Category: Berita

kampung kB (2)

Kampung KB Di Dusun Dagen, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu Kandidat Juara 1 Tingkat Jawa Tengah

Ketua Tim Penilai Kampung KB, AKBP Dra Dwi Ratnawati MH tengah mengecek adminitrasi dari kampung KB di Dusun Dagen, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu

KARANGANYAR – Kampung Keluarga Berencana (KB) Di Dusun Dagen, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu kedatangan tim penilai evaluasi dan kunjungan lapangan dalam rangka penggerakaan dan bakti sosial Pelayanan KB Bayangkara Tingkat Propinsi Jawa Tengah. Penilaian itu untuk memperebutkan juara 1 tingkat Jawa Tengah terkait penggerakan dan pelayanan KB yang bersaing dengan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Semarang.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada tim Verifikasi di lapangan yang tadi juga sudah bertemu dengan bupati Karanganyar. Rekomendasi yang diharapkan akan segera ditindaklanjuti,” papar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB), Agam Bintoro saat menyambut tim verifikasi.

Dia menambahkan kampung KB di Karanganyar layak menjadi juara karena sudah mandiri dan bersinergi dengan kepolisian. Dulu program ini dinamakan Keluarga Berencana Nasional (KBN) merupakan sebuah komitmen yang tidak bisa berdiri sendiri. Namun membutuhkan keterpaduan dan sinergitas antar lembaga agar program ini berjalan dengan baik.

Sementara Subdirektorat Pembinaan, Penertibaan dan Penyuluhan (Subdutbintibluh), AKBP Dra Dwi Ratnawati MH mengatakan kegiatan monev pelaksaanaan KB di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu sangat luar biasa. Dari dukungan Forkompimca seperti Camat, Kapolsek dan Danramil sangat luar biasa. Tanpa dukungan stekholder kegiatan ini tidak bisa sukses. Terkait pelayanan,  Pihaknya sudah melihat antusias para Aseptor KB DI rumah sakit Kartini juga sudah baik. Sementara sosialisasi di masyaraat di desa binaan juga luar biasa. “Polri sangat mendukung kegiatan ini karena pertumbuhan penduduk jumlahnya sangat besar dan tidak dimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai, Jika jumlah penduduknya banyak dan tidak ada pekerjaan maka akan berdampak pada kerawanan sosial atau menganggu ketertiban lingkungan. Makanya bayangkari ikut aktif mendorong kegiatan ini agar jumlah penduduk dapat dibatasi,” imbuhnya. (hr/ind)

Read More
IMG-20210618-WA0004

Launching Gerakan Minum Jamu Bersama Gubernur Jateng

Diskominfo

Rober Christanto saat mengikuti vicon launching gerakan minum jamu bersama Ganjar Pranowo.

KARANGANYAR – Dalam rangka menindaklanjuti gerakan masyarakat hidup sehat melalui upaya pembangunan kesehatan secara promotif , preventif, kuratif dan rehabilitatif melalui jamu tradisional maka diselenggarakan launching gerakan minum jamu secara virtual oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Jumat (18/16/21).

Kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya lokal dan mendorong msayarakat untuk selalu hidup sehat serta memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan jamu tradisional tersebut diikuti oleh bupati dan walikota se Jawa Tengah dan Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Provinsi Jawa Tenga. Sementara di Kabupaten Karanganyar acara diikuti oleh Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto dan berlangsung di Ruang SIC Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar.

Pelaksanaan gerakan jamu akan dilaksanakan dengan terus bekerja sama dengan gabungan pengusaha jamu yang rencananya akan memberikan layanan minum jamu gratis selama tiga bulan. Sebulan dua kali di lima OPD yakni Dinkes, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi UKM serta Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata dan Setda Provinsi Jawa Tengah.

Sedangkan rencana tindaklanjut yakni himbauan minum jamu gendong di OPD provinsi jawa tengah minimal satu kali sebulan pada hari jumat serta minum jamu sebagai suguhan alternatif saat rapat-rapat di masing-masing OPD.

Dalam sambutannya Ganjar meminta kepada pihak terkait agar membantu mengedukasi masyarakat bahwa minum jamu itu menyehatkan sekaligus meningkatakan konsumsi produk dalam negeri, selain itu dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan.
“Sambil promosi jamu kita saling mengedukasi , jaga kesehatan edukasi masyarakat terus menerus jangan sampai bosen ajak tokoh masyarakat agar tetap melaksanakan prokes mengingat di jawa tengah tren Covid terus meningkat”, pungkasnya. Diskominfo (An/In).

