juga bisa memberikan pelatihan soft skill kepada keluarga yang di tinggal. Sehingga yang ditinggalkan oleh keluarganya bisa gantian bekerja menggantikan korban yang menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah. Demikan Diskominfo(Ard/Tgr)

 

 

Read More
WhatsApp Image 2021-02-02 at 14.29.59

RSU Jati Husada Diusulkan Pemkab Karanganyar Ke Kementerian Kesehatan Untuk Jadi RSU Rujukan Pasien Covid 19

Pemkab Karanganyar mengusulkan Rumah Sakit Umum (RSU) Jati Husada dijadikan rujukan rumah sakit pasien covid 19.

 

 

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengusulkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Kementrian Kesehatan agar Rumah Sakit Umum (RSU) Jati Husada dijadikan rujukan rumah sakit pasien covid 19. Pengusulan itu tidak serta merta akan tetapi melalui tinjauan lapangan atau sidak yang dilakukan Pemkab Karanganyar 2 Februari 2020 lalu. Dari pihak RSU Jati Husada sudah menyatakan kesiapan dengan berkirim surat kepada Pemkab.

 

“Dari sidak yang saya lakukan beberapa waktu lalu yang sudah siap, layak dan bagus untuk pasien covid 19 memang hanya RSU Jati Husada. Sedangkan yang lain belum memenuhi persyaratan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai menghadiri vidcon penyusunan perubahaan RPJMD Kabupaten Karanganyar 2018-2023 di ruang SIC Diskominfo Karanganyar (10/02)

Usulan rujukan khusus covid 19 untuk RSU Jati Husada nanti akan mendapatkan peralataan covid 19 dari Kementrian Kesehatan. Pada prakteknya nanti, Jati Husada khusus untuk pasien covid 19. “Saat sidak beberapa saat yang lalu, Pihak rumah sakit sudah menyatakan siap jika menjadi rujukan covid 19,” tambahnya.

pada saat sidak di  RSU Jati Husada, Bupati Karanganyar ditemui pemilik (owner), Sri Sudar Sigit dan Direktur RSU, Dr Sri Hartini MM. Bupati sempat melihat tempat tidur, ruang isolasi di RSU Jati Husada. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2021-02-10 at 10.56.09

Juliyatmono : Minta Dana Propinsi Ke Daerah Untuk Tidak Direfocusing

Bupati Karanganyar, Juliyatmono usul kepada Gubernur Jawa Tengah untuk tidak merefocusing dana dari Propinsi Jawa Tengah untuk daerah

KARANGANYAR – Dalam pembukaan Musrenbang dan Konsultasi publik Propinsi Jawa Tengah dan Pencanangan Awal RKPD melalui video conference (Rabu (10/02), Bupati Karanganyar tegas meminta Gubernur Jawa Tengah untuk tidak merefocusing dana dari propinsi untuk daerah. Sebab dana itu sudah mulai dialokasikan dan dikerjakan programnya. Jika tetap dilakukan refocusing ini merupakan sebuah pelambatan karena pendekatan kasus covid 19 sudah ada pada RT atau PPKM Skala Mikro.

“Jika angka kemiskinan akibat pandemi ini besar, kami minta diberi anggaran berapa untuk target penurunan kemiskinan. Bukankah angka kemiskinan Jawa Tengah ini berasal dari Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah. Jika kami  diberi dana maka kami akan melakukan ekskusi untuk penurunan angka kemiskinan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Diakui, bupati jika dana dari Provinsi direfocusing  tentu akan menjadi beban berat daerah atau kabupaten. sebab beban anggaran Kabupaten sudah sangat berat. Sebenarnya untuk apa direfocusing karena proses pencegahan covid 19 sudah ada di RT. Bahkan, desa diberi kelonggaran untuk menggeser anggaran jika ada yang terpapar covid 19. “Pager mangkok justru lebih efisien dan bisa menggerakkan sektor yang lain. Sektor yang lain tentu tidak akan terganggu dan bisa bergerak,” tambahnya.

Lebih jauh, Bupati mengatakan dengan lockdown di desa maka desa tersebut akan berupaya membentengi diri masing-masing. Artinya desa berupaya untuk tidak terkena covid 19.

Menjawab pertanyaan dari Bupati Karanganyar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui ide bagus dari Karanganyar. Mungkin bisa dilakukan itung-itungan untuk prioritas anggaran. prinsipnya kami tidak keberatan. (hr/Ind)

Read More
IMG20210210093208

Pembangunan Harus Perhatikan Tata Ruang Daerah

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat lakukan video conference bersama Gubernur Ganjar Pronowo, Rabu (10/2/2021) di ruang SIC Dinas Kominfo Kabupaten Karanganyar.

KARANGANYAR- Gubernur Jawa Tengah mengajak semua Kelapa Daerah memperhatikan tata ruang kota dalam pembangunan. Hal ini menyusulnya bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Jawa Tengah.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ketika melakukan zoom meeting forum Konsultasi Rancangan Awal Musrenbang Provinsi Jawa Tengah tahun 2022, Rabu (10/2) dengan sejumlah Kepala Daerah yakni Bupati Walikota dan seluruh Stake Holder se Jawa Tengah. Musibah banjir yang terjadi dibeberapa daerah di Jateng menjadi perhatiannya. Oleh sebab itu Gubernur meminta Kepala Daerah memperhatikan tata ruang kota dalam tiap pembangunan.

“Tata  ruang menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) selain pengangguran dan angka kemiskinan. Sehingga kita mengelola kota dengan tata kelola lama,”katanya.

Ditambahkan Gubernur, pandemi covid mengakibatkan pertumbuhan ekonomi minus. Akibatnya angka kemiskinan dan pengangguran meningkat. Tentu hal ini menjadi PR bersama seluruh Kepala Daerah di Jawa Tengah. Sehingga di masa pandemi ini dibutuhkan sinergi dan gotong royong dalam mengatasi permasalahan akibat wabah virus corona yang berkepanjangan.

“Prioritas kita yakni pembangunan dengan ketahanan ekonomi. Jadi perlu kerja keras dan kerja sama semua elemen untuk mewujudkannya,”ujarnya.

Diskominfo (dn/ind)

Read More