Category: Lingkungan Hidup

DISKOMINFO

TMMD Sengkuyung Tahap III Resmi Di Buka

DISKOMINFO

Bupati didampingi Forkopimda meninjau lokasi TTMD Sengkuyung Tahap III

Karanganyar, 27 September 2017

TMMD Sengkuyung Tahap III resmi di buka oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu Pagi (27/9).  Kegiatan ini berlokasi di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.

Dengan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) diharapkan menjadikan desa-desa semakin maju dan mandiri, sehingga kehidupan masyarakat semakin sejahtera. Berkat sentuhan TMMD, telah banyak desa yang tingkat kehidupan rakyatnya menjadi lebih baik.

Sementara dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dibacakan Bupati Karanganyar sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas dibukanya kembali TMMD ini.

“Berkat TMMD, banyak rakyat desa yang makin termotivasi dan percaya diri mendayagunakan setiap potensi yang ada di sekitarnya, mereka makin terpacu berkreasi dan punya prakarsa untuk ikut terlibat dalam geliat memajukan pembangunan,” katanya.

Pada pelaksanaan TMMD ini, di Desa Pojok, Mojogedang terdapat sasaran fisik membangun makadam dan cor jalan dengan panjang 1.350 meter, lebar 2,5 meter dengan ketebalan 10 sentimeter.

Selain itu juga pembuatan 2 unit jembatan dan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit. Selain itu juga terdapat program untuk sasaran non fisik bagi masyarakat setempat. Pelaksanaan TMMD ini berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai Rabu 27 September 2017 sampai dengan 26 Oktober 2017. Demikian DISKOMINFO (yg/ad)

Read More
DISKOMINFO

Penutupan PORKAB Ke-II, Jaten Kembali Raih Juara

DISKOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, memberikan piala kepada juara umum PORKAB ke-II

Karanganyar, Senin (25/9/2017)

Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Karanganyar secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sabtu (23/9) sore di GOR RM Said. Kecamatan Jaten berhasil meraih juara umum, dan berhasil memperoleh medali terbanyak.

Kecamatan Jaten memperoleh 15 mendali emas, 9 mendali perak, 8 mendali perunggu. Selanjutnya juara 2 diraih Kecamatan Tasikmadu dengan perolehan 6 emas, 8 perak, 7 perunggu. Disusul Kecamatan Colomadu sebagai juara 3, dengan perolehan 4 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.

Dalam Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Karanganyar ke-II Tahun 2017 mempertanding 8 cabang olahraga. Kegiatan ini sendiri berlangsung dari tanggal 19 s/d 23 September 2017.

Delapan cabang olahraga itu meliputi bulutangkis, tenis meja, sepak bola, futsal, bola voli, pencak silat, tae kwon do dan atletik. PORKAB ini diikuti oleh 17 kontingen yang merupakan perwakilan dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, dengan jumlah keseluruhan 1.786 atlet.

Wakil Bupati Rohadi, sangat mengapressiasi dan berterima kasih atas penyelenggaraan PORKAB ini telah berjalan baik. Rohadi melihat antusias dan semangat atlet yang sangat luar biasa. Selain itu Wakil Bupati juga mengharapkan agar talenta anak-anak terus dilatih dan ditingkatkan.

“Seluruh Dinas yang terkait juga KONI untuk melakukan upaya – upaya pembinaan yang lebih intensif kepada para atlet,” katanya.

“Semoga tradisi prestasi oleharaga ini akan mampu membawa yang lebih tinggi lagi provinsi, nasional bahkan internasional,” tutup Rohadi. yoga

Read More
DSC_6567

Bupati Ajak Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar menyerahkan bantuan bibit secara simbolis, 20/9

Karanganyar, Rabu 20 September 2017

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk lebih optimal, Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar melakukan gerakan tanam cabe, Rabu (20/9/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dalam sambutannya sekaligus membuka mengajak warga agar lahan-lahan yang ada untuk dimanfaatkan, termasuk pekarangan dirumah.

“Harmonisasi alam tercipta bila ada pemanfaatan pekarangan untuk tanaman. Karena oksigen yang dihirup harus diciptakan sendiri, untuk itu harus ada tanaman, pohon-pohon dirumah-rumah,”terangnya.

Juliyatmono menghimbau untuk terus menggalakkan gerakan tanam untuk  pemenuhan kebutuhan sehari-hari selain juga memberikan nilai tambah.

