Category: Berita

WhatsApp Image 2021-10-28 at 12.05.35

Pembinaan 313 Pegawai Dispertan PP, Bupati Tekankan Untuk Selalu Profesional

Bupati Karanganyar, Juliyatmono beserta Kepala Dispertan PP, Siti Maesaroh dalam pembinaan pegawai Dispertan PP

KARANGANYAR – Sebanyak 313 Pegawai di lingkungan Dinas Pertanian, Pengan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar diminta untuk melaksanakan tugas selalu profesional. Indikator profesional adalah senang terhadap pekerjaannya. Jika senang tentu pekerjaanya itu dilaksanakan dengan semangat.

“Klau bisa pegawai di Dispertan PP ini punya ‘open-open’ atau ternak atau mengerjakan di bidang pertanian. Saat ini, lahan pertanian sudah menjadi tempat wisata bagi masyarakat,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat melakukan pembinaan pegawai di Dispertan PP, Karanganyar di Hotel River Hill, Tawangmangu, Kamis (28/10)

Bupati mengatakan idealnya PNS di Karanganyar itu bergaji Rp 40 juta sehingga akan bekerja secara baik. namun demikian, hal itu disesuaikan dengan kamampuan daerah. Selain itu, awalnya tunjangan PNS ini besar daripada daerah-daerah lain. kemudian terbit aturan baru supaya seragam, sehingga tunjangan PNS sama sesuai kelas jabatan. “Saya tetap meminta bekerja dengan profesional, baik dan penuh semangat,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian PP, Siti Maesaroh mengatakan jumlah pegawai di lingkungan Dispertan berjumlah 313 orang. Dari pegawai tersebut sudah semua melaksanakan vaksin. Dispertan berkomitmen untuk melaksanakan program-program Bupati Karanganyar. Untuk Kabupaten Karanganyar masih surplus beras150 ribu ton per tahun dan merupakan lumbung pangan Solo Raya. (hr/adt/roy)

Read More
cca6c411-9c5e-4ea6-9b05-2a82ab8818ab

Pengelola Desa Wisata Harus Lebih Inovatif Agar Menarik Wisatawan

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono hadiri Pelatihan Pengelola Desa Wisata se Kabupaten Karanganyar yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar di Hotel Indah Palace Tawangmangu, Kamis(28/10/21).

Kegiatan pelatihan ini ditujukan untuk semua insan pelaku wisata khususnya Desa Wisata yang ada di Karanganyar agar lebih gumbregah kembali pasca pandemi ini. Pelatihan ini pula bertujuan agar para pelaku pengelola wisata bisa saling tukar pengalaman dan berbagi ilmu untuk mengembangkan destinasinya. Selain itu juga didatangkan para narasumber agar para pengelola bisa menambah wawasannya.

Menurut Titis Sri Jawoto Kepala Disparpora Karanganyar, adanya pertemuan pelatihan bagi pengelola desa wisata ini berharap agar semua destinasi wisata di Karanganyar para pengelolannya bisa lebih inovatif dan paham akan bagaimana memajukan destinasinya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono sampaikan rasa bangga terhadap para pelaku dan pengelola desa wisata ini karena ikut andil dalam memulihakan ekonomi masyarakat di era pasca pandemi nantinya.

” Alam yang menjadi Desa Wisata ini adalah anugrah Tuhan YME, tidak bisa ditiru dan harus disyukuri. Desa Wisata juga jangan terlalu berpikir berapa nanti pendapatannya Desa, namun inovasi yang terus menerus dari para pengelola sangat berpengaruh bagi kelangsungannya “, jelas Bupati.

Menurut orang nomor satu di Bumi Intanpari ini, maanfaat bagi kita bukan hanya selalu pada berapa pendapatan dari wisatanya, tapi rasa nyaman dan kepuasan wisatawan yang datang ke Karanganyar agar tidak kapok untuk berwisata lagi ke Karanganyar. Harus dikelola dengan baik, masyarakatnya harus merasa memiliki wisatanya, merasa handarbeni dulu agar maju wisatanya.