 

Read More
tmmd

Covid-19 di Tawangmangu Ada 10 Orang, Bupati Ingatkan Kades Untuk Awasi ‘Bareng-Bareng’

Pembukaan TMMD di Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono terus mengingatkan seluruh Kades di Kecamatan Tawangmangu untuk mengawasi Covid-19 di wilayah masing-masing. Sebab di Kecamatan paling timur Kabupaten Karanganyar kasus Covid-19 masih ada 10 orang. Dengan rincian, di Desa Plumbon 3 orang, Desa Kalisoro 1 orang, Desa Gondosuli 2 orang, Desa Karanglo 1 orang, Desa Blumbang 1 orang dan Desa Tengklik 2 orang.

“Satu orang dari Desa Tengklik melarikan diri dari rumah sakit. Namun sudah berada di rumah untuk menjalani isolasi mandiri,” papar Bupati pada saat membuka program TMMD Sengkuyung Tahap 2 di Balai Desa Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Selasa (15/05).

Seluruh kades juga diminta waspada juga terkait suspect Covid-19. Sebab Kades dan lurah di Kecamatan Tawangmangu adalah satgas tingkat desa. Para kades juga diminta untuk terus mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Menurut survei yang dilakukan dinas terkait, prosentasi masyarakat yang menggunakan masker masih 50 persen, yang cuci tangan masih 40 persen dan jaga jarak 30 persen. “Angel tenan dikandani iki sehingga saya minta Kades senaja angen tetap kudu diingatkan. Mari diawasi bareng-bareng supaya Covid-19 segera pergi dari Karanganyar,” tambahnya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk mensukseskan TMMD tahap 2 di Desa Tengklik. TMMD ini sudah rutin dan selamanya ada. Sebab TMMD merupakan wujud sinergitas membangun Negeri antara TNI, Polri, Pemerintah dan masyarakat. Program TMMD sebagai semangat untuk terus mewujudkan gotong royong. Gotong-royong jangan sampai melemah dan terus ditingkatkan. Program ini membantu agar ada peningkatan pembngunan fisik dan pemberdayaan masyarakat.

Semenatara dalam laporan TMMD, Danramil 08 Tawangmangu Kapten Inf Hari Santoso mengatakan latar belakang pemilihan tempat di Desa Tengklik karena sebagian jalan masih tanah dan sebagaian masih makadom. Jika hujan, jalan tersebut akan tergerus air dan membahayakan pengguna jalan. Kemudian, pembangunan talud dapat mencegah erosi. Rincian pembangunan jalan betonisasi 1 yakni panjang 400 meter dan lebar 4 meter dengan tebal 0,12 meter. Kemudian, betonisasi jalan kedua Panjang 110 meter, lebar 3 meter, dan tebal 0,12 meter, Talud panjang 260 meter lebar 0,7 meter dan tinggi 2,7 meter. “Selain itu itu juga Sosialisasi tMMD sengkuyung, penyuluhan vaksin, sosisalisasi penyuluhan sampah rumah tangga, perencanaan pembangunan, pemanfaat tehnologi tepat guna, penyecegahan bencana alam, dan Penegasa peraturan bupati Nomo 180 tahun 2021 tentang hajatan di masa endemi. Terakhir sosialisasi praktek lalu lintas,” imbuhnya.

Dukungan anggaran APBD Propinsi sebesar Rp 236 juta, APBD Kabupaten Karanganyar, Rp 300 juta, dan swadaya Desa Tangklik Rp 160 juta, dengan total Rp 696 juta. (hr/adt)

Read More
IMG-20210616-WA0032

SAPAMAS Tampung Keluhan Masyarakat

Diskominfo

Peserta rakor tim pengelola aduan masyarakat dan sosialisasi aplikasi SAPAMAS

KARANGANYAR-Dalam rangka peningkatan fungsi pengelolaan aduan masyarakat diselenggarakan rapat koordinasi tim pengelola aduan masyarakat serta sosialisasi aplikasi SAPAMAS melalui android yang diikuti oleh admin pengelola aduan masyarakat se Kabupaten Karanganyar di Ruang Podang I Kantor Bupati Karanganyar pada Rabu 16 Juni 2021.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sujarno mengungkapkan jika di era keterbukaan seperti sekarang ini, sabagai pegawai negeri sipil dituntut untuk siap dan sigap dalam menanggapi keluhan aduan.“Pak bupati saja punya kanal aduan dengan tagline matur mas yuli wae , yang mana keluhan langsung bisa diterima ke hp beliau”, jelasnya.

Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh admin agar dapat membantu pemerintah menangani keluhan serta permasalahan masyarakat dengan cepat dan tepat. “Karena ketika aduan dari masyarakat direspon cepat sudah melegakan si penanya, meskipun permasalahan belum sepenuhnya terpecahkan”, imbuhnya.

Dipaparkan jika dari Bulan Januari sampai dengan Mei 2021 jumlah aduan di Kabupaten Karanganyar sebanyak 525, yang terjawab 388 sementara yang belum terjawab sebanyak 137. Diharapkan kedepannya aduan yang belum terjawab bisa diminimalisir. Diskominfo (An/In/Dn)

Read More
IMG-20210614-WA0014

Wujud Penghargaan Pemkab atas Pengabdian di Desa, 21 keluarga anggota Satlinmas terima bantuan santunan

Kominfo

Bupati Karanganyar saat menyampaikan sambutannya pada penyerahan bantuan santunan anggota Satlinmas di aula Kantor Satpol PP, Senin (14/6).

KARANGANYAR- Sejumlah dua puluh satu (21) anggota keluarga Perlindungan Masyarakat dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa di wilayah Karanganyar menerima bantuan santunan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian di desa dalam melayani warga masyarakat. Diharapkan bantuan santunan ini dapat sedikit meringankan beban dan dipergunakan dengan baik oleh pihak keluarga, Senin (14/6) di aula Kantor Satpol PP Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam arahannya mengapresiasi dan berterima kasih atas pengabdian para Satlinmas selama melayani masyarakat desa.
Dikatakannya semua Makhluk ciptaanNya pasti semua akan kembali kepadaNya pula. Tinggal bagaimana kita semasa hidup didunia apakah sudah melakukan amal sholih, bersikap baik kepada sesama, memperlakukan yang baik kepada semua makhlukNya.

Menurutnya pengabdian sebagai Satlinmas ini sangat luar biasa pahalanya. Karena tugas mulia mereka adalah mengemban amanah untuk bisa memberi perlindungan sekaligus mengayomi, memberi rasa aman kepada masyarakat.

“Semoga para Satlinmas yang sudah berpulang/meninggal dunia dengan husnul khotimah, dan yang sedang sakit semoga segera Alloh angkat penyakitnya supaya dapat melanjutkan amanahnya dalam memberi perlindungan pada masyarakat,” do’a Bupati saat menyerahkan santunan.

Sementara itu laporan dari Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophi mengatakan ini merupakan bantuan santunan anggota Satlinmas tahap 1, terhitung mulai bulan Januari sampai Mei Tahun 2021 ada sejumlah sembilan belas (19) anggota Satlinmas yang sudah meninggal dunia dan dua (2) sedang sakit.

“Total santunan sebesar Rp. 30 juta 500 ribu masing masing santunan duka sebesar @ Rp. 1 juta 500 ribu dan santunan perawatan @ Rp. 1 juta,” jelasnya.
Diskominfo (dn/ind)

 

 

Read More
DSC_8360

Kurangi Makanan Instan, Bupati Minta Makanan Olahaan dari Singkong, Umbi atau Tales Bisa Menjadi Jajanan Anak Sekolah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Wakil Bupati Rober Christanto merasakan olahan makanan dari Kecamatan Matesih

 

 

KARANGANYAR – Untuk mengurangi makanan instan, Bupati Karanganyar bakal meminta olahan makanan dari singkong atau tales dikemas sedemikian rupa dan masuk sekolah. Sebab makanan instan dapat melemahkan kecerdasan otak. Selain itu, produk olahan makanan dapat makin eksis dan maju di Bumi Intanpari.

“Dalam waktu dekat saya akan bicara dengan Dispermades, Disdikbud dan Dinkes untuk mencoba makanan olahaan ini masuk ke sekolah-sekolah. Menjadi alternatif para siswa agar mencintai produk lokal dan mengangkat perekonomian masyarakat,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada Lomba Cipta Menu Tahun 2021 Beragam Bergisi Seimbang dan Aman di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (09/05)