“Tanamlah yang baik, tanamlah Lombok dipekarangan rumah supaya tumbuh subur, bermanfaat. Jangan sampai kita sia-siakan lahan yang ada meskipun terbatas, jaga ketersediaan air pula,”harapnya.

Sementara itu Kepala Dispertan Karanganyar, Supramnaryo dalam laporannya menyampaikan kegiatan gerakan tanam ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan PKK dalam pemanfaatan pekarangan serta sarana produksi sarana budidaya hortikultura.

Pada kesempatan tersebut diserahkan bantuan pada dua kecamatan dimasing-masing desa berupa bibit cabe sebanyak 3100 batang, polybag 41 kg, pupuk NPK 51 kg, pupuk organik 860 kg.

Bantuan pengembangan agro unggulan berupa Bibit durian 707 batang dan pupuk organik 3,5 ton kepada kelompok tani Kecamatan Jumantono, bibit pisang raja bulu 750 batang dan pupuk organic 3,75 ton Kepada  kelompok tani Kecamatan Jenawi, BIbit Jeruk Keprok Tawangmangu 800 batang dan pupuk organic 4 ton kepada kelompok tani Tawangmangu, bibit bawang merah 5 kw dan pupuk organic 10 ton kepada kelompok tani Kecamatan Mojogedang.

Serta bantuan kegiatan pengembangan cabai besar dancabai rawit seluas 96 ha kepada 56 kelompok tani besar dan 28 kelompok tani cabai rawit yang masing-masing kelompok mendapatkan sarana produksi berupa benih cabai, pupuk organic, pupuk an organic, mulsa, ajir, sarana budidaya berupa spreyer elektrik.

Demikian Diskominfo (ft/yg/ind)

Read More
DSC_0966

Penyerahan Bansos RTLH

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati, Sekda dan Kepala DISPERMADES menyerahkan bantuan sosial RTLH, Jumat siang (11/8/2017)

Karanganyar, Jumat 11 Agustus 2017

Di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Jumat, 11 Agustus 2017 diadakan penyerahan bantuan sosial bagi 320 rumah tidak layak huni di Kabupaten Karanganyar.

Dalam laporannya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Hutomo Sidi Hidayat menyampaikan bahwa setiap rumah akan menerima bantuan sebesar Rp.8.000.000,- (delapan juta rupiah) sehingga total bantuan adalah sebesar Rp.2.560.000.000,- (Dua miliar lima ratus enam puluh juta rupiah). Bantuan bisa diambil di mobil keliling Bank Jateng yang sudah stand by di halaman  Rumah Dinas Bupati mulai hari itu juga. Untuk rumah yang diusulkan melalui kelompok, bantuan bisa diambil pada hari Senin 14 Agustus 2017.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyerahkan secara simbolis bantuan sosial tersebut kepada perwakilan penerima bantuan.

Selanjutnya Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan bantuan tersebut diperuntukkan bagi rehab rumah yang belum layak huni dan tidak boleh dipergunakan untuk kebutuhan lainnya.

“Bantuan ini untuk perbaikan rumah, jamban supaya tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan,” kata Juliyatmono.

“Di Indonesia hanya ada beberapa daerah yang sudah mencanangkan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Untuk Jawa Tengah, Kabupaten Karanganyar adalah satu-satunya,” imbuhnya.

Untuk memastikan tepat tidaknya pemanfaatan bantuan tersebut, mulai bulan November 2017 akan diadakan cek lokasi, apakah benar bantuan tersebut dipergunakan untuk rehab rumah dan jamban.

Memang kenyataannya masih banyak yang memerlukan bantuan ini, akan tetapi untuk tahun ini baru 320 rumah yang menerimanya. Permasalahan bagi yang belum bisa menerima bantuan adalah karena ada beberapa kendala, di antaranya karena rumah itu menempati tanah orang lain (Jawa: magerasri), atau rumah belum punya sertifikat, dan lain-lain. Ke depannya Bupati berjanji akan mencarikan cara supaya mereka juga bisa mendapatkan bantuan serupa. Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
IMG_0026

Stop Buang Air Besar Sembarangan, Menuju Universal Akses 2019

KOMINFO

Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Sekretaris Daerah Samsi sebagai narasumber dalam acara Workshop Stakeholder Pencapaian Stop BABS di Hotel Taman Sari Karanganyar, Senin (10/7).

