Category: Berita

IMG-20211009-WA0056

Menparekraf Sandiaga Uno Serahkan Secara Langsung Piagam Penghargaan Desa Wisata Sumberbulu

KARANGANYAR – Bupati bersama Wakil Bupati Karanganyar serta jajaran Forkopimda Kabupaten Karanganyar menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno dalam kunjungannya di Desa Wisata Sumberbulu Kec. Mojogedang Kabupaten Karanganyar, Sabtu(9/10/21).

Kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno di Desa Sumberbulu dalam rangka meninjau secara langsung Desa Wisata tersebut sekaligus melakukan penilaian bersama Tim Dewan Juri. Kunjungan dan penilaian tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf terhadap Desa Wisata yang telah berhasil masuk ke dalam 50 besar Desa Wisata terbaik se-Indonesia untuk menuju ke tahap selanjutnya.

Dalam kunjungannya, Menparekraf Sandiaga Uni datang dengan mengendarai delman dan disambut dengan iringan tari lesung. Dalam prosesi penyambutan tersebut Bupati Juliyatmono sempat berbalas pantun.

Desa Wisata Sumberbulu mulai dirintis pada tahun 2017 dengan berbagai potensi yang dimiliki seperti daya tarik wisata, kesenian dan kebudayaan diantaranya yang paling unik dan menarik adalah kriak (lukisan). Kriak merupakan kreasi berbentuk mural dari bahan limbah yang dimuncul dari gagasan seorang mahasiswa yang kemudian mengajak anak-anak dan kaum millenial di Desa Wisata Sumberbulu untuk belajar membuat kreatifitas tersebut. Hasil krearifitas ini sempat menarik perhatian dari Menparekraf yang kemudian memesan 1 (satu) buah mural dengan tema ikon 50 Desa Wisata Terbaik yang rencananya akan dijadikan backdrop pada kesempatan Konferensi Pers Pengumuman ADWI pada tanggal 7 Desember nanti di Jakarta.

Dalam kesempatan itu Menparekraf Sandiaga Uno menyerahkan Piagam Penghargaan sekaligus menandatangani prasasti yang menandai bahwa Desa Wisata Sumberbulu sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik se-Indonesia. Selain itu, Desa Wisata Sumber Bulu juga mendapatkan reward berupa bantuan akses internet selama 1 (satu) tahun serta Program Pendampingan CHSE berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan akan di bina langsung oleh Prof. Fatma Lestari dan para ahli dari mahasiswa S3 Universitas Indonesia agar Desa Wisata Sumberbulu segera mendapat CHSE.

Bupati Juliyatmono menyampaikan bahwa salah satu potensi daya tarik wisata di Desa Sumberbulu ini yaitu adanya sumber mata air yang berada di Sendang Bulu. “ Ini menjadi berkah bagi masyarakat Sumberbulu “.

Bupati juga berharap semakin banyak kreatifitas lain dalam upaya mengembangkan Desa Wisata ini dan berharap ke depan banyak agenda dan event wisata tingkat nasional yang dapat dipelopori dan diselenggarakan dari Desa Wisata Sumberbulu ini. Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr).

Read More
DSC_9316

Launching Kampung Virtual Binus Ekspo, Bupati Akan Gandeng Perbankan Untuk Memberi Modal Wirausahawan Muda

