Category: Lingkungan Hidup

DSC_0073

Bupati : 45 Hari KKN, Mahasiswa Harus Berani Ingatkan Warga Jam Wajib Belajar

kominfo

Jam wajib belajar harus ditanamkan di rumah-rumah penduduk, Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya, Kamis (14/07/2016).

Sejumlah 251 Mahasiswa Sebelas Maret Surakarta akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kab. Karanganyar yang tersebar di empat Kecamatan yakni Kec. Gondangrejo (Desa Wonosari, Desa Jeruksawit), Kec. Jenawi, Kec. Jaten ( Desa Jaten, Desa Brujul) dan Kec. Ngargoyoso ( Desa Jatirejo).

“ KKN ini merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan setiap mahasiswa untuk mengakhiri masa studinya. KKN dilakukan dua kali dalam setahun. Dari jumlah 251 mahasiswa meliputi 167 putri dan 84 putra yang terbagi menjadi tiga kategori yakni regular dari UNS sejumlah 200 mahasiswa, 41 Mahasiswa dari IBM dan BMKG serta 10 Mahasiswa dari Ternate. KKN akan dilaksanakan satu setengah bulan di empat Kecamatan,” terang Hendro Saputro selaku Koordinator KKN UNS.

Penerimaan Mahasiswa KKN Thematik Integratif UNS tersebut diterima langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar yang didampingi Kepala Bappeda, Kamis (14/07/2016) di Pendopo Rumdin Bupati Karanganyar.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengingatkan kepada segenap Mahasiswa KKN untuk terus memotivasi masyarakat pentingnya menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk kehidupan masa depan lebih baik.

“ Saya harapkan adik-adik mahasiswa ini, berani untuk selalu mengingatkan warga di jam wajib belajar, yang dimulai bakda maghrib. Selain untuk berkumpul keluarga juga mewajibkan anak-anak untuk belajar karena waktu semacam itu adalah waktu yang berkualitas. Sehingga tidak ada anak yang masih keluyuran diluar, orang tua juga dapat mendampingi,” ujar Juliyatmono dihadapan Mahasiswa KKN.

Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan mulai SD sampai dengan SMU/SMK adalah gratis, jadi tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

“ Kalau masih ada yang tidak sekolah berarti kulturnya yang harus dirubah. Selama 45 hari, ini adalah tugas adik-adik untuk selalu menyemangati masyarakat pentingnya pendidikan. Kehadiran mahasiswa KKN ini untuk memotivasi generasi muda untuk kedepan lebih baik terlebih kami selaku Pemerintah telah memberikan beasiswa sebesar 2,5 juta rupiah kepada sejumlah siswa di Kab. Karanganyar yang melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi,” tuturnya.

kominfo

Wabup Rohadi widodo : Kenali wilayah dan keberagaman masyarakat di lokasi KKN nantinya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati, Rohadi Widodo menekankan pentingnya mengenali lingkungan tempat KKN. Berinteraksi dengan masyarakat sekitar menjadi suatu yang sangat penting karena kondisi masyarakat yang beragam.

“Lakukan pendekatan-pendekatan dengan tokoh masyarakat, Kepala Desa maupun perangkat desa lainnya. Potensi-potensi apa yang bisa diunggulkan di desa tersebut. Kenali permasalahan-permasalahan yang timbul dimasyarakat dan mencoba untuk mencari apa yang dapat dijadikan solusinya. Jangan malu untuk berinteraksi dengan masyarakat. Karena dari interkasi tersebut skill, organisasi dan manajeman kalian dapatkan,” kata Rohadi Widodo.

kominfo

Bupati dan Wakil Bupati (tengah) foto bersama dengan mahasiswa KKN dan Dosen Pembimbing UNS.