Karanganyar, 10 Juli 2017

Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menggalakkan program Karanganyar Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan sanitasi di lingkungan masyarakat. Program ini direncanakan rampung total termasuk program universal akses pada Tahun 2019. Sedangkan untuk Karanganyar bebas BABS sendiri November 2017 ini harus sudah rampung. Adapun dana untuk program ini dialokasikan dari APBD dan bantuan Provinsi.

Program ini diawali dengan pembangunan jamban – jamban umum untuk masyarakat. Selain itu pemerintah juga akan melakukan pendampingan perubahan perilaku buang air sembarangan. Karena saat ini pemahaman masyarakat tentang hidup sehat masih rendah, hal ini diungkapkan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo ketika memimpin Workshop Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan di Hotel Tamansari, Senin siang (10/7). Selain itu Rohadi juga mengungkapkan bahwa masih banyak jamban warga yang tidak mempunyai septictank, namun kotoran langsung dibuang kesungai. Menurutnya hal itu harus segera di beri sosialisasi, karena disamping tidak sehat juga sangat mengganggu.

Saat ini prosentase masyarakat yang sudah menggunakan jamban sehat memang sudah meninggkat. Sampai dengan Juli 2017 ini sudah 97,85% masyarakat menggunakan jamban sehat, namun hal ini perlu dipercepat karena sanitasi merupakan kebutuhan utama dalam kesehatan. Data terakhir pemerintah masih ada 11.351 KK yang masih belum memiliki jamban dengan rincian 8.753 KK masih menupang dan 2.599 KK memiliki jamban tapi tidak sehat (tanpa septictank/langsung dibuang di sungai).

Demikian DISKOMINFO (yoga/ft)

 

 

 

 

Read More
IMG_2356

Peningkatan Produksi Gula Prioritas Pemerintah

KOMINFO

Bupati Karangnayar Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus ucapat selamat datang kepada rombombongan Komisi IV DPRRI

Karanganyar, 8 Juni 2017

Produksi gula nasional terus mengalami penurunan tiap Tahunnya. Saat ini dari 8 Pabrik Gula (PG) milik PTPN IX (PT Perkebunan Nusantara IX) hanya tinggal 5 yang beroperasi. Hal ini menarik perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah – masalah yang melilit produksi tebu.

Dalam hal ini Komisi IV DPRRI mengadakan kunjungan ke Pabrik Gula Tasikmadu, Kamis (8/6). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetehaui lebih lanjut tentang problematika yang terjadi pada pengolahan gula. Pada acara ini revitalisasi pabrik merupakan pokok diskusi utama, sebagai cara untuk meningkatkan produksi gula.

Tampak hadir pada acara ini seluruh fraksi dari komisi IV DPRRI, Dirut PTPN IX, dan Dirjen Perkebunan. Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan langsung menyambut rombongan.

Dalam sambutannya Bupati mengharapkan agar PG. Tasikmadu tetap difungsikan dan ditingkatkan dalam kapasitas produksinya. Lahan di sekitar Pabrik masih mendukung untuk di jadikan perkebunan tebu. “Disekitar pabrik masih banyak lahan kosong tanah kas desa juga masih luas, lahan – lahan itu masih bisa menyuplai tebu bila di optimalkan,” tutur Juliyatmono dalam sambutannya. Selain itu Juliyatmono juga menegaskan bahwa pertanian di Karanganyar merupakan penyangga kebutuhan pangan di Jawa Tengah.

Sementara itu menurut Edhy Prabowo selaku Ketua Komisi IV DPPRI pabrik gula harus di optimalkan, karena pasar sudah jelas. Untuk kebutuhan gula nasional sendiri sekitar 5 juta ton lebih, sedangkan produksi gula nasional baru mencapai 2 juta ton. Maka dari itu perlu ada peningkatan produksi untuk menutup kekurangan itu. Program utama Pemerintah saat ini adalah swasembada pangan maka dari itu peningkatan produksi gula juga merupakan prioritas Pemerintah saat ini. Demikian DISKOMINFO(yoga/irsyad)

Read More
aksi sadar wisata (1)

Tumbuhkan Rasa Nyaman Wisatawan, Karanganyar Gelar Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona

kominfo

Sekda Karanganyar Samsi saat memberikan sambutan kegaiatan gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona, Kamis Pagi (18/5)

Karanganyar, Kamis 18/5/2017

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan gerakan Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Sapta Tirta Pablengan, Matesih, Kamis Pagi (18/05). Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pelaku usaha wisata tersebut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi X Laila Istiana Diana Savitri, Kepala Bidang Destinasi Wisata Kemenpar RI Roni Astuti, Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi dan OPD terkait serta Forkompinca Kecamatan Matesih.

