Category: Berita

DSC_8449

Terkumpul Senilai Rp 2,5 Miliar, Bupati Kagumi Kesadaran Bersedekah Masyarakat Yang Luar Biasa Untuk Pembangunan Masjid

Ahli waris Rekso Dikromo, Jumtari menceritakan kronologis berdirinya Masjid Jamiatut Taqwa di Desa Kedungjeruk, Mojogedang

KARANGANYAR – Masyarakat Dusun Jatikuwung, Desa Kedungjeruk, Kecamatan Mojogedang membangun masjid Jami’atut Taqwa hasil dari sedekah masyarakat yang berhasil terkumpul sebesar Rp 2,5 Miliar. Masjid yang terbangun megah ini awalnya merupakab mushola kecil milik keluarga Rekso Dikromo. Kemudian dengan niat ingin lebih menghidupkan masjid, keluarga Rekso Dikromo mendirikan Madrasah Wajib Belajar (MWB) dan berkembang menjadi MIM. Seiring perkembangan sekolah yang semakin besar, turut membesarkan masjid tersebut yang dibangun berasal dari swadaya masyarakat penuh.

“Semangat masyarakat Dusun Jatikurung sangat luar biasa dalam membangun Masjid Jami’atut Taqwa. Sedekah yang diberikan bermacam-macam seperti kayu dari tebangan pohon, genteng, beras dan lain-lain hingga masjid megah ini terwujud. Jika dinilai, masjid dibangun menghabiskan Rp 2,5 miliar,” papar Ahli Waris Rekso DIkromo, Jumtari ketika membeberkan sejarah pembangunan masjid megah tersebut pada saat peresmian Masjid, Jumat (24/09).

Ahli waris Rekso Dikromo yang lain, Sri Puryono yang merupakan mantan Sekretaris Daerah Pemprov. Jawa Tengah menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini memang dilakukan oleh masyarakat setempat dan dibantu oleh para donatur, bahkan sampai ada yang menyumbang hingga ratusan juta rupiah untuk membangun Rumah Allah tersebut.

Sri Puryono mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat dan kepedulian untuk membangun masjid tersebut. “Begitu diumumkan ada pembangunan masjid, sontak semua masyarakat langsung berpartisipasi,” ungkapnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa atas nama Pemkab. Karanganyar ikut senang dan bangga dengan berdirinya masjid yang megah tersebut. Bupati berharap dengan hadirnya masjid tersebut dapat membuat jamaah makin banyak dan Makmur. “Sedekah masyarakat Dusun Jatikuwung sangat luar biasa. Dengan sedekah justru rejeki bertambah dan makin sehat. Ada yang miskin setelah sedekah?” tanya Bupati disambut tawa hadirin. Menurut Bupati, dengan bersedekah maka rezeki justru akan semakin lancar dan bagus. Ibarat semua sumur, jika sumur itu sering dipakai dan dikeluarkan airnya maka sumber air itu semakin baik dan menyehatkan. Tapi sebaliknya, jika sumur itu tidak diambil airnya, maka akan banyak lumut dan bakteri yang justru akan berbahaya. “Dengan sedekah juga tidak gampang sakit, sehingga jangan pernah berhenti untuk membangun supaya sedekah juga tidak mandek. Jika ingin membangun menara dan tembok, Baznas akan membantu Rp 30 juta dan lainnya silahkan swadaya,” tambah Bupati kebanggaan masyarakat Karanganyar ini. (hr/adt)

Read More
IMG-20210924-WA0022

Kementerian ATR/BPN Luncurkan aplikasi loketku dan permohonan Informasi Online

Kominfo

Bupati resmikan loket pelayanan informasi Kantor BPN Karanganyar bersamaan HUT UU Agraria No. 61, Jum’at (24/9) pagi

KARANGANYAR- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meluncurkan aplikasi Loketku dan Permohonan Informasi Online. Dengan adanya layanan elektronik ini diharapkan pelayanan pertanahan diharapkan semakin meningkatkan efisiensi waktu biaya dan tranparansi pelayanan.