Ini juga agar berimbas ke masyarakat, Pengelola harus berfikir bagaimana membikin nyaman wisatwan yang datang, harus selalu berinovasi secara terus menerus. Jika perlu ada pendampingan ya harus dilakukan dengan baik untuk pengelolaannya, kelembagaannya agar bagus dan tertib semuanya. Keanekaragamn harus dikelola dengan baik, entah itu wisata religi, wisata budaya, wiata alam dan wisata yang lainnya. DISKOMINFO(Ard/Tgr)

 

 

Read More
IMG-20211027-WA0025

Pemkab Karanganyar Sholat Ashar Keliling ke Masjid Al-Ali, Ngargoyoso

    Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Rusmanto, S.H, M.M mewakili Bupati Karanganyar, menyampaikan bantuan sarana ibadah kepada takmir Masjid Al-Ali, Ngargoyoso (27/10)

Karanganyar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar Gelar Sholat Ashar Wajib Berjamaah Keliling secara rutin. Jajaran Pemkab. Karanganyar menghadiri kegiatan Sholat Ashar Wajib Berjamaah di Masjid Pondok Pesantren Al Ali, Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Rabu (27/10).

Kegiatan Sholat Ashar Wajib Berjamaah Keliling tersebut juga dihadiri dari unsur Pemerintah Kec. Ngargoyoso, Pemerintah Desa Ngargoyoso serta diikuti oleh segenap masyarakat desa setempat.

Camat Ngargoyoso, Wahyu Agus Pramono, S.S.T.P dalam sambutannya menyampaikan harapan bahwa dengan adanya kegiatan keagamaan tersebut dapat meningkatkan ukhuwah dan ketaatan terhadap Allah SWT. Selain itu Camat Ngargoyoso sekaligus mengungkapkan bahwa jumlah angka kasus aktif paparan Covid-19 untuk wilayah Kecamatan Ngargoyoso relatif terkendali dipengaruhi oleh penerapan prokes yang ketat oleh masyarakat sekitar.

Bupati Karanganyar dalam kesempatan ini yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda. Kabupaten Karanganyar, Rusmanto, S.H, M.M, menyampaikan bahwa pentingnya penerapan prokes sangat berpengaruh dalam turunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Penurunan kasus juga dibarengi dengan tingginya vaksinasi di Kabupaten Karanganyar.

Asisten Pemerintahan juga menyampaikan bahwa menjelang Peringatan Hari Jadi ke-104 Kabupaten Karanganyar, masyarakat dihimbau untuk turut serta menyemarakkan dengan memasang umbul-umbul, spanduk, dan bendera merah putih di lingkungan sekitar.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan Sholat Ashar Wajib Berjamaah Keliling, Pemkab. Karanganyar melalui Baznas Karanganyar menyerahkan bantuan berupa sarana ibadah kepada takmir masjid.

Demikian Diskominfo. (Tgr/Ard)

Read More
WhatsApp Image 2021-10-27 at 14.30.53 (1)

Waspadai Gelombang Tiga Covid-19, Mengko PMK Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas

Menko PMK, Prof Dr Muhadjir Effendy saat menjawab pertanyaan wartawan

 

KARANGANYAR – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) mengingatkan untuk tetap mengurangi mobilitas di akhir tahun ini. Hal itu sebagai upaya antisipasi gelombang tiga Covid-19 di Indonesia. Sebab berbagai negara di Eropa, Amerika Selatan, Singapura, Jepang dan Korsel mengalami kenaikan drastis. Bahkan, Israel yang warga negaranya sudah vaksin hamper 80 persen juga mengalami kenaikan.

“Salah satu jalan untuk mengurangi trend kenaikan Covid-19 adalah mengurangi mobilitas. Selain itu, meski sudah vaksin namun Protokol Kesehatan tetap dijalankan,” ungkap Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Karanganyar.