Pemahaman yang kurang terhadap nilai manfaat pariwisata bagi masyarakat dan wilayah setempat ditengarai seringkali memunculkan iklim yang kurang kondusif. Hal ini mendorong Kemenpar RI untuk bersama-sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah saling bersinergi dalam mendorong keberhasilan pengembangan kepariwisataan di wilayahnya untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan domestik di tahun 2019.

Sementara itu Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi yang hadir mewakili Bupati Karanganyar menyambut baik acara ini. Kabupaten Karanganyar yang terkenal dengan sebutan BUMI INTANPARI (Industri, Pertanian dan Pariwisata) tahun 2017 ini tumbuh wisata-wisata lokal baru, konsentrasi wisata sekarang tidak hanya di wilayah Tawangmangu, tetapi sudah kedaerah sekitar seperti Ngargoyoso, Jenawi dan Jatiyoso. Kabupaten Karanganyar yang diberkahi alam yang luar biasa memiliki semua jenis wisata yang bisa ditawarkan kepada wisatawan, seperti wisata alam, wisata religi, wisata rekreasi maupun wisata ekstrim.

“Akses jalan kesemua lokasi wisata sudah ditata dan dilebarkan demi kenyaman wisatawan”, ujar Samsi

Ditambahkan lebih lanjut oleh Samsi, memperingati 100 tahun hari jadi Karanganyar pada bulan November, Pemkab Karanganyar akan menyelenggarakan offroad tingkat nasional. Untuk itu dimohon dukungan semua pihak untuk menyukseskan acara tersebut.

Sementara itu, Laila Istiana DPR RI Komisi X saat memberikan materi kepada pelaku wisata mengatakan destinasi wisata yang ada di Karanganyar bersih dan aman serta nyaman. Dengan kondisi tersebut, potensi wisata di Karanganyar akan menjadi destinasi wisatawan dari berbagai daerah. Kesiapan masyarakat lokal harus mampu menjadi daya tarik lebih dengan keramahtamahannya.

“Kunci sukses untuk mendongkrak kunjungan wisatawan yaitu dengan 3A (aksesbilitas, amenitas, dan atraksi). Potensi wisata yang nyaman adalah yang mampu mendatangkan kembali wisatawan dan wisatawan tersebut mengajak sanak sodara serta koleganya”, jelas Laila Istiana

Tahun 2017 ini Kementerian Pariwisata Republik Indonesia akan roadshow Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona ke 68 destinasi wisata di seluruh Indonesia dan Kabupaten Karanganyar merupakan salah satunya. Dalam aksi tersebut selain diisi dengan pemateri oleh nara sumber, juga diadakan kerja bakti untuk bersama-sama membersihkan tempat wisata Sapta Tirta Pablengan Matesih. Demikian Diskominfo (ad)

Read More
IMG_0479

Wujudkan Stop BABS Tahun 2017

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (memegang mike) menyampaikan sambutan sekaligus penjelasan pada acara Sambung Rasa di Halaman Radio Swiba (Kamis, 27/4/2017)

Karanganyar,  Kamis 27 April 2017

Tema tersebut diambil untuk acara Sambung Rasa di Halaman Radio SWIBA Kamis malam, 27 April 2017. Acara yang disiarkan secara live lewat Radio SWIBA 96.3 FM ini dihadiri oleh OPD terkait, yakni perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Dinas Komunikasi dan Informatika serta beberapa Camat dan perwakilan dari Kelurahan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang baru saja tiba dari kunjungan kerjanya ke Malaysia berkenan hadir pada acara tersebut dan memberikan sambutan.

Sekaligus  memberikan sambutan, Juliyatmono menanggapi pertanyaan dari penyiar Radio Swiba tentang Stop BABS. Beliau  menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia sekarang memakai istilah Pembangunan Manusia Berkelanjutan. Diharapkan derajad kesehatan manusia terus membaik. Kualitas kesehatan manusia diukur melalui perilaku hidup sehat.

“Hidup sehat nanti polanya akan seperti apa, tahun ini akan kita deklarasikan. Sudah kami siapkan sticker dan pamflet untuk dipasang di rumah-rumah supaya orang tahu bagaimana melakukan upaya-upaya untuk membangun perilaku hidup sehat,” terang Juliyatmono.

