Category: Lingkungan Hidup

WEB

Diplomasi Tanaman

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyiram pohon sakura di Cemoro Kandang, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar

KARANGANYAR – Sabtu, 27 Januari 2018

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik penanaman pohon sakura di areal pendakian Cemoro Kandang, Kalisoro, Tawangmangu Karanganyar. Sebab diplomasi dengan menggunakan tanaman sudah dilakukan sejak dahulu. Terbukti, Presiden pertama Ir Soekarno menaman tanaman di Arab Saudi dan disebut tanaman Soekarno. Saat ini, diplomasi tanaman masih dipergunakan untuk diplomasi,

“Diplomasi tanaman masih kita lakukan hari ini. Namun paling tidak spirit untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman,” papar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan pada peresmian Taman Sakura di Lawu (sakral) di Bukit Taman Wisata, Dusun Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu, (27/01).

Dia menambahkan saat di Jepang tepatnya di Osaka pemandangan pohon Sakura sangat indah. Pihaknya berharap keindahaan di Jepang itu suatu saat ini akan berada di Tawangmangu. Dan hal itu terbukti hari ini, peresmian penanaman pohon Sakura. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berpesan kepada yang merawat untuk tetap memberikan pemandangan yang bagus. “Yakni kebersihan dan tempat harus dijaga dengan baik. Sehingga jika ada yang selfi itu benar-benar indah,”imbuhnya.

Sementara Minister Deputy Chief Of Mission Embassy Of Japan di Indonesia, Mr Kozo Honsai sangat senang dengan penananman tanaman sakura di Tawangmangu. Sekaligus penanaman ini sebagai peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Jepang dan Indonesia. “Semoga penanaman bunga sakura ini semakin memperkuat hubungan baik antara Indonesia dan Jepang. Hari ini 60 tanaman sakura akan ditanam di tempat ini,” Ujar Mr Kozo.

Dia menambahkan penanaman prakarsa dari Toyota. Sebab perusahaan mobil terbesar di Indonesia ini sudah mampu menjual 370 ribu di tahun 2017. Perusahaan ini juga berkembang pesat. Pihaknya tetap berharap penjualan mobil ini semakin baik.

Sementara Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan program penanaman pohon sakura ini merupakan program Toyota Forest. Program terssebut menunjukkan komitmen penghijauan dengan membangun Bukit Taman Wisata. Pihaknya berharap ke depannya lokasi penanaman pohon sakura dapat dikembangkan sebagai objek wisata yang unik di Jawa Tengah. Luas lahan perhutani yang ditujukan untuk bukit taman wisata seluas 1,2 hektar dari rencana 5 hektar dalam lima tahun. “Selanjutnya hingga bulan Maret 2018, Toyota Indonesia akan menanam kembali 40 pohon sakura,” imbuhnya. (hr)

Read More
web (2)

Empat Tahun Karanganyar Ijo Royo

Penanaman pohon damar di sekitar pintu 2 Grojogan Sewu, Tawangmangu

Karanganyar, Sabtu (16/12/2017)

Tahun 2017 merupakan tahun ke empat Karanganyar Ijo Royo-royo sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Pencanangan Karanganyar Ijo Royo-royo pertama kali seusai pelantikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati, Rohadi Widodo, 15 Desember 2013 dengan menanam pohon, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Di tahun ini, 15 Desember 2017, penghijauan dengan menanam ribuan pohon di sejumlah tempat. Untuk di Alun-alun, di tanam 30 pohon trembesi, 1100 pohon damar di sekitar Pintu 2 Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Jumat (15/12).

Selain itu juga setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menanam satu batang pohon di sekitar kantornya.Juga ada penanaman pohon di lapangan Jenawi. Organisasi pemuda KNPI juga mengadakan tanam pohon di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso.

Bupati Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo, mengatakan, Pemkab Karanganyar gencar menanam sekitar 5000 pohon untuk menghijaukan alam.

“Tanam pohon ini sudah menjadi keharusan agar lingkungan alam tidak rusak. Air mengalir juga tetap jernih,” katanya, seusai tanam pohon bersama warga Tawangmangu.(pd)

Read More
DSC_2795

Pembangunan Jalan Selesai, Berharap Ekonomi Warga Meningkat

Letkol. Inf. Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum saat menyerahkan kunci kepada Babinsa dan Babinkamtibmas.

Karanganyar – 14 Desember 2017

Dengan selesainya pembangunan akses jalan penghubung antar desa, maka selesai pulalah kegiatan Bakti Desaku Maju di Dusun Palang, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan. Kamis (14/12/2017), Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Letkol. Inf. Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum didampingi Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara resmi menutup kegiatan tersebut dengan memotong pita.