Mantan Rektor UMM ini menegaskan event akhir tahun juga harus diwaspadai. Pihaknya meminta pengertian masyarakat  untuk tetap mengurangi mobilitas dan kesadaran untuk mengurangi mobilitas. Pihaknya mengatakan memang meniadakan cuti bersama hal itu untuk mengurangi mobilitas masyrakat.  “Di level 1 dan 2 ini membuat ekonomi masyarakat setengah pulih dan harus dipertahankan. Jangan sampai kelonggaraan ini membuat masyarakat teledor tidak melaksanakan Prokes,” tambahnya. (hr/adt/roy)

Read More
sic

RAPAT KOORDINASI PUSAT DAN DAERAH DALAM RANGKA PERCEPATAN PELAKSANAAN PROGRAM PERTASHOP KERJASAMA KEMENTRIAN DALAM NEGRI DENGAN PT PERTAMINA (PERSERO)

Karanganyar –  Sambutan dari Prof. Drs. H Muhammad Tito Karnavian, M.A, Ph.D tentang Pengembangan kerjasama bersama pertamina dengan program bernama Pertashop, bentuk kejasamanya adalah pertamina dengan desa, desa menyiapkan lahan kemudian modal dari bank dan kemudian pertamina akan memberikan suplay minyak sekaligus pelatihan trining yang di tuju kepada desa akan menimbulkan ekonomi baru antara Pertamina, Desa dan Perbangkan. Keuntungan yang di dapat akan banyak sekali, akan dapat lingkungan kerja baru untuk warga desa sendiri, kemudian dapat mempermudah masyarakat dengan adanya SPBU kecil dengan mendapatkan BBM akan lebih mudah, akan menjadi pusat ekonomi baru mulai ada warung, bisa untuk buat menjual produk produk dari rakyat. Ini akan menimbulkan effek yang sangat besar tidak hanya di desa kalo di akumulasikan seluruh Indonesia mempunyai ini maka visi dan misi bapak Presiden untuk perataan pembangunan akan lebih cepat dilakukan.

“Bapak presiden sangat serius untuk memajukan desa, dahulu fokus pembangunan di perkotaan urban, dampaknya pusat ekonomi berada di perkotaan sehingga manyarakat dari desa pindah ke kota, dengan adanya visi untuk pembanguan desa akan terjadi dan mencegah adanya urbanisasi, oleh karena itu tahun 2014 di keluarkan undang – undang tentang desa. sehingga di desa akan menjadi pusat ekonomi baru untuk pemerataan pembangunan.” Ujar Prof. Drs. H Muhammad Tito Karnavian, M.A, Ph.D saat menyampaikan sambutannya, Rabu (27/10)

Diskominfo(Adt/Fchry)

Read More
WhatsApp Image 2021-10-27 at 14.30.53

Menko PMK Sebut Karanganyar Ideal Untuk Perguruan Tinggi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menerima kunjungan dari Menko PMK di Rumdin

KARANGANYAR –  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendy M.A.P menyebut Karanganyar ideal untuk hadirnya Perguruan Tinggi. Di wilayah Aglomerasi Solo Raya, Karanganyar memang yang paling tepat berdiri perguruan tinggi. Sebab banyak sekolah unggulan dan sekolah internasional di Kabupaten Karanganyar.

“Saat berkunjung pertama di Karanganyar beberapa waktu lalu, pak Bupati berharap ada Perguruan Tinggi di Karanganyar. Inisiatif daerah seperti ini patut didukung sepenuhnya sehingga kami berkunjung ke Karanganyar lagi,” papar Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (27/10) usai bertemu Bupati Karanganyar di ruang transit Rumah Dinas Bupati.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyambut baik dan terima kasih atas kedatangan Menko PMK di bumi Intanpari. Beberapa waktu lalu, Pemkab Karanganyar berharap ada universitas di Kabupaten Karanganyar dan hal itu ditindaklanjuti oleh PDM Muhammadiyah dengan Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah. “Beliau Silaturahmi dan mendukung pendirian Perguruan Tinggi di Karanganyar,” ungkap Bupati.

Orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar itu menambahkan arahan dari Menkom PMK adalah jika bisa kurikulumnya lebih spesifik yakni mengelola tanaman obat-obatan tradisional atau biofarmaka. Termasuk Universitas yang lain seperti IAIN yang sudah sepakat akan membuka satu prodi di Karanganyar. “Kami juga berharap UNS segera membuka prodi kehutanan di Bromo, Delingan Karanganyar Kota. Sebab lahannya sudah siap dan bisa segera dimanfaatkan,” imbuhnya. (hr/adt/roy)

Read More
indexx

Workshop Moderasi Agama, Bupati: Ajarkan Amalan Agama dan Toleransi kepada Anak Didik Sejak Dini

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan sambutan dalam acara Workshop Moderasi Agama ke-3 yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar , Selasa (26/10)

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta para guru menggelorakan semangat untuk ajaran amalan agama dengan baik dan sikap toleransi beragama kepada peserta didik sejak dini. Harapannya tercipta generasi yang berkualitas dari sisi perilaku dan cara berpikirnya.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar Juliyatmono ketika membuka workshop moderasi agama ke 3 bagi guru agama se Kabupaten Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Selasa (26/10).
Menurutnya kegiatan ini merupakan investasi untuk memupuk generasi yang bertaqwa sesuai dengan keyakinannya.

“Kecanggihan dan kemajuan teknologi harus dibarengi iman dan taqwa. Anak-anak harus dilatih sejak dini sikap toleransi dan empati terhadap semua orang,”ujarnya.

Ditambahkannya pengajaran amalan agama dan sikap toleransi ini juga untuk menciptakan kondusifitas lingkungan dan menjaga keberagaman.

“Ajarkan nilai-nilai positif dan hindari sikap kebencian terhadap orang lain,”pesannya.

Sementara Ketua Panitia, Nazwril Wahid mengatakan kegiatan ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Agama RI untuk menyosialisasikan moderasi agama terhadap peserta didik. Sehingga nantinya tercipta generasi yang menjalankan amalan dengan baik dan saling menghormati antar pemeluk agama satu sama lain.

“Dengan pengenalan sejak dini harapannya ajaran ekstrim dapat dihindari sehingga menciptakan ketentraman wilayah,”katanya.

Dalam kegiatan workshop ini diikuti 76 guru agama di Kabupaten Karanganyar. Workshop juga telah dilakukan mulai tingkat SD dan SMP, SMA/SMK serta tokoh pemuda lintas agama.
Dismominfo (ind/nida)

Read More
e40ed36d-0389-4ce6-862a-ad8cadd16b07

Munas Ke III Asosiasi Pengusaha Aqiqoh Indonesia : Harus Bisa Jadi Interprenuer Muslim Yang Tangguh

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Camat Tawangmangu hadiri Musyawarah Nasional Ke III Asosiasi Pengusaha Aqiqoh Indonesia (ASPAQIN) yang diselenggarakan di Aula Hotel Pondok Sari 2 di Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, pada Selasa(26/10/21).

Asosiasi Pengusaha Aqiqoh Indonesia yang biasa disebut ASPAQIN ini beranggotakan 260 pengusaha yang terdaftar di seluruh Indonesia, bahkan untuk kegiatan Munas ke III di Tawangmangu kali ini sudah 137 pengusaha yang hadir. Didirikan 6 tahun yang lalu oleh para dewan pendiri, ASPAQIN sendiri menjadi ajang silaturahmi dan bertukar cerita tentang bagaimana para pengusaha muslim memulai usahanya dibidang aqiqoh ini.

Musyawarah Nasional ASPAQIN sendiri diselenggrakan 3 tahun sekali untuk menentukan siapa presiden baru ASPAQIN, pertama dulu di Bogor, kedua diadakan dijogja, dan yang ketiga ini di Jawa Tengah dan ditempatkan di Tawangmangu Karanganyar. Kegiatan rutinnya ada silaturahmi nasional yang digelar setiap tahun. ” Marketnya luas, bahkan jika dikalkulasi pendapatan semua pebisnis aqiqah ini mencapai 10 triliun “, jelas Dewan pendiri ASPAQIN.