Peluncuran aplikasi dilakukan Menteri ATR/ BPN Sofyan Djalil bertepatan dengan peringatan Agraria dan Hari Tata Ruang, Tanggal 24 September ini. Pelayanan elektronik ini merupakan terobosan untuk peningkatan pelayanan pertanahan kepada masyarakat.

Peringatan Hantaru juga digelar Kantor ATR/BPN Karanganyar dengan upacara. Tampil sebagai Pembina Upacara Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Dalam amanat Menteri ATR/BPN yang dibacakan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Peringatan Hantaru kali ini mengusung tema Percepatan Pemulihan Ekonomi melalui Pelayanan Pertanahan yang Profesional dengan maksud melaksanakan Undang-Undang Cipta Kerja. Salah satunya dengan memperluas lapangan pekerjaan dengan memberi kemudahan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah dan mendorong investasi.

“Dukungan itu dengan memberikan penyederhanaan ijin usaha. Ada tiga syarat yakni kesesuaian kegiatan pemanfaatan tata ruang, persetujuan lingkungan dan detail tata ruang,”katanya.

Dalam kesempatan itu Kementerian ATR/BPN juga mengajak pemerintah daerah dan stake holders lainnya memberantas mafia tanah. Pihaknya bekerjasama dengan Polri bertekad memerangi mafia tanah.

“Bagi pegawai ATR/BPN baik ASN ataupun PPNPN  jangan sekali-kali menjadi bagian mafia tanah. Saya akan tindak tegas dan tak segan memecat oknum tersebut,”ujarnya.

Kementerian ATR/BPN pun berterimakasih kepada lurah, kepala desa, camat dan Kepala Daerah di Indonesia yang telah membantu menyukseskan  berbagai program dari Kementerian ATR/BPN. Momentum Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional ini diharapkan pelayanan terhadap masyarakat serta kepentingan bangsa dan negara semakin meningkat.

“Mari selalu jaga integritas dan selalu kerja keras, inovatif dan kreatif menghadapi segala perubahan,”pungkasnya.

Dalam peringatan Hantaru di Kantor ATR/BPN di Karanganyar juga diserahkan mobil operasional dari Pemkab Karanganyar kepada Kepala ATR/BPN Karanganyar. Pemberian ini diserahkan langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada Kepala ATR/BPN Karanganyar.
Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_8366

Persika Karanganyar Tundukkan Garuda Jumapolo 6 Gol Tanpa Balas

 

KARANGANYAR – Persika Karanganyar unggul 6-0 dalam pertandingan uji coba melawan Garuda Jumapolo di Lapangan Jurug Jumapolo, Kamis (23/9).
Sepanjang pertandingan, Persika memang menguasai bola sepenuhnya. Berkali-kali serang demi serangan dilakukan oleh tim besutan Beny Adriyawan. Sedangkan tim lawan mencoba bertahan dengan optimal.

Dua gol tercipta di babak pertama lewat sundulan Wahyu Hidayat pada menit ke-15 dan tendangan Didik Dwi Darmawan pada menit-28. Sejumlah peluang terbuka pada babak tersebut, namun hanya 2 (dua) gol yang berhasil bersarang di jala skuad Garuda Jumapolo.

Usai turun minum, para penggawa Persika meningkatkan tekanan. Berkali-kali pasukan Singo Lawu melakukan serangan ke barisan pertahanan tim Jumapolo. Upaya membangun serangan tersebut berbuah manis. Tarno Srunthul menambah gol Persika pada menit ke-48, disusul serangan Gilang Jati yang berhasil menerobos ke gawang lawan pada menit ke-50.

17 (tujuh belas) menit berikutnya, Gilang Jati menggandakan golnya setelah beberapa saat sebelumnya mendapat hadiah kartu kuning dari wasit Edi. Gilang dianggap melakukan diving di kotak penalti.