Dia mengakui kreativitas dari 17 kecamatan sungguh luar biasa dalam menciptakan makanan olahanan yang baik. Sekaligus mensosialisasikan untuk mengurangi konsumsi nasi. Hal ini supaya masyatakat sehat dan terbebas dari penyakit. Orang nomor satu di Karanganyar menambahkan pertumbuhan ekonomi masih melemah minus 1 persen. Sebab tidak ada gerakan apapun. Namun minus itu tidak terlalu banyak karena dipengaruhi makanan olahan. “Makanan olahaan betapapun jenisnya mempengaruhi peningkatan ekonomi. Di masa pandemi saat ini tidak banyak yang dibeli masyarakat kecuali makanan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Siti Maysaroh mengatakan kegiatan merupakan kerjasama Dinas Pertanian dengan Penggerak PKK. Hal ini untuk meningkatkan pemahamaan konsumsi Makanan beragam bergizi Seimbang dan aman (B2SA) berbahan pangan sumber lokal. Sekaligus untuk mendorong kreativitas, khususnya ibu rumah dalam menciptakan dan membuat sumber makanan lokal. “Kegiatan ini juga dapat membiasakan keluarga di Kabupaten Karanganyar dengan aneka makanan olahaan lokal yang berbahan sumber lokal,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More
ruang audio visual (3)

Launching Ruang Audio Visual Disarpus, Bupati Minta Bisa Menginsparasi dan Melahirkan Masyarakat Karanganyar Yang Cerdas

 

 

KARANGANYAR – Fasilitas di Perpustakaan Daerah Karanganyar, ada yang baru lho! Apa itu, ruang audio visual, sebagai media edukasi alternatif selain buku. Ruangan yang didesain mirip bioskop tersebut, lengkap dengan kursi nyaman, karpet empuk dan pendingin ruangan yang sejuk, resmi di-launching pemanfaatannya pada Rabu (9/6/2021) oleh Bupati Karanganyar. Orang nomor satu di Karanganyar berpesan hadirnya ruang audio visul ini bisa menginspirasi dan melahirkan masyarakat Bumi Intanpari Cerdas.

“Ruang audio visual ini harus bisa menginspirasi siapapun bahwa ilmu harus dikuasai untuk menjadi orang sukses. Dengan fasilitas yang nyaman ini, saya berharap bisa dimanfatkan dan melahirkan sumber daya manusia yang handal dan cerdas,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat launching ruang audio visual Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus)

Bupati meminta setiap hari ruangan ini harus dimanfatkan secara maksimal. Misalnya dengan jumlah penonton 5—70 orang dengan anak-anak suia 20-25 tahun melihat Elon Mask, pembuat mobil listrik atau tokoh nasional seperti Ir Soekarno  dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Selain itu, penemu-penemu yang lain agar bisa menginspirasi siapapun betapa dasyatnya mereka di usia muda bisa melahirkan hal-hal yang baru. “Mendesaian orang pinter dan menyiapkan generasi cerdas itu memang mahal. Kita akan pikirkan untuk biaya operasionalnnya. Disarpus harus mencitrakan atau membuat brand Perpus melahirkan SDM yang berkualitas,” ungkapnya.

 

Pihaknya meminta jangan sampai ruang Audio Visual ini berubah menjadi tempat karaoke. Selain itu, para usahawan baru khususnya UMKM bisa memanfaatkan ruang ini untuk kursus digital. Pendek kata, semua lapisan masyarakat bisa memanfatkan ruang ini untuk pembelajaran dan menambah ilmu pengetahuan.

Bupati juga meminta Perpus Karanganyar harus perlahan beralih ke digital. Artinya bukunya fisik ada namun buku digitalnya juga perlu. Sehingga orang mencari buku dengan digital akan dapat cepat ditemukan. Saat ini sudah era digital sehingga pihaknya berharap perpus bisa menggunakan digital.

Sementara Kepala Disarpus Sugeng Raharto mengatakan, ruang audio visual dibangun dengan anggaran Rp 841,8 juta, antara 18 Februari 2021 hingga 18 Mei 2021. “Perencanaannya sejak 2020. Tapi karena anggaran saat itu kena refocusing, jadi tidak terlaksana. Tahun ini, anggaran muncul lagi. Sehingga tinggal melanjutkan perencanaan yang sudah ada,” jelasnya.

Ruangan tersebut merupakan salah satu fasilitas pendukung kegiatan edukasi di perpustakaan. “Jadi pengunjung tidak hanya belajar lewat buku, tapi juga melalui media audio visual. Melengkapi sarana belajar,” jelasnya. (hr/adt)

Read More
bim (3)

Meski Pandemi, KSPPS BIM Catatkan Aset Rp 93 Miliar dengan Nasabah 19.000

Penarikan Undian Umroh di KSPPS BIM dan diserahkan dari Bupati Karanganyar kepada Kapolsek Gondangrejo (mewakili pemenang)