Demikian Dishubkominfo (ind)

Read More
DSC_0020

DISHUBKOMINFO Kabupaten Karanganyar Menggalakkan Pendataan Menara Telekomunikasi

kominfo

Penempelan Stiker Oleh Petugas Bahwa Menara Telah Membayar Retribusi Tahun 2015

Dishubkominfo Kab. Karanganyar terus melakukan pendataan menara telekomunkasi yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar.

Setidaknya dari data tahun 2015 terdapat sekitar 158 menara telekomunikasi di Kabupaten Karanganyar. Menara sebanyak itu merupakan kepemilikan dari sekitar 27 Provider seperti Oke Daya Mitratel, Oke TBG,OKE XL, TARRACEL, OKE TELKOMSEL, OKE INDOSAT,OKE Protelindo, dan lain-lain. Disamping dalam rangka pengendalian dan pengawasan menara telekomunikasi, pendataan menara tahun 2016 ini sangat diperlukan untuk melengkapi database menara.

Dengan keluarnya Putusan MK Nomor 46/PUU-XII/2014 yang membatalkan Penjelasan Pasal 124 UU No.28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka penarikan retribusi pengendalian menara dengan dasar 2% NJOP tidak berlaku. Besarnya retribusi pengendalian menara kemudian diatur dengan mengalikan Tingkat Penggunaan Jasa dan Tarif Retribusi Menara. Adapun Tingkat Penggunaan Jasa dipahami sebagai frekuensi pengendalian dan pengawasan menara telekomunikasi yang dilakukan oleh Pemerintah, sedangkan tarif retribusi merupakan nilai rupiah yang ditetapkan untuk menghitung besarnya retribusi terutang. Sesuai Formulasi Penghitungan Tarif Pengendalian Menara Telekomunikasi dalam lampiran Surat Kementrian Keuangan RI tanggal 18 November 2015, besaran retribusi pengendalian menara telekomunikasi dapat memperhitungkan zonasi; ketinggian menara; jenis menara; dan jarak tempuh. Untuk memenuhi data-data kharakteristik menara tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pendataan menara telekomunikasi.

Sampai dengan saat ini, dari sekitar 150 an menara tersebut, baru sekitar 30 an menara yang terdata kembali. Mengingat terpencarnya lokasi-lokasi menara, keterbatasan SDM dan sarana dan prasarana maka pendataan menara dilakukan secara bertahap per kecamatan. Secara teknis, pendataan kembali menara melingkupi cek titik-titik koordinat lokasi menara berdasar cell plan, konstruksi fisik bangunan, pendataan jenis lokasi peruntukan (sawah, ladang, perbukitan, pusat perdagangan, permukiman desa atau kota). Saat pendataan lapangan juga sekaligus melakukan penempelan stiker tanda menara telah memenuhi kewajiban perizinan sehingga sesuai dengan UU No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi , masyarakat tidak diperbolehkan melakukan perbuatan yang menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi.

Demikian Dishubkominfo (Sofi)

Read More
DSC_4638

Menteri Siti Nurbaya Tanam Pohon di Rumah Dinas Bupati

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar menanam pohon jenis mentega dalam kunjungannya ke Kabupaten Karanganyar, Jumat (13/05), di halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar menanam pohon jenis mentega dalam kunjungannya ke Kabupaten Karanganyar, Jumat (13/05), di halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Karanganyar, Jumat (13/05/2016)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar menanam pohon jenis mentega dalam kunjungannya ke Kabupaten Karanganyar, Jumat (13/05).

Seusai makan siang, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menanam di halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Pada kesempatan itu pula, Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S juga melakukan hal yang sama. Lokasinya berada di sisi sebelah barat, pendopo.

“Kunjungan saya disini untuk menyempatkan datang, disela-sela kegiatan di Surakarta,” kata Siti Nurbaya Bakar.

Pada acara tersebut, tampak Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, disela-sela acara menuturkan, upaya penghijauan di Kabupaten Karanganyar terus dilakukan.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat peduli dengan penghijauan untuk menanam pohon. Setiap tanggal 15 Desember, sejak tahun 2013, kita canangkan Gerakan Ijo Royo-royo.,” katanya.