Kemenangan Persika disempurnakan Muh Arif melalui golnya pada menit ke-70. Garuda Jumapolo bermain lebih agresif di babak kedua dan beberapa kali membuka peluang, namun belum berhasil membuahkan gol. “Sejak awal memang saya meminta anak anak bermain santai dan maksimalkan penguasaan bola. Hasilnya maksimal kami memasukkan 6 gol tanpa balas,” ujar pelatih Beny.

Dalam Pentas Liga 3 Nasional dan Persika berada di group D, Manajer Persika Prihanto memasang target meraih Juara Group. Prihanto menyampaikan jika melihat lawan-lawan tanding di group, pihaknya optimis Persika dapat berhasil menjadi juara group. (hr/adt)

Read More

TEROBOS AKSES UNTUK PASAR UKM, DISDAGNAKERKOPUKM KARANGANYAR SEBAR ETALASE DAGANG

Sampai saat ini, sektor UKM masih terdampak pandemi COVID-19. Pengetatan aktivitas masyarakat di banyak sektor, terutama sektor pariwisata, perdagangan, dan kuliner, sangat berdampak menurunnya omzet para UKM. Ditengah keterbatasan gerak tersebut, para pelaku UKM masih harus menghadapi penurunan daya beli masyarakat akibat tersendatnya laju ekonomi secara nasional. Agenda event MICE (meeting incentive convention exhibition) belum diijinkan secara leluasa sehingga para pelaku UKM mengalami hambatan dalam mempromosikan produknya. Saat ini mereka banyak yang migrasi ke penjualan secara online, selain juga secara offline dengan omzet yang cukup terbatas.

Melihat kondisi tersebut, DISDAGNAKERKOPUKM Karanganyar membuat gagasan untuk mendesain etalase dagang dengan branding Desktop Expo. Desktop expo berbentuk etalase berukuran panjang 2 meter dilengkapi rak dan loker tempat penyimpanan produk, pada bagian atas etalase bertulisakan “Produk Binaan DISDAGNAKERKOPUKM”. Pada awalnya, dinas membuat satu unit Etalase sebagai prototype untuk ditempatkan di lobby kantor. Beragam produk UKM baik berupa kuliner maupun craft dipajang disana. Pemberian nama Desktop expo dimaksudkan agar etalase tersebut menjadi tempat expo (pameran) produk secara praktis sekaligus dapat dipasarkan langsung, mengingat pada saat ini kegiatan pameran yang mendatangkan kerumunan pengunjung belum bisa digelar.

Pada project pertama, dinas mentargetkan 10 (sepuluh) unit etalase dagang dapat tersebar di berbagai pusat oleh-oleh, pusat kuliner dan tempat-tempat strategis lainnya. Penyebaran etalase dagang ini merupakan strategi jemput bola (pick-up the ball) agar produk-produk UKM lebih mudah diakses oleh pasar sehingga mampu bertahan di tengah krisis. Gayung bersambut, program penyediaan etalase dagang direspon baik oleh para stakeholders. Sejumlah perbankan dan perusahaan swasta berkomitmen menyalurkan CSR maupun bantuannya untuk pengadaan etalase dagang.

Hingga saat ini etalase dagang telah tersebar di sejumlah titik, seperti pusat oleh-oleh Ubigo, Bale Branti, Getuk Semar, RM Mbak Ning, RM mbak Dwi. Beberapa stakeholder yang telah berpartisipasi dalam pengadaan etalase diantaranya adalah Bank Daerah, BNI, Bank Jateng, BKK Jateng, CV. Wahana Karya, Bank Karanganyar. Sementara itu beberapa stakeholder berikutnya telah berkomitmen menyusul pengadaan etalase yaitu Bank BRI, Baznas Karanganyar, BI, BKK Tasikmadu, Solopos, dan Telkom.