Presiden ASPAQIN Hasan AL Banna menyampaikan bahwa target Munas ini mempunyai tujuan agar semua pengusaha muslim yang bergerak dibidang aqiqoh ini semakin maju, dan bisa membuka  lebih banyak cabang lagi di kota manapun di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar H. Juliyatmono, atas nama pemerintah mengucapkan selamat datang di Kabupaten Karanganyar dan selamat melaksanakan Munas. Semoga dengan Munas yang diselenggarakan di Kabupaten Karanganyar ini bisa berjalan lancar, bisa membawa kemaslahatan, semakin sukses dan berkah untuk usahanya.

” Bisnis di bidang aqiqoh ini abadi, karena sampai kapanpun profesi ini tetap ada. Aqiqoh ini tidak pernah pudar karena anjuran syariat Islam. Kedepannya di era zaman 5.0 in i tergetnya adalah pasar entah itu online maupun offline. Semoga bisa bersaing dengan baik dan membawa kebaikan bagi semuanya “, jelas Bupati Juliyatmono.

Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr)

Read More
WhatsApp Image 2021-10-26 at 12.38.21 (1)

Sholat Dhuhur Berjamaah, Bupati Motivasi Santri Yang Ikuti Program 1 Desa 1 Hafiz Quran

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan motivasi kepada para santri, orang tua santri pondok darul amal

 

 

KARANGANYAR – Agenda Sholat Dhuhur Berjamaah Bupati Karanganyar di Masjid Baiturahman, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso Selasa (26/10) sedikit berbeda. Yang membuat perbedaaan Orang  nomor satu di Kabupaten Karanganyar berkesempatan bertemu dan sholat berjamaah dengan 38 santri program Hafiz dari Pemkab Karanganyar. Bupati memberikan motivasi dan semangat kepada santri dari berbagai daerah tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para orang tua santri yang mempercayakan anaknya untuk dididik menjadi Hafiz Al Al Quran di Pondok Pesantren Darul Amal. Optimis, orang yang mempelajari Al Quran akan dimuliakan dunia dan akhirat. JIka hafiz, nanti kamu sekolah di UNS tinggal memilih jurusan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Dia menambahkan program satu desa satu hafiz Al Quran ini memang program Pemkab Karanganyar. Ada tiga tempat yang dijadikan tempat untuk mondok program Santri Hafiz Quran. Yakni di Rumah Tahfiz di COlomadu, Ponpes Darul Amal dan Darul Arqom. “Waktu 13 bulan sudah ada yang hafal 10, 15 sampai 30 Juz. Kepada para santri, saya minta doakan orang tua, doakan Pemkab Karanganyar agar tetap lancer dan guyub rukun,” imbuhnya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amal, KH Khafindi mengatakan terima kasih atas kepercayaan pemerintah menitipkan anak-anak untuk mengikuti program Hafiz Quran.  Dari 41 anak yang dititipkan, tiga diantaranya mundur karena tidak tahan dengan cuaca yang ada di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso. Namun demikian, untuk yang 38 santri sudah ada yang Hafiz, mulai dari 10, 15 sampai 30 juz. (hr/adt)

Read More
DSC_9168

Presiden Ingatkan Untuk Terus Prokes

KARANGANYAR – Presiden Republik Indonesia, Jokowi Widodo mengingatkan untuk terus melaksanakan Protokol Kesehatan meskipun kasus Covid-19 mengalami penurunan. Protokol kesehatan yang dimaksud adalah mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Hal itu ditekankan oleh Presiden pada saat Arahan Presiden bagi Kepala Daerah seperti Gubernur, Bupati, dan Walikota, Senin (25/10). Diharapkan dengan tetap melaksanakan prokes maka kesehatan masyarakat terjaga

“Saya minta kepala daerah untuk tetap melaksanakan Prokes di wilayahnya masing-masing. Termasuk sekolah saya minta pada saat PTM untuk melaksanakan prokes secara ketat,” papar Jokowi.

Pada arahan Presiden tersebut, Pemkab Karanganyar juga mengikuti acara tersebut. Diantaranya yang hadir, Plt Asissten 1, Zulfikar Hadid, Kapolres Karanganyar, Dandim 0727 Karanganyar, Kepala Kejaksaan Negeri, dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar. (adt)

Read More