Bupati mengecek hasil kreasi dan inovasi di SMK Bintang Nusantara

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs, H Juliyatmono, MM bakal mengajak perbankan untuk memberikan modal bagi wirausahawan muda dari SMK Bintang Nusantara (Binus) Beji, Gaum, Karanganyar. Ajakan orang nomor satu di Karanganyar setelah melihat berbagai produk ‘hasil tangan’ anak-anak SMK jurusan Farmasi dan Keperawatan tersebut. Hasil produknya adalah handsaniteser, sabun cuci, sabun mandi, sabun cuci piring dan aneka macam alat kecantikan. Bukan itu saja, dibidang olahan makanan dan minuman juga bermacam-macam dan bervariasi.
“Hasil produksi aneka macam makanan dan sabun sangat luar biasa banyak dan sangat potensial anak-anak ini menjadi wirausahawan. Saya akan ajak bank untuk memberikan modal bagi anak-anak yang mau berwirausaha. Berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1 Juta untuk memasarkan produknya ke masyarakat luas,” papar Bupati Karanganyar, Juliatmono saat memberikan sambutan dalam launching kampung Virtual Binus di SMK Bintang Nusantara Dusun Beji, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, (07/10).
Dengan modal tersebut, tambah BUpati anak-anak bisa memasarkan dan mangatur keuangannya sendiri. Sehingga sekolah sudah bisa menghasilkan uang untuk dirinya sendiri. Termasuk memasarkan secara online sehingga pihaknya yakin anak-anak akan lebih hebat dan semangat. “Sambil ditingkatkan produknya, baik izinnya sehingga semua menjadi sesuatu yang layak diterima di masyarakat. Sekolah seperti ini yang diharapkan menghasilkan enterprener muda,” ungkapnya.
Tanggal 18 Nopember mendatang, BUpati mengatakan Pemkab memperingati hari jadi ke 104. Pihaknya meminta Binus menampilkan dan berpartisipasi dalam pameran dalam rangka memeriahkan lahirnya Kabupaten Karanganyar. Selain itu, BUpati juga meminta 10 anak terbaik di Binus Untuk diikutkan pelatihan di BLK Kabupaten Karangnyar. “Pulang dari BLK nanti saya akan kasih laptop. Saya berharap jadi wirausahawan yang handal dan matang,” imbuh bupati Kebanggan Masyarakat Karanganyar.
Sementara Kepala Sekolah SMK Binus, Reno Mulyasari Widyaningrum mengatakan memang jurusan sekolanya bidang farmasi dan keperawatan namun jiwa enterprenur diasuh betul-betul. Sambil mengenyam teori, pihaknya juga mendidik siswa untuk memproduksi aneka sabun, skin care, olahan makanan sendiri. Kemudian hasilnya dipasarkan mereka sendiri untuk menambahkan income dari siswa itu sendiri. Bahkan produk-produk yang dihasilkan itu telah menembus ke pasar tradisional dan modern. “Bakat anak-anak sangat luar biasa dalam membuat aneka produk kesehatan, makanan dan minuman. kami mohon arahan agar kegiatan kewirausahaan ini benar-benar dapat membantu siswa,” ungkap Mulysari.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga ada edupark yang berisi sapi 8 ekor, ayam 5000 ekor dan ikan 500 ekor. Selain itu juga ada bidang pertanian seperti melon juga ditanam siswa. Edupark itu memang awalnya untuk membuka jurusan baru, namun terkait masa pandemi dialihkan untuk Edupark sehingga kini dapat membantu ekonomi para orang tua siswa. (hr/Ima)

Read More
Lambang_Kabupaten_Karanganyar (1)

Karanganyar Dalam Angka Tahun 2021

Karanganyar dalam Angka tahun 2021 dapat diunduh pada tautan berikut:

Unduh 

 

Read More
IMG-20211006-WA0034

SKPP, Upaya Pembibitan Kader Pengawas Aktif dan Berkualitas

Kominfo

Salah satu peserta SKPP dari Kabupaten Tegal saat menunjukkan kebolehannya dalam kekompakan, Rabu (6/10).

KARANGANYAR- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di Hotel Alana Colomadu Kabupaten Karanganyar yang akan dilaksanakan selama tiga hari yakni Tanggal 6 s/d 8 Oktober 2021. Diharapkan melalui kegiatan ini melahirkan kader-kader pengawas partisipatif berkualitas dalam pengawasan  pelaksanaan Pemilu serentak 2024 mendatang.