Kepala DISDAGNAKERKOPUKM, Martadi, S.Sos, MM, menyatakan bahwa program pengadaan etalase dagang ini diharapkan menjadi inisiatif baru (pilot) dari Pemkab Karanganyar sebagai bentuk praktik baik (good practice) dalam upaya mengangkat perekonomian masyarakat di tengah lesunya pemasaran akibat pandemi Covid-19. Diharapkan program ini dapat diadopsi oleh pemerintah daerah lain di sekitarnya beserta seluruh pihak yang berkepentingan terhadap upaya mendukung peningkatan akses pemasaran produk UKM. Program ini selaras dengan upaya pemerintah pusat untuk mengedepankan sektor UKM sebagai penopang perekonomian nasional, seiring dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

 

Selain melalui akses penjualan offline, para UKM juga didorong meningkatkan omzetnya melalui jalur online. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace. Sebagai wujudnya, mereka bekerjasama dengan Shopee untuk membuat akun penjualan bersama dengan nama toko Witpari (wirausaha tangguh bumi intanpari). Melalui pola kerjasama langsung dengan pihak marketplace, para UKM mendapatkan nilai tambah berupa pendampingan, fasilitasi, dan mentoring dalam mengelola akunnya di marketplace tersebut. Satu akun digunakan untuk mempromosikan semua produk dari UKM yang tergabung dalam paguyuban, sehingga semakin mudah untuk melakukan promosi bersama dan kolaborasi.(sie_uppk)

 

Read More
IMG-20210921-WA0003

Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Beli Cabai

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat secara simbolis menyerahkan cabai yang telah di beli oleh salah satu Kepala OPD

Bupati Karanganyar didampingi Wakil Bupati Karanganyar dan beberapa Kepala Perangkat Daerah menghadiri Gerakan ASN Membeli Cabai yang dimulai dengan kegiatan di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Karanganyar, Selasa pagi (21/9).

Latar belakang Gerakan ASN Beli Cabai ini adalah ingin membantu para petani cabai di Kabupaten Karanganyar yang terkena imbas dari jatuhnya harga cabai mulai pertengahan Bulan Agustus 2021, khususnya untuk jenis cabai merah keriting yang saat ini pada kisaran harga Rp11.000 untuk harga petani dan Rp15.000 untuk harga di pasar/konsumen.

Cabai yang dibeli dalam gerakan ini merupakan hasil panen cabai dari daerah Kecamatan Jenawi dan Ngargoyoso sebanyak 750kg.

Dalam kesempatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati membeli cabai dan diikuti pembelian oleh ASN di lingkungan Pemkab. Karanganyar dengan harga Rp13.000/kg. DISDIKBUD merupakan yang terbanyak membeli yaitu sebanyak 300 kg, diikuti DINKES sebanyak 60 kg dan SETDA sebanyak 50 kg. Perangkat Daerah yang lain membeli dengan jumlah yang bervariasi dari 10 s.d. 40 kg.

Diharapkan dengan Gerakan ASN Beli Cabai ini dapat menolong para petani cabai di Kabupaten Karanganyar agar bisa kembali mengangkat harga cabai yang hancur saat pandemi.

Pada dasarnya para petani cabai tidak merasa kesulitan untuk menjual hasil panennya, namun cabai mereka di hargai sangat tidak layak oleh para tengkulak, kisaran harga 5.000 hingga 7.000 rupiah saja perkilonya. Ini jelas sangat memprihatinkan bagi para petani karena kos pengeluaran untuk penanaman, perawatan hingga panen itu lebih besar daripada harga jualnya.

” Rata-rata biaya operasional untuk satu tanaman cabai itu mencapai 15.000 rupiah, satu tanaman bisa menghasilkan rata-rata setengah kilo cabai. Kalau harga cabai kami dibeli tengkulak hanya 5.000 hingga 7.000 saja kami sudah sangat rugi “, jelas Agus salah satu petani cabai asal Ngargoyoso.

Kami mewakili petani cabai merasa bangga hasil panen kami hampir 1 ton di borong oleh Pak Bupati dengan gerakan beli cabai bagi ASN ini, mudah-mudahan dengan gerakan ini menjadi gebrakan awal agar harga cabai dipasaran bisa naik lagi. Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr)

Read More
IMG-20210920-WA0012

Penyampaian rancangan kebijakan umum anggaran perubahan APBD dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementar Perubahan APBD TA 2021

Kominfo

Pelaksaan Rapat Paripurna mengenai KUA-PPAS Kabupaten Karanganyar, Senin (20/9/2021) siang.