Penutupan Bakti Desaku Maju ini dihadiri oleh Forkopimda, Kepala Disperpades, Wakil Kepala Polres Karanganyar, Danramil, Jajaran Kodim 0727 dan masyarakar Dusun Palang.

Kegiatan ini berlangsung selama sepuluh hari, terhitung dari tanggal 4 Desember – 14 Desember 2017. Progam Bakti Desaku Maju ini sudah berjalan selama tiga tahun, dengan realisasi kali ini pembangunan jalan yang menghubungkan Dusun Palang dengan Dusun lain dan Kecamatan Matesih.

Dengan menghabiskan dana sebesar 150 juta, pembangunan jalan cor diselesaikan dengan panjang 600 meter.

Dengan dibangunnya jalan ini diharapkan ekonomi masyarakat akan terangkat, hasil bumi bisa diambil oleh pengepul atau langsung dibawa ke pasar.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan bahwa Progam Bakti Desaku maju diilhami atas Progam Tentara Manunggal Membangun Desa sebagai bagian dari penyatuan TNI dengan masyarakat.

“Ancaman kedepan adalah masalah pangan dan energi, Karanganyar termasuk penyangga pangan nasional dengan surplus beras diatas 600 ribu ton per tahun,” ujarnya.

Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk menanami kebun – kebun yang kosong, supaya hasilnya dapat dijual yang akan dipasarkan oleh pemerintah.

“Semua aset jalan harus dibenahi agar semua halus, ayo diopeni Gerdu ben apik,” katanya.

Hal itu bisa dilakukan dengan cara sedekah alam, yaitu menanam pohon dengan niat yang baik agar tidak terjadi bencana sehingga masyarakat menjadi aman dan tenteram.

Demikian DISKOMINFO (mdz/yga)

Read More
DISKOMINFO

Penanaman Pohon Salah Satu Cara Tanggulangi Bencana

KOMINFO

Sekda Karanganyar bersama Direktur Bina Investasi Infrastruktur Ditjen Bina Konstruksi Kementrian PUPR menanam pohon durian untuk penghijauan area Waduk Gondang, Selasa (28/11)

Karanganyar, 29 November 2017

Penanganan sampah dan penghijauan merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana alam. Pemkab Karanganyar, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PUPR dan tim Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) melaksanakan penghijauan di Waduk Gondang, Kerjo, Selasa (28/11). Acara ini di gelar dalam rangka Hari Bakti ke-72 PU dengan tema Gerakan Peduli Mitigasi Bencana.  Pada acara ini Bupati Karanganyar diwakili oleh Sekda Kabupaten Karanganyar Drs. Samsi, M.Si.

BBWSBS bersama rombongan mendapat alokasi 2.850 batang bibit pohon. Bibit pohon didistribusikan ke tujuh lokasi, yakni Waduk Gondang, Waduk Pondok Ngawi, Waduk Kedung Bendo, Bendungan Colo, Waduk Gongseng, Waduk Tukul, dan Waduk Wonogiri.

Pada kesempatan ini PLH BBWSBS Yunitta menyampaikan penghijauan merupakan bagian dari melaksanakan tugas dan fungsi BBWSBS, yakni konservasi sumber daya air, daya guna, daya rusak, dan sistem informasi sumber daya air.

“Melibatkan masyarakat itu wajib. Lebih efektif lagi melibatkan pemerintah dan masyarakat. Pohon yang dipilih buah-buahan supaya masyarakat dapat mengambil manfaat setelah lima tahun. Masyarakat merawat dan diberikan kebebasan menikmati hasil,” kata Yunitta.

Hal senada disampaikan Direktur Bina Investasi Infrstruktur Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Masrianto. Pada kesempatan itu, Masrianto membacakan sambutan Menteri PUPR RI, M. Basuki Hadimoeljono

“Isu sampah dan penghijauan untuk meminimalkan bencana alam. Dua program itu merupakan investasi kehidupan dan kelestarian lingkungan hidup untuk mendukung keberlangsungan hidup. Mari dukung gerakan menanam pohon dan pascapenanaman untuk mewujudkan lingkungan berkualitas. Semoga upaya ini memberikan manfaat pengelolaan sumber daya air,” ujar dia saat membacakan sambutan.

Sementara itu, Sekda Karanganyar, Samsi, mengapresiasi langkah BBWSBS menghijauan Waduk Gondang. Menurut dia, hal itu sejalan dengan rencana kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menjadikan Waduk Gondang sebagai salah satu objek wisata baru di Karanganyar.