Dalam kegiatan itu dihadiri Pejabat dari Bawaslu RI, Bawaslu Jateng, walikota Surakarta, Kepala Kesbangpol Karanganyar dan pejabat lainnya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih mengatakan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Jawa Tengah telah digelar dibeberapa daerah diantaranya Brebes, Banyumas, dan Semarang. Kegiatan ini
merupakan program untuk meningkatkan partisipasi pengawasan dari masyarakat terutama dalam mengawal pelaksanaan Pemilu
2024 mendatang.

“Kualitas demokrasi ditentukan dari partisipasi dan pengawasan masyarakat. Semoga nantinya mereka menjadi motor penggerak dan terlibat aktif dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu,”katanya.

Bupati Karanganyar yang pada kegiatan tersebut diwakili Kepala Kesbangpol, Bambang Sutarmanto dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap program Bawaslu yakni SKPP. Ini merupakan wadah bagi generasi muda terlibat dalam pendidikan politik dan partispasi dalam menjaga pesta demokrasi.

“Ini tempat belajar bersama. Tanpa peran adik-adik semua, pemilu maupun pilkada akan terasa hampa,”ujarnya.

Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif dibuka anggota Bawaslu RI, Dr. Ratna Dewi Pettalolo. Dalam sambutannya dikatakan kelancaran Pemilu 2024 menjadi tanggung jawab seluruh elemen tanah air. Pihaknya sendiri berharap  SKPP melahirkan bibit partisipatif pengawas berkualitas dan  bisa terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.

Amati dan awasi Pemilu maupun Pilkada agar berjalan jujur dan adil. Karena kesuksesan penyelenggaraan Pemilu maupun menjadi tanggungjawab  bersama seluruh elemen,”katanya.

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif ini diikuti 85 peserta. Pelaksanaan berlangsung selama tiga hari (6-8 Oktober). Masing-masing peserta telah dilakukan swab antigen sebagai pencegahan munculnya klaster covid 19 dari kegiatan ini.
Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_9355

Kandang Ayam Modern di Jatikuwung Diresmikan, Pemkab Karanganyar Sambut Baik Dan Ucapkan Terima Kasih

Peresmian Teaching Farm closed house di Jatikuwung, Gongdangrejo

 

KARANGANYAR – PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk selaku perusahaan nasional yang bergerak dalam dunia peternakan khususnya pemeliharaan dan budidaya ayam broiler, Rabu, 06 Oktober 2021 meresmikan kendang ayam modern dengan system tertutup atau disebut Closed house Bersama UNS di laboratorium Fakultas Pertanian di Desa Jatikuwung, Kecamatan Godanngrejo. Peresmian kandang ini merupakan hibah dari PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk kepada Fakultas Pertanian UNS yang bertujuan untuk menunjang peningkatan proses belajar-mengajar, praktikum dan magang. Sekaligus tempat penelitian bagi dosen/mahasiswa-mahasiswi sehingga dapat melengkapi skill baik yang bersifat teknis mengenai pemeliharaan ayam broiler, maupun aspek sosial dan bisnis.
“Pembangunan Teaching Farm Closed House merupakan kandang ayam modern diatur menggunakan pakai listrik. Pada 1 Oktober lalu, anak ayam berumur 6 hari dan sekitar 21 hari lagi bisa dilakukan panen untuk pertama kali. Panen perdana dimulai 27 hari-33 hari,” papar Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof Dr Ir Samanhudi S.P., M.Si IPM, ASEAN Eng saat peresmian Teaching Farm di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo.
Semoga kandang modern closed house, tambah Samanhudi betul-betul dapat memberikan manfaat yang besar terhadap peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa baik melalui praktikum, riset, magang kampus merdeka, maupun melalui pembelajaran lainnya. Menurutnya, Ini merupakan hibah ke sebelas yang telah diberikan PT kepada perguruan tinggi di seluruh Indonesia. “Pada kesempatan ini, kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Charoen Pokphand Indonesia,” ungkapnya.
Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyambut baik hibah yang diberikan PT Choroen Pokphand Indonesia kepada UNS bertempat di Karanganyar. Atas nama Pemkab karanganyar, menyampaikan penghargaan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama yang sangat bagus antara PT Charoen Pophand Indonesia dengan UNS. “Semoga di tempat ini melahirkan calon-calon entrepreneur yang handal dibidang pertanian dan peternakan. Karena ke depan tampaknya berbagai, pertanian, peternakan dan kesehatan mendominasi recovery pasca pandemi covid-19 ini,” ungkap Juliyatmono. (hr)