Dia juga mengharapkan dengan adanya penanam pohon, maka akan dapat berguna bagi generasi yang akan datang.pd

Read More
DSC_0181

Persiapan Kabupaten Karanganyar Menuju ADIPURA Ke-9

kominfo

Sekda Karanganyar Samsi Saat Memimpin Rakor Penilaian ADIPURA, Kamis (25/2)

Menindak lanjuti Rapat Koordinasi Adipura di Jakarta yang berlangsung Tanggal 1 s/d 2 Februari 2016 kemarin dan Rapat koordinasi Program Adipura di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Jawa Tengah Tanggal 15 Februari 2016.

Hari ini, Kamis (25/2) bertempat di Ruang Podang I Kantor Setda Karanganyar, Sekda Karanganyar Samsi yang mewakili Bupati Karanganyar memimpin langsung Rakor Persiapan Program “ADIPURA” Kabupaten Karanganyar 2016 yang diikuti perwakilan Forkopimda, Jajaran Kepala SKPD , Camat , Kepala Sekolah , Ketua RT/RW untuk titik pantau Adipura 2016.

Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar, Edy Yusworo menyampaikan bahwa Kabupaten Karanganyar telah mendapatkan penghargaan Adipura yang ke-8. Filosofi Adipura adalah kebutuhan lingkungan yang bersih, sehat, teduh dan berkelanjutan. Dengan tujuan untuk mendorong kepemimpinan Pemerintah Kabupaten, membangun partisipasif aktif masyarakat serta dunia usaha, mewujudkan Kota/Kabupaten yang berkelanjutan baik secara ekologis, sosial dan ekonomi serta mendukung prinsip Good Governance dibidang pengelolaan lingkungan hidup.

“Arah kebijakan dan indikator yang akan dinilai pada Adipura tahun 2016 berdasarkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup diantaranya meliputi ruang terbuka hijau, sampah, pengendalian pencemaran air, adaptasi dan mitigasi dalam perubahan iklim, pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan/lahan serta pencegahan dan pengelolaan pertambangan,” terang Edy Yusworo

Dilaporkan juga untuk lokasi pemantauan wajib Adipura 2016 tidak mengalami perubahan, yakni pemukiman menengah dan sederhana, jalan arteri dan pendukung, pasar tegalgede, pertokoan jalan raya Lawu, Rumah Sakit/Puskesmas di Karanganyar Kota, Terminal Bus Jongke/Bejen, Hutan Kota/Taman Kota selatan BKD, Selatan Masjid Agung , Saluran terbuka di Cangakan , Tegal asri dan komplek Perkantoran, TPA Jumantono, TPST Buran/Jengglong/Pandes, Bank Sampah dan perairan terbuka jembatan Siwaluh/tegal asri/cerbonan.

Adapun Strategi pelaksanaan Adipura 2016 ini yakni evaluasi hasil penilaian Adipura 2014-2015, target nilai semua komponen 75, konsentrasi penilaian di TPA/TPST/Bank Sampah, Lokasi CSR dari BUMN/BUMD/Perusahaan untuk bantuan pada sarpras sampah/tong smpah/binaan bank sampah, penyelesaian konflik pada pertambangan dan kerusakan lingkungan/kebakaran.

“Komitmen semua pihak baik koordinasi/kerjasama, kontinuitas program, focus pelaksanaan kegiatan, partisipasi masyarakat,inovasi dan kreatifitas adalah kata kunci keberhasilan Adipura. Untuk itu dukungan semua pihak sangat penting agar pelaksanaan Adipura pada bulan Maret sampai dengan Juni mendatang dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Mudah-mudahan Karanganyar dapat meraih Adipura kembali,” harap Edy Yusworo  dihadapan peserta Rakor.