KARANGANYAR– Rapat Paripurna tentang rancangan kebijakan umum anggaran perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 digelar di Gedung Paripurna DPRD Karanganyar, Senin (20/9) siang.

Pada kesempatan tersebut Bupati Karanganyar menyampaikan sebagai landasan penyusunan Perubahan APBD tahun 2021 adalah Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar nomor 10 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karanganyar Tahun 2018-2023 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 6 Tahun 2021 sebagai pedoman penyusunan kebijakannya.

“Adapun tema pembangunan di Tahun 2021 adalah Maju dan Berdaya Saing. Dengan fokus pembangunan pada pengembangan dan keunggulan desa dan kota untuk mendukung daya saing daerah dan melanjutkan pemerataan infrastruktur,”jelas Bupati dihadapan Anggota Legislatif, Jajaran Forkompimda dan Keplaa OPD Kabupatem Karanganyar.

Pihaknya menambahkan, arah kebijakan tahun 2021 ini meliputi tiga faktor yakni Pembangunan produktivitas ekonomi yang berkualitas, penguatan kebijakan fasilitasi dan koordinasi pembangunan desa secara partisipatif dan penguatan kebijakan pemerataan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur secara akuntabel dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Semoga bisa terlaksana dengan baik dengan kerja sama dan koordinasi yang baik pula,” harapnya.
Diskominfo (dn/ind)

Read More
WhatsApp Image 2021-09-17 at 17.30.47

Serap Banyak Tenaga Kerja dan Mampu Produksi APD 6.000 pcs/hari, Bupati Minta PT Natatex Tetap Di Kabupaten Karanganyar

 

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar meninjau perusahaan PT Natatex di Desa Selokaton, Gongdangrejo


KARANGANYAR – Usai meninjau kegiatan vaksinasi di GKJ Selokaton Gondangrejo, Bupati Karanganyar bersama Wakil Bupati Karanganyar memenuhi undangan pemilik PT Natatex untuk berkunjung ke perusahaan yang terletak di timur GKJ Selokaton, Jalan Solo-Purwodadi KM 5, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo.

Pimpinan tertinggi di Kabupaten Karanganyar tersebut diundang agar dapat melihat secara langsung produksi Alat Pelindung Diri (APD), hazmat dan berbagai produk fashion. Direktur Utama PT Natatex menyampaikan bahwa perusahaannya dapat memproduksi baju APD sekitar 6.000 pcs/hari, sehingga perusahaan juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit.
“Kami sengaja mengundang Bupati dan Wakil Bupati untuk melihat secara langsung produksi baju APD yang sudah menjadi langganan pesanan Kemenkes dan rumah sakit nasional di kota-kota besar. Kami ingin dukungan penuh dari Pemkab. Karanganyar sebab kami juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit untuk perusahaan kami,” ujar Direktur Utama PT Natatex, Nana Ratna, Kamis (16/09).

Nana menyatakan dalam satu bulan perusahaannya bisa menghasilkan sekitar 200.000 pcs APD dan 150.000 produk fashion sehingga dalam satu tahun perusahaan tersebut dapat memproduksi sekitar 1 juta pcs. Kebutuhan produksi yang besar tentu saja menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak. Saat ini ada sekitar 200 orang karyawan, dan ke depan tentu akan lebih besar lagi. “Kami berharap juga ada dukungan pemerintah untuk bisa ekspansi ke luar negeri,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengaku senang dan bangga dengan produksi APD dari Karanganyar. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu bulan bisa menghasilkan poduksi 200.000 pcs APD untuk kesehatan dan baju hazmat. Bupati sekaligus meminta kepada Direktur Utama PT Natatex agar perusahaan tersebut untuk tidak pindah tempat. “Saya minta lokasi perusahaan tidak pindah dari Karanganyar. Jika sudah baik, tentu akan menyerap tenaga kerja yang banyak,” ungkap Juliyatmono. (hr/adt)