KARANGANYAR – Meski ditengah situasi sulit pandemi Covid-19, namun Koperasi Simpan Pinjam Dan Pembiyaan Syariah Bina Insan Mandiri (KSPPS BIM) mencatatkan aset sebesar Rp 93 miliar dengan nasabah 19.000 yang tersebar di Solo, Sragen, Boyolali di Karanganyar. KSPPS BIM yang beralamat di Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo tersebut membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat kepada sangat tinggi. Saat ini, KSPPS BIM telah membantu usahawan muda hingga maju dan sukses.
“Kepercayaan masyarakat kepada lembaga kami sangat tinggi sehingga hal ini yang membuat kami masih eksis ditengah pandemi Covid-19. Kami sudah mempunyai cabang di Karanganyar 9 kantor, Boyolali 2 kantor dan Sragen 2 kantor,” papar Kepala KSPPS BIM, Poniman usai undian hadiah mobil dan umroh kepada para nasabah.
Dia menambahkan dengan diberikan hadiah kepada nasabah tersebut merupakan komitmen atas kepercayaan selama ini. Hampir setiap tahun, pihaknya selalu memberikan hadiah berupa mobil. Ke depan, pihaknya akan berusaha mengajukan izin hingga tingkat pusat sehingga KSPPS BIM bisa dibuka dimana saja.
Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyambut baik dan bangga atas KSPPS BIM yang terus berkembang dengan baik. Pihaknya meminta untuk dikelola dengan baik dan penuh tanggungjawab. Sebab dengan pengabdian ini merupakan ibadah kepada Allah SWT. Selain itu, juga semangat untuk membawa kesejahteraan kepada masyarakat. “Tolong menolong dalam hal kebaikan, jangan sampai tolong-menolong kepada hal yang tidak baik. Bisa membantu siapapun dengan tujuan mensejahterakan masyarakat,” tambahnya. (hr/adt)

Read More
IMG-20210608-WA0028

WUJUDKAN KABUPATEN MENUJU INFORMATIF, TIM UTAMA PPID KABUPATEN LAKUKAN MONEV PPID PEMBANTU KECAMATAN DAN DESA

 

KARANGANYAR- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar selaku Tim Utama Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) rutin melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) PPID ditingkat Kecamatan dan Desa. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong sekaligus mewujudkan UU no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) khususnya di Kabupaten Karanganyar dalam rangka menuju Kabupaten yang Informatif.

Bertempat di Aula Kecamatan Jaten, Selasa (8/6) Tim Utama PPID Karanganyar yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kominfo melaksanakan monev yang diikuti Tim PPID Pembantu Kecamatan dan Tim PPID Desa meliputi Kecamatan Jaten, Tasikmadu dan Mojogedang.

Dalam arahan Sekretaris Dinas Kominfo selaku Tim Utama PPID Kabupaten, Eny Fauziah mengatakan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagaimana tercantum dalam Undang Undang No. 14 Tahun 2008. Maka tugas Pejabat PPID adalah menghimpun, mengelola dan menyampaikan informasi ke badan publik maupun media sosial di era digital seperti website, facebook, Instagram, twitter, SAPAMAS (terkait aduan masyarakat).

“Matur nuwun sekali dengan Rapat Koordinasi PPID kemarin menggabungkan tiga Kecamatan dalam satu lokasi dengan tujuan untuk efisiensi tenaga, waktu dan biaya,”tuturnya.

Disampaikannya pula, kegiatan monev disini bukan bermaksud menggurui akan tetapi untuk mengetahui sejauh mana implikasi Keterbukaan informasi ditiap kecamatan maupun desa selalu update diwebsitenya masing masing sehingga masyarakat bisa mengetahui. Adapun secara umum Daftar Informasi Publik (DIP) meliputi informasi berkala, serta merta, setiap saat dan informasi yang dikecualikan.

“Ini adalah gambaran pekerjaan selaku tim PPID. Memang tugas ini bukanlah tugas ringan, karena kita harus update setiap saat seputar informasi baik aduan, berita berita terkait Covid-19 ke masyarakat,” terang Eny Fauziah dihadapan para peserta monev.

Ia menambahkan bahwa yang dikatakan Kabupaten informatif adalah bagaimana mengemas penyajian informasi publik dalam bentuk media sosial seperti ig, fb, twitter.
Pihaknya pun mewanti wanti untuk berhati hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.
Jangan sampai menggunakan media sosial tetapi berakhir dengan hukum, jangan sampai menimbulkan masalah.

“Ibarat peribahasa mulutmu harimaumu tetapi era digital sekarang jempolmu harimaumu, hati hatilah bermedsos” pesannya.
Diskominfo (Tim)

Read More