Read More
DSC_1000

Bupati Karanganyar Lepasan Atlet NPCI Karanganyar Untuk Berlaga di PEPARNAS XVI di Papua

Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM, melepas National Paralimpic Committee Indonesia (NPCI) untuk bertanding pada Event PEPARNAS XVI di Papua, (06/10)

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM,  secara resmi melepas atlet National Paralimpic Committee Indonesia (NPCI) untuk bertanding pada Event PEPARNAS XVI di Papua. Pada, acara pelepasan ini Bupati didampingi oleh Kepala Disparpora dan Ketua NPCI karanganyar. Sebanyak 11 atlet Kontingen Jawa Tengah diberangkatkan dari Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Rabu (6/10). Mereka akan mewakili cabang olahraga atletik, lari, bulutangkis, dan judo.

Bupati Juliyatmono berpesan kepada para atlet untuk tetap semangat dan menunjukan kehebatan mereka pada PEPARNAS tahun ini. “Keluarkan kedigdayaanmu dengan senang hati, senang dan puas menjadi juara itu akan membanggakan semuanya”, ucapnya. Bupati berharap para atlet bisa meraih juara pada event tersebut sehingga dapat mengharumkan nama Kabupaten Karanganyar dan Provinsi Jawa Tengah. (tgr/fz)

Read More
DSC_9202

Wujudkan Daya Saing, Wakil Bupati Harapkan Batik Girilayu Lakukan Inovasi

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto membuka pelatihan Diversifikasi Produk UMKM Batik Girilayu

KARANGANYAR – Dalam rangka mewujudkan produk UMKM memiliki daya saing yang kompetitif, Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto meminta pembatik di Desa Girilayu untuk terus berinovasi diantaranya dengan melakukan diversifikasi yaitu membuat produk-produk turunan batik seperti sarung bantal, suvenir atau cinderamata, pernak-pernik aksesori dan lain-lain. Hal tersebut dengan tujuan supaya tidak hanya kain batiknya saja yang menjadi andalan, namun juga bisa diarahkan menjadi oleh-oleh khas Girilayu yang dapat dibeli masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang membantu masyarakat pembatik di Desa Girilayu untuk mengembangkan inovasi produknya. Mumpung difasilitasi tim-tim ahli untuk mengemas batik, saya berharap masyarakat untuk lebih semangat dan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” papar Rober Christanto saat memberikan arahan dalam Pembukaan Pelatihan Diversifikasi Produk UMKM di Balai Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Selasa (05/10).
Pelatihan tersebut diikuti oleh 17 (tujuhbelas) Kelompok Paguyuban Giriarum, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih dengan masing-masing kelompok terdiri dari sekitar 10 s.d. 15 orang. Rata-rata peserta yang mengikuti pelatihan berprofesi sebagai buruh batik. Diharapkan melalui pelatihan dan upaya diversifikasi batik dapat mrmberikan nilai tambah dan membuat kesejahteraan masyarakat.
Orang nomor dua di Kabupaten Karanganyar tersebut menambahkan bahwa seiring dilonggarnya PPKM membuat masyarakat yang berkunjung ke wisata akhir-akhir ini membludak. Peluang ini harus dimanfatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku UMKM untuk mengemas produknya sehingga menambah nilai jual. Hal ini juga berlaku untuk para pembatik di Desa Girilayu, diharapkan dapat cepat melesat untuk mengemas produknya semakin lebih baik. “Inilah saatnya UMKM berusaha memanfatkan peluang ini semaksimal mungkin,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Solo, Nugroho Joko Prastowo, menambahkan bahwa batik merupakan salah satu warisan budaya ikonik Indonesia yang mendunia dan dipakai oleh banyak tokoh dan artis kenamaan dunia. Tak heran jika batik juga menjadi suvenir atau cinderamata untuk para tamu kenegaraan dari berbagai dunia. Batik sebagai warisan turun-temurun dan mengandung karya seni bernilai tinggi ini juga sarat makna, filosofi, dan simbol yang ‘kaya’ akan cerita. Dalam selembar kain batik bukan saja terpotret identitas budaya lokal dan sejarah daerah tertentu, misalnya Yogyakarta dan Solo, akan tetapi lebih jauh juga sudah terpatri citra dan identitas nasional Indonesia. “Selain menjadi branding Indonesia, batik juga memiliki potensi ekspor tinggi. Hal ini terbukti dengan tumbuhnya ekspor batik di masa pandemi. Pertumbuhan nilai ekspor batik ini disebabkan oleh semakin banyaknya diversifikasi produk batik. Berdasarkan potensi itulah industri kerajinan dan batik harus didukung sebagai salah satu sektor yang dapat menjadi penopang agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujar Nugroho.
Terkait hal tersebut, Nugoho juga menyampaikan bahwa Kantor Perwakilan BI Solo pada tahun 2021 ini memiliki Program Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Berbasis Kelompok Subsistence Paguyuban Batik Giriarum Girilayu di Karangnyar yang bersinergi dengan Pemkab. Karanganyar dan Rumah Zakat sebagai implementing partner. Program UMKM Subsistence ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kewirausahaan dan peningkatan literasi keuangan, sehingga masyarakat Girilayu dapat lebih mandiri karena saat ini sebagian besar masih menjadi penerima Program Bantuan Sosial dari Pemerintah dan masih mengandalkan upah atau jasa membatik. “Program UMKM Subsistence juga merupakan pilot project Bank Indonesia dan baru diterapkan di 8 (delapan) wilayah se-Indonesia termasuk di Karanganyar,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2021-10-05 at 13.25.36 (1)