Read More
IMG-20210917-WA0072

Kehadiran Menteri PPN/Kepala Bappenas Diharapkan Dapat Membantu UMKM Dan Pembangunan RSUD Karanganyar

Menteri PPN Dr (HC) Suharso Manoarfa mengunjungi Batik Girilayu, Matesih, Karanganyar

KARANGANYAR – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Dr (H.C) Suharso Manoarfa berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, Jumat (17/9). Didampingi oleh Bupati Karanganyar, Menteri PPN/Kepala Bappenas mengunjungi sejumlah titik lokasi di RSUD. Bupati sengaja memperlihatkan secara langsung beberapa pembangunan di RSUD dengan harapan supaya Kementerian PPN/Bappenas dapat membantu dalam penyelesaian pembangunan di RSUD milik Pemkab. Karanganyar tersebut.
“Kehadiran beliau ini menjadi monumental untuk bisa mendorong dan merencanakan penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar. Kami (Pemkab) baru mendapatkan Rp100 miliar untuk pembangunan RSUD dan sebaiknya direncanakan dianggarkan untuk penyelesaian rumah sakit,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai menerima kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas di Rumah Dinas Bupati.
Bupati menambahkan bahwa pembangunan di RSUD seharusnya dilakukan dengan menggunakan sistem multiyears sehingga setiap tahun bisa mendapatkan anggaran.

Dengan kehadiran Menteri PPN/Kepala Bappenas tersebut diharapkan RSUD mendapatkan kembali dana untuk pembangunannya.
“Saat ini RSUD Karanganyar sudah bersih dan bisa melayani BPJS dan kelas VIP. Rumah sakit sudah cukup bagus dan jika diselesaikan maka akan lebih baik lagi, termasuk sarana dan prasarana kesehatan agar RSUD lebih baik lagi,”tambahnya.

Selain kunjungan ke RSUD, Menteri PPN/Kepala Bappenas didampingi Bupati dan Wakil Bupati juga sekaligus melakukan kunjungan ke Sentra Oleh-oleh UBIGO dan Batik Girilayu di Kecamatan Matesih. Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan bahwa Menteri ingin bertemu dan mendengar secara langsung keluhan para pembatik di Desa Girilayu tersebut.
“Pak Menteri ingin melihat secara objektif keluhan dari para pengusaha batik ini karena latar belakang beliau juga seorang pengusaha sehingga betul-betul tahu kesulitan di lapangan seperti apa. Coba bayangkan, punya 20 karyawan selama pandemi baru laku 3 biji. Maka dari itu kita harapkan dengan kehadiran beliau dapat memberikan angin segar untuk UMKM kabupaten Karanganyar,” imbuh Juliyatmono. (hr/adt/tgr)

Read More
vaksin (4)

Vaksinasi 3500 Dosis di GKJ Selokaton Wujud Kepedulian Diantara Keanekaragaman

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar meninjau pelaksanaan vaksin di GKJ Selokaton, Gondangrejo