Sementara itu Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi menyambut baik pada rakor persiapan Adipura 2016. Menurutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan  oleh SKPD terkait.

“DPU untuk lebih konsen pada penataan  kota, penertiban pedagang kaki lima dan usaha kecil menengah siang dan malam  di Alun-Alun Karanganyar dan Taman Pancasila  oleh Satpol PP agar ditata dengan baik, juga penaataan parkir disepanjang  jalan Lawu oleh pihak Kepolisian agar tidak mengganggu kegiatan lalu-lintas, tentu tidak luput dari himbauan agar memperhatikan lampu-lampu yang masih gelap di malam hari untuk menjadi periksa oleh DKP.  Dan juga kepada peserta rakor bahwa untuk membudayakan membuang sampah pada tempatnya,” pesan Samsi. Dishubkominfo Karanganyar (Ad/Ind/bn/nnk)

Read More
DSC_0114 – Copy

Peduli Sampah, Juliyatmono Rela Ambil Sampah Dari Warga

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat megambil sampah dari warga di Perum Pelita, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar, Minggu (21/02)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat megambil sampah dari warga di Perum Pelita, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar, Minggu (21/02)

Karanganyar, Minggu (21/02/2016)
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, rela mengambil sampah-sampah yang telah dimasukkan ke dalam tempat sampah, di depan rumah warga Perum Pelita, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar, Minggu (21/02) pagi.

Sebelum itu, Bupati berangkat dari Taman Air Mancur dengan menyetir mobil boks dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, menuju Perum Pelita.

Di sepanjang jalan yang dilalui, Sekda Samsi melalui pegeras suara mengajak warga Kabupaten Karanganyar untuk peduli sampah, dan larangan membuang sampah sembarangan.

Mulai dari sisi barat, Bupati mengambil satu persatu kantong sampah tersebut. Terdapat sekitar 10 kantong sampah yang diambilnya.

“Ini merupakan memulai gerakan peduli sampah dari Pemkab Karanganyar untuk mendukung program Indonesia Bersih Tahun 2020,” kata Bupati di hadapan puluhan warga.

Ia juga menjelaskan, setiap seminggu dua kali, mobil boks pengangkut sampah ini akan mengambil sampah warga. Kemudian mobil dari Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar itu, akan mengambil sampah, lalu di bawa ke Tempat Pengolahan Sampah Tepadu (TPST) Buran, selanjutnya sampah plastik diubah menjadi solar, sedangkan untuk yang daun diolah menjadi pupuk organik.

Setelah mengambil, mobil pengangkut sampah yang dikendarai Bupati Juliyatmono menuju TPST Buran, Kecamatan Tasikmadu. Sesampainya disana, Bupati yang memakai helm, dan baju petugas kebersihan warna orange juga ikut memilah sampah, dan memasukkan sampah ke dalam mesin pengolah.pd

Read More
DSC_0074

Bupati Karanganyar Tinjau Lokasi Jembatan Tasin Yang Ambrol

kominfo

Kondisi Tanah Yang Longsor

kominfo

Alat berat diturunkan untuk membersihkan material tanah dan batu yang terbawa longsor.

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono pimpin langsung penanganan Ambrolnya Jembatan Tasin

Sebanyak 140 keluarga dengan 600 jiwa yang tinggal di Dusun Pengkok dan Dusun Pondok Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso terisolir dengan putusnya jembatan Tasin yang ambrol akibat dari longsoran tanah. Longsor terjadi sebanyak 3 (tiga) kali pada Rabu (10/02) dan Kamis (11/02). Mengetahui hal tersebut, Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Dandim 0727 Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo langsung menuju ke lokasi kejadian guna memimpin langsung penanganan jembatan yang ambrol.

Dalam wawancaranya dengan pers, Juliyatmono menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan segera membersihkan material tanah dan batu yang terbawa oleh longsor untuk kemudian akan dibangun jembatan sementara.