Lantik Pengurus Baru, Bupati Berpesan Kadin Harus Komitmen Wujudkan Usaha di Karanganyar Tumbuh Baik dan Berkembang Pesat

Pelantikan Pengurus Kadin Kabupaten Karanganyar periode 2021-2026

 

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. lantik kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karanganyar Tahun 2021-2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin malam (04/10). Pada kesempatan tersebut, Bupati berpesan agar Pengurus Kadin juga menjadi pengusaha dan membuka usahanya di Karanganyar. Terkait hal tersebut, Pemkab. Karanganyar akan berusaha memberikan fasilitas agar usaha di Kabupaten Karanganyar dapat tumbuh dan berkembang baik.
“Tidak ada kata kesuksesaan jika tidak dimulai dari hal-hal kecil. Kuncinya harus kontinyu, berkesinambungan dan bekerja keras,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan.
Bupati menambahkan bahwa Pemkab. Karanganyar juga akan melakukan sistem berbasis online dengan tujuan untuk menciptakan usahawan di Karanganyar dengan cepat, praktis dan mudah.
“Di negara-negara modern, jumlah pengusahanya lebih dari 20 persen. Maka jika Karanganyar ingin hebat, maka pengusahanya harus banyak. Semua harus saling membantu, baik di bidang usaha kuliner atau wisata atau yang lainya harus bekerjasama membantu mempromosikan. Selain itu, tempat wisata juga harus ditata dengan sebaik mungkin sehingga akan sukses,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Kadin yang baru dilantik, Joko Sutrisno, menyampaikan bahwa jumlah pengusaha di Karanganyar sekitar 60 persen dan sebagian besar masih pengusaha mikro atau UMKM. Pihaknya bertekad bahwa pengusaha mikro harus menjadi pengusaha kecil dan menengah. Joko juga mengatakan jika selama ini para pengusaha mikro susah berkembang karena dipengaruhi mindset yang kurang berkembangan. “Dengan diwadahi Kadin, saya berharap pengusaha kecil bisa berubah menjadi berkembang dan besar,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More