“Hidup sehat tidak lepas dari aktifitas oleh raga, apapun jenis olahraganya, apa itu jalan kaki, bersepeda, berenang, yang penting bergerak. Kemudian hindari rokok, perbanyak makan buah, dan upaya-upaya yang lain dengan gerakan hidup bersih,” imbuh Juliyatmono.

Salah satu penyebab derajad kesehatan masih kurang adalah karena masyarakat masih belum mau meninggalkan tradisinya, kebiasaannya. Ada sebagian warga masyarakat yang tidak bisa buang air besar kalau tidak di sungai. Kebiasaan buruk ini harus dirubah.

“Masyarakat harus terus digembor-gemborkan untuk Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan),” tandas Juliyatmono.

Masyarakat masih melakukan BABS mungkin memang karena belum mempunyai jamban di rumah. Untuk mengatasai hal ini pemerintah konsekwen akan membantu jambanisasi.

“Kami sudah siapkan dana kira-kira 9 Miliar di APBD untuk menuntaskan masyarakat supaya stop BABS. Kalau kampungnya berjubel-jubel, berdekatan, tidak punya pakarangan, nanti kita buat jamban komunal seperti di Kemiri, Kebakkramat sehingga kampungnya menjadi bersih dan indah, ” tambah Juliyatmono.

Masyarakat di Karanganyar ini yang masih banyak tidak memiliki jamban, yang BAB nya  di pinggir sungai adalah dearah-daerah yang dekat dengan sungai yang aliran sungainya lancar. Daerah-daerah itu di adalah Tawangmangu, sebagian Karangpandan, Colomadu yaitu di Malangjiwan, Utara Gedongan, Klodran, Ngasem. Bahkan yang punya jamban pun malah mengalirkan buangannya ke sungai, tidak ada septi tank nya, seperti daerah-daerah di Gayamdompo, Gedong, Lalung bahkan Kota Karanganyar. Tentu saja ini mencemari sungai-sungai kita.

“Maka program Stop BABS akan kita tuntaskan tahun ini.  Kekurangan dana sudah kami mintakan ke beberapa CSR dari Perushaaan, BUMD kita, dari BAZNAS juga, kita keroyok bareng-bareng,” janji Juliyatmono.

Supaya gerakan ini ada payung hukum dan dasar pemberlakuannya maka dibuatkan regulasinya. Regulasi ini memuat keterlibatan semua pihak. Regulasi ini menjadi bukti konkrit keseriusan kita, sehingga hal ini tidak hanya berupa himbuan belaka, tetapi juga direncanakan dan dianggarkan.

“Akhir tahun nanti saya akan mengundang Ike Nurjanah, duta sanitasi Indonesia supaya melihat bukti-bukti bahwa program ini sudah berjalan dengan baik,” imbuh Juliyatmono. Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
DSC_0071

130 Mahasiswa Univet Ditarik dari lokasi KKN

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutannya pada penarikan mahasiswa KKN Univet di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (06/4).

Karanganyar, Kamis 6 April 2017

Penarikan sejumlah 130 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Veteran Bantara Sukoharjo yang tersebar di tiga belas desa di Kecamatan Gondangrejo secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (6/4/2017).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar didampingi Sekretaris Daerah, Rektor Univet Bantara Sukoharjo dan Kepala Baperlitbang Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo yang telah merampungkan KKN selama dua bulan yang tersebar di tiga belas desa. Kegiatan yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam mengabdikan dirinya ditengah-tengah masyarakat.

“Mahasiswa secara langsung belajar mandiri, mengasah skill dan tentunya memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat sekitar,”tutur Bupati saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut ia mengatakan keberadaan mahasiswa KKN memberikan motivasi kepada masyarakat pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan pendidikan yang tinggi akan merubah pola pikir dan merubah hidup seseorang menjadi baik dan lebih baik lagi.

“Semoga apa yang telah dirintis untuk dapat dikembangkan dengan baik, mampu merubah pola pandang akan pentingnya belajar, pola hidup sehat. Karena ilmu itu lebih penting dari harta yang dimiliki, dengan ilmu pula derajat kita dinaikkan,”terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menghimbau untuk menjaga citra Univet, karena almamater yang menyertai sukses kita semua di masa depan.

Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ir. Ali Mursyid, WN.MP berharap kerjasama yang terjalin dengan baik antara Pemerintah dan Univet dapat terus berjalan.