“Satu minggu kedepan warga sudah bisa melalui akses jembatan sementara ini untuk beraktivitas”, Kata Juliyatmono

Juliyatmono menambahkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan membuat jalan alternatif lainnya supaya tidak ada kekhawatiran lagi akan terjangan longsor dikarenakan adanya sumber-sumber air di lereng-lereng membuat posisi tanah di lokasi longsor sekarang terus bergerak labil. (Dishubkominfo Karanganyar) ad/bn

Read More
DSC_0049

Tebar Bibit Ikan Untuk Pelestarian Sungai

Bupati Karanganyar Juliyatmono (membawa ember berwarna merah muda) saat menebar bibit ikan lele dan nila di Sungai Pokoh, Senin (08/02).  Foto : banu

Bupati Karanganyar Juliyatmono (membawa ember berwarna merah muda) saat menebar bibit ikan lele dan nila di Sungai Pokoh, Senin (08/02). Foto : banu

Karanganyar, Senin (08/02/2016)
Bupati Karanganyar Juliyatmono menebar ribuan bibit ikan sebagai bentuk pelestarian hayati sungai. Bibit ikan lele dan nila pun dilepas di Sungai Pokoh, Desa Pokoh, Kecamatan Tasikmadu, Selasa (08/02) sore.

Tak hanya Bupati, namun Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan sejumlah pejabat turut serta. Mereka bersama-sama menebar ribuan bibit ikan.

“Penebaran bibit ikan ini sebagai upaya pelestarian lingkungan terutama sungai-sungai di Kabupaten Karanganyar. Tahun kemarin kita juga menebar bibit ikan di beberapa sungai dan di waduk lalung,” kata Bupati Karanganyar.

Bupati juga meminta agar masyarakat tidak merusak ekosistem dengan melarang menyetrum ikan dan larangan mencemari sungai.

“Jangan merusak ekosistem, biarkan ikan-ikan itu berkembang,” kata Juliyatmono.pd

Read More
DSC_0094

UPACARA PERINGATAN HARI IBU KE-87

kominfo

upacara peringatan Hari Ibu ke-87 di Halaman Kantor Sekretariat Kabupaten Karanganyar.

Upacara dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-87 dilaksanakan pada Selasa(22/12/2015) di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar dengan Tema ”Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki Dalam Mewujudkan Lingkungan Yang Kondusif Untuk Perlindungan Perempuan dan Anak”.

????????????????????????????????????

Bupati Kabupaten Karanganyar membacakan pidato peringatan Hari Ibu ke-87.

Dalam pelaksanaan upacara tersebut dihadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono sebagai Pembina Upacara dan AKP Sutami sebagai komandan upacara beserta anggota Kodim POLRI/POLISI, SKPD, DWP, GOW, OSIS dan Pramuka. Dalam sambutannya Bupati menyatakan “ Harapan saya dalam peringatan Hari Ibu yang ke-87 ini dapat mendorong dan terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki baik dalam aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mewujudkan negara yang berdaulat, mandiri, berkepribadian yang berlandaskan asas gotong-royong”.ft/wn/um

 

Read More
12360393_744003569063127_1734569947023252820_n

Penghijauan Dalam Rangka Memperingati Hari Juang Kartika 2015

12360393_744003569063127_1734569947023252820_n

Para peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan Penghijauan Karanganyar Ijo Royo-royo Rabu (16/12/2015)

Karanganyar, Rabu 16 Desember 2015

Dalam rangka memperingati hari juang kartika 2015 Kodim 0727 Karanganyar bekerja sama dengan DPD LDII Karanganyar mengadakan penghijauan lingkungan dengan tema “ Menuju Karanganyar Ijo Royo-Royo Rabu (16/12/2015). Dengan sasaran Hutan Rakyat di Wilayah Kecamatan Tawangmangu, Matesih, Jatiyoso, Jatipuro danJumantono.