“Setelah ini kami akan rakor terkait pemanfaatan Waduk Gondang. Apa yang boleh kami lakukan dan tidak mengganggu operasi waduk. Pemberdayaan ekonomi. Ini akan menjadi tempat wisata yang indah,” ujar dia

Pada kesempatan itu, Masrianto dan Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, menanam pohon durian di Waduk Gondang. Dia berharap gerakan penghinjauan dilakukan berkelanjutan sebagai bagian dari mitigasi bencana. Masyarakat sekitar pun diharapkan ikut ambil bagian pada program tersebut. DEMIKIAN DISKOMINFO(adt/yoga)

Read More
WhatsApp Image 2017-11-28 at 19.19.06

PERESMIAN CV PRADIPTA PARAMITA DI PULOSARI, KEBAKKRAMAT

Manager CV Pradipta Paramita, Agnes Heratri, memberikan sambutan dalam Peresmian CV Pradipta Paramita di desa Waru, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar.

 

Karanganyar – 28 November 2017.

CV Pradipta Paramita Karanganyar mengadakan acara Peresmian CV Pradipta Paramita yang berada di Waru, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar pada hari Selasa (28/11/2017) siang.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Kepala Dinas Pelayanan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Karanganyar, Nunung Susanto, Lurah Pulosari, Camat Kebakkramat, Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Dinas Perikanan dan Peternakan Karanganyar beserta jajarannya.

Sambutan awal disampaikan oleh Manager CV Pradipta Paramita, Agnes Heratri. Beliau menyampaikan dengan Peresmian ini tidak diperoleh secara instan. Awalnya usaha ini berawal dari usaha kecil-kecilan dan akhirnya dengan adanya dukungan dari para donatur ke pihak pabrik akhirnya bisa menjadi besar seperti sekarang ini.

Mulai dari tahun1999 kami memproduksi pembasmi lalat dengan merek dagang Ralat. Setelah itu kami mulai berkembang dan akhirnya berkembang dibeberapa sektor. Misalnya pada Sektor Pertanian yang diwujudkan dalam pembuatan Pupuk Organik yang aman dipakai. Lalu disektor Lingkungan yang diwujudkan dalam memproduksi Decomposer dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman. Adapula disektor peternakan ataupun pembuatan obat hewan. Dan terakhir pembuatan Sektor minuman asli Indonesia dari Jahe yang menjadi minuman alami dan menyehatkan.

“Setelah ini kami berharap nantinya kami makin dewasa dan makin mantap dalam berkarya dan memberikan manfaat yang positif untuk masyarakat, serta mengupayakan kualitas yang terbaik dari kami.”, kata Agnes Heratri.

Sambutan yang disampaikan oelh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bahwa dengan hadirnya CV Pradipta Paramita ini diharapkan semua pihak didalam ataupun diluar perusahaan ikut mendukung agar dapat berjalan dengan baik dan ini akan menambah para pelaku usaha yang ada dilingkungan Kabupaten Karanganyar.

“Semoga dengan adanya peresmian ini perusahaan dapat berjalan lebih baik lagi dan memberikan manfaat untuk masyarakat”, kata Juliyatmono.

Kita juga bisa belajar dari kesuksesan CV Pradipta Paramita yang memulai usaha mereka dari susah dan akhirnya menjadi besar dan sukses.

Demikian Diskominfo (ygi)

Read More
IMG_0127

155 Desa Berpartisipasi dalam Lomba Festival Gapura

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang dalam lomba Festival Gapura Karanganyar 2017.

Karanganyar, Kamis 16 Nopember 2017

Menyemarakkan hari jadi ke-100 Pemkab Karanganyar menggelar lomba festival Gapura Desa. Sebanyak 155 desa ikut serta dalam lomba ini. Pengumuman juara lomba festival Gapura disampaikan di Gedung Wanita Karanganyar, Kamis (16/11).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Edy Sriyatno dalam laporannya menyampaikan festival Gapura hias ini diikuti 155 desa di  Kabupaten Karanganyar. Tapi tidak semua desa ikut serta dalam kegiatan ini.

“Ada 22 desa yang belum mengikuti lomba. Untuk kategori lomba terbagi menjadi tiga yakni Gapura ukuran besar lebih dari 8 meter, Gapura sedang ukuran 6 meter dan Gapura kecil ukuran dibawah 6 meter,”katanya.

Ditambahkan Edi, lomba festival ini untuk mempercantik gapura sebagai identitas desa sedangkan tujuan utama adalah tetap meningkatkan kegotongroyongan warga.

“Diharapkan dari kegiatan lomba ini kebersamaan dan kekompakan  warga desa tetap terjaga dan meningkat,”imbuhnya.

