FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PENGEMBANGAN UMKM DI DESA WISATA KEMUNING BERBASIS ENERGI BARU TERBARUKAN (EBT)

Focus Group Discussion (FGD) Kedaireka Kemuning “Marketing Integrated & Manajemen Produksi UMKM”, Rabu (18/01)
KARANGANYAR – Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar bersama Wakil Rektor 1 UNS sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai pengembangan UMKM di Desa Wisata Kemuning berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) pada hari Rabu (18/01) pagi di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar. Acara ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk usaha yang dilakukan oleh akademisi kaitannya dengan pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pada pelaksanaannya, acara tersebut dihadiri oleh Drs. H. Juliyatmono, M.M., M.H. selaku Bupati Karanganyar, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Ketua Proyek Kedaireka UNS Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S, Wakil Rektor 1 UNS, serta beberapa tamu undangan lainnya. FGD yang mengusung tema “Kedaireka Kemuning: Marketing Integrated & Manajemen Produksi UMKM” ini dilaksanakan dengan tujuan memberi dan membangun motivasi kepada para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Karanganyar utamanya di Kemuning untuk terus mengembangkan kreatifitasnya dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di sekitar kita secara maksimal.
Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar mengatakan bahwa, “masyarakat sudah seharusnya mengelola alam dengan sebaik-baiknya supaya potensi sumber daya alam yang ada di sekitar dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Dan nantinya masyarakat dapat hidup berkesinambungan, rukun, dan sejahtera.”
Beliau juga berdoa supaya ke depannya kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan, serta akan mendatangkan kebaikan dan kesejahteraan bagi kita semua.
Demikian Diskominfo. (mgd/dn)







Selain itu, Dwi Martinus Pamuji juga menyampaikan bahwa Perkumpulan Berkat Nama Siwaya (BNS) lahir pada Bulan Juli yang terbentuk dari teman-teman yang memiliki niat dan tujuan yang sama. Niat dan tujuan tersebut adalah dalam kondisi masyarakat yang pada saat itu sedang berada di masa setelah pandemi covid-19, hal ini dengan janji bahwa desa pertama yang pelatihannya bersama dengan BNS akan didampingi sampai bisa, dan desa pertama tersebut adalah Desa Jatiroyo, sehingga dari disitulah terbentuk Jatiroyo Berkarya Mandiri












“Semoga seluruh pengurus Forum Kepala Desa se-Kabupaten Karanganyar diberi kesehatan sehingga dapat menjalankan amanah yang telah diberikan dengan sebaik mungkin,”pesan Bupati Karanganyar.