KARANGANYAR – Sebanyak 3500 dosis Vaksin Sinovac diberikan kepada masyarakat di Kecamatan Gondangrejo dan sekitarnya dalam Program Percepatan Vaksinasi Nasional yang digelar mulai Kamis- Rabu, 16-19 September 2021. Program tersebut diharapkan dapat mencegah Covid-19 dengan membentuk herd Immunity. Menariknya, tempat yang dipergunakan untuk program vaksinasi tersebut di GKJ Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah berupaya untuk peduli kepada kesehatan sesama manusia dengan melakukan Program Percepatan Vaksinasi Nasional. Hal ini sekaligus wujud pengabdian terhadap nilai-nilai kemanusiaan dengan melaksanakan kegiatan lintas suku, agama, ras dan golongan. Semua berbaur untuk kesehatan Bersama,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan.
Kegiatan vaksinasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI, Lembaga Kemanusiaan Surakarta, GKJ Selokaton, Dinas Kesehatan, Keraton Surakarta dan Salim Group. Orang nomor satu di Karanganyar itu berharap dengan kegiatan ini semuanya dapat saling guyub rukun, kompak dan saling membantu. Pandemi Covid-19, menurut Bupati adalah bentuk ujian untuk semuanya. “Kemarin yang lupa dengan tetangga atau saudara, diingatkan dengan Covid-19 ini untuk saling kasih sayang dengan orang-orang terdekat kita. Terlebih lagi, kita bersama saling membantu dan menguatkan,” ungkapnya.
Meskipun sudah divaksinasi, Bupati Karanganyar meminta masyarakat untuk tetap menggunakan masker karena protokol kesehatan paling sederhana adalah dengan memakai masker. Setelah ini, pihaknya berharap rezeki masyarakat dapat lancar kembali dan semuanya sehat.
Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada semua pihak yang mensukseskan acara tersebut serta berupaya untuk memberi jalan yang mudah untuk program vaksinasi nasional. Vaksin sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan kita. “Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam program vaksinasi ini,” tandasnya.
Sementara salah satu peserta vaksinasi, Ayu Wuryandari dari Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan menyentuh semua lapisan masyarakat. “Vaksin tidak terasa apa-apa dan lancar. Terima kasih kepada Pemkab. Karanganyar,” ungkapnya. (hr/adt)

Read More

Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2021 Desa Plosorejo Matesih

 

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar didampingi Dandim 0727 Karanganyar beserta jajaran Forkopimda hadiri Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2021 di balai Desa Plosorejo Kecamatan Matesih, Rabu(15/9/21).

Dengan latar belakang menyediakan akses bagi masyarakat dan juga memudahkan masyarakat sekitar untuk mendistribusikan barang, maka TMMD sengkuyung kali ini mempunyai program sasaran yaitu betonisasi jalan, pembuatan talud jalan, pembuatan gorong-gorong dan pembangunan jembatan.

Program TMMD kali ini juga memmiliki sasaran non fisik selain sosialisasi program TMMD, juga berupa sosialisasi vaksin covid-19, sosialisasi etika dan praktek berlalu lintas, sosialisasi penegasan instruksi Bupati perihal hajatan dan keramaian dimasa pandemi, sosialisasi budidaya sayuran organik juga hidroponik, sosialisasi peran satgas covid-19 tingkat Desa, sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga, sosialisasi perencanaan pembangunan, sosialisasi pemanfaatan teknologi tepat guna, dan yang terakhir sosialisasi pemulasaran jenazah covid-19.

Sementara itu, Bupati Kranganyar H. Juliyatmono dalam pidato sambutannya sampaikan apresiasi yang setinggi tingginya bagi jajaran Kodim 0727 Karanganyar atas peran sertanya membantu pemerintah dalam mensosialisasikan banyak hal bagi Desa. Dan juga apresiasi sumbangsih TNI yang bersinergi dengan POLRI untuk negeri Indonesia khususnya melalui program-programnya yang banyak membantu masyarakat Desa terlebih di masa pandemi ini banyak hal yang masyarakat harus tau dan pahami tentang covid-19 juga vaksinasi.

Bupati berharap masing-masing bisa saling mengingatkan perihal vaksinasi, dengan adanya TMMD ini sebagai bagian untuk ikut mendorong serbuan vaksin itu agar bisa bekerja lancar maka di dahulukan bagi lansia yang paling rentan. Bahkan Bupati yang akrab di sapa Yuli juga menegaskan bagi masyarakat yang terpapar civid namun tanpa gejala di harap mau untuk dibawa ke Gedung Wanita sebagai tempat isolasi terpadu.

Ditandai dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III TA.2021 ini bupati juga menandatangani kerjasama dengan Kodim 0727 Karanganyar, dan berikutnya Bupati beserta rombongan meninjau lokasi TMMD serta simbolis meletakkan batu pertama sebgai tanda dimulainya dibangun jembatan penghubung Desa Plosorejo dengan Desa Dawung. DISKOMINFO(Ard/Adt)

 

Read More