Dalam festival gapura hias ini penilaian ditentukan dari beberapa aspek seperti design, komposisi cat, keindahan hiasan, dan tentunya gotong royong warga. Sementara penjurian dari jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup dan Praktisi UNS.

Vebri Armoko perwakilan dari PT. Indaco mengapresiasi kegiatan festival Gapura di setiap desa di  Kabupaten Karanganyar dalam rangka menyambut seabad Kabupaten Karanganyar.

Diharapkan kerjasama Pemkab dan PT. Indaco tetap berlanjut di tahun mendatang dalam rangka ikut serta mewujudkan Karanganyar yang maju dan sejahtera.

“Menjadi daya tarik dan nilai lebih tersendiri bagi kami, semangat gotong royong kekompakan warga adalah yang utama dalam festival gapura ini,”terangnya.

Sementara, Bupati Karanganyar Juliyatmono mendukung dan menyambut positif antusias warga dalam menghias gapura dimasing-masing desanya.

Ia berharap semangat gotong royong di masyarakat tetap terjaga.

“Inovasi dan kreasi gapuranya sangat bagus-bagus. Semoga semangat guyup untuk mempercantik gapura desa sebagai penanda desa terus berlanjut hingga tahun mendatang,”harap Juliyatmono.

Pada kesempatan tersebut disampaikan Pengumuman Juara lomba kategori Gapura kecil yang menjadi juara favorit disabet oleh Desa Ngunut, Jumantono dan Juara I diraih Desa Kadiloyo, Gondangrejo. Selanjutnya kategori Gapura sedang sebagai favorit adalah desa Waru Wetan, Dayu, Karangpandan , Juara I  Desa Bolong, Karanganyar dan Kategori Gapura Besar terfavorit adalah desa Karangsono, Karanganyar dan Juara I diraih desa Klodra, Colomadu.

Sementara itu  total hadiah yang diberikan pada lomba festival Gapura senilai Rp 44.250.000,.

Demikian Diskominfo (ind/mdz)

Read More
DSC_3381

BUPATI HIMBAU “STOP BUANG AIR SEMBARANGAN”

kepala Desa dan Perangkat Desa sedang mengikuti pembinaan dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Karangayar – Rabu, 25 Oktober 2017

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pembinaan kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Jaten, Kecamatan Kebakkramat, dan Kecamatan Tasikmadu, Rabu (25/10/2017).

Acara tersebut di selenggarakan di Balai Desa Jati Kecamatan Jaten, yang bertujuan untuk membina dan memberikan pengarahan agar bekerja dengan ikhlas serta profesional.

Dalam sambutannya, Juliyatmono mengatakan dalam memanfaatkan dana desa hendaknya digunakan secara tertib, agar masyarakat dapat merasakan realisasi pembangunan Desa. Selain itu, setiap ada masalah harus di musyawarahkan jangan memutuskan sesuatu dalam keadaan marah, karena Perangkat Desa merupakan pelayan bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan Karanganyar yang bersih dan sehat, maka Bupati memperingatkan dengan tegas agar masyarakat tidak buang air besar sembarangan, “stop buang air besar sembarangan”, jelasnya. Hal ini perlu di lakukan karena pencemaran di wilayah Karangayar termasuk tinggi. Saat ini sedang berlangsung pembangunan waduk Gondang yang diperkirakan akan selesai akhir tahun ini, yang mana alirannya akan samapai ke wilayah Kebakkramat dan Gondangrejo.

Bupati Karanganyar menyerahkan traktor kepada kelompok tani.

Di akhir acara Bupati menyerahkan secara langsung alat pertanian berupa traktor kepada kelompok tani di masing-masing kecamatan. Penyerahan traktor ini diharapkan mampu mengoptimalkan hasil pertanian di wilayah Karanganyar.

Demikian Kominfo, (mdz/ygi/ppt)

Read More
KOMINFO

Puskesmas Matesih Akan Diakreditasi

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Ketika Menyambut Tim Akreditasi di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu Malam(1/10)

Karanganyar, 3 Oktober 2017

Puskesmas Matesih akan dinilai Tim Surveyor Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Kementerian Kesehatan. Penilinai sendiri diagendakan berlangsung semala tiga hari dari Senin –  Rabu (02-04/10). Puskesmas Matesih merupakan Puskesmas ke-9 dari 21 Puskesmas yang akan diakreditasi

Kedatangan Tim Surveyor disambut langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Cucuk Heru Kusumo, M.Kes di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu Malam (1/9).