“Alhamdulillah mahasiswa kami telah selesai melaksanaka KKN dan secara resmi kami tarik untuk kembali belajar ke Kampus. Semoga kepercayaan masyarakat kepada mahasiswa KKN Univet lebih baik lagi,”ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Karanganyar bersama Rektor Univet dan rombongan berkesempatan untuk melihat berbagai stand hasil kreasi dan inovasi mahasiswa KKN Univet, mulai dari kuliner produk lokal, kerajinan mebel, kerajinan tangan dari limbah rumah tangga sampai pupuk organik. Demikian Diskominfo (ft/ind).

 

 

 

 

 

 

               

 

Read More
DSC_0023

Indeks Tanam 2,2 dalam Setahun, Wabup Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sawah

 

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan arahannya pada acara Sosialisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Pendopo RD Bupati, Rabu (5/4).

Karanganyar, Rabu 5 April 2017

Berupaya menjaga kelestarian sawah di wilayah  Karanganyar agar senantiasa meningkat, terlebih dengan adanya penambahan pembangunan waduk gondang di Kerjo untuk penyaluran sumber daya air tiga puluh persen ke wilayah Mojogedang dan daerah sekitarnya, diharapkan dapat menambah indeks tanam.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo pada sosialisasi mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi melalui Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI), Rabu (5/4/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Alhamdulillah, indeks tanam kita sampai hari ini masih 2,2 artinya dalam satu tahun rata-rata 2,2 kali tanam. Mudah-mudahan produktifitas terus meningkat dengan adanya pembangunan waduk Gondang di Kerjo dan diikuti pembangunan waduk  Jelantah, Tlobo di Jatiyoso sehingga dibawah wilayah Jatiyoso diharapkan jauh lebih makmur lagi dan lahan pertanian yang hanya dapat ditanam satu kali saja bisa menjadi dua sampai tiga kali tanam,”harap Wabup saat menyampaikan arahannya.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan, tentunya keberadaan pupuk menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian dinas pertanian dan pangan untuk menindak lanjuti, agar pupuk senantiasa siap selalu, hanya saja ada beberapa kendala di wilayah atau masyarakat yang belum masuk di Gapoktan atau kelompok tani sehingga sekitar dua puluhan persen petani kita belum memiliki Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

“Kami berharap kelompok tani dan Gapoktan ini mampu menambah jumlah anggotanya di masing-masing wilayahnya, sehingga semuanya bisa mendapatkan RDKK, karena riil dimasyarakat dibutuhkan seperti kebutuhan pupuk dan kebutuhan tani lainnya,”terangnya.

Ia juga mengatakan dengan adanya TNI masuk untuk mengawal kedaulatan pangan ada dampak positif, kerjasama yang bagus ini untuk ditingkatkan baik di tingkat distributor, agen maupun pengecer supaya tidak ada yang menimbun ataupun memainkan pupuk.

“Kalau macem-macem menimbun, kami sampaikan kepada Dandim untuk segera di atasi. Sehingga dengan ketersediaan pupuk dapat mempermudah masyarakat meningkatkan produktifitas dan berinovasi,”tandasnya.

Ditambahkannya, di akhir tahun dan awal tahun berdasar prosentase Kementerian  Desa Tertinggal untuk bisa mengakses kawasan pertanian khususnya untuk pertanian organik. Di Karanganyar sendiri ada lima belas desa penghasil padi organik mulai dari Jenawi, Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, Matesih.

“Ini merupakan inovasi pertanian, ada beras hitam, beras merah, beras mentik susu, beras mentik wangi dan dipasarkan di mall-mall, supermarket dengan kemasan yang bagus bisa mencapai harga 40.000 sampai 50.000 rupiah/kg nya. Begitu juga dengan sawah tidak identik menghasilkan padi, tetapi orang yang berkunjung untuk berfoto selfie di area persawahan dan ini bisa menjadi agrowisata,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, mengatakan pihaknya menghimbau khususnya Dinas Pertanian untuk mendata seluruh kelompok tani maupun diluar kelompok tani guna mendapatkan RDKK.

“RDKK yang dikroscek dengan NIK, SPPT PBB baik kelompok tani maupun diluar kelompok tani,”jelasnya.

Sosialisasi tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari Tim KP3 Provinsi Jawa Tengah, Tim komite Kartu Tani dan Produsen Pupuk Petrokimia dan Pusri Provinsi Jawa Tengah.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More