Jenis tanaman yang akan di tanam adalah tanaman keras yang terdiri dari jati, sengon, jambu mete, gemelina, akasia dan mahoni dengan jumlah 10.000 (sepuluh ribu) batang tanaman. Sebelum melaksanakan kegiatan tersebut Kodim 0727 Karanganyar dengan DPD LDII Karanganyar melaksanakan kegiatan seremonial Rabu (16/12/2015)di Ponpes Al-Hidayah Ganoman Desa Koripan, Matesih, Karanganyar.

Maksud dan tujuan kegiatan tersebutadalah agar memberikan pemahaman kepada warga masyarakat tentang arti pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan sebagai warisan generasi mendatang selain itu juga untuk mencegah kerusakan alam lingkungan dari bahaya tanah longsor dan banjir dan dapat mensukseskan program pemerintah kabupaten Karanganyat agar ijo royo-royo.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh banyak peserta di antaranya pemuda LDII sebanyak 40 orang, Relawan TSBG 40 orang, Pondok Pesantren 40 orang, Kodim/TNI 100 orang, Danramil 17 orang, Und Sekda 1 orang, Kemenag 2 orang, Kesbangpol 2 orang, Lingkungan Hidup 2 orang, Pertanian 2 orang, Kepala Desa (Koripan, Girilayu, Karangbangun, Karanglo, Bandardawung, Sepanjang), FKUB 10 orang, PDAM 2 orang, Camat Matesih, Camat Tawangmangu, Polsek Matesih 5 orang, Koramil Matesih 10 orang, dan pihak lainnya yang membantu kegiatan tersebut.Wn/Tt

Read More
DSC_0256

Iwan Fals Ajak Menanam Pohon

Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon.

Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon.

Karanganyar, Sabtu (28/11/2015)
Musisi kawakan Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon, untuk melestarikan hutan.

“Kita semua tidak bisa hidup tanpa alam. Karena itu pula, saya sampaikan ke manajemen, setiap konser harus ada kegiatan penanaman pohon. Sekarang, banyak anak muda yang sadar untuk menjaga lingkungan. Mereka banyak yang terlibat dalam kegiatan penanaman,” kata Bang Iwan.

Ajakan tersebut disampaikan setelah musisi itu menanam pohon liwung di Taman Endemis Wukir Mahendra Gunung Lawu, di kawasan Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (27/11) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Karanganyar Juliyatmono.

“Dalam keadaan apapun, jangan mengganggu pohon. Saya sebagai muslim diajarkan, bahwa setiap daun itu berdzikir dan bertasbih.” pesannya.

Gubernur Ganjar Pranowo, yang hadir di acara penanaman itu juga berpesan, agar pohon yang sudah ditanam dirawat dan dijaga, untuk kelestarian alam.

“Saya titip pesen, iki diopeni. Jangan ditanam, terus ditinggal. Jangan dibiarkan hidup sendiri. Tapi dirawat dengan baik. Dan kita semua berharap, agar ke depan tidak terjadi kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu lagi. Salam rimba lestari,” tandasnya.

Sedangkan Bupati Juliyatmono mengatakan, penanaman itu merupakan kampanye untuk menggelorakan semangat menjaga lingkungan.

“Iwan Fals diajak ke sini, karena dia musisi yang juga concern dengan persoalan lingkungan. Ini kampanye, agar semua masyarakat menanam pohon untuk generasi ke depan,” katanya.

Kedatangan Iwan Fals di Karanganyar itu untuk menggelar konser musik di Alun-Alun Karanganyar, Sabtu (28/11) malam ini, dalam puncak peringatan HUT Karanganyar ke-98. Penanaman pohon itu merupakan rangkaian dari kegiatan konsernya di Bumi Intanpari.

Pada acara itu, juga ditanam ribuan bibit pohon dari 17 jenis seperti damar, eukaliptus, kayu putih, beringin, liwung, dan tontrok.pd

Read More