Ada beberapa aspek yang akan dinilai diataranya nanti akan ada wawancara dengan penduduk sekitar mengenai tingkat kesehatan dan pelayanan puskesmas matesih, jelas ketua rombongan tim akreditasi.

Sedangkan dalam sambutannya Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengucapkan selamat datang dan mengapresiasi penilaian akreditasi Puskesmas Matesih ini.

Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa pusat – pusat kesehatan merupakan prioritas utama pembangunan Kabupaten Karanganyar.

“Kami sudah berupaya dan melakukan perbaikan untuk menjadikan puskesmas – puskesmas di Kabupaten Karanganyar ini menjadi puskesmas yang layak dari baik dari segi fisik dan managemen,” kata Wakil Bupati Karanganyar.

Rohadi juga menyampaikan pentingnya penilaian seperti ini karena dengan adanya penilaian dapat meningkatkan kinerja dari petugas. Demikian DISKOMINFO(yoga/kriss)

Read More
DSC_1128

28 Kelompok Ternak Terima Dana Hibah Tahap II

KOMINFO

Bupati Karanganyar, menyerahkan bantuan dana hibah ternak tahap II(5/10)

Karanganyar 5 Oktober 2017

Sebanyak 28 kelompok ternak menerima dana hibah untuk pembelian hewan ternak. Pada penyerahan tahap ke II kali ini akan diberikan uang dengan jumlah total 2 Milliar 90 Juta Rupiah jelas Sumijarto, M.P. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar saat menyampaikan laporannya dalam Penyerahan Bantuan Sosial dan Dana Hibah, Kamis (5/10) di aula Bank Jateng Cabang Karanganyar.

“Pengarahan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberi pedoman kepada Kelompok ternak, Lurah, Kades dan juga penerima bantuan dana hibah secara jelas, transparan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Karena ini kaitannya dengan penyaluran bantuan sosial dan dana hibah kepada setiap kelompok ternak sapi, maka harus benar-benar dipahami sesuai prosedur dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam pengarahan menekankan agar dana hibah tahap II ini benar-benar digunakan tepat sasaran.“Kalau nanti sudah menerima uang sebagai bantuan dana hibah, untuk segera digunakan,” jelas Bupati. Seperti Kelompok peternakan, dana hibah diperuntukkan membeli ternak. Apabila sudah dibelikan ternak maka setiap kelompok ternak untuk segera menyelesaikan SPJ nya” pungkas Bupati dihadapan para penerima dana hibah yang dihadiri oleh Asisten, Kades, Dirut bank Jateng Cabang Karanganyar. Demikian DISKOMINFO (adt/yoga)

Read More
DSC_0882

60 Sekolah Adiwiyata Ikuti Lomba Mars Adiwiyata

Unjuk Kreatifitas : SMP Negeri 5 Karanganyar saat tampil pada lomba mars Adiwiyata, Selasa (3/10).

Karanganyar, Selasa 03 Oktober 2017

Memeriahkan satu abad Kabupaten Karanganyar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar menggelar lomba mars Adiwiyata. Dalam kegiatan ini diikuti kurang lebih 60 sekolah Adiwiyata se Kabupaten Karanganyar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar.

Pada lomba Mars Adiwiyata tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo. Perlombaan dilaksanakan dua hari, Selasa (3/10/2017) dan Rabu (4/10/2017).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karanganyar, Edy Yusworo mengatakan kegiatan Sekolah Adiwiyata ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk  mewujudkan sekolah yang berbudaya dan peduli  dengan lingkungan hidup.

“Saat ini ada 160 sekolah penyandang Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Karanganyar, meliputi Adiwiyata rintisan, Kabupaten, Provinsi, Nasional dan Mandiri,”terangnya.

Ditambahkannya ada empat sekolah Adiwiyata Mandiri di Kabupaten Karanganyar yang akan mengikuti lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Asean pada Agustus mendatang di Philipina.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat membuka lomba mars Adiwiyata.

Sementara itu, Wabup dalam sambutannya menghimbau untuk menumbuhkan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya budaya tertib, antri dan bersih. Karena hal ini masih menjadi tugas dan perhatian bersama.

“Bagaimana agar budaya, wilayah hayati kita tetap terjaga. Harus kita tanamkan pada anak-anak kita sedini mungkin.

Lebih lanjut Wabup menambahkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup harus ditingkatkan.

“Banyaknya sampah di Car Free Day menunjukkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih rendah. Untuk itu perlu adanya komitmen dan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih,”tuturnya.

Sementara dalam lomba mars adiwiyata ini pemenang akan ditentukan dalam tiga aspek yakni harmonisasi, syair dan penampilan.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

Read More